Dosen UMM Ini Beri Kiat Hindari Investasi Bodong

Kegiatan investasi kini sedang marak dan banyak dilakukan oleh masyarakat. Sayangnya, sebagian besar dari mereka tidak memiliki literasi dan pengetahuan mendalam terkait investasi sehingga mudah terjebak investasi bodong. Melihat realita itu, Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Venus Kusumawardana, S.E., MM. tergerak untuk memberikan kiat agar masyarakat bisa menghindari hal tersebut. Venus, panggilan akrabnya menjelaskan bahwa ada dua hal hal yang perlu diperhatikan dalam memilih investasi aman serta menguntungkan. Hal pertama adalah logis, yakni bagaimana kita bisa berpikir logis terkait return maupun cara mekanisme investasinya. Kemudian yang kedua adalah legal, yaitu melihat bagaimana status perizinan perusahaan investasi yang menawarkan. Apakah perusahaan itu sudah mendapat izin dari otoritas yang menaunginya, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). “Dua hal ini menjadi penting karena akan menentukan seberapa aman investasi yang kita lakukan. Jangan-jangan perusahaan yang menawarkan berjalan dengan illegal. Selain itu, seringkali para investor baru berharap investasinya bisa mendapatkan return tinggi dalam waktu yang singkat. Memang mungkin, tapi risikonya juga tinggi. Sebaliknya, jika returnya rendah, biasanya risikonya juga rendah,” ujarnya menuturkan. Lebih lanjut, dosen asli Situbondo ini mengatakan bahwa ada cara mudah untuk mengenali investasi bodong. Kebanyakan dari mereka akan memberikan embel-embel keuntungan yang tinggi serta menekankan untuk mencari kawan downline. Selain itu, testimoni-testimoni yang diberikan juga dikenalkan oleh figur publik untuk meningkatkan daya tarik. Janji kemudahan untuk menarik kembali aset yang diinvestasikan juga sering menjadi alat untuk menggaet investor baru. Meski begitu, ada beberapa kiat yang juga Venus bagikan agar tidak terjerat jenis penipuan ini. Pertama yakni dengan berhati-hati apabila ada penawaran investasi yang mengiming-imingi keuntungan dan janji imbal hasil tinggi di atas rata-rata pasar dalam jangka waktu yang singkat. Kedua, masyarakat diharapkan tidak mudah termakan bujuk rayu penjual yang memaksa untuk membeli, sekalipun ia adalah kerabat atau teman. Ketiga, perusahaan investasi tipuan biasanya akan menunjukkan profil perusahaan yang tampak profesional dengan harapan masyarakat bisa yakin akan kredibilitasnya. “Namun jika dilihat lebih seksama, ada beberapa kejanggalan seperti ketidakjelasan manajemen pengurus, laporan keunagan hingga kinerja investasi. Yang terakhir yakni melihat ada tidaknya izin penawaran investasi dari lembaga pengawas pemerintah,” tambahnya. Menurutnya, praktek penipuan berkedok investasi akan tumbuh subur bila masyarakat masih malas berpikir kritis dan logis. Apalagi dengan minimnya wawasan dan pengetahuan masyarakat akan jenis-jenis investasi. Ditambah lagi dengan adanya mental serta etos kerja yang ingin kaya mendadak tanpa bekerja keras. Maka perlu adanya pengenalan dan edukasi terkait jenis-jenis dan langkah investasi. “Kebetulan Organisasi tata Kelola (OTK) Galeri Investasi Bursa Efek Indoensia (BEI) FEB UMM juga memiliki program untuk memberikan edukasi dan literasi pasar modal bagi semua kalangan masyarakat. Harapannya, upaya ini bisa meminimalisir korban penipuan investasi bodong. Saya juga ingin mewanti-wanti masyarakat untuk berpikir logis dan legal agar terhindar investasi semacam ini,” pungas Venus. (wil)

