Wisudawan Terbaik UMM Ini Lahirkan Puluhan Buku

Istiqamah dalam suatu hal bukan perkara yang mudah, banyak tantangan dan juga godaan yang menyertainya. Namun hal tersebut dapat dilalui dengan baik oleh Dr. Iwan Kuswandi, M.Pd. Berkat keteguhan hatinya dalam menulis, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini dapat melahirkan 25 karya buku dan berbagai artikel jurnal terakreditasi nasional serta internasional. Wisudawan Strata tiga (S3) yang dikukuhkan pada Selasa (28/06) ini menceritakan bahwa awalnya ia tidak tertarik pada dunia kepenulisan. Saat menjalani pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di pondok pesantren, ia lebih senang menghabiskan waktunya dengan berorganisasi dibandingkan menulis. Namun pada suatu hari, salah satu pengurus pondok memintanya untuk membuat biografi kyai Muhammad Tijani Jauhari. “Awalnya sangat sulit bagi saya untuk menulis biografi tersebut. Namun berkat bantuan dari para kiai, saya dapat merampungkan penulisan biografi itu dengan baik. Sejak saat itu saya menanamkan tekad istiqamah menulis sebagai bagian dari hidup saya,” ujar Dosen Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumenep tersebut. Dari 25 buku yang telah ditulis, Iwan sapaan akrabnya mengaku ada salah satu buku yang paling berkesan untuknya. Buku tersebut berjudul Kera Pun Bisa Mengaji. Dalam proses pengerjaannya, pria asal Sumenep tersebut berjuang keras untuk menggali data dan mengidentifikasi fakta. “Buku ini membahas mengenai biografi dan rekam jejak para ulama islam di Madura. Kesulitan yang paling terasa adalah meyakinkan keluarga maupun ahli waris para ulama mengenai buku ini. Ada satu kejadian unik yang saya alami saat proses penulisan buku, yaitu ketika mewawancarai cucu Kiai Ahmad Dahlan karay. Semua jawaban yang dilontarkannya saat wawancara adalah tidak tahu. Itu cukup membuat saya kebingungan,” ungkap pria kelahiran 1987 itu. Terkait kepenulisan, guru pondok pesantren TMI Al Amien Prenduan Sumenep ini mengatakan bahwa perkuliahannya di UMM berperan besar pada pengembangan tulisannya. Peningkatan signifikan yang ia rasakan semenjak berkuliah di UMM adalah tulisannya yang tidak hanya termuat di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Bahkan beberapa tulisannya bisa meraih indeks dari Scopus. “Menulis adalah sebuah pesan dakwah Islam. Seperti yang tersirat dalam Surat Al-Qolam ayat 1 yang berarti demi pena dan apa yang mereka tuliskan. Dalam menulis, bukan hanya soal idealisme saja, tetapi juga kebermanfaatan bagi sesama. Bagi para muda mudi yang sedang atau ingin menulis, saya sarankan ditingkatkan lagi istiqamahnya dan jangan mudah putus asa saat berproses,” pungkasnya mengakhiri. (Syi/Wil)
Rektor Kick Off UMM Metaverse

Menjawab era disrupsi yang sangat cepat, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembangkan teknologi metaverse. Diawali dengan kegiatan “Kick off UMM Metaverse Project & UMM-GCU Game Jam” pada Jumat (24/6) lalu. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menyampaikan bahwa metaverse akan menjadi langkah awal Kampus Putih UMM untuk menggunakannya sebagai media fungsional dan visibilitas akademik di universitas. Menurutnya, jika benar-benar efektif, bukan tidak mungkin UMM akan terus menggunakan dan mengembangkannya dengan lebih baik. Fauzan juga menegaskan bahwa UMM telah mendesain sebuah lembaga yang nantinya dijadikan sebagai Center for Future of Work (CFW). Maka, untuk mewujudkannya, ia berharap seluruh prodi dapat memiliki Center of Excellence (CoE). “Nantinya, setiap prodi memiliki pusat keunggulan yang dijadikan sebagai komoditi akademis dan mampu menjawab tantangan masa depan. Program-program teknik seperti ini juga diharapkan mampu menjadi pelopor dalam memperkuat CFW UMM,” tambahnya. UMM kini tengah membangun CFW yaitu pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis digital yang berada di kawasan ekonomi khusus (KEK) Singhasari. Kampus Putih juga telah berinvestasi beragam hal untuk mewujudkannya. Melalui program itu, diharapkan lahir SDM-SDM hebat nan mumpuni yang bertebaran di dunia kerja, khususnya alumni UMM. Adapun saat ini, Kampus Putih UMM sedang mengidentifikasi persoalan dan jenis pekerjaan yang akan muncul di masa depan. Pihaknya juga tidak hanya melakukan pendekatan melalui program studi dalam menjawab dinamika kehidupan eksternal, tapi juga menggunakan pendekatan CoE. “Kami berkomitmen untuk mengembangkan potensi mahasiswa berbasis passion. Salah satunya melalui metaverse ini. Sehingga jika ada mahasiswa, baik itu mahasiswa teknik atau bahkan peternakan, ingin mendalaminya, bisa langsung masuk ke program metaverse UMM. Ke depan, kami akan terus berinovasi dan tidak berhenti memberikan solusi terbaik bagi masyarakat,” tegas Fauzan. Di sisi lain, Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah Drs. Syukriyanto, M.Hum. berharap Kampus Putih UMM bisa menjadi universitas yang memiliki research center. Utamanya di bidang-bidang seperti teknologi, pertanian, kesehatan dan sederet lainnya. Ia juga mengingatkan agar perguruan tinggi senantiasa mampu melahirkan SDM yang hebat dengan kemauan yang kuat. “Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Dimulai dengan memaksimalkan pengamalan Alquran, mengembangkan SDM, dan juga meningkatkan ekonomi untuk membuka banyak lapangan pekerjaan. Kalau ini bisa kita lakukan, maka ini bisa menjadi bukti bahwa Muhammadiyah, terutama UMM mampu membangun perdamaian dan kesejahteraan,” harapnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UMM Prof. Ir. Ilyas Masudin, MLogSCM., Ph.D. mengatakan jika proyek metaverse berjalan dengan baik, nantinya ruangan tidak begitu diperlukan. Begitupun dengan kelas-kelas karena para mahasiswa serta dosen akan terbiasa berkomunikasi lewat alam virtual. “UMM akan menjadi salah satu tempat di mana sejarah itu dimunculkan. Ini menjadi langkah pertama yang bagus untuk menggagas pendidikan berbasis metaverse. Maka, kita juga harus mendukung semua langkah baik yang telah disiapkan terkait Center for Future of Work,” terangnya. Adapun Galih Wasis Wicaksono M.Cs. selaku Ketua Prodi Informatika berharap semua pihak bisa turut membangun proyek metaverse ini. Dengan begitu, akan banyak orang yang bisa merasakan metaverse di masa depan.Galih yang juga penggerak program metaverse UMM juga mengajak kampus se-Malang raya untuk dapat terlibat dalam pembangunan metaverse. Sehingga, ekosistem kreatif yang ada di Malang bisa semakin masif dan maju. Selain itu, juga bisa menarik banyak minat masyarakat luas. “Semoga apa yang kita usahakan bisa berbuah manis dan bermanfaat bagi banyak orang,” ungkapnya mengakhiri. (Ros/Wil)
Launching UKM Golf hingga Senam Tiktok Ramaikan Pembukaan Rektor Cup UMM

Rangkaian menarik pembukaan Rektor Cup terlihat di Helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (25/6) lalu. Acara itu dimeriahkan dengan senam TikTok bersama, tari, hingga musikalisasi puisi. Semakin ramai karena ada juga penampilan band yang menghibur para mahasiswa. Pada pembukaan tersebut, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. juga sempat meresmikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baru Kampus Putih yakni UKM Golf dengan memukul bola. Adapun unit kegiatan ini ada sebagai bentuk UMM memfasilitasi potensi, minat, dan bakat mahasiswa. Menurutnya, golf bukan menjadi olahraga yang hanya dimainkan oleh para elit. Siapapun bisa mencoba dan menggelutinya. Kalaupun memang benar hanya kaum elit, maka mahasiswa UMM juga masuk di dalamnya karena bisa ikut dan bergabung lewat UKM Golf. Terkait Rektor Cup, Fauzan menjelaskan bahwa