RBC UMM Ajari Siswa Menyusun Karya Tulis dan Bahasa Inggris

Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute A Malik Fadjar kembali berkunjung ke salah satu sekolah yang ada di Malang Raya pada Kamis (17/3). Kali ini, tim RBC bersama dengan Mobil Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) datang ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al Izzah Batu. Pada kesempatan itu mereka mengenalkan kepada siswa terkait kepenulisan, keterampilan menyusun karya tulis serta mengasah kemampuan bahasa Inggris. Aldi Bintang, salah satu pemateri kepenulisan mendorong pelajar untuk menemukan minat dan bakatnya. Setelah sudah mantap, mereka bisa mengembangkannya dengan berlatih atau bergabung ke komunitas yang mendukung passion mereka. Salah satu yang bisa ditingkatkan adalah dengan menumbuhkan minat karya tulis sedari dini. “Menuangkan gagasan dan ide melalui tulisan adalah hal yang menyenangkan. Dengan karya tulis yang kita buat, banyak hal yang sebelumnya mungkin ktia tidak tahu. Setelah menulis, kita akhirnya bisa mengetahui hal-hal menarik,” tambahnya. Aldi, panggilan akrabnya juga menilai bahwa menulis memiliki manfaat bagus bagi kemampuan berbahasa. Tulisan yang dibuat juga sangat berarti bagi pembaca karena dapat menambah inspirasi dan motivasi. Apalagi jika karya yang disusun memiliki nilai lebih dan mampu memberikan manfaat ke sesama. Selain materi kepenulisan, RBC UMM juga mengajak para pelajar untuk bermain game dalam Bahasa Inggris. Para pelajar dikenalkan dengan istilah-istilah menarik dan deskripsi berbagai alat. Rochmatika Nur Annisa yang memimpin permainan mengatakan bahwa game yang diberikan dapat mengasah kemampuan pelajar. Utamanya dalam menyerap bahasa negara lain, salah satunya bahasa Inggris. Menurutnya, bahasa Inggris menjadi aspek yang harus dikuasai pelajar untuk menghadapi tantangan masa depan. Tidak dapat dipungkiri, komunikasi dengan negara luar akan semakin meningkat dengan cepatnya arus informasi. Maka, kemampuan berbahasa harus segera dimiliki dan dimanfaatkan dengan baik. Lebih lanjut, Annisa juga mengajak para peserta untuk turut serta datang ke mobil KaCa. Para pelajar yang berjumlah lebih dari seratus terlihat antusias dengan mengambil beragam buku yang disediakan. Beberapa juga tertarik melihat tayangan-tayangan edukatif yang Mobil KaCa UMM sediakan. “Semoga dua materi dan buku-buku yang kami sediakan dapat menumbuhkan semnagat belajar para pelajar serta membaca. Dengan begitu, mereka bisa mengembangkan potensi dan mampu menjadi pemimpin yang baik di masa depan,” pungkasnya. (*/wil)
Ana, Mawapres UMM yang Jadi Wisudawan Terbaik

Raih puluhan prestasi selama masa perkuliahan, Ana Fauzia, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil dikukuhkan menjadi wisudawan terbaik. Keaktifannya untuk ikut serta dalam berbagai kejuaraan tidak membuatnya hilang fokus untuk melakukan kewajibannya berkuliah. Bahkan ia juga sempat diganjar menjadi mahasiswa berprestasi (Mawapres) Kampus Putih. Adapun gelaran wisuda UMM yang ke-103 tersebut berlangsung secara luring di Dome UMM dan daring melalui live Youtube pada Selasa (28/3). Ana, sapaan akrabnya bercerita bahwa ia telah sering mengikuti perlombaan sejak Sekolah Dasar (SD). Kebiasaannya tersebut terus ia lakukan sampai menginjak bangku perkuliahan. Alih-alih membiasakan diri sebagai Mahasiswa Baru (Maba), Ana langsung mengikuti perlombaan tingkat nasional dua bulan setelah diterima menjadi mahasiswa Kampus Putih. “Mungkin karena sudah terbiasa dengan berbagai kompetisi, makanya saya langsung mencari perlombaan apa yang bisa saya ikuti meskipun masih berstatus maba. Prestasi pertama yang saya dapatkan di perkuliahan adalah juara tiga lomba debat nasional yang diadakan oleh Universitas Hasanuddin tahun 2018. Sejak