Dosen FAI UMM Berdayakan Masyarakat melalui Wisata Taman Bunga Banjarsekar

Dalam menciptakan masyarakat sejahtera, butuh beraragam pengembangan signifikan di bidang pendidikan, sosial dan ekonomi. Hal serupa juga dilakukan oleh salah satu Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Pradana Boy ZTF, S.Ag., MA., P.hD. Ia kini tengah mengembangkan wisata Taman Bunga Banjar Sekar di Dusun Mencorek Desa Sendangharjo, Lamongan. Adapun taman bunga ini sudah ia rintis sejak awal tahun 2021. Boy, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pertanian di Dusun Mencorek dirasa tidak begitu berkembang dan sangat konvensional. Untung atau rugi tidak masyarakat pedulikan karena tidak ada pilihan pekerjaan lain selain bertani. Ini membuat Boy berinisiatif merintis dan menjalankan wisata alam dengan memberdayakan masyarakat dusun setempat. “Dengan begitu, warga di sekitar wisata taman itu memiliki pilihan peekrjaan yang lain bsia digeluti untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya. Pada awal perintisan, taman tersebut masih dibanugn dengan konsep seadanya. Seiring berjalannya waktu, beberapa keluarga Boy yang tinggal di dekat lokasi juga turut membantu dengan menanam beberapa jenis bunga. Salah satunya yakni aneka jenis bunga matahari yang ditanam di lahan seluas 1500 meter persegi. Saat ini, bunga-bunga tersebut mulai bermekaran dan memancing orang untuk datang menikmatinya. Hanya dengan 5000 rupiah saja, para pengunjung bisa datang melihat koleksi bungan serta berswafoto bersama kerabat atau keluarga. Boy mengatakan bahwa selama pengembangan taman bunga ini, ada beberapa kendala yang mesti dihadapi. Ada sebagian varian bunga matahari yang ditanam tidak tumbuh. Umur bunga tersebut juga tidak begitu panjang, sehingga harusada variasi bunga yang disediakan pada musim tanam. Adapula kendala sosiologis yakni sindirian dan cibiran dari masyarakat. Namun, Boy tidak mengindahkannya dan yakin gagasan yang ia realisasikan akan berhasil. “Saya hanya tersenyum mendengar cibiran-cibiran itu karena memang taman ini belum lama dirintis. Masih berada pada tahap perintisan dan mencari bentuk ideal. Lagipula, mewujudkan ide itu kan bukan sesuatu yang mudah. Meskipun saya dicibir, saya sudah menang dua langkah yakni memiliki ide dan bisa mewujudkan ide. Tapi di luar semua kendala itu, saya optimis ini akan berhasil, InsyaAllah,” ucapnya. Pria asli Mencorek, Lamongan ini berharap taman bunga Banjarsekar ini dapat menjadi prototipe wisata lingkungan di Dusun Mencorek, Kabupaten Lamongan. Selain itu juga bisa menjadi wadah pembelajaran dan penjelasan terkiat jenis-jneis bunga. Bahkan mungkin juga bisa dikembangkan menjadi pusat riset bunga. “Saya kira taman bungan ini juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat dusun Mencorek. Rencananya, kami akan meningkatkan dan melengkapinya sehingga dapat menjadi pusat pembibitan bunga. Dengan begitu, pengunjung juga bisa membawa oleh-oleh yang dapat ditanam di rumah,” pungkasnya. (haq/wil)

