Tiga Mahasiswa UMM Bawa Pulang Medali Pencak Silat

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak henti-hentinya melahirkan prestasi-prestasi baru di bidang akademik maupun non-akademik. Teranyar, tiga mahasiswa Kampus Putih sukses membawa pulang tiga medali dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa (Pomprov) Jawa Timur 2022, akhir bulan lalu. Rafif Naufal Sembiring, mahasiswa Fakultas Hukum adalah salah satunya dengan membukukan medali perak di kategori tanding kelas I putra. Adapula Iqbal Maulana Mandala yang memenangkan medali perak kelas B putra dan Ijti Hadia, mahasiswa Agroteknologi yang membawa pulang perunggu di kelas C putri. Birin, sapaan akrab Rafif Naufal Sembiring menceritakan ketertarikannya akan pencak silat sejak 2011 lalu. Sebelumnya, Birin juga sudah mengoleksi banyak medali dan piala di cabang olahraga pencak silat. Sehingga ia tidak begitu terkejut bisa menjadi salah satu pemenang dalam ajang Pomprov kemarin. Salah satu faktor utama kemanangannya dan dua temannya adalah keuletan. Kemudian juga persiapan fisik dan teknik agar mampu meraih hasil maksimal di setiap perlombaan. Ia juga menekankan bahwa tiap atlet memang diminta berusaha sebaik mungkin dan bertanggung jawab akan fisiknya masing-masing. “Saya ingat saat beberapa waktu lalu harus berusaha menurunkan berat badan. Ada sekitar 25-26 kg yang berhasil saya turunkan dalam rentang waktu satu bulan setengah. Tentu saja dengan upaya dan olahraga yang sungguh-sungguh. Belum lagi saya juga sempat mengalami cedera lutut di kedua kaki saya beberapa minggu sebelum bersaing di ajang terkait,” tambah Birin. Meski optimis, ia juga merasa harus meminta maaf kepada banyak pihak karena hasil yang ia dan teman-teman di Pomprov belum maksimal. “Terutama juara dua yang saya dapat. Namun, saya sangat berterimakasih kepada UMM yang senantiasa mendukung karya dan usaha para atlet. Begitupun dengan teman-teman seperjuangan yang sudah mengeluarkan keringatnya. Semoga di kompetisi selanjutnya, kontingen Kampus Putih dapat memenangkan lebih banyak medali,” harapnya. Terakhir, Birin juga berpesan kepada mahasiswa lain untuk terus berusaha berprestasi, sekalipun di masa pandemi. Menurutnya, manusia harus bisa melawan batasan diri untuk bisa menjadi sosok pirbadi yang lebih baik dari sebelumnya. “Karena sejatinya lawan terberat kita adalah diri kita sendiri,” pungkasnya. (zak/wila) Penulis : Novia Zahrotun Zakiyatina l Editor : Hassanalwildan Ahmad Zain
Upaya UMM Bangun Masyarakat Islam yang Moderat dan Berkemajuan

Islam moderat dan Islam berkemajuan merupakan identitas persyarikatan Muhammadiyah sejak awal didirikan. Pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, telah mengimplementasikan Islam moderat ke berbagai pembangunan dalam perjalanannya. Oleh karenanya, Tadarus Ramadhan yang selenggarakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membahas mengenai Alquran sebagai perwujudan masyarakat Islam yang berkemajuan. Adapun agenda tersebut digelar secara luring di Dome UMM, Sabtu (16/4) lalu. Salah satu pemateri Dr. Hamim Ilyas, M.A, menjelaskan bahwa salah satu aspek untuk menciptakan masyarakat Islam moderat yakni melalui pembangunan sistem sekolah yang berbeda pada zamannya. Hingga akhirnya, penerapan Islam moderat semakin meningkat dan berkembang. Lebih lanjut, masyarakat yang ingin dibangun oleh Muhammadiyah adalah masyarakat yang utama, adil, makmur, dan di ridhoi oleh Allah SWT. Pembentukan masyarakat sesuai kriteria-kriteria tersebut bukan tanpa alasan. Mewujudkan masyarakat utama berarti masyarakat yang berada di atas rata-rata. Diharapkan dengan adanya masyarakat ini, warga Muhammadiyah akan selalu menjadi yang terdepan dalam berbagai kebaikan atau yang biasa disebut dengan fastabiqul khairat. “Sementara