Beasiswa Talenta Unggul UMM: Bebaskan SPP Camaba Berprestasi Hingga Lulus

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka Beasiswa Talenta Unggul untuk calon mahasiswa baru jalur prestasi. Beasiswa yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini diberikan mulai dari masuk hingga lulus kuliah melalui skema beasiswa bebas SPP sesuai Surat Keputusan Rektor. Adapun program ini merupakan tindak lanjut dari beasiswa-beasiswa yang UMM miliki sebelumnya seperti beasiswa alumni, PPUT, yatim, KIP, Djarum, Astra, Baznas, BRI, Erasmus Mundus dan berbagai kesempatan lainnya. Kepala UPT Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM Nurudin menjelaskan bahwa beasiswa talenta unggul berupa bebas biaya SPP hingga mahasiswa lulus. Para calon mahasiswa semua program studi bisa mendapatkannya. Adapun para calon mahasiswa fakultas kedokteran akan diberlakukan aturan tersendiri yang sudah disiapkan. Untuk mendapatkannya, dijelaskan Nurudin bahwa mereka bisa melengkapi beberapa syarat dan dokumen yang diperlukan. Jika mengambil jalur prestasi akademik, status mereka haruslah siswa lulusan 2019-2022. Kemudian rata-rata nilai raport yang dimiliki minimal mencapai angka 80. “Khusus bagi jurusan Farmasi, diperlukan rata-rata nilai IPA dan Matematika minimal di angka 80 selain rata-rata rapor,” tambahnya. Menariknya, selain jalur prestasi akademik, para calon mahasiswa juga bisa mengambil jalur prestasi minat dan bakat. Nurudin menuturkan beberapa prestasi di beragam bidang dapat digunakan untuk mendaftar jalur ini. Mulai dari prestasi cabang olahraga di level tertentu, kemenangan di bidang seni pada level tertentu, hingga keaktifan organisasi. Adapula bidang LKTI yang mengharuskan calon mahasiswa memiliki prestasi karya tulis ilmiah. Begitupun dengan torehan tinta emas di bidang keagamaan seperti penghafal Alquran 10 Juz, juara MTQ serta raihan membanggakan dalam bidang bahasa arab. Hal serupa juga berlaku untuk bidang sosial yang meliputi content creator, influencer, youtuber dengan minimal 5.000 subscriber, hingga selebgram dengan follower minimal 10.000. “Terutama bagi mereka yang aktif dalam membuat konten kreatif, edukatif, dan positif. Adapun pendaftaran jalur prestasi ini akan dibuka hingga 23 April 2022 mendatang. Untuk info lebih lanjut, para calon mahasiswa bisa cek di pmb.umm.ac.id atau melalui akun instagram @pmb_umm ,” ungkapnya mengakhiri. (wil)