Mahasiswa UMM Ini Wakili Indonesia di IPSF Mesir

Bersaing dengan ribuan pendaftar, Ishmah Alghumaisha, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses mewakili Indonesia melakukan pertukaran pelajar ke Mesir bersama sembilan mahasiswa lainnya. Program pertukaran pelajar ini diselenggarakan oleh  International Pharmaceutical Student Federation (IPSF) dan diikuti oleh 20 negara termasuk Indonesia. Ishmah, sapaan akrabnya mengatakan bahwa program pertukaran pelajar ini merupakan ajang bagi mahasiswa farmasi di seluruh dunia untuk bisa bertemu dengan rekan sejawat. Situasi dan kondisi yang berbeda antar negara juga memberikan pelajaran yang bagus bagi para peserta. Adapun program ini terbagi menjadi empat bidang farmasi, yaitu industry, community, research, dan clinical. Sebelum diterima, para peserta diharuskan untuk memilih satu bidang yang akan diikuti ketika berada di negera tujuan. “Saya memilih bidang industri untuk program ini. Jadi selama dua minggu di Misr University for Science and Technology saya akan menjalani program training dalam bidang cosmetology, quality control produk obat, ataupun nanotechnology. Khusus dari Indonesia, ada 20 orang yang lolos program tersebut. Tetapi kami ditempatkan di negara yang berbeda dan universitas yang berbeda,” ungkap mahasiswa farmasi angkatan 2019 tersebut. Anak kedua dari lima bersaudara ini mengaku bahwa ia telah mengetahui program IPSF sejak menjadi mahasiswa baru. Keingintahuannya akan budaya negara lain dan perkembangan pendidikan farmasi di berbagai negara, membuat Ishma menyiapkan waktu dua setengah tahun untuk mengikuti program terkait. “Seleksinya sendiri cukup ketat dan banyak orang yang tertarik mengikuti program ini. Saya sendiri cukup kewalahan untuk mempersiapkan proses seleksi di sela-sela aktivitas organisasi dan kuliah. Untuk seleksinya terbagi menjadi dua tahapan, pertama adalah seleksi pemberkasan dan wawancara dari Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) untuk menjadi wakil Indonesia. Selanjutnya adalah seleksi dari negara tujuan melalui website IPSF,” ujar mahasiswa kelahiran Biak, Papua itu. Ishmah sendiri telah memulai program pertukaran pelajarnya dari tanggal 14 Februari kemarin sampai tanggal 28 Februari nanti. Ia sangat bersyukur atas kesempatan baik yang diberikan kepadanya ini. “Pertukaran pelajar yang saya lakukan ke  Mesir ini merupakan langkah pertama  untuk saya. Karena hal itu, saya berharap ke depannya saya bisa memulai langkah-langkah berikutnya untuk lebih mengetahui belahan dunia lain,” pungkasnya. (syi/wil)

Kupas Prosedur Tanam Rambut bersama Dokter RS UMM

Transplantasi rambut merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah kebotakan di kepala yang disertai kerusakan folikel  rambut. Bahkan kini, transplantasi ini mulai dikenal luas oleh masyarakat sejak beberapa artis tanah air melakukannya. Terutama mereka yang ingin mengatasi masalah kebotakan atau penipisan rambut. Dokter Rumah Sakit (RS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. dr. Ruby Riana Asparini, SpBP-RE (K). menjelaskan bahwa transplantasi rambut bukanlah suatu operasi besar dan sangat aman untuk dilakukan. Transplantasi ini bisa dilakukan pada siapa saja dari semua kalangan usia. Meskipun bukan tergolong operasi yang besar, operasi ini hanya bisa dilakukan terbatas di beberapa Rumah Sakit (RS) tertentu saja. “Ada beberapa kriteria dalam transplantasi rambut yang harus dipenuhi oleh pasien yaitu rambut rontok yang cukup, rambut daerah donor yang baik, kulit kepala yang sehat, kesehatan umum yang baik, dan pasien memiliki harapan yang wajar,” ujar dosen Fakultas Kedokteran (FK) tersebut. Lebih lanjut, Ruby sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa ada beberapa persiapn yang harus dilakukan pasien ketika akan menjalani operasi ini. Pertama adalah diet khusus selama satu minggu sebelum transplantasi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi darah yang keluar selama operasi. Selain itu ada pengecekan fisik dan darah untuk mengetahui kemungkinan pasien menderita penyakit atau kelainan tertentu. Terakhir, pasien harus menghentikan konsumsi obat-obatan seperti aspirin, vitamin E, food supplement, dan obat pengencer darah selama satu minggu sebelum operasi berlangsung. “Dalam proses transplantasinya sendiri, dokter dibantu oleh tim transplantasi yang berjumlah empat sampai lima orang. Adapun waktu yang dibutuhkan sekitar empat hingga lima jam dengan keadaan sadar. Semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien untuk melaksanakan instruksi sebelum transplantasi, maka makin sedikit pula darah yang keluar. Hal ini juga akan mempercepat proses operasi,” ungkap dosen kelahiran Jakarta tersebut. Ruby kembali menuturkan bahwa penanaman rambut ini memiliki beberapa efek samping pasca operasi. Namun efek-efek tersebut hanya berlangsung sementara. Salah satu efek samping yang dirasakan adalah pembengkakan pada wajah tanpa rasa nyeri. Efek tersebut biasanya mulai terjadi pada hari kedua atau ketiga setelah penanaman dan berlangsung selama lima sampai tujuh hari. Efek lain yang mungkin akan timbul adalah memar ringan di sekitar mata yang akan hilang dalam beberapa hari, rasa kebas pada daerah donor, serta rasa nyeri ringan pada daerah donor yang menyerupai nyeri setelah operasi kecil. “Pasca operasi, pasien juga tidak diperkenankan mencuci rambutnya sendiri. Pencucian rambut harus dilakukan oleh salah seorang dari tim transplantasi pada hari kedua, keempat dan kedelapan setelah transplantasi rambut. Pasien baru diperbolehkan mencuci rambutnya sendiri setelah satu minggu pasca operasi dengan menggunakan shampoo antiseptic,” terang Ruby. Lebih lanjut, rambut yang dicangkok akan mulai tumbuh secara normal tiga bulan setelah proses penanaman. Rambut itu akan tetap tumbuh normal serta mempunyai sifat yang sama dengan asal dari mana rambut tersebut diambil. “Misalnya apabila donor berasal dari kepala bagian belakang kepala, maka rambut hasil tanam akan memiliki sifat dan ketahanan yang sama seperti rambut kepala bagian belakang serta tidak akan mengikuti proses kerontokan. Untuk biaya dari prosedur tanam rambut ini tergantung dari tingkat kesulitan, banyaknya folikel rambut yang diambil, serta pengalaman dokter. Biaya operasi ini berkisar antara 50 sampai 200 juta,” tandasnya. (syi/wil)

