Mahasiswa UMM Jadi Wakil 2 Joko Kabupaten Malang 2021

Bermimpi menjadi duta pariwisata sejak Sekolah Menengah Atas (SMA), Dimas Setyadi Putra berhasil menjadi wakil dua dalam ajang pemilihan Joko Roro Kabupaten Malang tahun 2021. Ajang bergegnsi ini diselenggarakan pada Rabu (10/11) di Shanaya Resort, Karangploso, Kabupaten Malang. Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mengaku bahwa ia sempat merasa minder dengan peserta lain. Pasalnya, ia menjadi salah satu peserta terpendek saat pemilihan Joko Roro tersebut. Meski begitu, Dimas sapaan akrabnya, mengatakan bahwa ia tidak menyerah dan lebih menguatkan diri di bidang-bidang yang lain. Menurtunya, tinggi badan bukanlah suatu halangan untuk bisa meraih prestasi. “Tinggi badan saya 170 cm dan itu adalah tinggi minimum untuk mendaftar sebagai peserta Joko Roro. Meski sempat merasa rendah diri, saya berusaha mengunggulkan kemampuan saya di bidang lain. Sebagai mahasiswa Ilmu kesehatan, saya memiliki nilai lebih karena dapat memberikan edukasi terkait vaksinasi Covid-19 untuk membantu pulihnya pariwisata dan ekonomi di Kabupaten Malang,” ujar Mahasiswa asli Malang itu. Dimas kembali mengungkapkan bahwa pemilihan Joko Roro ini bukan event pemilihan duta pertama baginya. Sejak menempuh pendidikan strata satu (S1) di UMM, ia sudah aktif di berbagai organisasi seperti duta budaya malang dan duta anti narkoba. Sebelumnya, pada tahun 2020 Dimas juga terpilih menjadi lima peserta terbaik dalam  Pemilihan Duta Bahasa Jawa Timur beberapa waktu lalu. “Pengalaman-pengalaman tersebut sangat membantu saya dalam proses seleksi Joko Roro. Selama mengikuti tes wawancara, tes tulis, focus group discussion, dan presentasi program saya tidak mendapatkan kendala yang menyulitkan,” ungkap anak pertama dari tiga bersaudara tersebut. Ke depannya, Dimas bertekad untuk berusaha sekeras mungkin untuk lebih berusaha memperkenalkan wisata di kabupaten malang ke masyarakat luas. Disampaikan Dimas, para Joko Roro 2021 dan dinas pariwisata Kabupaten Malang juga telah bekerja sama untuk membuat berbagai program peningkatan pariwisata. Salah satunya yakni dengan memanfaatkan media sosial dan platform Youtube. “Selain itu, saat ini kita juga harus berfokus untuk memperbaiki berbagai pariwisata agar dapat dikunjungi dengan aman di kala pandemi. Saya harap akan banyak pemuda Malang yang bangga akan pariwisata di daerahnya masing-masing. Turut membantu perkembangan pariwisata serta promosi pariwisata lokal ke masyarakat luas,” tutur Dimas mengakhiri. (syi/wil)

