E-Sport UMM Gelar Kejuaraan Mobile Legend Nasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya mendorong mahasiswanya untuk mengembangkan diri dalama spek akademis. Kampus Putih juga menyediakan fasilitas dalam aspek non-akademis. Hal tersebut dibuktikan dengan event UMM Championship Mobile Legend Bang-Bang (MLBB) 2021, yang diadakan oleh Mobile Legend Club-ID (MLCID) UMM. Perlombaan ini diselenggrakan pada Jumat (19/11) lalu dan dilaksanakan secara daring. Adapun siaran pertandiangannya dapat ditonton di platform YouTube dan aplikasi Zoom. Nizar Muttaqin selaku ketua MLCID UMM mengatakan bahwa event UMM Championship ini menjadi ajang kejuaraan E-Sport tingkat nasional pertama yang mereka selenggrakan. Inisiasi kejuaraan ini berawal dari pihak kemahasiswaan yang terus mendorong agar segera melangsungkan kejuaraan e-sport.  “Awalnya, pihak Kemahasiswaan UMM yang terus mendorong kami untuk melangsungkan kompetisi di cabang e-sport. Apalagi cabang ini semakin ke sini semakin diperhitungkan” tuturnya menjelaskan. Nizar, sapaan akrabnya, memaparkan bahwa kejuaraan ini diikuti 56 tim dari universitas se-Indonesia. Sistem yang diberlakukan adalah knockout, sehingga sekali tim kalah maka ia sudah tersingkir dari perebutan juara. Adapun pada babak penyisihan dengan mekanisme sekali kemenangan sementara semi final harus meraih dua kemenangan. Terakhir, tiap tim harus mendapatkan tiga kemenangan dalam babak final untuk bisa menjadi juara. Ditanya ihwal kendala, ia mengaku bahwa kurangnya angota menjadi salah satu yang mereka hadapi. Meski pemain Mobile Legend di kalangan mahasiswa cukup banyak, namun hanya segelintir yang menggelutinya dengan serius. Apalagi club ini baru berdiri dua tahun lalu, tepatnya pada 2019.  “Untuk mengatasi kendala tersebut, kami akhirnya membuka open recruitment sebagai panitia. Sehingga SDM dapat mencukupi dan membuat kejuaraan ini lebih lancar dan terorganisir,” tutur Nizar. Meski banyak tantangan saat pelaksanaan, kejuaraan UMM Championship MLBB ini mendapat respon baik dari peserta universitas lain. Disampaikan Nizar, jika ada kompetisi MLBB lagi di UMM, mereka akan dengan semangat mendaftar dan bersaing.  Adapun juara pertama lomba tersebut dimenangkan oleh Univeristas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya. Juara kedua diraih oleh Univeristas Muhammdiyah Riau (UMRI) dan posisi ketiga dimenangkan oleh tim UMM. Mahasiswa Prodi Informatika UMM ini berharap nantinya e-sport di kalangan mahasiswa bisa berkembang, utamanya di Kampus Putih UMM. Pun dengan perkembangan cabang e-sport lainnya sehingga tidak terbatas pada MLBB saja. “Semoga dari sini kami bisa melahirkan atlet-atlet e-sport ptofesional yang handal,” pungkasnya. (haq/wil)