memenangkan kejuaraan tersebut, saya terus mengikuti lomba-lomba lainnya, utamanya di bidang kepenulisan dan public speaking,” jelas anak kedua dari tiga bersaudara tersebut. Selama mengikuti berbagai perlombaan, Ana mengaku ada satu lomba yang menurutnya sangat sulit. Baik itu dari aspek persiapan hingga saat kompetisi berlangsung. Lomba tersebut ialah Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. “Lomba-lomba yang biasa saya ikuti ada di bidang yang saya sukai. Jadi saya tidak merasa berat ketika menjalani proses perkuliahan dan persiapan lomba. Namun untuk Pilmapres tantangannya sangat besar. Tidak hanya bersaing dengan mahasiswa berprestasi di universitas swasta, saya juga harus berkompetisi dengan mahasiswa berprestasi di universitas negeri. Alhamdulillah saya dapat meraih peringkat ke-7 dalam perlombaan tersebut,” ungkap mahasiswa Fakultas Hukum itu. Ada satu hal yang terus memacu Ana untuk memenangkan perlombaan dan meraih juara. Ia berkata bahwa beberapa orang sering meremehkan mahasiswa yang berasal dari universitas swasta. Menurut mereka, mahasiswa swasta tidak lebih baik daripada mahasiswa yang berasal dari kampus negeri. “Saya berusaha sekuat tenaga untuk mematahkan anggapan tersebut. Dari mana pun seseorang berasal, ia punya hak untuk sukses dan meraih prestasi,” kata Ana. Terkait cara menyeimbangkan sisi akademik dan non-akademik, Ana mengatakan tidak terlalu kewalahan mengatur waktu. Proses perkuliahan yang berlangsung secara online membuatnya fleksibel dalam mengatur persiapan lomba maupun tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. “Dari pihak kampus juga sangat mendukung dan menghargai mahasiswa yang akan berlomba. Beberapa dukungan yang di lakukan kampus yaitu, keringanan dispensasi kuliah, memberi uang transport saat akan berlomba, sampai ke pemberian hadiah jika berhasil memenangkan lomba. Apresiasi yang dilakukan oleh kampus membuat saya lebih bersemangat untuk bersaing,” ujar Ana. Meskipun tidak ada kendala dalam mengatur waktu, namun hari-hari buruk juga pernah menghampiri Ana di masa perkuliahannya. Untuk mengatasi hal tersebut Ana selalu melakukan evaluasi kerja. Evaluasi ini berguna agar Ana maupun tim tidak mengalami masalah yang sama di kemudian hari. “Ada satu peribahasa yang saya suka yaitu, semakin tinggi pohon maka semakin kencang angin yang menerpanya. Hal itu juga bermakna bahwa untuk menjadi orang yang besar maka semakin banyak pula cobaan yang akan ia hadapi. Jadi saya menganggap kendala apa pun yang sedang menimpa saya adalah proses untuk menjadi orang yang lebih baik lagi,” pungkasnya mengakhiri. (syi/wil)
KESI UMM Sediakan 30 Course Gratis bagi Siswa Indonesia

Dalam rangka membekali para siswa dengan kemampuan ekstra, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sediakan program Kompetensi Ekstra Siswa Indonesia (KESI). Program khusus yang diberikan secara gratis ini diperuntukkan untuk siswa-siswi kelas XII se-Indonesia yang ingin menambah skill baru. Adapun pendaftaran masih dibuka hingga pelaksanaan pada bulan April mendatang. Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM Nurudin menuturkan bahwa program ini menjadi sebuah upaya Kampus Putih untuk membekali para pemuda dengan skill yang sesuai dengan passion dan minat, khususnya kalangan pelajar. Menurutnya, tidak banyak sekolah yang memberikan pendidikan ekstra semacam ini, maka UMM hadir untuk menyediakannya. “Kegiatan ini juga menjadi komitmen Kampus Putih dalam menerapkan merdeka belajar, tidak hanya di jenjang perkulihan tapi juga sekolah. Menyediakan beragam course yang sesuai dengan minat bakat peserta. Apalagi di era seperti sekarang ini, institusi pendidikan dituntut menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu beradaptasi dengan dunia yang serba