Salvinia Salvy, Mahasiswa UMM Duta Lingkungan Kabupaten Malang

Kabar baik kembali datang dari Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini Salvania Salvy Prihanta, mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan (Fikes) UMM mendapatkan predikat sebagai Duta Lingkungan Kabupaten Malang di ajang Joko Roro 2021. Adapun babak grand final kompetisi Joko Roro ini dilaksanakan pada Rabu (10/11) lalu, bertempat di Shanaya Resort Karangploso, Kabupaten Malang. Ditanya ihwal hal tersebut, Salvi, sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa sebelum terjun dalam kompetisi ia melakukan berbagai persiapan. Mulai mentoring, persiapan secara mental dan materi terkait pariwisata Kabupaten Malang. Ia juga menjelaskan berbagai seleksi yang harus dilewati hingga bisa mendapatkan predikat tersebut. Dimulai dengan tes tulis dan open interview, deep interview dan diskusi kelompok terpimpin, dan yang terakhir yakni presentasi wisata. Pada tahap terakhir, Salvi memilih kecamatan Dau untuk dipresentasikan. Ia menilai bahwa banyak destinasi wisata yang dikelola oleh masyarakat. Salvi juga menerangkan berbagai UMKM menarik milik warga setempat. “Tentu kami tidak hanya ingin mengembangkan wisata saja, tetapi juga usaha milik masyarakat yang memiliki potensi menjanjikan,” tegasnya. Setelah lolos tahap seleksi, ia harus mengikuti proses karantina selama satu bulan lebih yang tersebar di berbagai lokasi. Karantina tersebut tidak hanya dilakukan secara luring, tapi juga dilakukan secara daring. Pada format luring, para peserta diajarkan materi terkait bagaimana mempromosikan wisata dan membuat video. Sementara untuk yang daring lebih berfokus pada pendalaman materi yang sudah diberikan. “Saya mendapatkan banyak sekali pengalaman dan koneksi. Hal ini tentu mampu memberikan wawasan yang belum pernah saya dapat sebelumnya,” ujarnya. Terkait predikat Duta Lingkungan yang ia raih, Mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan UMM ini menjelaskan nantinya ia akan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan. Ia akan melakukan promosi mengenai agenda dan acara dinas lingkungan kepada masyarakat. Hal itu bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga dan merawat lingkungan. Adapun gelaran Joko Roro 2021 ini telah berlangsung sejak bulan Februari lalu, namun babak grand final baru diadakan November ini. Hal itu dikarenakan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarkat (PPKM). Terakhir, Salvi berharap ia dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan urgensinya lingkungan bagi kehidupan. Terutama bagi mereka generasi muda yang akan mengemban amanah dan jabatan di masa depan. “Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi Duta Lingkungan yang mampu memberikan perubahan signifikan. Terutama dalam aspek lingkungan dan bagaimana cara menjaganya,” pungkasnya. (wil)

Gandeng IDUKA dan Sekolah, FKIP UMM Tingkatkan SDM Malang Raya

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperluas kerja samanya. Kali ini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Kampus Putih menggandeng Industri dan Dunia Kerja (IDUKA) dan sekolah-sekolah SD-SMA Sederajat Malang Raya dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia. Selain itu juga mengadakan sharing session terkait pembelajaran STEAM. Dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana, SE., M.M. dan Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. gelaran ini dilaksanakan pada Kamis (18/11) lalu di Hotel Klub Bunga Butik Resort. Pada kesempatan itu, Suwarjana menyambut baik Langkah kerja sama yang dibangun oleh UMM. Apalagi pengembangannya tidak hanya dalam aspek keilmuan saja, tapi juga dari aspek praktek dengan menggandeng IDUKA. Menurutnya, para siswa bukan hanya harus memahami ilmu semata, namun perlu pemahaman tentang hal-hal kontekstual. Ia juga mengungkapkan bahwa FKIP tidak hanya menggandeng tapi juga menjembatani sekolah dan IDUKA. Apalagi mengingat ada beberapa sekolah-sekolah Adiwiyata yang perlu memiliki sinergisitas yang baik. “Jadi ini adalah praktek pengembangan jejaring yang luar biasa. Semoga bisa memberikan hasil dan dampak yang positif,” tegasnya. Terakhir, ia juga menekankan bahwa pihaknya sangat mendukung adanya upaya dalam pengembangan sumber daya manusia. “Kami membutuhkan usaha-usaha semacam ini. Malang Raya juga merasa diuntungkan karena adanya banyak perguruan tinggi ini. Kesempatan untuk mengembangkan SDM jadi sangat besar,” tuturnya. Sementara itu, Fauzan mengatakan bahwa UMM terus mendorong semua program studi untuk membangun Centre of Excellence (CoE) berbasis keunggulan masing-masing. Dari situ, munculah beragam kelas professional seperti sekolah unggas, sekolah udang, sekolah anggrek dan kelas khusus lainnya. Maka menurutnya, prodi tidak bisa bergerak sendiri. Perlu adanya kerja sama yang masif dengan para pelaku industri. “Ada dua visi yang ingin kami sematkan kepada para mahasiswa. Berhasil dalam aspek akademik sekaligus mampu menjadi pribadi yang mandiri. Kemandirian bisa diwujudkan melalui berbagai pintu. Mulai dari peningkatan skill individu agar terserap di dunia kerja hingga pengembangan wirausaha,” ungkapnya. Fauzan juga menuturkan bahwa Dinas, perguruan tinggi, sekolah dan IDUKA harus berpikir secara komprehensif. Terutama dalam upaya mengantarkan generasi muda calon pemimpin bangsa. Semakin baik persiapannya, maka akan semakin baik pula masa depan yang akan disongsong. “Kini, bapak-ibu bukan lagi menjadi stakeholder saja, tapi juga bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang digalakkan olek FKIP UMM,” terang Fauzan. Terkait dengan STEAM, Dekan FKIP UMM Dr. Trisakti Handayani, M.M. mengungkapkan bahwa pembelajaran harus diorientasikan pada teknologi dalam rangka menyiapkan generasi abad 21. Menurutnya, pembelajaran STEAM merupakan pendekatan interdisipliner yang inovatif. Hal tersebut tidak lepas dari integrasi IPA, teknologi, teknik, seni dan matematika yang berfokus pada proses pemecahan masalah. Utamanya yang dihadapi di kehidupan nyata. “Sistem ini dapat mengasah tingkat literasi para peserta didik. Selain itu, STEAM akan berguna dalam perkembangan kehidupannya serta menunjang kinerja yang kompetitif serta kolaboratif,” tuturnya mengakhiri. (wil)

