Poster Pencegahan Covid Mahasiswa UMM Jadi Juara Nasional

Meski pandemi sudah berlangsung selama dua tahun, namun bahaya efek virus Covid masih mengancam. Bentuk-bentuk pencegahan dan protokol kesehatan terus digalakkan untuk menekan angka penularan. Hal serupa juga dipayakan oleh Hanif Yulia Aprigianti dan Arvil Rohmaturrizqi, dua mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui poster kesehatan dan pencegahan Covid yang disusun, keduanya diganjar dengan medali perak di awal Januari 2022. Penghargaan tersebut sukses diperoleh di ajang lomba poster nasional yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Muhammaidyah Tangerang, Banten. Konsep poster yang diusung sukses mengalahkan 80 peserta dari berbagai perguruan tinggi, baik kampus negeri maupun swasta. Hanif, sapaan akrabnya mengatakan bahwa poster yang disusun memuat data, konsep dan sumber data yang valin dan menarik. Desainnya juga dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam memahaminya. “Dalam poster ini, kami menciptakan karakter Mulan sebagai sarana mengenalkan dan mendekatkan diri dengan masyarakat. Sehingga mereka bisa tertarik dan paling tidak memperhatikan detail-detail mengenai Covid-19. Apalagi makin kesini makin banyak jenis virus ini, mulai dari jenis Delta hingga Omicron,” jelasnya. Bukan hanya menjadi persona, Mulan juga memiliki kepanjangan dan penjelasan. M, yakni melakukan vaksinasi, U yaitu upayakan memilih masker dengan benar serta L yang berarti lakukan physical distancing. Sementara dua huruf terakhir AN yaitu anjuran mencuci tangan. Protokol kesehatan juga menjadi poin penting yang ia sampaikan. Meski pembatasan sudah mulai longgar, bukan berarti masyarakat bisa seenaknya tidak mengindahkan protokol yang harus dilaksanakan. Mall, bioskop dan ruangan tertutup lainnya masih menjadi tempat dengan ancaman virus Covid-19 yang perlu diawasi. Hanif menilai bahwa kesuksesan dalam memenangkan lomba tidak lepas dari dukungan pihak kmapus, khususnya pihak fakultas. Pemberian informasi lomba, beragam bimbingan dan masukan membuat karya mereka menjadi lebih bagus. Raihan ini bukanlah akhir, Hanif bahkan bertekad untuk mengikuti lomba-lomba lainnya agar bisa kembali mengharumkan nama Kampus Putih. Begitupun dengan usahanya untuk mengaktualisasikan ilmu yang sudah ia dapat. “Jadi ilmu yang saya dapat tidak hanya berguna bagi saya sendiri. Tapi bisa dimanfaatkan dan memberikan kebaikan bagi masyarakat luas, khususnya dalam bidang kesehatan,” tegasnya mengakhiri. (*/wil)
Perjuangan Dua Mahasiswa UMM Raih Beasiswa IISMA Kemdikbudristek RI

Sembari menikmati udara pagi dari benua biru, dua mahasiswa awardee program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) oleh Kemdikbudristek RI menemani UMMFolks pada Jumat (31/12) lalu. Keduanya berbagi cerita tentang program yang sedang mereka jalani. Mereka adalah Widad Saniyya dan Afiya Dianar Najla, dua dari sebelas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang berhasil lolos pada program pertukaran pelajar tersebut. Tidak pernah terbayangkan oleh dua mahasiswa ini bahwa mereka akan mengenyam pendidikan semester tujuh di kampus luar negeri yang bermitra dengan pemerintah Indonesia. Diakui oleh Afiya, ia tidak pernah mengira dirinya bisa lolos IISMA karena singkatnya waktu pendaftaran dan banyaknya berkas yang harus dipersiapkan. “Lolosnya yang tidak pernah nyangka, karena waktu itu proses pendaftarannya sangat singkat. Ditambah saya kan belum ada sertifikat bahasa, jadi itu yang paling bikin bingung,” jelas mahasiswa Psikologi ini. Selaras dengan Afiya, Widad juga mengatakan bahwa ia tidak menyangka bisa berhasil menjadi awardee program ini. Bahkan