digital,” ungkapnya. Ada lebih dari 30 course yang bisa dipilih oleh pelajar sesuai dengan apa yang mereka sukai. Mulai dari coding arduino dan robotika, pelatihan pasar modal, botanipreneurship, konten kreatorpendidikan dan dakwah. Adapula digital public speaking, Membatik Shibori, 3D modelling dan course menarik lainnya. Para peserta juga mendapat banyak keuntungan jika mendaftar KESI yakni mendapatkan sertifikat kompetensi, bantuan kuota internet senilai 100 ribu rupiah per siswa yang ditransfer langsung ke rekening bank siswa, potongan biaya pendaftaran 100 ribu rupiah jika mendaftar sebagai mahasiswa baru UMM, dan kemudahan-kemudahan lain. “Selain memberikan materi ekstra, program ini juga menjadi sarana mengenalkan sistem pendidikan tinggi kepada siswa kelas III SMA. Adapun aktivitas ini nantinya diadakan secara luring di Kampus UMM serta daring melalui Learning Management System (LMS) UMM,” tambah Dosen Ilmu Komunikasi tersebut. KESI yang merupakan program unggulan UMM telah menyediakan materi khusus yangmencakup hard skill dan soft skill bagi siswa. Akan ada instruktur dari dunia usaha-dunia industri (DUDI) yang akan didapuk untuk mengisi course. Dengan begitu, para siswa juga dapat mengetahui dan mengenal bagaimana kegiatan dunia industri. Lebih lanjut, program tersebut akan dilangsungkan dengan metode tutorial, praktek dan pemberian proyek kepada para siswa peserta. Ada total empat pertemuan yang terdiri dari dua pertemuan tutorial, satu kali penugasan atau proyek dan satu pertemuan evaluasi. Aktivitas terobosan ini diharapkan mampu menambah pengetahuan dan pengalaman siswa. Tidak hanya mengenai dunia kampus saja, tapi juga bagaimana dunia kerja berlangsung. Program ini juga menjadi salah satu usaha UMM dalam merespons tren kebutuhan generasi di masa kini. Utamanya dalam memberikan wawasan lapang mendasar di berbagai bidang. “Pendaftaran program ini tidak dipungut biaya sama sekali atau gratis. Silakan para siswa memanfaatkan kesempatan terbatas ini untuk menambah kompetensi ekstra. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran online bisa diakses melalui alamat kesi.umm.ac.id,” pungkasnya menerangkan. (wil)
UMM Sukses Jadi Tuan Rumah Pomprov Taekwondo

Dalam rangka menemukan bakat dan ppotensi terbaik mahasiswa, Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) selenggarakan Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) se-Jawa Timur (Jatim). Beragam cabang olahraga dilombakan, salah satunya Taekwondo yang dilangsungkan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Minggu (20/3) lalu. berbagai universitas turut meramaikan dan saling bersaing mendapatkan juara. Ketua pelaksana Pomprov 2022 Imam Hariyadi menuturkan bahwa salah satu tujuan agenda ini adalah untuk menggelorakan semangat olahraga. Utamanya di kalangan perguruan tinggi yang sempat lesu karena adanya pandemi Covid-19. Selain itu juga sebagai rangkaian menuju Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) yang akan dilaksanakan di Sumatera Barat (Sumbar) beberapa bulan ke depan. “Dari kompetisi Pomprov ini kan kita juga bsia melihat potensi-potensi baru dari mahasiswa. Sehinga bisa mendapatkan bibit-bibit pemenang yang akan berlaga di tingkat nasional nanti,” tambahnya. Meski begitu, para juara dalam gelaran ini tidak otomatis menjadi wakil Jatim di Pomnas. Menurut Imam, akan ada seleksi dan pantauan lebih lanjut. Para juara akan dipanggil dan akan bersaing untuk mendapatkan kursi di Pomnas. Tidak hanya antar juara di Pomporv saja, tapi juga ada beberapa nama yang sudah mengikuti Puslatda. “Jadi di lomba ini, para atlet dari Puslatda tidak diperbolehkan untuk turut serta. Nah, nanti saat seleksi wakil Jatim, mereka baru boleh ikut bersaing,” tutur Imam. Di sisi lain, Wakil Rektor III UMM Nur Subeki mengatakan bahwa