Mahasiswa UMM Sukses Raih Medali Pomprov Taekwondo

Prestasi demi prestasi sukses ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, Fajerin Trihadi Wicaksono yang merupakan mahasiswa Teknik Sipil Kampus Putih berhasil menyabet medali perunggu cabang Taekwondo pada Minggu (20/3) lalu. Adapun lomba tersebut menjadi rangkaian panjang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Timur 2022. Ajin, panggilan akrabnya mengaku tidak menyangka bahwa ia mampu mendulang medali. Apalagi target awalnya memang hanya untuk menambah pengalaman mengingat ini adalah kompetisi bergengsi pertamanya.  “Belum lagi ada beberapa peserta yang dulunya pernah menghuni pusat latihan daerah (puslatda). Jadi memang saya dan pelatih menargetkan untuk menambah pengalam namun tentu dengan memberikan upaya dan penampilan terbaik,” tambahnya. Adapun Ajin dan atlet Taekwondo UMM lainnya hanya memiliki waktu tiga minggu untuk latihan instensif. Menurutnya, rantang waktu tersebut sangat singkat dan harus dimanfaatkan dengan baik. Apalagi banyak atlet Kampus Putih yang masih berada di kediaman, sehingga latihan bersama dirasa kurang maksimal. Disebutkan anak bungsu tersebut bahwa motivasi terbesarnya adalah untuk membanggakan orang tua sekaligus mengharumkan nama kampus di ajang taekwondo. Keikutsertaannya dalam taekwondo juga tergolong baru karena ia mempelajari gerakan-gerakan taekwondo pada awal masuk perkuliahan. Ditanya ihwal kompetisi berikutnya, Ajin mengaku kepercayaan dirinya sedang naik karena berhasil meraih medali. Dengan kepercayaan tinggi tersebut, ia berharap dapat memenangkan sederet lomba yang sudah menanti. Baik itu di tingkat regional, nasional bahkan juga internasional. “Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha dan doa. Selama dua hal itu dilakukan dengan baik dan konsisten, cepat atau lambat keberhasilan akan menghampiri di waktu yang tepat,” tegas mahasiswa asal Kupang tersebut. Setidaknya da tiga kunci yang membuat Ajin mampu meraih juara. Pertama, yaitu niat yang kuat dibarengi dengan rencana-rencana matang. Kemudian juga kerja keras tak pernah henti untuk berlatih. Meski banyak yang lebih hebat, tapi semua atlet pasti memiliki kelemahan. Kunci terakhir yakni tidak pernah patah arang dan selalu mencoba hal baru. “Medali yang saya raih ini saya rasa tidak hanya menjadi pelecut bagi saya, tapi juga bagi teman-teman yang lain. Ini adalah bukti bahwa pandemi bukanlah halangan yang berarti. Sudah waktunya mahasiswa-mahasiswa UMM lain untuk mencetak prestasi di berbagai bidang. Kompetisi-kompetisi juga sudah mulai dibuka. Maka, mari teman-teman kita turut serta dan bersaing secara sehat untuk meraih kemenangan,” pungkasnya. (haq/wil)