mahasiswa Ilmu Hukum ini tidak pernah berpikir untuk mendaftarkan diri pada program IISMA. “Sama seperti Afiya ya, aku juga gak pernah mengira kalau akan lolos karena aku baru pulang dari Italia untuk program Erasmus. Inginnya ya menegrjaka skripsi terus wisuda dan lulus,” imbuh mahasiswi asal Tangerang Selatan tersebut. Selain cerita proses sertifikasi bahasa, dua mahasiswa ini juga mengobrol banyak terkait perjuangan menulis esai untuk melamar program pertukaran pelajar ini. Menurut mereka, menulis esai bukanlah perkara mudah karena penulis harus mengenali diri dan tahu tujuan sebenarnya mengapa mengikuti program tersebut. “Butuh waktu seminggu untuk meyakinkan diri terkait motivasi. Apakah cuma kepengen-kepengen saja atau benar-benar mau belajar. Untungnya, esai pada program ini tinggal menjawab pertanyaan saja. Jadi tidak begitu bingung cari topik,” kisah Afiya pada siaran langsung Instagram. Program IISMA juga memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk memilih kampus sendiri. Mahasiswa dapat menyesuaikan kebutuhannya dan dapat mengukur kemampuan sekaligus kesiapannya sendiri. “Di IISMA kita diberi kesempatan memilih kampus sendiri, jadi bisa lebih nyaman menyesuaikan berdasarkan kebutuhan kita,” papar Widad. Tak hanya itu, Afiya juga mendorong mahasiswa lain untuk segera memulai belajar bahasa asing. Utamanya bahasa Inggris yang kini menjadi penting, tidak hanya saat mendaftar tapi juga saat menyenyam perkuliahan di luar negeri. Mereka juga ingin agar semua mahasiswa yakin dan percaya pada diri sendiri. Sesulit apapun persyaratan program beasiswa, pasti ada jalannya selama terus emangat dan tidak menyerah. “Ketika kamu sudah mulai meragukan diri sendiri, itu sebenarnya adalah penghambat terbesar yang dihadapi. Jangan merasa ragu karena lebih baik gagal karena sudah mencoba daripada gagal tanpa mencoba sama sekali,” ujar Widad yang diamini oleh Afiya. (wil)
Mahasiswa FIKES UMM Sabet Juara Nasional Seni Pencak Silat

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menutup akhir tahun 2021 dengan prestasi. Kali ini Yulia Nastuti mahasiwi Farmasi Fakultas Kesehatan (FIKES) UMM sabet Juara 1 Nasional Pencak Silat kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Dewasa, di kejuaraan Bandung Lautan Api Championship III. Adapun ajang ini dilaksanakan secara luring yang bertempat di GOR Institut Teknologi Bandung Jatinangor pada tanggal akhir Desember 2021. Yulia, sapaan akrabnya menceritakan bahwa satu bulan sebelum perlombaan, ia telah melakukan persiapan dengan menghafalkan gerakan-gerakan jurus. Ia yang juga bergabung di Tapak Suci (TS) UMM berlatih bersama teman-teman lainnya dalam mempersiapkan penampilan matang untuk bersaing dalam perlombaan. Menurutnya, pendalaman emosi memiliki pengaruh besar dalam proses penghafalan jurus sehingga tidak terasa kaku. “Emosi dan gerakan harus selaras agar tidak terjadi salah gerak. Apalagi ini adalah kompetisi seni yang menilai keindahan dan keteraturan gerak,” ucapnya. Ia kembali menuturkan bahwa dalam penilaian lomba kategori seni, yang dinilai bukan hanya seberapa hafal dan sebagus apa gerakan yang ditampilkan. Mimiki wajah dan pendalaman emosi di setiap gerakan juga menjadi poin penting. Menurutnya jika hanya menghafal, akan membuat gerakan kaku dan tidak memahami arti setiap gerakan. Yulia bukan tanpa kendala. Ia sempat tidak diperbolehkan oleh orang tuanya untuk berangkat dan bersaing dalam kopmetisi di Bandung itu. Perkulihana yang padat juga membuatnya harus pintar-pintar mengatur waktu. Sehingga kegiatan belajar dan latihan bisa berimbang dan tanpa hambatan. Atlet TS Sabuk Kuning Melati empat ini kembali menceritakan