UMM Segera Buka Vokasi Retail dan Bisnis Online

Era revolusi industri seperti saat ini sangat mempengaruhi ketenagakerjaan karena memberikan tantangan baru yang harus diantisipasi oleh banyak pihak. Didukung dengan industri e-commerce Indonesia dalam 10 tahun terakhir meningkat hingga 17%,selain itu juga dengan diikuti pertumbuhan e-commerce yang sangat pesat. Untuk menjawab hal itu Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan UMM segera membuka program studi baru, yaitu Diploma 4 Retaildan Bisnis Onlineyang akan difokuskan pada pada usaha digital. “Kurikulum Prodi Retail dan Bisnis Online ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri yang meliputi pengetahuan,keterampilan untuk membangun karier di industri retail dan bisnis digital,” demikian disampaikan Dr. Tulus Winarsunu, M.Si., Direktur Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan UMM dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) secara daring pada Jumat,(26/6). Prodi Online Bisnis dan Retail ini dirancang untuk menyiapkan lulusan untuk mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen umumnya dan mampu mengembangkan teknik pemasaran digital khususnya,sambung Tulus. Hadir dalam FGD tersebut, Rektor UMMDr.Fauzan.M.Pd, Staf Ahli Bidang Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Ananto Kusuma Seta, Ph.D. Hadir pula sejumlah perwakilan stakeholder yang telah bekerjama dalam pendirian Prodi ini, yaitu dari AVP Public Policy & Government Relations Bukalapak Bima Laga,Rofi Uddarojat dari Asosiasi E-commerce Indonesia,serta Roy N.Mandey Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia.(nov/can)
Luncurkan Website Crowdfunding untuk Masyarakat Kalimantan Utara

BERBAGAI upaya solidaritas dilakukan oleh berbagai kalanganuntuk menggalang dana dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Dampak dari Covid-19 ini sendiri memicu timbulnya rasa kemanusiaan, bukan hanya dari kalangan ‘berada’ saja, melainkan dari kalangan mahasiswa juga. Salah satunya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Iswansyah, yang memprakarsai suatu crowdfunding sosial yang dinamai “Kaltara Bersama”. “Kaltara Bersama adalah sebuah crowdfunding sosial yang menggalang dan mengelola hasil penggalangan dana untuk disalurkan menjadi box makanan atau bahan pokok dengan gizi sempurna bagi mereka yang ikut terdampak dari Covid-19 dan masih perlu bantuan dari banyak orang,” ujar Iswansyah, selaku ketua koordinator tim, dihubungi Jumat (26/6). Iswansyah berserta kawan satu timnya tengah mengikuti program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) UMM. Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil ini menambahkan bahwa gotong royong membuat beban menjadi ringan.Oleh karena itu, ide tersebut muncul agar beban masyarakat yang terdampak akibat Covid-19 dapat terkurangi. Dalam proses pembuatannya, terang mahasiswa asal kota Tanjung Selor ini, dibantu oleh teman-temannya yang berasal dari berbagai daerah. Mereka yakni Selvy Athia Zainun Faqiha, Mufid Zukhruf Bahtiar, Chechyl M.p.m., serta Asyifah Aulia Putri Ramadhina. Selain karena prihatin dengan dampak Covid-19, Kaltara Bersama tercipta sesuai dengan tujuan Program PMM UMM yaitu memberi manfaat kepada masyarakat. Tujuan inidipertegas oleh Drs. Moh. Jufri, ST., MT., selaku dosen pembimbing. “UMM sangat mendukung kreativitas dan inovasi yang dimiliki oleh mahasiswa yang memberi manfaat kepada masyarakat. Namun segala aksi nyata ini harus tetap menjaga nama baik kampus,” kata Jufri yang merupakan dosen Teknik Mesin ini. Hadirnya Kaltara Bersama akan mempermudah masyarakat