Salvy, Duta Lingkungan yang Jadi Wisudawan Berprestasi UMM

Menyelesaikan akademik menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan di fase perkuliahan. Namun bukan berarti menjadi penghalang untuk mencetak prestasi. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Salvania Salvy Prihanta, wisudawati Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia menjadi salah satu lulusan yang sukses berprestasi di berbagai ajang. Mulai dari Juara Putri Kampus 2020 hingga Duta Lingkungan Joko Roro 2021. Salvy, sapaan akrabnya bercerita bahwa sejak awal kuliah ia sudah tertarik dengan dunia Duta. Tetapi ia baru bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Putra Putri Kampus pada tahun 2020, diiringi dengan motivasi kuat melatih skill public speaking. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu keputusan penting yang membuatnya merasa lebih percaya diri. “Banyak hal positif yang saya dapatkan ketika masuk di kegiatan Putra Putri Kampus. Kepercayaan diri saya bertambah, begitupun dengan skill public speaking dan kemampuan bermanfaat lainnya,” imbuhnya. Lebih lanjut,  Salvy menjelaskan bahwa selama ia mendalami bidang Duta ini, banyak pelajaran yang menurutnya sangat berguna. Beberapa di antaranya yakni manajemen konflik, perasaan legowo, manajemen waktu, hingga kebersamaan. Semua itu membangunnya menjadi pribadi dengan kualitas diri yang baik. Terkait disiplin waktu, ia sangat mahir dalam membagi urusan akademik dan non akademik. Apalagi Salvy mengaku bahwa dirinya adalah orang yang memegang teguh komitmen untuk menyelesaikan sesuatu. Sehingga, prestasi tetap bisa diraih tanpa mengorbankan perkuliahan yang harus diselesaikan. Adapun tidak ada strategi khusus bagi Salvy untuk bisa menorehkan tinta emas. Meski begitu ada sederet kendala yang beberapa kali ia temui. Sebut saja sukarnya mengendalikan emosi dan tempramen. Begitupun juga dengan sikap egois yang muncul ketika berlomba. Namun, ia sanggup mengatasinya dan mampu menjadi wisudawan berprestasi. Perempuan asli Batu tersebut berharap ia bisa membangun platform di bidang self development yang membantu banyak orang untuk mengembangkan diri serta potensinya. Begitupun dengan usahanya untuk memberikan pengaruh kepada khalayak luas terkait tips-tips peningkatan kualitas diri. “Dengan adanya platform self development ini, saya ingin berkontribusi untuk mengurangi rasa kekhawatiran banyak orang terkait kualitas diri dan bisa mengembangkan,” pungkasnya. (syi/wil)

