Kiprah sebagai Mendikbud dan Menko PMK: Muhadjir Effendy Dikukuhkan Guru Besar

Pada 13 Februari 2025 nanti, Penasihat Presiden bidang Haji Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. akan menyampaikan orasi ilmiah dalam pengukuhan guru besarnya di Universitas Negeri Malang. Banyak kiprah dan kontribusi yang sudah ia berikan, salah satunya saat ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Indonesia pada 2016-2019 dan menjadi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada 2019-2024. Sebelumnya, ia juga sudah berkiprah lama di dunia pendidikan, termasuk sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama tiga periode dan memberikan inovasi-inovasi dalam dunia pendidikan. Hal itu yang akhirnya membawanya ke panggung nasional dan memegang amanah penting untuk Indonesia. Muhadjir Effendy dikenal sebagai sosok yang memiliki peran signifikan dalam berbagai kebijakan pendidikan di Tanah Air. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman panjang di dunia pendidikan, Muhadjir membawa berbagai inovasi yang bertujuan meningkatkan pemerataan dan kualitas pendidikan di Indonesia. Selama masa kepemimpinannya, Muhadjir menggagas beberapa kebijakan strategis, salah satunya penguatan pendidikan karakter (PPK) yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017. Program ini unggul pada pembangunan karakter siswa melalui pendekatan berbasis sekolah, keluarga, dan masyarakat. Selain itu, ia juga memperkenalkan sistem zonasi pendidikan guna memastikan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh daerah. “Pendekatan zonasi tidak hanya digunakan untuk PPDB saja, tetapi untuk membenahi berbagai standar nasional pendidikan, mulai dari kurikulum, sebaran guru, hingga kualitas sarana prasarana,” kata Muhadjir di salah satu kesempatan. Selain itu, ia turut mempercepat distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang telah memberikan manfaat bagi 18,69 juta siswa, sebagai bagian dari Program Indonesia Pintar (PIP). Revitalisasi pendidikan vokasi juga menjadi prioritasnya, sebagaimana diamanatkan dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2016 yang bertujuan meningkatkan daya saing lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di dunia kerja. Di bawah kepemimpinannya, Muhadjir berhasil membawa Indonesia ke panggung internasional melalui perannya sebagai Presiden Southeast Asian Ministers for Education Organization (SEAMEO) pada 2017-2019. Dalam kepemimpinannya, ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam kemajuan pendidikan, sains, dan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara. Di tingkat nasional, ia juga mendorong peningkatan kompetensi siswa melalui berbagai ajang seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Festival Literasi Sekolah (FLS), dan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI). Kebijakan ini membuktikan dedikasinya dalam menyiapkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global. Berbagai kebijakan yang diterapkan Muhadjir terus menjadi pondasi pendidikan Indonesia hingga saat ini. Berkat kerja kerasnya, Muhadjir juga meraih penghargaan tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana dari Presiden Joko Widodo. Ia meninggalkan jejak yang kuat dalam upaya pemerataan pendidikan, peningkatan kualitas guru, serta penguatan karakter siswa sebagai generasi penerus bangsa. Bahkan, Prof. Arief Rachman, seorang tokoh pendidikan Indonesia, memberikan apresiasi terhadap kepemimpinannya dengan mengatakan bahwa Muhadjir adalah seorang pendidik yang memiliki filosofi pendidikan yang luas, berorientasi pada pendidikan berbasis karakter, dan memiliki wawasan global. Di sisi lain, selama mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir telah banyak menorehkan pencapaian dan penghargaan bergengsi. Dalam kepemimpinannya, Kemenko PMK berhasil menurunkan prevalensi stunting di tanah air. Indonesia berhasil mengurangi angka stunting sebesar 9,3% dalam lima tahun terakhir. Prevalensi stunting turun tajam dari 30,8% pada 2018 (Riskesdas) menjadi 21,5% pada 2023. Hal itu tak lepas dari strateginya seperti distribusi alat kesehatan standar ke posyandu dan puskesmas serta pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita. Program menarik lainnya adalah Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting pada Juni 2024. Dalam program tersebut, lebih dari 300.000 posyandu terlibat, dengan lebih dari 16 juta balita berhasil diukur. Program ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. Berkat kebijakan Muhadjir, peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia juga tercermin dalam hasil yang dicapai dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2019, IPM Indonesia tercatat sebesar 71,92 poin, yang kemudian meningkat 74,39 poin pada 2023. Ini menunjukkan hasil positif dari berbagai kebijakan pemerintah yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan standar hidup yang layak. Kiprah panjang Muhadjir sebagai Mendikbud dan Menko PMK juga mengantarkannya pada sederet penghargaan. Di antaranya Pioneer of National Education and Social Empowerment Pasca Award (2024), Tanda kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya (2024), Penghargaan Extraordinary Attention Towards The Welfare Of The Young Generation (2024), Anugerah Parahita Ekapraya (APE) (2020), Tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana dari Presiden Joko Widodo (2020), Penghargaan Best Ministers Obsession Award (2020), Tokoh Penggerak Local Heroes hingga UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Makhtoum (2020). Melalui berbagai pencapaian ini, Muhadjir telah membuktikan dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan pendidikan dan pembangunan manusia Indonesia. Membangun sistem yang lebih inklusif dan membangun manusia unggul untuk menyiapkan generasi emas 2045 yang kompetitif di era globalisasi. (vin/nam/wil)

