FKIP UMM Jelaskan CoE pada Himpunan Dosen PGSD se-Indonesia

Terima kunjungan dari Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kenalkan sederet Center of Excellence (CoE) yang dimiliki. Ada enam kelas keahlian yang dijelaskan bersama dengan kelebihian-kelebihannya. Adapun kunjungan yang dilaksanakan pada Sabtu (4/6) lalu itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Workshop dan Bimbingan Teknologi Akreditasi dengan LAMDIK, yang digagas oleh Himpunan Dosen PGSD Indonesia Wilayah 1. Wakil Dekan I FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si. menjelaskan bahwa CoE merupakan program inovatif UMM dalam rangka menciptakan para ahli di berbagai bidang melalui kelas-kelas unggulan berbasis prodi. Para mahasiswa yang turut serta di kelas keahlian CoE dan lulus sertifikasi dari LSP UMM dipastikan memiliki daya saing yang baik. Ditambah lagi dengan keahlian khusus yang sesuai dengan kebutuhan Industri dan dunia kerja (IDUKA). Sampai saat ini, ada enam kelas keahlian yang sudah dibuka FKIP Kampus Putih. mulai dari Kelas Konsultan Pendidikan dari prodi PGSD yang di dalamnya terdapat program super teacher, microsoft educator dan hypoteaching. Kemudian ada Kelas Anggrek dari prodi Biologi, Kelas Wisata Sejarag Digital dari prodi PPKN, Kelas Editor dan Entrepreneur Peneribtan Digital dari prodi Bahasa Idnonesia. Dua terakhir yakni Kelas Keahlian Media dan Animasi pendidikan Digital miliki prodi Matematika dan Kelas Keahlian English for Hospitality dari prodi Bahasa Inggris. Lebih lanjut, Sugiarti menilai bahwa kelas-kelas keahlina in akan terus dikembangkan. Apalagi program ini dirasa memiliki potensi dan prospek yang baik di masa depan. Salah satunya bisa digunakan sebagau unit bisnis bagi prodi serta universitas. Selain itu juga bisa menjadi tempat untuk menyiapkan tenaga yang terampil sesuai dengan minat masing-masing mahasiswa. Sehingga akan membuka peluang kerja di IDUKA lebih lebar. “Hingga akhirnya kita bisa menghasilkan dan melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki daya saing luar biasa,” tambahnya. Menariknya, program ini bisa diikuti oleh mahasiswa lintas prodi. Tujuannya adalah agar mereka memiliki keterampilan lain selain apa yang sudah dipelajari di prodi masing-masing. Dengan begitu, tiap mahasiswa memiliki skill unik yang bisa ditawarkan ketika lulus nanti. Sugiarti juga menambahkan bahwa kelas keahlian CoE akan terus berlangsung sesuai dengan permintaan pasar. Dengan begitu, para peserta yang berasal dari UMM maupun luar bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Apalagi di akhir, mereka diharuskan mengikuti sertifikasi sehingga saat lulus mereka bisa memperoleh sertifikat yang sah dan diakui. (zak/wil)