itu, masyarakat yang adil akan membawa kedamaian bagi masing-masing individu. Untuk pembentukan masyarakat yang makmur, tidak terbatas pada bidang ekonomi saja tetapi juga di bidang pendidikan dan kesehatan. Sementara konsep masyarakat yang diridai oleh Allah SWT terangkum dalam surat Al-Fajr ayat 27-30 yang terjemahannya berbunyi Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku,” ungkap pria asal Klaten tersebut. Lebih lanjut, Hamim sapaan akrabnya mengatakan bahwa Islam berkemajuan merupakan merupakan wakil yang tepat dari Islam rahmatan lil alamin. Ada tiga ciri dari islam Islam rahmatan lil alamin yaitu sejahtera, damai atau tidak dalam ketakutan, dan bahagia. Menariknya, ketiga hal tersebut selaras dengan masyarakat yang ingin dibangun oleh Muhammadiyah. “Dalam pembangunan masyarakatnya, Muhammadiyah juga bertumpu pada Alquran Surat Albaqarah. Di dalamnya ada beberapa ciri-ciri masyarakat islam yang baik, satu di antaranya yakni berjiwa besar. Ketika seseorang sudah berjiwa besar maka pikiran dan langkah yang diambilnya pun juga akan besar. Kemudian ciri kedua yakni adanya sistem sosial yangegalitarianism atau kesamaan hak dan kewajiban. Dan yang terakhir adalah kepribadian masyarakat yang selalu berada di depan kebaikan,” kata wakil ketua majelis tarjih dan tajdid PP Muhammadiya tersebut. Disisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa kajian ramadhan ini dilaksanakan rutin setiap harinya selama satu bulan penuh. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran para sivitas akademika terkait hak serta kewajibannya terhadap Allah SWT. Selain itu juga meningkatkan hubungan baik dengan sesama manusia. “Kesadaran itu berada di wilayah yang sangat abstrak. Namun, jika kesadarannya telah dibangun, maka akan bermunculan pula produk-produk keimanan dan muamalah yang berada di garis Allah SWT. Oleh karenanya, kita sebagai warga Muhammadiyah tidak boleh berhenti mengupdate kesadaran masing-masing,” tandasnya mengakhiri. (syi/wil) Penulis: Syifa Dzahabiyyah | Editor: Hassanalwildan Ahmad Zain
Latihan Kepemimpinan Mahasiswa UMM Wujudkan Generasi Sociopreneur

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya ingin mahasiswa mampu mengusai kemampuan entrepreneurship. Lebih dari itu, para mahasiswa harus mampu menginisiasi dan menjadi seorang sociopreneur. Hal itulah yang menjadi spirit dalam rangkaian Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) yang mengkaji mengenai sociopreneurship dan spirit eksistensi organisasi. Adapun LKMM yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Selasa (19/4) lalu ini, diikuti lebih dari 170 peserta fungsionaris dari lembaga intra mahasiswa hingga unit kegiatan mahasiswa di UMM. Menjadi pemateri pertama, Sekretaris Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., P.hD. menjelaskan bagaimana kondisi Islam dan spirit socopreneurship di kalangan mahasiswa. Menurutnya, kepemimpinan merupakan salah satu skill yang berharga. Tidak hanya untuk masa sekarang, namun juga bagi masa depan. Sayuti, sapaan akrabnya juga mendorong mahasiswa untuk menjadi bagian dari solusi di masyarakat. salah satu jalannya yakni melalui sociopreneurship. Berbeda dengan model bisnis yang hanya memperkaya diri, sociopreneurship tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri. Namun juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat. “Bisnis konvensional nyatanya memperlebar kesenjangan antara yang kaya dan miskin, menekan pihak yang lemah, dan cenderung merusak lingkungan. Namun sociopreneurship tidak seperti itu, malah harus mendorong masyarakat menuju kondisi yang lebih baik,” tambahnya. Alumni Newcastle University itu juga mengajak peserta untuk memaksimalkan aspek digital dan teknologi. Memperhatikan tiga situasi penting yakni sebelum