UMM Segera Luncurkan New Book Store

Terobosan baru dalam dunia pendidikan, khususnya peningkatan minat baca kembali dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini Kampus Putih segera membuka UMM New Book Store (NBS) yang terletak di Jalan Raya Sengkaling, tepat di sebelah Rayz Hotel UMM. NBS juga sempat mengundang sederet penerbit untuk berdiskusi pada Sabtu (9/3) lalu. Hadir pula Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Kampus Putih sekaligus Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Muhadjir merasa senang karena ada upaya serius revitalisasi toko buku yang dilakukan oleh Kampus Putih. Buku-buku bacaan memang memiliki peran penting dalam pengembangan literasi generasi masa depan. Namun, kekhawatiran akan hilangnya generasi yang menyukai buku masih dirasakan oleh Muhadjir. “Saya pribadi memang berasa belum enak kalau tidak membaca buku atau media cetak, termasuk koran. Padahal sudah banyak media-media online yang menjamur,” tuturnya. Menurutnya, jika ingin mempertahankan buku menjadi bacaan utama, perlu adanya usaha-usaha konkret. Khususnya dalam meningkatkan kecintaan anak-anak muda akan buku. Dua di antaranya adalah menyusun konsep baru toko buku serta melaksanakan kegiatan menarik yang digandrungi anak-anak. Meski terkesan remeh, namun upaya itu dapat membangun tradisi-tradisi membaca buku yang kokoh. “Kalau kita gagal menyiapkan generasi yang mencintai buku, maka akan hilang pula peluang bapak ibu. Begitupun dengan generasi masa depan mumpuni yang meneruskan bangsa. Bahkan kalau kita lihat, ada sederet media besar yang gagal menyiapkan diri sehingga akhirnya hilang,” tambahnya. Terkait kerja sama, Kepala Biro Administrasi Umum Dr. Ahmad Juanda, Ak. M.M. C.A. berharap para penerbit bisa mensupport NBS dengan baik. Apalagi di tengah-tengah keadaan berbagai toko buku yang kini tidak banyak dikunjungi. Meski begitu, pimpinan Kampus Putih melihat adanya peluang dan memberanikan diri untuk membuka toko buku dengan konsep baru. Adapun dalam pelaksanaannya, sistem manajemen sudah disiapkan secara baik dan melibatkan para profesional di bawah payung PT. New Book Store UMM. Semua perizinan dan persyaratan juga sudah dirampungkan. Maka menurutnya, para penerbit tidak perlu ragu untuk menyuplai dan menyediakan buku di rak-rak yang ada. “Tentu kami berharap kerjasama ini bisa saling menguntungkan semua pihak.  Selain itu juga memberikan dan menyediakan buku-buku berkualitas bagi para pembaca, tidak terbatas bagi kalangan UMM saja, tapi juga masyarakat secara luas,” tegasnya. Gathering dan kerja sama tersebut disambut baik oleh para penerbit yang hadir. Ulie, wakil dari penerbit Gramedia misalnya yang merasa bahwa konsep NBS cukup menarik. Apalagi dengan disiapkannya fasilitas-fasilitas lain seperti Kafe yang bisa menggaet minat masyarakat. Mereka juga siap bekerja sama demi membangun dan memajukan dunia perbukuan Indonesia. (Wil)