Kajian Tarhib Ajak Sivitas Akademika UMM Jadi Pribadi Berintegritas

Menyambut datangnya bulan suci, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tingkatkan spiritualitas melalui Kajian Tarhib Ramadan. Agenda yang dilaksanakan di Dome tersebut turut mengundang Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur periode 2010-2015 Prof. Dr. Thohir Luth, M.A. sebagai pemateri. Ia memberikan tausiyah kepada para karwayan dan dosen kampus Putih pada Sabtu (2/4) secara luring dengan protokol kesehatan ketat. Thohir, sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa dalam kitab-kitab klasik maupun kontemporer telah disebutkan nama-nama lain dari puasa serta tujuannya. Secara umum simpulan yang bisa diambil yakni menjadi seorang muttaqin sebagaimana yang tertera di surat Albaqarah ayat 183. Menurutnya, seorang muttaqin ialah mereka yang memiliki integritas yang mumpuni, baik secara pribadi maupun integritas sosial. “Muttaqin juga merupakan orang-orang yang memiliki kesholehan, baik secara individual serta sosial. Maka sebagai manusia, kita membutuhkan kekuatan yang dapat membantu dan menginspirasi. Satu di antaranya yakni kekuatan spiritual hablum minallah seperti berpuasa,” tambahnya. Lebih lanjut, Thohir menjelaskan, Imam Ghazali dalam kitabnya menyebutkan bahwa kata “shiyam” lebih berkaitan dengan menahan diri atas persoalan diri yang berhubungan dengan material. Sementara kata “shoum” yang hanya tertera di surat Maryam dimaknai pada menahan diri akan persoalan spiritual, yakni ingin serta selalu semakin dekat dengan Allah SWT. Thohir juga mengajak para dosen dan karyawan UMM untuk menyambur Ramadan dengan sebaik-baiknya. Hingga nantinya memunculkan kesan akhir untuk menjadi pribadi yang berintegritas. Lebih banyak menampakkan keteladanan dalam kehidupan kapanpun dan dimanapun kita berada. “Dalam sirah nabawiyah, kita dapat melihat bahwa suksesnya syiar Islam yang dibawa Rasulullah bukan karena banyaknya ucapan di atas mimbar. Namun lebih kepada keteladanan yang selalu ditampakkan hingga mampu mencairkan mereka untuk memeluk agama Islam. Ssekali lagi, semoga Ramadan kali ini bisa menjadikan kita manusia-mansuia yang beriman dan bertaqwa,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa bulan Ramadan selalu datang di setiap tahunnya. Namun, tidak semua orang dapat memenuhi datangnya bulan suci tersebut. Ada yang terhalang faktor usia dan kematian. Adapula alasan kedua yang lebih berbahaya yakni kurangnya sensivitas akan esensi Ramadan yang dimiliki. “Maka, kajian tarhib ini menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan rasa tersebut agar Ramadan kali ini dapat diisi dengan hal-hal baik dan bermanfaat,” tambahnya. Selama bulan puasa, para karyawan dan dosen Kampus Putih akan senantiasa diajak untuk mengidentifikasi diri melalui kegiatan yang bernuansa spiritual. Fauzan juga berpesan untuk menjalakan ibadah puasa yang sebenar-benarnya, bukan hanya menahan lapar dan haus semata. (wil)

Rayz UMM Hadirkan Makanan Khas Jogja di Iftar Ramadhan

Makanan-makanan dari kota Jogja terkenal akan kelezatan dan cita rasa unik yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya. Melalui program Ramadhan Feast, Sunshine Restoran hadirkan berbagai makanan khas dari Jogja untuk menemani waktu buka puasa masyarakat Malang. Bertempat di lantai satu hotel Rayz Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), suasana berbuka puasa akan terasa sangat sejuk dengan pemandangan kolam renang dan langit sore. Head Chef hotel Rayz UMM, Cucun Rusmana mengatakan bahwa program Ramadhan Feast ini akan menghadirkan 31 macam menu khas dari kota pelajar yang bisa dinikmati sepuasnya oleh para tamu. Pada acara Iftar Ramadhan itu pula Sunshine Restoran menetapkan tiga menu khas yang akan selalu ada setiap harinya. Ketiga menu tersebut adalah gudeg, mi letheg, dan soto lethok. Selain tiga menu utama itu, makanan lainnya akan senantiasa berganti setiap hari. “Pada Ramadhan tahun lalu, kami meghadirkan makanan-makanan khas Solo. Dari pengalaman tersebut, kami melihat bahwa animo masyarakat Malang cukup bagus akan makanan-makanan khas daerah Jawa Tengah. Oleh karenanya, kami mencoba untuk menghadirkan makanan khas Jawa Tengahan lagi dengan membawa makanan-makanan unik yang ada di Jogja,” ujar Rusmana. Senada dengan Rusmana, Manager Rayz Hotel UMM Yanuar Arifien menjelaskan bahwa Iftar Ramadhan ini akan berlangsung mulai dari tanggal 2 April sampai 1 Mei mendatang. Menu-menu khas Jogja tersebut dapat dinikmati para tamu dengan hanya merogoh kocek sebesar 120.000 per orangnya. “Dengan harga 120.000 para tamu bisa menikmati hidangan sepuasnya karena sistem kita adalah all you can eat. Kami juga punya penawaran khusus, untuk yang memesan paket buka puasa rombongan sepuluh orang, maka kami akan memberikan gratis paket makanan untuk satu orang. Selain penawaran tersebut kami juga akan membuka paket buka puasa dan sahur, lengkap dengan kamar mulai dari harga 650.000 rupiah,” jelas Rusmana. Tak hanya berbuka puasa, para tamu juga bisa menikmati pertunjukan live memasak yang akan di lakukan langsung oleh para koki Sunshine Restoran. Ada juga fasilitas amfiteater yang bisa dinikmati oleh pengunjung untuk menonton film. “Kami berharap dengan fasilitas yang kami berikan dan harga yang ramah di kantong, masyarakat Malang bisa menikmati masakan khas Jogja yang kami hadirkan. Untuk menutup rangkaian masakan Jawa Tengah ini, kami berencana tahun depan akan menghadirkan makanan khas dari kota Semarang,” pungkasnya. (syi/wil) Penulis: Syifa Dzahabiyyah | Editor: Hassanalwildan Ahmad Zain