yang ingin berbagi. Para donatur bisa langsung masuk ke website KaltaraBersama.com. Akan muncul beberapa kolom yang harus diisi seperti nama, jumlah donasi, nomor telepon atau email yang berfungsi untuk mendapatkan resi konfirmasi pembayaran donasi. Jikatelah melakukan pembayaran, donatur tidak perlu mengkonfirmasi pembayaran dikarenakan akan langsung dicek otomatis melalui tiga digit terakhir nominal. Iswansyah dan timnya berkomitmen untuk mengedepankan kehati-hatian dalam pembuatan website ini. Utamanya dengan mengedepankan prinsip transparansi keuangan. “Walaupun ada layanan konfirmasi otomatis, Kaltara Bersama tetap membuka layanan konfirmasi manual melalui kontak yang tersedia. Selain itu, setiap donasi yang masuk atau pengeluaran juga akan terupdate otomatis di website sehingga transparansi menjadi kunci dari crowdfunding sosial ini,” pungkasnya. Ada yang unik dari website Kaltara Bersama dibanding situs penggalangan dana pada umumnya. Selain menyalurkan hasil donasi beruppa sebuah box makanan atau bahan pokok dengan gizi sempurna, mereka juga akan menempelkan/ memberikan berita-berita positif yang informatif terkait penanganan Covid-19 di box untuk mengatasi dampak buruk psikologis dari Covid-19. Masyarakat juga bisa memberikan informasi terkait orang yang berhak mendapatkan bantuan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara selaku organisasi perangkat daerah (OPD) mengapresiasi lantas menyambut baik ide kreatif yang digagas oleh mahasiswa UMM ini. “Kami berharap dengan adanya upaya ini dapat memberikan banyak manfaat kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang terdampak akibat pandemi Covid-19 ini,” ungkap A.M. Santiaji Pananrangi, kepala pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Utara mengapresasi. “Saya ucapkan terima kasih banyak kepada UMM sudah melaksanakan program PMM. Pandemi Covid-19 ini menantang kita semua untuk berinovasi bagaimana membangun,teknologi informasi tentang menangani bencana di daerah Kalimantan Utara,”ujar Santiaji. Ia lantas berpesan agar kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar dan bertanggung jawab. Santiaji di sela bertugasnya juga berharap agar kerjasama UMM dan BPBD ini dapat beralih ke kerjasama yang lebih lanjut.(*/can)
Tips Tingkatkan Imun Tubuh Selama Pandemi

MENJAGA imunitas tubuh merupakan salah satu cara untuk mencegah infeksi virus dan bakteri, terutama Covid-19 yang sedang marak belakangan ini. dr. Gita Sekar Prihanti, M.Pd.Ked. selaku Dokter Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (RSU UMM) dan Dosen Fakultas Kedokteran UMM menjelaskan bahwa manusia terdiri dari “soul, mind and body”, dan dari masing-masing komponen tersebut perlu diberi “nutrisi” agar dapat meningkatkan imunitas tubuh. Nutrisi yang diperlukan tubuh manusia terutama yang berperan dalam menghadapi Covid-19 -karena terbukti berperan dalam meningkatkan imunitas tubuh- antara lain vitamin A, B6, B12, C, D, E, Folate, Copper, Iron, Zinc dan Selenium. Micronutrient tersebut paling utama didapatkan dari sumber makanan. “Suplemen yang berisi micronutrient yang dimaksud hanya dibutuhkan untuk individu yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisinya dari makanan, individu yang beresiko atau telah terinfeksi Covid-19 dengan atau tanpa memiliki komorbid (penyakit penyerta),” jelas Gita. Dokter Gita juga menambahkan bahwa kegiatan karantina di rumah dalam waktu lama yang bertujuan untuk menurunkan resiko infeksi sebenarnya juga dapat menimbulkan masalah baru berupa penurunan aktifitas fisik. Karena hal ini dapat berakibat penambahan berat