FASI dan Lanud Abd. Saleh Dukung Penuh UKM Biru Flying Club UMM

Pangkalan Udara (Lanud) Abd. Saleh dukung penuh beragam aktivitas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Biru Flying Club Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hal itu diwujudkan melalui peluncuran kegiatan Biru Flying Club pada Selasa (22/2) lalu di Apron Lanud Abd. Saleh. Ditandai dengan pembubuhan tanda Kampus Putih di badan pesawat Cessna oleh Komandan Lanud dan Rektor UMM. Komandan Lanud Abd. Saleh Marsma TNI Zulfahmi, S.Sos., M.Han. mengungkapkan bahwa olahraga dirgantara ini dinilai cukup mahal dan berisiko tinggi. Maka perlu kehati-hatian dan pendampingan yang rigid. Dengan begitu, aktivitas yang dilangsungkan dapat berjalan aman serta lancar sesuai dengan yang diharapkan. Adanya UKM Biru Flying Club ini juga sekaligus melengkapi cabang olahraga yang sudah ada di Lanud Abd. Saleh. Sebut saja terjun payung, gantole, aeromodelling hingga paramotor. Aktivitas ini juga dinilai dapat memperkaya dan memperluas upaya dalam mempromosikan olahraga dirgantara. Pun menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman baru menjajal olahraga menggunakan pesawat. “Ke depannya, Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) akan selalu mendukung pembinaan mahasiswa yang memiliki minat untuk mengikuti berbagai prosedur, seperti kelas terbang hingga dapat diajukan langsung untuk mendapatkan lisensi sport pilot,” tambah Pria yang juga menjadi Ketua FASI Jawa Timur itu. Nantinya, para mahasiswa anggota Biru Flying Club juga akan diarahkan oleh pelatih khusus yang berkompeten dan sudah berpengalaman. Zulfahmi juga melihat bahwa perkembangan olahraga dirgantara di Jawa Timur cukup baik. Terlihat dari capaian 16 medali cabang olahraga dirgantara dalam ajang Pekan Olahraga Nasional di Papua beberapa waktu lalu. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa UKM ini merupakan implementasi program dan tekad Kampus Putih untuk membekali mahasiswa. Tidak hanya bekal terkait ilmu disiplin yang dipilih, tapi juga skill kepemimpinan yang diperoleh melalui kegiatan saat berada di kampus. Adapun UKM ini merupakan unit gagasan mahasiswa yang memliki passion dalam bidang kedirgantaraan. Kemudian dikembangkan hingga akhirnya resmi menjadi UKM yang disediakan oleh Kampus Putih. Sampai saat ini, ada lebih dari 40 mahassiwa yang tergabung dalam unit tersebut. Fauzan juga berharap akan muncul bibit-bibit atlet kedirgantaraan dengan skill kepemimpinan yang mumpuni. Kemudian berkiprah dan sanggup mengharumkan nama Kampus Putih di berbagai ajang. “Tentu, nantinya jumlah pesawat akan terus ditingkatkan demi membekali skill-skill baru yang bisa dikembangkan mahasiswa,” tuturnya. Adapun pesawat yang digunakan kegiatan Biru Flying Club merupakan pesawat Cessna PKS-L 0101. Pesawat tersebut juga sudah melalui berbagai inspeksi dan dinilai layak untuk terbang serta digunakan di Lanud Abd. Saleh. Utamanya sebagai implementasi salah satu kegiatan yang dilakukan oleh UKM Biru Flying Club baru tersebut. (wil)