ia mengapresiasi atas dipilihnya UMM untuk menjadi tuan rumah dua cabang olahraga. Di antaranya cabang Taekwondo dan Pencak Silat. Adapun tuan rumah gelaran Pomporv yakni kampus yang ada di Malang Raya. Sleain Kampus Putih, ada enam kampus lain yang juga menjadi lokasi perlombaan. Eki, panggilan akrabnya melanjutkan bahwa event seperti ini sangat bermanfaat. Khususnya bagi para mahasiswa yang bisa membiasakan diri untuk berkompetisi. Hingga akhirnya bisa memunculkan leadership yang baik di bidang keolahragaan. Di samping itu juga mendorong mahasiswa baru untuk mengetahui bahwa mereka juga bisa berprestasi di bidang dan passionnya masing-masing. “Tidak harus taekwondo atau pencak silat. Para maba juga bisa mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa lain yang sesuai dengan kesukaan mereka masing-masing. Semoga dengan adanya agenda seperti ini, kita bisa menemukan bibit-bibit baru yang akan berperestasi serta mengharumkan nama kampus, Jatim bahkan juga Indonesia,” pungkasnya. (wil)
BPMI UMM Perkuat Kinerja Gugus Penjamin Mutu

Dalam meningkatkan mutu pendidikan universitas, peningkatan standard dan kurikulum memiliki peran penting. Melihat akan hal itu, Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Konsolidasi Pelaksanaan Tugas Gugus Penjaminan Mutu Internal (GPMI) Fakultas. Adapun pengutan ini dilaksanakan secara luring pada minggu lalu. Dr. Ainur Rofieq, M.Kes. selaku kepala BPMI UMM menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mengenalkan tugas dan fungsi bagi GPMI fakultas. Apalagi mengingat personalia dari tim GPMI fakultas per-tahun ini diisi dengan orang-orang baru. Ia juga menyampaikan tugas paling pokok dari gugus ini adalah mealkukan penjaminan mutu di tingkat fakultas. Ia melanjtukan bahwa tugas lain yang harus dilaksanakan gugus fakultas meliputi pengawasan terhadap kegiatan prodi sesuai dengan target capaian dan indikator kerja. Dalam mengawasi hal itu mereka dapat melakukan pemantauan di setiap prodi yang ada. Pemantauan program juga harus sesuai dengan indikator yang sudah ditetapkan universitas. Begitupun dengan upaya survey tingkat kepuasan. “Survey tersebut terbagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Sdata survey internal didapat dari dari dosen dan mahasiswa. Sedangkan eksternal meliputi data dari alumni, perusahaan, dan masyarakat,” jelasnya. Lebih lanjut, dosen prodi Pendidikan biologi tersebut menilai bahwa kehadiran gugus di tingkat fakultas juga sebagai upaya pendampingan bagi fakultas dan produ. Utamanya dalam angka mengarahkan agar tidak keluar dari indikator yang ditetapkan. Begitupun juga dengan usaha agar mampu mencapai target yagn sudah dicanangkan. “Hal tersebut dilakukan guna menjaga mutu dan kualitas pendidikan Prodi dan Fakultas. Dengan begitu, mutu universitas juga bisa lebih baik serta dapat memperlancar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)” imbuhnya. Akhir kata, ia berharap kedepannya GPMI bisa memuluskan kelancaran SPMI. Selain itu, ia juga berharap gugus ini bisa menjadi penjamin mutu internal yang bagus serta dapat menyusun indikaator sesuai dengan rumpun ilmu. Dengan begitu, mutu yang dimiliki kampus dapat terjaga dan dapat ditingkatkan. “Setiap prodi diharuskan untuk memiliki visi keilmuan. Yaitu visi yang sesuai dengan standar untuk mencapai visi keilmuan dengan target tri darma perguruan tinggi,” pungkasnya. (haq/wil)
Mahasiswa UMM Sukses Raih Medali Pomprov Taekwondo