Menko PMK Dorong UMM Atasi Kemiskinan Spiritual dan Material Bangsa

Kemiskinan itu dapat dibedakan menjadi dua tipe yakni miskin material dan miskin spiritual. Keduanya juga memiliki perbedaan ciri yang bisa diketahui dan mudah dikenali. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. dalam Tadarus Ramadhan Kampus Putih, Sabtu (9/4) lalu. Menurut Muhadjir, sapaan akrabnya menilai bahwa di samping ada sebagian masyarakat yang bergelut dengan kemiskinan material, banyak juga orang kaya yang kini mengalami kemiskinan spiritual. Hal itu bisa dilihat dan berefek pada perilaku yang ditampakkan sehari-hari. Tidak hanya terlihat pada pribadi pejabat namun juga terjadi kepada masyarakat. Menurutnya, kemiskinan harta benda itu sulit diatasi. Namun, menanggulangi kemiskinan spiritual lebih rumit lagi. Banyak orang yang cepat sadar dan mengaku bahwa dirinya miskin material. Bahkan banyak yang mengaku miskin ketika bantuan sosial (bansos) dihadirkan. Berbeda dengan kesadaran kemiskinan spiritual yang sukar muncul di benak manusia. “Mereka merasa baik-baik saja, padahal orang lain melihat dirinya sudah melampaui batas dan tidak wajar. Perilaku sombong, kikir, serakah, maksiat kerap kali ditunjukkan. Bahkan mereka sebenarnya sudah sadar, namun malah berbangga diri dengan sikap buruk yang dilakukan,” tambahnya. Maka, Muhadjir mendorong Muhammadiyah khususnya UMM untuk bisa mengatasi dan menjangkau keduanya, baik kemiskinan spiritual maupun material. Misalnya saja teman-teman dari Fakultas Agama Islam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta lainnya bisa perlahan mengikis kemiskinan spiritual. Sementara Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial Politik dan pihak lainnya dapat memberi solusi akan masalah kemiskinan harta. Ia juga menilai bahwa Muhammadiyah telah lama berjuang mengentaskan kemiskinan. Baik melalui pemberdayaan maupun penyadaran spiritualitas. Keberpihakan terhadap orang miskin, anak yatim, dan kaum pinggiran juga dirasa sesuai dengan teologi Al-Maun Muhammadiyah. “Semoga di Ramadhan ini kita dapat dijauhkan dari sifat-sifat iri, dengki, culas dan perilaku buruk lainnya, Bulan suci ini juga dapat dijadikan sebagai momen koreksi untuk memperbaiki diri di kemudian hari,” pungkasnya. Sementara itu Sekretaris BPH Kampus Putih Drs. Wakidi menyebut bahwa rangkaian Syiar Ramadhan ini merupakan salah satu upaya bersama untuk mendekatkan diri pada sang Pencipta. Menjadi momen yang tepat untuk melembutkan hati dan menajamkan pikiran. Wakidi juga ingin Ramadhan tahun ini bisa meningkatkan etos kerja dan tugas para sivitas akademika UMM dalam melayani masyarakat dengan baik. Salah satunya melalui ceramah dan siramahan rohani yang disampaikan oleh Menko PMK RI. “Sekaligus sebagai jalan menambah wawasan akan isu-isu aktual yang sedang terjadi. Meningkatkan kesadaran dan kecintaan pada negara Indonesia,” tuturnya. Di lain sisi, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa rangkain agenda yang disiapkan ini semata-mata dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran. Khususnya kesadaran bahwa para sivitas akademika adalah makhluk Allah SWT. Pun dengan upaya-upaya konkret berjihad dalam aspek pendidikan melalui UMM. “Saya tentu yakin dosen dan karyawan Kampus Putih ini senantiasa memiliki niat untuk menjadi orang baik. Maka saya rasa Ramadhan adalah momen dan kesempatan yang tepat menambah kebaikan yang sudah dilakukan dan mengubah hal-hal yang kurang baik,” tegasnya mengakhiri. (wil)