Sengkaling UMM: Paket Lengkap Wisata Keluarga

Sebagai kota yang kaya akan destinasi wisata, Malang memiliki banyak tempat untuk berlibur. Mulai dari pantai, air terjun, hingga taman rekreasi. Salah satu destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan ketika mengunjungi Malang adalah Taman Rekreasi Sengkaling. Taman wisata dibawah naungan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini memiliki beragam jenis wahana yang bisa dinikmati. Tidak hanya bagi anak-anak, tapi juga bagi kalangan dewasa. Taman wisata satu ini beroperasi mulai dari jam enam pagi hingga jam lima sore. Fasilitas yang dimiliki Sengkaling juga terbilang lengkap. Ketika memasuki Sengkaling, kita akan disuguhi oleh deretan kuliner khas Malang yang tergabung dalam Sengkaling Food Festival (SFF). Selain itu, disebelah kiri tempat loket terdapat penginapan dengan konsep kapal yang diberi nama Kapal Garden Hotel. Pengunjung juga bisa mampir ke tempat olahraga yang terbuat dari container yang bernama Workout Container Gym. “Untuk biaya masuk ke wahana Taman Rekreasi Sengkaling, kami mematok harga 30.000 pada weekday dan 35.000 pada weekend. Beberapa fasilitas yang didapatkan adalah free akses ke semua kolam renang, taman satwa, taman kelinci dan beberapa wahana gratis lainnya. Kami juga menyediakan tiket terusan yang dibanderol seharga 60.000 yang berlaku untuk semua kolam renang, Bom-Bom Car, Perahu Naga, Kiddy Train, Bumper Boat, Theater 4 Dimensi, dan Joyland Game Zone,” ungkap General Manager Taman Sengkaling UMM Dr. Achmad Mohyi, M.M. Secara keseluruhan, wahana di Taman Rekreasi Sengkaling ini terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu wahana air, wahana permainan, dan tempat satwa. Untuk bagian wahana air, pengunjung akan dimanjakan dengan kolam renang bagi orang dewasa dan anak-anak. Adapula kolam kapal misteri, kolam pesona primitif, kolam pesona tirta sari, serta kolam cumi-cumi. “Sementara itu di area wahana permainan, kami memiliki kapal misteri, perahu motor, dan sepeda air yang bisa digunakan untuk mengelilingi kolam sengkaling. Selain itu ada juga permainan bom-bom car, bioskop 4 dimensi, playground, kiddy train, bumper boat, dan sederet lainnya,” imbuhnya. Sejak akhir tahun 2021, sengkaling telah memulai langkah baru untuk menggabungkan edukasi dan wisata dalam taman rekreasinya. Mohyi menjelaskan bahwa Sengkaling telah bekerja sama dengan beberapa sekolah untuk melakukan pelatihan dan pembelajaran. Agenda tersebut meliputi pembelajaran mengenai cara kerja dan pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro, pesawat terbang, kapal cepat, hingga pelatihan lingkungan hidup. (syi/wil)

UMM Ranking 6 Kampus Swasta Terbaik se-ASEAN

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, Kampus Putih ini berhasil meraih predikat sebagai kampus swasta terbaik nomor 6 se-Asia Tenggara menurut data yang dikeluarkan oleh AppliedHE. AppliedHE merupakan lembaga pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang berpusat di 20 Sin Ming Lane, Midview City, Singapura. Ada lebih dari 700 perguruan tinggi swasta di ASEAN yang dinilai dan masuk dalam proses pemeringkatan. Beberapa kriteria yang digunakan untuk penilaian ini meliputi teaching and learning, employability, serta research. Adapula community engagement, internasionalisasi dan reputasi institusi. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengungkapkan bahwa raihan ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Meski begitu, hal utama yang perlu dilakukan bukanlah euforia berlebihan meramaikan capaian UMM menjadi kampus peringkat enam se-ASEAN. Namun harus segera melakukan evaluasi terhadap variabel-variabel yang masih perlu dikembangkan. “Tentu harus ada peningkatan peringkat UMM di hasil pemeringkatan tahun berikutnya, mengingat hal ini menjadi aspek penting dalam perjalanan sebuah perguruan tinggi. Begitupun dengan peningkatan kualitas di seluruh aspek layanan. Hasil ini juga menjadi bagian dari rekognisi internasional yang sudah menjadi milestone UMM sejak lama,” ungkap Fauzan. Senada dengan Fauzan, Wakil Rektor I UMM Prof. Syamsul Arifin, M.Si. bersyukur Kampus Putih dapat bertengger di kampus teratas se-Asia Tenggara menurut AppliedHE. Hal ini menunjukkan bahwa kampus ini telah memperoleh pengakuan, terutama di berbagai bidang yang dinilai. “Kita tentu senang karena dari segi akademik yang meliputi teaching and learning serta riset, kita mampu memperoleh hasil yang bagus. Apalagi melihat kenyataan bahwa universitas dinilai sebagai centre of excellence dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” tambahnya. Syamsul, panggilan akrabnya, menilai riset yang dilakukan UMM relatif bagus karena mampu berkolaborasi dan memanfaatkan hibah dari pemerintah maupun Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Meski begitu, ia ingin hasil riset yang diperoleh dapat diselaraskan dengan aspek teaching dan learning. Begitupun dengan community engagement yang seharusnya bisa dikembangkan lebih baik lagi. “Apa yang disampaikan oleh AppliedHE menandakan bahwa kita sudah masuk di kancah internasional, sesuai dengan milestone kita tahun ini yakni intenational competitiveness. Hasil ini harus menjadi momentum, refleksi dan muhasabah supaya semua komponen UMM bisa bagus. Saya tentu mengapresiasi kerja kolektif dari semua unit dan bagian di UMM yang sudah berupaya semaksimal mungkin,” tambahnya. Di sisi lain, Asisten Rektor Bidang Akreditasi Internasional UMM, Suparto menjelaskan bahwa data penilaian yang dilakukan oleh AppliedHE bersumber pada tiga hal yakni data dari kampus, angket yang diberikan ke alumni dan mahasiswa serta data dari Google Scholar. Enam aspek yang ada dinilai secara objektif dan memiliki porsi masing-masing. “Sebut saja teaching and learning yang porsinya mencapai 40% dari total seluruh penilaian. Aspek ini terbagi atas kepuasan peserta didik akan dosen, fasilitas serta sistem penilaian. Alhamdulillah, UMM mampu membukukan nilai yang sangat tinggi di angka 85-90 di masing-masing poin dan menjadi peringkat empat di aspek teaching dan learning,” ungkapnya. Kemudian, aspek kedua yakni riset yang memiliki porsi sebesar 15% dari penilaian. Data Google Scholar para dosen, artikel dan makalah, serta sitasi dosen sangat berperan dalam mendukung tingginya nilai yang diperoleh. Terhitung, UMM mendapat angka di kisaran 82 hingga 87 dalam aspek riset yang mengantarkan UMM bertengger di nomor dua se-ASEAN. “Tentu angka ini membuktikan bahwa sivitas akademika memiliki semangat yang luar biasa untuk meneliti dan memberikan inovasi baru. Sehingga dapat maksimal dalam memberikan sederet manfaat bagi masyarakat,” tambahnya. Parto, panggilan akrabnya juga menyebutkan peringkat di tiap aspek penilaian secara berurutan. Aspek employability berada di posisi 18, community engagement di posisi 19, dan internasionalisasi yang berhasil menempati peringkat ke 18. “Predikat kampus peringkat enam se-Asia Tenggara ini menjadi raihan yang membanggakan. Namun jangan sampai kita terlena, malah sebaliknya harus meningkatkan berbagai aspek yang dirasa kurang. Sehingga mampu memberikan hasil maksimal, terutama peringkat UMM di mata dunia,” tambahnya. (wil)