bahwa ia telah mengikuti TS sejak belia, tepatnya saat Sekolah Dasar (SD). Sempat berhenti pada Sekolah Menengah Atas (SMA), ia akhrinya melanjutkan pelatihannya saat emnginjak bangku kuliah di Kampus Putih UMM. Menurutnya, TS mampu meredakan stress dan hiruk pikuk perkuliahan yang padat. Mahasiswa asal Lamongan ini berharap nantinya ia bisa menjadi atlet pencak silat yang terampil. Dengan begitu, ia bisa memberikan kebanggan tersendiri bagi orang tuanya. Ia juga berharap Tapak Suci UMM memberikan lebih banyak pelatih agar bisa melahirkan atlet-atlet yang senantiasa mencetak prestasi. “Saya berharap bisa menjadi atlet sebenarnya dan mencetak kemenangan demi kemanangan di level nasional bahkan internasional. Hal ini juga menjadi bukti bahwa saya bisa menggapai apa yang saya cita-citakan,” pungkasnya (haq/wil)
Undang Vice President LinkAja, UMMTalks Intip Peluang Karir Tech Company

Beberapa tahun belakangan muncul perusahaan-perusahaan baru yang bergerak di bidang teknologi, atau yang akrab kita sebut dengan startup. Adanya beragam startup ini juga membuka peluang kerja baru bagi generasi muda. Pada UMMTalks kali ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengundang Vice President Public Sector Payment LinkAja, Marcella Wijayanti untuk membahas tuntas mengenai peluang kerja fresh graduate di perusahaan digital. Program ini disiarkan pada Jumat (31/12) melalui live kanal Youtube UMMtube. Sebelum di LinkAja, wanita yang akrab di panggil Cella ini juga pernah menjadi head of sustainability strategy Gojek, economic policy advisor di kantor Staf Presiden Republik Indonesia, hingga policy analist Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ia juga sempat menjadi head of payment LinkAja hingga sekarang menjabat sebagai Vice President di perusahaan yang sama. Cella menjelaskan bahwa di perusahaan digital atau tech company ada empat bidang besar yaitu product team, engineering team, business team, dan corporate team. Keempatnya memiliki tugas dan perannya masing-masing di perusahaan. Misalnya saja engineering tim yang bertugas untuk mendesain produk seperti apa dan bagaimana bentuknya. Sementara itu product team akan betugas membuat produk dari awal sampai sudah jadi. “Sementara business teamm akan mengelola cara pemasarannya ke masyarakat. Lalu untuk bagian tim corporate berfungsi untuk menjalin komunikasi antar perusahaan maupun dengan masyarakat luas. Mereka juga bertanggung jawab atas perkembangan perusahaan dan finansial. Uniknya, di perusaan digital, masing-masing orang bisa bekerja lintas divisi. Misalnya saya di Gojek dulu bekerja di team corporate lalu sekarang di LinkAja saya bekerja di team business,” ujar mantan Head of Sustainability Gojek tersebut. Lebih lanjut, Cella mengatakan bahwa peluang fresh graduate untuk bekerja di tech company sangat besar. Saat ini, jurusan perkuliahan sudah tidak terlalu relevan untuk beberapa bidang pekerjaan. Salah satunya adalah pekerjaan-pekerjaan di perusahaan digital. Menurutnya, bekerja di perusahaan digital yang bagus akan sangat membantu para fresh graduate untuk mengembangkan diri. “Banyak lah yang bisa kita pelajari jika bekerja di sektor digital. Sekarang, mereka tidak memandang jurusan dalam memilih karyawan. Perusahaan digital lebih membutuhkan pegawai yang memiliki logika yang bagus, keinginan belajar yang tinggi, bisa menerima kritik dan saran, serta dapat memperbaiki kesalahannya dan terus berkembang. Menurut saya, tech company merupakan pasar tenaga kerja yang sangat fleksibel,” kata Cella. Dalam mencari kerja, Cella memberikan beberapa saran kepada para fresh graduate. Pertama adalah mencari perusahaan yang mendatangkan banyak