pandemi, ketika pandemi serta era di mana pandemi berakhir. Apalagi muncul banyak perkembangan di bidang otomasi dan artificial intelegent. Maka perlu kesiapan dari mahasiswa untuk bisa menguasai dan menggunakannya untuk kebaikan. “Begitupun dengan perkembangan digital Indonesia yang pesat. Diiringi dengan model bisnis online yang meningkat lima kali lebih cepat. Maka, saudara-saudara diharapkan mampu memanfaatkannya dan menjadi sociopreneur mumpuni yang mampu menebar manfaat ke sesama,” jelas Sayuti. Sementara itu, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa LKMM hadir dalam rangka membekali peserta untuk memasuki bonus demografi dan era indonesia emas. Kampus Putih juga sudah membuat berbagai fasilitas untuk mengantarkan mahassiwa memiliki keahlian di bdiang tertentu sesuai passion. Begitupun dengan high skill leadership. “Saat ini, kami juga tengah merancang sebuah fasilitas yang kita sebut dengan Center of Future Works. Program ini akan mengarahkan belasan Center of Excellence UMM untuk membentuk sumber daya manusia yang berorientasi pekerjaan masa depan. Rencananya program ini akan berlokasi di wilayah Karang Ploso dan bekerja sama dengan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari,” terang Fauzan. (wil)
UMM Undang Awak Media Ngaji dan Buka Bersama

Dalam rangka menjalin silaturahmi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengundang para awak media dan melangsungkan pengajian menjelang magrib serta berbuka bersama pada Selasa (19/4) lalu. Tidak hanya menyajikan kajian Islami menjelang berbuka, para tamu juga disuguhi dengan santapan menarik serta pemandangan indah dari Rooftop Rayz Hotel. Dr. Nurbani Yusuf, M.Si yang didapuk sebagai pemateri mengingatkan akan pentingnya kejujuran dalam mengemban pekerjaan, utamanya wartawan dan jurnalis. Menurutnya, pekerjaan yang bersinggungan dengan media memiliki tantangan tersendiri, bahkan bisa diibaratkan berada antara surga dan neraka. Apa yang diberitakan bisa jadi sebagian dari ghibah, atau malah menjadi sebuah fitnah. Beberapa kisah sahabat dan sufi berkaitan dengan penyebaran informasi disampaikan oleh Nurbani, panggilan akrabnya. Salah satunya cerita tentang seorang qodhi bernama Nasruddin. Ia diberitakan telah melakukan korupsi yang banyak di Baghdad. Hingga membuatnya harus mengundurkan diri. Menariknya, dua tahun setelah kemundurannya, Nasruddin dinyatakan bersih dan tidak bersalah. “Kemudian seseorang yang sebelumnya memberitakan korupsinya merasa bersalah dan berinisiatif untuk meminta maaf. Nasruddin berkata bahwa ia tentu akan memaafkannya, namun dengan satu syarat. Ia meminta orang tadi untuk membawa satu karung tepung esok hari,” tutur Dosen UMM tersebut. Lebih lanjut, hari yang ditunggu pun tiba diiringi dengan angin yang cukup kencang. Lalu Nasruddin meminta orang tadi untuk mengangkat tepung dan mengangkatnya ke langit hingga terbawa angin. Begitu terus hingga satu karung tepung itu terkuras habis. Kemudian Nasruddin berkata “Aku akan memaafkan salahmu, asal kamu bisa mengambil bersih tepung yang sudah tertiup angin tadi”. “Dari sini dapat kita lihat bahwa menyebarkan informasi yang tidak benar memiliki konsekuensi. Jika dosa syirik hubungannya hanya kepada Allah, tidak dengan bergosip maupun fitnah yang harus meminta penghalalan dan maaf dari orang lain. Maka perlu adanya kehati-hatian agar bisa menjalankan pekerjaan sebagai jurnalis,” tegas Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Agropolitan TV (ATV). Sementara itu, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM Drs. Wakidi berharap kerja sama yang sudah dibangun bisa diperkuat dengan berbagai langkah. Sehingga masing-masing cita-cita dapat tercapai dengan baik. Begitupun dengan kemajuan kemajuan Indonesia yang pasti diharapkan oleh semua pihak. Hal serupa juga disampaikan oleh Ir. Suyatno, M.Si. selaku Kepala Biro Informasi dan Komunikasi UMM. Ia mengatakan bahwa buka bersama media menjadi salah satu agenda rutin yang selalu Kampus Putih lakukan. Menurutnya, kedua belah pihak saling membutuhkan. Apalagi media juga menjadi salah satu aspek penting dalam perjalanan panjang UMM. “Semoga kita semua bisa terus bekerja sama dan menjalin silaturahmi dengan lebih erat lagi. Memberikan yang terbaik di bidang masing-masing serta membantu satu sama lain,” tambah Suyatno. (wil)