Strategi Financial Plan Anak Muda ala Dosen UMM

Berdasarkan hasil riset dari OCBC NISP dan NielsenIQ pada 2021 memaparkan jika Fitness Financial Index  generasi muda berada di angka 85,6% tampak “kurang  sehat” secara finansial. Hanya 14,3% anak muda di Indonesia yang berusaha menggapai “sehat” finansial. Dari laporan tersebut terlihat jika perencanaan finansial anak muda di Indonesia masih kurang dan perlu melakukan perbaikan. Novi Puji Lestari, SE., MM., selaku Dosen Program Studi (Prodi) Manajemen mengatakan bahwa fenomena itu cukup sulit untuk dibendung. Terlebih lagi kebiasaan anak muda zaman sekarang yang inginnya serba dilayani karena dukungan teknologi. Baginya, gengsi menjadi prioritas utama anak muda zaman sekarang. “Misalnya, hanya beli teh saja harus ke mall demi kelihatan bergengsi. Padahal biayanya juga pasti lebih banyak dibandingkan dengan manfaatnya. Selalu mengedepankan keinginan bukan kebutuhan, sehingga ini yang menyebabkan perencanaan keuangan tidak bagus,” ujarnya Novi, sapaan akrabnya juga sempat memberikan solusi serta perilaku-perilaku yang perlu dihindari oleh anak muda. Salah satunya adalah dengan menjauhi pengeluaran yang tidak menjadi prioritas utama. Selain itu, selalu mengedepankan dan mengupayakan apa yang menjadi prioritas. Menurutnya, anak-anak muda juga bisa membagi keuangan menjadi tiga bagian yakni living, saving dan playing. Hasil survei dari Alvara Research Center pada tahun 2020 berjudul “Indonesia gen Z and Millennial Report 2020: The Battle Of Our Generation” menemukan fakta jika alokasi pengeluaran generasi Z untuk menabung dan investasi hanya sebesar 9,2%. Sementara pengeluaran kebutuhan rutin sebesar 59,9%. Adapun generasi milenial berada di angka 10,5% untuk menabung dan investasi serta 57,3% untuk pengeluaran kebutuhan rutin. Adapun Novi menawarkan solusi terbaik dalam mengatur keuangan yakni 30% saving, 50% living dan 20% playing. Baginya, mengatur keuangan sejak dini sangatlah penting agar nanti ketika sudah memiliki penghasilan, mereka tidak kebingungan lagi. Pemahaman keuangan sejak dini juga membuat anak muda bisa terlatih di masa depan sehingga tidak sukar untuk melakukannya ketika dewasa kelak. “Manfaat jangka pendeknya, kita jadi punya saving dan bisa investasi di usia muda. Untuk jangka panjang, kita bsia menyiapkan diri dalam kehidupan berkeluarga kelak. Apalagi mengingat kalau ekonomi adalah faktor penting untuk keutuhan keluarga,” kata sekretaris prodi manajemen itu. Lebih lanjut, strategi lain yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan teori pendapatan=konsumsi dan saving. Sehingga, sebesar apapun pendapatan, maka kebutuhan akan mengikuti. Menurutnya, solusi terbaik adalah tentukan saving di awal. Meskipun tidak terlalu besar, namun jika diupayakan rutin tiap bulan dan tidak diambli kecuali keadaan mendesak, maka anak muda akan terbiasa menabung. Terakhir, Novi selalu percaya jika banyak cara yang bisa dikerjakan anak muda untuk menjadikan sesuatu menjadi uang, asal mampu berkomitmen. Misalnya sajamembuka usaha jastip makanan atau oleh-oleh khas dari daerahnya. Meksi sepele, tapi jika diakumulasi keuntungannya ia rasa cukup besar. Apalagi jika bisa menggunakan ponsel untuk mendukung usaha tersebut. “Jika memiliki usaha, jangan sekali-kali uang usaha mencampurkan uangnya dengan uang pribadi. Jika memiliki usaha, maka gaji diri sendiri sebagai karyawan bukan seluruh omset dianggap laba. Jangan menyerah jika pernah gagal dalam usaha dan yang terakhir jangan lupa bersedekah karena dalam setiap rezeki kita pasti ada hak orang lain di dalamnya,” pungkasnya. (ros/wil)