exposure. Saran kedua adalah jangan mudah tergiur dengan gaji yang tinggi, biasanya fresh graduate akan digaji sekitar 4 – 10 juta di Jakarta. Jika fresh graduate mendapat gaji lebih dari itu, maka patut diwaspadai. Terakhir, pilihlah tempat di mana memberikan peluang untuk berinovasi dan memiliki ruang belajar yang luas. “Jangan memilih bidang pekerjaan yang aman karena kalian tidak akan berkembang. Selain itu ada beberapa skill yang harus dimiliki oleh para fresh graduate yaitu keterampilan dalam mengungkapkan ide dan gagasan dengan baik, kemampuan riset, thinking yang memumpuni, mempunyai pemikiran untuk terus bertumbuh, serta suka untuk mencoba hal baru. Bagi para fresh graduate, kalian harus bekerja keras dan tekuni apa yang sedang kalian lakukan,” pungkasnya. (syi/wil)
Solah, Awardee Program IISMA berkat Event Internasional UMM

Cerita menarik datang dari M. Solahudin Al Ayubi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang menjadi awardee beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Berkat keaktifannya dalam kegiatan internasional yang ada di Kampus Putih, ia berhasil mendapat kesempatan untuk mengikuti program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Kini, Solah tengah menjalani perkuliahan selama satu semester di University of Glasgow, Skotlandia. “Ketika mendaftar ke program-program beasiswa, IISMA merupakan salah satu yang sangat ingin saya ikuti. Selain untuk meningkatkan kapabilitas diri, program IISMA juga bekerja sama dengan 300 kampus terbaik di dunia. Salah satunya adalah University of Glasgow di mana saya menimba ilmu selama satu semester,” kata mahasiswa kelahiran Bogor itu. Lebih lanjut, Solah menceritakan bahwa ia mendapat banyak pengalaman menarik selama menjalani program IISMA di Skotlandia. Salah satunya adalah budaya belajar yang sangat baik. University of Glasgow memfasilitasi para mahasiswa sebuah ruangan belajar khusus yang sangat luas. Berbeda dengan di Indonesia, Solah mengatakan bahwa tidak ada orang yang mengolok-olok mahasiswa rajin. “Di Indonesia kadang kita melihat beberapa orang yang mengolok ngolok mahasiswa rajin dan ambisius. Hal berbeda saya temui di University of Glasgow, dimana para mahasiswanya dituntut untuk belajar giat karena standarnya memang tinggi dan sulit untuk mendapat nilai A,” ungkap Solah. Menurutnya, kesempatan belajar di luar negeri tidak mungkin dicapai tanpa pengalaman internasional yang didapat selama berkuliah di UMM, khususnya melalui International Relation Office (IRO). Mulai dari Temasek Foundation, Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) hingga beragam international volunteer lainnya. Bahkan, Solah juga sempat diterima program Erasmus+ dan membuatnya bisa menimba ilmu di Eropa, tepatnya Portugal. Pengalaman menarik lain yang Solah temui selama di Skotlandia adalah ketika ia berkesempatan duduk bersama dengan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Britania Raya. Lebih luas, ia juga mendapat banyak kenalan dan networking dari belahan dunia lain. Memberikan banyak perspetif dan ide yang bisa dikembangkan nanti ketika pulang ke Indonesia. “Saya mewakili IISMA University of Glasgow di acara awardee IISMA United Kingdom (UK). Pada acara tersebut saya juga berkesempatan untuk menjadi ketua acara dan memberikan sambutan mewakili seluruh awardee IISMA di UK,” ungkap Solah. Anak terakhir dari enam bersaudara ini mengaku bahwa ia memiliki motivasi kuat untuk menjelajahi berbagai negara. Dua di antaranya adalah quotes dari Saymour Lipset dan Imam Syafii yang menjelaskan tentang pengalaman baru di perantauan. Baginya, kesempatan di program IISMA ini bukan sekadar kuliah satu semester di kampus top dunia, tetapi ada banyak pelajaran berharga yang ia dapatkan. “Saya percaya bahwa semua orang memiliki hak yang sama untuk bermimpi. Semua mimpi juga memiliki hak yang sama untuk diperjuangkan. Beberapa mimpi memang sulit menggapai, namun rasanya terlalu payah jika kita menyerah tanpa mendapatkan sebuah pelajaran dari kegagalan,” tandasnya. (syi/wil)