Dosen HI UMM Bahas Konflik Rusia-Ukraina

Pengerahan pasukan militer yang dilakukan Rusia ke wilayah Ukraina beberapa hari terakhir membuat gempar masyarakat dunia. Tidak sedikit masyarakat yang menilai jika penyerangan Rusia terhadap Ukraina ini terus berlanjut maka akan memicu perang dunia ketiga. Melihat dari dua sisi, Dosen Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Hafid Adim Pradana, MA. mengatakan ada beberapa penyebab terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina tersebut. Sejak Uni Soviet pecah menjadi beberapa negara, Rusia dan Ukraina mengalami berbagai konflik kecil. Hal tersebut terus memanas hingga Rusia melakukan Invasi pada Kamis (24/02).  Dari sudut pandang Ukraina, Adim sapaan akrabnya menjelaskan bahwa penyerangan ini merupakan upaya agresif dari Rusia untuk menguasai Ukraina sebagai upaya menyatukan kembali daerah Uni Soviet yang dulu. “Kalau dari sudut pandang Rusia, negara tersebut merasa terancam dengan niat Ukraina untuk bergabung ke North Atlantic Treaty Organization (NATO). Rusia menilai dengan bergabungnya Ukraina ke NATO akan memudahkan negara lain seperti Amerika dan Inggris melakukan latihan militer serta membangun pangkalan militernya di Ukraina. Padahal jarak antara Ukraina ke Moskow yang merupakan ibu kota Rusia sangat dekat,” jelas Kepala Labolatorium HI UMM itu. Lebih lanjut, Dosen Program Studi HI UMM ini juga menjelaskan beberapa dampak yang timbul akibat perang Rusia dan Ukraina. Terhadap dua negara yang terlibat langsung, perang ini akan merenggut banyak korban jiwa. Kerusakan infrastruktur yang parah juga akan di alami oleh Ukraina sebagai tempat terjadinya peperangan. Sementara untuk Rusia, perang ini akan memperlemah ekonomi negara tersebut dengan diberlakukannya berbagai sanksi ekonomi dari negara-negara lain. Berkaitan dengan sikap netral yang diambil pemerintah Indonesia, Dosen asal Malang tersebut sangat mendukung sikap pemerintah Indonesia. Berbagai desakan dari Ukraina untuk mengecam Rusia, maupun dorongan dari Rusia agar tidak ikut campur dalam pertempuran tersebut terus berdatangan ke Indonesia. Menurutnya sikap yang mesti diambil oleh Indonesia saat ini adalah mengedepankan prinsip kemanusiaan dibanding condong berpihak ke salah satu dari Rusia atau Ukraina. “Hal ini juga berlaku untuk masyarakat secara luas. Dalam melihat permasalahan ini, perlu memandang dari dua sisi sehingga penilaian kita tidak condong ke salah satu pihak saja. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya bahwa prinsip kemanusiaan yang harus dikedepankan. Harapan saya tentu saja konflik Rusia-Ukraina ini dapat segera diselesaikan oleh kedua pihak dengan jalur diplomasi, bukan melalui peperangan,” tandasnya mengakhiri. (syi/wil)