Tim UMM-SD Aisyiyah Kota Malang Tampilkan Kisah Wendit ke Korea Selatan

Menandai satu tahun kolaborasi, SD Aisyiyah Kota Malang dan Dajeong Primary School Korea Selatan merayakan dengan cara yang berbeda. Melalui pertemuan secara daring, kedua sekolah ini sukses menyelenggarakan Virtual Drama Performance yang mengusung tema kearifan lokal dari masing-masing negara pada Senin (22/11) lalu. Didampingi oleh tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), SD Aisyiyah Kota Malang berhasil mewujudkan pementasan tanpa harus abai pada protokol kesehatan saat pandemi COVID-19. Dituturkan oleh Rina Wahyu Setyaningrum, Ketua Program Pengabdian, pertunjukan Virtual The Tale of Wendit merupakan pertunjukan yang lain dari yang lain. Hal itu dikarenakan Sebagian pemeran berada di rumah masing-masing. Tidak seperti pertunjukan biasanya yang harus berada di satu lokasi. “Pertunjukan ini hampir saja batal karena PPKM yang tidak mengizinkan siswa belajar di sekolah dan berkumpul untuk melaksanakan latihan. Namun, dengan mengadaptasi pertunjukan secara langsung di panggung, para pemain dapat dikondisikan dengan tetap menjalankan perannya dan mementaskannya dalam panggung pertemuan Zoom,” tuturnya. Agenda ini juga mendapatkan apresiasi dari perwakilan guru Dajeong Primary School, Korea Selatan. Eujin menyampaikan bahwa Virtual Drama Performance ini merupakan sebuah kesempatan yang baik bagi para siswa. Tidak hanya bagi siswa-siswi Korea selatan saja, namun juga seluruh dunia karena dapat saling bertukar informasi tentang budaya dari masing-masing negara. “Ini adalah kesempatan yang sangat menarik untuk siswa kami. Mereka sangat tidak sabar untuk melihat bagaimana budaya-budaya negara lain, khususnya Indonesia yang teman-teman tunjukkan dalam panggung Zoom,” jelasnya. Penampilan yang telah disiapkan sejak bulan Oktober ini merupakan sebuah masterpiece yang memberikan pengalaman belajar hal baru bagi para pemeran drama. Kegembiraan akan hasil kolaborasi ini juga disampaikan oleh Bayu Hendro Wicaksono, ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM. “Kami bangga akan kolaborasi dosen, alumni, dan mahasiswa ini. Ke depan, kegiatan semacam ini harus sering dilaksanakan untuk menunjukkan bahwa prodi Pendidikan Bahasa Inggris berkomitmen untuk memberikan manfaat bagi pendidikan. Selain itu juga untuk membangun komunikasi yang erat antara antara prodi dengan alumni,” tandasnya. Selain penampilan drama yang dipersembahkan oleh siswa-siswi SD Aisyiyah Kota Malang, para siswa di Dajeong Primary School juga menampilan pertunjukan drama yang menarik. Mereka melakukannya secara live saat Zoom Meeting dilangsungkan. (wil)

Agribisnis UMM Dorong Petani Milenial Manfaatkan Potensi Pertanian Indonesia

Peringati dies natalis yang ke 36 tahun, prodi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar webinar nasional bertema Potensi Sektor Pertanian dan Peran Pemuda pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional. Webinar yang berlangsung pada Sabtu (20/11) ini dihadiri oleh 485 mahasiswa dari dalam maupun luar UMM baik secara daring maupun luring. Pada sambutannya, Wakil Rektor I UMM,  Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., mengucapkan selamat kepada Program Studi (Prodi) Agribisnis UMM atas capaian-capaian yang telah diraihnya selama 36 tahun berdiri. Ia juga mendukung penuh terselenggaranya acara webinar ini serta berharap event ini dapat menambah pengetahuan para mahasiswa terhadap potensi pertanian. Utamanya dalam upaya untuk menumbuhkan ekonomi nasional. “Saya tentu bangga terhadap Prodi Agribisnis, baik penyelenggaraan webinar ini maupun capaian-capaian prestasinya. Terbaru, Agribisnis juga telah mendapat sertifikasi akreditasi unggul. Ini tentu berkat kerja keras dan kerja kolektif teman-teman Agribisnis yang senantiasa berusaha meningkatkan kualitas sampai tahap tersebut,” imbuhnya menerangkan. Di lain sisi, Kepala Pusat Penelitian & Pengembangan (Puslitbang) Tanaman Pangan Dr. Ir Priatna Sasmita, M.Si., mengatakan bahwa presiden telah menyampaikan beberapa arahan dalam pengembangan sektor pertanian. Arahan tersebut juga meliputi pengolahan produk pertanian. Sehingga nantinya diharapkan bisa memberikan nilai tambah pada produk yang dijual. “Untuk mendukung program tersebut, diperlukan skema pembiayaan dan pendampingan yang intensif. Pendampingan itu mencakup pengelolaan  keuangan, aspek kemasan, pemasaran, serta dukungan Kredit Usaha Rakyat  (KUR). Presiden juga mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  (UMKM) yang bergerak di sektor pertanian untuk melakukan kolaborasi dengan pihak lain. Dengan begitu, mereka bisa membentuk usaha yang lebih besar,” ujar Priatna. Lebih lanjut, Priatna mengatakan bahwa Indonesia memiliki beberapa potensi untuk mendukung sektor pertanian di masa depan. Pertama adalah ketersediaan lahan pertanian dan bonus demografi yang melimpah, di mana generasi muda dapat diarahkan menjadi petani milenial. Selanjutnya, Petani milenial diharapkan mampu berinovasi serta memiliki gagasan kreatif sehingga dapat bersaing di bidang teknologi pertanian. “Dengan potensi yang ada, sangat disayangkan para generasi muda justru tidak ingin bekerja di sektor ini. Oleh hal tersebut, kami sedang mengupayakan untuk mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan 2,5  juta petani milenial. Selain itu kami juga mengembangkan smart farming, food estate, korporasi petani, dan digitalisasi pertanian demi kemajuan bangsa,” pungkasnya. (wil)