UMM-Al Azhar Mesir Sebut Pentingnya Peran Kepemimpinan Perempuan

Hubungan bilateral antara Mesir dan Indonesia telah terjalin sangat baik, mengingat dua negara ini merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Hal itu yang melatarbelakangi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Al-Azhar Mesir untuk berkolaborasi adakan kuliah umum yang menghadirkan Nahla Shabry Elsiedy selaku penasehat Syekh Al-Azhar Mesir, 11 Februari ini. Adapun agenda itu mengkaji mengenai perempuan muslimah dan kepempimpinan pelajaran dari sirah Nabi SAW dan sejarah Islam tersebut. Nahla menyampaikan, penting untuk memahami ajaran agama Islam secara komprehensif untuk mengetahui peran perempuan. “Kita tidak lagi membicarakan apakah perempuan bisa menjadi pemimpin. Tetapi bagaimana perempuan dapat memimpin dan mengabdi,” tegasnya. Menurutnya, dalam Islam, perempuan secara kodratnya telah memiliki tanggung jawab. Kini kepemimpinan tidak lagi mengenai kekuasaan dan penguasaan, akan tetapi mengenai amanah, optimalisasi potensi, tanggungjawab serta pengabdian. Apabila seorang perempuan diberikan kesempatan untuk dapat mengatur dengan kesempatan yang setara, maka mereka juga berpotensi untuk berhasil mengelolanya. Apalagi memikul tanggungjawab juga merupakan fitrah dari Allah. Sejarah Islam telah mencatat banyak kisah keteladanan dalam kepemimpinan perempuan. Salah satunya adalah kisah Khadijah binti Khuwailid yang mendukung awal perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam di Makkah. Kemudian dapat mengatur serta menenangkan suaminya tatkala mendapatkan amanah yang besar dari Allah. Tidak hanya itu, Khadijah juga memiliki kepribadian yang ramah, suka menolong, penuh empati, dan sangat bijak. Itu semua menjadi representasi dari kekuatan aqidah yang dimilikinya. “Ada juga kisah perempuan lainnya, seperti Aisyah RA, yang telah meriwayatkan lebih dari 2000 hadits dan menjadi sandaran umat para bidang fiqh, hadist, tafsir, dan pengajaran. Pada intinya, kepemimpinan senantiasa memprioritasan pengabdian kepada masyarakat, namun jangan sampai tanggungjawab rumah, anak dan suami menjadi terbengkalai. Perempuan bukanlah batu sandungan kemajuan, melainkan batu loncatan peradaban,” tegas Nahla. Terkait Kampus Putih, Nahla menilai bahwa UMM mempunyai visi misi yang bagus dalam mengelola lingkungan pendidikan dan memiliki kualitas pendidikan yang sangat luar biasa. Termasuk pengajaran bahasa asing seperti Inggris dan Arab. Maka, ia berharap UMM dapat menjalin kerjasama dengan Al-Azhar dalam pengajaran Bahasa Arab. Apalagi mengingat Al-Azhar memiliki kualitas SDM pengajar Bahasa Arab yang sangat bagus. Sementara itu, Wakil Rektor V UMM Prof. Tri Sulistyaningsih mengatakan, persoalan perempuan menjadi isu yang menarik untuk dikaji karena adanya perbincangan hangat terkait peran perempuan di lingkungkan domestik maupun publik. Di sisi lain, UMM memang berkomitmen dalam menyiapkan lulusan yang unggul dengan selalu menjamin kualitas pendidikan yang diberikan sebaik-baiknya. Tri berharap, agar kedepannya hubungan kerjasama dengan Al-Azhar ini dapat terus berjalan di berbagai bidang. (zaf/wil)

