UTBK FK-Farmasi UMM Diikuti Calon Mahasiswa dengan Antusias

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan gelombang pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk menjaring mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (FK) dan Farmasi. Seleksi mahasiswa baru yang diadakan di kampus tiga tersebut diikuti para calon mahasiswa baru Kampus Putih dengan antusias. Adapun pelaksanaannya dimulai sejak 31 Maret hingga 2 April mendatang. Kepala UPT Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Nurudin menjelaskan bahwa para peserta yang mengikuti proses seleksi tersebut berasal dari seluruh daerah yang ada di Indonesia. Sebanyak 20 ruangan disiapkan untuk pelaksanaan ujian tersebut. Kampus Putih juga memberlakukan protokol kesehatan yang ketat mengingat pandemi Covid-19 yang belum berakhir. “Untuk menjaga protokol kesehatan, kami membatasi jumlah peserta di masing-masing ruangan. Kami juga melakukan pengecekan suhu berulang mulai dari pintu utama sampai ketika masuk ke ruangan UTBK. Selain pengecekan suhu, kami juga memberikan handsanitizer dan masker kepada para calon mahasiswa,” ungkap dosen jurusan Ilmu Komunikasi tersebut. Lebih lanjut, Nurudin mengatakan bahwa proses pembatasan ketat tidak hanya berlaku di bidang kesehatan tetapi juga keamanan ujian. Ada beberapa hal yang dilakukan Kampus Putih dalam mengantisipasi adanya joki maupun kecurangan-kecurangan lainnya. Pertama, dalam ujian kali ini pihak panitia melakukan pemeriksaan menyeluruh menggunakan metal detector. “Pemeriksaan ini berguna untuk menjaring alat-alat elekronik berukuran mini yang mungkin dibawa peserta. Selain itu, pemberian soal ujian kepada peserta akan dilakukan secara acak. Hal ini dilakukan agar para peserta tidak dapat melakukan kerja sama satu sama lain. Terakhir, kami juga meminta bantuan kepada pihak berwajib yang dalam hal ini adalah polisi untuk mencegah kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” kata Nurudin. Terakhir, Nurudin berharap proses penyaringan mahasiswa baru ini dapat berjalan dengan lancar. Dengan begitu dapat melahirkan mahasiswa-mahasiswa yang mumpuni di bidang kedokteran dan farmasi. “Kami tentu ingin mahasiswa-mahasiswa baru yang terpilih nantinya merupakan bibit-bibit unggul yang sudah tersaring dengan ketat. Kami juga berahrap mereka mampu menjalani proses perkuliahan dengan baik dan dapat mengaplikasikan program UMM PASTI di masa depan,” ujar Nurudin mengakhiri. Di lain sisi, salah satu peserta, Zara Nisa mengatakan bahwa ujian yang baru saja ia ikuti terus menerapkan protokol kesehatan. Pengecekan suhu, pemberian handsanitizer, serta pemeriksaan menggunakan metal detector dilakukan secara berulang. “Tes UTBK di UMM berjalan dengan sangat ketat. Jujur saya merasa tegang dengan hasil yang akan keluar nanti. Saya merasa soal yang diberikan tadi lumayan sulit. Meskipun begitu saya berharap dapat memperoleh hasil yang maksimal serta menjadi salah satu bagian keluarga besar UMM,” tandasnya. (syi/wil)
Vokasi UMM-Pemkab Malang Buka Peluang Kerja Lulusan SMK ke Jepang

Universitas Muhammadiyah malang (UMM) senantiasa berupaya melebarkan dan menebarkan manfaatnya. Terbaru, Kampus Putih bersama Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk mendukung para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mendapatkan peluang kerja, baik dalam negeri maupun mancanegara. Utamanya kesempatan kerja yang terbuka di Jepang. Hadir dalam pertemuan yang dilaksanakan pada Senin (14/3) itu Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, S.H., M.H., dan Wakil Rektor IV UMM Dr. Sidik Sunaryo, SH. M.Si. M.Hum. Begitupula dengan Direktur Pendidikan Vokasi UMM Dr. Tulus Winarsunu, M.Si. serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang Ani Saulina. Tulus menjelaskan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk bekerja sama