Mahasiswa UMM Sabet Juara Top Model Duta Kampus Jatim 2022

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, Muhammad Ainur Faqih, mahasiswa jurusan Teknik Sipil ini berhasil memperoleh gelar Top Model pada pemilihan Duta Kampus Jawa Timur 2022. Raihan ini didapatkan oleh Faqih sapaan akrabnya, pada final kompetisi yang diselenggarakan pada akhir Februari lalu. Perjalanan Faqih pada kompetisi Duta Kampus Jawa Timur ini melewati proses yang panjang. Ada beberapa tahap seleksi yang harus dijalani Faqih hingga sampai ke final.  Tahap pertama adalah pemberkasan dan catwalk. Tahap kedua adalah tugas advokasi, di mana para peserta harus memaparkan kontribusinya pada masyarakat. Terakhir adalah final lomba, dengan penilaian berupa pemikiran para peserta tentang program kampus merdeka. “Di tahap awal saya harus bersaing dengan 300 lebih mahasiswa yang mendaftar. Dari seleksi awal tersebut dipilihlah 30 pasang putra putri yang akan menjalani proses karantina menuju tahap selanjutnya. Masuk ke babak semi final, para perserta diseleksi kembali menjadi 15 pasang putra putri untuk lanjut ke final. Di final, alhamdulillah saya berhasil menempati posisi lima besar dan memperoleh gelar top model,” jelas mahasiswa asal Sumenep tersebut. Terkait raihan prestasi yang ia dapatkan, Faqih mengaku bahwa tujuan utamanya mengikuti pemilihan duta bukan untuk memperoleh juara. Tujuan utamanya adalah untuk mengasah public speaking yang ia pelajari di sekolah MC Malang. Selain itu pemilihan Duta ini juga menambah relasi serta membuka wawasannya terhadap budaya kampus lain. “Menjadi juara bukan tujuan saya, namun saya sangat bersyukur dapat sampai di tahap ini dan meraih prestasi tersebut. Saya berterimakasih pada pihak-pihak yang telah mendukung saya, terutama kampus UMM yang menunjang kebutuhan saya selama masa karantina,” ungkap Faqih. Anak terakhir dari dua bersaudara tersebut juga menggunakan kesempatan ini untuk mengenalkan organisasi Arah Jejak yang dirintisnya. Berlokasi di Sumenep dan Malang, organisasi ini bergerak di bidang edukasi, sosial, dan budaya. “Tujuan kami adalah meningkatkan pendidikan anak-anak di dua daerah tersebut, memberikan bantuan sosial, dan juga mengenalkan budaya Malang serta Sumenep ke luar. Saya berharap organisasi ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya mengakhiri. (syi/wil)