Mahasiswa Baru UMM Sukses Juara LKTII Nasional

Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Kali ini kabar bahagia datang dari tiga mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (FK) yang berhasil menyabet juara tiga dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Islam (LKTII) Nasional. Kompetisi ini diadakan secara daring oleh Universitas Airlangga (Unair) pada Sabtu (20/11) lalu. Salah satu anggota tim, Yasmin Zakiyyatuzzahra, mengatakan bahwa tulisan ilmiah yang diikutsertakan oleh timnya membahas terkait gagasan baru vaksinasi keliling. Selain untuk mengurangi kerumunan orang ketika antre vaksin, cara ini dirasa ampuh untuk menambah silaturahmi antara tenaga kesehatan dan juga masyarakat. “Kami mengerjakan tulisan ini dalam waktu yang lumayan singkat, kurang dari dua minggu. Untuk bagian abstrak kami dapat menyelesaikannya dalam waktu tiga hari. Sementara untuk bagian isi butuh waktu sekitar satu minggu,” ungkap mahasiswa asal Malang  tersebut. Meskipun dapat menyelesaikan tulisan ilmiah secara cepat, Yasmin, sapaan akrabnya mengaku kesulitan dalam proses pengerjaannya. Sebagai mahasiswa baru yang masih beradaptasi dengan dunia perkuliahan, membagi waktu lomba dan kuliah dirasa cukup sulit. Selain itu, kompetisi ini juga pengalaman pertamanya mengikuti lomba karya tulis ilmiah. “Awalnya saya iseng mengikuti kompetisi ini karena waktu luang yang banyak sebelum dimulainya masa perkuliahan. Saya sama sekali tidak menyangka kalau abstrak yang tim kami kirimkan akan lolos. Kami sempat berpikir untu berhenti saja karena jadwal perkuliahan yang smeakin padat. Namun pada akhirnya saya dan teman-teman tetap melanjutkan karena tidak mau mengerjakan sesuatu dengan setengah-setengah,” ujar Yasmin. Selain Yasmin, tim ini juga dianggotai oleh Amelia Putri Nasution dan Kanina Alma Dystanti. Yasmin bersyukur timnya dapat memperoleh juara tiga meskipun ini baru pertama kalinya mengikuti lomba karya tulis ilmiah. Jika nantinya diberi kesempatan, Yasmin dan teman satu timnya ingin merealisasikan gagasan vaksinasi keliling ini ke masyarakat luas sehingga semakin banyak orang yang mendapatkan manfaatnya. “Alhamdulillah, kerja keras tim kami terbayar dengan baik. Saya berterimakasih kepada para anggota tim karena tidak menyerah untuk terus mengikuti perlombaan ini. Raihan juara ini membuat kami semakin terpacu untuk mengikuti berbagai perlombaan di masa yang akan datang. Tentu kemenangan ini kami harap bisa menginspirasi teman-teman lain untuk berprestasi,” tuturnya di akhir wawancara. (wil)