Dua CoE Terbaru FEB UMM: Kelas Perbankan Syariah dan Kelas Akuntansi Desa

Bekali mahasiswa dengan keterampilan profesional, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali luncurkan dua program Center of Excellence (CoE). Kedua program unggulan yang disediakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) tersebut meliputi kelas profesional perbankan syariah dan kelas akuntansi desa. Adapun keduanya diluncurkan pada Senin (11/04) lalu bertempat di Aula BAU UMM. Dalam pelaksanaannya, dua program CoE tersebut akan berkolaborasi dengan berbagai instansi pemerintahan dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Salah satunya yakni pemerintah Kabupaten Malang yang nantinya akan bertambah seiring berjalannya program. Kemudian ada beberapa nama DUDI yang sudah digaet seperti Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, PT Alami Fintek Sharia, dan Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Rinjani. Jumlah kerjasama yang telah dibangun akan senantiasa ditambah oleh FEB UMM sesuai dengan kebutuhan. Wakil Bupati Malang Drs. H. Didik Gatot Subroto, S.H., M.H. mengaku sangat mengapresiasi program yang digagas oleh Kampus Putih ini. Dengan kehadiran program tersebut, akan membantu para mahasiswa untuk menjawab tantangan-tantangan di masa depan. Selain itu, menurutnya implemntasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalu CoE itu akan membuka peluang lebar bagi semua kalangan untuk belajar pengetahuan di luar bidangnya. “Pemerintah daerah Kabupaten Malang tentu menyambut baik kehadiran program ini. Besar harapan kami agar CoE UMM dapat berjalan dengan baik.Tentunya dalam proses pelaksanaan ke depan harus diikuti oleh keyakinan serta ketekunan para peserta,” ujar Didik. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa kehadiran program ini berguna untuk memberi kepastian kelulusan dan kepastian kemandirian para mahasiswa. Pihaknya telah merencanakan pembangunan program center of future world. Oleh karenanya, masing-masing jurusan yang didorong untuk membangun pusat keunggulan. “Pengembangan CoE di masing-masing fakultas ini juga berguna untuk mewadahi passion para mahasiswa yang beragam. Hal ini juga membuat lulusan Kampus Putih lebih siap bekerja di dunia profesional. Kami memasang target untuk lima tahun ke depan, akan ada 1.000 tenaga profesional yang diminta dari UMM. Kami juga berharap pusat keunggulan yang kami miliki akan memberi kepakaran yang jelas setelah mahasiswa lulus kuliah,” kata Fauzan. Senada dengan Fauzan, Dekan FEB Dr. Dra. Idah Zuhroh, MM., menjelaskan bahwa program ini diselenggarakan berdasar beberapa pertimbangan. Menurutnya, bidang perbankan syariah saat ini memiliki beberapa aspek yang strategis. Ke depannya bidang ini akan menemui berbagai tantangan dan peluang yang bagus di Indonesia. Melihat fenomena itu, Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan akhirnya memutuskan untuk menggelar kelas profesional perbankan syariah. “Untuk kelas akuntasi desa, Prodi Akuntasi UMM melihat bahwa 57% desa di Indonesia masih tergolong desa tertinggal. Untuk mencermati kekurangan yang ada di pembangunan desa, peningkatan kompetensi dari aparatur desa juga perlu dilakukan. Tidak hanya untuk aparatur saja, peningkatan kualitas ini juga diperlukan untuk calon aparatur desa,” ungkap dosen asal Pasuruan itu. Kerjasama yang ada dirasa mampu mendekatkan mahasiswa dengan dunia nyata yang akan dihadapi nanti. Terkait pendaftaran peserta, dua pusat keunggulan FEB tersebut tidak hanya terbatas bagi mahasiswa FEB UMM saja. “kami juga membuka pendaftaran untuk mahasiswa di luar FEB dan di luar UMM. Nantinya kami akan menyeleksi para pendaftar untuk akhirnya dipilih sebagai peserta program unggulan tersebut,” tandasnya mengakhiri. (syi/wil)