Relawan UMM Bagikan Tips Pertolongan Pertama Selamatkan Korban

Hilangnya putra sulung Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz, saat berenang di sungai Aare, Swiss menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir. Di Indonesia sendiri, kasus orang hanyut maupun hilang di sungai bukan kali pertama terjadi. Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki banyak sungai, danau, maupun air terjun yang biasa digunakan untuk berenang. Oleh karenanya kasus tenggelam maupun hanyut di sungai kadang terjadi. Untuk mengantisipasi kecelakaan tersebut, Ketua Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rindya Fery Indrawan menjelaskan fenomena itu. Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang dapat hanyut maupun tenggelam ketika berenang di sungai. “Masyarakat tidak mengetahui dengan baik karakteristik sungai tempat dia akan berenang. Ada sungai yang memiliki arus tenang, ringan, dan juga deras. Ada juga sungai yang di atasnya tenang padahal di bawahnya terdapat arus yang cukup deras. Mengenali karakteristik sungai akan membuat kita lebih berhati-hati jika akan berenang dan dapat meminimalisir kasus tenggelam maupun hanyut,” terangnya. Fery, sapaan akrabnya, juga menambahkan bahwa sebelum berenang sangat penting untuk melakukan pemanasan. Hal ini berguna untuk mengurangi risiko kram ketika sedang berenang di sungai. “Penting juga untuk mengetahui kapasitas diri dalam berenang agar tidak hanyut maupun tenggelam,” kata Fery. Di lain sisi, salah satu tim keamanan dan relawan UMM, Isnien Hadinata Gatot Putra menjelaskan ada beberapa langkah yang bisa diambil ketika mengetahui seseorang tenggelam atau pun hanyut. Pertama adalah cari bantuan sekitar dengan memanggil tim Search And Rescue (SAR), pemadam kebakaran, maupun warga sekitar. Kedua adalah kenali korban dalam kondisi sadar atau tidak. Jika korban dalam kondisi sadar, cari benda disekitar yang dapat menjangkau korban seperti galah kayu, tali atau pun benda apung lain yang dapat dilemparkan ke arah korban. Selanjutnya upayakan membawa korban ke tepi sungai. Jika berhasil, segera bawa korban ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. “Untuk korban dalam keadaan pingsan, penanganan yang dilakukan berbeda lagi. Beberapa hal yang bisa di lakukan untuk menolong selain mencari bantuan adalah dengan berenang langsung maupun memakai perahu. Namun perlu diingat, pertolongan secara langsung harus diimbangi dengan peralatan keamanan yang memadai seperti pelampung. Setelah berhasil membawa korban ke tepi sungai, cek kesadaran korban, pernapasan, hingga denyut nadi. Lalu segera bawa korban ke rumah sakit terdekat,”ungkap pria peraih sertifikat Potensi Water Rescue tersebut. Selain langkah-langkah menyelamatkan korban hanyut dan tenggelam, Isnien sapaan akrabnya juga memberikan beberapa saran untuk seseorang yang tidak sengaja hanyut terbawa arus sungai. Pertama, usahakan agar diri untuk tetap tenang dan tidak panik. Selanjutnya posisikan kepala berada di atas permukaan air. “Langkah selanjutnya adalah coba untuk meraih benda apa pun di sekitar sungai untuk mengapung. Setelah itu, sebisa mungkin berenang menuju tepian. Disarankan untuk tidak melawan arus karena dapat menguras energi,” pungkas relawan SAR Trenggana Malang tersebut mengakhiri. (Syi/Wil)

Prodi IKS UMM Raih Akreditasi Unggul dan Siapkan IPEPA

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak henti membuktikan diri sebagai kampus Unggul. Terbaru, Program Studi (Prodi) Ilmu Kesejahteraan Sosial UMM sukses meraih predikat Unggul. Capaian yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) ini mulai diberlakukan sejak bulan Maret lalu sampai Oktober 2023 mendatang. Ketua Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UMM, Dr. Oman Sukmana, Drs., M.Si., menjelaskan bahwa prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Kesos) berhasil meraih akreditasi unggul dengan nilai yang memuaskan. Dengan raihan ini, UMM berhasil menjadi prodi Kesehateraan Sosial kedua yang menyandang Akreditasi Unggul se-Indonesia. “Atas capaian tersebut, prodi Ilmu Kesos UMM sering menjadi bahan rujukan dan memberikan konsultasi ke universitas lain. Beberapa waktu lalu kami juga kedatangan tamu-tamu dari universitas lain yang ingin berdiskusi dan konsultasi,” tambahnya. Lebih lanjut, Oman, sapaan akrabnya menuturkan untuk mendukung terciptanya prodi Ilmu Kesos sebagai prodi unggulan, pihaknya juga telah menyelenggarakan kelas khusus yang inovatif. Program tersebut diberi nama Center of Excellence (CoE) kelas keahlian pemberdayaan masyarakat. Selain berfungsi untuk meningkatkan kompetensi hard skill dan soft skill mahasiswa, program ini juga berfungsi untuk melahirkan generasi yang mampu memberdayakan masyarakat dengan baik. “Pengembangan pusat unggulan ini, selain untuk membantu mahasiswa menyiapkan diri, juga dirasa bisa membantu masyarakat. Seiring berjalannya waktu, kami juga terus menambah mitra strategis seperti bekerja sama dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR RI), Persyarikatan Muhammadiyah, dan sederet lembaga lainnya,” jelas Oman. Terkait perolehan akreditasi unggul, Oman menilai  bahwa capaian tersebut tidak lepas dari sumbangsih teman-teman prodi dan semua stakeholder yang membantu. Mulai dari prodi yang menjadi leading sampai ke tahap pelaksanaan yang didukung oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS). Utamanya dalam upaya mencari data-data terkait persyaratan Akreditasi. Meski begitu, Oman dan prodi Kesos UMM belum merasa puas. Pihaknya ingin agar bisa istiqomah untuk membawa prodi menuju target yang lebih tinggi. Salah satunya akreditasi internasional sebagai pengakuan yang lebih luas. Selain itu juga meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) yang diinisiasi oleh 14 Asosiasi termasuk Asosiasi Pendidikan Kesejahteraan Sosial dan Pekerja Sosial Indonesia (ASPEKSI). “Pasca meraih unggul ini, Prodi Ilmu Kesos akan menyiapkan Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi (IPEPA). Sehingga Ilmu Kesos UMM tidak perlu melakukan perpanjangan Akreditasi selama lima tahun dan tetap memperoleh Akreditasi Unggul. Jika rencana itu berhasil, kami akan memfokuskan diri untuk memperoleh akreditasi internasional,” pungkas Oman mengakhiri. (Ros/Wil)