Mengenang Sang Guru Bangsa, UMM Launching 3 Buku tentang Malik Fadjar

Memperingati Hari Guru Nasional, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melangsungkan refleksi dengan mengenang Prof. H. Malik Fadjar, M.Sc., Sang Guru Bangsa. Diikuti oleh dosen dan karyawan secara daring dan luring, Kampus Putih turut menghadirkan pembicara yang merupakan kerabat dan saksi hidup kiprah Malik Fadjar pada Kamis (25/11) lalu. Menariknya, dalam gelaran tersebut juga ada pelucuran tiga buku yang membahas Malik Fadjar dan juga launching lagu ‘Ampunkanku Ya Rabbi’ karya warga binaan Lapas Perempuan Kota Malang. Hadir dalam acara itu Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM sekaligus Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Ia mengaku bahwa telah mengetahui Malik sejak kelas 3 SMP. Diceritakan Muhadjir, Malik sempat ingin pergi ke Jakarta namun diyakinkan untuk berkiprah di UMM. “Bersama salah satu teman, kami berhasil meyakinkan Pak Malik bahwa dia bisa menjadi orang hebat meski berada di Malang, tepatnya berjuang membangun UMM,” tuturnya. Sayangnya, Malik waktu itu belum memiliki kartu anggota Muhammadiyah. Sehingga tidak bisa mencalonkan diri menjadi rektor UMM. Muhadjir mengatakan bahwa ia sampai bersusah payah ke Yogyakarta untuk mengurusnya. “Berbagai pengalaman yang telah dilalui oleh Pak Malik menjaid pengingat bagi kita untuk terus meneladani kehumanisan dan pandangan-pandangan yang luar biasa,” tegasnya. Sementara itu, Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. mengatakan bahwa pada agenda ini para peserta bisa memahami pemikiran Malik. Apalagi dengan hadirnya berbagai narasumber sehingga bisa memahami dengan beragam perspektif. Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Imam Suprayogo, M.Si mengatakan bahwa agenda ini merupakan hal yang penting. Apalagi jika para peserta dan tamu ingin menjadi manusia yang sukses. Maka, Malik Fadjar adalah sosok yang tepat karena telah sukses dalam aspek keluarga, perjuangan politik, dan juga dalam dunia pendidikan Imam menyampaikan hal menarik bagaimana Malik Fadjar sangat menghargai dan menghormati istrinya. Ia selalu berdiskusi terkait keputusan-keputusan yang ia buat. Bakan masalah-masalah pelik yang sedang Malik hadapi. “Kehidupan Pak Malik yang lapang dan lancar tentu salah satunya ditopang oleh doa-doa, puasa dan juga tahajud dari Bu Malik. Tidak seperti istri Abu Lahab yang malah mengompori, ketika Pak Malik pulang dengan kepenatan, Bu Malik hadir untuk mendinginkan,” tuturnya. Ia juga mengenang bagaimana Malik tidak suka sama sekali dengan budaya ‘titip-menitip’. Mereka yang dititipkan adalah mereka yang bermasalah. Jika orang yang bermasalah dimasukkan ke universitas, maka tinggal menunggu waktu saja menjadi perguruan tinggi yang bermasalah. “Dulu, Pak Malik juga berpesan bahwa dosen itu memberikan cahaya. Selalu terang di berbagai aspek seperti agama, ilmu dan lainnya. Jika seorang dosen gelap, maka akan melahirkan kegelapan. Sebaliknya, jika terang, akan menghasilkan cahaya terang,” tegasnya. Dalam rangkaian peluncuran buku, Prof. Dr. Siti Zuhro, MA, peneliti BRIN mengungkapkan bahwa Malik sudah menjadi seseorang yang pentig dalam dunia pendidikan. Semua sepak terjang Malik ketika menjadi rektor hingga menteri senantiasa memberikan teladan. “Nanti mungkin bisa kita ajukan menjadi pahlawan yang concern dalam bidang pendidikan,” tuturnya. Ia teringat tatkala Malik menghubunginya untuk mengajukan permintaan buku untuk rumah baca yang didirikan Malik. Saat ini, rumah baca itulah yang menjadi inspirasi Siti untuk menggalakkan Desa Cerdas di berbagai wilayah. Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Setya Yuwana, M.A. menerangkan terkait kebijakan-kebijakan yang luar biasa ketika Malik menjadi Menteri. Ada tiga hal utama yang Malik inisiasi yakni otonomi pendidikan, kurikulum berbasis kompetensi dan Human Investmen. “Kebijakan otonomi pendidikan misalnya yang memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengembangkan. Pak Malik Fadjar sudah meletakkan dasar-dasar kuat bagi pendidikan di Indonesia,” ungkap Setya. Kesan yang tak jauh berbeda disampaikan Prof. Dr. Franz Magnis Suseno. Bertemu sejak 30 tahun lalu, ia melihat Malik Fadjar sebagai sosok intelektual yang menyenangkan dengan senyuman. Malik Fadjar juga senantiasa mementingkan multikulturalisme dan menghadapi perbedaan dengan bijak. “Terimakasih Malik Fadjar atas persahabatan yang telah kita rajut dan sudah mampir di kehidupan saya,” pungkas Franz. (wil)