UMM Selenggarakan Wokshop Jurnal Internasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa mengembangkan literasi para sivitas akademikanya. Tidak terkecuali para dosen yang diberi materi mengenai penulisan jurnal internasional. Hal tersebut juga dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah (LPPI) melalui Workshop Penulisan Artikel Jurnal Internasional Bereputasi. Adapun kegiatan ini digelar secara berkala dengan kluster pertama diadakan pada Kamis (18/11) lalu di Aula Ruang Sidang Senat. Ketua panitia,  Dr. Fardini Sabilah, S.Pd., M.Pd, mengatakan bahwa workshop ini bertujuan mendorong para dosen untuk menangkap peluang dalam pengiriman naskah jurnal. Begitupun dengan penerimaan naskah oleh lembaga jurnal internasional bereputasi. Lebih lanjut, Fardini sapaan akrabnya, mengatakan bahwa untuk membantu masing-masing bidang secara mendalam workshop ini dibagi menjadi empat kloter. “Salah satu hal penting ketika mengirimkan artikel ilmiah adalah metode analisis datanya. Masing-masing penelitian maupun bidang mempunyai metode yang berbeda. Oleh karena itu, kami membuka empat kloter workshop dengan sembilan pemateri yang berbeda. Para dosen dibebaskan untuk mengikuti workshop sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Ketua LPPI tersebut. Antusiasme para dosen UMM sangat tinggi terhadap agenda workshop ini. Fardini mengatakan bahwa workshop ini panitia membatasi jumlah peserta menjadi 25 dosen karena pandemi. Namun karena peserta melebihi target, akhirnya jumlah peserta ditambah menjadi 30 peserta per sesi. “Saya tentu berharap workshop ini dapat membantu penulisan artikel ilmiah para dosen ke jurnal bereputasi internasional. Selain itu saya juga ingin kedepannya ada peningkatan yang signifikan dari publikasi ilmiah para dosen UMM. Tidak hanya dari segi kuantitas tapi juga kualitasnya,” tutur Dosen Pendidikan Bahasa Inggris itu. Di sisi lain, salah satu peserta workshop, Tinuk Dwi Cahyani, SH., S.HI., M.Hum, mengatakan bahwa workshop ini dinilai sangat membantu. Terutama dalam dalam pengerjaan disertasi pendidikan strata tiganya. Tinuk, sapaan akrabnya melanjutkan bahwa dengan adanya kloter-kloter dalam workshop, para peserta memiliki kebebasan untuk memilih kelas yang ingin diikuti. Begitupun dengan kemudahan untuk memilih materi sesuai kebutuhan masing-masing. “Wokshop ini benar-benar memberi banyak inspirasi dan wawasan baru. Tidak hanya bagi saya, tapi juga teman-teman dosen lainya dalam menulis jurnal. Lebih khusus saya yang sedang mengerjakan disertasi. Ada banyak ilmu dan strategi dalam menulis jurnal internasional berakreditasi yang baru saya ketahui di sini. Semoga budaya akademis seperti ini terus berlanjut dan berkembang di Kampus Putih UMM,” pungkas Dosen Hukum Pidana tersebut. (syi/wil)