badan, penurunan imunitas dan berkurangnya kekuatan otot tubuh yang dapat membawa progresivitas komplikasi penyakit kronik. Sejak kegiatan olahraga ditemukan dapat meningkatkan sistem imun, maka anjuran aktifitas fisik menjadi salah satu cara untuk meningkatkan imunitas. “Olahraga sederhana di rumah saja untuk menjaga kebugaran tubuh. Lakukanlah aktifitas fisik di rumah secara bertahap dan rutin dengan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing individu,” paparnya. Dokter Gita lantas merekomendasikan aktifitas fisik karena aktifitas fisik merupakan salah salah satu cara manajemen stress. Manusia juga butuh nurtrisi untuk pikiran (mind), yakni dengan berusaha berpikir positif sebagai bagian dari manajemen stres dan selalu berusaha menggunakan informasi yang bermanfaat serta valid (dapat dipercaya). “Karena sekali pikiran negatif dibiarkan masuk, maka akan terjadi ‘banjir bandang’ yang akan menimbulkan kecemasan, kesedihan, stress sehingga dapat menurunkan imunitas, dan pada akhirnya resiko gangguan kesehatan makin meningkat,” tegasnya. Stres dapat muncul baik karena karantina di rumah, perawatan di rumah sakit, social distancing, faktor ekonomi, pekerjaan, maupun kecemasan terinfeksi covid 19 dan masih banyak stressor lainnya. Stress yang dialami dan proses karantina panjang di rumah dapat mengakibatkan perubahan pola makan, baik dari segi jumlah, jadwal dan jenis makanan. Oleh karena itu manajemen stress yang konstruktif sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas. Sedangkan “soul” atau jiwa yang merupakan bagian terbesar dari manusia karena mempengaruhi “mind and body” juga perlu diberi nutrisi melalui terapi spiritual. Istilah yang menarik untuk pendekatan agama untuk meningkatkan imunitas ini disebut juga “qur’anic immunity”. Rasa syukur di setiap langkah kehidupan perlu dikedepankan sebagai salah satu upaya meningkatkan imunitas. “Pendekatan agama ini juga merupakan salah satu manajemen stress yang konstruktif sehingga dapat meningkatkan imunitas yang dibutuhkan terutama ketika menghadapi pandemi Covid-19,” tandasnya. (rip/can)
Renal Rangers untuk Pasien Gagal Ginjal Kronis

KELOMPOK mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang baru-baru ini memenangi Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional di Ajang Nursing Competition yang diselenggarakan STIKES Surya Global Yogyakarta. Tim yang terdiri dari tiga orang ini, yakni M. Dodik Prastiyo, Khoiroh Yeroh dan Syafira Aulia Rahmah mengusung penelitian upaya peningkatan pengetahuan pasien terhadap penyakit gagal ginjal kronis melalui tim pendamping yang mereka namakan dengan “Renal Rangers”. “Penyakit gagal ginjal kronis menjadi penyakit yang diderita secara global dengan prevalensi yang kian meningkat. Hal ini dapat terjadi akibat minimnya pengetahuan keluarga dalam memotivasi pasien guna memenuhi asupan cairan dan diet yang tepat. Sehingga diperlukan upaya perawat dalam meningkatkan peran kolaboratif keluarga untuk meningkatkan efikasi diri atau upaya penyembuhan mandiri pasien,” ungkap ketua kelompok Dodik Prastiyo, mahasiswa asal Banyuwangi, dihubungi Kamis, (25/6). Dijelaskan Dodik mahasiswa angkatan 2017 ini, penelitian mereka bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien terhadap Penyakit Gagal Ginjal Kronis melalui pendekatan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, yang berasal dari berbagai jenis literatur. “Referensi yang relevan kemudian diurutkan dan dianalisis secara deskriptif argumentatif serta ditarik kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian,” terangnya. Karya