Ketua Ombudsman RI Bekali Maba UMM Jadi Future Leader

Menjadi future leader di era disrupsi bukanlah perkara mudah. Berbagai bekal perlu segera dimiliki serta tantangan yang harus dihadapi. Hal tersebut disampaikan Ketua Ombudsman Republik Indonesia (RI), Mokhammad Najih, S.H., M.Hum., Ph.D. di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada penutupan Student Day, akhir Maret lalu. Najih, sapaan akrabnya melanjutkan tantangan pemimpin masa depan nyatanya bisa diprediksi.  Salah satunya digital leadership yang sudah akrab dengan kehidupan manusia. Teknologi informasi seakan sudah mnejadi bagian dari kehidupan yang tak terpisahkan. Mulai dari mengawali hari hingga tidur pada malam hari. Kepemimpinan negara kini juga sudha bergeser kepada pemimpin muda yang potensial. Sebut saja Kim Jong Un yang sudah memimpin Korea Utara sejak usia 24 tahun. Adapula Perdana Menteri Estonia Juri Ratas dan Perdana Menteri Belgia Charles Michel yang sama-sama berusia usia 38 tahun dan sederet pemimpin negara lainnya. “Maka dalam menghadapi tantangan dan tuntutan zaman digital, pemuda harus memiliki beragam karakter. Di antaranya harus ebrsikap inklusif dan berani untuk berinovasi. Para pemuda juga harus memiliki digital mindset yang memanfaatkan teknologi sebagai upaya efektivitas dan efisiensi. Tidak ketinggalan pula kedekatan dengan para masyarakat serta cepat beradaptasi serta responsif akan perubahan,” tegasnya. Pria kelahiran Lamongan itu juga memberikan solusi agar mahasiswa siap menghadapi era yang cepat berubah dan dinamis. Menurutnya, membangun dan memperbanyak komunikasi dengan teman dan komunitas adalah salah satunya. Begitupun dengan belajar sungguh-sungguh serta mendapatkan kesibukan yang memberikan manfaat. Terakhir, yakni menciptakan atau mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan hobi dan keahlian. “Saudara-saudara juga bisa menggunakan rumus 5C dalma mengembangkan diri. Critical thinking, communication, collaboration, creative dan character ada limia hal yang harus selalu dikemabngkan dan diperbaharui. Saya yakin, mahasiswa Kampus Putih UMM ini dapat menjadi pemeran utama dalam memajukan Indonesia di masa depan,” tuturnya. Sementara itu, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa Kampus Putih membekali mahasiswa dua hal dalam rangka mengantarkan menuju gerbang kesuksesan. Tidak hanya bekal akademis yang akan didapat di perkuliahan, tapi juga bekal leadership yang akna berguna ketika mahasiwa kembali ke masyarakat. “Kepemimpinan tidak harus dimaknai secara formal saja, tapi kepemimpinan juga bisa muncul secara informal,” ungkap Fauzan. Menurutnya, beberapa ciri seorang pemimpin itu adalah memiliki jiwa kompetitif, sportif serta tida mudah berpuas diri. Beruntung, mahasiswa UMM akan diberi dan distimulasi untuk meningkatkan hal-hal tersebut seiring berjalannya perkuliahan. Salah satuya melalui Student Day yang menjadi agenda tahunan kampus.  Meski secara formal Student Day UMM sudah ditutup, namun secara substansiail agenda ini masih terus berlanjut. Ia berharap mahasiswa dapat menorehkan prestasi membangakan. Apalagi Kampus Putih selalu menghargai semua capaian mahasiswa. Baik berupa penghargaan kademis maupun finanasial. “maka, kami mendorong saudara untuk menjadi orang berguna yang memberikan manfaat sebagaimana smeboyan yang sering kita gaungkan, Dari Muhammadiyah untuk Bangsa,” pungkasnya. (wil)