Sambut Ramadan, Kapal Garden UMM Sajikan Menu Berkah

Menyambut bulan suci Ramadhan, Kapal Garden hotel Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan menu baru yang tak boleh dilewatkan. Ditambah lagi dengan adanya Promo Berbuka di Kapal Garden hotel (Berkah) yang memberikan beragam sajian makanan dan minuman. Para pengunjung dapat menikmati pemandangan indah dari Rooftop Kapal Garden sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa bersama keluarga atau kerabat. Teguh Hadi Saputro, MA. selaku manajer menyampaikan bahwa launching menu ini adalah langkah Kapal Garden Hotel untuk menggaet dan memanjakan pengunjungnya. Menu khusus untuk Ramadan ini juga sebagai bentuk kesiapan dala menyambut bulan penuh berkah tersebut. “Kondisi pandemi yang terlihat membaik dengan banyaknya masyarakat yang divaksin mendorong kami untuk menyajikan suasana dan sajian terbaik untuk berbuka bersama. Tapi kami tetap akan menjalankan protokol kesehatan ketat demi kenyamanan,” ungkapnya. Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga. Beribadah bersama dan berbuka dengan keluarga, sahabat maupun rekan kerja. Maka, Kapal Garden Hotel sudah siap menyambut para pengunjung untuk menyemarakkan bulan suci. Teguh, sapaan akrabnya juga menuturkan bahwa pihaknya tidak hanya menyediakan makanan lezat semata, tapi juga memberikan pemandangan indah dan suasana yang asyik. Bahkan para pengunjung juga bisa melihat matahari terbenam sembari menikmati hidangan berbuka nantinya. Menu yang disediakan juga beravariatif sehingga semua kalangan bisa mencoba dan tidak terasa membosankan. “Semua informasi seluruh promo dan menu bisa dilihat melalui akun instagram resmi di @kapalgardenhotelmalang atau @kapalrooftop,” teguh. Sementara itu, salah satu pengunjung saat launching “Berkah” Triwik Winarni menilai bahwa menu buka puasa yang dihadirkan oleh Kapal Garden Hotel sangat menarik. Cocok untuk disantap bersama keluarga, teman, dan sahabat karib. Pemandangan yang disajikan di Kapal Rooftop juga dirasa mendukung. “Kalau dilihat dengan seksama, menu dan tempat yang ada ini sungguh menarik. Tidak hanya bagi orang dewasa, tapi juga untuk anak-anak. Berbagai minuman, makanan ringan hingga makanan berat sangat bervariasi. Saya juga mengapresiasi Kapal Garden yang masih menerapkan protokol kesehatan ketat dalam melayani para pengunjung,” pungkasnya. (haq/wil)

Dubes Jepang untuk Indonesia Bekali Wisudawan UMM Hadapi Tantangan Internasional

Dunia saat ini semakin kompleks dan beragam. Banyak tantangan yang akan dihadapi oleh generasi muda ke depannya, mulai dari kerja sama internasional, konflik antar negara, kecanggihan teknologi, serta ekonomi global. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji pada gelaran Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang ke-103, Kamis (24/3) lalu. Pria kelahiran Tokyo ini mengatakan bahwa perubahan dunia terjadi dengan sangat pesat. Pada masa lalu, kerja sama internasional hanya dilakukan oleh sebuah negara. Namun saat ini, tidak hanya negara tetapi juga organisasi, perusahaan, bahkan bidang entertainment juga melakukan kerja sama internasional. Tak hanya kerja sama, konflik antar negara juga mengalami berbagai perubahan. “Dahulu konflik antar negara hanya berupa serangan fisik dan senjata. Namun sekarang konfik antar negara sudah sangat beragam seperti serangan siber dan beredarnya disinformasi atau berita palsu. Untuk mengatasi masalah-masalah yang akan timbul perlu adanya sebuah solusi yang seimbang, baik menggunakan cara tradisional maupun dengan menggunakan teknologi. Namun solusi yang diambil juga harus berpegang pada nilai-nilai kebangsaan,” ungkap Kanasugi. Lebih lanjut, Kanasugi mengungkapkan bahwa untuk mengatasi berbagai masalah di masa depan perlu ada perhatian di beberapa bidang. Yang pertama adalah pentingnya sebuah kebebasan individu, namun kebebasan ini juga harus selaras dengan memperhatikan kestabilan sosial yang ada di masyarakat.  Kedua adalah mengembangkan ekonomi pasar. Tidak hanya sekadar mengembangkan saja, tetapi juga harus diiringi dengan perhatian terhadap lingkungan. “Sebagai generasi muda, saya serahkan pemecahan masalah-masalah tersebut pada para wisudawan. Saya harap kalian dapat menemukan solusi terbaik dan berimbang untuk masa yang akan datang. Saya yakin kalian dapat menangani hal tersebut karena kalian merupakan lulusan dari salah satu universitas terbaik di Indonesia. Terakhir saya ucapkan terima kasih karena kalian telah melakukan yang terbaik selama masa perkuliahan dan saya doakan yang terbaik untuk anda di masa depan,” pungkas Kanasugi di akhir sambutan. Senada dengan Kanasugi, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa ilmu dan pengalaman yang para wisudawan raih semasa perkuliahan adalah modal yang kuat untuk berkompetisi dan menghadapi tantangan di masa depan. Sekarang adalah era untuk kompetisi memperebutkan suatu kemenangan. Fauzan berharap para alumni akan dapat berkompetisi dengan baik sesuai pengalaman dan keterampilan yang di perolehnya. “Sebagai alumni UMM, para wisudawan harus percaya diri karena telah mengemban ilmu di salah satu universitas terbaik di Indonesia. Tidak hanya meraih prestasi di tahap nasional, UMM juga telah berprestasi di taraf internasional. Bahkan pada bulan maret ini, UMM telah ditetapkan sebagai kampus terbaik rangking enam se- ASEAN. Jadi saya harap kalian dapat mengembangkan ilmu yang telah kalian raih dengan penuh percaya diri untuk menyongsong kompetisi di masa yang akan datang,” ujar Fauzan mengakhiri. (syi/wil)