Syafiq Rizqy, Mahasiswa UMM Penulis Buku Best Seller

Galau itu bisa menjadi sebuah karya, jangan galau terus. Itulah yang diucapkan Syafiq Rifqy Zakin mahasiswa Prodi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam acara UMM Talks. Adapun UMM Talks mengangkat tema “Merawat Motivasi Self-Improvement lewat Buku” yang dilaksanakan secara live platform YouTube UMM. Acara ini dilaksanakan pada tanggal (19/11), hari Jum’at lalu. Syafiq, sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa buku berjudul “Pura-Pura menjadi Manusia” adalah karya terbarunya sekaligus buku keenam yang sudah diterbitkan. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa ada perbedaan buku jenis ini di masa dahulu dan sekarang. Dahulu, buku-buku sejenis menyediakan motivasi kuat sebagai manusia. “Sedangkan self improvement masa sekarang lebih kepada bagaimana menyadarkan akan diri sendiri. Perbedaan-perbedaan inilah yang ingin saya coba tuangkan dalam buku ini,” imbuhnya. Syafiq kembali menerangkan bahwa lima buku yang a garap sebelumnya adalah novel dengan genre romance. Maka, di buku keenamnya ini dia memberanikan diri untuk menulis buku self improvement. Ia juga mengaku bahwa pada awal-awal penyusunan, penerbit memberikan beberapa buku referensi sebagai acuan untuknya dalam menulis. Selain itu, ia juga diharuskan untuk melakukan riset agar tulisan yang dihasilkan bisa lebih maksimal. Ia melakukan interview kepada beberapa informan yang memiliki perbedaan latar. Hal itu demi memperkaya bahan dan informasi serta memperluas bahasan. Ditanya ihwal tentang motivasinya dalam menulis, ia bercerita bahwa semua karyanya berawal dari salah satu novel yang ia baca. Buku tersebut berjudul ‘Negeri Lima Menara’ karya Ahmad Fuadi. Buku tersebut mengisahkan satu kelompok santri yang berjuang untuk mendapatkan ilmu dan wawasan baru hingga emnggapai cita-cita yang diimpikan. Hal itu selaras dengan apa yang Syafiq rasakan ketika menempuh pendidikan di Pondok Pesantren ar-Rahmah, Malang. Hal itu membuatnya sangat khidmat ketika membaca satu persatu halaman buku tersebut. Pun ia mengagumi sosok Ahmad Fuadi sebagai salah satu penulis favoritnya. “Saya kira enam tahun pendidikan di pesantren juga turut andil dalam membentuk jati dirinya. Begitupun dengan keahliannya dalam menulis buku dan melahrikan karay-karya menarik,” ungkapnya. Selain menulis buku, Syafiq kini juga aktif di berbagai media sosial. Ia mengunggah konten-konten yang memberikan beragam quotes menarik di akunnya @sdavincii. Utamanya dalam hal self improvement dan romance, sesuai dengan tulisan yang sudah ia susun dalam buku-bukunya. (wil)