Aussie Banget Corner UMM, Satu-satunya Australia Corner di Malang

Aussie Banget Corner (ABC) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tempat yang menarik untuk belajar wawasan Australia. Beragam fasilitas disediakan, mulai dari informasi studi, beasiswa, dan budaya yang ada di Australia. Sri Dwi Hastuti, S.Pi., M.Aqua selaku Kepala ABC UMM mengatakan bahwa Australia Corner ini menjadi bentuk perluasan wawasan internasional. Hastuti, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa ABC ini sudah ada sejak tahun 2019 dan aktif berjalan hingga saat ini. Seiring berjalannya waktu, ABC UMM memiliki beragam program rutin webinar, yang berlangsung setiap dua bulan sekali. Adapun yang pemateri yang diundang yakni akademisi, pakar dan mahasiswa dari Australia. Selain itu, terdapat pelatihan Bahasa Inggris bagi volunteer ABC yang bertujuan guna meningkatkan skill dan keilmuan bahasa inggris. “Teruntuk webinar sendiri, kami tidak hanya mengundang mereka yang asli Australia, tetapi juga mahasiwa, alumni dan dosen UMM yang mendapatkan beasiswa di sana. Sehigga bisa membagikan berbagai pengalaman dan tips mendapatkan beasiswa,” imbuhnya. Dosen Prodi Akuakultur UMM ini menjelaskan bahwa corner tersebut berada di bawah naungan Konsulat Jenderal Australia. Selain itu juga menjadi satu-satunya Australia Corner yang ada di Malang. ABC ini juga memiliki beberapa event tahunan Australia Day, yakni setiap tanggal 26 Januari. Semarak ini juga menjadi salah satu bentuk perkenalan Corner UMM ini kepada mahasiswa. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ke depannya ABC UMM akan terus menjalin hubungan dengan pihak-pihak lain yang menarik dan Australia Corner lainnya. Menurutnya, dengan membuka silaturahmi, akan terbentuk forum tukar pikiran untuk saling menguatkan. Selain itu, pameran pendidikan menjadi salah satu program yang akan ada dalam beberapa bulan ke depannya. Akan ada banyak beasiswa pendidikan Australia yang disediakan. Lulusan Queensland University, Australia ini berharap ABC UMM bisa memberikan fasilitas dan program kreatif agar lebih dikenal oleh mahasiswa, dosen dan kalangan lainnnya. Selain itu juga dapat menjadi tempat belajar maupun penelitian. Tak hanya itu, jaringan internasional, khususnya Australia harus senantiasa diperluas dan ditambah. “Semoga ABC ini semakin dikenal mahasiswa, dosen dan bahkan belajar. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan pengetahuan lebih lanjut tentang negeri kangguru tersebut,” ucapnya. (Haq/Wil)