UMM Kukuhkan Guru Besar Peternakan dengan Konsep Koboi

Setelah mengukuhkan tiga guru besar bidang pendidikan dan satu guru besar bidang komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukuhkan guru besar baru. Kali ini, Prof. Dr. Ir. Sutawi, M.P. sukses dikukuhkan menjadi guru besar bidang peternakan pada Rabu (24/3) lalu. Hadir dalam gelaran tersebut Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayan (Menko PMK) sekaligus Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. dan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA. Dalam gelaran itu pula, Kampus Putih meresmikan empat Centre of Excellence (CoE) baru di Fakultas Pertanian dan Peternakan. Di antaranya Kelas Minyak Sirih (Prodi Kehutanan), Kelas Ekspor Agrokomplex (Prodi Agribisnis), Kelas Produksi Benih Tanaman (Prodi Agroteknologi) dan Kelas Ruminansia (Peternakan). Semua sekolah itu disediakan untuk mengupayakan lahirnya generasi masa depan yang mandiri. Konsep dalam pengukuhan tersebut juga cukup menarik dan berbeda dari biasanya. Dekorasi ala wild west dan koboi memenuhi pintu masuk dan panggung. Bahkan Sutawi berangkat menuju lokasi dengan mengendarai kuda. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berpesan agar pengukuhan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai formalitas semata. Semua properti dan dekorasi tersebut haruslah mengandung konsekuensi logis akan jabatan yang dikukuhkan. Ia juga berharap adanya guru besar baru di FPP mampu membangun akselerasi program-program yang selama ini digulirkan. “Tentu, kami ingin agar adanya guru besar baru ini dapat membentuk FPP UMM jadi unggul. Tidak hanya unggul di nasional tapi juga di level internasional,” tuturnya. Fauzan juga mengutip sedikit isi pidato Sutawi terkait pesan bapaknya yang mengatakan untuk tidak menjadi seorang petani karena susah. Meski begitu petani masih menjadi salah satu pekerjaan yang dirasa bahagia. Maka menurutnya, paradigma untuk mengukur kebahagiaan itu seharusnya menggunakan ukuran agama dan keimanan. Rasa yang didasari rasa syukur itu yang akan melahirkan sebuah kebahagiaan. Di sisi lain, Muhadjir mengucapkan selamat dan menilai bahwa Sutawi adalah seorang penulis sejati. Hal tersebut bisa dilihat dari sederet karya dan prestasi yang sudah Sutawi hasilkan. Terkait pengukuhan guru besar, ia juga berpesan agar UMM melihat keluar untuk segera mengejar ketertinggalan dari universitas lain. Terutama perguruan tinggi luar negeri yang berkembang pesat. Sementara itu, dalam pidatonya, Sutawi menjelaskan bahwa ia telah meneliti terkait kebahagiaan peternak ayam petelur di Kabupaten Malang. Begitupun dengan kajian kebahagiaan peternak sapi perah di Kabupaten Malang serta pengaruh PDB pertanian dan peternakan terhadap kebahagiaan penduduk indonesia dan beragam penelitian lainnya. Berdasarkan orasi ilmiah yang disampaikan Sutawi, meskipun berpendapatan rendah, peternak adalah profesi yang dinilai bahagia. Hasil survei tersebut konsisten dengan survei serupa di berbagai negara bahwa orang-orang yang berprofesi sebagai petani, termasuk peternak, nelayan, dan pekebun, adalah kelompok masyarakat yang bahagia. Di Malaysia misalnya yang merasa bahagia dan bangga berprofesi sebagai petani. Kemudian di Amerika Serikat, 99% petani Ohio dilaporkan bahagia dengan keseluruhan kualitas hidupnya. Sementara di Inggris, indeks kebahagiaan tertinggi ditemukan pada penduduk yang bekerja di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Hal serupa juga ditemui di negara-negara lain seperti Perancis bahkan Ghana. “Kebahagiaan suatu bangsa itu ibarat pohon. Pertanian adalah akarnya, sementara perdagangan dan industri adalah cabang dan daunnya. Jika akarnya dicabut, maka sudah barang tentu cabangnya akan mati dan daunnya berguguran,” ucapnya menjelaskan. (wil)