Raih AKU 14 Kali Berturut-turut, UMM Jadi Kampus Swasta Paling Unggul

Untuk keempat belas kalinya secara berturut-turut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali sukses meraih penghargaan Anugerah Kampus Unggulan (AKU) 2021 dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur (Jatim). Capaian membanggakan itu diterima pada agenda Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur di Grand Mercure Malang, Rabu (24/11). Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. merasa bersyukur Kampus Putih bisa kembali memenangkan penghargaan ini. Ia mengatakan bahwa prestasi ini merupakan bentuk konsistensi dari sivitas akademika UMM untuk terus berkomitmen akan kualitas pelayanan pendidikan. “Prestasi ini tidak boleh berhenti pada raihan ini saja, tetapi harus ditingkatkan kembali. Karena masyarakat membutuhkan pembuktian kualitas, karya nyata, dan tentu contoh konkret. Inilah yang kini menjadi tantangan besar perguruan tinggi, khususnya Kampus Putih UMM,” ungkap Fauzan. Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA. secara khusus memberikan apresiasi kepada UMM yang sukses memperoleh penghargaan AKU 14 kali berturut-turut. Ia berharap UMM bisa terus meningkatkan kinerja dan mendapatkan beragam penghargaan bergengsi lainnya. Tidak terbatas di tingkat nasional saja, tapi juga level internasional. “Saya kira UMM pantas mendapatkan penghargaan kampus ini. Tentu target UMM selanjutnya adalah prestasi di tingkat yang lebih tinggi serta mampu memberikan kebermanfaatan dalam skala yang lebih luas,” harap Soeprapto. Sementara itu, Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. yang mewakili rektor menerima penghargaan AKU, turut mengapresiasi capaian tersebut. Menurut Syamsul, UMM dianggap telah mampu menjaga mutu pendidikan selama bertahun-tahun. “Tentu prestasi ini tidak lepas dari kerja keras kolektif yang telah diupayakan oleh kawan-kawan di UMM. kualitas ini akan senantiasa kami rawat demi keberhasilan lain di masa depan,” tuturnya menerangkan. Selain dinyatakan sebagai kampus terunggul Jatim 2021, Kampus Putih UMM juga berhasil meraih empat penghargaan kampus unggulan khusus lain. Kampus Putih menempati posisi pertama kategori sebagai universitas dengan Kinerja Kemahasiswaan Terbaik dan kategori Akselerasi Jabatan Akademik Terbaik. Di samping itu juga sukses dinobatkan sebagai kampus dengan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Terbaik dan yang terakhir peringkat ketiga kategori Kualitas Pelaporan Terbaik. Sejauh ini, Kampus Putih UMM telah mendapatkan total tiga piala AKU Kartika. Untuk diketahui, Penghargaan Piala AKU Kartika tersebut diberikan kepada kampus yang telah meraih AKU selama empat tahun berturut-turut. Setelah UMM yang menempati posisi pertama kampus swasta paling unggul se-Jatim, ada lima kampus swasta lain yang menduduki posisi kedua hingga keenam. Secara berurutan, universitas tersebut di antaranya Universitas Surabaya, Universitas Kristen Petra, Universitas Katolik Widya Mandala, Universitas 17 Agustus Surabaya dan Universitas Islam Malang. (wil)

