Baitul Arqam UMM Kaji Tuntunan Hidup yang Baik

Dalam hidup manusia diharuskan untuk belajar dan mendalami ilmu agama. Bukan tanpa sebab, dua hal tersebut akan menuntun manusia ke jalan hidup yang baik dan benar. Begitulah kata Dr. Abdul Haris, M.A. dalam kajian Baitul Arqom dengan tema bimbingan praktis kehidupan beragama. Adapun acara tersebut berlangsung di Teater Dome UMM pada Sabtu (14/4) lalu. Lebih lanjut, Haris sapaan akrabnya menjelaskan bahwa dalam menjalani kehidupan di dunia, Allah SWT telah memberikan perangkat hidup yang lengkap. Perangkat tersebut berupa anggota tubuh yang tiada duanya. Selain itu, untuk membantu kehidupan manusia di dunia Allah SWT juga menurunkan empat petunjuk berupa insting, indera, akal, dan agama. “Masing-masing petunjuk memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Pertama, insting digunakan agar manusia memahami apa yang ia inginkan. Misalnya lapar, kelelahan, dalam bahaya dan lain-lain. Sementara itu indra digunakan untuk membedakan sesuatu yang baik atau buruk bagi tubuh, misalnya makanan beracun. Berlanjut ke akal yang bisa digunakan untuk berpikir. Terakhir adapula agama yang akan menjadi rambu-rambu untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,” ungkap Ketua Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam itu. Dalam perkembangannya, akal dan agama harus diasah. Oleh karena itu, Haris mengatakan bahwa manusia harus terus belajar dan mempelajari ilmu agama. Jika manusia tidak mengembangkan dua petunjuk tersebut, maka hidupnya akan menjadi sulit. “Manusia akan kesusahan dalam menjalani kehidupan karena kita tidak mempelajarinya dengan baik. Padahal Allah SWT telah memberikan berbagai petunjuk kehidupan di dalam Alquran,” kata Haris mengakhiri. Di sisi lain, dalam acara tersebut Dr. Mursidi, MM. menyampaikan materi mengenai Muhammadiyah sebagai gerakan dan organisasi Islam. Pendirian muhammadiyah sendiri di dasarkan pada Alquran surat Al-Imran ayat 104. Surat tersebut berbunyi ‘”Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” “Melalui surat tersebut, kita sebagai masyarakat Muhammadiyah diharuskan untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kalau berbuat baik itu hal yang mudah, kita tinggal beramal maupun menjalankan perintah Allah SWT. Hal yang sulit itu adalah mencegah kemungkaran. Selemah-lemahnya iman seseorang adalah mencegah kemungkaran di dalam hati,” tandasnya. (syi/wil) Penulis: Syifa Dzahabiyyah | Editor: Hassanalwildan Ahmad Zain
Buka bersama Lapas Perempuan Malang, UMM Donasi Pakaian Kewanitaan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa menebar manfaat ke sesama. Kali ini, Kampus Putih menyambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan kelas II Malang. Berangkat dengan Mobil Kamis Membaca (KaCa) dan Mobil Bakti Terhadap Bangsa (Terbang), tim UMM langsungkan kegiatan ngabuburit, tausiyah dan berbuka bersama lebih dari 500 warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta para staf pada Senin (18/4) lalu. Selain itu, Pihak UMM juga memberikan pemeriksaan kesehatan dan donasi berupa pakaian kewanitaan. Sebelumnya, UMM telah melakukan berbagai kegiatan bermanfaat di Lapas bersama para warga binaan. Mulai dari membagikan hewan kurban saat Idul Adha tahun lalu, pembuatan karya musik dan video klip, donasi buku hingga aktivitas berbuka bersama. Bahkan juga melangsungkan pelatihan menulis hingga menerbitkan buku karya para warga binaan. Semua agenda tersebut merupakan rangkaian panjang program UMM Berbagi. Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, M.T. menerangkan bahwa agenda buka bersama itu bertujuan untuk menyebarkan kebermanfaatan kepada sesama. Hal itu sesuai dengan slogan yang selalu UMM gaungkan yakni “Dari Muhammadiyah untuk Bangsa”. Dengan begitu, ia berharap kehidupan warga binaan dapat diliputi dengan keceriaan, kekuatan, dan kebahagiaan. Ia mengungkapkan bahwa Kampus Putih terus melibatkan diri dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di antaranya dengan berkontribusi pada aspek pendidikan, kesehatan, serta psikologi. “Harapannya kegiatan yang kami upayakan di bulan puasa ini mampu mendekatkan sivitas akademika UMM dengan sesama saudara serta kepada Yang Maha Kuasa,” imbuhnya. Sementara itu, Tri Anna Aryati, Bc.IP, SH., M.Si. selaku kepala Lapas Perempuan Kelas II Malang berterima kasih kepada Kampus Putih yang sudah membagi kasih dan sayang kepada keluarga besar Lapas Perempuan. UMM dinilai telah berbagi banyak ilmu dan pengetahuan, salah satunya ilmu terkait kesehatan diri dan deteksi kanker payudara mandiri. Begitu pula dengan peningkatan keimanan melalui tausiyah yang disampaikan oleh Dr. Joko Susilo, M.Si. selaku dosen UMM. Anna, panggilan akrabnya mengungkapkan bahwa sinergi UMM dan Lapas sudah terjalin erat sejak lama. Tidak terbatas melalui acara formal seperti ini saja, tapi juga melihat kontribusi para mahasiswa dalam meningkatkan edukasi warga binaan. “Mari kita berdoa semoga Ramadan tahun ini mampu membuat kita semua menjadi pribadi yang lebih baik di kemudian hari,” harapnya. Terkait pelaksanaan agenda, Koordinator program M. Isnaini, M.Pd. mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan dirasa perlu untuk melihat kondisi para warga binaan. Begitupun dengan donasi pakaian kewanitaan yang bisa menggantikan pakaian yang lama. “Apalagi ada pembatasan jumlah pakaian dalam yang dibawa oleh masing-masing warga binaan. Mungkin ada beberapa yang sudah lusuh dan tidak layak pakai. Jadi saya kira donasi ini bisa membantu dengan baik,” tambahnya. Krisna, sapaan akrabnya melanjutkan pihaknya memang sengaja membawa mobil KaCa dan mobil Terbang. Tidak lain tidak bukan untuk memberikan edukasi dan wawasan kepada masyarakat. Apalagi melihat tingginya antusiasme para warga binaan lapas akan aktivitas membaca dan menulis di kunjungan sebelumnya. Pada kunjungan itu, mobil Terbang juga sudah dilengkapi dengan buku-buku entrepreneurship yang bisa menunjang potensi warga binaan. “Tentu kami akan terus menebar manfaat di manapun kami berada, dalam hal ini di Lapas Perempuan kelas II Malang. Sehingga mampu memberikan peningkatan kualitas pembinaan yang mungkin bisa membimbing para warga binaan ke arah yang lebih baik,” tegasnya. Kunjungan itu juga disambut baik oleh warga binaan Lapas perempuan, salah satunya Revi. Menurutnya, setiap Kampus Putih datang selalu membawa sesuatu yang baru dan menyenangkan. Jika tahun lalu memberikan tausiyah dan bukber, kali ini UMM juga memberikan edukasi terkait organ reproduksi, deteksi kanker payudara dan bantuan pakaian dalam. “Hal ini sangat membantu kami untuk mengetahui lebih awal jika saja kami menderika kanker. Semoga UMM bisa terus memberikan hal-hal baru dan bermanfaat bagi kami di kesempatan selanjutnya,” pungkasnya. (wil)
Taekwondo UMM Borong Medali di Kajurprov Jatim 2022

Prestasi gemilang kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di bidang olahraga. Terbaru, tim taekwondo UMM berhasil membawa pulang sepuluh medali pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kajurprov) Jawa Timur Tahun 2022. Adapun kejuaraan ini dilaksanakan ini bertempat di Gor Mastrip Kota Probolinggo awal April lalu. Salah satu anggota tim UMM, Galih Pradipta Rahmandani, mengatakan bahwa kompetisi tingkat provinsi ini diikuti oleh 1.264 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Pada perlombaan tersebut UMM menurunkan 13 atlet terbaik. Pada kompetisi Kajurprov