mereka diganjar juara III di lomba yang diikuti mahasiswa se-Indonesia. Berdasarkan telaah pustaka kelompok ini, dukungan keluarga, baik dari anggota keluarga maupun relasi dapat berperan dalam meningkatkan keyakinan pasien dalam menjalani masa pengobatan. Dukungan ini dapat berupa motivasi atau informasi. “Pendidikan dan informasi terkait penyakit gagal ginjal kronis, dapat diperoleh melalui Renal Rangers yakni tim pendamping dari masyarakat. Selain edukasi, terdapat progam pelatihan Home Blood Pressure Monitoring bagi pasien,” jelas Dodik. Edukasi diberikan menggunakan media booklet dan peserta diberi lembar monitoring diet. Pada lembar tersebut perlu diisi secara mandiri dengan dampingan keluarga, dengan menuliskan intake dan output cairan secara berkala, sebagai evaluasi capaian pasien selama proses pendampingan. Pada tahap awal pasien akan melakukan diskusi bersama fasilitator terkait dengan penyakit ginjal kronis. Selanjutnya pemberian pengetahuan untuk mengubah gaya hidup sehingga tercapai efikasi diri pasien. Tahap berikutnya, sambung Dodik yang merupakan Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan ini, pasien diminta untuk berbagi informasi kepada keluarga tentang materi yang sudah dipelajari. Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan untuk menjaga kesehatan serta meningkatkan harga diri pasien. Atas raihan membanggakan ini, Dodik dan anggota timnya diganjar uang pembinaan, piagam penghargaan dan trophy dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (can)
Wakili Bali Di FESyar 2020 Bank Indonesia

MAHASISWI Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nadia Rahma Shafira, menjadi finalis Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) Bank Indonesia Provinsi Bali. Nadia yang ikut di cabang lomba Model Bisnis Syariah berhasil meraih Juara 1 tingkat provinsi yang diumumkan Jumat (19/6). Nadia yang merupakan mahasiswa angkatan 2018 ini menang melalui ide start-up bernama “Halal Butcher’s Bali”. Tahap selanjutnya, Nadia menjadi perwakilan Provinsi Bali di tingkat nasional yang diperkirakan diadakan Oktober mendatang. Halal Bucther’s Bali merupakan platform berbasis aplikasi mobile yang bertujuan untuk menghubungkan para pemotong dan penyetok daging, dengan pembeli daging yang berlandaskan syariah. “Terbentuknya gagasan membangun start-up ini dikarenakan banyaknya wisatawan luar bali baik dalam maupun luar negeri yang berlibur ke Bali. Hal ini tentunya menjadi peluang besar bagi para pelaku industri di bidang kuliner, khususnya penyedia makanan halal karena adanya wisatawan muslim,” kata Nadia. Dilanjutkan Nadia, yang menjadi keraguan di Bali yaitu makanan hewani, dimana proses penyembelihan sampai pendistribusian harus benar-benar sesuai syariat agama Islam sehingga terjaga kehalalannya. “Oleh karena itu, dengan adanya aplikasi Halal Butcher’s Bali akan menjadi media yang sangat berguna dengan adanya simbiosis mutualisme antara penyetok daging dan pemotong daging yang terjamin kehalalannya dan berjalan sesuai prinsip syariah,” terang mahasiswa asal Kabupaten Buleleng, dihubungi Selasa (23/6). Start-up Halal Butcher’s Bali mengunakan metode penta helix untuk memastikan kehalalan supply chain dalam mendistribusikan daging potong ke konsumen. Adanya Tim Manajemen Halal yang bertugas untuk memastikan segala proses terjamin kehalalannya dengan Sistem Jaminan Halal (SJH). Kemudian, di projek aplikasi yang dikerjakan bersama temannya Fachradina Yuniar dari Universitas Pendidikan Ganesha ini, bakal diadakannya pelatihan dan edukasi hingga pengimplementasian SJH bagi para pelaku