dalam membuka peluang kerja seluas-luasnya untuk lulusan SMK. Apalagi Vokasi UMM juga telah memiliki kerja sama luar negeri dengan sederet negara. Dengan begitu, pihaknya bisa memfasilitasi lulusan-lulusan yang berpotensi untuk mendapatkan tempat terbaik. Lebih lanjut, Tulus juga menyebutkan beberapa bidang kerja dan karir yang bisa memungkinkan untuk diberangkatkan. Di antaranya produksi makanan dan minuman, kaigo, pertanian, building cleaning, serta perikanan dan budidaya. “Kami tentu berharap pertemuan ini bisa menghasilkan manfaat yang luar biasa. Mampu mendorong para lulusan SMK untuk bermimpi tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang layak,” tegasnya. Dalam program tersebut, para lulusan SMK yang akan berkarir di Jepang diharuskan untuk memenuhi persyaratan umum. Mereka juga akan diberi training selama satu tahun di asrama Vokasi UMM yang mencakup pendidikan Bahasa Jepang dan kompetensi kerja. Saat ini, ada puluhan peserta yang sudah bergabung dalam program tersebut. Beberapa siswa SMK dari Malang maupun luar Malang juga sudah bergabung seperti SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Akper Krida Husada Kudus, SMA PGRI 2 Jombang, dan lainnya. Sementara itu, Wakil Bupati Didik berharap para SMK yang kini duduk di bangku kelas XII dapat dipersiapkan dalam rangka menghadapi lapangan kerja. Pun dengan peluang pemberangkatan untuk berkarir di Negeri Sakura. Kerjasama ini juga diharapkan bisa meningkatkan jumlah pekerja dan menekan angka pengangguran. “Ini menjadi program yang luar biasa karena kita yakin adik-adik SMK sudah siap dengan beragam skill dan kebutuhan yang ada di industri. Kemudian dihubungkan dan difasilitasi dengan baik oleh UMM untuk bisa bekerja dan berkarir di luar negeri. Apalagi Kampus Putih ini sudah memiliki kredibilitas yang tidak perlu diragukan karena beragam kerjasama internasional sudah dilakukan dengan pihak-pihak yang strategis,” tuturnya. Didik menambahkan bahwa Pemkab Malang memiliki peran penting memberikan arahan kepada para siswa SMK untuk memanfaatkan semua peluang. Dengan demikian angka pengangguran bisa turut serta berkurang. Pertemuan antara Pemkab dan UMM ini diyakini dapat memberikan manfaat dan hasil yang baik. ”Percepatan program ini tentu akan kita dorong dan fasilitasi. Sebelumnya, Vokasi UMM juga sudah lama menjalankan program ini dengan mengirimkankan alumni-alumni perguruan tinggi. Khusus untuk tingkat SMK, secara formal hari ini kita mulai dengan mempertemukan Cabang Dinas Pendidikan SMK Provinsi Jawa Timur dengan pihak UMM. Nanti juga akan ada keterlibatan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang untuk membantu melakukan pengawasan akan keberlangsungannya,” tuturnya. (*/wil)
Mahasiswa UMM Ini Sukses Raih Emas di Pomprov 2022

Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Timur telah berlangsung. Usaha dan kreativitas telah dikerahkan para peserta demi meraih prestasi tertinggi. Hal serupa juga dilakukan oleh Zeriflita Aura Rinjani, mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia berhasil meraih emas pertama bagi UMM di Pomprov Jatim 2022 di cabang olahraga (cabor) Panjat Tebing, kategori Lead Putri. Adapun kejuaraan cabor ini berlangsung pada Kamis (24/3) lalu. Orin, sapaan akrabnya bercerita bahwa ia tidak menyangka bisa meraih emas. Terlebih ia menjadi atlet pertama Kampus Putih yang sukses membukukan emas. Dalam persiapannya, latihan ekstra secara rutin terus ia lakukan. Baik itu latihan di papan wall maupun penguatan fisik. Usai latihan, ia juga tidak lupa untuk melakukan relaksasi guna merilekskan otot dan emosi. “Mengingat latihan dilakukan 4-5 kali dalam seminggu, metode relaksasi yang biasa saya gunakan antara lain berenang dan PNF (Propioceptive Neuromuscular Facilitation). Kadang saya juga melakukan kontraksi-relaksasi sebagai salah satu bentuk latihan