FISIP UMM Bahas Peluang Bisnis Sociopreneurship

Pandemi Covid-19 menampilkan fakta positif yang menarik yakni inovasi masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja baru. Hal tersebut juga dibahas dalam webinar Sociopreneur Series yang dilangsungkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politk (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Menghadirkan dua pemateri andal terkait sociopreneurship, webinar yang dilangsungkan selama Februari ini mengupas tuntas mengenai peluang entrepreneurship di bidang sosial. Mengawali webinar, Hutri Agustino, M.Si. selaku inisiator Pondok Sinau Lentera Nusantara menyebut angka wirausaha di Indonesia naik dari angka 13 % pada Februari 2020, menjadi 25 % pada Oktober 2020. Dalam pemaparannya, ia mengatakan bahwa kenaikan jumlah minat wirausaha intersebuti tentu menjadi peluang tersendiri. Di sisi lain, aneka permasalahan sosial akibat pandemi juga muncul dan tak bisa dibiarkan begitu saja. “Maka, sociopreneurship dapat mnejadi cara baru yang tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial semata, tapi juga keuntungan sosial. Sekaligus dapat menjadi bagian dari jalan keluar atas masalah-masalah di tengah masyarakat,” tambahnya. Hutri, sapaan akrabnya menyebutkan ada sembilan jenis model bisnis sosial yang sangat memungkinkan dilakukan di masa sekarang. Ada jenis entrepreneur support model, market intermediary model, employment model, fee for service model dan beberapa jenis model bisnis sosial lainnya. “Di beberapa wilayah di Indonesia misalnya, sudah ada usaha namanya Kopi Tuli. Yaitu unit usaha yang melibatkan teman-teman tuli. Ini adalah bentuk socioentrepreneur yang tidak hanya sekedar mencari profit melalui usaha bisnis jualan kopi, tapi juga memberikan lapangan pekerjaan untuk teman-teman tuli,” jelas Hutri. Kepekaan terhadap masalah sosial atau keluhan di masyarakat juga perlu dilatih sejak dini. Menurut inisiator Kampung Warna-Warni Jodipan Jamroji, M.Comms. mengungkapkan bahwa sebuah bidang usaha pada dasarnya bisa dibangun berbasis pada keluhan seperti apa yang dilakukan oleh para pembuat aplikasi. Salah satunya yakni perusahaan Gojek. Banyaknya keluhan masyarakat yang kesulitan mencari ojek pangkalan melahirkan aplikasi yang memudahkan. “Jika kita cerdas dan kritis, keluhan-keluhan itu bisa menjadi sumber ide untuk membangun sebuah unit usaha mandiri. Bahkan bisa menjadi solusi bagi permasalahan sosial melalui bentuk sociopreneurship,” tutur Jamroji. Menurutnya, perlu adanya pengembangan sikap kritis ini sejak dini. Sehingga mahasiswa merasa peka akan peristiwa yang terjadi di sekitar, termasuk kepekaan terhadap keluhan. Sementara, sociopreneur menjadi upaya untuk mengkonversi permasalahan sosial menjadi sebuah peluang usaha. Menurut Jamroji, sociopreneur memungkinkan kita untuk membangun bisnis yang berangkat dari keluhan orang atau masyarakat. “Tujuannya utamanya tentu untuk membantu masyarakat. Sementara pendapatan adalah bonus yang kita peroleh. Ada dua modal penting yang harus dimiliki dalam membangun sociopreneur ini, yakni kepekaan sosial dan kemampuan kritik sosial,” pungkasnya. (haq/wil)