UMM-Bappenas Kaji Rancangan Pembangunan Nasional Politik Luar Negeri dan Kerjasama Internasional

Abad ini dinilai akan menjadi abad Asia karena berpotensi memunculkan peradaban besar seperti yang dulu pernah Asia miliki. Salah satu negara yang dinilai akan menjadi calon new emerging power adalah indonesia. Hal itu disampaikan oleh Ketua Pusat Studi Asia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Gonda Yumitro, SIP., MA., Ph.D. dalam diskusi terpumpun terkait Rencana pembangunan Jangka Panjang Nasional Bidang Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional. Adapun agenda itu merupakan kerjasama Kampus Putih dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dilangsungkan pada Rabu (24/3) lalu. Gonda, sapaan akrabnya melanjutkan saat ini muncul beragam negara kuat baru di Asia. Sebut saja Cina, India, bahkan juga Turki. Negara kuat baru juga dapat ditemukan di benua lain seperti Brazil di Amerika Latin dan Afrika Selatan di benua Afrika. Tidak ketinggalan Indonesia yang juga dianggap sebagai new emerging power dalam tataran dunia. “Khususnya di tahun 2040 nanti yang salah satu faktornya adalah bonus demografi. Jika kita mampu mengatur dan menyiapkan anak muda dengan baik, maka perkiraan tersebut tentu akan menjadi kenyataan,” tegasnya. Maka, pada kesempatan tersebut Bappenas melaksanakan kajian komprehensif dengan melibatkan sivitas akademika. Menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan masukan perencanaan pembangunan nasional. “Semoga apa yang kita diskusikan hari ini dapat menjadi kontribusi besar dalam pembangunan Indonesia. Paling tidak menjadi sebuah masukan positif juga,” tambah Gonda. Sementara itu, Direktur Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional Bappenas, Dr. Ir. Wisnu Utomo, M.Sc. menegaskan bahwa perencanaan itu penting. Ia tak bisa membayangkan jika pembangunan Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan 34 provinsi tidak direncanakan dnegan baik. Terkait arah pembangunan nasiona, Wisnu menyebutkan dua hal itaa. Pertama, yakni transformasi ekonomi khususnya pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga meningkatkan produktivitas berbasis inonvasi dan high skill. Kemudian yang kedua yakni menjadikan Indonesia mandiri serta menjadi negara paling berpengaruh di Asia Pasifik. Wisnu juga menjelaskan beberapa dinamika politik global belakanganyang perlu menjadi perhatian bersama. Dimulai dengan adanya resesi ekonomi global dan peningkatan kebijakan unilateralisme. Pun dengan kerapuhan negara dalam menghadapi krisis serta menciptakan sustainable peace seiring dengan naiknya eskalasi konflik. Kesenjangan global dan dampak perubahan iklim juga menjadi hal yang perlu disoroti dan didiskusikan. “Di tengan kondisi tersebut, Idnonesia tetap meyakini pentingnya multilateralisme dalam rangka mencapai kepentingan nasional sekaligus berkontribusi untuk pembentukan tata kelola global. Salah satunya dengan turut serta dalam lebih dari 200 forum dan organisasi internasional (OI),” tuturnya melanjutkan. Meski begitu, ada beragam tantangan yang perlu dihadapi dan diatasi oleh Indonesia saat turun dan ikut dalam organisasi tersebut. Satu diantaranya yakni pemanfaatan keanggotaan Indonesia di OI dinilai belum sebanding dengan pembayaran kontribusi. Begitupun dengan kurang optimalnya keberhasilan pencalonan keketuaan Indonesia di OI. “Kemudian yang terakhir yakni belum optimalnya representasi warga negara Indonesia di organisasi-organisasi internasional,” pungkas Wisnu. (wil)