kelentukan dengan peregangan,” jelasnya. Orin kembali bercerita bahwa ia sudah dikenalkan olahraga panjat tebing sejak Sekolah Dasar (SD). Tidak heran, karena kedua orang tuanya merupakan atlet panjat tebing. Bahkan ayahnya adalah alumni UMM yang juga menekuni panjat tebing sejak muda. Meski begitu, ia mulai serius beraltih panjat tebing sejak menginjak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat itu ia melihat ada kerabat satu keluarga yang sukses mendapatkan beragam juara panjat tebing. “Sejak saat itulah saya mati-matian berlatih untuk meraih juara. Apalagi ada ayah dan ibu yang juga mantan atlet panjat tebing. Alhamdulillah berbuah manis dengan sederet piala yang saya dapat. Sebelum Pomprov ini, saya juga sempat meraih juara nasional di Riau sebagai perwakilan dari UMM,” tuturnya. Mahassiwa asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan ini kembali menjelaskan bahwa ada kendala yang sempat dialami selama persiapan dan perlombaan. Salah satunya yakni cedera bahu ringan yang sempat ia derita. Tetapi ia bersyukur cederanya bisa cepat pulih dan fit kembali. “Cuaca juga mungkin jadi kendala, ya. Seringnya turun hujan dan lokasi papan UMM yang di luar membuat saya cukup kesulitan untuk berlatih. Namun alhamdulillah bisa berlatih di tempat lain dengan dukungan penuh kampus,” ujarnya Mahasiswi kelahiran Riau ini berharap dengan adanya prestasi medali emas Pomprov ini bisa memberikan kebanggan tersendiri bagi orang tua. Ia juga sudah mulai menata jadwalnya sehingga latihan dan urusan perkuliahan bisa seimbang. “Tentu saya tidak akan berhenti sampai di sini saja. Ada target-target yang sudah saya tentukan dan semoga bisa kesampaian,” pungkasnya. (haq/wil)
UMM Sukses Jadi Tuan Rumah Penutupan Pomprov 2022

Keseruan persaingan Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) 2022 resmi ditutup pada Rabu (30/3) lalu. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang ditunjuk menjadi tuan rumah penutupan ajang tersebut sukses menutup dengan apik. Beragam pertunjukan dan kebolehan ditampilkan dalam rangka memeriahkan agenda tersebut. Adapun Pomprov 2022 ini diikuti lebih dari 100 kampus yang berada di wilayah Jawa Timur. Tiap kampus mengirim atlet-atletnya untuk bersaing dan mendapatkan medali. Total, ada lebih dari 3.000 mahasiswa yang turut serta dan terjun dalam 14 cabang olahraga (cabor) di ajang Pomprov tahun ini. Menutup Pomprov 2022, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim, Pulung Chausar, S.STP., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan keolahragaan Jawa Timur sempat terhenti karena adanya pandemi. Maka ia sangat mengapresiasi ajang Pomprov 2022 ini. Menurutnya kompetisi ini menjadi salah satu upaya untuk menggelorakan aktivitas keolahragaan di kalangan pemuda dan mahasiswa. “Kami tentu sangat berterimakasih kepada Bapomi dan universitas yang sudah memeriahkan ajang terbaik dalam membina atlet untuk meraih prestasi di masa depan,” tambahnya. Pulung, sapaan akrabnya juga memberi selamat kepada para atlet serta perguruan tinggi yang berhasil meraih medali dan juara. Ia berpesan untuk tidak cepat puas dan terus meningkatkan aspek yang kurang dan prestasi yang sudah diraih. Begitupun dengan perguruan tinggi yang belum merasakan kemenangan untuk terus memperbaiki pembinaan agar menghasilkan atlet yang bagus. “Meski begitu, adik-adik mahasiswa jangan sampai lupa akan tugas utama yang harus diemban yakni belajar dan menyelesaikan studinya. Semoga kesuksesan dalam penyelenggaraan dan raihan Pomprov ini dapat berlanjut di event Pekan Olahraga Mahassiwa Nasional (Pomnas) nanti,” pungkasnya. Di sisi lain, Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, ST. MT. mengapresiasi kerja keras panitia dari tujuh perguruan tinggi yang menjadi tuan rumah. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat memotivasi para mahasiswa untuk terus berusaha menorehkan prestasi. Meksi jalan terjal harus dilalui, namun harapan untuk juara akan selalu ada bagi para mahasiswa yang bekerja keras. “Ini tentu menjadi tugas kita untuk mengantarkan mahasiswa ke jalan yang cerah. Meraih prestasi demi prestasu dan dapat diakuai serta dihargai oleh negara,” tuturnya. Sementara itu, Ketua Umum Badan Pembina Olahraga Mahasiswa (Bapomi) Dr. Muarifin, M.Pd. bersyukur karena sebagian besar perguruan tinggi yang ada di Jatim turut serta dalam event ini. Muarifin menilai ada dua tujuan yang ingin dicapai dengan menyelenggarakan acara seperti ini. Pertama, yakni sebagai wadah bagi mahasiswa untuk bergerak dan mengasah potensi. Apalagi aktivitas olahraga sempat terhenti cukup lama berkat pandemi. “Kedua, yakni sebagai tempat untuk mempersiapkan diri menyongsong Pomnas 2022 yang akan dilangsungkan di Sumatera Barat nanti. Semoga kita mampu meraih hasil maksimal di ajang olahraga mahasiswa tersebut,” harapnya. Rencananya, agenda Pomprov akan dilaksanakan secara rutin dalam rentang waktu dua tahun sekali. Saat ini, ada tiga kandidat utama yang akan ditunjuk menjadi tuan rumah pada gelaran Pomprov selanjutnya. Ketiganya adalah Kediri, Surabaya dan Jember. Pada penutupan tersebut, diumumkan pula lima besar perguruan tinggi yang berhasil menduduki ranking teratas. Dimulai dari urutan kelima, secara berurutan UPN Veteran Jatim, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Negeri Malang. (wil)
Dubes Turki Soroti Tantangan Dunia di Wisuda UMM

Dari tahun ke tahun dunia menghadapi berbagai tantangan besar mulai dari isu kekerasan, lingkungan, sampai ke masalah kesehatan. Untuk menghadapi tantangan – tantangan tersebut perlu adanya kolaborasi antar negara. Begitulah sambutan pembuka acara wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang disampaikan oleh H.E. Mrs Askin Asan Duta Besar (Dubes) Turki untuk Indonesia. Gelaran tersebut diadakan secara luring di Dome UMM pada Selasa (29/3) lalu. Asan sapaan akrabnya menjelaskan bahwa ada beberapa tantangan yang sedang dihadapi oleh dunia. Pertama adalah isu kesehatan, khususnya pandemi covid-19 yang tengah melanda dunia beberapa tahun terakhir. Pandemi ini telah menjangkit 175 juta orang di seluruh dunia dan mengakibatkan kematian sebanyak 3,5 juta orang. Untuk menangani masalah, tersebut perlu adanya distribusi vaksin yang cepat di masyarakat. “Oleh karenanya, akan sangat baik jika negara-negara melakukan kolaborasi dalam pengembangan vaksin untuk mengatasi pandemi. Tantangan yang kedua adalah isu kekerasan dan perang yang kerap terjadi beberapa tahun terakhir. Selama tahun 2021, telah tercatat delapan perang yang terjadi di seluruh penjuru dunia. Jumlah orang yang dievakuasi juga meningkat selama empat tahun terakhir. Total ada 82,4 juta orang yang mengungsi hingga akhir tahun 2020,” ungkap Asan. Asan melanjutkan, tantangan lain yang dihadapi dunia adalah perubahan iklim yang ekstrem. Untuk mengatasi masalah iklim tersebut, beberapa negara telah beralih ke teknologi terbaru yang lebih ramah lingkungan. Turki dan Indonesia sama-sama sedang melakukan pengembangan mobil listrik. Dengan sumber energi yang melimpah di Indonesia dan teknologi yang dimiliki Turki, maka pengembangan energi terbarukan akan melalui proses yang semakin cepat. “Dalam menghadapi tantangan ke depan, tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu perlu adanya kolaborasi antar negara. Kolaborasi ini tak hanya membuat sebuah negara menjadi mandiri dan kuat, tetapi juga dapat membatu negara lain yang sedang dalam kesusahan. Dan para wisudawan diharapkan menjadi generasi penerus yang mampu mewujudkan kolaborasi dan menghadapi tantangan dunia,” Ujar Asan mengakhiri. Senada dengan Asan, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd., mengatakan bahwa selain diajarkan masalah