Mahasiswa UMM Berdayakan Penghuni Panti dan Bangun Kolam Lele

Selain didorong untuk kegiatan akademik, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga terus diarahkan untuk mengabdi pada negeri. Salah satunya dilakukan oleh tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) gelombang 2 yang terjun ke Rumah Asuh Anak dan Lansia (RAAL) Griya Asih, Lawang sejak awal Oktober. Adapun Pengabdian tersebut ditutup pada Selasa (16/11) lalu. Pada kegiatan pengabdian tersebut, para mahasiswa tidak hanya menemani dan merawat para oma saja. Mereka juga mengajak anak-anak panti untuk belajar serta bermain. Memberikan wawasan baru melalui beragam aktivitas baru dan inovatif. Di antaranya membuat bunga dari sedotan, merangkai gelang bahkan juga melukis vas. Menariknya, mahasiswa juga membangun kolam lele yang bisa dijadikan lahan produktif serta membuat taman bunga. Wakil Rektor I UMM Prof. Syamsul Arifin, M.Si. menjelaskan bahwa aktivitas ini sangat berkesan baginya. Terutama karena ada proses dialog antar keyakinan. Menurutnya, hal itu menjadi topik yang menarik dan ia tekuni. “Kita hidup di tengah perbedaan yang tidak mungkin dihindari. Kita memiliki perbedaan kulit, budaya, agama dan lainnya. Namun kita dapat dipertemukan dengan perasaan sebagai manusia yang memiliki rasa kemanusiaan yang sama,” imbuhnya. Syamsul, sapaan akrabnya menurutkan bahwa sangat penting mengedepankan rasa kemanusiaan. Apalagi mengingat bahwa setiap agama mengajarkan dan menjunjung kemanusiaan di dalam ajaranya. Maka, disampaikan olehnya bahwa kita tidak perlu memandang agama untuk membantu dan mengasihi sesama. “Kami atas nama pimpinan mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Griya Asih yang memberi tempat mahasiswa untuk belajar terkait nilai-nilai kemanusiaan,” ungkap Syamsul. Pada kesempatan yang sama, Pengurus RAAL Griya Asih Ellen Natalie Poluan mengungkapkan bahwa ia sangat senang para mahasiswa datang dan membantu. Sebelum ada mahasiswa, ada beberapa program yang belum terlaksana. Namun semenjak mereka datang membantu, banyak program yang bisa dilakukan dengan baik. “Bahkan ada kehgiatan-kegiatan baru yang membuat penghuni panti senang,” tuturnya. Natalie mengatakan bahwa pengabdian yang dilakukan tidak akan berakhir sia sia. Menurutya, apa yang ditabur oleh manusia akan menuai hasil yang setimpal. Ia juga meminta agar hubungan baik yang sudah dijalin dengan mahasiswa gelombang 2 tidak putus begitu saja. Pihkanya selalu membuka pintu jika suatu saat ada yang berkunjung dan menemui para oma yang sudah sebulan terakhir dirawat. “Orang tua di sini sudah seperti orang tua mahasiswa, begitupun dengan adik-adik yang sudah seperti adik sendiri. Terlebih lagi kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan membuat pot, melukis vas dan merangkai gelang tentu memberikan kesan yang tidak terlupakan,” pungkasnya. (/wil)