Mahasiswa UMM Juara Nasional berkat Inovasi Penyembuhan TBC

Nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali harum di kancah nasional. Kali ini, M. Dodik Pastiyo, mahasiswa Profesi Ners UMM raih juara satu lomba essay pada event Nursing of Andalas. Adapun perlombaan tersebut diadakan oleh Universitas Andalas secara daring tersebut dilangsungkan sejak bulan Oktober dan berakhir pada Rabu (17/11) lalu. Ditanya ihwal kemenangannya, Dodik, sapaan akrabnya mengatakan bahwa topik yang ia ambil sesuai dengan tema utama event yaitu kesehatan paru. Lebih rinci, ia Menyusun tulisan dengan judul “Tuberculosis Patient Centered Care: Pengembangan Website-Aplikasi Terintegrasi sebagai Media Pemantauan Tenaga Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis”. Ia menjelaskan bahwa essaynya berisi terkait inovasi penyembuhan bagi pasien Tubercolusis (TB). Menariknya, upaya penyembuhan ini berbasis website dan aplikasi. Dodik memaparkan bahwa inovasi website-aplikasi ini nantinya memberikan pembinaan guna menyembuhkan pasien TB. Para penderita juga akan dimonitor langsung oleh tenaga kesehatan (nakes) melalui website dengan sistematika pengobatan selama enam bulan. Sementara aplikasinya khusus diberikan kepada pengidap TB Paru. mereka diharuskan mengirim laporan terkait proses pengobatannya. Jika tidak menyampaikan laporan, akan ada peringatan khusus yang dikirim oleh nakes melalui website. “Jadi para pasien khusus TB paru akan menggunakan aplikasi dalam mengirimkan laporan. Sementara nakes bisa melakukan pengawasan melalui websitenya. Dua platform ini terintegrasi untuk memudahkan monitoring para pasien TB,” imbuhnya. Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan beberapa fitur lain yang turut membantu. Sebut saja fitur Ketahui Tubercolusis, Patuhi Pengobatan, Perawatan Merokok, Konseling Kesehatan, Latihan Nafas, Status Gizi dan Nutrisi. “Fitur-fitur ini diharapkan bisa memberikan terobosan untuk memantau dan menurunkan total pasieon TB. Apalagi masih banyak dari mereka yang merokok padahal kegiatan tersebut sangat berbahaya,” ujarnya menjelaskan. Dodik berharap ide yang ia tuangkan melalui essay tersebut bisa segera terealisasi. Tentu diawali dengan membangun kerja sama yang baik dengan beberapa pihak sehingga bisa diimplementasikan. “Inovasi ini juga sejalan dengan program Kementerian Kesehatan yakni Tuntas TB. Dengan begitu, kita bisa menekan angka pasien TB di Indonesia,” tuturnya mengakhiri. (wil)

Puluhan Penari Unjuk Kebolehan di UMM Championship Tari Tradisional

Rangkaian kompetisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Championship kembali bergulir. Kali ini Kampus Putih menggelar UMMC Tari Tradisional 2021 nasional yang dilaksanakan pada Minggu (21/11) lalu. Adapun formatnya masih dilakukan secara daring karena masih berada di situasi pandemi. Ketua pelaksana lomba tari, Sadida Faza Nur Syari’ah mengatakan ada lebih dari 20 tim yang turut serta untuk bersaing mendapatkan juara. Usai mendaftarkan tim, para peserta diminta menyusun video dan mengunggahnya di website agar nantinya bisa segera dilakukan penilaian. “Para peserta tidak hanya berasal dari universitas di pulau Jawa saja, ada juga yang berasal dari Sumatera bahkan Kalimantan. Ketika proses penjurian, mereka juga diundang hadir untuk mendengarkan komentar dan melihat sistem penilaian sehingga bisa transparan,” imbuhnya. Sasa, panggilan akrabnya menuturkan bahwa kompetisi ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan para anak muda akan budaya Indonesia, khususnya tari. Selain itu juga menjadi wadah bagi para peserta yang ingin mengembangkan minat, bakat serta karya meskipun masih di tengah pandemi. Ditanya ihwal penilaian, Sasa menjelaskan ada lima kriteria utama yang dinilai. Pertama, yakni wiraga yaitu penilaian berdasarkan harmoni dan kreativitas gerak, pengembangan pola lantai dan juga penampilan gerak penari. Kemudian adapula wirama yang melihat bagaimana ketepatan antara gerak dan musik. Ketiga, wirasa yang menilai keselarasan gerak tari, penjiwaan, penghayatan, dan ekspresi gerak dalam tari. “Adapula wirupa yang memperhatikan tata rias dan tata busana. Kemudian yang terakhir adalah kreativitas video. Para juri memberikan nilai terkiat bagaimana Teknik pengambilan video teaser serta proses editing,” imbuh Sasa. Mahasiwa Sosiologi tersebut menuturkan bahwa tidak ada Batasan atau syarat khusus bagi para peserta untuk menampilkan tarian apa. Pihak panitia membolehkan semua tari selama masih berada dalam wilayah tari tradisional. Para peserta juga diberikan kebebasan dalam berimprovisasi untuk memberikan keunikan tersendiri. Sasa berharap kompetisi tidak hanya dinilai sebagai ajang bersaing, tapi juga gelaran silaturahmi antar universitas agar bisa mengenal satu dengan lainnya. Ia berharap, budaya tari tradisional semakin dicintai, utamanya bagi para anak muda yang akan mengemban kepemimpinan di masa depan. “Tentu, melestarikan budaya adalah tugas kita para pemuda. Bisa dimulai dengan mencintai tari-tari tradisional atau bahkan juga memperagakannya,” pungkasnya (wil)