Safari Ramadan UMM Dorong Staf RS Teladani Kesalehan Sosial Ahmad Dahlan

Bulan ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk mengasah sifat-sifat baik, tak terkecuali untuk menumbuhkan jiwa kerelawanan dan kedermawanan sosial. Begitupun yang dilakukan oleh pendiri Muhammadiyah yakni Kyai Haji Ahmad Dahlan dengan membangun rumah sakit dan berbagai sarana umum lainnya. Itulah ungkapan pembuka kajian yang disampaikan oleh Dr. Nurbani Yusuf, M.Si. selaku Ketua Majelas Ulama Indonesia (MUI) Batu pada acara Safari Ramadhan yang diselenggarakan di Hall Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (6/4) lalu. Lebih lanjut, Nurbani sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pembangunan Rumah Sakit (RS) di tahun 1920 merupakan hal yang banyak ditentang oleh kaum muslim saat itu. Semua RS di zaman itu adalah milik penjajah belanda. Oleh karenanya, masyarakat dahulu menganggap bahwa RS adalah kebudayaan eropa dan kristen. Hal itu membangun suatu persepsi di mana jika kaum muslim membangun RS maka sama dengan mengikuti ajaran agama lain. “Pemikiran tersebut berpacu pada HR. Abu Daud yang berbunyi barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya. Oleh karenanya banyak yang menentang usulan pembangunan RS yang dicanangkan oleh KH Hambali Abu Sujak Ar-Ruslani. Tidak hanya dari luar muhammadiyah tetapi dari dalam juga. Meski ditentang, Kiai Haji Ahmad Dahlan tetap teguh mendukung gagasan kiai Sujak untuk membangun RS,” jelas dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut. Keputusan itu tetap diambil bukan tanpa sebab, Nurbani mengatakan bahwa Kiai Dahlan menilai pembangunan RS adalah jalan untuk membantu umat dan jihad memerangi kemusyrikan. Gagasan tersebut juga selaras dengan pembangunan badan amal dan sekolah yang sudah Kiai Dahlan dirikan. “Dalam pembangunan badan amal dan sekolah, Kiai Dahlan ingin memberantas kemiskinan dan kebodohan. Melihat hal tersebut, muhammadiyah sejak awal selalu mementingkan kepentingan masyarakat. Seperti sabda Rasulullah SAW dalam H.R. Bukhari, sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Dengan meneladani kisah di atas, menumbuhkan jiwa kerelawanan dan dermawan akan membentuk manusia menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitar,” ungkap Staf Ahli Pusat Pendidikan Pelatihan dan Kepemimpinan UMM itu. Di sisi lain Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa bulan ramadhan adalah waktu yang tepat untuk introspeksi dan perbaikan diri. Hal ini diibaratkan seperti kereta yang berhenti di stasiun untuk memeriksa kekurangan-kekurangan yang ada, sebelum kembali melakukan perjalanan panjang. Harapannya, setelah bulan ramadhan sikap dan sifat baik tersebut akan terus terbawa di hari-hari dan bulan-bulan selanjutnya. “Ketika puasa, tentu banyak larangan yang harus kita patuhi, seperti menahan hawa nafsu, menggunjing dan lain sebagainya. Dengan kita taat pada aturan-aturan selama bulan puasa, hal itu akan membentuk diri kita menjadi pribadi yang disiplin dan membawa kebiasaan baru setelah bulan puasa berakhir,” pungkasya. (syi/wil) Penulis: Syifa Dzahabiyyah | Editor: Hassanalwildan Ahmad Zain

Dosen FK UMM Ulas Makanan Bernutrisi selama Puasa

Dalam beraktivitas, tubuh memerlukan energi yang diperoleh dari asupan makanan. Namun pada saat puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama kurang lebih 14 jam. Lalu dari manakah tubuh mendapat pasokan energi ketika puasa? Terkait hal tersebut, dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dr. S. Khanza Zatalini menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan yang dilakukan tubuh untuk memperoleh energi. “Tubuh kita menggunakan gula sebagai sumber energi. Jadi zat pertama yang akan dipecah tubuh untuk memperoleh energi adalah gula darah atau yang biasa disebut glukosa. Setelah kadar glukosa habis maka tubuh akan memecah glikogen. Namun saat puasa, asupan makanan kita menjadi sedikit. Oleh karenanya, glukosa dan glikogen akan cepat dipecah oleh tubuh. Setelah glukosa dan glikogen habis, tubuh akan mulai memecah lemak sebagai sumber energi,” ungkap dosen muda tersebut. lebih lanjut, Acha sapaan akrabnya mengatakan bahwa kondisi puasa sebenarnya sangat menguntungkan. Hal tersebut dikarenakan tubuh dapat memecah lemak secara alami. Namun yang terjadi di beberapa orang adalah kenaikan berat badan setelah bulan ramadhan berakhir. Hal ini terjadi karena asupan makanan yang berlebih saat buka puasa dan di malam hari. “Ketika ngabuburit menunggu buka puasa, biasanya masyarakat Indonesia akan membeli gorengan maupun takjil yang manis-manis. Makanan dan minuman tersebut mengandung karbohidrat simpleks yang kurang baik untuk tubuh. Karbohidrat simpleks sangat mudah diserap oleh tubuh. Namun karena tidak ada aktivitas pengeluaran energi yang berat di malam hari, maka glukosa dalam makanan tidak diolah menjadi energi. Glukosa yang masuk ke dalam tubuh akan menumpuk di pembuluh darah dan meningkatkan kadar gula dalam darah. Jika asupan gula darah meningkat, maka akan menimbulkan penumpukan lemak,” lanjutnya. Agar nutrisi tetap seimbang di bulan ramadhan, Acha mengatakan bahwa masyarakat harus memperhatikan asupan nutrisi saat sahur maupun berbuka. Acha menjelaskan bahwa ketika sahur, tubuh memerlukan makanan yang lama dicerna oleh tubuh agar merasa kenyang lebih lama seperti karbohidrat kompleks. Beberapa makanan yang mengandung karbohidrat kompleks adalah kentang, pisang, beras merah, ubi-ubian serta sayur-sayuran. “Selain itu,tubuh juga membutuhkan asupan makanan tinggi protein yang juga membuat kita kenyang lebih lama seperti tempe, tahu, daging ayam maupun ikan. Jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan air. Disarankan agar masyarakat menghindari konsumsi teh atau kopi saat sahur. Hal ini dikarenakan kedua minuman tersebut bersifat diuretik atau memicu keinginan untuk buang air secara terus menerus. Hal itu membuat tubuh rawan akan dehidrasi,” jelas Acha. Untuk berbuka puasa, Acha menyarankan agar masyarakat mendahulukan makan kurma dan minum air putih. Hal tersebut akan membantu tubuh dalam memenuhi kebutuhan glukosa dan air tanpa membuat tubuh terbebani. Setelah itu dilanjutkan dengan makan nasi dan sayuran sehabis menunaikan ibadah solat magrib. “Untuk menghindari peningkatan asam lambung saat berbuka, masyarakat juga disarankan untuk mengurangi asupan memakan makanan pedas, kopi, makanan tinggi garam seperti gorengan serta makanan bersantan,” pungkasnya. (syi/wil)