Aussie Banget Corner UMM Terima Kunjungan Konjen Australia

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendorong sivitas akademikanya untuk turut merasakan atmosfer internasional di kampus. Salah satunya melalui kehadiran pojok-pojok internasional sepert Aussie Banget Corner (ABC), American Corner, hingga China Corner. Kamis lalu (31/3) Kampus Putih kedatangan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia Fiona Hoggart. Ia juga sempat mengunjungi ABC yang sudah ada di UMM sejak lama sebagai salah satu tempat untuk mengenal Australia. Fiona, sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa ia merasa senang bisa berkunjung dan bercengkerama dengan sivitas akademika UMM. Menurutnya, ABC menjadi salah satu tempat strategis yang bisa dikunjungi oleh mahasiswa untuk lebih mengetahui negara Australia. Ia juga menilai bahwa akan ada banyak kolaborasi yang mungkin bisa dilakukan, baik dengan Kampus Putih maupun dengan pihak Indonesia lainnya. “Di samping itu saya juga berharap dapat menjalin kerja sama mendalam dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia, khususnya Jawa Timur,” tuturnya saat hadir di Rayz Hotel UMM. Fiona juga siap bekerjasama secara riil dan mencarikan mitra Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) internasional untuk pengembangan Center of Excellence UMM. Salah satu yang sedang berjalan yakni penelitian pengembangan pakan sapi perah di daerah Ngantang. Sementara itu, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menuturkan bahwa kunjungan tersebut merupakan hal yang strategis. Ia ebrharap, akan ada sederet aktivitas yang bisa ditindaklanjuti dengan agenda nyata dan terukur. Apalagi melihat potensi perguruan tinggi di kedua negara yang tidak perlu lagi diragukan. Fauzan yakin, akan ada banyak hal yang bisa dilakukan bersama-sama. Ia menilai, kerjasama yang terjalin akan mendorong capaian kemajuan dan target perguruan tinggi di masing-masing negara. Begitupun dengan meningkatnya kecepatan akan terwujudnya internasionalisasi di tiap universitas. “Sekali lagi terimakasih dan selamat menikmati indahnya Kota Malang. Semoga pertemuan ini senantiasa dapat memberikan kebaikan dan manfaat. Utamanya dalam mengupayakan nilai positif bagi dunia pendidikan,” tegasnya. Sebelumnya, UMM juga telah bekerjasama dengan Konjen Australia dalam penelitian pengembangan pabrik pakan sapi. Disampaikan sekretaris Internastional Relatin Office (IRO) UMM Dr. Ir. Listiari, MP. bahwa salah satu perusahaan Australia berencana membuka pabrik pakan ternak di Jatim. Kemudian, UMM menjadi tempat kunjungan untuk berdiskusi dan meneliti. “Apalagi mereka menilai bahwa tetes tebu Indonesia yang menjadi salah satu bahan baku adalah salah satu yang terbaik,” tambahnya. Lebih lanjut, Listiari juga menilai bahwa hal ini bisa menjadi peluang mahasiswa untuk magang. Utamanya dalam rangka menjalankan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digalakkan oleh pemerintah. Dengan begitu, kesempatan semakin banyak dan para mahasiswa bisa merasakan sensasi bekerja di perusahaan asing. (wil)