Diskusi UMM dan AUN-QA Kaji Standarisasi Pendidikan Kawasan ASEAN

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Asean University Network-Quality Assurance (AUN-QA) langsungkan sharing session pada Kamis (2/6) lalu. Diskusi tersebut membahas standarisasi pendidikan di kawasan ASEAN. Dalam sambutannya, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa ia bangga atas kerja keras yang dilakukan sivitas akademika UMM dalam meningkatkan mutu dan fasilitas menuju internasionalisasi. Ia menilai bahwa hal itu menjadi langkah penting untuk menjadi universitas yang diakui secara internasional. Utamanya dalam aspek daya saing dan kualitas. Dengan begitu, UMM bisa menggaet mahasiswa nasional dan internasional untuk bisa belajar di UMM. Apalagi jika dilengkapi dengan layanan prima serta fasilitas pendidikan terbaik yang bisa diberikan. “UMM telah bekerja sama dengan AUN-QA untuk mendapatkan pengakuan internasional melalui evaluasi yang sangat positif dan umpan balik yang konstruktif. Sesi ini merupakan kesempatan yang tidak boleh dilewatkan untuk mempelajari lebih lanjut tren dan kebijakan pendidikan tinggi,” tegas Fauzan. Ia menambahkan bahwa saat ini ada lima program studi UMM yang telah memperoleh pengakuan AUN-QA. Mulai dari prodi Psikologi, Manajemen, Ilmu Peternakan, Pendidikan Biologi dan Ilmu Komunikasi. Menurutnya, prodi-prodi tersebut mengalami peningkatan yang signifikan dalam kualitas akademik, non akademik dan sumber daya manusia karena penilaian kualitas dari AUN-QA. Kedatangan AUN-QA merupakan kerja sama yang telah terjalin sejak tahun 2016. Sementara kunjungan ini menjadi agenda pertama AUN-QA setelah pandemi. Kepala AUN-QA Ing-orn Jeerararuensak berterimakasih atas sambutan UMM yang hangat. Utamanya diskusi terkait program asesmen atau penilaian pendidikan tinggi. Begitupun dengan masukan-masukan yang disampaikan oleh para dosen kepada pihaknya. Dalam kesempatan itu, Ing juga menginformasikan bahwa ada sederet program yang bisa Kampus Putih UMM ikuti pada tahun depan. Di antaranya program The AUN-QA Training Course for Accomplishing Programme Assement dan program Writing Self-Assessment Report (SAR) for Successful AUN-QA Programme Assessment (Version 4.0). “Ada juga koferensi internasional tahun depan yang dilangsungkan secara on site di Bangkok. Agenda itu nantinya bertujuan untuk mempromosikan mobilitas mahasiswa antara regional ASEAN dan Uni Eropa,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Badan Akreditasi dan Pemeringkatan UMM Dr. Surya Anoraga, S.H., M.Hum. menyampaikan tujuan dari adanya sharing session ini adalah menerima saran dan rekomendasi dari AUN-QA. Terutama untuk kelima prodi yang sudah mendapatkan pengakuan sehingga bisa memiliki kualitas sesuai dengan standar internasional. “Lima prodi yang telah terverifikasi dari AUN-QA sayangnya belum bisa diterima oleh Kemendikbud-dikti sebagai akreditasi. Oleh karena itu, kami meminta AUN-QA agar bisa menjadikannya akreditasi domestik,” tuturnya. Momen penting ini disambut baik oleh UMM yang tahun ini segerea mencaspai akreditasi internasional. Adapun kunjungan tersebut merupakan inisiatif dari AUN-QA untuk mendatangi perguruan tinggi yang pernah terverifikasi dan diharapkan bisa naik level ke akreditasi. “Target UMM selanjutnya yakni bisa mencapai akreditasi yang diakui oleh internasional. Selain itu juga  mengusahakan agar akreditasi maupun sertifikasi juga bisa diakui secara domestik oleh Dikti,” ujarnya mengakhiri. (*/wil)