industri. “Selain itu, adanya checklist audit untuk dilaporkan ke LPPOM MUI melalui CEROL-SS23000 atau sistem pelayanan sertifikasi halal dari LPPOM MUI secara online setiap 6 bulan sekali, dilanjutkan dengan management review sehingga daging yang didistribusikan dijamin kehalalannya,” ujar Nadia. Nadia menyadari, butuh banyak pihak agar aplikasinya dikenal luas. Adapun stakeholder yang akan digandeng yaitu Academician (Akademisi), Business (pelaku industry), Community (komunitas), Government (pemerintah) dan Media. “Hal yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan Halal Butcher’s Bali yaitu dengan mempromosikan melalui media cetak maupun sosial, hingga menggunakan public figure muslim sebagai Brand Ambassador,” pungkasnya. (can)
Makin Aman, RSU UMM Kini Dilengkapi Lift Berpedal

KENYAMANAN serta keamanan pengunjung dan pasien menjadi prioritas utama Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (RSU UMM). Terlebih, di masa pandemi Covid-19, RSU UMM makin giat menambah sarana guna mem-protect pengunjung, pasien, serta tenaga kesehatan (nakes), terkena resiko tertular Covid-19. Salah satunya dengan menambahkan sarana berupa lift berpedal. “Teknisnya pasien, pengunjung, dan karyawan rumah sakit tidak lagi menggunakan tangan untuk menekan tombol lift. Hanya dengan cara menginjak menggunakan kaki pada tombol yang disediakan lift sudah bisa beroperasi,” ungkap dr. Thontowi Djauhari, NS., M.Kes, Wakil Direktur yang sekaligus Koordinator Tim Tanggap Covid-19 RSU UMM saat dihubungi Selasa (23/6) siang. Pedal berada di bagian bawah baik di luar maupun di dalam lift. Fungsinya untuk membuka, menutup, serta memilih lantai yang dituju pada lift tersebut. “Saat ini dua dari enam lift telah beralih menggunakan pedal, yakni satu lift pengunjung dan satu lift khusus pasien. Dalam waktu dekat semua lift akan diganti menggunakan pedal,” terang Thontowi. Selain lift berpedal, RSU UMM juga melengkapi sarana proteksi dengan wastafel berpedal di setiap sudutnya. Utamanya di pintu masuk pengunjung dan pasien. “Ini ikhitiar kita bersama untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. RS UMM akan terus menyempurnakan segala sarana yang dibutuhkan di tengah pandemi,” ungkapnya. Sebelumnya, RSU UMM juga membuat deteksi dini online yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum yang bisa diakses di hospital.umm.ac.id/covid. Pengguna tinggal menjawab beberapa pertanyaan dan hasil jawaban akan dianalisis secara online untuk menduga status saudara termasuk dalam kategori: sehat/bebas Covid-19, ODP (Orang Dalam Pemantauan) atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Hingga saat ini (update 23 Juni 2020), layanan online ini sudah diakses hampir 1,3 juta pengguna. RSU UMM juga membuka layanan Call Center Covid-19 yang beroperasi pada Senin sampai Minggu mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. “Masyarakat dapat bertanya seperti gejala maupun faktor risiko. Semoga kekhawatiran Anda bisa terjawab,” tukas Thontowi. (can)
Bagi Pengalaman Distance Learning Berbasis Tugas

Belajar dengan bantuan teknologi sudah menjadi keniscayaan di abad ke-21 ini. Maksudnya, mau tidak mau kita memang dipaksa untuk bisa belajar dengan bantuan teknologi. Salah satunya dalam pembelajaran bahasa, pemanfaatan teknologi ini akan lebih baik jika dilengkapi dengan pendekatan yang menggunakan tugas sebagai hal utama dalam memahami bahasa asing. Hal ini disampaikan oleh Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang, Teguh Hadi Saputro, M.A. dalam workshop daring bertajuk “Independent Learning Mindset and Project-Based