akademik, para wisudawan juga telah diberi kompetensi leadership. Kompetensi ini berguna untuk membentuk sebuah kemampuan problem solving. Untuk itu dalam menghadapi tantangan dunia para wisudawan harus memiliki jiwa percaya diri, tangguh, memiliki integritas yang kuat, serta berbakti pada kedua orang tua. “Kehadiran saudara-saudara di tengah masyarakat berguna untuk mengatasi masalah. Bukan malah sebaliknya, memberikan masalah bagi masyarakat. Oleh karenanya, jangan menjadi orang yang biasa-biasa saja. Jadilah percikan mutiara yang mampu mengubah Indonesia ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang,” tandasnya mengakhiri. (syi/wil)
RBC UMM Ajari Siswa Menyusun Karya Tulis dan Bahasa Inggris

Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute A Malik Fadjar kembali berkunjung ke salah satu sekolah yang ada di Malang Raya pada Kamis (17/3). Kali ini, tim RBC bersama dengan Mobil Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) datang ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al Izzah Batu. Pada kesempatan itu mereka mengenalkan kepada siswa terkait kepenulisan, keterampilan menyusun karya tulis serta mengasah kemampuan bahasa Inggris. Aldi Bintang, salah satu pemateri kepenulisan mendorong pelajar untuk menemukan minat dan bakatnya. Setelah sudah mantap, mereka bisa mengembangkannya dengan berlatih atau bergabung ke komunitas yang mendukung passion mereka. Salah satu yang bisa ditingkatkan adalah dengan menumbuhkan minat karya tulis sedari dini. “Menuangkan gagasan dan ide melalui tulisan adalah hal yang menyenangkan. Dengan karya tulis yang kita buat, banyak hal yang sebelumnya mungkin ktia tidak tahu. Setelah menulis, kita akhirnya bisa mengetahui hal-hal menarik,” tambahnya. Aldi, panggilan akrabnya juga menilai bahwa menulis memiliki manfaat bagus bagi kemampuan berbahasa. Tulisan yang dibuat juga sangat berarti bagi pembaca karena dapat menambah inspirasi dan motivasi. Apalagi jika karya yang disusun memiliki nilai lebih dan mampu memberikan manfaat ke sesama. Selain materi kepenulisan, RBC UMM juga mengajak para pelajar untuk bermain game dalam Bahasa Inggris. Para pelajar dikenalkan dengan istilah-istilah menarik dan deskripsi berbagai alat. Rochmatika Nur Annisa yang memimpin permainan mengatakan bahwa game yang diberikan dapat mengasah kemampuan pelajar. Utamanya dalam menyerap bahasa negara lain, salah satunya bahasa Inggris. Menurutnya, bahasa Inggris menjadi aspek yang harus dikuasai pelajar untuk menghadapi tantangan masa depan. Tidak dapat dipungkiri, komunikasi dengan negara luar akan semakin meningkat dengan cepatnya arus informasi. Maka, kemampuan berbahasa harus segera dimiliki dan dimanfaatkan dengan baik. Lebih lanjut, Annisa juga mengajak para peserta untuk turut serta datang ke mobil KaCa. Para pelajar yang berjumlah lebih dari seratus terlihat antusias dengan mengambil beragam buku yang disediakan. Beberapa juga tertarik melihat tayangan-tayangan edukatif yang Mobil KaCa UMM sediakan. “Semoga dua materi dan buku-buku yang kami sediakan dapat menumbuhkan semnagat belajar para pelajar serta membaca. Dengan begitu, mereka bisa mengembangkan potensi dan mampu menjadi pemimpin yang baik di masa depan,” pungkasnya. (*/wil)
Ana, Mawapres UMM yang Jadi Wisudawan Terbaik