ini merupakan usaha UMM dalam rangka mengembangkan mahasiswa-mahasiswanya. Utamanya dalam dua hal, yakni kompetensi akademik dan kompetensi leadership. “Rektor Cup ini menjadi satu dari rentetan aktivitas yang diorientasikan untuk meningkatkan kepercayaan diri saudara. Menjadi pribadi yang bertanggung jawab, penuh pikiran kreatif serta sportivitas,” tambahnya. Hal serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM Drs. Wakidi. Menurutnya, Rektor Cup menjadi wadah untuk mengadu keterampilan dan keahlian mahasiswa, baik olahraga, seni dan aspek lainnya. Selama satu bulan, para mahasiswa akan diuji seberapa jauh mereka bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki. Bagaimana mereka berkompetisi dengan sportivitas hingga memperoleh kemenangan. “Pada prosesnya, Rektor Cup juga memerlukan pengendalian emosi yang bagus dan sportivitas yang tinggi. Agenda ini juga membentuk saudara menjadi pribadi yang sehat sehingga bisa beribadah dengan maksimal. Selamat bertanding dan tetap jaga kebersamaan,” tegas Wakidi. Adapun Rektor Cup bertajuk Beyond the Limit tahun ini akan menyelenggarakan 86 cabang pertandingan. Semua wakil fakultas akan bertanding untuk memperoleh kemenangan di kompetisi ini. Ribuan mahasiswa juga akan meramaikan gelaran Rektor Cup selama sebulan, baik sebagai peserta maupun supporter. “Rektor Cup juga menjadi pintu terbaik bagi mahasiswa untuk dapat mewakili nama Kampus Putih UMM di kancah yang lebih tinggi. Mulai dari level nasional hingga internasional,” ungkap Ketua Pelaksana Rektor Cup Rahadi, M.Si. mengakhiri. (Wil)
Alumnus UMM Beberkan Lima Kiat Hadapi Persaingan Kerja di Acara Wisuda UMM

Persaingan dunia kerja sudah menunggu para sarjana baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Akan ada banyak tantangan yang siap ditaklukkan. Hal itu disampaikan oleh alumnus UMM Khabibullah Kanafie ke para wisudawan dalam wisuda UMM yang ke-104, Selasa (23/6) lalu. Adapun Kanafie yang merupakan Senior Manajer Operation dan Manufacturing Refenery PT. Pertamina. Lebih lanjut, Kanafie mengataka bahwa dalam menggapai mimpi, perlu adanya pengorbanan dan proses yang harus dilalui. Menurutnya, ilmu yang didapat di UMM sudah lebih dari cukup. Tinggal bagaimana para sarjana memanfaatkannya dengan baik. Ia juga membeberkan sederet tips yang bisa dilakukan fresh graduate untuk mempersiapkan masa depan. Pertama, para sarjana baru harus menentukan dan memiliki mimpi. Begitupun dengan pengetahuan dan memahami diri sendiri. Menurutnya, ketika ingin meraih mimpi, wisudawan harus tahu kapabilitas yang dimiliki, skill serta prestasi yang sudah diraih. “Jadi kita bisa melihat, sudah sampai mana portofolio kita untuk dijadikan modal menggapai masa depan. Dengan kita mengetahui diri sendiri dan cita-cita, kita juga akan memahami seberapa dekat upaya kita untuk menggapai impian yang diidamkan,” tambahnya. Kanafie juga memberitahu modal apa saja yang perlu dimiliki seorang fresh graduate agar bisa berkompetisi di dunia kerja. Dimulai dengan kemampuan kognitif yakni bagaimana seseorang melihat masalah dan mengatasinya. Kemudian kompetensi hard yakni bagaimana nilai akademik selama menjadi mahasiswa. Dapat dinilia dari indeks kumulatif prestasi yang dipunya. Ketiga, para fresh graduate harus memiliki soft competence yakni kemampuan mengatur emosi dan komunikasi dengan orang lain. Keempat, yakni harus memiliki nilai lainnya seperti kemampuan di luar jurusan atau dunia yang selama ini digeluti selama kuliah. “Selain dari keempat modal tersebut, kita juga harus berani untuk mengambil tindakan dan juga harus terus mau menambah nilai pada diri kita. Jangan lupa juga untuk mendasari cita-cita dengan niat ibadah. Insyaallah jika usaha dan doa seimbang, impian akan mudah ada di genggaman,”pesan Kanafie. Sejalan dengan