UMM Kaji Perubahan Akreditasi Mandiri Kependidikan

Adanya perubahan mekanisme akreditasi program studi kependidikan memberikan tantangan sendiri bagi perguruan tinggi. Hal itu mendorong Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Indonesia Wilayah I untuk melangsungkan Bimbingan Teknis Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Pada agenda luring yang dilaksankan sejak Kamis (2/6) hingga Sabtu (4/6) lalu itu, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ditunjuk menjadi tuan rumah. Menyambut para peserta, Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin M.Si. menilai bahwa bimtek ini sangat penting. Apalagi dengan tantangan-tantangan yang semakin kompleks. Salah satunya melihat situasi perguruan tinggi, baik pihak institusi maupun program studi yang sibuk menyesuaikan dengan beberapa regulasi yang ada. “Kalau dilihat memang ada sederet perubahan yang dilakukan pemerintah terkait pendidikan. Meski begitu, saya yakin bahwa prodi-prodi PGSD tiap perguruan tinggi akan terus menatap ke depan. Selain itu juga memperkuat komitmen untuk menjadikan semua prodi PGSD menyandang akreditasi Unggul,” tambah Syamsul. Menurutnya, apapun tantangannya ia percaya bahwa Perhimpunan Dosen PGSD bsia mendorong tiap prodi untuk melakukan yang terbaik. Dengan begitu, generasi emas yang berkualitas terwujud di tahun 2045 nanti. Hal itu diamini oleh Dr. Widya Karmila Sari selaku ketua Himpunan Dosen PGSD (HDPGSD) Indonesia. Pihaknya sudah menghadirkan sederet pemateri yang akan memberikan penjelasan lebih lanjut  terkait perubahan sistem akreditasi. Hal itu dilakukan dalam rangka mengkaji Peraturan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan Nomor 24 Tahun 2022. Ia menegaskan bahwa HDPGSD memiliki prinsip utama yakni maju bersama sesuai dengan ide awal pendiriannya. Tidak membedakan antara perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Apalagi mengingat akreditasi menjadi salah satu pertimbangan para calon mahasiswa untuk memilih jurusan dan perguruan tinggi. “Semoga workshop dan bimbingan teknis ini bisa mendorong teman-teman untuk memajukan prodi. Harapannya bisa sama-sama saling membantu menggapai akreditas Unggul,” tegasnya. Pada agenda itu, turut hadir sebagai pemateri Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd. yang menjelaskan perubahan mekanisme akreditasi dan kebijakan LAMDIK. Begitupun dengan Dr. Wahyudi, M.Pd. yang menerangkan implementasi Budaya Mutu Prodi PGSD melalui Akreditasi LAMDIK. Bimtek tersebut juga menyediakan materi mengenai strategi pengisian dokumen serta bedah instrumen dan matrik penilaian akreditasi LAMDIK. Di sisi lain, Koordinator Pelaksana Arina Restian, M.Pd. mengatakan bahwa ada beberapa luaran yang bisa dihasilkan lewat bimtek ini. Di antaranya para peserta diharapkan mampu menyusun akreditasi secara mandiri. Dengan begitu, bisa berdampak positif bagi sistem yang dijalankan. Di samping itu juga sebagai upaya untuk melahirkan generasi emas 2045. “Paling tidak para peserta sudah siap dan memahami perubahan sistem akreditasi yang ada. Sehingga nanti tidak bingung untk melangkah demi mencapai akreditas Unggul di setiap prodi PGSD di masing-masing perguruan tinggi,” pungkas Dosen PGSD UMM tersebut. (Wil)

Pemerintah Western Australia Siap Dukung Center for Future of Work UMM-KEK Singhasari