IRO UMM Pastikan Mahasiswa Asing Pahami Aturan Keimigrasian

Menjadi mahasiswa asing di negara orang bukanlah perkara mudah. Perlu adanya beragam penyesuaian, utamanya terkait norma dan peraturan yang ada di tengah masyarakat. Jika mampu melewatinya, studi yang dijalani akan relatif lebih mudah. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Yudi Suharsono, S.Psi. M.Si. kepada para mahasiswa asing pada Rabu (8/12) lalu. Tepatnya dalam agenda Sosialisasi Keimigrasian yang dilaksanakan oleh International Relation Office (IRO) UMM di Hotel Swiss Belinn Malang. Yudi, sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa UMM senantiasa berusaha memastikan mahasiswa asing yang menimba ilmu di Kampus Putih tetap berada di kondisi yang aman. Termasuk di antaranya perizinan tempat tinggal dan keimigrasian. “Saya berharap selama saudara-saudara berada di sini, tidak ada masalah yang terjadi. Jikalau ada hambatan, bisa langsung menghubungi pihak kampus, baik IRO maupun Biro Kemahasiswaan,” imbuhnya. Tak jauh berbeda, Kepala IRO UMM Latipun, P.hD. mengaku selama ini pihaknya sudah memberikan banyak informasi kepada mahasiswa asing dengan maksimal. Bahkan juga memberikan langkah-langkah yang harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum mereka datang ke Indonesia. Namun, ia merasa tidak cukup sehingga akhirnya IRO mengadakan sosialisasi tersebut. “Ada lebih dari 100 mahasiswa asing yang sedang menjalani studi di UMM. Namun hanya ada sedikit yang berada di Indonesia dikarenakan pandemi. Banyak yang harus mengikuti pembelajaran secara daring dari negara masing-masing. Semoga mereka bisa datang dan merasakan Malang serta dapat menaati peraturan yang ada,” ujar Latipun. Kemudian, Roy Pambudi Wibowo dari Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Malang menuturkan bahwa pandemi Covid-19 memberikan banyak dampak. Dalam hal ini, banyak perubahan peraturan yang harus dilakukan oleh berbagai lembaga pemerintahan. Salah satunya oleh Kantor Imigrasi. “Tidak seperti sebelumnya, dinamika peraturan belakangan sungguh cepat karena harus menyesuaikan dengan kondisi dan situasi terkini,” ungkapnya. Roy, sapaan akrabnya melanjutkan ada beberapa jenis visa yang disediakan. Mulai dari visa diplomatik, dinas, tetap hingga kunjungan. Namun, saat ini Indonesia membatasi masuknya warga asing karena pandemi yang belum mereda. Bahkan pada awal pandemi di tahun 2020, yang boleh masuk wilayah Indonesia hanya mereka yang memiliki urusan bisnis. Namun kini, visa pelajar sudah diperbolehkan untuk masuk ke wilayah Nusantara. “Sepanjang saya berdinas di Malang, mahasiswa UMM relatif tidak memiliki masalah secara keimigrasian. Jadi mohon bisa dipertahankan hal tersebut agar semua urusan bisa lebih lancar,” harapnya. Pada kesempatan yang sama, Dina Ambar dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) memaparkan pentingnya pengurusan Surat Keterangan Tinggal (STT). Khususnya bagi warga negara asing yang tinggal di Indonesia. Ia menjelaskan langkah-langkah mengurus STT hingga persyaratan apa saja yang perlu disiapkan. Ada beragam izin dan kepengurusan, maka pihaknya mendorong mahasiswa asing untuk aktif mencari tahu. Baik kepada pihak IRO UMM maupun langsung ke kantor Dispendukcapil. “Pengurusan ini saya rasa penting dan esensial dalam rangka menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pun juga untuk memudahkan teman-teman dalam aspek lain, seperti pendaftaran Peduli Lindungi salah satunya,” pungkas Ambar. (wil)