tersebut, ada tiga kategori yang diperlombakan yaitu kyorugi, poomsae, dan speedkick. Meskipun ada tiga kategori, tim UMM hanya mengikuti kategori kyorugi dan poomsae. “Alhamdulillah tim UMM berhasil meraih banyak medali di dua kategori tersebut. Di kategori poomsae individual putra, UMM berhasil mendapat satu medali emas. Pada kategori poomsae individual putri mendapat dua medali emas dan satu perak. Untuk kategori kyorugi UMM meraih enam juara yaitu, juara dua pada kelas U-57 kg putri, juara dua di kelas U-63kg putra, juara satu di kelas U-58kg putra, juara satu di kelas U-54kg putra, juara dua di kelas U-87kg putra, dan juara satu U-68kg putra,” ujar ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo tersebut. Meskipun berhasil menyabet banyak juara, Galih sapaan akrabnya mengaku bahwa timnya tidak memiliki waktu yang panjang dalam persiapan lomba. Total waktu yang dipersiapkan untuk lomba Kajurprov hanya tiga minggu saja. Selama masa itu, tim Taekwondo UMM melakukan sesi latihan berselang setiap hari antara satu hingga dua kali latihan perharinya. “Untuk meningkatkan keterampilan anggota tim, kami juga melakukan pertandingan persahabatan dengan universitas lain sebelum Kajurprov berlangsung. Kendala terberat yang kami hadapi dalam persiapannya adalah menjaga kondisi atlet tetap prima. Hal ini dikarenakan banyak atlet yang sakit sebelum perlombaan berlangsung,” ungkap mahasiswa Fakultas Psikologi itu. Anak terakhir dari dua bersaudara ini mengaku bangga akan perolehan taekwondo di Kajurprov 2022. Meskipun menghadapi beberapa kendala di awal, Galih mengatakan bahwa ia tetap optimis taekwondo UMM akan membawa pulang banyak medali. “Saya harap para atlet yang telah meraih juara tidak mudah puas dengan prestasi yang telah didapatkan. Semoga para atlet UMM bisa lebih mengembangkan potensi dan prestasi serta mempertahankan performa baik di kancah regional, nasional, maupun internasional,” tandasnya. (syi/wil)
MURid UMM Adakan Baksos Ramadan

Muhammadiyah University Riders (MURid) atau klub motor UMM menggelar Bakti Sosial (Baksos) Ramadan di sejumlah tempat. Baksos Ramadan kali ini dilakukan di daerah Kecamatan Tajinan, Wagir, dan Donomulyo. Kegiatan dilakukan dengan pemberian bantuan dan pengecatan mushola, gedung Kelompok Belajar, dan Taman Kanak-kanak. Zakarija Ahmad, selaku koordinator klub motor UMM menuturkan bahwa kegiatan baksos telah beberapa kali dilakukan oleh klub pecinta motor ini. “Hampir di setiap terjadi bencana alam di sekitar wilayah Malang Raya kami selalu turun memberikan kepedulian. Saat bulan Ramadan ini kami punya program Ramadan On The Street (ROSid) untuk berbagi ke mushola dan sekolah,“tegas dosen Psikologi yang sekaligus Kepala Bagian Kepegawaian UMM itu. Dana kegiatan baksos kali ini diperoleh dari para donatur dan iuran sukarela yang dilakukan anggota MURid UMM. “Alhamdulillah berkat bantuan dari para donatur, anggaran yang kami butuhkan telah tercukupi, bahkan lebih,”demikian ungkap Yunan Syaifullah, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang ditunjuk sebagai bendahara klub MURid. Yunan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua donatur terutama pada perusahaan cat Indana Paint yang telah menyumbangkan cat dalam program baksos Ramadan MURid tahun ini. Kegiatan diawali dengan kerja bakti membersihkan dan melakukan pengecatan mushola Mujahidin, RT 30 RW 6 Sukodadi Sumbersuko Tajinan pada Minggu (10/4). Kegiatan bersih-bersih dan pengecatan dilakukan bersama Juwari, selaku ketua RT, Samuri, takmir mushola, M. Habibi, ketua Karang Taruna, serta dibantu sejumlah warga sekitar. Bapak Samuri salah satu warga menuturkan sangat senang dengan bantuan pengecatan MURid UMM. “Musholla sudah lama