Wisudawan Terbaik UMM Ini Aktif Kegiatan Sosial dan Pengabdian Masyarakat

Aulia Rachma, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menjadi wisudawan terbaik pada gelaran wisuda periode I 2022 pada Kamis (24/3). Tak hanya berprestasi di bidang akademik, mahasiswa Fakultas Psikologi yang lulus dalam tiga setengah tahun ini juga aktif di berbagai projek sosial dan perlombaan essay nasional. Aulia, sapaan akrabnya menceritakan bahwa keaktifannya selama masa perkuliahan tidak jauh dari kebiasaannya mengikuti perlombaan sejak Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu, anak pertama dari dua bersaudara ini mulai mengisi masa perkuliahannya dengan lomba-lomba essay dan memenangkan beberapa kejuaraan. Sebut saja juara tiga lomba essay nasional di Universitas Brawijaya serta juara tiga essay di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UMM. Projek risetnya pada Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) juga mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). “Projek PKM yang saya dan teman-teman kembangkan membahas tentang mental health para penderita Covid-19. Kami melihat bahwa selain menyerang fisik, virus tersebut juga melemahkan mental para penderitanya. Oleh karena itu, kami mengadakan terapi perilaku kognitif untuk meningkatkan resiliensi pada pasien Covid-19 dengan menggunakan cyberpsychology,” jelas Aulia. Selain aktif berlomba, Aulia juga aktif mengikuti komunitas di luar kampus bernama   Catatan Psikologi. Komunitas yang berbasis di Malang ini bergerak di bidang mental health dan self development. Aulia menceritakan bahwa kegiatan-kegiatan dari catatan psikologi biasanya dilakukan secara daring melalui webinar dan media sosial. “Catatan psikologi hadir untuk mendekatkan ilmu psikologi kepada masyarakat. Seperti yang kita ketahui, masih ada masyarakat Indonesia yang belum teredukasi dengan baik mengenai kesehatan mental. Padahal, pengobatan kesehatan mental tidak hanya untuk orang gila saja,” kata mahasiswa asal Bondowoso tersebut. Tak hanya aktif berlomba dan berkomunitas, Aulia juga mengikuti projek sosial. Tergabung dalam kegiatan Program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM), Aulia dan tim membuat program edukasi Deaf Talk bagi masyarakat umum. Acara ini berlangsung selama dua bulan dan dilaksanakan secara online melalui zoom. “Dengan adanya program pengenalan bahasa isyarat ini, kami bertujuan untuk menghapus jarak komunikasi antara teman-teman disabilitas dan masyarakat umum,” ujar Aulia. Diluar kegiatan-kegiatan tersebut, Aulia juga melakukan program magang di Pusat Layanan Psikologi (PLP) UMM dan sekolah Internasional di Malang. Dengan kegiatan yang banyak tersebut, Aulia memiliki beberapa cara untuk menyeimbangkan kegiatan akademik dan non-akademik yaitu membuat skala prioritas dan juga to do list harian. “Skala prioritas dan to do list tersebut sangat membantu saya untuk konsisten serta mengetahui target harian saya. Dalam melewati hari-hari perkuliahan yang berat, saya memiliki satu moto yang mendorong saya untuk tetap semangat yaitu you’re only life once, so live your life to the fullest,” pungkasnya. (syi/wil)

Dubes Indonesia untuk Inggris Dorong Wisudawan UMM Jadi Pemberi Solusi Masyarakat