Pengembangan Center for Future of Work garapan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari terus berlanjut. Terbaru, keduanya melangsungkan pertemuan dengan pemerintah Western Australia untuk membahas kerjasama yang bisa dimaksimalkan dan bermanfaat bagi banyak pihak. Pertemuan di KEK Singhasari pada Selasa (31/5) itu juga dihadiri oleh Wakil gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak. Deputi Premier Minister of State Development, Job and Trade, Tourism, Commerce, Science Australia Barat Roger Cook menilai bahwa pertemuannya dengan UMM dan KEK Singhasari sangat menarik. Ia mengatakan bahwa akan sangat memungkinkan untuk melakukan pertukaran sumber daya manusia dan mahasiswa antara kedua pihak. Nantinya, mereka bisa ditempatkan dan merasakan magang di berbagai sektor perusahaan yang sudah disiapkan. “Kami memang berharap bisa mendapatkan partner yang baik, salah satunya dari lembaga pendidikan dalam rangka mengembangkan sektor-sektor ini,” tegas Roger. Di sisi lain, Emil mengatakan bahwa UMM sudah mengambil peran strategis dalam mengembangkan pendidikan bangsa. Meskipun bukan kampus negeri, tapi Kampus Putih UMM merupakan kampus swasta terbaik Jawa Timur sekaligus salah satu kampus terbaik di Indonesia. Ia berharap, pertemuan dengan pihak Australia tersebut bisa menjembatani dan mengawali upaya saling mendukung. Utamanya dalam melaksanakan program yang ada di KEK Singhasari. Hal serupa juga disampaikan CEO KEK Singhasari, David Santosa. Pihaknya kini berupaya keras untuk memberikan jawaban atas kebutuhan-kebutuhan generasi milenial. Di antaranya dengan membangun pusat-pusat kreatif, seperti pusat animasi digital film. Begitupun dengan tourism zone serta kegiatan-kegiatan digital lain yang bisa membekali generasi muda agar menjadi masyarakat cakap digital. Menurutnya, potensi program yang digagas KEK dan UMM menjadi kontribusi yang menarik. Keduanya akan bahu membahu untuk mewujudkan konsep Center for Future of Work. Apalagi keduanya juga memiliki kesamaan konsep dan visi matang dalam mengembangkannya. Sementara itu, Wakil Rektor II UMM Nazaruddin Malik juga sempat mengenalkan sederet Center of Excellence yang dimiliki Kampus Putih. Di kelas-kelas keahlian tersebut, para mahasiswa bisa mengembangkan potensi dan passionnya. Dengan begitu, ketika lulus para  mahasiswa memiliki skill unik yang bisa dimanfaatkan. Di samping itu, UMM juga senantiasa mendukung mahasiswa untuk mengembangkan skill digital. “Berbekal hal-hal itu semua, lulusan-lulusan diharapkan mendapatkan pekerjaan yang baik di masa depan,” tutur Nazar. Adapun Center for Future of Work yang diinisiasi UMM-KEK Singhasari merupakan Center of Excellence yang akan menyediakan SDM dengan kualifikasi menguasai teknologi digital. Selain itu juga mampu mengisi kebutuhan SDM di masa yang akan datang. UMM juga akan membangun kampus baru sebagai pusat pengembangan SDM digital di kawasan KEK Singhasari. (wil)

RBC UMM Jawab Rentetan Tantangan Indonesia

Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengadakan diskusi kebangsaan. Kali ini agenda tersebut dilakukan dalam rangka untuk membaca dan menjawab tantangan Indonesia pada masa kini dan yang akan datang. Adapun agenda ini dilangsungkan pada Rabu (25/5) lalu dengan menghadirkan sederet pembicara. Mengawali materi, Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. mengatakan bahwa kini Indonesia sedang mengalami beragam problematika yang cukup pelik dan kompleks. Tidak hanya berkutat pada ekonomi saja, tapi juga di aspek pendidikan, sosial, kesehatan dan lainnya. Apalagi semakin memudarnya nilai-nilai luhur bangsa di era industri 4.0. Menurutnya, salah satu kekurangan utama di era ini adalah hilangnya kepedulian akan nilai. Kemudian juga mentalitas yang kurang memadai serta sisi humanitas yang semakin ke sini semakin menipis. Selain memberikan hal positif, revolusi industri nyatanya tidak hanya memberikan kemajuan yang pesat, tapi juga ketimpangan yang signifikan. “Hal itu bisa kita lihat dari income per kapita yang semakin menurun dan pembangunan yang rasanya belum begitu merata,” tambah Wakil Rektor II Kampus Putih UMM itu. Lebih lanjut, Nazar, sapana akrabnya mengatakan bahwa untuk emnjawab permasalahan-permasalahan pokok itu, perlu adanya langkah konkret. Hal pertama yang patut dilakukan adalah dengan membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dan mampu bersaing. Dibarengi dngan penanaman nilai-nilai serta ruh agama. Tataran tertinggi cita-cita pembangunan SDM adala straight character building. Kemudian juga harus selaras dengan cita-cita Muhammadiyah sebagai organisasi yang mencerahkan. Menurut Nazar, upaya mencetak SDM unggul bisa dilakukan melalui pendidikan karakter. “Maka saya rasa pendidikan karakter menjadi sangat krusial. Hal inilah yang menjadi salah satu tugas besar Muhammadiyah dalam rangka mewujudkan peradaban yang berkemajuan. Baik itu di era sekarang maupun nanti,” pungkas Nazar. Dalam diskusi kebangsaan itu pula, hadir pemateri lain seperti Dr. Nur Subeki, M.T. Ia mengatakan bahwa untuk mewujudkan peran-peran kebangsaan Muhammdiyah, perlu pembisaan untuk terus berkolaborasi. Maka, Muhammadiyah diharapkan mampu memproduksi kader-kader yang bisa membaca perubahan zaman. “Ini adalah pekerjaan jangka panjang. Harus ada kolaborasi dari banyak pihak,” ungkapnya. Adapula Pradana Boy ZTF. MA. P.hD. yang menilai bahwa Muhammadiyah mengemban tugas berat. Salah satunya untuk mengarahkan moderasi berpikir elit penguasa dan masyarakat akar rumput. “Jadi kita perlu berpikir secara agamis dengan balutan kemanusiaan. Tentu, pemikiran moderat ini penting untuk menjaga keutuhan sosial-masyarakat,” tegasnya (*/wil)