berlumut dan tidak ada anggaran untuk beli cat. Alhamdulillah Ramadan kali ini mushola kami jadi bersih hingga jamaah sholat tarawih merasa lebih nyaman,”tutur alumni UMM tahun 1998 itu. Kegiatan berlanjut dengan penyerahan cat yang merupakan bantuan dari pabrik cat Indana Paint ke sejumlah sekolah TK dan Kelompok Belajar di daerah Donomulyo dan Wagir. “Kami menyerahkan cat sumbangan Indana Paint dan sejumlah bahan bangunan untuk perbaikan sarana TK dan Kelompok Belajar,”ungkap Eka Kadharpa, salah satu anggota MURid yang menjadi koordinator lapangan dalam baksos kali ini. Perjalanan pengiriman sumbangan dilakukan pada Jum’at (15/4) dengan sasaran TK ‘Aisyiyah Bustanul Atfhal 19, Jalan Yogyakarta RT 4 RW 4 Donomulyo Malang. Selepas sholat Jum,at rombongan langsung menuju KB ‘Aisyiyah 6 Wagir di dusun Glagah Ombo, Sumbersuko, Wagir Malang. Pemberian sumbangan berakhir hingga jelang Magrib di KB ‘Aisyiyah 14 di Rakesan RT 18 RW 3 Gondowangi, Wagir Malang. MURid UMM yang beranggotakan dosen dan karyawan tak mengharuskan menggunakan sepeda motor dengan merk atau CC tertentu. Semua orang dengan sepeda motor apapun bisa bergabung. Ada puluhan dosen karyawan yang bergabung di klub motor ini. “MURid ini bukan klub motor yang suka balapan, namun klub ini beraksi guna menebar kebermanfaatan bagi sesama dan ajang silaturahmi antara anggota, alumni, dan masyarakat,”Ujar Zakariya. (*/wil)
Diskusi Terpumpun UMM Mantapkan Program CoE

Pengembangan program Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak boleh berhenti dan berpuas diri. Program unggulan harus terus dimunculkan dan dipersiapkan secara matang, salah satunya Centre of Excellence (CoE) yang sudah digarap sejak lama. Hal itu disampaikan Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Centre of Excellence (CoE) pada Kamis (14/4) lalu secara luring. Fauzan menjelaskan bahwa CoE yang sudah dimiliki berupaya mengantisipasi perpindahan minat mahasiswa yang berbeda dengan jurusannya. Menurutnya, program ini haruslah fleksibel dan harus ditingkatkan kembali kadar keberanian menciptakan inovasi. Jika hanya berdasar pada textbook semata, program pusat keunggulan dan UMM hanya akan berjalan di tempat tanpa ada perkembangan yang signifikan. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan ada pengembangan toko buku milik UMM. Adanya hal baru tersebut tidak boleh dilihat secara parsial, namun perlu dilihat hubungannya dalam pengembangan intelektual. Selain itu, dalam beberapa bulan ke depan salah satu mitra Kampus Putih, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari Kabupaten Malang akan dijadikan sebagai pusat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis digital. Maka, pengembangan SDM dan CoE UMM harus memiliki daya ledak yang besar dengan mitra kelas internasional. “Ada waktu di mana orang bisa mengembangkan yang ia minati. Misalnya saja ahli mesin yang mampu berbahasa Arab melalui program Pusat Keunggulan. Ini akan jadi hal yang menarik dan strategis. Tentu dalam menjalankan CoE ini harus dengan komitmen dan gerakan-gerakan nyata serta disegerakan,” tambahnya. Sementara itu, Dr. Ir. Damat, M.P. selaku kepala kantor CoE UMM menjelaskan bahwa program ini membentuk serta meningkatkan mutu pendidikan universitas dan kompetensi mahasiswa. Sehingga, proses penjaminan mutu dapat mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Adapun kantor CoE bertugas memberikan layanan kampus merdeka di UMM yang salah satu tujuannya untuk menjamin kelulusan mahasiswa normal empat tahun dengan kompetensi yang mumpuni. Selain itu, CoE setiap prodi ini juga menjadi program dalam mengimplementasikan UMM PASTI. Dalam pelaksanaan CoE, kerjasama dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) tentu sangat dibutuhkan. Dengan begitu, mahasiswa dan peserta kelas Pusat Keunggulan dapat merasakan praktek kerja dan magang di perusahaan secara langsung. Tidak hanya paham teori, tapi juga menguasai prakteknya. “Beragam CoE yang kita miliki ini tentu diharapkan bisa menjadi pusat riset dan teknologi di masa depan. Apalagi akan dibangun pusat riset dan CoE yang berlokasi di Karangploso nanti,” tandasnya. (haq/wil)
Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Peringkat Pertama Kinerja Publikasi SINTA

Kabar gembira dan membanggakan datang dari program studi (prodi) Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Muhammadiyah Malang. Mengawali bulan suci, prodi IP berhasil meraih peringkat pertama terkait kinerja publikasi untuk kategori strata satu bidang ilmu pemerintahan tahun 2022. Hasil itu didapat berdasarkan pemeirngkatan Science and Technology Index (SINTA) yang memberikan nilai tertinggi yakni Score Overall: 3.542 dan SINTA Score 3Yr: 2.441. Angka tersebut mengungguli semua prodi IP yang ada di Indonesia. Adapun SINTA merupakan laman atau portal ilmiah daring yang dikelola oleh Kemendikbud Ristek. Laman ini merekam jumlah publikasi masing-masing institusi. Sedangkan Score Sinta prodi merupakan hasil dari akumulasi publikasi dan sitasi dosen dan mahasiswa yg terdata pada Scopus, Garuda, Google Scholar, dan WoS. Ketua Prodi IP Muhammad Kamil S.IP., M.A. merasa bersyukur atas raihan tersebut. Ia mengapresiasi kerja keras, kerja ikhlas serta kolaboratif antara dosen dan mahasiswa. Ia juga menilai bahwa hasil ini merupakan buah dari dorongan dan motivasi prodi IP UMM agar para sivitas akademika memiliki artikel ilmiah yang terpublikasi dan dapat dibaca oleh publik. “Hal serupa juga ditularkan para dosen kepada para mahasiswa melalui artikel luaran mata kuliah yang diarahkan untuk publikasi ilmiah. Utamanya jurnal dan prosiding nasional maupun Internasional. Adanya kolaborasi dosen dan mahasiswa ini membuat karya artikel ilmiah menjadi lebih terarah dan memiliki kualitas yang baik karena ada pendampingan dari dosen yang disesuaikan dengan core Ilmu Pemerintahan,” tambah Kamil. Dalam meningkatkan minat dan motivasi menulis karya ilmiah, pihaknya juga memberikan reward berupa konversi ke mata kuliah serta skripsi. Terhitung, ada lebih dari 40 artikel jurnal mahasiswa yang sudah dikonversi menjadi skripsi. Jurnal-jurnal terkait tersebar di jurnal nasional terakreditasi SINTA 2 dan 3, prosiding terindeks scopus, jurnal internasional dan jurnal internasional bereputasi. Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si mengapresiasi prestasi yang telah dicapai. Ia mendorong prodi-prodi lain untuk mengikuti jejak baik Prodi IP UMM, utamanya dalam hal kinerja publikasi ilmiah. “Selamat atas raihan membanggakan yang sudah dicapai. Jangan mudah puas dan terus mengembangkan serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan, publikasi ilmiah dan memberikan inovasi-inovasi bermanfaat lainnya,” tegas Muslimin. (Wil)
Baitul Arqam Teguhkan Nilai Dan Pedoman Hidup Sivitas Akademika UMM

Muhammadiyah bukan hanya sebagai organisasi masyarakat semata, melainkan sebagai nilai dan pandangan hidup. Hal tersebut disampaikan Drs. H. Wakidi, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada acara Baitul Arqam Karyawan dan Dosen. Adapun agenda tersebut dilaksanakan secara luring dengan protokol kesehatan ketat, bertempat di Theater Dome UMM, Selasa (12/3) lalu. Wakidi yang didapuk menjadi pemateri menjelaskan bahwa Muhammadiyah haruslah dianggap sebagai nilai dan pandangan hidup. Hal itu tertuang dalam dua pokok pikiran yang bersifat ideologis dan strategis. Adapun secara ideologis menegaskan dasar ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadist, juga dasar yang bersifat pemikiran. Sedangkan pola pikir yang bersifat strategis memiliki bentuk khittah perjuangan yang bergerak secara dinamis dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. “Kedua pola pikir itu harus menjadi salah satu dasar warga Muhammadiyah dalam memperluas dakwah dan menebar manfaatnya. Tidak hanya hubungannya dengan Allah SWT, tapi juga hubungannya dengan masyarakat. Mengajak pada kebaikan dan mencegah pada kemunkaran serta mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” imbuhnya. Wakidi menilai bahwa Muhammadiyah tidak boleh dipandangan hanya sebagai organisasi masyarakat semata. Namun harus dipahami sebagai nilai dan pandangan hidup bagi warganya. Dengan begitu, tujuan dan arah hidup masyarakat menjadi lebih terarah. Pada kesempatan yang sama, Pradana Boy ZTF, S.Ag., MA., Ph.D. menuturkan bahwa hakikat Muhammadiyah terbagi menjadi tiga. Pertama, yaitu Muhammadiyah sebagai gerakan yang berfokus pada gerakan Islam, tajdid (pembaharuan), dakwah, dan sosial. Kemudian yang kedua yakni Muhammadiyah sebagai pemikiran yakni bagaimana organisasi yang didirikan oleh Ahmad Dahlan itu mampu menjadu muara ilmu. Baik itu ilmu keagamaan, sosial budaya, ekonomi dan lainnya. “Kemudian yang ketiga yakni Muhammadiyah sebagai organisasi, yaitu bagaimana Muhammadiyah tesusun dan terstruktur dengan rapi. Berkomitmen untuk menggapai tujuan dan cita-cita bersama serta menebar manfaat dan kebaikan kepada umat,” tutur Boy. Menurut Boy, panggilan akrabnya, secara gerakan Islam Muhammadiyah harus terus bergerak maju. Menyediakan pengajian-pengajian bisa diterima oleh masyarakat umum. Begitupun dengan gerakan tajdid yang harus memperbaharui model dakwah yang selama ini masih terkesan formal dan cenderung kaku. (Haq/Wil)
Dosen Hukum UMM Jelaskan Vonis Mati Pelaku Pemerkosa Santriwati

Peristiwa pemerkosaan seorang ustaz sekaligus pemimpin pesantren kepada belasan santriwati pada tahun lalu menjadi sebuah kejadian kelam di dunia pendidikan. Setelah melalui panjangnya proses hukum yang awalnya pidana penjara seumur hidup, lalu yang terbaru berubah menjadi vonis hukuman mati. Melihat akan hal itu, Ratri Novita Erdianti, SH., M.H. selaku Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menanggapi kasus tersebut dari aspek hukum. Ratri, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa peraturan akan kasus tersebut sudah tertera di Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Di dalam UU terkait, telah diatur pemberian hukuman mati bagi pelaku kekerasan seksual. Menurutnya, apa yang dilakukan sang pelaku pemerkosaan adalah kejahatan serius yang melebihi batas manusia. Namun di sisi lain hukuman mati tentu bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Meski begitu, keputusannya masih tergantung pada aspek jumlah korban, dampak yang dirasakan hingga pelaku. Dari tiga aspek tersebut, akan muncul pertimbangan yang menentukan berat atau ringannya hukuman. “Kejahatan yang dilakukan pelaku menurut saya telah melewati batas kemanusiaan. Maka kejahatan yang serius harus diberi hukuman yang serius pula agar memberikan efek jera. Tidak hanya bagi pelaku tapi juga bagi masyarakat luas,” imbuhnya. Dosen asal Pasuruan itu mengungkapkan bahwa vonis hukuman mati untuk kasus terkait adalah yang pertama dalam sejarah Indonesia bagi pelaku kekerasan seksual. Menurutnya, ketika hakim memutuskan sebuah kasus pidana, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Utamanya yang menyangkut aspek korban yang harus dilihat secara psikologis. Pun dengan masa depan yang akan dihadapi oleh belasan korban tersebut. Lebih lanjut. ketika nanti ada kasus yang serupa, disparitas bisa saja