UMM-DPR RI Kaji Ulang UU Ciptaker

Undang-Undang (UU) Cipta Kerja Omnibuslaw telah disahkan pada 2 November 2020 oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Tetapi hingga saat ini masih banyak perdebatan dari kalangan pejabat, akademisi, hingga para pakar. Melihat akan hal itu Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat-Republik Indonesia (DPR RI) melangsungkan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Arah Kebijakan Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi”. Adapun FGD yang mengundang Ir. Andreas Eddie Susetyo, MM (Anggota DPR RI) dan Dr. Inosentius Samsul, S.H., M. Hum. (Kepala Badan Keahlian DPR RI) ini dilaksanakan pada Selasa (8/3) lalu. Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor UMM menjelaskan bahwa forum ini dapat mencetuskan ide-ide kreatif dan saran dalam menyikapi UU Cipta Kerja ini. Nantinya, ide tersebut bisa dijadikan dasar untuk meningkatkan potensi dan kreativitas di bidang cipta kerja. “Saya tentu berharap forum ini dapat melahirkan ide-ide yang mampu menopang perkembangan baik di bidang cipta kerja ini,” ucapnya. Pada kesempatan yang sama Andreas mengungkapkan bahwa UU tersebut merupakan hasil putusan Mahkamah Konstitusi yang dinyatakan inkuonstitusional bersyarat. Berdasarkan putusan itu, UU Ciptaker nyatanya harus diubah kembali. Namun beberapa pihak mengatakan bahwa terobosan dalam peraturan ini harus didahulukan mengingat statusnya yang masih inkonstitusional bersyarat serta harus direvisi dengan tenggat waktu dua tahun. Lebih lanjut, ia juga ingin FGD yang dilaksanakan ini bisa menghasilkan usulan-usulan produktif dan kritis. Utamanya dalam mengembangkan transformasi ekonomi di masa depan. Begitupun dengan upaya penertiban administrasi pemerintahan yang masih menjadi pekerjaan rumah hingga saat ini. “Saya juga mengapresiasi para akademisi yang turut terlibat dalam diskusi kali ini. Begitupun dengan UMM yang sudah melangsungkan dengan sangat baik,” ucapnya. Sementara itu, Inosentius Samsul menyebutkan bahwa pihaknya yakni badan keahlian ini memiliki tugas utama dalam membantu pekerjaan DPR RI. Salah satunya menyiapkan naskah akademik dalam  pembentukan UU Cipta Kerja ini. Di samping itu juga menggaet kerja sama dengan berbagai universitas untuk memberikan kritik, saran dan ide untuk UU Ciptaker. Menurutnya, omnibus law ini dinilai dapat menjadi solusi secara regulasi. Namun tetap harus berhati-hati secara legislasi. Oleh karenanya, forum ini diadakan untuk melihat apa yang kurang dan hal hal yang bisa dibenahi di UU ini. Ia yakin UMM dapat terus memberikan pemikiran solutif dalam menyelesaikan masalah bangsa. “Saya tentu berharap para rektor dan para pakar dapat berjalan beriringan. Utamany dalam menyelesaikan permasalahan di kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya. Di sisi lain, Wakil Rektor IV Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum mengatakan bahwa FGD ini memang bertujuan untuk mengkritisi apa yang ada di UU Ciptaker. Tidak hanya dari UMM tapi juga dari berbagai universitas lain. “Setidaknya ada banyak manfaat dan saran yang bisa diterima dan ditemukan dalam agenda ini. Sehingga akan ada banyak perspektif yang tersampaikan langsung pada DPR RI,” pungkasnya (haq/wil)