yang disampaikan Kanafie, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa para sarjana akan mendapatkan tuntutan yang luar biasa. Bagaimana mereka akan memasuki dunia yang tidak pasti. Kehadiran para wisudawan juga telah ditunggu oleh masyarakat untuk menjadi seorang problem solver. “Saudara juga akan menjadi panutan dan tokoh di masyarakat. Maka jangan sia-siakan harapan mereka bagi saudara yang menjadi alumni UMM. Semoga saudara bisa menjadi manusia-manusia yang bermanfaat bagi negara, bangsa dan agama,” ungkapnya. Menariknya, adapula kesan pesan dari mahasiswa asing Afganistan yakni Sayed Momin hashemi. Ia mengungkapkan bahwa saat pertama masuk Kampus Putih, ia merasa takut dan malu nanti ia akan diejek. Namun ternyata, ia malah mendapatkan banyak teman-teman suportif. “Dari situ, saya mendapat pelajaran bahwa dari manapun kita berasal, apapun sukunya, agamanya, kita harus saling mendukung satu sama lain. Saya juga bersyukur bisa menimba ilmu di UMM karena tempatnya nyaman, lingkungan belajar yang asyik, dan fasilitas memadai untuk kegiatan diskusi dan berbagi,” pungkasnya. (Zak/Wil)
UKM Fair UMM Temukan Potensi Generasi Muda

Menjadi mahasiswa tidak hanya berkutat pada materi perkuliahan, tapi juga ada kegiatan lain yang tidak kalah menarik. Salah satunya melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM). Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Minat Bakat Universitas Muhammadiyah malang (UMM) Frendy Aru Fantiro, M.Pd. di ajang UKM Fair UMM pada Kamis (23/6) lalu. adapun rangkaian UKM Fair ini berlangsung dari 23-25 Juni ini. Menariknya, banyak UKM yang memamerkan kegiatan serta piala yang sudah diperoleh. Mulai dari kejuaraan regional hingga internasional. Adapula penampilan-penampilan unik dari masing-masing UKM agar para mahasiswa baru, khususnya angkatan 2020 dan 2021 untuk bergabung. Ada penampilan band, tari, pencak silat, taekwondo, hingga hal-hal lainnya. Frendy, sapaan akrabnya mengatakan bahwa pandemi membuat UKM Fair sempat tidak terlaksana dalam dua tahun terakhir. Ini menjadi kegiatan pameran UKM pertama yang diselenggarakan dengan tujuan menarik minat dari para mahasiswa. Khususnya mereka yang berada di angkatan 2020 dan 2021. “Ini juga menjadi bentuk dan upaya kami dalam memfasilitasi potensi serta prestasi dari mahasiswa. Di sinilah mereka bsia mengembangkan diri dan menggali bakat yang dimiliki,” tambah Frendy. Sampai saat ini, Kampus Putih UMM telah memiliki 39 unit kegiatan yang bisa diikuti oleh mahasiswa. Jumlah itu akan terus bertambah seiring banyaknya minat serta bakat yang ada. Terbaru, UMM juga membuka UKM E-Sport dan juga Biru Flying Club yang menjadi satu-satunya UKM berbasis dirgantara yang ada di Indonesia. “Jadi pihak kampus mengupayakan yang terbaik untuk membentuk wadah bagi setiap mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi-prestasi. Semoga dengan adanya UKM Fair ini, para mahasiswa bisa lebih memanfaatkan waktunya dengan lebih baik,” tambahnya. Pada pameran itu, ada UKM yang berbasis seni, olahraga, olah pikir, bahkan juga gim. Salah satu yang seringkali berprestasi adalah UKM Sepakbola UMM. Tim tersebut mampu membukukan juara di beberapa kompetisi. Misalnya saja juara liga mahasiswa 2018 Jawa Timur, Torabika Campus Cup, hingga runner up liga mahasiswa nasional season 7. “Jadi di UKM ini kami upayakan berlatih seperti pemain profesional. Pelatihnya juga sudah berlisensi, begitupun dengan fasilitas yang sudah disiapkan dengan sangat baik. Kami juga memiliki dua tim, satu tim inti yang akan bertarung di kompetisi, kemudian ada juga tim kedua yang menjadi tempat seleksi. Sampai saat ini ada beberapa alumni yang sudah bermain di klub liga 2 dan juga liga 3,” ungkap pengurus UKM Sepak Bola UMM Ichbal Alarikhi. Di sisi lain, ada pula unit kegiatan