Karate UMM Bawa Pulang Lima Medali Kejuaraan Nasional

Kontingen karate Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil memborong lima medali dalam gelaran laga nasional UMM Championship 2021 Sabtu (13/11) lalu. Sebanyak 12 kontingen karate yang terdiri dari 73 atlet karate mahasiswa se-Indonesia terlibat dalam gelaran tersebut. Berkat raihan medalinya itu, UMM berhasil menempati posisi juara umum kedua dalam cabang karate. Lebih detail, perolehan lima medali itu terdiri dari satu medali emas, satu medali perak dan empat medali perunggu. Medali emas dipersembahkan oleh Ari Galang, Nur Ilham dan Akbar yang berhasil meraih medali emas dalam kategori kata beregu ekshibisi putra. Semua karateka Kampus Putih yang berhasil mempersembahkan prestasi terbaiknya adalah para delegasi dari UKM Inkado UMM. Wakil Rektor 3 UMM Dr. Nur Subeki, ST, MT mengatakan karate ini adalah salah satu mata lomba yang dikompetisikan dalam UMM Championship 2021. Ia menyebut ada sekitar 26 cabang lomba olahraga dan seni yang dipertandingkan dalam laga nasional ini. “Selain karate, adapula e-sport, MTQ, virtual run, tari tradisional, ONMIPA, business plan, lomba debat, fiksi pendek, podcast dan lain-lain. Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Malang, Mohammad Anas S.T. mengapresiasi event karate nasional yang digelar UMM. Menurutnya, kondisi pandemi memang menghambat karateka. Berbagai kegiatan dan agenda yang direncanakan tidak bisa dilaksanakan dengan baik. Kompetisi UMM ini adalah event kedua yang hadir di kampus se-Malang. “Terimakasih UMM telah memberikan wadah dalam rangka menghidupkan kembali aktivitas dan kegiatan karateka yang mati suri karena pandemic. Semoga ke depannya, lomba-lomba semacam ini bisa kembali digelar agar geliat dan semangat karateka bisa tersebur luas,” ujar Anas menerangkan. “Jadi meskipun masih dalam situasi pandemi, namun hal ini tidak membatasi semangat sivitas akademika untuk membuat aktivitas yang produktif dan prestatif,”ungkapnya. Sementara itu, Pelatih Inkado UMM Ary Bahtiar, S.P, M.Si mengatakan bahwa pertandingan karate ini dilakukan secara virtual karena masih dalam suasana pandemi. Para peserta dinilai berdasarkan rekam gerak virtual karate. Ia juga mengatakan bahwa Kampus Putih UMM melalui UKM Inkado menurunkan 29 atlet di berbagai kategori. “Alhamdulillah berkat kerja keras dan latihan intensif, kami berhasil memperoleh juara umum kedua dalam kompetisi ini. Semoga teman-teman mahasiswa bisa terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Dengan begitu, berbagai prestasi akan mengiringi” ujar Ary melanjutkan. (/wil)