UMM Miliki Profesor Baru Bidang Komunikasi Media Warisan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali miliki guru besar baru. Ia adalah Prof. Dr. Muslimin Machmud M.Si. yang resmi dikukuhkan pada Rabu (9/3) lalu di hadapan ratusan tamu dan undangan. Adapun Muslimin merupakan guru besar pertama bidang komunikasi media tradisional di Indonesia. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa pengukuhan guru besar ini adalah pagelaran yang prestisius. Ia berharap, dikukuhkannya profesor baru di bidang komunikasi ini mampu menambah dan memperkuat energi UMM dalam meningkatkan daya saing internasional. Bahkan terbaru, Kampus Putih juga berhasil menduduki ranking enam kampus swasta terbaik se-ASEAN. Fauzan mengungkapkan bahwa Muslimin merupakan pribadi yang bersahaja, pekerja keras dan penuh dengan tanggung jawab serta seorang problem solver yang andal. Adapun orasi ilmiah yang disampaikan Muslimin dirasa menarik. Menurut Fauzan, budaya komunikasi masyarakat di zaman sekarang memang cenderung langsung dan instan. Hanya segelintir yang menggunakan sindiran dan perlambangan seperti pantun maupun puisi. “Puisi dan pantun sekarang hanya dipakai seni atau sastra belaka. Padahal dulu menjadi media unutk memberi nasehat ke sesama. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Profesor Muslimin. Semoga bisa menginspirasi dan menebar manfaat berbagi,” ungkapnya. Senada dengan Fauzan, Ketua Badan Pembina Harian UMM sekaligus Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. juga mengucapkan selamat kepada Muslimin atas capaiannya meraih puncak jenjang tertinggi bidang akademik. Menurutnya, menjadi guru besar haruslah dijadikan sebagai impian bagi semua dosen. Sebagaimana seorang perwira yang bercita-cita ingin menjadi jenderal. “Saya juga bangga karena di bawah kepemimpinan Pak Fauzan, UMM mampu melahirkan profesor-profesor baru dengan begitu deras. Tidak hanya dari segi jumlah tapi juga bagus dari segi usia yang tergolong cukup muda,” ungkapnya. Terkait hasil penelitian Muslimin, Muhadjir menilai bahwa kajian tersebut adalah sesuatu yang unik karena tidak banyak yang memperhatikannya. Menurutnya, media warisan akan terus mengilhami ruh perkembangan media massa di masa kapanpun. Kajian itu juga dirasa akan lebih bagus jika dibarengi dengan kajian antropologi. Sementara itu, dalam pidatonya, Muslimin menjelaskan mengenai pemberdayaan media warisan di tengah gempuran media modern. Menurutnya, selain manfaat dan kemudahan, media modern juga memunculkan akibat buruk bagi masyarakat. Maka, peranan teknik komunikasi warisan dirasa masih diperlukan untuk menjaga keseimbangan sosial. Ia melanjutkan, ada beberapa fungsi dari media warisan yang bisa diperoleh. Mulai dari fungsi hiburan seperti materi lawakan dan gerak laku pemain, fungsi pendidikan dan dakwah, promosi serta penyebarluasan informasi. Begitupun dengan fungsinya dalam upaya sosialisasi dan propaganda politik, kontrol sosial hingga pelestarian nilai budaya. “Berdasarkan kajian yang saya teliti ini, media warisan terfokus pada tiga hal utama yakni hubungan antara manusia dengan manusia. Kemudian hubungan manusia dengan alam serta hubungannya dengan Tuhan Sang Pencipta. Ketiganya juga memiliki pola masing-masing yang berbeda satu dengan yang lainunya,” tuturnya. Maka menurut muslimin, media warisan yang merupakan produk budaya masyarakat perlu diberdayakan. Apalagi mengingat media tersebut telah menjadi bagian dari kearifan masyarakat sekaligus menjadi karya budaya dan aset suatu bangsa. “Dengan demikian, maka keberadan media warisan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai salah satu sarana komunikasi yang efektif. Terutama dalam kaitannya dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. Pada kesempatan itu pula, hadir Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA. yang memberi selamat. Begitupun dengan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Nur Cholis Huda yang memotivasi para dosen muda untuk mengikuti jejak Muslimin menjadi seorang guru besar. (wil)