yang berfokus pada seni. Salah satunya Ikatan Aktivitas Band Mahasiswa (Ikabama) UMM. di sana, para mahasiswa akan turut serta bermain musik hingga mengadakan event musik. Baik itu yang bersifat daring maupun luring. Mereka juga selalu menyusun album kompilasi band-band mahasiswa UMM dua tahun sekali. Beberapa band juga pernah tampil di Kickfest, menang di beberapa kompetisi seperti Fokus hingga Garasi Music. Bahkan dalam waktu dekat, mereka juga akan mengadakan event musik menarik secara offline. “Tentu kami berharap bisa menemukan anggota-anggota baru yang berpotensi dari mahasiswa UMM. Kami juga akan memberikan wadah yang sesuai agar potensi yang dimiliki bisa dimaksimalkan. Apalagi selama ini kan eventnya hanya lewat platform-platform online,” ungkap Ketua Ikabama, Andira. (Wil)
Mahasiswa UMM Rancang Smart Pen Deteksi Rekam Medis Pasien

Seiring berjalannya waktu perkembangan teknologi mulai masuk di berbagai sektor, salah satunya sektor kesehatan. Melihat akan hal itu, kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merancang smart pen medical record. Rancangan yang tertuang dalam program kreativitas mahasiswa (PKM) ini akan memberikan akses data riwayat kesehatan pasien berbasis Internet of Things (IoT). Adapun PKM ini lolos dalam pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Republik Indonesia (RI). Anwar Syaddad selaku ketua tim menjelaskan bahwa ide ini muncul dari keresahan saudaranya terkait perkembangan teknologi dan penanganan kesehatan di Indonesia. Menurutnya, sebagian besar layanan kesehatan yang ada masih dilakukan secara manual. Berangkat dari keresahan itulah, tim mahasiwa UMM ini mulai merintis ide Smart Pen ini. Adapun ide ini mulai digarap dan didaftarkan sejak awal tahun 2022. “Apalagi melihat keadaan layanan kesehtaan luar negeri yang sudah menggunakan teknologi dengan baik. Sementara di Indonesia masih manual, padahal teknologi sudah bergerak maju,” ucapnya. Anwar, sapaan akrabnya kembali menjelaskan bahwa Smart Pen ini memiliki sistem kerja mendeteksi rekam medis secara otomatis dengan fitur fingerprint. Jadi, ketika pasien ingin memeriksa rekam medisnya, mereka hanya perlu scan sidik jari pada alat Smart Pen tersebut. Secara otomatis rekam jejak kesehatan pasien terkait akan keluar. Sehingga proses rekam medis tidak memerlukan waktu yang lama seperti sistem konvensional saat ini. Mahasiswa Teknik Elektro ini menjelaskan bahwa ada fitur tambahan yang menarik yaitu fitur pendeteksi oxymetri. Adapun fitur tambahan ini berguna untuk menambahkan dan mengetahui data saturasi oksigen pada tubuh. Sehingga selain bisa digunakan untuk mengecek rekam medis, juga sekaligus dapat mengetahui kondisi oksigen pasien. Selama pengerjaan, salah satu kendala yang mereka hadapi adalah akses template rekam medis. Itu tidak lepas dari aksesnya yang kini masih bersifat sangat privasi. Sehingga ia dan tim yang mendesain cukup kebingungan. Selama mengerjakan, Anwar merancangnya sendiri. Ia ditemani oleh Nahiva Nur Allyza (Kedokteran), Muhammad Akbarul Rahmadani (Kedokteran), Dinda Putri Savira (Ilmu Keperawatan), dan Janu Dea Siska (Manajemen) yang tergabung dalam satu tim. Pria asli Pamekasan ini berharap ia alat Smart Pen ini bisa direalisasikan dan digunakan di Rumah Sakit. Dengan begitu, proses rekam medis yang biasanya memakan waktu lama dapat dipersingkat. “Harapan besarnya, alat yang masih dalma proses perancangan ini bisa diimplementasikan dalam layanan yang ada di instansi kesehatan,” jelasnya. (Haq/Wil)
Kaji Gel Anti Jerawat Herbal, Mahasiswa UMM Ini Juara Lomba Esai Nasional

Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang umum terjadi di masyarakat, terutama pada kaum remaja. Timbulnya jerawat di wajah juga dapat menurunkan kepercayaan diri. Maka, melalui sebuah karya esai, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nia Yuniar Fitriana Putri membuat inovasi baru berupa gel anti jerawat dari bahan herbal. Esai ini berhasil meraih juara 2 dalam event Farmakesta Competition 2022 pada pertengahan Juni lalu. Tema besar yang diangkat pada lomba esai tersebut adalah Inovasi Obat atau Obat Herbal dan Kosmetika. Dari hasil riset berupa jurnal-jurnal yang telah di baca, Nia mengambil sebuah ide dengan judul esainya yakni Gel Anti Jerawat Kombinasi Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifoli L.) dan Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.). Nia yang merupakan mahasiswa farmasi ini menjelaskan bahwa daun mengkudu dan daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri sehingga memiliki potensi sebagai obat jerawat. “Biasanya, jerawat diobati dengan antibiotik. Namun, penggunaan antibiotik dalam jangka panjang bisa menyebabkan resistensi, kerusakan kulit dan imunohipersensitivitas. Maka dari itu, saya ingin membuat alternatif yang lebih aman untuk obat anti jerawat dari bahan-bahan herbal,” jelas Nia. Nia juga menambahkan sebelum akhirnya menentukan judul, dirinya telah melakukan riset terlebih dahulu mengenai penyakit apa yang sekiranya umum terjadi di masyarakat. begitupun dengan permasalahan kesehatan apa yang saat ini sering dialami orang-orang. “Setelah sudah jelas masalahnya, selanjutnya saya menentukan kira-kira produk apa yang menarik dan dibutuhkan. Biasanya saya mencari inspirasi judul melalui jurnal-jurnal kemudian menentukan ide apa yang menarik dan belum pernah dibahas oleh para peneliti sebelumnya,” tambah Nia. Nia mengungkapkan dirinya memang aktif mengikuti lomba esai. Keikutsertaannya tak sia-sia. Usaha dan semangat Nia membuahkan kemenangan. Lomba esai ini merupakan kedua kalinya bagi Nia mendapatkan juara di kategori esai tingkat nasional. Selain esai, Nia juga aktif mengikuti Karya Tulis Ilmiah (KTI) bersama timnya dan sebelumnya berhasil meraih juara 3 tingkat nasional. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan terharu karena saya bisa merasakan kemenangan ini lagi, setelah sebelumnya saya mengalami beberapa kekalahan di perlombaan,” ungkap mahasiswi asal Jombang ini. Nia berharap, esai yang telah dibuatnya bisa menjadi inspirasi dan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. Di samping itu juga bisa dikembangkan menjadi produk obat jerawat berbahan hewan yang terbaru. “Semoga saya masih tetap semangat menuangkan ide kreatif dan inovatif di penulisan esai lainnya. Sehingga mampu memberikan sumbangsih bermanfaat. Begitupun dengan teman-teman maahsiswa lain yang harus terus berinovasi agar mampu menjadi mahasiswa yang memberikan solusi di tengah permasalahan yang terjadi,” imbuhnya mengakhiri. (Zak/Wil)
Kunjungi OJK Malang, Mahasiswa UMM Kampanye Gerakan Perlindungan Konsumen

Edukasi dini tentang lembaga keuangan bagi mahasiswa mutlak diperlukan. Hal itu disampaikan oleh Dosen Prodi D-III Perbankan dan Keuangan Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) Yunan Syaifullah. Bersama dengan para mahasiswa, mereka melakukan kunjungan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang pada Selasa (21/6) lalu. Lebih lanjut, yunan, sapaan akrabnya mengatakan bahwa kunjungan ini bertujuan agar para mahasiswa dapat lebih mengetahui dan mengenal seluk-beluk lembaga keuangan. Diharapkan, melalui kesadaran masing-masing mahasiswa, mereka bisa memberikan kesadaran akan lembaga keuangan pada lingkungan di sekitarnya. Setidaknya bagi keluarga inti. “Apabila nanti ada masalah terkait lembaga keuangan, paling tidak mereka bisa memberikan solusi jalan keluar yang baik. Setidaknya, langkah yang dilakukan para mahasiswa mampu penjadi soar dalam memberikan consumer protection sekaligus mengurangi fraud,” papar Yunan