Fakultas Psikologi UMM Luncurkan Kelas Profesional HRD

Demi menyongsong era emas dan menyiapkan generasi masa depan, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) luncurkan Centre of Excellence (CoE) kelas profesional human resource development (HRD), akhir Maret lalu. Adapun peluncuran tersebut dibarengi dengan penandatanganan kerjasama dengan sederet Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dalam pengembangan kurikulum dan program. Dekan Fakulas Psikologi UMM Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., P.hD. mengungkapkan bahwa berdirinya kelas profesional ini salah satunya adalah untuk mencocokkan kurikulum yang ada di perguruan tinggi dengan kebutuhan yang dirasakan industri. Dengan begitu, akan ada kesinambungan yang strategis di antara keduanya. Kerjasama ini juga dinilai sebagai kesempatan untuk saling belajar dan wadah berdiskusi agar bisa menyiapkan generasi yang mumpuni dan kompeten. Sampai saat ini, ada sepuluh perusahaan yang sudah bekerjasama dalam pengembangan kelas HRD tersebut. Adapula 36 perusahaan lain yang selama ini sudah menjadi tempat magang bagi para mahasiswa psikologi Kampus Putih. Maka, Salis merasa bahwa kelas HRD ini menjadi terobosan bagus yang menguntungkan bagi semua pihak. “Selain keals HRD, kami juga telah menyiapkan CoE lain yang segera difinalisasi. Sebut saja kelas pendamping individu berkebutuhan khusus (IBK). Begitupun dengan pengakuannya melalui sertifikasi BNSP yang akan segera kami garap. Selain itu juga ada kelas asisten psikolog yang juga sedang digodok bersama teman-teman yang berkaitan,” tambah Salis. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa masih banyak para sarjana yang dirasa belum siap terjun dan paham akan apa yang sudah dipelajari saat perkulihaan. Berangkat dari keprihatinan tersebut, Kampus Putih berinisiatif untuk membangun berbagai pusat keunggulan berbasis prodi. Hal tersebut juga dinilai sebagai upaya untuk menyelesaikan persoalan-persoalan terkini sekaligus menyiapkan generasi muda untuk menyongsong bonus demografi di masa depan. Apalagi pada 2045, Indonesia diproyeksikan menjadi kekuatan ekonomi besar nomor enam dunia. Menurutnya, jika perguruan tinggi tidak siap dengan era tersebut, maka masa depan anak muda Indonesia akan menjadi biasa-biasa saja. Padahal negara ini sudah penuh sesak dengan mereka yang biasa. “Kemudian lahirlah ide untuk memunculkan kelas-kelas profesional ini. Adapun kelas HRD yang diinisiasi oleh Fakultas Psikologi ini tidak diperuntukkan hanya bagi mahasiswa psikologi saja. Tapi semua mahasiswa dari berbagai jurusan bisa ikut dan terjun di dalamnya. Tidak menutup kemungkinan juga bagi masyarakat luas,” tegasnya. Fauzan melanjutkan, sampai saat ini UMM sudah memiliki 17 CoE yang jumlahnya akan terus bertambah. Rencananya, akan ada launching secara massal di tingkat universitas bagi semua kelas profesional yang telah didirikan masing-masing prodi. Hal itu dimaksukan untuk menjawab dan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Terakhir, ia menilai bahwa lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang mumpuni. Hal tersebut bukan hanya berhenti pada jargon semata, namun harus diimplementasikan secara nyata dengan mengantarkan mahasiswa menuju pintu kesuksesan. “Semoga kelas HRD ini bisa menjadi salah satu pintunya. Kami juga berharap DUDI dapat memberikan Ilmu, pengetahuan, motivasi bahkan juga jaringan bagi peserta CoE ini,” pungkasnya. (wil)