Prestasi demi prestasi sukses ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, Fajerin Trihadi Wicaksono yang merupakan mahasiswa Teknik Sipil Kampus Putih berhasil menyabet medali perunggu cabang Taekwondo pada Minggu (20/3) lalu. Adapun lomba tersebut menjadi rangkaian panjang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Timur 2022. Ajin, panggilan akrabnya mengaku tidak menyangka bahwa ia mampu mendulang medali. Apalagi target awalnya memang hanya untuk menambah pengalaman mengingat ini adalah kompetisi bergengsi pertamanya. “Belum lagi ada beberapa peserta yang dulunya pernah menghuni pusat latihan daerah (puslatda). Jadi memang saya dan pelatih menargetkan untuk menambah pengalam namun tentu dengan memberikan upaya dan penampilan terbaik,” tambahnya. Adapun Ajin dan atlet Taekwondo UMM lainnya hanya memiliki waktu tiga minggu untuk latihan instensif. Menurutnya, rantang waktu tersebut sangat singkat dan harus dimanfaatkan dengan baik. Apalagi banyak atlet Kampus Putih yang masih berada di kediaman, sehingga latihan bersama dirasa kurang maksimal. Disebutkan anak bungsu tersebut bahwa motivasi terbesarnya adalah untuk membanggakan orang tua sekaligus mengharumkan nama kampus di ajang taekwondo. Keikutsertaannya dalam taekwondo juga tergolong baru karena ia mempelajari gerakan-gerakan taekwondo pada awal masuk perkuliahan. Ditanya ihwal kompetisi berikutnya, Ajin mengaku kepercayaan dirinya sedang naik karena berhasil meraih medali. Dengan kepercayaan tinggi tersebut, ia berharap dapat memenangkan sederet lomba yang sudah menanti. Baik itu di tingkat regional, nasional bahkan juga internasional. “Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha dan doa. Selama dua hal itu dilakukan dengan baik dan konsisten, cepat atau lambat keberhasilan akan menghampiri di waktu yang tepat,” tegas mahasiswa asal Kupang tersebut. Setidaknya da tiga kunci yang membuat Ajin mampu meraih juara. Pertama, yaitu niat yang kuat dibarengi dengan rencana-rencana matang. Kemudian juga kerja keras tak pernah henti untuk berlatih. Meski banyak yang lebih hebat, tapi semua atlet pasti memiliki kelemahan. Kunci terakhir yakni tidak pernah patah arang dan selalu mencoba hal baru. “Medali yang saya raih ini saya rasa tidak hanya menjadi pelecut bagi saya, tapi juga bagi teman-teman yang lain. Ini adalah bukti bahwa pandemi bukanlah halangan yang berarti. Sudah waktunya mahasiswa-mahasiswa UMM lain untuk mencetak prestasi di berbagai bidang. Kompetisi-kompetisi juga sudah mulai dibuka. Maka, mari teman-teman kita turut serta dan bersaing secara sehat untuk meraih kemenangan,” pungkasnya. (haq/wil)
Sambut Ramadan, Kapal Garden UMM Sajikan Menu Berkah

Menyambut bulan suci Ramadhan, Kapal Garden hotel Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan menu baru yang tak boleh dilewatkan. Ditambah lagi dengan adanya Promo Berbuka di Kapal Garden hotel (Berkah) yang memberikan beragam sajian makanan dan minuman. Para pengunjung dapat menikmati pemandangan indah dari Rooftop Kapal Garden sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa bersama keluarga atau kerabat. Teguh Hadi Saputro, MA. selaku manajer menyampaikan bahwa launching menu ini adalah langkah Kapal Garden Hotel untuk menggaet dan memanjakan pengunjungnya. Menu khusus untuk Ramadan ini juga sebagai bentuk kesiapan dala menyambut bulan penuh berkah tersebut. “Kondisi pandemi yang terlihat membaik dengan banyaknya masyarakat yang divaksin mendorong kami untuk menyajikan suasana dan sajian terbaik untuk berbuka bersama. Tapi kami tetap akan menjalankan protokol kesehatan ketat demi kenyamanan,” ungkapnya. Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga. Beribadah bersama dan berbuka dengan keluarga, sahabat maupun rekan kerja. Maka, Kapal Garden Hotel sudah siap menyambut para pengunjung untuk menyemarakkan bulan suci. Teguh, sapaan akrabnya juga menuturkan bahwa pihaknya tidak hanya menyediakan makanan lezat semata, tapi juga memberikan pemandangan indah dan suasana yang asyik. Bahkan para pengunjung juga bisa melihat matahari terbenam sembari menikmati hidangan berbuka nantinya. Menu yang disediakan juga beravariatif sehingga semua kalangan bisa mencoba dan tidak terasa membosankan. “Semua informasi seluruh promo dan menu bisa dilihat melalui akun instagram resmi di @kapalgardenhotelmalang atau @kapalrooftop,” teguh. Sementara itu, salah satu pengunjung saat launching “Berkah” Triwik Winarni menilai bahwa menu buka puasa yang dihadirkan oleh Kapal Garden Hotel sangat menarik. Cocok untuk disantap bersama keluarga, teman, dan sahabat karib. Pemandangan yang disajikan di Kapal Rooftop juga dirasa mendukung. “Kalau dilihat dengan seksama, menu dan tempat yang ada ini sungguh menarik. Tidak hanya bagi orang dewasa, tapi juga untuk anak-anak. Berbagai minuman, makanan ringan hingga makanan berat sangat bervariasi. Saya juga mengapresiasi Kapal Garden yang masih menerapkan protokol kesehatan ketat dalam melayani para pengunjung,” pungkasnya. (haq/wil)
Dubes Jepang untuk Indonesia Bekali Wisudawan UMM Hadapi Tantangan Internasional

Dunia saat ini semakin kompleks dan beragam. Banyak tantangan yang akan dihadapi oleh generasi muda ke depannya, mulai dari kerja sama internasional, konflik antar negara, kecanggihan teknologi, serta ekonomi global. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji pada gelaran Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang ke-103, Kamis (24/3) lalu. Pria kelahiran Tokyo ini mengatakan bahwa perubahan dunia terjadi dengan sangat pesat. Pada masa lalu, kerja sama internasional hanya dilakukan oleh sebuah negara. Namun saat ini, tidak hanya negara tetapi juga organisasi, perusahaan, bahkan bidang entertainment juga melakukan kerja sama internasional. Tak hanya kerja sama, konflik antar negara juga mengalami berbagai perubahan. “Dahulu konflik antar negara hanya berupa serangan fisik dan senjata. Namun sekarang konfik antar negara sudah sangat beragam seperti serangan siber dan beredarnya disinformasi atau berita palsu. Untuk mengatasi masalah-masalah yang akan timbul perlu adanya sebuah solusi yang seimbang, baik menggunakan cara tradisional maupun dengan menggunakan teknologi. Namun solusi yang diambil juga harus berpegang pada nilai-nilai kebangsaan,” ungkap Kanasugi. Lebih lanjut, Kanasugi mengungkapkan bahwa untuk mengatasi berbagai masalah di masa depan perlu ada perhatian di beberapa bidang. Yang pertama adalah pentingnya sebuah kebebasan individu, namun kebebasan ini juga harus selaras dengan memperhatikan kestabilan sosial yang ada di masyarakat. Kedua adalah mengembangkan ekonomi pasar. Tidak hanya sekadar mengembangkan saja, tetapi juga harus diiringi dengan perhatian terhadap lingkungan. “Sebagai generasi muda, saya serahkan pemecahan masalah-masalah tersebut pada para wisudawan. Saya harap kalian dapat menemukan solusi terbaik dan berimbang untuk masa yang akan datang. Saya yakin kalian dapat menangani hal tersebut karena kalian merupakan lulusan dari salah satu universitas terbaik di Indonesia. Terakhir saya ucapkan terima kasih karena kalian telah melakukan yang terbaik selama masa perkuliahan dan saya doakan yang terbaik untuk anda di masa depan,” pungkas Kanasugi di akhir sambutan. Senada dengan Kanasugi, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa ilmu dan pengalaman yang para wisudawan raih semasa perkuliahan adalah modal yang kuat untuk berkompetisi dan menghadapi tantangan di masa depan. Sekarang adalah era untuk kompetisi memperebutkan suatu kemenangan. Fauzan berharap para alumni akan dapat berkompetisi dengan baik sesuai pengalaman dan keterampilan yang di perolehnya. “Sebagai alumni UMM, para wisudawan harus percaya diri karena telah mengemban ilmu di salah satu universitas terbaik di Indonesia. Tidak hanya meraih prestasi di tahap nasional, UMM juga telah berprestasi di taraf internasional. Bahkan pada bulan maret ini, UMM telah ditetapkan sebagai kampus terbaik rangking enam se- ASEAN. Jadi saya harap kalian dapat mengembangkan ilmu yang telah kalian raih dengan penuh percaya diri untuk menyongsong kompetisi di masa yang akan datang,” ujar Fauzan mengakhiri. (syi/wil)