Learning to Support Digital Teaching” pada Senin, 22 Juni 2020. Workshop ini dihadiri oleh 100 guru-guru mata pelajaran Bahasa Inggris SMA dan SMK. Dalam webinar ini pula, Teguh membagikan pengalamannya selama menggunakan Computer Assisted Langauge Learning (CALL) dan Task-Based Language Teaching (TBLT) selama mengajar di prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Malang, kepada guru-guru untuk dijadikan contoh. Contoh riil penggunakan teknologi dalam pembelajaran bahasa adalah distance learning. Dalam distance learning, hal utama yang dibutuhkan adalah hasil yang bisa terlihat dari tugas yang dikumpulkan, namun tidak mengesampingkan proses komunikasi yang lancar dengan siswa. “Dalam pembelajaran apapun, termasuk distance learning, teknologi mengikuti kurikulum, bukan kurikulum yang mengikuti teknologi,” ucap Teguh. Oleh karenanya, teknologi tidak seharusnya mengurangi hal-hal yang seharusnya bisa dilakukan berdasarkan kurikulum. Workshop daring ini disambut baik oleh guru-guru. Terlihat dari banyak peserta yang antusias untuk bertanya dan juga berbagi pengalaman mengajar. Selain itu, guru-guru juga memberikan komentar yang baik terkait materi yang diberikan. “Materi dan penjelasan yang diberikan sangat detil dan luar bermanfaat bagi kita,” ucap Tri, guru SMK 17 Agustus 1945 Cluring. (*/can)
UMM-HISKI Bahas Pembelajaran Sastra di Masa Pandemi

HIMPUNAN Sarjana Kesusastraan Indonesia Malang bersama dengan Lembaga Kebudayaan dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan kegiatan Webinar Sastra dan Pandemi Seri #1 dengan mengangkat tema “Pembelajaran Sastra di Masa Pandemi”. Acara yang dimulai pukul 13.30-15.30 WIB ini dilakukan melalui live streaming dari Lab. Ilmu Komunikasi UMM dan disiarkan langsung via zoom dan channel Youtube umm1964 pada Rabu (17/6). Acara webinar dengan jumlah peserta lebih kurang 350 ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Kediri, Gresik, Bondowoso, Jombang, Jakarta bahkan Sulawesi. Acara yang berlangsung selama dua jam ini berisi tentang pemahaman kepada pendidik, calon pendidik dan pelajar dalam menjalani kegiatan belajar mengajar daring, khususnya pembelajaran sastra selama masa pandemi Covid-19. Acara webinar Sastra dan Pandemi Seri #1 dimoderatori oleh Fida Pangesti, M.A yang merupakan dosen prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM dan keynote speaker Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd dengan materi Pembelajaran sastra saat dan pasca pandemi covid-19 dari Universitas Negeri Malang, serta empat narasumber yang menjadi penunjang terselenggaranya acara webinar seri #1. Keempat pemateri lainnya yakni Drs. Sudibyo (Best practice Pembelajaran Sastra, guru SMAN 10 Malang), Dr. Umi Salamah, M.Pd (Pengembangan Bahan Ajar Interaktif, Dosen IKIP Budi Utomo), Dr. Sri Wahyuni, M.Pd (Transformasi Media dan Strategi Pembelajaran, Dosen Universitas Islam Malang) dan Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si (Penilaian Kegiatan Bersastra saat Belajar Di Rumah, Dosen UMM). Webinar diawali dengan sambutan oleh ketua HISKI Malang, Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd, acara webinar ini berhasil menyuguhkan pembukaan yang luar biasa hidup, diakhir sambutannya Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd mengajak penonton mendengarkan musik legenda Didi Kempot. Melihat antusias para penonton dalam memberikan komentar ataupun sekedar sapaan melalui kolom komentar yang tersedia, acara webinar ini terlihat sangat menarik dan memberikan kesan positif dari para penontonnya. Sudibyo dalam paparan materi mengenai