Tim UMM Raih Juara Satu Boat Race Competition COMET 3.0

Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi di kejuaraan nasional. Kabar gembira tersebut datang dari Lembaga Semi Otonom (LSO) Mekatronik yang berhasil membawa pulang juara satu pada perlombaan Boat Race Competition COMET 3.0. Adapun kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Design and Construction (HIMADEC) Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) pada akhir Maret lalu. Salah satu anggota tim, Muhammad Naufal Wicaksono mengatakan bahwa dalam perlombaan itu, timnya memberikan sederet inovasi dan modifikasi pada kapal buatannya. Mereka menyebutnya dengan nama JUFTRONIC. Berbeda dengan kapal yang telah ada, Kapal JUFTRONIC menggunakan tenaga penggerak berupa hidrogen, solar cell, dan heliogen. Dengan penggantian bahan bakar tersebut membuat kapal tidak mengeluarkan polusi gas buang sisa pembakaran seperti halnya jika menggunakan mesin bensin maupun diesel. “Dalam ajang itu, kami tidak hanya memikirkan soal kecepatan kapal tetapi juga aspek-aspek lainnya. Selain menggunakan mesin ramah lingkungan kami juga melengkapi kapal ini menggunakan geladak jenis lambung multihull katamaran. Geladak ini memiliki tempat yang luas sehingga terkesan lega. Selain itu dengan adanya geladak ini, kapal akan lebih stabil saat memecah ombak,” ungkap mahasiswa jurusan Teknik Mesin itu. Lebih lanjut, Naufal sapaan akrabnya menceritakan bahwa di race pertama timnya mengalami kekalahan saat melawan tim cakalang 9 dari PPNS yang kapalnya lebih cepat dan stabil. Akibat kekalahan tersebut, tim Naufal masuk ke low bracket dan dilombakan kembali dengan beberapa tim yang kalah di race pertama. Setelah melalui beberapa pertandingan dan memperoleh kemenangan, Kapal JUFTRONIC dapat kembali bersaing di semi final bersama tim yang telah menang. “Di semi final kami kembali bertemu dengan tim cakalang 9. Namun berbeda dari perlombaan di race pertama, kali ini kami berhasil mengalahkan tim Cakalang 9 dan maju ke babak final. Alhamdulillah kami berhasil memperoleh juara pertama setelah mengalahkan tim Cakalang 11 di final,” kata mahasiswa asal Lampung itu. Anak tengah dari tiga bersaudara tersebut tidak menyangka akan menjadi juara pertama. Pasalnya, ini merupakan kali pertama dia mengikuti organisasi dan perlombaan kapal. Terlebih kekalahan di babak awal sempat membuat rasa percaya diri timnya melemah. Meski begitu, ia sangat senang atas capaian mengejutkan tersebut. “Raihan prestasi ini merupakan titik awal untuk menghadapi kejuaran-kejuaran di masa yang akan datang. Saya berharap hasil riset kapal JUFTRONIC dapat menjadi acuan serta bahan pelajaran untuk menghadapi kompetisi-kompetisi selanjutnya,” tandasnya mengakhiri. (syi/wil)

Akuakultur UMM-CP Prima Teken MoU, Komitmen Lahirkan Teknisi Tambak Udang Mumpuni