Malang Film Festival UMM Wadahi Karya Sineas Muda Indonesia

Konsisten mengapresiasi film indie pelajar dan mahasiswa, Kine Klub Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan pagelaran Malang Film Festival yang ke – 17. Pagelaran yang dilaksanakan secara virtual untuk kedua kalinya ini berlangsung sejak Senin (7/3) hingga Kamis mendatang. Sama halnya dengan tahun lalu, festival ini dapat dinikmati oleh masyarakat umum secara daring dengan mendaftar melalui loket.com. Salah satu programmer kompetisi, Mujaddid Izzul Fikri menuturkan bahwa jumlah film yang lolos kurasi MAFI Fest ada sebanyak 18 film yang berasal dari 335 pendaftar. Beberapa film tersebut akan ditayangkan pada Program Kompetisi Malang Film Festival. Masyarakat juga dapat mengikuti program menarik lainnya seperti Program Kuratorial, Penayangan Khusus, Kelas Kritik Film, Layar Apresiasi Nusantara, Diskusi Komunitas dan Umum, Layar Apresiasi Produksi Bersama, Sesi Malangan, hingga Layar Apresiasi Malang Sinau Dokumenter. “Selain menjadi tempat apresiasi film, Malang Film Festival juga menjadi wadah untuk pembelajaran tentang film, diskusi film, serta eksibisi akan karya film. Apalagi di masa-masa sulit dan pandemi seperti ini,” terang pria yang kerap disapa Adit. Adapun festival film ini memiliki kekhasannya sendiri, yakni adanya Sesi Malangan dan Layar Apresiasi Malang Sinau Dokumenter. Dalam program tersebut akan melibatkan filmmaker asal Malang yang sederet filmnya akan ditayangkan pada perhelatan acara utama MAFI Fest 2022. “Nantinya pihak penyelenggara festival akan memutarkan film-film karya filmmaker Malang. Kemudian juga menawarkan film hasil workshop Malang Sinau Dokumenter yang sudah dilaksanakan pada Desember lalu. Selain itu, kami juga mengadakan Layar Apresiasi Karya Nusantara yang berfokus pada karya-karya dengan nilai otentik tentang Indonesia,” sambungnya. Di sisi lain, Achmad Sulchan An-Nauri sebagai salah satu kurator MAFI Fest 2022 menjelaskan ada beberapa kategori film yang dilombakan. Mulai dari fiksi pelajar, dokumenter pelajar, fiksi mahasiswa, dan dokumenter mahasiswa. Adapun jumlah film dokumenter pelajar dan mahasiswa seluruh Indonesia yang masuk total berjumlah 70 Film. Dari angka itu, dihasilkan tujuh film pendek yang lolos proses kurasi. “Kami sudah melakukan proses kurasi bagi seluruh film yang masuk. Ada beberapa aspek yang kami soroti. Mulai dari aspek konten, isu, hingga sinematografi. Kalau dilihatd ari jumlah film yang masuk, antusiasme dan semanagat anak muda untuk membuat film terbiang tinggi. Sekalipun masih berada di situasi pandemi. Alif Immanullah selaku Direktur Festival berharap dengan adanya MAFI Fest di tahun 2022 bisa memberikan ajang apresiasi akan film indie pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia.  “Semoga dengan hadirnya MAFI dapat memompa semangat sineas muda untuk berkarya. Tidak hanya membuat film tapi juga dapat didistribusi, tereksibisi, dan terapresiasi,” tandasnya. (*/wil)

Mahasiswa UMM Raih Juara Nasional berkat Rancangan Sistem Listrik Solar Cell

Nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali harum di tingkat nasional. Kali ini, Ahmad Basil Fajri Waliyuddin, mahasiswa Prodi Teknik Elektro UMM ini berhasil menyabet juara tiga di ajang Engineering Renewable Design Competitions. Adapun lomba ini diselenggarakan oleh PT. Wijaya Karya (Persero) tbk. (WIKA) pada akhir Februari lalu secara daring. Menariknya, perlombaan ini juga masuk dalam program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya (Geriliya) dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ahmad Basil menjelaskan bahwa ia dan tim mendesain sistem listrik yang diberi nama “Majalengka Factory On-Grid Solar Project 4,51 MWp”. Adapun hasil garapannya tersebut menjelaskan desain aliran listrik dari panel surya ke PLN. Begitupun dengan susunan sistem di bidang serupa. Selama perlombaan, ada beberapa hal yang harus diselesaikan oleh Basik dan tim. Pertama, yakni mempersiapkan desain sistem yang menggunakan aplikasi Helioskop untuk mensimulasikan sistem listrik dari panel menuju PLN. Selanjutnya desain diagram yang menggambarkan garis listrik dari panel surya ke output. Begitupun dengan inteconnections diagram yang menggambarkan sambungan menggunakan delapan inverter terhubung dari ratusan panel ke PLN melalui travo. Apalagi mengingat dengan tegangan listrik menengah. “Masih ada general layout dan struktur desain sebagai aspek yang harus dipenuhi. Semua aspek ini kami garap dengan ide yang kami rancang. Tidak ada batasan inovasi yang ditetap dari pihak penyelenggara,” ucapnya. Menurutnya, perlombaan ini turut membantu PT. Wijaya Karya (WIKA) dalam memenuhi kebutuhan solar sistem on grid. Adapun selama perlombaan, Basil tidak sendirian. Ia ditemani dengan Lendy Aditya Angga Permana (Universitas Andalas) dan Nadya Chairunisa (Universitas Diponogoro) yang sebelumnya tergabung dalam satu kelompok MBKM Geriliya ini. “Mungkin salah satu kendala yang kami hadapi adalah pengetahun teknis yang selama ini tidak kami pelajari di kelas. Jadi mau tidak mau harus mencari sendiri dan memahaminya dari beragam literatur maupun praktisi. Ajang ini juga membuka mata saya bahwa masih ada banyak hal yang harus saya pelajari,” imbuhnya. Mahasiwa asal Balikpapan, Kalimantan Timur ini berharap bisa terus mengembangkan diri. Selain itu juga memperbaiki kekurangan-kekurangan yang selama ini ia rasakan. Begitupun dengan pengalaman mengikuti kompetisi yang bisa dimanfaatkan untuk beradaptasi di dunia kerja nanti. “Saya juga ingin agar energi baru terbarukan bisa berkembang pesat di Indonesia, sehingga lingkungan dan bumi bisa tetap terjaga,” pungkasnya. (haq/wil)