Tapak Suci UMM Borong Juara di Kompetisi Internasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa mendorong mahasiswanya untuk terus berprestasi. Tidak hanya di aspek akademik saja, api juga di aspek non akademik. Kali ini kabar gembira datang dari UKM Tapak Suci (TS) UMM. Tim inj berhasil memborong juara di Airlangga Championship Tapak Suci International Virtual Open 2021. Sembilan delegasi yang dikirim berhasil meraih juara pertama, kedua dan ketiga di berbagai kategori. Adapun kejuaraan ini diselenggarakan secara daring pada tanggal 8-11 November. Iqbal Maulana Mandala Putra selaku ketua TS UMM menuturkan bahwa persiapan untuk lomba kali ini terbilang mendadak. Terhitung mereka hanya memiliki waktu dua minggu untuk berlatih sebelum terjun ke perlombaan. Meski begitu, Iqbal merasa bahwa usaha keras yang dilakukan membuahkan hasil yang maksimal. “Biasanya, kami memerlukan persiapan selama satu hingga dua bulan. Dengan begitu, para atlet bisa punya waktu yg cukup untuk melatih gerakan,” ungkapnya. Iqbal, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa kendala yang dialami kali ini terletak pada aspek hafalan gerakan. Para atlet mau tidak mau harus segera memahami gerakan sebelum terjun ke kompetisi. Meski begitu, persiapan fisik yang dilakukan membantu ketika pengambilan video. “Jadi, menghafal gerakan menjadi aspek yang paling memakan waktu. Teman-teman sering lupa, namun berhasil dengan baik dalam waktu yang tepat,” imbuhnya. Pria asli Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengatakan bahwa keunggulan atlet TS UMM adalab dasar teknim uang mumpuni. Didukung juga dengan pelatih yang menguasai berbagai jurus serta teknik. modal tersebut menurut Iqbal membuat para atlet bisa beradaptasi di tengah persiapan yang mendadak. Adapun daftar peraih juara ialah Andi Prasetyono yang menyabet juara 1 tunggal tangan kosong dewasa putra dan Ridyan Darmawan yang memenangi juara 1 tunggal bersenjata dewasa putra. Adapula Yulia Nastuti yang meraih juara 2 tunggal tangan kosong dewasa putri dan Fitri Sudirman yang meraih temat kedua tunggal bersenjata dewasa putri. Sedangkan di juara 3, ada Nadiati Sholehah di kategori tunggal bersenjata dewasa putri dan Andi Prasetyono, M Chusni, Azizah Rahman, Fitri Sudirman, serta Yulia Nastuti yang merengkuh juara 3 beregu tangan kosong dewasa campuran. Terakhir, mahasiswa Prodi Ilmu Hukum ini berharap porsi latihan para atlet bisa ditingkatkan demi mendapatkan juara di tingkat yang lebih tinggi. “Kami juga ingin agar regenerasi di TS UMM bisa berjalan dengan baik sehingga mampu melahirkan juara-juara baru,” pungkasnya. (/wil)

Pendidikan Matematika UMM Gelar Olimpiade Matematika Nasional

Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar Matriks Mathematics Olympiad (MMO) dan Lomba Esai Matematika Nasional (LEMNAS). Kedua lomba tersebut dilaksanakan pada Sabtu (13/11) lalu bertempat di Kampus III UMM. Adapun Matriks Mathematics Olympiad ditujukan untuk siswa SMP sederajat dan SMA sederajat. Sementara Lomba Esai Matematika Nasional diselenggarakan bagi para mahasiswa. Ketua prodi Pendidikan Matematika, Dr. Moh. Mahfud Effendy, M.Pd. mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menumbuhkan kecintaan pada matematika. Menurutnya, ada penurunan akan minat siswa dan mahasiswa akan Matematika. “Dari situlah muncul kekhawatiran mengenai regenerasi pecinta matematika,” tuturnya menerangkan. Selain itu, agenda ini juga memuat berbagai edukasi matematika. Para peserta diberikan gambaran tentang matematika dengan stigma berbeda yang menyertainya. Tidak hanya dikalangan akademisi tapi juga stigma di masyarakat yang memandang bahwa matematika itu kaku dan tidak fleksibel. “Harapannya, ada silaturahmi dan edukasi sehingga para peserta dapat menyebarkan virus cinta matematika kepada teman-temannya. Jadi prinsipnya, ini adalah bentuk komitmen kami dalam upaya melahirkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul di bidang matematika,” ungkapnya. Menariknya, Prodi Pendidikan Matematika tidak hanya memberikan hadiah berupa sertifikat dan uang pembinaan saja. Tapi juga memberikan free pass prodi Pendidikan Matematika UMM bagi mereka yang juara. Menurut Mahfud, ini adalah bentuk apresiasi dan wadah bagi talenta para peserta. “Jangan sampai mereka-mereka ini tidak dapat melanjutkan pendidikan karena ada kendala teknis. Adapun di prodi Pendidikan Matematika juga berupaya sebaik mungkin agar mahasiswa bisa studi tepat waktu dengan keterampilan yang luas. Apalagi ditunjang dengan program-program unggulan seperti Karya Ilmiah Setara Skripsi (KISS), Asistensi Magang Skripsi dan KKN (ASIK Plus), Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” imbuhnya. Ditemui secara terpisah, Laisanti Ayu Febriani selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa antusiasme para peserta terlihat tinggi. Tercatat, ada 77 peserta tingkat SMP sederajat dan 81 peserta tingkat SMA sederajat. ”Alhamdulillah para peserta sangat antusias. Total ada 158 peserta untuk Matriks Mathematics Olympiad yang dilaksanakan pada tahun ini,” ungkapnya menjelaskan. Olimpiade ini, lanjutnya, terbagi dalam tiga babak. Dimulai dengan babak penyisihan, semifinal, dan kemudian final. Babak penyisihan dilaksanakan pada 10 Oktober 2021, sementara babak semifinal dan final dilaksanakan 13 November 2021. Sementara itu, lomba esai terbagi dalam dua tahap, diawali dengan tahap seleksi, kemudian tahap final yang juga digelar pada 13 November 2021. (/wil)

