Rancang Pencegahan Stunting, Mahasiswa UMM Raih Juara Nasional

Permasalahan stunting pada anak karena kekurangan gizi menjadi perhatian khusus belakangan ini. Melihat fenomena tersebut, mahasiswa Prodi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merancang program pencegahan stunting. Adapun program tersebut tertuang dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang sukses meraih juara 3 kejuaran nasional. Mereka berhasil memenangkan event This is Our Care (TOC) Universitas Padjadjaran Bandung, yang dilaksanakan secara daring sejak bulan Agustus-Oktober hingga babak final Sabtu (30/10) lalu. KTI dengan judul “SRIKANDI: Program Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Sebagai Stakeholder Dalam Pemberian Makanan Tambahan Untuk Pencegahan Stunting Di Indonesia” ini disusun oleh Syafira Aulia Rahma, Khoiroh Yeroh dan Ajeng Yuli Wijayanti. Khoiroh, salah satu anggota tim menjelaskan bahwa program pemberdayaan ibu rumah tangga ini berfokus pada edukasi dalam pemberian gizi anak. Adapun dalam pelaksanaannya nanti, program ini menggaet beberapa pihak. Salah satunya Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang bertugas untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga. Mahasiswa asli Malang ini kembali menjelaskan bahwa mereka berusaha mengarahkan ibu-ibu tumah tangga dalam memberikan gizi di 1.000 hari kehidupan bayi. Hal tersebut diupayakan agar pertumbuhan anak berkembang secara normal dan mencegah terjadinya stunting anak. Selain itu, Karya tulis ilmiah tersebut juga memberikan berbagai resep makanan yang kaya akan gizi bagi anak. Menurutnya, resep-resep tersebut dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi untuk tumbuh kembang bayi dan anak. Ditanya ihwal perlombaannnya, Khoiroh mengaku timnya sudah menyiapkan berbagai hal sebulan sebelum melakoni kompetisi. Meski begitu ia tidak menampik timnya mengalami kendala-kendala. Utamanya dalam hal pencarian ide yang akan dibahas. Beruntung, timnya banyak memabca jurnal terkait kesehatan. Dari situ, mereka akhirnya memilih tema stunting pada anak sebagai kajian KTI yang ditulis. Adapun fokus yang diambil adalah pencegahan dan tindakan preventif dalam mencegah fenomena ini. Khoiroh dan tim ingin program yang telah dirancang dalam KTI ini bisa diimplementasikan pada seluruh lapisan masyarakat. Utamanya dalam mengedukasi ibu rumah tangga tanpa melihat status dan perbedaan. “Kami tentu akan berusaha melaksanakan program ini dengan menggaet berbagai pihak agar bisa berjalan dengan lancer. Sementara ini, kami mencoba mengevaluasi dan memetakan bagaimana cara mengimplementasikan program garapan kami ini,” pungkasnya. (wil)
Pesan Alumni Sukses UMM untuk Wisudawan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melangsungkan wisuda periode ke tiga di tahun 2021. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Youtube dan luring di Dome UMM pada Kamis (04/11). Turut hadir Direktur Utama PT. Asia Teknik Rubber Industri (ATRI) Ir. H. Sukardi yang berkesempatan memberikan motivasi dan materi. Adapula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. yang Kembali menyapa para wisudawan. Dalam sambutannya, Muhadjir berpesan bahwa para alumni UMM harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Apalagi melihat UMM yang telah meraih berbagai prestasi di kancah nasional maupun internasional. Menurutnya, hal itu adalah sebuah kebanggan menjadi alumni Kampus Putih. Ia menambahkan bahwa kemampuan percuma memiliki kemampuan yang bagus jika tidak diiringi oleh kepercayaan diri yang tinggi pula. “Tantangan di depan akan semakin berat. Saudara harus bersaing tidak hanya dengan sarjana dari perguruan tinggi lain, tapi juga rekan-rekan dari SMK dan SMA. Maka saudara mau tidak mau harus memiliki mental pemenang dengan meningkatkan kepercayan diri serta kemampuan,” ungkap menteri kelahiran Madiun tersebut. Senada dengan Muhadjir, Sukardi mengatakan bahwa keyakinan dan kepercayaan diri para wisudawan merupakan