UMM Kukuhkan Guru Besar Peternakan dengan Konsep Koboi

Setelah mengukuhkan tiga guru besar bidang pendidikan dan satu guru besar bidang komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukuhkan guru besar baru. Kali ini, Prof. Dr. Ir. Sutawi, M.P. sukses dikukuhkan menjadi guru besar bidang peternakan pada Rabu (24/3) lalu. Hadir dalam gelaran tersebut Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayan (Menko PMK) sekaligus Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. dan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA. Dalam gelaran itu pula, Kampus Putih meresmikan empat Centre of Excellence (CoE) baru di Fakultas Pertanian dan Peternakan. Di antaranya Kelas Minyak Sirih (Prodi Kehutanan), Kelas Ekspor Agrokomplex (Prodi Agribisnis), Kelas Produksi Benih Tanaman (Prodi Agroteknologi) dan Kelas Ruminansia (Peternakan). Semua sekolah itu disediakan untuk mengupayakan lahirnya generasi masa depan yang mandiri. Konsep dalam pengukuhan tersebut juga cukup menarik dan berbeda dari biasanya. Dekorasi ala wild west dan koboi memenuhi pintu masuk dan panggung. Bahkan Sutawi berangkat menuju lokasi dengan mengendarai kuda. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berpesan agar pengukuhan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai formalitas semata. Semua properti dan dekorasi tersebut haruslah mengandung konsekuensi logis akan jabatan yang dikukuhkan. Ia juga berharap adanya guru besar baru di FPP mampu membangun akselerasi program-program yang selama ini digulirkan. “Tentu, kami ingin agar adanya guru besar baru ini dapat membentuk FPP UMM jadi unggul. Tidak hanya unggul di nasional tapi juga di level internasional,” tuturnya. Fauzan juga mengutip sedikit isi pidato Sutawi terkait pesan bapaknya yang mengatakan untuk tidak menjadi seorang petani karena susah. Meski begitu petani masih menjadi salah satu pekerjaan yang dirasa bahagia. Maka menurutnya, paradigma untuk mengukur kebahagiaan itu seharusnya menggunakan ukuran agama dan keimanan. Rasa yang didasari rasa syukur itu yang akan melahirkan sebuah kebahagiaan. Di sisi lain, Muhadjir mengucapkan selamat dan menilai bahwa Sutawi adalah seorang penulis sejati. Hal tersebut bisa dilihat dari sederet karya dan prestasi yang sudah Sutawi hasilkan. Terkait pengukuhan guru besar, ia juga berpesan agar UMM melihat keluar untuk segera mengejar ketertinggalan dari universitas lain. Terutama perguruan tinggi luar negeri yang berkembang pesat. Sementara itu, dalam pidatonya, Sutawi menjelaskan bahwa ia telah meneliti terkait kebahagiaan peternak ayam petelur di Kabupaten Malang. Begitupun dengan kajian kebahagiaan peternak sapi perah di Kabupaten Malang serta pengaruh PDB pertanian dan peternakan terhadap kebahagiaan penduduk indonesia dan beragam penelitian lainnya. Berdasarkan orasi ilmiah yang disampaikan Sutawi, meskipun berpendapatan rendah, peternak adalah profesi yang dinilai bahagia. Hasil survei tersebut konsisten dengan survei serupa di berbagai negara bahwa orang-orang yang berprofesi sebagai petani, termasuk peternak, nelayan, dan pekebun, adalah kelompok masyarakat yang bahagia. Di Malaysia misalnya yang merasa bahagia dan bangga berprofesi sebagai petani. Kemudian di Amerika Serikat, 99% petani Ohio dilaporkan bahagia dengan keseluruhan kualitas hidupnya. Sementara di Inggris, indeks kebahagiaan tertinggi ditemukan pada penduduk yang bekerja di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Hal serupa juga ditemui di negara-negara lain seperti Perancis bahkan Ghana. “Kebahagiaan suatu bangsa itu ibarat pohon. Pertanian adalah akarnya, sementara perdagangan dan industri adalah cabang dan daunnya. Jika akarnya dicabut, maka sudah barang tentu cabangnya akan mati dan daunnya berguguran,” ucapnya menjelaskan. (wil)