Deksa Aldebaran, Mahasiwa UMM Jadi Duta Tirta Kanjuruhan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendorong mahasiwanya berprestasi dalam berbagai bidang. Kali ini, mahasiswa Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian dan Pertenakan (FPP) UMM Deksa Aldebaran raih predikat sebagai Duta Tirta Kanjuruhan. Ia terpilih dalam kompetisi Joko Roro Kabupaten Malang pada Rabu (10/11) lalu. Adapun agenda tersebut berlokasi di Shanaya Resort, Karangploso. Deksa, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Duta Tirta Kanjuruhan adalah predikat yang diberikan kepada mereka yang mempromosikan produk dari Tirta Kanjuruhan. Sedangkan Tirta Kanjuruhan merupakan produk air minum milik pemerintah Kabupaten Malang. “Ada tujuh atribut duta yang ada dalam gelaran ini, salah satunya Duta Tirta Kanjuruhan. Tentu, yang plaing utama adalah predikat Joko Roro Kabupaten Malang,” imbuh Deksa. Mahasiswa asli Kabupaten Malang ini mengatakan bahwa usai babak penyisihan, peserta yang lolos akan mengikuti proses karantina selama satu bulan lamanya. Dalam proses tersebut, banyak persiapan informasi terkait Kabupaten Malang, mulai dari bahasa, pariwisata, usaha lokal hingga budaya. Menurut pengakuannya, ia juga diajarkan mengenai tarian khas Malangan, salah satunya Tari Topeng Malangan. Lokasinya juga berbeda-beda tergantung materi apa yang diberikan. “Jadi selama karantina, para peserta yang lolos diberi beragam persiapan terkait informasi Kabupaten Malang yang lebih mendalam. Dengan begitu, kami bisa memahami Malang dengan lebih baik,” jelasnya. Deksa menambahkan bahwa perluasan relasi dan informasi terkait pariwisata dan usaha Kabupaten Malang adalah salah satu persiapan yang harus dimiliki pada babak grand final. Maka menurutnya, pemahaman menyeluruh terkiat hal itu sangat diperlukan. Selain itu, Deksa juga mengatakan kunci dalam meraih predikat Duta Tirta Kanjuruhan adalah berusaha tetap tenang dan mengikuti alur sebagaimana mestinya. Sebelumnya, anak pertama dari dua bersaudara ini juga pernah meraih predikat sebagai Putra Kampus 2020 pada evet Putra Putri Kampus UMM. Terakhir, ia berharap bisa memperkenalkan Tirta Kanjuruhan produk Air Minum Asli Kabupaten Malang secara luas. Tidak terbatas di Malang raya saja, tapi juga bisa mempromosikannya di daerah lain. “Saya juga berharap paguyuban Joko Roro juga bisa terus bersinergi dengan pemerintah. Utamanya dalam mendorong dan memulihkan pariwisata Kabupaten Malang,” pungkasnya. (wil)