aspek penting. Tidak hanya untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik tapi juga menjadi menjadi pondasi keberanian untuk melangkah ke depan. Dijelaskan Sukardi, Jika para wisudawan tidak memiliki keyakinan terhadap ilmu yang telah diperolehnya maka tidak akan ada jalan yang terbuka untuk maju. “Sadarkan dalam diri anda bahwa anda mempunyai nilai-nilai kebermanfaatan, baik ketika bekerja nanti maupun ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jangan lelah maupun patah semangat untuk terus meningkatkan kemampuan diri karena hal itu akan bermanfaat di kemudian hari,” kata alumni asal Kediri itu. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan masa perkuliahan dengan baik. Ia yakin, beragam pengetahuan dan pengalaman yang telah didapat di UMM akan membantu para wisudawan dalam bersaing di dunia kerja. “Mudah-mudahan para wisudawan akan menjadi orang yang diperhitungkan di luar sana. Mnejadi problem solver untuk beragama masalah dan ekndala yang dihadapi masyarakat. Smeoga saudara-saudara menjadi lulusan UMM yang mampu menebar kebermanfaatan bagi masyarakat luas,” tandasnya mengakhiri. (wil)
Maharesigana UMM Bantu Penyintas Banjir Kota Batu

Bencana banjir bandang melanda Kota Batu pada Kamis (04/11) lalu. Hal itu membuat berbagai pihak datang membantu, salah satunya Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka turut turun tangan memberikan bantuan kepada penyintas bencana banjir yang tersebar di beberapa wilayah. Ketua Posko Koordinasi (Poskoor) Maharesigana, Alya Dinia Asyfiqi Masykur mengatakan bahwa pada Kamis malam, tim Maharesigana bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) telah melakukan koordinasi. Begitupun dengan Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazizmu) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu. Mereka bersama-sama melakukan peninjauan dan penilaian mengenai titik-titik bencana serta tugas masing-masing. Dijelaskan Alya, terdapat enam titik dengan dampak banjir terparah. Pertama yakni Dusun Sambong yang berlokasi di Desa Bulukerto. Kemudian Jalan Raya Dieng Desa Sidomulyo, Dusun Beru Kecamatan Bumiaji serta Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji. Terakhir, adapula Jalan Raya Selecta, serta jembatan Jalan Raya Giripurno yang terpantau cukup parah. “Dari koordinasi tersebut kami membentuk tiga tim utama yaitu tim pembersihan, tim pendataan, dan tim relawan. Saat ini Maharesigana telah menerjunkan 22 relawan yang berfokus untuk melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang rusak serta pencarian para korban bencana. Bersama BPBD dan pemerintah Kota Batu, kami selalu optimis bisa membantu dengan maksimal,” tegas Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) UMM itu. Alya sapaan akrabnya, kembali mengatakan bahwa selain melakukan pendataan, Maharesigana bersama lembaga lain juga tengah mempersiapkan pendiriaan posko koordinasi bencana. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah dan melancarkan proses evakuasi serta bantuan kepada para penyintas. Pihak maharesigana juga telah menyiapkan puluhan paket hygiene kit disertai dengan sembako bagi para penyintas banjir di Kota Batu. “Kami belum bisa memastikan data pasti berapa jumlah korban jiwa dan rumah-rumah yang rusak. Sementara itu, penyaluran bantuan akan segera kami distribusikan seiring data yang masuk nantinya,” ungkap Alya melanjutkan. Alya berharap tiga tim hasil kerja sama dengan berbagai pihak dapat melakukan tugasnya dengan baik. Dengan begitu, bantuan yang disiapkan bisa diberikan dengan maksimal. “Saya yakin dengan kerja sama berbagai pihak, Kota Batu bisa bangkit dan beraktifitas seperti sedia kala. Berbekal spirit kebermanfaatan untuk sesama, semoga bantuan dapat disalurkan tepat sasaran kepada para penyintas,” pungkasnya. (syi/wil)
Tim Mahasiswa UMM Ini Menangi Medali Emas Internasional