Dunia industri saat ini memiliki peran besar dalam ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Utamanya bagi lulusan sarjana yang sudah memiliki pengetahuan di berbagai bidang. Melihat akan hal itu, Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gaet PT. Centra Proteina Prima (CP Prima) untuk mengadakan Sosialisasi dan Rekrutmen Tenaga Teknisi Tambak. Adapun kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (5/4) lalu, bertempat di Aula BAU UMM. Firmansyah selaku tim dari PT. CP Prima memberikan selayang pandang bahwa harga udang selama dua tahun belakngan berada pasa harga normal.  Menurutnya, tambak udang memiliki potensi keuntungan yang cukup besar di masa depan. Apalagi melihat bisnis udang selama pandemi dapat bertahan dengan sangat baik. Meski begitu, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang ini dirasa kurang. Hal serupa juga dirasakan oleh pihaknya. Bahkan selama 20 tahun ini, CP Prima sudah melangsungkan training tambak dan perekrutan dengan target 350 teknisi mumpuni pada tahun 2022. Kemudian bertambah menjadi 1000 teknisi dalam tiga tahun ke depan. Meski dibutuhkan, banyak yang beranggapan bahwa teknisi tambak tersebut hanyalah pekerjaan remeh. Padahal bidang tersebht memerljkan ketelatenan serta sikap tidak puas belajar. Di sampung itu, teknisi juga bisa menghasilkan hasil yang cukup maksimal, utamanya di bidang udang. “Semoga saja target 1000 teknisi bisa dipercepat dan dapr direalisasikan di tahun ini.  Teknisi-teknisi tambak ini juga berpotensi untuk menjadi seorang entrepreneurship di bidang udang. Maka, saya kira kerjasama ini akan memberikan banyak manfaat bagi banyak pihak,” tuturnya. Sementara itu, Dr. Fauzan, M.Pd selaku rektor UMM dalam sambutannya ia menjelaskan bahwa CP Prima telah memberikan informasi yang segar bagi mahasiswa maupun alumni. Apalagi melihat datngnya tahun 2045 yang akan memunculkan Indonesia emas. Maka penyiapan SDM yang mumpuni perlu diperhstikan. Oleh karenanya, Kampus Putih menghadirkan Center of Excellence (CoE) atau program unggulan dalam rangka berkontribusi menyiapkan hal terkait. “Salah satu kelas unggulan yang sudah dibuka adalah Sekolah Udang. Saya tentu berharap kerja sama ini dapat menyediakan SDM dengan kualitas terbaik demi mewujudkan Indonesia yang sejahtera,” ucapnya mengakhiri. (haq/wil)

Safari Ramadan UMM Ajak Staf Unit Usaha Jadi Orang Kaya yang Dermawan

AR. Fachruddin senantiasa mendorong para muslim untuk menjadi orang yang kaya raya. Namun tetap mengerjakan salat, bersedekah, mendirikan qiyamul lail, berupaya untuk wakaf dan perbuatan baik lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Khozin, M.Si. pada Safari Ramadan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (5/4) lalu. Adapun agenda Safari Ramadan kal ini menyasar para pegawai yang berada di sederet unit bisnis milik UMM, seperti Hotel Rayz, Sengkaling, Kapal Garden dan lainnya. Khozin, sapaan akrabnya melanjutkan dengan menyebut perbuatan yang membuat orang dicintai oleh Allah sekaligus sesama manusia. Satu di antaranya yakni membiasakan sikap zuhud. Menurutnya, pemaknaan dan penafsiran zuhud terus mengalami perkembangan seiring zaman. Dulu zuhud ditafsirkan dengan sikap membenci dunia dan beralih ke aspek akhirat kemudian memutuskan hanya untuk memilih Tuhan. “Namun sekarang zuhud dipahami sebagai sikap yang memandang  dunia secara proporsional dan wajar,” tambahnya. Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah bisa dilihat dari berbagai sisi. Muhammadiyah bisa dilihat sebagai suatu ideologi atau nilai, gerakan, paham keagamaan, bahkan juga bisa dilihat sebagai organisasi. Jika dilihat sebagai suatu gerakan, Muhammadiyah telah mengembangkan banyak hal di beragam aspek seperti kesehatan, pendidikan, sosial serta ekonomi. “Dari situ lahirlah ribuan amal usaha yang tujuannya bukan hanya untuk upaya ekonomi tapi juga usaha untuk menebar kebajikan kepada sesama. Selain itu juga sebagai upaya untuk memberdayakan umat demi menciptakan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Maka dari itu, di Ramadan kali ini, marilah kita senantiasa melakukan kebajikan dan tak lupa menebar kebaikan kepada sesama,” ungkapnya. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa bulan puasa ini menjadi momen yang tepat untuk bermuhasabah diri. Dengan begitu, manusia bisa berusaha untuk berperilaku baik serta memiliki keberterimaan akan tugas yang diemban. Ramadan juga bisa menjadi momen untuk meningkatkan layanan diiringi dengan kebaikan seperti keramahan dan kesopanan kepada para klien di tiap-tiap unit usaha milik Kampus Putih. Menurut Fauzan, menahan lapar dan haus hanyalah sebuah ritual. Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah bagaimana kita mengeveluasi diri. Menghilangkan apa yang tidak baik sekaligus meningkatkan aspek-aspek yang sudah baik. “Untuk bisa menjalankan cara berpikir seperti itu, maka perlu adanya intropeksi dan muhasabah yang berkelanjutan,” tuturnya. Ia juga mendorong para pegawai yang ada di unit bisnis milik UMM untuk menjadi seorang yang membawa angin segar. Menyelesaikan masalah yang muncul di masyarakat. Bukan malah menjadi sumber masalah yang menyengsarakan umat. Hal serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM Drs. Wakidi. Menurutnya, bapa dan ibu pegawai yang ada di unit usaha Kampus Putih adalah ujung tombak dalam menyebarkan kebaikan dan dakwah. Adapun dakwah tidak melulu dengan ceramah, tapi juga menampakkan perilaku yang lebih santun, ramah, akrab serta baik kepada siapapun. “Dengan begitu, harapannya semakin banyak masyarakat yang tersentuh hatinya. Tidak hanya karena ceramah di masjid-masjid tapi juga dakwah teladan yang bapak dan ibu lakukan. Maka, saya mengajak untuk berdakwah melalui bidang yang sedang bapak ibu geluti,” pungkasnya. (wil)