Momen wisuda adalah salah satu momen penting dalam fase kehidupan. Oleh karenanya, setelah dikukuhkan, para sarjana diharapkan mampu bermanfaat bagi masyarakat dengan skill yang sesuai dengan passion masing-masing. Hal itu diungkapkan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Fauzan, M.Pd. pada gelaran wisuda 103 periode I. Adapun acara ini dilaksanakan pada tanggal (22/03) secara daring dan luring bertempat di Hall Dome UMM. Fauzan, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa ilmu yang telah diperoleh selama empat tahun bisa bermanfaaat bagi masyarakat. Apalagi Kampus Putih merupakan amal usaha Muhammadiyah yang mendorong wisudawan untuk memberikan manfaat keilmuan, sosial, keagamaan dan lainnya. Ditambah lagi dengan peringkat enam kampus swasta terbaik se-ASEAn yang baru saja diraih. “Kabar baik ini tentu bisa menguatkan saudara sebagai lulusan dari universitas yang memiliki rekognisi. Tidak hanya nasional tapi juga reputasi internasionaldan akreditasi internasional,” ucapnya. Pada kesempatan yang sama hadir pula Dr. KH. Saad Ibrahim, M.A selaku ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Ia mengungkapkan bahwa ketenangan jiwa mulai terbangun sejak duduk di bangku perkuliahan. Menurutnya, hari ini wasudawan telah memiliki ketenangan jiwa yang meliputi kekokohan, langkah dan kekuatan rohani. Hal tersebut adalah wasilah yang diberikan oleh para dosen di dalam kelas.  “Ketenangan yang sudah saudara miliki saat ini harus disebarkan untuk kedamaian dan kebermanfaatan bagi masyarakat, umat, bangsa dan negara,” tuturnya. Didapuk untuk menyampaikan orasi ilmiah, Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris Desra Percaya, P.hD. mendorong wisudawan untuk terus menjaga semangat belajar. Gelar sarjana yang diperoleh tersebut juga membuktikan perjuangan mereka selama berkuliah, keringat orang tua, bantuan keluarga, serta guru yang sabar. Begitupun dengan dosen yang rajin membimbing serta sahabar yang setia menemani. Desra juga memberi lima strategi yang bisa dilakukan lulusan untuk menjadi problem solver handal untuk beraga masalah. Pertama, yaitu mengetahui diri sendiri. Memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing agar dapat mengoptimalkan potensi diri. Kedua, yakni mengetahui apa yang diinginkan. Seringkali hal ini masih kurang tajam. Maka anak muda harus memiliki tujuan jelas agar mampu berbagi manfaat ke sesama. Kemudian juga mengetahui posisi kita di mana. Menurutnya, memiliki ambisi itu bagus, namun lulusan harus memahami posisi yang sedang dijalani. Jika bensin yang dimiliki sedikit, tidak masalah untuk berhenti sejenak dan berjalan dengan pelan. “yang keempat dan yang kelima adalah know the gap serta just do it. Lakukan hal-hal konkret dimulai dari hal kecil. Merintis itu memang berat ketimbang melanjutkan. Jadi mulai dari hal kecil kemudian bertahap mengambil tanggung jawab yang besar,” tegasnya. Lebih lanjut, Desra mengatakan bahwa lima hal tersebut bisa digunakan untuk menhadapi era yang bergejolak dan banjir informasi. Kunci lainnya yakni memahami kompleksivitas masalah agar menemukan jalan keluar yang bagus. “Generasi masa depan harus menjadi generasi yang paling lantang menyuarakan. Berusaha menempatkan Indonesia di posisi yang tepat dalam percaturan global. Pada tahun 2045 nanti, amsa depan ada di tangan saudara-suadara. Saya yakin kalian adalah generasi masa depan yang ditakdirkan untuk menjadi orang-orang hebat,” pungkasnya. (haq/wil)