terjadi. Maksudnya adalah hukuman yang diputuskan nantinya tidak akan selalu sama dengan kasus pemerkosaan ustaz tersebut. Hal itu karena kondisi dan situasi kasus yang mungkin berbeda pula. Begitupun jika mengajukan upaya banding yang tidak selalu menghasilkan hukuman yang ringan, tapi bisa juga menjadi lebih berat. “Ketika mengajukan banding, bukan berarti hukuman pelaku pasti diringankan. Bahkan bisa jadi sebaliknya yakni diberikan hukuman yang lebih berat,” ucapnya. Ratri kembali menjelaskan bahwa peristiwa kelam dan hukuman mati kepada pelaku ini, menjadi pembelajaran dan edukasi bahwa kejahatan yang dilakukan merupakan kejahatan serius. Selain itu, peristiwa ini nyatanya juga berefek pada penurunan kepercayaan masyarakat kepada instansi pendidikan. Khususnya pendidikan yang berlangsung di pondok pesantren. “Tentu perlu adanya pencegahan agar hal yang sama tidak terjadi, baik di lingkungan Ponpes, sekolah, dan tempat umum. Negara juga harus mengambil peran signifikan untuk menjamin keamanan bagi seluruh masyarakatnya. Pun dengan upaya monitoring yang harus dilakukan oleh orang tua, guru, dinas pendidikan hingga kementerian agama,” ujarnya. (Haq/Wil)
Fakultas Teknik UMM Buka CoE Kelas Profesional PLTS

Ketidakpastian stok energi fosil serta mahalnya harga yang dipatok menjadi salah satu permasalahan belakangan ini. Begitupun dengan kondisi politik dunia yang semakin memperparahnya. Menyikapi hal tersebut, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan Centre of Excellence (CoE) Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada Selasa (12/3) lalu. Kelas ini juga telah menggaet sederet Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk melancarkan pelaksanannya. Dekan FT UMM, Prof. Ir. Ilyas Masudin, MLogSCM., P.hD. menyebut bahwa menyebut bahwa lembaga pendidikan kini dituntut untuk mengantarkan mahasiswa menuju pintu kesuksesan. Selain itu juga bertugas melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkualitas, mandiri serta profesional. Ditambah lagi dengan perkembangan dunia industri dan teknologi yang semakin maju. Ilyas, sapaan akrabnya juga menyatakan bahwa saat ini tidak ada pilihan lain kecuali menyiapkan sumber energi alternatif. Apalagi melihat ketersediaan energi fosil yang semakin menipis. Maka, perubahaan mindset energi ramah lingkungan perlu digalakkan. Pun dengan penyiapan SDM yang memahami tentang energi baru terbarukan (EBT). Dalam rangka menjawab permasalahan tersebut, FT Kampus Putih akhirnya memutuskan untuk menghadirkan pusat keunggulan PLTS. Menggaet beberapa perusahaan untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri dan melengkapi kemampuan para mahasiswa. PT Adidaya Abadi Sentosa dan PT Alfa Mekatronik adalah dua di antara banyak nama yang sudah berkomitmen. “Bahkan pada semester ini kami telah menjalankan kurikulum bersistem blok. Sistem ini memungkinkan hadirnya pengajar dari praktisi, jadi tidak melulu dari para akademisi. Para pesertanya juga tidak hanya dari kalangan mahasiswa, masyarakat umum boleh turut serta dan belajar tentang EBT Surya maupun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),” tegasnya. Dalam kelas PLTS tersebut, para peserta akan mendapatkan materi-materi menarik seperti perencanaan pembangunan dan pembangunan pemasangan PLTS. Kemudian juga ada materi terkait pengoperasian dan pemeliharaannya secara berkelanjutan. Pada akhir proses CoE ini, para peserta juga akan mengikuti uji kompetensi PLTS yang diakui secara resmi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui skema terkait. “Para peserta nantinya akan diberi pengalaman langsung terjun ke DUDI selama enam bulan. Dengan begitu, mereka bisa merasakan dan memahami segala hal tentang PLTS