Tim Surya UMM Borong Juara Nasional di KJI dan KBGI

Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali berlaga di Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) 2021. Pada perlombaan yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) tersebut, Tim UMM berhasil memborong enam kejuaraan di empat kategori lomba yang berbeda. Raihan prestasi tersebut diumumkan pada Minggu (07/11) lalu. Salah satu anggota tim, Muhammad Kelvin Haidar Priyanka, menceritakan bahwa pada perlombaan tersebut UMM mengirimkan 15 proposal di empat kategori yang berbeda. Keempat kategori tersebut ialah KJI Rangka Baja, KJI Pelengkung, KBGI Kayu, dan KBGI Canai Dingin. Dari 15 proposal yang telah terkirim, terpilih empat proposal terbaik dan UMM berhasil menjadi finalis di masing-masing kategori. Kelvin sapaan akrabnya, mengatakan bahwa ia dan tim UMM memberikan inovasi dan terobosan baru dalam proposal pembangunan jembatan dan Gedung. Pada kategori jembatan rangka, mereka menambahkan dua batang vertical untuk mengurangi lendutan pada jembatan. Sementara pada jembatan pelengkung, mereka merancang pembangunan jembatan di Kutai Karta Negara sebagai ibu kota yang baru. “Untuk kategori gedung kayu, kami menggunakan alat sambung berupa pasak dari tusuk gigi agar sambungan balok-kolom lebih kokoh namun tetap mudah penggunaannya. Terakhir, di kategori gedung canai dingin, kami meletakkan sambungan kolom-kolom diantara dua lantai untuk mengurangi titik lemah pada bangunan,” jelas mahasiswa Teknik Sipil tersebut. Ia kembali menceritakan bahwa dalam mengikuti perlombaan, timnya menghadapi segelintir kendala. Salah satunya adalah pengiriman barang ke lokasi lomba yang diselenggarakan di Pontianak. Anak terakhir dari dua bersaudara ini mengaku cukup kesulitan membawa material-material yang nantinya akan digunakan ketika perakitan. Selain karena materialnya sangat besar, uang untuk pengiriman ke Pontianak juga tergolong mahal. Ditanya ihwal perlombaan, ia mengaku bahwa ada beberapa perbedaan lomba tahun ini ketimbang tahun lalu. Salah satunya adalah biaya transportasi dan penginapan yang kini harus ditanggung secara mandiri. Meski begitu, ia dan tim UMM bersyukur karena perjuangannya dapat memberikan hasil yang maksimal. Mereka mampu membawa pulang enam kejuaraan di empat kategori berbeda. “Kami memperoleh juara dua pada KJI Rangka Baja, juara dua pada KBGI Kayu, dan juara harapan satu pada KJI Pelengkung. Sementara itu pada kejuaraan kategori, kami meraih kategori metode pelaksanaan konstruksi pada cabang KBGI Canai Dingin, juara kategori kreativitas dalam rancang bangun, serta juara kategori bangunan masa depan, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar mahasiswa asal Pasuruan tersebut. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kompetisi KJI dan KBGI sudah menjadi kegiatan tahunan bagi lembaga semi-otonom (LSO) Surya Team yang menaungi mahasiswa-mahasiswa UMM. Kelvin berharap tim Surya bisa mempertahankan raihan prestasi di tahun dengan dengan meloloskan proposal di smeua kategori. “Kami juga tentu berharap prestasi di perlombaan tahun depan bisa meningkat. Tahun ini kami belum dapat membawa pulang prestasi sebagai juara umum, tapi kami akan berusaha dengan keras agar mampu memenangkan juara tersebut,” pungkasnya. (syi/wil)