Dosen UMM Menangkan Kompetisi Film Anti Korupsi Nasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali berlaga di kancah nasional. Baru-baru ini, salah satu dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Novin Farid Styo Wibowo, M.Si bersama mahasiswa serta alumni berhasil membawa pulang juara ketiga kategori Ide Cerita Terbaik di ajang Anti Corruption Film Festival 2021 (ACFFEST). Kompetisi tersebut diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (4/12). Lewat film pendeknya yang berjudul Persen-an, Novin sapaan akrabnya, berhasil menyisihkan ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Dalam pembuatan film ini, Dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ikom) tersebut berperan sebagai produser dan penulis skenario. Novin mengatakan bahwa ide cerita yang ditulisnya dalam film Persen-an berhasil mengalahkan 424 proposal ide cerita yang masuk di panitia ACFFEST. “Awalnya proposal dipilih 40 besar kemudian dipilih lagi 20 besar. Dari 20 proposal itu lalu dipertemukan dengan para juri, salah satu diantaranya adalah Kamila Andini yang merupakan seorang sutradara ternama di Indonesia. Dari 20 proposal dipersempit lagi menjadi 10 karya. Kemudian sepuluh karya tersebut didanai masing-masing 30 juta per karya. Alhamdulillah Persen-an lolos didananai dan dimentori untuk kemudian diwujudkan dalam sebuah produksi,”ungkap Novin. Lebih lanjut, Novin menjelaskan bahwa film Persen-an bercerita tentang dua orang filmmaker, yaitu Ocir dan Jon, yang terjebak dalam lingkaran korupsi karena mendapatkan proyek dari pemerintah lokal. Korupsi yang dilakukan berupa persenan atau potongan yang dilakukan oleh para pejabat lokal. Dalam cerita ini pemotongan yang dilakukan sangat mengganggu proses produksi. Sebab hal itu menyebabkan hasil karya film yang dihasilkan menjadi turun kualitasnya, akibat banyaknya pengurangan dana di banyak sisi akibat pejabat yang minta komisi. “Persenan ini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya hadiah atau pemberian. Jadi film ini mengangkat fenomena di pemerintahan yang menerapkan potongan sejumlah beberapa persen dana sehingga mengurangi jumlah uang proyek yang sudah diterima. Film yang dihasilkan dalam ACFFEST nantinya akan dijadikan sebagai media untuk sosialisasi KPK,” ujarnya. Melalui bendera Raya Media Creative, Novin menggandeng dosen, alumni dan mahasiswa Ikom UMM dalam pembuatan film. Beberapa diantaranya yaitu Rahadi, M.Si yang berperan sebagai Pak Bowo, Lukman Hakim sebagai sutradara, Bhekti Setyowibowo sebagai Pak Karyo, makelar proyek dan alumni Ikom, Grise Febrianto yang memerankan Jon, si film maker. Dosen asal Kediri itu menceritakan bahwa kendala terbesar dalam proses produksi film adalah faktor cuaca. Hujan di daerah Ketapanrame Trawas, yang menjadi lokasi pengambilan gambar film, sempat mengganggu proses produksi. Namun hal itu bisa diatasi oleh timnya, sehingga proses produksi yang memakan waktu tiga hari tersebut bisa berjalan dengan lancar. “Tak hanya sebagai sarana edukasi mengenai korupsi, ke depannya film ini akan saya ikutkan ke berbagai festival film di dalam maupun luar negeri,” tandasnya. (syi/wil)