UTBK FK-Farmasi UMM Diikuti Calon Mahasiswa dengan Antusias

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan gelombang pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk menjaring mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (FK) dan Farmasi. Seleksi mahasiswa baru yang diadakan di kampus tiga tersebut diikuti para calon mahasiswa baru Kampus Putih dengan antusias. Adapun pelaksanaannya dimulai sejak 31 Maret hingga 2 April mendatang. Kepala UPT Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Nurudin menjelaskan bahwa para peserta yang mengikuti proses seleksi tersebut berasal dari seluruh daerah yang ada di Indonesia. Sebanyak 20 ruangan disiapkan untuk pelaksanaan ujian tersebut. Kampus Putih juga memberlakukan protokol kesehatan yang ketat mengingat pandemi Covid-19 yang belum berakhir. “Untuk menjaga protokol kesehatan, kami membatasi jumlah peserta di masing-masing ruangan. Kami juga melakukan pengecekan suhu berulang mulai dari pintu utama sampai ketika masuk ke ruangan UTBK. Selain pengecekan suhu, kami juga memberikan handsanitizer dan masker kepada para calon mahasiswa,” ungkap dosen jurusan Ilmu Komunikasi tersebut. Lebih lanjut, Nurudin mengatakan bahwa proses pembatasan ketat tidak hanya berlaku di bidang kesehatan tetapi juga keamanan ujian. Ada beberapa hal yang dilakukan Kampus Putih dalam mengantisipasi adanya joki maupun kecurangan-kecurangan lainnya. Pertama, dalam ujian kali ini pihak panitia melakukan pemeriksaan menyeluruh menggunakan metal detector. “Pemeriksaan ini berguna untuk menjaring alat-alat elekronik berukuran mini yang mungkin dibawa peserta. Selain itu, pemberian soal ujian kepada peserta akan dilakukan secara acak. Hal ini dilakukan agar para peserta tidak dapat melakukan kerja sama satu sama lain. Terakhir, kami juga meminta bantuan kepada pihak berwajib yang dalam hal ini adalah polisi untuk mencegah kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” kata Nurudin. Terakhir, Nurudin berharap proses penyaringan mahasiswa baru ini dapat berjalan dengan lancar. Dengan begitu dapat melahirkan mahasiswa-mahasiswa yang mumpuni di bidang kedokteran dan farmasi. “Kami tentu ingin mahasiswa-mahasiswa baru yang terpilih nantinya merupakan bibit-bibit unggul yang sudah tersaring dengan ketat. Kami juga berahrap mereka mampu menjalani proses perkuliahan dengan baik dan dapat mengaplikasikan program UMM PASTI di masa depan,” ujar Nurudin mengakhiri. Di lain sisi, salah satu peserta, Zara Nisa mengatakan bahwa ujian yang baru saja ia ikuti terus menerapkan protokol kesehatan. Pengecekan suhu, pemberian handsanitizer, serta pemeriksaan menggunakan metal detector dilakukan secara berulang. “Tes UTBK di UMM berjalan dengan sangat ketat. Jujur saya merasa tegang dengan hasil yang akan keluar nanti. Saya merasa soal yang diberikan tadi lumayan sulit. Meskipun begitu saya berharap dapat memperoleh hasil yang maksimal serta menjadi salah satu bagian keluarga besar UMM,” tandasnya. (syi/wil)