Gagal di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tidak menyurutkan langkah lima mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk terus berjuang. Di bawah bimbingan Moh. Mirza Nuryady, M.Sc, karya inovatif dari tim PKM pemanfaatan Rambut Jagung diusung ke International Science And Invention Fair (ISIF) 2021 dan berhasil mendapatkan Gold Medal. Inovasi ini berawal dari keprihatinan para anggota tim mengenai kondisi sosial ekonomi petani jagung yang ada di kota Batu, Jawa Timur. Salah satu anggota tim, Aggy pramesti Wary, menceritakan bahwa selama pandemi Covid-19, harga jagung di pasaran terus menurun. Selain itu, beberapa bagian dari tumbuhan jagung hanya berakhir sebagai limbah. Untuk mengatasi masalah itu, tim PKM ini memberdayakan masyarakat untuk mengelolah limbah rambut jagung menjadi minuman berkhasiat. “Kita akhirnya tergerak untuk membuat inovasi minuman dari rambut jagung. Alhamdulillah inovasi ini berhasil didanai Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), meskipun belum berhasil masuk ke PIMNAS,” ungkap mahasiswa pendidikan Biologi tersebut. Kegagalan dalam PIMNAS tak membuat tim ini patah semangat. Ketua tim PKM, Siti Mariyatul Qibtiyah, mengatakan bahwa timnya terus mengembangkan produk minuman dari rambut jagung dan mengikutsertakannya pada ajang International Science And Invention Fair (ISIF) 2021. Gelaran internasional tersebut dilaksanakan oleh Indonesia International Institute for Life Science (I3L), berkolaborasi dengan Indonesia Young Scientist Association (IYSA), serta International Music, Science, Energy, and Engineering Fair (BUCA IMSEF, Turki). Acara ini berlangsung selama tujuh hari dan ditutup dengan pengumuman pemenang pada Senin (1/11) dengan tim UMM yang berhasil membawa meraih gold medal. “Gold Medal yang diraih oleh tim RaGung UMM ini merupakan bonus atas kerja keras yang kami lakukan. Namun raihan ini bukan sebagai akhir dari program pengabdian kami. Sebaliknya ini merupakan titik awal usaha kami untuk lebih meningkatkan eksposure terhadap produk minuman RaGung agar produksi minuman ini terus meningkat untuk kesejahteraan para petani jagung di Batu,” ungkap Ria. Selain Anggi dan Ria, tim ini juga di anggotai oleh Olivia Margareta dari Pendidikan Bahasa Inggris, Siti Rofiatul Sazjiyah dari Sosiologi, dan Eginuari Ilhani dari Ilmu Hukum. Dalam kesempatan lain, dosen pembimbing, Moh. Mirza Nuryady, M.Sc juga menyatakan bahwa kunci keberhasilan tim ini adalah semangat yang luar biasa. “Semangat mahasiswa tim Ragung UMM ini perlu diapresiasi. Pasalnya dalam setiap penyampaian laporan mereka selalu menunjukkan outcome yang bagus, serta daya juang untuk tidak cepat putus asa juga saya acungi jempol,” pungkasnya. (syi/wil)
Airlangga Hartarto Tekankan Transformasi Ekonomi di Wisuda UMM

Meski di tengah pandemi, perekonomian Indonesia nyatanya bisa meningkat 7,07 persen dan menjadi yang tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Data tersebut disampaikan oleh Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., selaku Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Republik Indonesia (RI). Ia menyampaikan hal tersebut pada Wisuda 101 Periode ke III Univeesitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bertempat di Hall Dome UMM secara luring maupun daring pada Selasa (02/11) lalu. Airlangga juga menjelaskan bahwa untuk jangka pendek, pemerintahan Indonesia berupaya untuk mengurangi penggaguran yang sempat naik. Begitupun dengan tujuan untuk mewujudkan Indonesia maju, maka pemerintah tengah merancang tranformasi ekonomi. Rancangan itu akan memanfaatkan era industry 4.0 di tujuh sektor prioritas. “Berbekal rancangan transformasi ini, kami menargetkan Idnonesia bisa masuk sepuluh besar di pereknomian pada 2030 nanti,” ujarnya. Ia kembali memaparkan bahwa untuk melakukan revolusi struktural perlu adanya implementasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja Omnibuslaw. Perkembangan yang diiringi dengan teknologi dan digitalisasi menjadi hal yang penting. Selain itu sektor Pendidikan dinilai menjadi ujung tombak perubahan pada sektor industri dengan mempersiapkan re-training dan re-skilling. Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengatakan bahwa dari segi kewirausahaan, Indonesia masih berada di 3,7 persen. Angka ini masih terus diupayakan untuk ditingkatkan ke 5 persen. Beberapa cara yang Airlangga jelaskan untuk meningkatkan jumlah wirausaha adalah dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait kemudahan perlindungan dan pemberdayaan UMKM. Peraturan itu juga harus berisi terkait bagaimana memperbanyak incubator usaha. “Harapan saya, saya bisa mendirikan incubator-incubator di Kampus Putih UMM. Dengan begitu, fakultas dengan akreditasi A mampu mengahsilkan wirausahawan yang berkualitas,” tegasnya. Pada kesempatan tersebut, Airlangga juga sempat menyinggung mengenai Indonesia yang masuk dalam sepuluh besar dunia industri halal. Tidak mengejutkan, mengingat jumlah penduduk muslim yang dimiliki juga tinggi. Adapun hasil produksi halal masih didominasi pada industri makanan dan minuman. Airlangga memaparkan bahwa UU Cipta Kerja nyatanya akan memudahkan industry halal. Salah satunya terkait dengan sertifikat halal gratis bagi para pengusaha. Pada akhir orasinya, ia mengatakan perlu adanya sinergitas yang kuat dari berbagai aspek. “Dalam usaha meningkatkan ekonomi Indonesia maju, perlu adanya sinergi antara sektor pendidikian, industri dan media,” pungkasnya. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd., menjelaskan bahwa para wisudawan dapat duduk dan mengikuti prosesi wisuda berkat perjuangan dan kerja keras yang dilakukan. Ia mengibaratkan seekor ulat yang terus berjuang untuk menjadi kupu-kupu. Melalui berbagai evolusi dan perubahan. Pada akhir penyampaiannya, Fauzan juga mengatakan bahwa para lulusan memiliki hak untuk sukses. Tetapi dalam kesuksesan tersebut masih memilki tanggung jawab, yaitu tetap berbakti kepada orang tua. “Selalu minta doa dan restu orang tua saudara di berbagai tujuan dan mimpi. Smeoga diberi kelancaran dan kemudahan dalam setiap rencana-rencana saudara,” tuturnya mengakhiri. (wil)
RS Surya Medika UMM Rayakan Milad lewat Beragam Program

Dalam rangka merayakan milad kelima, Rumah Sakit (RS) Surya Medika Sumbawa yang merupakan Amal Usaha Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melangsungkan berbagai kegiatan dan lomba. Satu di antaranya menggelar khitan massal gratis dan promosi kesehatan berupa penyuluhan tentang pentingnya vaksinasi Covid-14. Kemudian, ada pula perlombaan kampung sehat, vaksinasi dan jalan sehat dengan penggunaan protokol kesehatan ketat. Rangkaian ini dilaksanakan di sekitar RS Surya Medika dan dibuka pada Minggu (24/10) lalu. Pada agenda khitan massal, ada sekitar lebih dari 80 peserta. Turut hadir Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumbawa dan pejabat daerah setempat. Begitupun dengan direksi RS Surya Medika. dr. Selvi selaku perwakilan RS Surya Medika menyampaikan rasa terima kasihnya akan antusiasme para warga. Apalagi mereka yang ikut serta mensukseskan dan menyemarakkan milad kelima rumah sakit ini. “Pada usia yang kelima ini, Rumah Sakit Surya Medika PKU Muhammadiyah Sumbawa senantiasa berbenah dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Kami juga sudah melakukan perluasan layanan kesehatan melalui bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” tuturnya dalam sambutan. Selvi juga sempat menyinggung akan pentingnya vaksinasi dalam mencegah penularan Covid-19. Pun dengan penggunaan protokol kesehatan ketat yang sudah seharusnya dilakukan oleh warga. Ia mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir. Maka perlu adanya kesadaran diri untuk menjaga kesehatan masing-masing. Pada kesempatan yang sama, Drs. H. A. Jihad selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumbawa mengapresiasi kegiatan positif yang digalakkan oleh salah satu amal usaha UMM yang ada di Kab. Sumbawa tersebut. Menurutnya, agenda seperti ini dapat mempererat persaudaraan, tidak hanya di kalangan