Syaifullah. Menariknya, rangkaian agenda mahasiswa D-III Perbankan UMM tidak berhenti sampai di situ. Selepas kegiatan tersebut, mereka akan melakukan kampanye edukasi masif kepada masyarakat. utamanya materi terkait lembaga keuangan. Mereka dapat melangsungkan kampanye dengan tagar “Aku Indonesia, OJK-koe”melalui berbagai media sosial seperti Instagram, Twitter dan lainnya. Begitupun juga dengan Youtube. Di sisi lain, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri mengatakan bahwa tingginya keluhan masyarakat atas layanan lembaga keuangan menjadi perhatian serius OJK. Tidak jarang keluhan itu akhrinya berujung pada masalah yang merugikan masyarakat. Maka perlu adanya pemahaman lebih masyarakat terkait customer protection. “Saya rasa, pemahaman terkait customer protection bisa semakin maksimal jika para konsumen muda, seperti mahasiswa, memiliki pengetahuan terkait lembaga keuangan. Kemudian bisa membagikannya kepada keluarga, kerabat maupun masyarakat luas,” ungkapnya. Ia juga sempat menjelaskan dan memberikan contoh terkait pinjaman online. Dibantu beberapa staf, Sugiarto memaparkan bagaimana mudahnya masyarakat memperoleh pinjaman online melalui smartphone dan gawai lainnya. Menurutnya, praktek digitalisasi layanan keuangan rentan menimbulkan masalah. Terlebih, hingga kini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dan mampu membedakan layanan digitalisasi keuangan yang legal dan liar. Salah satu contohnya yakni praktek pinjaman online yang makin marak. Oleh karenanya, OJK terus berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi di berbagai kalangan tentang tata kelola dan aturan main layanan lembaga keuangan. Langkah itu dilakukan untuk memberikan kepastian dalam hal perlindungan konsumen. Adapun UMM menjadi tamu pertama yang datang mengunjungi kantor baru dari OJK Malang. Sugiarto berharap para mahasiswa mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga bsia membagikannya kepada masyarakat luas. (Wil)
Agribisnis UMM Cetak Petani Milenial

Pengembangan sektor pertanian memerlukan peranan dari berbagai pihak, baik dari sektor pemerintah, swasta, maupun generasi millenial. Begitulah sepatah kata pembuka yang diucapkan oleh Ketua Umum Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia (PAPPI) Dr. Ir. Siti Amanah, M.Sc dalam acara kuliah tamu Program Studi (Prodi) Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Secara umum, kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (15/06) tersebut membahas tentang peran generasi millenial dalam mendukung penyuluh pertanian di era digitalisasi. Lebih lanjut, Amanah sapaan akrabnya mengatakan bahwa milenial merupakan aktor utama dalam mendukung pertanian di era digital seperti ini. Namun saat ini banyak kaum muda yang beralih profesi ke bidang non-pertanian. Mereka enggan terjun dan memajukan sektor pertanian. Selain anak-anak muda, perlu adanya kerja sama yang bagus juga dari berbagai pihak seperti pihak swasta maupun pemerintahan. “Keberadaan lahan juga menjadi poin penting dalam keberlangsungan sektor pertanian. Diupayakan agar lahan pertanian tidak beralih tangan atau fungsi untuk kedepannya,” ungkap mantan ketua Asia Pacifis Islands Rural Advisory Service (APIRAS) Network tersebut. Untuk mencetak Sumber Daya Manusia di bidang pertanian yang berkualitas, Amanah menjelaskan bahwa penyuluhan memegang peranan penting. Penyuluhan ada sebagai gerakan pendidikan non formal yang diberikan kepada petani-petani di daerah. “Dengan adanya penyuluhan ini, hard skill maupun soft skill para petani akan meningkat. Dampak positif dari peningkatan tersebut adalah kualitas produksi yang membaik, pendapatan yang meningkat, serta kelestarian sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan,” ujar Amanah. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membangun kompetensi kepada para milenial dalam mendukung penyuluhan. Pertama adalah memberikan suasana pembelajaran yang kondusif kepada para millenial. Selanjutnya memberikan mindset baru kepada millenial tentang profesi seorang petani. Memberikan pemahaman mengenai komunikasi yang baik di ranah digital juga perlu diperhatikan. “Para penyuluh juga harus memberikan literasi baru berupa data, kemampuan teknologi informasi dan komunikasi, literasi teknologi terkini, serta penguasaan dan pendekatan metode penyuluhan kepada milenial dan para petani,” kata Board Member of Global Forum for Rural Advisory Services (GFRAS) tersebut. Senada dengan Amanah, Ketua Prodi Agribisnis Ary Bakhtiar, SP., M.Si mengatakan bahwa pada saat ini 70% petani yang ada di Indonesia terdiri dari para lansia. Sementara itu, generasi muda banyak yang beralih ke bidang profesi yang lain. Untuk itu, dalam rangka pemanfaatan bonus demografi di masa yang akan datang perlu upaya adanya peningkatan kualitas SDM di sektor pertanian. “Oleh karenanya, penyuluhan menjadi kunci penting untuk mengubah persepsi para kaum muda. Penyuluhan juga dapat berdampak positif bagi petani lansia agar dapat meningkatkan kapasitas kemampuan dan pengetahuan agar dapat hidup dengan lebih baik,” tandasnya mengakhiri. (Syi/Wil)
15 Mahasiswa UMM Lolos Virtual Exchange Singapore

Sebagai mahasiswa, berbagai macam pengalaman di lingkungan kampus saja tidak lah cukup. Harus ada pengalaman nasional hingga internasional. Kali ini, 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil lolos pada program Virtual Exchange Program. Adapun program exchange ini dilangsungkan bersama Singapore Polytechnic yang mengangkat tema “Singapore : Understanding History and Heritage”. 15 mahasiswa akan mulai mengikuti rangkaian agenda pada Jumat (24/7) nanti. Very Kurnia Aditama, M.Pd. selaku staff International Relations Office (IRO) UMM mengatakan bahwa program ini berubah menjadi virtual ketika pandemi Covid-19 datang. Sebelumnya, program berlangsung secara luring. Jadi para mahasiswa UMM serta mahasiswa SP bisa bertemu di Malang kemudian melakukan project bersama. “Program Exchange dengan Singapore Plytechnic ini sudah berlangsung sejak 2019 dan diadakan dua kali dalam setahun. Sehingga program dialihkan menjadi virtual,” ungkapnya menambahkan. Very sapaan akrabnya menjelaskan bahwa konsep virtual exchange ini berupa culture exchange. Selama berjalannya program, setiap mahasiswa diminta mempresentasikan budaya dari negara masing-masing. Baik itu dari Indonesia maupun dari Singapura. Sehingga kedua pihak bisa mendapatkan hal baru serta perspektif yang berbeda. Begitupun dengan budaya serta adat yang dimiliki. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pertukaran mahasiswa ini berlangsung selama satu bulan dengan empat kali pertemuan. Ada dua kelas yang akan disediakan dan berada di dua hari utama yakni Monday Class pada Senin dan Friday Class pada Jumat. Para peserta diminta untuk memilih salah satu kelas dan mengikutinya hingga akhir melalui platform Zoom meeting. “Ada lebih dari 80 peserta yang mendaftar dan ingin mengikuti virtual exchange ini. Kemudian, pada tahap administrasi ada 40 orang yang lolos. Akhirnya terpilihlah 15 mahasiswa final yang lolos jadi peserta program ini,” tambah Very. Pria asli Bojonegoro ini berharap agar seluruh peserta yang lolos dan mengikuti program ini bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Di samping itu uga meluaskan jaringan dan kenalan dengan mahasiswa internasional, utamanya dari Singapura. Dengan begitu, perspektif dan pandangan baru bisa mereka peroleh. “Bahasa juga menjadi aspek penting. Program ini menjadi tempat dan wadah yang cocok untuk melatih bahasa inggris mereka menjadi lebih baik,” tegasnya mengakhiri. (Haq/Wil)