Vokasi UMM-Pemkab Malang Buka Peluang Kerja Lulusan SMK ke Jepang

Universitas Muhammadiyah malang (UMM) senantiasa berupaya melebarkan dan menebarkan manfaatnya. Terbaru, Kampus Putih bersama Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk mendukung para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mendapatkan peluang kerja, baik dalam negeri maupun mancanegara. Utamanya kesempatan kerja yang terbuka di Jepang. Hadir dalam pertemuan yang dilaksanakan pada Senin (14/3) itu Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, S.H., M.H., dan Wakil Rektor IV UMM Dr. Sidik Sunaryo, SH. M.Si. M.Hum. Begitupula dengan Direktur Pendidikan Vokasi UMM Dr. Tulus Winarsunu, M.Si. serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang Ani Saulina. Tulus menjelaskan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk bekerja sama dalam membuka peluang kerja seluas-luasnya untuk lulusan SMK. Apalagi Vokasi UMM juga telah memiliki kerja sama luar negeri dengan sederet negara. Dengan begitu, pihaknya bisa memfasilitasi lulusan-lulusan yang berpotensi untuk mendapatkan tempat terbaik. Lebih lanjut, Tulus juga menyebutkan beberapa bidang kerja dan karir yang bisa memungkinkan untuk diberangkatkan. Di antaranya produksi makanan dan minuman, kaigo, pertanian, building cleaning, serta perikanan dan budidaya. “Kami tentu berharap pertemuan ini bisa menghasilkan manfaat yang luar biasa. Mampu mendorong para lulusan SMK untuk bermimpi tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang layak,” tegasnya. Dalam program tersebut, para lulusan SMK yang akan berkarir di Jepang diharuskan untuk memenuhi persyaratan umum. Mereka juga akan diberi training selama satu tahun di asrama Vokasi UMM yang mencakup pendidikan Bahasa Jepang dan kompetensi kerja. Saat ini, ada puluhan peserta yang sudah bergabung dalam program tersebut. Beberapa siswa SMK dari Malang maupun luar Malang juga sudah bergabung seperti SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Akper Krida Husada Kudus, SMA PGRI 2 Jombang, dan lainnya. Sementara itu, Wakil Bupati Didik berharap para SMK yang kini duduk di bangku kelas XII dapat dipersiapkan dalam rangka menghadapi lapangan kerja. Pun dengan peluang pemberangkatan untuk berkarir di Negeri Sakura. Kerjasama ini juga diharapkan bisa meningkatkan jumlah pekerja dan menekan angka pengangguran. “Ini menjadi program yang luar biasa karena kita yakin adik-adik SMK sudah siap dengan beragam skill dan kebutuhan yang ada di industri. Kemudian dihubungkan dan difasilitasi dengan baik oleh UMM untuk bisa bekerja dan berkarir di luar negeri. Apalagi Kampus Putih ini sudah memiliki kredibilitas yang tidak perlu diragukan karena beragam kerjasama internasional sudah dilakukan dengan pihak-pihak yang strategis,” tuturnya. Didik menambahkan bahwa Pemkab Malang memiliki peran penting memberikan arahan kepada para siswa SMK untuk memanfaatkan semua peluang. Dengan demikian angka pengangguran bisa turut serta berkurang. Pertemuan antara Pemkab dan UMM ini diyakini dapat memberikan manfaat dan hasil yang baik. ”Percepatan program ini tentu akan kita dorong dan fasilitasi. Sebelumnya, Vokasi UMM juga sudah lama menjalankan program ini dengan mengirimkankan alumni-alumni perguruan tinggi. Khusus untuk tingkat SMK, secara formal hari ini kita mulai dengan mempertemukan Cabang Dinas Pendidikan SMK Provinsi Jawa Timur dengan pihak UMM. Nanti juga akan ada keterlibatan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang untuk membantu melakukan pengawasan akan keberlangsungannya,” tuturnya. (*/wil)

Mahasiswa UMM Ini Sukses Raih Emas di Pomprov 2022

Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Timur telah berlangsung. Usaha dan kreativitas telah dikerahkan para peserta demi meraih prestasi tertinggi. Hal serupa juga dilakukan oleh Zeriflita Aura Rinjani, mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia berhasil meraih emas pertama bagi UMM di Pomprov Jatim 2022 di cabang olahraga (cabor) Panjat Tebing, kategori Lead Putri. Adapun kejuaraan cabor ini berlangsung pada Kamis (24/3) lalu. Orin, sapaan akrabnya bercerita bahwa ia tidak menyangka bisa meraih emas. Terlebih ia menjadi atlet pertama Kampus Putih yang sukses membukukan emas. Dalam persiapannya, latihan ekstra secara rutin terus ia lakukan. Baik itu latihan di papan wall maupun penguatan fisik. Usai latihan, ia juga tidak lupa untuk melakukan relaksasi guna merilekskan otot dan emosi. “Mengingat latihan dilakukan 4-5 kali dalam seminggu, metode relaksasi yang biasa saya gunakan antara lain berenang dan PNF (Propioceptive Neuromuscular Facilitation). Kadang saya juga melakukan kontraksi-relaksasi sebagai salah satu bentuk latihan kelentukan dengan peregangan,” jelasnya. Orin kembali bercerita bahwa ia sudah dikenalkan olahraga panjat tebing sejak Sekolah Dasar (SD). Tidak heran, karena kedua orang tuanya merupakan atlet panjat tebing. Bahkan ayahnya adalah alumni UMM yang juga menekuni panjat tebing sejak muda. Meski begitu, ia mulai serius beraltih panjat tebing sejak menginjak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat itu ia melihat ada kerabat satu keluarga yang sukses mendapatkan beragam juara panjat tebing. “Sejak saat itulah saya mati-matian berlatih untuk meraih juara. Apalagi ada ayah dan ibu yang juga mantan atlet panjat tebing. Alhamdulillah berbuah manis dengan sederet piala yang saya dapat. Sebelum Pomprov ini, saya juga sempat meraih juara nasional di Riau sebagai perwakilan dari UMM,” tuturnya. Mahassiwa asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan ini kembali menjelaskan bahwa ada kendala yang sempat dialami selama persiapan dan perlombaan. Salah satunya yakni cedera bahu ringan yang sempat ia derita. Tetapi ia bersyukur cederanya bisa cepat pulih dan fit kembali. “Cuaca juga mungkin jadi kendala, ya. Seringnya turun hujan dan lokasi papan UMM yang di luar membuat saya cukup kesulitan untuk berlatih. Namun alhamdulillah bisa berlatih di tempat lain dengan dukungan penuh kampus,” ujarnya Mahasiswi kelahiran Riau ini berharap dengan adanya prestasi medali emas Pomprov ini bisa memberikan kebanggan tersendiri bagi orang tua. Ia juga sudah mulai menata jadwalnya sehingga latihan dan urusan perkuliahan bisa seimbang. “Tentu saya tidak akan berhenti sampai di sini saja. Ada target-target yang sudah saya tentukan dan semoga bisa kesampaian,” pungkasnya. (haq/wil)