Prodi Manajemen UMM Bekali Mahasiswa Financial Plan dan Creativepreneur

Kemampuan mengatur keuangan menjadi skill yang harus dikuasai sejak dini. Begitupun dengan creativepreneur yang semakin marak. Hal itu mendorong program studi (Prodi) Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar rangkaian seminar bertajuk “Be A Great Millenial Financial Planner” dan “Build Creative Entrepreneur In Digital Era”. Adapun acara itu dilaksanakan secara luring pada Jumat (27/5) lalu. Seminar tersebut turut mengundang sederet pemateri andal. Mulai dari Human Capital Specialist and Financial Expert Fina Nailus Shobarohdan dan Dosen Manajemen Keuangan UMM Novi Puji Lestari. Adapula Founder Let’splay.id Arif Surya Buwono dan Reno Yuansyah yang merupakan Designer 24Slides. Fina, sapaan akrabnya menceritakan perjalanan karirnya usa menyelesaikan studi di Manajemen UMM. Menurutnya, penguasaan kemampuan digital menjadi hal yang patut dipejari. Utamanya untuk membantu dalam pengambilan keputusan serta menjadi penunjang pengembangan bisnis yang dilakukan. “Beruntung Manajemen UMM sudah membekali mahasiswanya dengan kemampuan-kemampuan yang memang dibutuhkan di dunia kerja. Meksi begitu, teman-teman mahasiswa juga harus mencari pengetahuan lain yang berguna di kehidupan kerja nanti,” tandasnya. Hal serupa juga disampaikan Novi yang menegaskan pentingnya memiliki financial plan atau perencanaan keuangan. Dengan begitu, setiap individu bisa menentukan hal apa yang menajdi prioritas dan hal apa yang bisa ditunda. Ia menilai pemahaman financial olan juga harus diberikan sejak dini, salah satunya saat menginjak di dunia kampus. “Lebih penting untuk tetap berpenghasilan ketimbang berpenghasilan tetap. Selalu cari passion dan peluang usaha, dan bangun usahamu sendiri. Saya yakin, dengan bekal skill digital serta skill manajemen yang baik teman-teman bisa menjadi lulusan yang mandiri dan cakap,” tambah dosen kelahiran Trenggalek itu. Sementara itu, Arif dan Reno mengajak para mahasiswa untuk mengambil peran dalam peningkatan ekonomi, terutama melalui jalan creativepreneur. Keduanya menilai bahwa dengan sumber daya dan tools yang ada, mahasiswa bsia dengan mudah membangun bisnisnya. Meski begitu, mereka juga harus bersiap dengan tantangan dan kendala yang semakin kompleks ketimbang era sebelumnya. Adapun Dr. Nurul Asfiah, M.M., selaku Kaprodi Manajemen mengatakan bahwa seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam perencanaan keuangan bisnis serta digitalisasi. Khususnya dalam pengembangan dan pertumbuhan bisnis mereka. “Semoga acara seperti ini dapat dilaksanakan kembali dengan tema-tema menarik lainnya. Sehingga dapat menunjang kemampuan mahasiswa Manajemen UMM,” harapnya.