Tim Futsal UMM Menangi Medali Perunggu se-Jatim

Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) merupakan kegiatan yang dinanti-nanti oleh para atlet tingkat mahasiswa. Oleh karenanya, gelaran Pomprov luring yang diselenggarakan oleh Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada tahun ini, disambut antusias oleh berbagai kalangan. Tak terkecuali oleh tim futsal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang pada babak akhir berhasil menyabet medali perunggu, akhir Maret lalu. Salah satu anggota tim, Dandy Ananda Satria, menceritakan bahwa untuk setiap perlombaan timnya telah melakukan persiapan yang cukup lama, kurang lebih selama satu tahun. Dalam waktu itu, para anggota tim melakukan latihan ketat yang telah diatur oleh pelatih. “Kami melakukan latihan selama satu tahun dengan durasi latihan tiga kali seminggu. Tidak hanya mempersiapkan diri untuk Pomprov, latihan ini juga kami persiapkan untuk kejuaraan lain seperti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang akan dilaksanakan di Kota Bandung bulan Mei mendatang,” ungkap mahasiswa jurusan Manajemen tersebut. Meskipun telah melakukan persiapan yang matang, Dandy sapaan akrabnya mengatakan bahwa banyak kendala yang terjadi selama perlombaan berlangsung. Beberapa hal yang paling memengaruhi performa tim adalah cedera dan akumulasi kartu kuning. Minimnya jumlah anggota juga membuat beberapa peran penting menjadi terganggu. “Ketika di fase 16 dan 8 besar, kami bermain tanpa kiper murni. Hal ini terjadi karena kedua kiper kami mengalami cedera serius di pertandingan sebelumnya. Hal itu membuat mereka tidak bisa melanjutkan pertandingan. Peran kiper akhirnya diambil alih oleh anggota yang berada di posisi lain,” ungkap mahasiswa asal Malang itu. Banyak orang yang pesimis bahwa futsal UMM dapat maju ke babak selanjutnya. Dandy mengatakan bahwa dari awal, tim futsal memang tidak diunggulkan untuk membawa pulang medali. Kendala yang terjadi juga menjadi tantangan yang berat bagi anggota tim. Meskipun begitu dengan semangat dan kerja keras, mereka dapat melangkah sampai ke semi final dan memperoleh medali perunggu. “Meskipun sedikit terseok, kami bangga karena bisa memenangkan pertandingan demi pertandingan dan mengamankan satu medali untuk kampus tercinta. Saya tentu berharap tim ini bisa semakin solid dan kuat sehingga kami bisa membawa pulang gelar juara di perlombaan-perlombaan selanjutnya,” pungkasnya mengakhiri. (syi/wil)