UMM Sukses Jadi Tuan Rumah Penutupan Pomprov 2022

Keseruan persaingan Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) 2022 resmi ditutup pada Rabu (30/3) lalu. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang ditunjuk menjadi tuan rumah penutupan ajang tersebut sukses menutup dengan apik. Beragam pertunjukan dan kebolehan ditampilkan dalam rangka memeriahkan agenda tersebut. Adapun Pomprov 2022 ini diikuti lebih dari 100 kampus yang berada di wilayah Jawa Timur. Tiap kampus mengirim atlet-atletnya untuk bersaing dan mendapatkan medali. Total, ada lebih dari 3.000 mahasiswa yang turut serta dan terjun dalam 14 cabang olahraga (cabor) di ajang Pomprov tahun ini. Menutup Pomprov 2022, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim, Pulung Chausar, S.STP., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan keolahragaan Jawa Timur sempat terhenti karena adanya pandemi. Maka ia sangat mengapresiasi ajang Pomprov 2022 ini. Menurutnya kompetisi ini menjadi salah satu upaya untuk menggelorakan aktivitas keolahragaan di kalangan pemuda dan mahasiswa. “Kami tentu sangat berterimakasih kepada Bapomi dan universitas yang sudah memeriahkan ajang terbaik dalam membina atlet untuk meraih prestasi di masa depan,” tambahnya. Pulung, sapaan akrabnya juga memberi selamat kepada para atlet serta perguruan tinggi yang berhasil meraih medali dan juara. Ia berpesan untuk tidak cepat puas dan terus meningkatkan aspek yang kurang dan prestasi yang sudah diraih. Begitupun dengan perguruan tinggi yang belum merasakan kemenangan untuk terus memperbaiki pembinaan agar menghasilkan atlet yang bagus. “Meski begitu, adik-adik mahasiswa jangan sampai lupa akan tugas utama yang harus diemban yakni belajar dan menyelesaikan studinya. Semoga kesuksesan dalam penyelenggaraan dan raihan Pomprov ini dapat berlanjut di event Pekan Olahraga Mahassiwa Nasional (Pomnas) nanti,” pungkasnya. Di sisi lain, Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, ST. MT. mengapresiasi kerja keras panitia dari tujuh perguruan tinggi yang menjadi tuan rumah. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat memotivasi para mahasiswa untuk terus berusaha menorehkan prestasi. Meksi jalan terjal harus dilalui, namun harapan untuk juara akan selalu ada bagi para mahasiswa yang bekerja keras. “Ini tentu menjadi tugas kita untuk mengantarkan mahasiswa ke jalan yang cerah. Meraih prestasi demi prestasu dan dapat diakuai serta dihargai oleh negara,” tuturnya. Sementara itu, Ketua Umum Badan Pembina Olahraga Mahasiswa (Bapomi) Dr. Muarifin, M.Pd. bersyukur karena sebagian besar perguruan tinggi yang ada di Jatim turut serta dalam event ini. Muarifin menilai ada dua tujuan yang ingin dicapai dengan menyelenggarakan acara seperti ini. Pertama, yakni sebagai wadah bagi mahasiswa untuk bergerak dan mengasah potensi. Apalagi aktivitas olahraga sempat terhenti cukup lama berkat pandemi. “Kedua, yakni sebagai tempat untuk mempersiapkan diri menyongsong Pomnas 2022 yang akan dilangsungkan di Sumatera Barat nanti. Semoga kita mampu meraih hasil maksimal di ajang olahraga mahasiswa tersebut,” harapnya. Rencananya, agenda Pomprov akan dilaksanakan secara rutin dalam rentang waktu dua tahun sekali. Saat ini, ada tiga kandidat utama yang akan ditunjuk menjadi tuan rumah pada gelaran Pomprov selanjutnya. Ketiganya adalah Kediri, Surabaya dan Jember. Pada penutupan tersebut, diumumkan pula lima besar perguruan tinggi yang berhasil menduduki ranking teratas. Dimulai dari urutan kelima, secara berurutan UPN Veteran Jatim, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Negeri Malang. (wil)