Dari Riau hingga Gorontalo, Begini Keseruan Prime UMM

Keterampilan berbahasa inggris sangat diperlukan di era sekarang , terutama di zaman dengan perkembangan teknologi yang pesat. Selaras dengan itu, pusat pengembangan bahasa Language Center (LC) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan lomba bahasa Inggris yang dibalut dengan nama Proficiency and Mastery in English (Prime) Competition bertaraf nasional, 5 Februari 2025. “Ada tiga cabang yang dilombakan. Ada general english proficiency melalui tes TAEP. Adapula speaking yang diukur mellaui teknik focus group discussion (FGD) serta cabang writing yang mengukur keterampilan menulis akademik,” jelas Adi Surya Irawan selaku ketua pelaksana. Ia menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan untuk mendukung program penggunaan bahasa Inggris dan internasionalisasi yang telah dirancang oleh UMM. Menurutnya, saat ini kompetisi bahasa Inggris berskala nasional dengan sistem seleksi yang ketat dan terstruktur masih kurang. Selama ini, kebanyakan lomba hanya berfokus pada satu cabang keterampilan tertentu, seperti speech atau spelling bee, tanpa mengukur kemampuan bahasa inggris secara menyeluruh. Ajang ini juga sekaligus memperkenalkan UMM sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada penguasaan bahasa asing dan mendorong perkembangan kemampuan komunikasi bahasa Inggris di kalangan pelajar. Kompetisi ini diharapkan memberikan pengalaman berharga dan membuka peluang lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan potensi mereka di tingkat nasional. Ke depan, Prime direncanakan menjadi agenda tahunan Kampus Putih UMM. Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, Prime diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi seluruh kalangan dalam dunia pendidikan bahasa Inggris di indonesia. Menariknya, pada tahun 2026, prime UMM akan menambah kategori khusus bagi mahasiswa sehingga memperluas cakupan kompetisi ini. Apalagi melihat antusiasme peserta untuk mengikuti lomba ini sangat tinggi. Sebanyak 280 siswa SMA dari berbagai daerah di Indonesia ikut bersaing, mulai dari Riau hingga Gorontalo. Para peserta memiliki latar belakang yang beragam dan datang dari berbagai daerah. Mereka datang dari berbagai provinsi mulai dari Riau, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, NTB bahkan Gorontalo. Proses seleksi yang sangat ketat menyisakan 181 peserta untuk mengikuti tahap kedua, selanjutnya hanya 101 peserta terbaik yang melaju ke babak final. “Ini juga cara kami menarik minat siswa untuk bisa melanjutkan studi di UMM yang selalu mengedepankan penguasaan bahasa dan keilmuan mumpuni,” pungkasnya. (nam/wil)