Mendekati Lebaran, UMM-Koramil Dau Langsungkan Booster

Dalam meningkatkan daya tahan tubuh semasa pandemi, vaksin menjadi salah satu kebutuhan untuk menangkal virus Covid-19. Maka dari itu, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Komando Rayon Militer (Koramil) Kecamatan Dau, Kabupaten Malang melangsungkan vaksinasi booster. Agenda yang diperuntukkan untuk masyarakat umum ini dilaksanakan pada Selasa (19/4) lalu, bertempat di Hall Dome UMM. Kapten Arm. Abdul Khadir Danramil 0818/29 Dau, selaku perwakilan dari Koramil menjelaskan bahwa percepatan dan pemerataan vaksin di berbagai daerah menjadi prioritas saat ini, terlebih mendekati lebaran. Pemberian vaksin ini juga menjadi upaya melanjutkan vaksinasi sebelumnya serta memudahkan masyarakat untuk mendapatkan booster. Utamanya untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan imunitas. Lebih lanjut, ia tetap mengingatkan bahwa setelah booster bukan berarti tubuh sudah kebal. Warga harus tetap melaksanakan 3M yaitu menjaga jarak, mamakai masker, dan mencuci tangan. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat luas untuk segera melakukan vaksin demi kesehatan bersama. “Dalam hal ini saya tetap mengingatkan bahwa teman-teman harus tetap menjalankan 3M meskipun sudah booster demi kenyamanan dan menjaga kesehatan bersama. Terlebih mendekati lebaran, protokol harus lebih diperketat karena mobilitas juga semakin tinggi,” ucapnya. Di sisi lain, Dr. Nur Subekti, ST., MT. selaku Wakil Rektor III UMM mengatakan bahwa vaksinasi ini ditujukan untuk wilayah kos-kosan. Pun dengan menyediakan dan memfasilitasi vaksinasi bagi mahasiswa sebelum mudik dan lebaran. Ia juga berharap proses vaksinasi ini bisa terus digencarkan mengingat masih ada sebagian warga yang belum divaksinasi. Bahkan ada yang belum mendapatkan vaksin sama sekali. Eki, sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa Kampus Putih sangat terbuka jika ada instansi yang ingin melakukan vaksinasi di UMM. Menurutnya, hal tersebut menjadi sebuah ikhtiar UMM dalam mengembalikan keadaan normal di masyarakat. Begitupun dengan upaya membentuk ekosistem perkuliahan secara full luring ke depannya. “Tentu vaksinasi ini menjadi ikhtiar kita dalam menormalkan kembali kondisi masyarakat. Ke depan, jika semua mahasiswa sudah mendapatkan booster dan kondisi makin membaik, bukan tidak mungkin semester depan bisa dilakukan perkuliahan luring dengan rasio yang lebih besar,” tambahnya. Adapun Aldin, salah satu peserta merasa senang dapat melakukan vaksin dengan mudah. Terlebih lagi jaraknya yang cukup dekat, yakni di kampus sendiri. Selama ini ia kesusahan dalam mendapatkan booster karena semakin dekat dengan lebaran. Perasaan aman dan nyaman juga sudah ia rasakan berkat vaksin ketiga ini. “Tentu kami berharap booster ini dapat menambah imunitas dan daya tahan tubuh agar semakin kuat menangkal virus. Semoga program vaksinasi seperti ini bisa lebih dimasifkan sehingga dapat lebih merata. Terutama di daerah yang susah dijangkau,” ujar mahasiswa informatika UMM ini. (haq/wil)
Baitul Arqam UMM Kaji Tuntunan Hidup yang Baik