Raih puluhan prestasi selama masa perkuliahan, Ana Fauzia, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil dikukuhkan menjadi wisudawan terbaik. Keaktifannya untuk ikut serta dalam berbagai kejuaraan tidak membuatnya hilang fokus untuk melakukan kewajibannya berkuliah. Bahkan ia juga sempat diganjar menjadi mahasiswa berprestasi (Mawapres) Kampus Putih. Adapun gelaran wisuda UMM yang ke-103 tersebut berlangsung secara luring di Dome UMM dan daring melalui live Youtube pada Selasa (28/3). Ana, sapaan akrabnya bercerita bahwa ia telah sering mengikuti perlombaan sejak Sekolah Dasar (SD). Kebiasaannya tersebut terus ia lakukan sampai menginjak bangku perkuliahan. Alih-alih membiasakan diri sebagai Mahasiswa Baru (Maba), Ana langsung mengikuti perlombaan tingkat nasional dua bulan setelah diterima menjadi mahasiswa Kampus Putih. “Mungkin karena sudah terbiasa dengan berbagai kompetisi, makanya saya langsung mencari perlombaan apa yang bisa saya ikuti meskipun masih berstatus maba. Prestasi pertama yang saya dapatkan di perkuliahan adalah juara tiga lomba debat nasional yang diadakan oleh Universitas Hasanuddin tahun 2018. Sejak memenangkan kejuaraan tersebut, saya terus mengikuti lomba-lomba lainnya, utamanya di bidang kepenulisan dan public speaking,” jelas anak kedua dari tiga bersaudara tersebut. Selama mengikuti berbagai perlombaan, Ana mengaku ada satu lomba yang menurutnya sangat sulit. Baik itu dari aspek persiapan hingga saat kompetisi berlangsung. Lomba tersebut ialah Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. “Lomba-lomba yang biasa saya ikuti ada di bidang yang saya sukai. Jadi saya tidak merasa berat ketika menjalani proses perkuliahan dan persiapan lomba. Namun untuk Pilmapres tantangannya sangat besar. Tidak hanya bersaing dengan mahasiswa berprestasi di universitas swasta, saya juga harus berkompetisi dengan mahasiswa berprestasi di universitas negeri. Alhamdulillah saya dapat meraih peringkat ke-7 dalam perlombaan tersebut,” ungkap mahasiswa Fakultas Hukum itu. Ada satu hal yang terus memacu Ana untuk memenangkan perlombaan dan meraih juara. Ia berkata bahwa beberapa orang sering meremehkan mahasiswa yang berasal dari universitas swasta. Menurut mereka, mahasiswa swasta tidak lebih baik daripada mahasiswa yang berasal dari kampus negeri. “Saya berusaha sekuat tenaga untuk mematahkan anggapan tersebut. Dari mana pun seseorang berasal, ia punya hak untuk sukses dan meraih prestasi,” kata Ana. Terkait cara menyeimbangkan sisi akademik dan non-akademik, Ana mengatakan tidak terlalu kewalahan mengatur waktu. Proses perkuliahan yang berlangsung secara online membuatnya fleksibel dalam mengatur persiapan lomba maupun tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. “Dari pihak kampus juga sangat mendukung dan menghargai mahasiswa yang akan berlomba. Beberapa dukungan yang di lakukan kampus yaitu, keringanan dispensasi kuliah, memberi uang transport saat akan berlomba, sampai ke pemberian hadiah jika berhasil memenangkan lomba. Apresiasi yang dilakukan oleh kampus membuat saya lebih bersemangat untuk bersaing,” ujar Ana. Meskipun tidak ada kendala dalam mengatur waktu, namun hari-hari buruk juga pernah menghampiri Ana di masa perkuliahannya. Untuk mengatasi hal tersebut Ana selalu melakukan evaluasi kerja. Evaluasi ini berguna agar Ana maupun tim tidak mengalami masalah yang sama di kemudian hari. “Ada satu peribahasa yang saya suka yaitu, semakin tinggi pohon maka semakin kencang angin yang menerpanya. Hal itu juga bermakna bahwa untuk menjadi orang yang besar maka semakin banyak pula cobaan yang akan ia hadapi. Jadi saya menganggap kendala apa pun yang sedang menimpa saya adalah proses untuk menjadi orang yang lebih baik lagi,” pungkasnya mengakhiri. (syi/wil)
KESI UMM Sediakan 30 Course Gratis bagi Siswa Indonesia

Dalam rangka membekali para siswa dengan kemampuan ekstra, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sediakan program Kompetensi Ekstra Siswa Indonesia (KESI). Program khusus yang diberikan secara gratis ini diperuntukkan untuk siswa-siswi kelas XII se-Indonesia yang ingin menambah skill baru. Adapun pendaftaran masih dibuka hingga pelaksanaan pada bulan April mendatang. Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM Nurudin menuturkan bahwa program ini menjadi sebuah upaya Kampus Putih untuk membekali para pemuda dengan skill yang sesuai dengan passion dan minat, khususnya kalangan pelajar. Menurutnya, tidak banyak sekolah yang memberikan pendidikan ekstra semacam ini, maka UMM hadir untuk menyediakannya. “Kegiatan ini juga menjadi komitmen Kampus Putih dalam menerapkan merdeka belajar, tidak hanya di jenjang perkulihan tapi juga sekolah. Menyediakan beragam course yang sesuai dengan minat bakat peserta. Apalagi di era seperti sekarang ini, institusi pendidikan dituntut menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu beradaptasi dengan dunia yang serba digital,” ungkapnya. Ada lebih dari 30 course yang bisa dipilih oleh pelajar sesuai dengan apa yang mereka sukai. Mulai dari coding arduino dan robotika, pelatihan pasar modal, botanipreneurship, konten kreatorpendidikan dan dakwah. Adapula digital public speaking, Membatik Shibori, 3D modelling dan course menarik lainnya. Para peserta juga mendapat banyak keuntungan jika mendaftar KESI yakni mendapatkan sertifikat kompetensi, bantuan kuota internet senilai 100 ribu rupiah per siswa yang ditransfer langsung ke rekening bank siswa, potongan biaya pendaftaran 100 ribu rupiah jika mendaftar sebagai mahasiswa baru UMM, dan kemudahan-kemudahan lain. “Selain memberikan materi ekstra, program ini juga menjadi sarana mengenalkan sistem pendidikan tinggi kepada siswa kelas III SMA. Adapun aktivitas ini nantinya diadakan secara luring di Kampus UMM serta daring melalui Learning Management System (LMS) UMM,” tambah Dosen Ilmu Komunikasi tersebut. KESI yang merupakan program unggulan UMM telah menyediakan materi khusus yangmencakup hard skill dan soft skill bagi siswa. Akan ada instruktur dari dunia usaha-dunia industri (DUDI) yang akan didapuk untuk mengisi course. Dengan begitu, para siswa juga dapat mengetahui dan mengenal bagaimana kegiatan dunia industri. Lebih lanjut, program tersebut akan dilangsungkan dengan metode tutorial, praktek dan pemberian proyek kepada para siswa peserta. Ada total empat pertemuan yang terdiri dari dua pertemuan tutorial, satu kali penugasan atau proyek dan satu pertemuan evaluasi. Aktivitas terobosan ini diharapkan mampu menambah pengetahuan dan pengalaman siswa. Tidak hanya mengenai dunia kampus saja, tapi juga bagaimana dunia kerja berlangsung. Program ini juga menjadi salah satu usaha UMM dalam merespons tren kebutuhan generasi di masa kini. Utamanya dalam memberikan wawasan lapang mendasar di berbagai bidang. “Pendaftaran program ini tidak dipungut biaya sama sekali atau gratis. Silakan para siswa memanfaatkan kesempatan terbatas ini untuk menambah kompetensi ekstra. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran online bisa diakses melalui alamat kesi.umm.ac.id,” pungkasnya menerangkan. (wil)
UMM Sukses Jadi Tuan Rumah Pomprov Taekwondo

Dalam rangka menemukan bakat dan ppotensi terbaik mahasiswa, Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) selenggarakan Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) se-Jawa Timur (Jatim). Beragam cabang olahraga dilombakan, salah satunya Taekwondo yang dilangsungkan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Minggu (20/3) lalu. berbagai universitas turut meramaikan dan saling bersaing mendapatkan juara. Ketua pelaksana Pomprov 2022 Imam Hariyadi menuturkan bahwa salah satu tujuan agenda ini adalah untuk menggelorakan semangat olahraga. Utamanya di kalangan perguruan tinggi yang sempat lesu karena adanya pandemi Covid-19. Selain itu juga sebagai rangkaian menuju Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) yang akan dilaksanakan di Sumatera Barat (Sumbar) beberapa bulan ke depan. “Dari kompetisi Pomprov ini kan kita juga bsia melihat potensi-potensi baru dari mahasiswa. Sehinga bisa mendapatkan bibit-bibit pemenang yang akan berlaga di tingkat nasional nanti,” tambahnya. Meski begitu, para juara dalam gelaran ini tidak otomatis menjadi wakil Jatim di Pomnas. Menurut