UMM Kirim Ratusan Altlet Berlaga di Pomprov Jatim 2022

Dalam proses pendidikannya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendukung minat dan bakat dari para mahasiswa. Terbaru, UMM melepas 155 atlet untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Timur (Jatim) tahun 2022. Gelaran tersebut berlangsung mulai dari 19 Maret kemarin sampai 31 Maret mendatang. Kepala bagian Bagian Minat-Bakat, Pembinaan Lingkungan dan Mahasiswa Asing UMM, Frendy Aru Fantiro, M.Pd., menjelaskan bahwa untuk mengikuti gelaran ini, UMM telah mempersiapkan para atlet selama dua bulan lamanya. Pada ajang tersebut, para atlet akan berlaga di 14 cabang olah raga (Cabor) yang dikompetisikan saat Pomprov. “Pomprov ini merupakan ajang kompetisi olahraga luring yang pertama kali digelar di Jatim. Oleh karenanya, kami benar-benar mempersiapkan para atlet terpilih untuk mengikutinya. Ada beberapa cabor yang akan diikuti oleh atlet UMM yaitu sepak bola, bola voli, karate, panjat tebing, pencak silat, renang, dan lainnya,” ungkap dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tersebut. Lebih lanjut, Frendy sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dalam pagelaran Pomprov kali ini, UMM menjadi salah satu tuan rumah bersama beberapa universitas lain di kota Malang. Adapun para atlet UMM harus bersaing dengan 2900 atlet lainnya dari 120 perguruan tinggi untuk memperebutkan medali kejuaraan. “Dalam kompetisi ini, atlet UMM akan menghadapi lawan-lawan yang berat. Apalagi ada beberapa universitas yang memiliki jurusan khusus untuk olah raga. Meski begitu kami akan berusaha untuk dapat masuk ke lima besar di Pomprov Jatim 2022,” jelas dosen asal Malang itu. Senada dengan Frendy, Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, ST, . MT, juga menargetkan para atlet UMM dapat membawa pulang banyak medali pada kompetisi ini. Untuk membantu para atlet lebih prima dalam berlaga, Eky panggilannya mengatakan bahwa UMM telah memfasilitasi para atlet dengan logistik dan tempat karantina yang mumpuni. Selain itu, UMM juga menerjunkan tim kesehatan dalam rangka memantau kondisi para atlet yang sedang berkompetisi.  “Dengan berbagai kompetisi yang ada, atlet UMM akan semakin terlatih untuk bersaing kejuaraan di masa yang akan datang. Kesempatan ini juga berguna untuk mengasah minat dan bakat yang mereka milikj.  Saya harap dalam Pomprov kali ini, tim UMM dapat memberikan hasil yang baik,” tandasnya. (syi/wil)

UMM-PP Muhammadiyah Kaji RUU Sisdiknas RI

Undang-undang yang merupakan produk politik tujuannya adalah menyejahterakan sosial, namun seringkali muncul resistensi dari masyarakat. Tidak lain tidak bukan karena memang undang-undang dibuat di belakang meja. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Khudzaifah Dimyanti, M.Hum. dalam diskusi terpumpun terkait Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional RI. Adapun agenda tersebut merupakan kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dikdasmen serta Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lebih lanjut, Khudzaifah menilai kegiatan tersebut haruslah menghasilkan argumentasi-argumentasi kuat dan perbaikan. Utamanya dalam menyikapi RUU Sisdiknas yang kini digodok oleh pemerintah. Apalagi melihat banyaknya pemateri ahli di bidangnya masing-masing yang sudah didatangkan. “Ada banyak pemateri handal dihadirkan. Mulai dari ketua umum PB PGRI, pakar pendidikan dari UM, hingga rektor UIN Sunan Ampel. Diskusi ini tentu akan lebih menarik jika melibatkan teman-teman dari organisasi lain. Sehingga argumentasi yang dihasilkan memiliki kekuatan yang lebih baik lagi,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa RUU ini adalah kemauan pemerintah, namun tidak bisa dipaksakan kepada masyarakat. Jika dirasa kurang baik, maka masyarakat bisa mengajukan yudicial review. Selain itu menurutnya, Muhammadiyah akan lebih diperhitungkan dan dipertimbangkan jika menggaet dan bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Khususnya dalam mengkaji RUU Sisdiknas. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa diskusi ini adalah salah satu upaya pemartabatan bangsa. Pemerintah kini sedang menyiapkan RUU Sisdiknas. Maka, sudah barang tentu para akademisi harus memberi kontribusi dan masukan dalam rangka memperbaikinya. Agenda ini juga dilaksanakan untuk menghimpun pikiran-pikiran dan ide-ide dalam upaya penyempurnaan peraturan tersebut. “Ini adalah sebuah pergerakan moral untuk pemartabatan bangsa. Masa depan peradaban bangsa salah satunya ditentukan oleh model serta arah pendidikan yang akan kita jalani ini,” tegas Fauzan. Hal tidak jauh berbeda disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim) Dr. KH. M. Saad Ibrahim, MA. Arah gerak bangsa haruslah berdasarkan agama sesuai dengan Pancasila yang menjadi dasar negara. Tidak terkecuali arah gerak pendidikan republik Indonesia yang tentu berlandaskan pada agama. Lebih lanjut, Saad juga mengutip salah satu pemateri dari Boston University dalam kajian ramadhan Muhammadiyah tahun lalu terkait pendidikan Islam. Pemateri tersebut menilai bahwa pendidikan Islam yang dirancang, dilaksanakan dan diproyeksikan Muhammadiyah adalah salah satu yang terbaik. Hal itu tidak lepas dari upaya Muhammadiyah dalam memajukan dan memadukan dimensi agama serta dimensi sains. Sementara itu, Wakil Ketua Dikdasmen PP Muhammadiyah Dr. Sungkowo, M.Si. juga berharap kegiatan diskusi ini dapat mengkaji lebih dalam mengenai pendidikan sehingga dapat memperbaiki RUU Sisdiknas. “Mudah-mudahan kita bisa mendapat gambaran dan hasil kajian yang komprehensif dan paling baru dari para pemateri. Dengan begitu diskusi yang kita laksanakan ini dapat mencetuskan kontribusi menarik bagi rancangan undang-undang ini,” tegasnya. (wil)