Best Practice Pembelajaran Sastra mengungkapkan, dalam situasi pandemi yang ambruk, serba sulit, mandeg, ketakutan, bingung, panik dan berbahaya, pembelajaran sastra memang tidak mampu memberi makan, pengobatan, keuangan, dan jaminan keamanan. “Tapi, kita bisa ikut berperan membantu, menemukan dan merawat daya hidup, mengajak melihat kemungkinan. Menyemangati upaya saling menguatkan, berempati dan menyelamatkan,” jelasnya. Menanggapi pertanyaan dari Lilis Pujiarti mengenai penilaian e-raport, Daroe Iswatiningsih mengungkapkan, tidak semua kompetensi dasar (KD) di kurikulum harus diselesaikan dalam penilaian saat pandemi Covid-19. “Jika seorang guru tidak bisa memenuhi semua KD, guru tidak boleh terbebani oleh KD. Siswa memiliki semangat dalam belajar itu sudah capaian yang bagus,” terangnya. HISKI Malang bersama dengan Lembaga Kebudayaan dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM melalui acara webinar sesi #1 ini banyak memberikan pengalaman, pengetahuan, dan pemahaman mengenai peran guru yang harus terlebih dahulu memahami dan mencintai sastra sebelum mengharuskan peserta didiknya untuk mencintai dunia sastra, terlebih pada saat dan pasca pandemi Covid-19. (*/can)
Aplikasi BASKARA, Solusi Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Masa Pandemi

DI TENGAH pandemi Covid-19, pelaksanaan pembelajaran seluruh perguruan tinggi di Indonesia dialihkan menjadi daring. Pengalihan tersebut tentunya menghambat seluruh aktivitas yang terkandung dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pertama, pada aspek pendidikan dan pengajaran. Kedua, penelitian dan pengembangan. Serta ketiga, aspek pengabdian masyarakat. Menjawab tantangan ini, tim dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang menawarkan solusi melalui rancangan aplikasi “Baskara”. Aplikasi yang dirancang Muhammad Kelvin Haidar Priyanka, Muhammad Saifin Nuha Putra R. dan Rizaldi Dwi Ramadhan ini memenangi Lomba Gagasan Tertulis dan Poster yang diselenggarakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dari 498 karya mahasiswa dari 78 Perguruan Tinggi yang ikut serta, tim UMM dinobatkan sebagai juara 2. Seleksi dilakukan oleh tim LLDikti Wilayah VII yang dilaksanakan pada tanggal 8-16 Juni 2020. Dari beberapa kebijakan yang sudah diterapkan oleh beberapa perguruan tinggi, kebijakan tersebut dinilai sudah baik, namun masih ada beberapa kekurangan yang masih bisa diperbaiki. “Di era revolusi industri 4.0, segala sektor kehidupan didukung oleh teknologi canggih yang membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Jadi, untuk mempermudah aktivitas dalam mencapai Tri Dharma Perguruan Tinggi di masa pandemi,” ungkap Muhammad Kelvin, dihubungi via WhatsApp, Minggu (22/6). Dilanjutkan Kelvin, mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Sipil angkatan 2018 ini, filosofi dari pemilihan nama tersebut yaitu kata “baskara” yang berarti “Matahari” merujuk pada salah satu identitas UMM yang nantinya aplikasi ini diharapkan menjadi tujuan utama semua kegiatan berbasis daring pada masa pandemi seperti saat ini. “Aplikasi ini mampu mencakup tiga pilar yang ada pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Nantinya, ketiga pilar tersebut menjadi menu utama pada aplikasi ini,” katanya. Pada menu utama “Pendidikan dan Pengajaran”, nantinya akan dilengkapi fitur Teleconference, Auto Absence dan Two Way Sharing. Pada menu utama “Penelitian dan Pengembangan”, terdapat dua submenu berupa “Kegiatan Praktikum” dan “Skripsi/Tugas Akhir”. Di dalamnya akan diisi beberapa fitur pendukung, misalnya teleconference. Selanjutnya, pada