Imam, akan ada seleksi dan pantauan lebih lanjut. Para juara akan dipanggil dan akan bersaing untuk mendapatkan kursi di Pomnas. Tidak hanya antar juara di Pomporv saja, tapi juga ada beberapa nama yang sudah mengikuti Puslatda. “Jadi di lomba ini, para atlet dari Puslatda tidak diperbolehkan untuk turut serta. Nah, nanti saat seleksi wakil Jatim, mereka baru boleh ikut bersaing,” tutur Imam. Di sisi lain, Wakil Rektor III UMM Nur Subeki mengatakan bahwa ia mengapresiasi atas dipilihnya UMM untuk menjadi tuan rumah dua cabang olahraga. Di antaranya cabang Taekwondo dan Pencak Silat. Adapun tuan rumah gelaran Pomporv yakni kampus yang ada di Malang Raya. Sleain Kampus Putih, ada enam kampus lain yang juga menjadi lokasi perlombaan. Eki, panggilan akrabnya melanjutkan bahwa event seperti ini sangat bermanfaat. Khususnya bagi para mahasiswa yang bisa membiasakan diri untuk berkompetisi. Hingga akhirnya bisa memunculkan leadership yang baik di bidang keolahragaan. Di samping itu juga mendorong mahasiswa baru untuk mengetahui bahwa mereka juga bisa berprestasi di bidang dan passionnya masing-masing. “Tidak harus taekwondo atau pencak silat. Para maba juga bisa mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa lain yang sesuai dengan kesukaan mereka masing-masing. Semoga dengan adanya agenda seperti ini, kita bisa menemukan bibit-bibit baru yang akan berperestasi serta mengharumkan nama kampus, Jatim bahkan juga Indonesia,” pungkasnya. (wil)
BPMI UMM Perkuat Kinerja Gugus Penjamin Mutu

Dalam meningkatkan mutu pendidikan universitas, peningkatan standard dan kurikulum memiliki peran penting. Melihat akan hal itu, Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Konsolidasi Pelaksanaan Tugas Gugus Penjaminan Mutu Internal (GPMI) Fakultas. Adapun pengutan ini dilaksanakan secara luring pada minggu lalu. Dr. Ainur Rofieq, M.Kes. selaku kepala BPMI UMM menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mengenalkan tugas dan fungsi bagi GPMI fakultas. Apalagi mengingat personalia dari tim GPMI fakultas per-tahun ini diisi dengan orang-orang baru. Ia juga menyampaikan tugas paling pokok dari gugus ini adalah mealkukan penjaminan mutu di tingkat fakultas. Ia melanjtukan bahwa tugas lain yang harus dilaksanakan gugus fakultas meliputi pengawasan terhadap kegiatan prodi sesuai dengan target capaian dan indikator kerja. Dalam mengawasi hal itu mereka dapat melakukan pemantauan di setiap prodi yang ada. Pemantauan program juga harus sesuai dengan indikator yang sudah ditetapkan universitas. Begitupun dengan upaya survey tingkat kepuasan. “Survey tersebut terbagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Sdata survey internal didapat dari dari dosen dan mahasiswa. Sedangkan eksternal meliputi data dari alumni, perusahaan, dan masyarakat,” jelasnya. Lebih lanjut, dosen prodi Pendidikan biologi tersebut menilai bahwa kehadiran gugus di tingkat fakultas juga sebagai upaya pendampingan bagi fakultas dan produ. Utamanya dalam angka mengarahkan agar tidak keluar dari indikator yang ditetapkan. Begitupun juga dengan usaha agar mampu mencapai target yagn sudah dicanangkan. “Hal tersebut dilakukan guna menjaga mutu dan kualitas pendidikan Prodi dan Fakultas. Dengan begitu, mutu universitas juga bisa lebih baik serta dapat memperlancar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)” imbuhnya. Akhir kata, ia berharap kedepannya GPMI bisa memuluskan kelancaran SPMI. Selain itu, ia juga berharap gugus ini bisa menjadi penjamin mutu internal yang bagus serta dapat menyusun indikaator sesuai dengan rumpun ilmu. Dengan begitu, mutu yang dimiliki kampus dapat terjaga dan dapat ditingkatkan. “Setiap prodi diharuskan untuk memiliki visi keilmuan. Yaitu visi yang sesuai dengan standar untuk mencapai visi keilmuan dengan target tri darma perguruan tinggi,” pungkasnya. (haq/wil)