Puluhan Mahasiswa Psikologi UMM Ikuti Transfer Kredit Asia University Taiwan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya meningkatkan keilmuan dan kapasitas mahasiswanya, baik itu melalui pengalaman nasional maupun internasional. Kali ini 93 mahasiswa Psikologi Kampus Putih mengikuti program transfer kredit di Asia University, Taiwan. Adapun program tersebut merupakan hasil kerja sama Fakultas Psikologi UMM dengan Asia University dan dilaksanakan secara daring selama satu semester sejak akhir Februari lalu. Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi, P.hD. selaku Dekan Psikologi UMM menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menambah pengalaman internasional bagi mahasiwa. Selain itu juga menjadi bentuk internasionalisasi program serta meningkatkan peringkat baik secara kognisi maupun kompetisi. “Kesempatan seperti ini perlu dimaksimalkan oleh para peserta karena akna memberikan banyak pengalaman dan input baru bagi pengalaman dan proses pembelajarannya,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mahasiwa yang mengikuti program ini mendapatkan kesempatan untuk berkuliah dalam dua kelas di Asia University, Taiwan. Dua kelas yang dimaksud akan mengajarkan Mental Health Community Class yang membahas mengenai penanganan suatu komunitas dan Financial Behavior Class yang mengkaji bagaimana cara perilaku ekonomi manusia. Menariknya, kedua mata kuliah tersebut adalah hal yang baru untuk dipelajari. Menurutnya, ada beberapa perbedaan metode pembelajaran yang akan dirasakan oleh peserta. Misalnya saja keharusan mahasiswa untuk menuangkan ilmu dan pengakaman dari materi ke dalam dirinya. “Meski harus beradaptasi, namun metode yang diberlakukan dirasa cukup mudah dipahami bagi sebagian besar mahasiswa,” tuturnya menambahkan. Salis, sapaan akrabnya kembali mengungkapkan bahwa program ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2019 lalu. Bahkan pada tahun ini, program ini dilaksanakan secara luring dan mengirim langsung para mahasiswa ke Taiwan. Namun sempat berhenti akibat Covid-19 dan kembali berjalan pada pertengahn tahun 2020 secara daring. “Menurut laporan, salah satu kendala yang dihadapi oleh peserta adalah sulitnya memahami bahasa inggris yang beraksen Taiwan dari para dosen dan mahasiswa Asia University. Namun seiring berjalannya waktu, kendala itu dirasa bisa dihadapi oleh para peserta,” ungkapnya. Dosen asli Madiun ini berharap animo mahasiswa akan program internasional semakin meningkat berkat adanya terobosan ini. Di samping itu juga mampu menarik mahasiswa asing untuk datang ke UMM sehingga mendorong daya tarik kelas internasional Psikologi UMM bagi warga asing. (wil)