Dalam hidup manusia diharuskan untuk belajar dan mendalami ilmu agama. Bukan tanpa sebab, dua hal tersebut akan menuntun manusia ke jalan hidup yang baik dan benar. Begitulah kata Dr. Abdul Haris, M.A. dalam kajian Baitul Arqom dengan tema bimbingan praktis kehidupan beragama. Adapun acara tersebut berlangsung di Teater Dome UMM pada Sabtu (14/4) lalu. Lebih lanjut, Haris sapaan akrabnya menjelaskan bahwa dalam menjalani kehidupan di dunia, Allah SWT telah memberikan perangkat hidup yang lengkap. Perangkat tersebut berupa anggota tubuh yang tiada duanya. Selain itu, untuk membantu kehidupan manusia di dunia Allah SWT juga menurunkan empat petunjuk berupa insting, indera, akal, dan agama. “Masing-masing petunjuk memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Pertama, insting digunakan agar manusia memahami apa yang ia inginkan. Misalnya lapar, kelelahan, dalam bahaya dan lain-lain. Sementara itu indra digunakan untuk membedakan sesuatu yang baik atau buruk bagi tubuh, misalnya makanan beracun. Berlanjut ke akal yang bisa digunakan untuk berpikir. Terakhir adapula agama yang akan menjadi rambu-rambu untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,” ungkap Ketua Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam itu. Dalam perkembangannya, akal dan agama harus diasah. Oleh karena itu, Haris mengatakan bahwa manusia harus terus belajar dan mempelajari ilmu agama. Jika manusia tidak mengembangkan dua petunjuk tersebut, maka hidupnya akan menjadi sulit. “Manusia akan kesusahan dalam menjalani kehidupan karena kita tidak mempelajarinya dengan baik. Padahal Allah SWT telah memberikan berbagai petunjuk kehidupan di dalam Alquran,” kata Haris mengakhiri. Di sisi lain, dalam acara tersebut Dr. Mursidi, MM. menyampaikan materi mengenai Muhammadiyah sebagai gerakan dan organisasi Islam. Pendirian muhammadiyah sendiri di dasarkan pada Alquran surat Al-Imran ayat 104. Surat tersebut berbunyi ‘”Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” “Melalui surat tersebut, kita sebagai masyarakat Muhammadiyah diharuskan untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kalau berbuat baik itu hal yang mudah, kita tinggal beramal maupun menjalankan perintah Allah SWT. Hal yang sulit itu adalah mencegah kemungkaran. Selemah-lemahnya iman seseorang adalah mencegah kemungkaran di dalam hati,” tandasnya. (syi/wil) Penulis: Syifa Dzahabiyyah | Editor: Hassanalwildan Ahmad Zain
Buka bersama Lapas Perempuan Malang, UMM Donasi Pakaian Kewanitaan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa menebar manfaat ke sesama. Kali ini, Kampus Putih menyambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan kelas II Malang. Berangkat dengan Mobil Kamis Membaca (KaCa) dan Mobil Bakti Terhadap Bangsa (Terbang), tim UMM langsungkan kegiatan ngabuburit, tausiyah dan berbuka bersama lebih dari 500 warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta para staf pada Senin (18/4) lalu. Selain itu, Pihak UMM juga memberikan pemeriksaan kesehatan dan donasi berupa pakaian kewanitaan. Sebelumnya, UMM telah melakukan berbagai kegiatan bermanfaat di Lapas bersama para warga binaan. Mulai dari membagikan hewan kurban saat Idul Adha tahun lalu, pembuatan karya musik dan video klip, donasi buku hingga aktivitas berbuka bersama. Bahkan juga melangsungkan pelatihan menulis hingga menerbitkan buku karya para warga binaan. Semua agenda tersebut merupakan rangkaian panjang program UMM Berbagi. Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, M.T. menerangkan bahwa agenda buka bersama itu bertujuan untuk menyebarkan kebermanfaatan kepada sesama. Hal itu sesuai dengan slogan yang selalu UMM gaungkan yakni “Dari Muhammadiyah untuk Bangsa”. Dengan begitu, ia berharap kehidupan warga binaan dapat diliputi dengan keceriaan, kekuatan, dan kebahagiaan. Ia mengungkapkan bahwa Kampus Putih terus melibatkan diri dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di antaranya dengan berkontribusi pada aspek pendidikan, kesehatan, serta psikologi. “Harapannya kegiatan yang kami upayakan di bulan puasa ini mampu mendekatkan sivitas akademika UMM dengan sesama saudara serta kepada Yang Maha Kuasa,” imbuhnya. Sementara itu, Tri Anna Aryati, Bc.IP, SH., M.Si. selaku kepala Lapas Perempuan Kelas II Malang berterima kasih kepada Kampus Putih yang sudah membagi kasih dan sayang kepada keluarga besar Lapas Perempuan. UMM dinilai telah berbagi banyak ilmu dan pengetahuan, salah satunya ilmu terkait kesehatan diri dan deteksi kanker payudara mandiri. Begitu pula dengan peningkatan keimanan melalui tausiyah yang disampaikan oleh Dr. Joko Susilo, M.Si. selaku dosen UMM. Anna, panggilan akrabnya mengungkapkan bahwa sinergi UMM dan Lapas sudah terjalin erat sejak lama. Tidak terbatas melalui acara formal seperti ini saja, tapi juga melihat kontribusi para mahasiswa dalam meningkatkan edukasi warga binaan. “Mari kita berdoa semoga Ramadan tahun ini mampu membuat kita semua menjadi pribadi yang lebih baik di kemudian hari,” harapnya. Terkait pelaksanaan agenda, Koordinator program M. Isnaini, M.Pd. mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan dirasa perlu untuk melihat kondisi para warga binaan. Begitupun dengan donasi pakaian kewanitaan yang bisa menggantikan pakaian yang lama. “Apalagi ada pembatasan jumlah pakaian dalam yang dibawa oleh masing-masing warga binaan. Mungkin ada beberapa yang sudah lusuh dan tidak layak pakai. Jadi saya kira donasi ini bisa membantu dengan baik,” tambahnya. Krisna, sapaan akrabnya melanjutkan pihaknya memang sengaja membawa mobil KaCa dan mobil Terbang. Tidak lain tidak bukan untuk memberikan edukasi dan wawasan kepada masyarakat. Apalagi melihat tingginya antusiasme para warga binaan lapas akan aktivitas membaca dan menulis di kunjungan sebelumnya. Pada kunjungan itu, mobil Terbang juga sudah dilengkapi dengan buku-buku entrepreneurship yang bisa menunjang potensi warga binaan. “Tentu kami akan terus menebar manfaat di manapun kami berada, dalam hal ini di Lapas Perempuan kelas II Malang. Sehingga mampu memberikan peningkatan kualitas pembinaan yang mungkin bisa membimbing para warga binaan ke arah yang lebih baik,” tegasnya. Kunjungan itu juga disambut baik oleh warga binaan Lapas perempuan, salah satunya Revi. Menurutnya, setiap Kampus Putih datang selalu membawa sesuatu yang baru dan menyenangkan. Jika tahun lalu memberikan tausiyah dan bukber, kali ini UMM juga memberikan edukasi terkait organ reproduksi, deteksi kanker payudara dan bantuan pakaian dalam. “Hal ini sangat membantu kami untuk mengetahui lebih awal jika saja kami menderika kanker. Semoga UMM bisa terus memberikan hal-hal baru dan bermanfaat bagi kami di kesempatan selanjutnya,” pungkasnya. (wil)
Taekwondo UMM Borong Medali di Kajurprov Jatim 2022

Prestasi gemilang kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di bidang olahraga. Terbaru, tim taekwondo UMM berhasil membawa pulang sepuluh medali pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kajurprov) Jawa Timur Tahun 2022. Adapun kejuaraan ini dilaksanakan ini bertempat di Gor Mastrip Kota Probolinggo awal April lalu. Salah satu anggota tim UMM, Galih Pradipta Rahmandani, mengatakan bahwa kompetisi tingkat provinsi ini diikuti oleh 1.264 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Pada perlombaan tersebut UMM menurunkan 13 atlet terbaik. Pada kompetisi Kajurprov tersebut, ada tiga kategori yang diperlombakan yaitu kyorugi, poomsae, dan speedkick. Meskipun ada tiga kategori, tim UMM hanya mengikuti kategori kyorugi dan poomsae. “Alhamdulillah tim UMM berhasil meraih banyak medali di dua kategori tersebut. Di kategori poomsae individual putra, UMM berhasil mendapat