pegawai rumah sakit saja, tapi juga dengan para warga dan pejabat di sekitar. “Semoga Rumah Sakit Surya Medika mampu meningkatkan layanan dan bisa bermanfaat lebih baik dan luas lagi demi kepentingan umat,” harap Jihad. Adapun perombaan kampung sehat diikuti oleh berbagai desa di empat kecamatan. Para juri yang menyambangi satu persatu desa disambut hangat. Tidak hanya disuguhi makanan, mereka juga disambut dengan tarian adat khas yang diperagakan oleh warga. Juri yang dipilih tidak hanya berasal dari RS Surya Medika, tapi adapula beberapa juri lain dari Dinas Kesehatan, Lurah Bugis dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumbawa. Adapun beberapa aspek penilaian yang dilihat adalah aspek kesehatan, lingkungan sosial dan keagamaan. Nantinya, pengumuman pemenang rentetan lomba ini akan diumumkan pada akhir November 2021 nanti. (wil)
BEM UMM Adakan BESMENT, Ditutup dengan Parents Day

Rangkaian panjangan program Belajar Sehat Mental (BESMENT) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (BEM UMM) akhirnya ditutup Minggu (24/10) lalu. Berlokasi di di Gang Muharto, Kota Lama Malang, BEM UMM kali ini menggandeng Rumah Belajar Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) serta Laboratorium Psikologi Terapan Keluarga dan Anak (LPTKA). Setelah mengajak anak-anak bermain dan belajar dua kali seminggu sejak awal Oktober, kini BEM UMM mengajak para ibu untuk hadir dan berbincang. Yorinda Nur Azizah selaku ketua panitia mengaku selama sebulan mengabdi, ia dan tim merasa senang, Apalagi melihat antusiasme anak-anak yang tinggi. “Anak-anak sangat bersemangat dan mengiktui setiap rangkaian kegiatan yang telah disediakan. Kami berharap program ini dapat menggugah banyak orang agar lebih peduli dengan kesehatan mental. dengan begitu tema ‘Penerus Bangsa Berawal dari Mental yang Sehat dan Kuat’ dapat terlaksana,” tegasnya. Berbeda dengan sebelumnya yang menyasar pada anak-anak, pada Parents Day tersebut BEM UMM mengajak diskusi para ibu dari rumah belajar JKJT. Pada kesempatan itu Siti Fatimah, S.Ag., M.Si. dari LPTKA membahas terkait tumbuh kembang anak. Begitupun dengan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam masa perkembangan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya kesehatan mental. salah satu caranya dengan menjaga emosi, tidak hanya emosi orang tua saja tapi juga emosi anak. “Harapannya, dengan berdiskusi seperti ini, pra orang tua bisa lebih mudah memahami konsep kesehatan mental menlalui pengelolaan emosi sehari-hari, khususnya dalam mendidik anak,” tuturnya. Sementara itu, salah satu ibu, Marhamah mengatakan bahwa ia mengajarkan banyak hal kepada anaknya. Mulai dari bangun tidur, sekolah, bermain, mengaji hingga tidur lagi. Beberapa kali anaknya sulit memahami hal yang ia ajarkan. Seringkali mereka memecahkan piring dan gelas, malas mengerjakan PR dan kesalahan kecil lainnya. “Tidak jarang saya kesal dan memarahinya. Namun, berkat program ini saya memahami bahwa emosi orang tua dalam mendidik anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, terutama mentalnya”, ujarnya. Terakhir, dr. Veny Mayangsari, Sp.JP. selaku penanggung jawab Rumah Belajar JKJT menjelaskan bahwa kesehatan mental harus dilatih sejak dini. Hal itu tidak lepas dari efeknya akan pembentukan suatu karakter pada anak. Utamanya saat anak sudah mulai belajar menganalisa perilaku orang lain ataupun belajar mengenai bahasa. ‘Semoga melalui BESMENT ini anak-anak bisa belajar menghargai orang lain, saling berbagi, dan juga bertumbuhnya karakter baik dalam diri mereka,” pungkasnya. (wil)
Mahasiswa UMM Juara Pertama Pemuda Pelopor Nasional