Malang memang memiliki banyak tempat nongkrong yang menarik untuk dikunjungi, baik untuk mengerjakan pekerjaan atau hanya menghabiskan akhir pekan. Tidak sedikit pula kafe di Malang yang menyediakan co-working space. Salah satunya yakni Kontainer Café UMM yang berlokasi di dalam wilayah Universitas Muhammadiyah Malang UMM). Tepatnya di sebelah timur lapangan sepak bola. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd selaku tim set up menjelaskan bahwa kontainer café memiliki konsep ramah lingkungan dan hemat energi. Hal itu bisa dilihat dari pemanfaatan kontainer bekas sebagai kafe dan co-working space. Sedangkan dari segi hemat energi, kafe ini memanfaatkan tenaga listrik dari Pembangkit Listrik Tenga Mikro Hidro (PLTMH). “Konsep tersebut memanfaatkan kontainer bekas tidak terpakai yang dirubah menjadi lebih bermanfaat sebagai café didukung dengan listrik yang dipasok dari PLTMH milik UMM” ujarnya. Krisna, sapaan akrabnya kembali mengatakan bahwa kafé ini bertujuan untuk memfasilitasi mereka yang ingin fokus belajar, bekerja, diskusi maupun hanya sekadar nongkrong. Apalagi dengan disediakannya co-working space. Meski begitu, masyarakat umum juga dapat menikmati layanan menarik tersebut. Ia kembali menjelaskan bahwa Kontainer Cafe ini telah siap beroperasi sejak 2019, namun pandemi Covid-19 datang dan menunda operasi kafé ini. Hingga akhirnya bisa beroperasi tiga bulan terakhir 2021 belakangan. Adapun kafe ini menjadi salah satu bagian dari My Dormy Hostel UMM. Disampaikan Krisna, Kontainer Café juga memiliki menu yang beragam. Mulai dari kopi, teh, smooties, dan berbagai macam makanan. Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UMM ini mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya, kontainer café juga memberdayakan mahasiswa sebagai partimer dan pegawai. Menurut pengakuan Krisna, banyak mahasiwa yang berminat dan mendaftar untuk bekerja di kontainer café. “Alhamdulillah banyak mahasiwa yang berminat mendaftarkan diri. Ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan di kafe ini,” ucapnya. Dosen asal Lombok ini berharap co-working dan café ini bisa berkembang dengan lebih baik lagi. Menyediakan layanan yang menarik dan bermanfaat bagi pengunjung. Begitupun juga bisa menjadi tempat berkarya dan berkreasi. “Dengan model kafe edukasi ini, mahasiswa UMM tak perlu keluar kampus lagi untuk ngopi atau mengerjakan tugas. Begitupun dengan masyarakat yang bisa menikmati layanan menarik dari Kontainer Café,” pungkasnya. (haq/wil)
UMM Sukses Menangkan Bidang Kemahasiswaan Terbaik AKU 2021

Prestasi demi prestasi berhasil diraih oleh Univeritas Muhammadiyah Malang (UMM). Pada akhir November lalu, UMM kembali meraih Anugerah Kampus Unggulan (AKU) untuk yang ke-14 kalinya. Menariknya, pada penghargaan tersebut UMM juga meraih peringkat pertama kemahasiswaan terbaik. Perolehan ini diserahkan kepada pihak Kampsu Putih UMM pada hari yang sama. Wakil Rektor III bagian kemahasiswaan, Dr. Nur Subeki, ST, . MT, mengatakan bahwa UMM sangat mendukung iklim berprestasi di kalangan mahasiswa. Pada beberapa tahun terakhir, Kampus Putih telah mengirimkan banyak peserta dalam berbagai perlombaan. Hal ini juga berbanding lurus dengan raihan prestasi yang dimenangkan oleh mahasiswa. “Mahasiswa UMM juga sangat aktif dalam mengikuti berbagai agenda yang diselenggarakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Pengadaan acara dan kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa juga berjalan lancar meskipun berada di tengah pandemi covid. Mungkin itu salah satu alasan mengapa UMM ini mampu meraih juara pertama kemahasiswaan terbaik versi AKU,” ujar dosen Teknik Mesin UMM itu. Dalam menjaga iklim berprestasi, Eki sapaan akrabnya, menceritakan bahwa Kampus Putih terus mengembangkan center of excellence. Mahasiswa juga dapat mengasah minat dan bakat mereka melalui berbagai Lembaga Semi Otonom (LSO) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang tersedia di UMM. Keterampilan berorganisasi pun juga