Dubes Turki Soroti Tantangan Dunia di Wisuda UMM

Dari tahun ke tahun dunia menghadapi berbagai tantangan besar mulai dari isu kekerasan, lingkungan, sampai ke masalah kesehatan. Untuk menghadapi tantangan – tantangan tersebut perlu adanya kolaborasi antar negara. Begitulah sambutan pembuka acara wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang disampaikan oleh H.E. Mrs Askin Asan Duta Besar (Dubes) Turki untuk Indonesia. Gelaran tersebut diadakan secara luring di Dome UMM pada Selasa (29/3) lalu. Asan sapaan akrabnya menjelaskan bahwa ada beberapa tantangan yang sedang dihadapi oleh dunia. Pertama adalah isu kesehatan, khususnya pandemi covid-19 yang tengah melanda dunia beberapa tahun terakhir. Pandemi ini telah menjangkit 175 juta orang di seluruh dunia dan mengakibatkan kematian sebanyak 3,5 juta orang. Untuk menangani masalah, tersebut perlu adanya distribusi vaksin yang cepat di masyarakat. “Oleh karenanya, akan sangat baik jika negara-negara melakukan kolaborasi dalam pengembangan vaksin untuk mengatasi pandemi. Tantangan yang kedua adalah isu kekerasan dan perang yang kerap terjadi beberapa tahun terakhir. Selama tahun 2021, telah tercatat delapan perang yang terjadi di seluruh penjuru dunia. Jumlah orang yang dievakuasi juga meningkat selama empat tahun terakhir. Total ada 82,4 juta orang yang mengungsi hingga akhir tahun 2020,” ungkap Asan. Asan melanjutkan, tantangan lain yang dihadapi dunia adalah perubahan iklim yang ekstrem. Untuk mengatasi masalah iklim tersebut, beberapa negara telah beralih ke teknologi terbaru yang lebih ramah lingkungan. Turki dan Indonesia sama-sama sedang melakukan pengembangan mobil listrik. Dengan sumber energi yang melimpah di Indonesia dan teknologi yang dimiliki Turki, maka pengembangan energi terbarukan akan melalui proses yang semakin cepat. “Dalam menghadapi tantangan ke depan, tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu perlu adanya kolaborasi antar negara. Kolaborasi ini tak hanya membuat sebuah negara menjadi mandiri dan kuat, tetapi juga dapat membatu negara lain yang sedang dalam kesusahan. Dan para wisudawan diharapkan menjadi generasi penerus yang mampu mewujudkan kolaborasi dan menghadapi tantangan dunia,” Ujar Asan mengakhiri. Senada dengan Asan, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd., mengatakan bahwa selain diajarkan masalah akademik, para wisudawan juga telah diberi kompetensi leadership. Kompetensi ini berguna untuk membentuk sebuah kemampuan problem solving. Untuk itu dalam menghadapi tantangan dunia para wisudawan harus memiliki jiwa percaya diri, tangguh, memiliki integritas yang kuat, serta berbakti pada kedua orang tua. “Kehadiran saudara-saudara di tengah masyarakat berguna untuk mengatasi masalah. Bukan malah sebaliknya, memberikan masalah bagi masyarakat. Oleh karenanya, jangan menjadi orang yang biasa-biasa saja. Jadilah percikan mutiara yang mampu mengubah Indonesia ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang,” tandasnya mengakhiri. (syi/wil)