satu medali emas. Pada kategori poomsae individual putri mendapat dua medali emas dan satu perak. Untuk kategori kyorugi UMM meraih enam juara yaitu, juara dua pada kelas U-57 kg putri, juara dua di kelas U-63kg putra, juara satu di kelas U-58kg putra, juara satu di kelas U-54kg putra, juara dua di kelas U-87kg putra, dan juara satu U-68kg putra,” ujar ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo tersebut. Meskipun berhasil menyabet banyak juara, Galih sapaan akrabnya mengaku bahwa timnya tidak memiliki waktu yang panjang dalam persiapan lomba. Total waktu yang dipersiapkan untuk lomba Kajurprov hanya tiga minggu saja. Selama masa itu, tim Taekwondo UMM melakukan sesi latihan berselang setiap hari antara satu hingga dua kali latihan perharinya. “Untuk meningkatkan keterampilan anggota tim, kami juga melakukan pertandingan persahabatan dengan universitas lain sebelum Kajurprov berlangsung. Kendala terberat yang kami hadapi dalam persiapannya adalah menjaga kondisi atlet tetap prima. Hal ini dikarenakan banyak atlet yang sakit sebelum perlombaan berlangsung,” ungkap mahasiswa Fakultas Psikologi itu. Anak terakhir dari dua bersaudara ini mengaku bangga akan perolehan taekwondo di Kajurprov 2022. Meskipun menghadapi beberapa kendala di awal, Galih mengatakan bahwa ia tetap optimis taekwondo UMM akan membawa pulang banyak medali. “Saya harap para atlet yang telah meraih juara tidak mudah puas dengan prestasi yang telah didapatkan. Semoga para atlet UMM bisa lebih mengembangkan potensi dan prestasi serta mempertahankan performa baik di kancah regional, nasional, maupun internasional,” tandasnya. (syi/wil)
MURid UMM Adakan Baksos Ramadan

Muhammadiyah University Riders (MURid) atau klub motor UMM menggelar Bakti Sosial (Baksos) Ramadan di sejumlah tempat. Baksos Ramadan kali ini dilakukan di daerah Kecamatan Tajinan, Wagir, dan Donomulyo. Kegiatan dilakukan dengan pemberian bantuan dan pengecatan mushola, gedung Kelompok Belajar, dan Taman Kanak-kanak. Zakarija Ahmad, selaku koordinator klub motor UMM menuturkan bahwa kegiatan baksos telah beberapa kali dilakukan oleh klub pecinta motor ini. “Hampir di setiap terjadi bencana alam di sekitar wilayah Malang Raya kami selalu turun memberikan kepedulian. Saat bulan Ramadan ini kami punya program Ramadan On The Street (ROSid) untuk berbagi ke mushola dan sekolah,“tegas dosen Psikologi yang sekaligus Kepala Bagian Kepegawaian UMM itu. Dana kegiatan baksos kali ini diperoleh dari para donatur dan iuran sukarela yang dilakukan anggota MURid UMM. “Alhamdulillah berkat bantuan dari para donatur, anggaran yang kami butuhkan telah tercukupi, bahkan lebih,”demikian ungkap Yunan Syaifullah, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang ditunjuk sebagai bendahara klub MURid. Yunan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua donatur terutama pada perusahaan cat Indana Paint yang telah menyumbangkan cat dalam program baksos Ramadan MURid tahun ini. Kegiatan diawali dengan kerja bakti membersihkan dan melakukan pengecatan mushola Mujahidin, RT 30 RW 6 Sukodadi Sumbersuko Tajinan pada Minggu (10/4). Kegiatan bersih-bersih dan pengecatan dilakukan bersama Juwari, selaku ketua RT, Samuri, takmir mushola, M. Habibi, ketua Karang Taruna, serta dibantu sejumlah warga sekitar. Bapak Samuri salah satu warga menuturkan sangat senang dengan bantuan pengecatan MURid UMM. “Musholla sudah lama berlumut dan tidak ada anggaran untuk beli cat. Alhamdulillah Ramadan kali ini mushola kami jadi bersih hingga jamaah sholat tarawih merasa lebih nyaman,”tutur alumni UMM tahun 1998 itu. Kegiatan berlanjut dengan penyerahan cat yang merupakan bantuan dari pabrik cat Indana Paint ke sejumlah sekolah TK dan Kelompok Belajar di daerah Donomulyo dan Wagir. “Kami menyerahkan