Mahasiswa BIPA UMM Asal Mesir Juara Vlog Bahasa Indonesia Nasional

Mahasiswa Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Lamees Ahmed Esmat, berhasil memperoleh juara dua pada kompetisi bahasa Indonesia ISS-UMIFEST 2021 kategori vlog. Acara yang diselenggarakan oleh Office of International Affairs (OIA) Universitas Negeri Malang (UM) itu mulai digelar sejak tanggal 30 Agustus 2021. Adapun pengumuman juara lomba untuk orang asing yang berstudi di Indonesia tersebut diumumkan pada Senin (08/11) lalu. Lamees, sapaan akrabnya, mengaku cukup kesulitan dalam persiapan lomba. Pasalnya, ia baru saja belajar bahasa Indonesia selama dua bulan. Ia mengatakan bahwa ia harus banyak melakukan beragam persiapan. Tidak terbatas pada aspek pengambilan video saja, tapi juga bagaimana berbicara Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Ia bahkan harus menyiapkan diri selama satu setengah bulan. “Saya masih berada di tingkat awal dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kosa kata bahasa Indonesia saya masih belum banyak. Sehingga saya cukup kesulitan ketika mempersiapkan teks untuk lomba ini. Oleh karena itu saya membutuhkan persiapan yang cukup lama. Belajar dan berdiskusi dengan teman saya yang sudah cukup baik berbahasa Indonesia,” ungkap mahasiswa asal Mesir tersebut. Lebih lanjut, Lamees menceritakan bahwa awalnya ia hanya ingin mempraktekkan pelafalan Bahasa Indonesianya yang masih kaku. Apalagi di posisinya sekarang yang masih di tingkat awal. Dalam mengolah teks vlog untuk dilombakan, Lamees di bantu oleh salah satu teman Mesirnya yang juga sedang mendalami bahasa Indonesia. “Meskipun sulit, saya mengerjakan vlog tersebut dengan senang dan bahagia. Apalagi ada banyak teman yang memberikan masukan dan bantuan. Pembelajaran di BIPA UMM juga sangat membantu saya dalam mengembangkan kosa kata bahasa Indonesia yang masih terbatas,” ungkap Lamees. Meskipun masih baru dalam belajar, nyatanya Lamees dapat mengalahkan berbagai peserta dari seluruh Indonesia. Hal itu tidak lepas dari kerja kerasnya untuk membuat video yang bagus. Lamees mengatakan bahwa ia senang dengan capaian yang sudah diraih. Ia ingin agar teman-teman lain yang sedang belajar bahasa Indonesia bisa semakin cinta dan bersemangat. “Saya semakin termotivasi untuk mengikuti berbagai kegiatan, utamanya perlombaan bahasa Indonesia. Saya yakin, kalau ada kompetisi lagi saya pasti bisa meraih juara pertama,” tuturnya di akhir wawancara. (syi/wil)