akhirnya dapat terasah melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Senat Mahasiswa Universitas (SEMU) tersebut. “Kami membebaskan mahasiswa untuk mendalami hobi mereka melalui berbagai organisasi yang ada di UMM. Kami juga mendukung minat-minat baru dengan pendirian UKM ataupun LSO yang sebelumnya tidak ada. Salah satu contohnya adalah pendirian Roundnet Club UMM beberapa waktu yang lalu,” ungkap Eki. Lebih lanjut, Eki mengatakan bahwa iklim berpretasi di UMM terus berlanjut karena dukungan dan apresiasi yang baik dari kampus. Hal ini sesuai dengan slogan UMM yaitu tiada hari tanpa prestasi dan tiada prestasi yang tidak dihargai. Beberapa apresiasi yang diberikan berupa hadiah juara, lalu konversi nilai ke mata kuliah terkait, serta publikasi. Tak hanya pada prestasi saja, apresisasi juga dilakukan pada kegiatan relawan bencana dan kepenulisan di media konvensional. “Pada beberapa perlombaan tahunan seperti Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) serta Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) kami melakukan pendampingan yang ketat. Kami juga memiliki tim khusus untuk mendampingi, mulai dari riset sampai persiapan serta fasilitas untuk lomba,” kata Eki. Di akhir wawancara, Eky mengatakan kebanggaannya akan raihan prestasi yang diperoleh UMM ini. Raihan ini juga sangat membahagiakan karena kerja keras tim UMM diapresiasi oleh lembaga lain.“Kita akan mempertahankan raihan ini dan terus meningkatkan berbagai inovasi dan prestasi untuk kedepannya,” tandasnya. (wil)
Maharesigana UMM Kirim Tim Bantuan ke Lokasi Erupsi Lumajang

Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kirim tim ke lokasi erupsi Lumajang. Berangkat pada Sabtu (4/12) lalu, Maharesigana mengirim dua tim dengan masing masing lima orang di setiap tim. Rindya Fery Indrawan selaku Ketua Maharesigana UMM mengatakan bahwa timnya akan berada di lokasi bencana hingga status tanggap darurat dicabut oleh pemerintah. Untuk saat ini, mereka akan bertugas selama dua minggu sesuai dengan surat tugas yang dimiliki. “Kalaupun setelah dua minggu statusnya masih tanggap darurat, kami akan tetap di sini dengan perpanjangan surat tugas yang ada,” ungkapnya. Fery, sapaan akrabnya mengatakan bahwa timnya ditugaskan memberikan bantuan ke wilayah Lumajang barat, tepatnya di Kecamatan Pronojiwo. Sampai saat ini pihaknya telah melakukan asesmen ke beberapa desa serta melakukan visitasi ke para korban yang mengalami patah tulang. Maharesigana juga telah menyiapkan tim media di lokasi bencana. Tidak sendiri, mereka bekerja sama dengan Rumah Sakit UMM, Rumah Sakit Aminah Blitar, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC serta beberapa pihak lainnya. Mereka bahu membahi menyiapkan dapur relawan, dukungan psikososial, relawan serta bantuan lain yang dibutuhkan oleh para penyintas. Terkait kondisi di lokasi, Fery mengungkapkan bahwa keadaannya cukup parah. Namun, ia dan tim optimis Lumajang bisa kembali pulih dan melakukan aktivitas normal seperti sebelumnya. Apalagi dengan bantuan yang terus mengalir dari beragai wilayah di Indonesia. “Kondisinya cukup parah di daerah Supiturang. Beberapa titik pengungsian juga sudah didirikan untuk membantu para penyintas. Namun, kita harus selalu optimis bahwa bencana ini bisa segera berlalu. Tentu membutuhkan banyak dukungan dari seluruh masyarakat pelosok negeri,” imbuhnya. Fery yang juga dosen UMM ini juga berharap bantuan yang mereka lakukan bisa memberikan manfaat bagi para korban. Tidak hanya bantuan barang dan bahan makanan, tapi juga bantuan tenaga yang sudah dan akan dilakukan ke depannya. Sehingga bisa mempercepat pulihnya wilayah terdampak erupsi Semeru. (wil)