Nixon, Mahasiswa UMM yang Jadi Influencer Tiktok Makanan

Berawal dari hobinya membuat konten komedi, Nixon Farrel Mahatma, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berhasil menapaki jalan menjadi seorang influencer Tiktok. Nixon, sapaan akrabnya bercerita bahwa ia mulai membuat konten Tiktok pertamanya saat aplikasi tersebut masih belum terkenal seperti sekarang. “Pada 2019 Tiktok merupakan aplikasi sosial media yang masih baru. Jadi, saya membuat konten komedi di Tiktok hanya karena penasaran ingin mencoba aplikasi tersebut. Saya sama sekali tidak menyangka kalau konten itu akan ditonton banyak orang dan masuk For Your Page (FYP),” ungkap mahasiswa Ilmu Komunikasi tersebut. Lebih lanjut, Nixon menceritakan bahwa akun tiktoknya makin berkembang ketika ia mulai memfokuskan diri untuk membuat konten review cafe dan foodies yang ada di Kota Malang. Anak terakhir dari empat bersaudara tersebut mengatakan bahwa perpindahannya dari konten komedi ke review cafe dan foodies juga merupakan sebuah kebetulan. “Saat saya masih membuat konten komedi di Tiktok, saya juga magang sebagai marketing di salah satu kafe di Malang. Untuk menghemat uang promosi, saya akhirnya menggunakan akun Tiktok saya untuk mengenalkan cafe tersebut ke masyarakat. Tak disangka konten review itu menjadi viral dan masuk ke FYP Tiktok berkali-kali,” ujar Nixon. Setelah beberapa konten reviewnya viral, Nixon mulai memfokuskan diri untuk mengenalkan kuliner Malang kepada masyarakat luas. Kini, ia memiliki 64,3 ribu follower Tiktok dan lebih dari lima ribu follower di Instagram. Nixon mengungkapkan bahwa dalam sehari ia bisa membuat dua sampai tiga konten review cafe dan foodies. “Selain mengenalkan kuliner Malang ke masyarakat, dengan pembuatan konten ini saya juga ingin membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Malang untuk mempromosikan produknya. Dengan begitu, saya juga bisa memberikan manfaat ke sesama,” kata Nixon. Meski sibuk membuat konten, Nixon tidak pernah mengesampingkan pendidikannya. Ia mengaku bahwa pemberlakuan kuliah online karena pandemi sangat membantunya untuk mengatur jadwal. Kegiatan kuliah bisa ia lakukan di mana pun, bahkan di sela-sela waktu membuat konten juga ia isi dengan kuliah ataupun mengerjakan tugas. “Risiko menjalani kegiatan kuliah dan pembuatan konten ini adalah sedikitnya waktu untuk beristirahat. Meski begitu saya senang menjalaninya. Saya juga sangat beruntung dengan adanya ekosistem kampus putih yang memperhatikan influencer seperti saya. UMM banyak memberi wadah bagi saya untuk berkreasi sekaligus berjejaring dengan influencer-influencer lain yang ada di UMM,” ujar Nixon. Diakhir wawancara, Nixon berharap bahwa pandemi dapat segera berakhir sehingga UMKM serta pariwisata Malang dapat bangkit kembali. “Selain itu saya juga berharap bahwa kampus-kampus lain di Indonesia dapat bersinergi dan membantu para Influencer muda untuk bertumbuh di dunia kreatif dan mendorong mereka untuk membantu perkembangan banyak sektor,” pungkasnya. (syi/wil)