menu utama “Pengabdian Kepada Masyarakat”, pengguna akan disajikan dua submenu: “Relawan Mahasiswa” dan “Mari Berdonasi”. Langkah awal pengoperasian aplikasi ini yaitu pengguna akan diminta untuk mengisi biodata sederhana yang berisi nama, instansi/perguruan tinggi, fakultas, dan jurusan, yang nantinya biodata ini digunakan sebagai informasi awal dalam menjelajahi software ini. Setelah biodata terisi dengan lengkap, pengguna dapat memilih menu utama yang diinginkan sesuai penjelasan sebelumnya. Pada halaman awal ini, akan dibuat tampilan sesederhana mungkin agar semua pengguna, mudah dan paham mengoprasikannya. “Gagasan ini merupakan inovasi media pembelajaran baru yang diharapkan mampu meminimalisir masalah-masalah yang timbul akibat pembalajaran daring. Dengan hadirnya aplikasi ini dapat membantu civitas akademika mewujudkan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi serta diharapkan mampu menghasilkan dampak yang besar berupa revitalisasi sistem dan kualitas pendidikan perguruan tinggi dengan kondisi sumber daya yang terbatas,” pungkas Kelvin, mahasiswa asal Pasuruan, Jawa Timur. (can)
Mahasiswa Ini Menang Stand Up Comedy Online Raditya Dika

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fajar Mukti, memenangi kontes Stand Up Comedy Online yang digawangi komedian, youtuber, dan sutradara Indonesia, Raditya Dika. Fajar menang di ajang lomba bertajuk “Stand Up Comedy Online: Komedi Tanpa Ketemu”, sebuah kompetisi stand up via telepon dengan durasi satu menit. Raditya Dika di segmen baru di channel Youtube-nya yang bertajuk “Stand Up Comedy Online: Komedi Tanpa Ketemu”, Minggu (14/6), Fajar unjuk gigi di hadapan dewan juri di antaranya Indra Jegel, Mosidik, dan Prilly Latuconsina. Di depan ketiga juri dan Raditya Dika sebagai host, Fajar menyuguhkan stand up comedy tentang hubungan yang alay dengan mantan kekasihnya. Ia pun menuai tawa dan berbagai pujian. “Aku suka banget karena menurut aku stand up-nya bisa relate sama semua orang. Aku, semua orang pernah kayak gitu juga. Ceritanya banyak jadi ada banyak bahan untuk ketawa,” tutur Prily Latuconsina. Ketiga juri pun sepakat Fajar memiliki kualitas jauh di atas peserta yang lain sehingga berhak menjadi jawara dan mendapat hadiah satu juta rupiah. “Fajar Mukti udah yang paling-paling-paling bener, paling rapi, semuanya. Juga paling lengkap,” ungkap Indra Jegel. Terkait kemenangannya, Fajar yang merupakan mahasiswa UMM Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini mengaku cukup kaget. Ia tak menyangka spontanitasnya dalam mendaftar dan mengirim materi sesaat setelah mendapatkan informasi dari kolom komentar berbuah manis. Ia tidak hanya dihubungi admin dan diminta mengirim materi 1,5 menit dengan format voice note, tetapi benar-benar bisa mempersembahkannya di hadapan figur-figur panutan di dunia stand up comedy. Video yang baru diunggah 3 hari yang lalu itu bahkan sudah ditonton hampir 1,3 juta kali. “Ini ibarat menang kelereng dan dapat bonus. Bagi saya, yang paling penting adalah mengerjakan apa pun yang membuat kita tumbuh dan senang. Prestasi atau uang akan menyusul. Yang penting tumbuh secara pikiran,” ungkap Fajar Mukti di akhir percakapan bersemangat. Fajar memang menyukai dunia stand up comedy sejak 2013. Hal itu membuatnya secara konsisten mengikuti berbagai perlombaan stand up comedy dan tergabung dalam komunitas Stand Up Indo Malang. Tak hanya itu, ia melebarkan sayap di bidang penulisan naskah. Kini ia menjadi salah satu script writer webseries “Tonggo Dewe” yang diperankan oleh Eza Gionino, Ivan Ray, dan Rio Indrawan. (fid/can)