cat sumbangan Indana Paint dan sejumlah bahan bangunan untuk perbaikan sarana TK dan Kelompok Belajar,”ungkap Eka Kadharpa, salah satu anggota MURid yang menjadi koordinator lapangan dalam baksos kali ini. Perjalanan pengiriman sumbangan dilakukan pada Jum’at (15/4) dengan sasaran TK ‘Aisyiyah Bustanul Atfhal 19, Jalan Yogyakarta RT 4 RW 4 Donomulyo Malang. Selepas sholat Jum,at rombongan langsung menuju KB ‘Aisyiyah 6 Wagir di dusun Glagah Ombo, Sumbersuko, Wagir Malang. Pemberian sumbangan berakhir hingga jelang Magrib di KB ‘Aisyiyah 14 di Rakesan RT 18 RW 3 Gondowangi, Wagir Malang. MURid UMM yang beranggotakan dosen dan karyawan tak mengharuskan menggunakan sepeda motor dengan merk atau CC tertentu. Semua orang dengan sepeda motor apapun bisa bergabung. Ada puluhan dosen karyawan yang bergabung di klub motor ini. “MURid ini bukan klub motor yang suka balapan, namun klub ini beraksi guna menebar kebermanfaatan bagi sesama dan ajang silaturahmi antara anggota, alumni, dan masyarakat,”Ujar Zakariya. (*/wil)
Diskusi Terpumpun UMM Mantapkan Program CoE

Pengembangan program Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak boleh berhenti dan berpuas diri. Program unggulan harus terus dimunculkan dan dipersiapkan secara matang, salah satunya Centre of Excellence (CoE) yang sudah digarap sejak lama. Hal itu disampaikan Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Centre of Excellence (CoE) pada Kamis (14/4) lalu secara luring. Fauzan menjelaskan bahwa CoE yang sudah dimiliki berupaya mengantisipasi perpindahan minat mahasiswa yang berbeda dengan jurusannya. Menurutnya, program ini haruslah fleksibel dan harus ditingkatkan kembali kadar keberanian menciptakan inovasi. Jika hanya berdasar pada textbook semata, program pusat keunggulan dan UMM hanya akan berjalan di tempat tanpa ada perkembangan yang signifikan. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan ada pengembangan toko buku milik UMM. Adanya hal baru tersebut tidak boleh dilihat secara parsial, namun perlu dilihat hubungannya dalam pengembangan intelektual. Selain itu, dalam beberapa bulan ke depan salah satu mitra Kampus Putih, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari Kabupaten Malang akan dijadikan sebagai pusat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis digital. Maka, pengembangan SDM dan CoE UMM harus memiliki daya ledak yang besar dengan mitra kelas internasional. “Ada waktu di mana orang bisa mengembangkan yang ia minati. Misalnya saja ahli mesin yang mampu berbahasa Arab melalui program Pusat Keunggulan. Ini akan jadi hal yang menarik dan strategis. Tentu dalam menjalankan CoE ini harus dengan komitmen dan gerakan-gerakan nyata serta disegerakan,” tambahnya. Sementara itu, Dr. Ir. Damat, M.P. selaku kepala kantor CoE UMM menjelaskan bahwa program ini membentuk serta meningkatkan mutu pendidikan universitas dan kompetensi mahasiswa. Sehingga, proses penjaminan mutu dapat mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Adapun kantor CoE bertugas memberikan layanan kampus merdeka di UMM yang salah satu tujuannya untuk menjamin kelulusan mahasiswa normal empat tahun dengan kompetensi yang mumpuni. Selain itu, CoE setiap prodi ini juga menjadi program dalam mengimplementasikan UMM PASTI. Dalam pelaksanaan CoE, kerjasama dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) tentu sangat dibutuhkan. Dengan begitu, mahasiswa dan peserta kelas Pusat Keunggulan dapat merasakan praktek kerja dan magang di perusahaan secara langsung. Tidak hanya paham teori, tapi juga menguasai prakteknya. “Beragam CoE yang kita miliki ini tentu diharapkan bisa menjadi pusat riset dan teknologi di masa depan. Apalagi akan dibangun pusat riset dan CoE yang berlokasi di Karangploso nanti,” tandasnya. (haq/wil)