Wisudawan Terbaik UMM Ini Koleksi Piala dan Hafizah 30 Juz

Menjaga nilai tetap prima sembari mengikuti dan memenangkan lomba bukanlah perkara yang mudah. Apalagi jika harus menghafal Alquran hingga 30 juz. Hal itulah yang dirasakan dan dialami oleh Anna Ashry Savirah, mahasiswa program studi Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia sukses dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Kampus Putih berkat prestasi akademis dan non akademisnya. Diakui Anna, panggilan akrabnya bahwa menghafal Alquran adalah kegiatan yang tidak pernah ia tinggalkan sejak duduk di bangku SMP. Terhitung, ia telah menghafal delapan juz saat masuk ke UMM. Kemudian ia melanjutkan hafalannya secara daring bersama salah satu pembimbing saat berkuliah hingga mencapai 30 juz. “Setiap hari paling tidak saya mampu menghafal satu hingga tiga lembar. Itupun saya harus menyempatkan waktu di sela-sela jam kuliah untuk muroja’ah dan menghafal. Alhamdulillah saya dikuatkan dan akhirnya dapat menghafal 30 juz sekaligus dapat meraih predikat sebagai wisudawan terbaik UMM di periode ini,” imbuhnya. Selain sukses jadi hafizah, Anna juga beberapa kali memenangkan kejuaraan. Salah satunya sebagai juara tiga nasional karate beregu. Dari dulu, Anna memang menggemari aktivitas bela diri. Bahkan ia juga tergabung dalam tim serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karateka Kampus Putih. “Selain untuk mengisi waktu, karate juga menurut saya bisa meredakan stres usai melewati hari yang begitu padat,” ungkap wisudawan asal Tenggarong tersebut. Meski banyak prestasi dan keberhasilan yang diraih, Anna tak luput dari kendala dan masalah. Ia sempat ingin berhenti kuliah karena merasa tidak sanggup mengerjakan skripsi. Bahkan sudah ia sampaikan niatnya kepada orang tua. Beruntung, kedua orangtuanya terus memotivasi Anna untuk berupaya melanjutkan sekolahnya dan menjadi seorang sarjana. Menariknya, ia malah mampu lulus dengan rentang waktu yang cukup singkat yakni 3,5 tahun. “Saya dulu ingin berhenti kuliah karena tidak sanggup melanjutkan skripsi. Mungkin karena doa dan dorongan orang tua ya, akhirnya saya malah bisa selesai lebih cepat dari perkiraan. Alhamdulillah saya sangat bersyukur,” tutur Anna. Ia juga menyampaikan kunci utama agar mampu berprestasi dan menyeimbangkan waktu, yakni menyusun jadwal harian. Sebelum beraktivitas, Anna selalu menulis hal-hal apa saja yang akan ia lakukan dalam sehari, target apa yang harus dicapai, hingga membuat prioritas kegiatan. Dengan begitu, ia dapat menyelesaikannya dengan baik sesuai dengan estimasi waktu serta tenaga yang dimiliki. “Selain itu, menanamkan untuk tidak malas pada diri sendiri memiliki peran penting dalam kesuksesan. Jangan terus membandingkan diri dengan orang lain karena tidak akan ada habisnya. Saingan paling berat adalah diri kita sendiri. Hal yang perlu kita pikirkan dan lakukan adalah menemukan cara agar bisa menjadi sosok yang lebih baik dari kemarin,” pungkas anak kelima dari tujuh bersaudara itu. (wil)