Teknik Elektro UMM Undang Tiga Perusahaan Bahas Kurikulum CoE PLTS

Langkah konkret dilakukan Prodi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menginisiasi pusat keunggulan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Melalui lokakarya dan Memorandum of Understanding (MoU), Prodi Teknik Elektro membangun kerja sama dengan sederet perusahaan yakni PT Alfan Mechatronics Innovation, PT. Etrama Nusa Energi dan PT. Zaada Bana Engineering pada Sabtu (12/2) lalu. Dekan Fakultas Teknik Prof. Ilyas Masudin, P.hD. mengatakan bahwa pengembangan kurikulum kini harus mengacu pada kebutuhan industri. Utamanya dalamr angka mengimbangi kebutuhan pendidikan di era industri 4.0. “Maka dari itu, perluasan kerja sama dengan stake holder lainnya perlu dilakukan agar kurikulum bisa disesuaikan. Dengan begitu, para mahasiswa dan lulusan bisa dibekali dengan berbagai kemampuan dan skill bermanfaat untuk menjadi pribadi yang mandiri,” ungkap Ilyas. Di lain sisi, CEO PT. Zaada Bana Engineering Ivan Ahsanul Insan mengatakan bahwa pada dasarnya kurikulum yang dimiliki oleh Prodi Teknik Elektro UMM sudah mencukupi. Namun perlu ada beberapa tambahan di bidang bidang entrepreneurship, sales engineering dan pengembangan soft skill. Tiga hal ini dirasa mampu menjembatani bidang managemenet project, time scheduling, WBS, project schedule dan pembuatan proposal. Apalagi melihat derasnya permintaan pasar saat ini. “Kami tentu berharap langkah ini mampu mencetak talenta-talenta baru dalam bidang energi khususnya PLTS,” tutur Ivan. Hal tidak jauh berbeda juga disampaikan Technical Direktor PT. Etrama Nusa Energi Yongki Adi Pratama. Ia mengatakan bahwa pendidikan semestiknya mampu melahirkan tenaga kerja siap pakai. Maka, ini adalah langkah yang sangat rasional untuk meningkatkan efektivitas ekonomi serta  entrepreneurship dalam satu wadah. Di samping itu, manajemen dan kesehatan serta keselamatan kerja (K3) kelistrikan sudah sangat relevan untuk diganti menjadi sistem interkoneksi. Mengingat bidang tersebut menjadi krusial dalam pengembangan PLTS. Ia juga mengusulkan beberapa poin utama dalam pelaksanaan magang nantinya. Beberapa di antaranya ialah product knowledge, brand komponen atau peralatan utama, perencanaan dan aktualisasi pemasangan di lapangan. Harapannya akan menumbuhkan suasana kuliah dengan suasan kerja. “Saya rasa pelaksanaan magang juga sangat efektif bila dilakukan secara berkelanjutan. Bisa dilangsungkan selama empat hingga enam bulan. Apalagi mengingat man power bisa menjadi aset bisnis yang krusial di masa depan,” pungkasnya. (*/wil)

Mahasiswa UMM Edukasi Petani Tengger Teknik Stek Benih Kentang

Salah satu peran universitas dalam masyarakat ia menjadi pihak problem solver. Hal serupa juga dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berkontribusi memberikan program langsung di masyarakat. Salah satunya melalui mahasiswa-mahasiswanya. Kali ini Adelya Putri Andarista, Deni Purnama Sudiya Makarya dan Herlina Dwi Rahayu melangsungkan pelatihan dan edukasi pembibitan stek kentang di Kecamatan Tosari, daerah Tengger, Pasuruan, pada Januari-Februari ini. Program pengabdian ini juga merupakan hasil mitra bersama salah satu dosen, Dr. Ir. Syarif Husen, MP. Adelya selaku ketua tim menjelaskan bahwa masalah utama yang dihadapi petani tengger yakni bibit kentang yang mahal. Selain itu kondisi green house yang dimiliki masih tergolong sempit dan beberapa sekat masih terbuka. Hal tersebut membuat pembibitan kentang seringkali gagal. “Masalah-masalah itulah yang menggerakkan kami untuk memberikan pelatihan sehingga kegagalan dalam pembibitan dapat dikurangi,” imbuhya. Adel, sapaan akrabnya kembali menuturkan, pelatihan dan edukasi ini berkonsep praktek di lapangan sehingga petani dapat melakukannya secara langsung dan tidak kebingungan. Sebelumnya, para peserta juga diberi masukan dan materi terkait penyiapan green house yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Begitupun dengan cara sterilisasi media untuk pembibitan. Pemindahan media planet kentang juga menjadi hal yang krusial karenan nantinya planet bisa distek pada usia satu bulan. “Dengan planet ini dan teknik stek ini, penanaman yang distek bisa dikembangkan menjadi empat bibit kentang,” tambah Adel. Mahasiswa Agroteknologi ini menilai para peserta yang notabene petani merespon baik program ini. Terlihat dari upaya renovasi dan perluasan green house yang sedang dilakukan. Mereka juga senang karena mendapatkan pengetahuan baru sehingga produksi dan panen kentang sesuai dengan yang diharapkan. Meski begitu, timnya sempat kesusahan tatkala cuaca hujan terus berlangsung. Hal itu berakibat pada planet menjadi layu sehingga sesekali harus menunda pelatihan. Arus air di green house juga dirasa kurang, sehingga harus menimba air terlebih dahulu sebelum memulai paparan dan praktek. Mahasiswa asli Pasuruan ini berharap petani setempat dapat menjadi mandiri untuk memenuhi bibit kentang melalui teknik yang sudah diberikan. Hal itu dirasa bisa menekan angka pengeluaran dan menambah pemasukan dari para petani kentang. “Program ini juga kami harapkan bisa meningkatkan pendapatan ekonomi warga setempat serta bisa memproduksi bibit kentang yang lebih banyak sehingga tidak begitu membutuhkan bibir dari pihak luar,” ungkapnya mengakhiri. (haq/wil)