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meraih prestasi di tingkat nasional. Kabar membanggakan tersebut datang dari Fadillah Ahmad Nur yang berhasil membawa pulang juara satu dalam ajang pemilihan pemuda pelopor tingkat nasional. Lomba ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia dengan pengumuman juara dilaksanakan pada Rabu (27/10) lalu. Adil sapaan akrabnya mengatakan bahwa proses lomba ini berlangsung lama yakni mulai dari bulan Juli sampai Oktober. Ia berkata bahwa untuk mencapai tahap nasional, ia harus melewati banyak seleksi. Mulai dari seleksi di Kabupaten, Provinsi, hingga pada akhirnya sampai di Nasional. “Dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, hanya 23 provinsi yang berkasnya lolos di nasional. Dari situ akan diseleksi kembali sepuluh berkas terbaik untuk di panggil ke Jakarta. Setelah itu baru dipilih juara satu sampai tiganya,” ujar Mahasiswa Fakultas Agama Islam tersebut (FAI). Selama perlombaan, ia dan para peserta lain harus melewati tiga tahapan yaitu, presentasi, wawancara, serta kunjungan. Di tahap presentasi Adil memperkenalkan organisasi yang dirintisnya yaitu Sasambo Youth Education Nusa Tenggara Barat (SYE NTB). Organisasi ini berfokus pada peningkatan pendidikan anak-anak di NTB. Beberapa program yang dilakukan SYE NTB adalah webinar, sharing session, ngobrol pintar, serta relawan pendidikan di desa-desa. “Organisasi ini saya dirikan karena prihatin dengan tingkat literasi anak-anak di NTB. Dari data yang saya dapat, pada tahun 2019 NTB menempati posisi dua terbawah mengenai tingkat literasi dan pendidikan. Hal ini terjadi akibat pernikahan dini, faktor ekonomi, serta pandangan bahwa pendidikan tidak terlalu penting,” ungkap mahasiswa asli Sumbawa NTB tersebut. Selain memperkenalkan SYE NTB, anak sulung dari tiga bersaudara ini juga mempresentasikan media pembelajaran menggunakan Monopoli Circle (MOCI) serta ide aplikasi pembelajaran agama Islam bernama Islamic Education Application by Android (MICADO). Adil bercerita bahwa selama empat bulan mengikuti perlombaan ini, ia tak mengalami kendala yang berarti. “Kendala pasti ada, namun tidak sampai menghambat saya selama perlombaan. Ini semua berkat dukungan keluarga maupun teman-teman seperjuangan saya di organisasi,” kata Adil. Di akhir sesi wawancara Adil mengatakan sangat bersyukur bahwa usahanya selama ini membuahkan hasil yang baik. Ke depannya ia bersama Kemenpora akan merealisasikan terbentuknya cabang organisasi SYE NTB di sepuluh kabupaten maupun kota. Selain itu Adil juga akan membangun desa-desa binaan di NTB. “Sampai saat ini telah ada 26 mahasiswa NTB yang tergabung dalam SYE NTB. Mahasiswa tersebut tersebar di berbagai daerah. Semoga dengan apa yang kami lakukan ini, selain mendorong tingkat literasi anak-anak NTB juga akan memberi pemahaman baru bahwa pendidikan itu sangat penting bagi masa depan,” pungkasnya. (syi/wil)
Sukses Jalani Double Degree, Cahyo Jadi Wisudawan Terbaik UMM

Double degree merupakan salah satu program yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini memungkinkan mahasiswa untuk berkuliah di dua Prodi sekaligus. Meski berat, program ini cukup diminati. Salah satunya adalah Cahyo Aulia Andi Putra. Tak hanya sibuk menjalani dua perkuliahan di Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), wisudawan terbaik UMM ini juga disibukkan dengan mengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PSM Gita Surya yang ia pimpin. Cahyo, sapaan akrabnya bercerita bahwa minatnya untuk mengikuti program double degree muncul ketika ia melakukan kesalahan saat pendaftaran kuliah. Meskipun berasal dari SMK keperawatan, Cahyo sangat ingin belajar tentang hukum. Keinginan itu muncul karena kebiasaannya menonton kanal youtube mengenai kasus-kasus kriminal. Namun keinginan tersebut tak direstui oleh kedua orang tuanya. “Saya akhirnya nekat daftar kuliah di UMM, tetapi izinnya daftar kuliah keperawatan. Namun ketika pendaftaran saya menjadikan hukum sebagai pilihan utama. Masalahnya saya salah mengira bahwa Program Studi (Prodi) Civic Hukum adalah Fakultas Hukum padahal Prodi PPKn. Beruntung, di sini ada program double degree dan Alhamdulillah orang tua akhirnya mendukung,” ungkap mahasiswa asal Malang tersebut. Cahyo mengaku bahwa kesulitan terbesar saat menjalani program double degree adalah manajemen waktu. Apalagi dengan kesibukannya di luar perkuliahan. Ada beberapa hal yang biasa ia lakukan. Salah satunya yakni berusaha dengan baik dalam melobi dosen. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dengan dosen menjadi poin penting. Selain itu, ia juga selalu mengatur jadwal tidurnya dengan baik. Hal ini berefek pada jam belajar yang biasa ia lakukan. Semakin cepat ia tidur, semakin cepaat juga ia bangun. Sehingga waktu belajarnya pada pagi hari bisa lebih panjang. “Meski begitu, kadang saya harus mengorbankan waktu main dan istirahat saya jika banyak deadline dan urusan yang harus diselesaikan. Tapi saya sangat menikmatinya karena memang suka dengan materi perkuliahan dan kegiatan UKMK saya,” tuturnya. Cahyo berkata bahwa dirinya sama sekali tidak menyangka akan menjadi wisudawan terbaik periode III tahun 2021. Apalagi melihat teman-temannya yang terlihat sangat ambisius dalam meraih nilai maupun prestasi. Meskipun begitu, ia sangat bersyukur atas capaianya itu. “Selain sangat ingin belajar hukum, hal yang membuat saya semangat untuk menjalani perkuliahan di dua program studi adalah kedua orang tua. Saya ingin keduanya bisa hadir di wisuda saya dan duduk di deretan depan sebagai wali dari wisudawan terbaik. Alhamdulillah perjuangan keras saya selama ini membuahkan hasil yang baik,” pungkasnya di akhir wawancara. (Wil)
UMM Buktikan Reputasi Nasional lewat Akreditasi Unggul

Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) terus membuktikan mutu dan kualitasnya melalui berbagai hal. Salah satunya tercermin dari raihan akreditasi Unggul yang diperoleh UMM beberapa waktu lalu. Raihan akreditasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan No. 858/SK/BAN-PT/AK-ISK/PT/IX/2021 yang diserahkan pada Selasa (26/10) di Rayz Hotel UMM. Rektor UMM, Dr. Fauzan , M.Pd, merasa bangga atas capaian yang diperoleh UMM tersebut. Fauzan melanjutkan bahwa capaian ini berhasil didapat karena kerja keras dari seluruh elemen yang ada. Raihan Unggul ini juga menggambarkan kredibilitas UMM dalam menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi. “Raihan akreditasi unggul ini menjadi bentuk keseriusan para pengelola kampus dalam menjalankan perguruan tinggi. Kita tidak bisa hanya mengatakan bahwa kita kuat dan hebat, tapi harus dibuktikan melalui akreditasi,” ungkap Fauzan. Fauzan melanjutkan bahwa dengan diraihnya akreditasi unggul ini beban yang diterima oleh UMM akan semakin berat. Ia mengatakan bahwa predikat yang tinggi selalu dibarengi oleh tanggung jawab yang tinggi pula. Terutama dalam menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi. “Tantangan kita kedepan akan semakin sulit. Kita harus mampu beradaptasi dan merubah mindset institusi mulai dari unit terkecil sampai ke yang terbesar agar terus berinovasi di masa mendatang,” ujar rektor kelahiran Kediri tersebut. Senada dengan Fauzan, sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM Drs. H. Wakidi mengungkapkan kebanggaannya terhadap raihan yang dicapai UMM. Ia melanjutkan bahwa dari seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah, hanya UMM dan UMY yang sampai saat ini berhasil meraih akreditasi unggul tersebut. “Atas nama Badan Pembina Harian (BPH), kami mengucapkan terimakasih kepada rektor sebagai komandan karena telah berhasil membawa nama UMM. Tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. kekompakkan tim ini perlu dijaga secara terus menerus. Pun dengan usaha untuk mendorong agar mutu UMM senantiasa meningkat,” kata Wakidi. Di sisi lain, ketua tim ISK Universitas Dr. Ainur Rofieq. M.Kes, mengatakan ke depannya UMM akan menghadapi pemantauan dan evaluasi peringkat akreditasi (PEPA). Ada tiga unsur yang harus diperjuangkan yaitu aspek dosen tetap, penjaminan mutu internal, dan publikasi ilmiah. “Kita harus tetap menjaga apa yang kita usahakan sampai saat ini karena di depan masih ada pekerjaan berat menanti. Semoga kita dapat mempertahankan akreditasi ini,” pungkasnya. (syi/wil)