UMM-Bappenas Kaji Rancangan Pembangunan Nasional Politik Luar Negeri dan Kerjasama Internasional

Abad ini dinilai akan menjadi abad Asia karena berpotensi memunculkan peradaban besar seperti yang dulu pernah Asia miliki. Salah satu negara yang dinilai akan menjadi calon new emerging power adalah indonesia. Hal itu disampaikan oleh Ketua Pusat Studi Asia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Gonda Yumitro, SIP., MA., Ph.D. dalam diskusi terpumpun terkait Rencana pembangunan Jangka Panjang Nasional Bidang Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional. Adapun agenda itu merupakan kerjasama Kampus Putih dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dilangsungkan pada Rabu (24/3) lalu. Gonda, sapaan akrabnya melanjutkan saat ini muncul beragam negara kuat baru di Asia. Sebut saja Cina, India, bahkan juga Turki. Negara kuat baru juga dapat ditemukan di benua lain seperti Brazil di Amerika Latin dan Afrika Selatan di benua Afrika. Tidak ketinggalan Indonesia yang juga dianggap sebagai new emerging power dalam tataran dunia. “Khususnya di tahun 2040 nanti yang salah satu faktornya adalah bonus demografi. Jika kita mampu mengatur dan menyiapkan anak muda dengan baik, maka perkiraan tersebut tentu akan menjadi kenyataan,” tegasnya. Maka, pada kesempatan tersebut Bappenas melaksanakan kajian komprehensif dengan melibatkan sivitas akademika. Menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan masukan perencanaan pembangunan nasional. “Semoga apa yang kita diskusikan hari ini dapat menjadi kontribusi besar dalam pembangunan Indonesia. Paling tidak menjadi sebuah masukan positif juga,” tambah Gonda. Sementara itu, Direktur Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional Bappenas, Dr. Ir. Wisnu Utomo, M.Sc. menegaskan bahwa perencanaan itu penting. Ia tak bisa membayangkan jika pembangunan Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan 34 provinsi tidak direncanakan dnegan baik. Terkait arah pembangunan nasiona, Wisnu menyebutkan dua hal itaa. Pertama, yakni transformasi ekonomi khususnya pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga meningkatkan produktivitas berbasis inonvasi dan high skill. Kemudian yang kedua yakni menjadikan Indonesia mandiri serta menjadi negara paling berpengaruh di Asia Pasifik. Wisnu juga menjelaskan beberapa dinamika politik global belakanganyang perlu menjadi perhatian bersama. Dimulai dengan adanya resesi ekonomi global dan peningkatan kebijakan unilateralisme. Pun dengan kerapuhan negara dalam menghadapi krisis serta menciptakan sustainable peace seiring dengan naiknya eskalasi konflik. Kesenjangan global dan dampak perubahan iklim juga menjadi hal yang perlu disoroti dan didiskusikan. “Di tengan kondisi tersebut, Idnonesia tetap meyakini pentingnya multilateralisme dalam rangka mencapai kepentingan nasional sekaligus berkontribusi untuk pembentukan tata kelola global. Salah satunya dengan turut serta dalam lebih dari 200 forum dan organisasi internasional (OI),” tuturnya melanjutkan. Meski begitu, ada beragam tantangan yang perlu dihadapi dan diatasi oleh Indonesia saat turun dan ikut dalam organisasi tersebut. Satu diantaranya yakni pemanfaatan keanggotaan Indonesia di OI dinilai belum sebanding dengan pembayaran kontribusi. Begitupun dengan kurang optimalnya keberhasilan pencalonan keketuaan Indonesia di OI. “Kemudian yang terakhir yakni belum optimalnya representasi warga negara Indonesia di organisasi-organisasi internasional,” pungkas Wisnu. (wil)