UMM Buka Program KESI untuk Siswa SMA Sederajat

Terobosan demi terobosan terus ditelurkan oleh Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, Kampus Putih berupaya memberikan kompetensi ekstra bagi siswa-siswi kelas XII (kelas III) SMA/SMK/MA sederajat melalui program Kompetensi Ekstra Siswa Indonesia (KESI). Adapun program ini masih dalam tahap pendaftaran yang diperuntukkan bagi siswa seluruh Indonesia dan akan dilaksanakan pada bulan April tahun ini. Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Ir. Suyatno, M.Si. menjelaskan bahwa KESI menjadi salah satu jawaban untuk membekali siswa dengan kemampuan baru yang sesuai dengan passion dan minat. Menurutnya, tidak banyak sekolah yang menyediakan pendidikan semacam ini, maka UMM hadir untuk menyediakannya. “Apalagi di era seperti sekarang ini, institusi pendidikan tinggi dituntut menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu beradaptasi dengan dunia yang serba digital,” ungkapnya. Yatno, panggilan akrabnya melanjutkan, selain memberikan materi ekstra, program ini juga menjadi sarana mengenalkan sistem pendidikan tinggi kepada siswa kelas III SMA. Akan ada lebih dari 30 course yang bisa dipilih oleh peserta. Mereka juga dibebaskan untuk memilih salah satu yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Adapun peserta nantinya akan mendapatkan beragam manfaat. Mulai dari sertifikat kompetensi ekstra terkait course yang diikuti, bantuan kuota internet senilai 100 ribu rupiah per siswa yang ditransfer langsung ke rekening bank siswa, potongan biaya pendafataran 100 ribu rupiah jika mendaftar sebagai mahasiswa baru UMM, dan kemudahan-kemudahan lain. Aktivitas ini nantinya diadakan secara full daring sebagaimana pendidikan berlangsung selama ini melalui Learning Management System (LMS) UMM. “Dalam pelaksanaannya, program KESI ini merupakan pembelajaran singkat atau kursus singkat yang mencakup hard skill dan soft skill bagi siswa. Akan ada instruktur dari dunia usaha-dunia industri (DUDI) yang juga juga mengisi course. Dengan begitu para siswa bisa mengetahui dan mengenal bagaimana dunia industri,” tambahnya. Yatno melanjutkan program ini meliputi kegiatan tutorial, praktek dan pemberian proyek kepada para siswa peserta. Ada total empat pertemuan yang terdiri dari dua pertemuan tutorial, satu kali penugasan atau proyek dan satu pertemuan evaluasi. Program terobosan ini diharapkan bisa menambah pengetahuan dan pengalaman siswa. Tidak hanya mengenai dunia kampus saja, tapi juga bagaimana dunia kerja berlangsung. Selain itu juga mendorong bertambahnya siswa yang melanjutkan studi ke jenjang universitas. “Pendaftaran program ini tidak dipungut biaya sama sekali atau gratis. Silakan para siswa memanfaatkan kesempatan terbatas ini untuk menambah kompetensi ekstra. Siswa-siswi kelas III SMA/SMK/MA dapat memperoleh informasi dan mendaftar secara online langsung di alamat kesi.umm.ac.id,” pungkasnya menerangkan. (wil)