dengan lebih baik,” tambahnya. Di sisi lain, Paulus selaku Direktur Utama PT Adidaya Abadi Sentosa juga sempat menjelaskan terkait tantangan PLTS, umumnya EBT yang harus dihadapi. Dimuali dengan investasinya yang tergolong cukup besar. Meski begitu, investasi besar di energi terbarukan ini nyatanya akan memberikan hasil yang kompetitif dalam jangka yang panjang. Kemudian, tantangan lainnya yakni masih banyaknya regulasi yang tidak sinkron dengan perkembangan EBT. “Kemampuan jasa industri juga dirasa masih kurang dan tidak memadai. Begitupun dengan subsidi serta ketersediaan energi fosil yang masih banyak membuat penentuan kebijakan berjalan lambat. Kesiapan dan kualitas sumber daya manusia juga harus segera ditingkatkan,” tambahnya. Maka menurutnya, ini adalah saat yang tepat bagi mahasiswa Kampus Putih untuk mengambil peran. Utamanya dalam mengimpelementasikan EBT menjadi energi yang lebih baik. Selain itu juga membekali diri dengan kemampuan engineering yang mumpuni, sehingga EBT dapat menjadi energi pengganti yang bagus serta dapat menjaga lingkungan sekitar. (Syi/Wil)
Imbangi Perkembangan Zaman, UMM Segarkan Gaya Kepemimpinan

Banyak aspek yang berubah seiring dengan perkembangan zaman. Begitupun dengan gaya kepemimpinan yang harus terus diperbaharui agar sesuai dengan generasi. Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Fauzan, M.Pd. pada gelaran Inspiring Leaders and Reimagined UMM bersama Firma Konsultansi Internasional Korn Ferry, akhir Maret lalu. Adapun acara ini diikuti oleh rektor, pimpinan dan jajaran wakil rektor di lingkungan Kampus Putih. Dalam sambutannya, Fauzan menilai bahwa agenda tersebut menjadi salah satu upaya bagi para pimpinan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar pada UMM. Di samping itu juga untuk menyegarkan gaya kepemimpinan yang selama ini dilakukan. Ia juga ingin, usai menyelesaikan pelatihan ini para pimpinan dapat memberikan inovasi-inovasi akseleratif demi kemajuan bersama dalam dunia pendidikan. Fauzan juga mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat penting dalam proses perjalanan kepemimpinan. Menurutnya, Kampus Putih tidak ingin dikenal sebagai lembaga yang menggunakan gaya-gaya stagnan dan menetap di zona nyaman. Namun sebaliknya, UMM harus dikenal sebagai lembaga yang selalu diperhitungkan dan menjadi rujukan akan hal-hal baru. “Salah satu syarat yang harus dipenuhi yakni munculnya inovasi-inovasi baru yang dikenalkan pada dunia luas. Maka dimulai dari gaya kepemimpinan para pemimpinnya yang harus diupdate sehingga bisa membawa institusi ini ke arah yang lebih baru dan baik. Saya percaya kawan-kawan memiliki tipologi yang agresif dan selalu ingin kebaruan dalam proses kepemimpinannya,” tegasnya. Di sisi lain, salah satu facilitator Korn Ferry, Shahrizal Mohd Suffian menjelaskan bahwa strategi yang sukses berawal dari peran pemimpin yang baik. Adapun beberapa hal yang akan memengaruhi pencapaian visi sebuah organisasi atau kampus yakni proses, standar, sumber daya manusia hingga tujuan. Maka perlu adanya manajemen yang baik agar visi itu bisa dicapai dengan sukses. Lebih lanjut, Shahrizal juga menjelaskan bahwa ada empat pilar utama dari visi Indonesia. Diawali dengan pengembangan sumber daya manusia yang mampu menguasai pengetahuan dan teknologi. Begitupun dengan pengembangan ekonomi, ketahanan nasional dan pemerintah, serta equitable development. “Kebutuhan talenta digital Indonesia juga sedang meningkat, salah satunya dalam aspek pendidikan. Namun sayangnya, pemenuhan permintaan tersebut belum memenuhi dengan baik. Maka saya kira, penyiapan talenta dan generasi cakap digital diperlukan agar dapat melahirkan pemimpin masa depan yang mumpuni,” tuturnya. (/wil)