Mendikdasmen RI Resmikan Pusat Sumber Belajar Berbasis Digital UMM

Kemajuan perkembangan teknologi digital menuntut para guru untuk mampu beradaptasi dan menguasai keterampilan mengajar berbasis digital. Menghadapi hal itu, Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmikan laboratorium Pusat Sumber Belajar (PSB) berbasis teknologi informasi dan komunikasi, 7 Februari lalu. Menariknya, pusat ini diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. “Untuk memajukan dunia pendidikan tanah air, kita harus berorientasi pada masa depan. Hal ini mencakup dua pondasi utama yaitu keterampilan (skill) dan karakter yang dimiliki oleh setiap diri para pendidik penerus bangsa,” katanya. Menurutnya, teknologi digital diramalkan akan mendominasi dan menggantikan peran manusia. Beberapa sektor pekerjaan yang berbasis motorik akan banyak bergeser pada pemanfaatan teknologi digital atau robotic demi mengejar efisiensi. Maka, pembentukan karakter merupakan aspek penting dalam muwujudkan Indonesia Emas 2045. Lebih lanjut, Mu’ti menilai bahwa teknologi bukan satu-satunya unsur dalam pembelajaran, ada sosok pendidik yang menentukan. Tugas guru tidak hanya transferable, tetapi juga transformable. Guru harus bisa menjadi helper, pembimbing, dan teman peserta didik dalam suka maupun duka dalam proses pembelajaran. Pendidik juga harus menguasasi prinsip-prinsip dasar keilmuan dan membantu siswa dalam menerapkan ilmunya. Sehingga adanya PSB membantu guru untuk melahirkan Inovasi. PSB UMM juga dinilai sejalan dengan konsep deep learning yang akan menjadi kebijakan Kemendikdasmen RI. Di samping itu, Mu’ti juga menegaskan pentingnya sistem dan media pembelajaran yang kekinian serta atmosfer dalam proses pembelajaran. Hubungan nteraksi yang baik dan positif dapat melahirkan penerus bangsa yang tangguh. Mu’ti juga menyampaikan banyak terimakasih kepada UMM yang telah berpartisipasi menjadi mitra dalam mendidik para calon guru profesional. “Mudah mudahan para lulusan PPG UMM dapat mengabdi dalam memajukan pendidikan nasional, terutama terkait dengan visi dan kewejiban nasional kita dalam memberikan layanan pendidikan bermutu untuk semua. Guru Hebat, Indonesia Kuat!” pesannya. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, M.Si. mengungkapkan bahwa UMM menyambut hangat dan antusias kehadiran Mendikdasmen RI yang juga sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. UMM yang merupakan amal usaha persyarikatan Muhammadiyah merupakan ujung tombak sebagai leading sector yang sudah lebih dari 60 tahun berkiprah dalam bidang pendidikan. Sementara FKIP menjadi salah satu fakultas tertua di UMM yang masih tetap eksis hingga saat ini. “Misi utama UMM adalah untuk melahirkan generasi baru bermutu untuk bangsa. PSB adalah bukti hasil nyata kolaborasi antara UMM dengan Kemendikdasmen RI yang diharapkan bisa membantu guru masa depan mengembangkan sistem dan media pembelajaran yang kekinian,” tambahnya. Hal serupa disampaikan Dekan FKIP UMM Prof. Trisakti Handayani, M.M. Menurutnya, PSB merupakan nilai plus bagi pelaksana PPG FKIP UMM. Apalagi dengan predikat melampaui standar yang baru saja diraih oleh PPG UMM. Terkait alumni, Trisakti menegaskan bahwa ada banyak alumni PPG yang dipercaya dan mampu bersaing dalam dunia pendidikan. “Kebetulan PPG FKIP UMM sudah mendapatkan sertifikat yang melampaui standar. Sehingga, dengan adanya PSB, mahasiswa tentu akan terbiasa membuat modul digital, membuat media pembelajaran berbasis digital, dan terbiasa membuat perangkat pembelajaran digital,” ungkapnya. (vin/nam/wil)

Hadir Di Tabligh Akbar UMM, Mendikdasmen RI Senam bareng Siswa SD

Hal menarik tampak di pembukaan Tabligh Akbar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 7 Februari lalu. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. turut serta bersama ratusan siswa-siswi sekolah dasar yang melakukan senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Bahkan anak-anak SD tersebut juga berkesempatan menunjukkan kehebatan dan bakat, mulai dari membaca puisi bilingual, bermain band, hingga karawitan. Acara bertajuk ‘Internalisasi Nilai Islam dalam Pembentukan Karakter Muslim Berkemajuan’ itu dihadiri ribuan peserta dari pimpinan dan pengurus Muhammadiyah se-Malang Raya. Lebih lanjut, Mu’ti menegaskan bahwa berislam secara universal adalah ketika seseorang  mampu memahami dan memaknai aspek nilai yang terkandung Islam itu sendiri. “Nilai memberikan suatu makna yang dapat memberikan dorongan untuk melangkah lebih maju ke depan. Sebagaimana risalah Islam Rahmatanlilaalamiin, kita harus bisa mengaktualisasikan nilai nilai islam sebagai substansi yang dapat diterima oleh hampir semua budaya dan manusia,” sambungnya yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di samping itu, ia juga menjelaskan makna risalah Islam berkemajuan sebagai sebuah blueprint dalam pandangan Muhammadiyah. Ada tiga ciri dasar Islam berkemajuan yang menjadi pondasi kokoh Muhammadiyah. Pertama dan paling utama adalah tauhid yang murni. Menurutnya, di dalam tauhid yang murni melekat juga nilai-nilai kemanusiaan, kemerdekaan atau kebebasan, sosial, dan peradaban dalam kehidupan. Dengan kata lain, tauhid melahirkan jiwa-jiwa yang merdeka dengan jiwa keberanian yang kuat tanpa kegundahan di dalam dirinya kecuali takut pada Allah SWT. Kemudian, di samping taat dalam menjalankan syari’at agama, seorang muslim berkemajuan harus mencerminkan sikap positif terhadap ilmu. Nilai-nilai kebaikan tersebut diwujudkan melalui amal-amal usaha nyata di berbagai sektor. “Semua manusia itu sama di hadapan Allah SWT, kecuali keimanan dan ketawaqwaan. Tauhid mendorong manusia untuk maju sehingga Islam mampu menggeser pandangan manusia unggul yang dilihat dari prestise ke arah prestasi melalui iman dan taqwa,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa ilmu saja tidak cukup tanpa adanya iman. Hal ini termasuk dalam semua aspek kehidupan, termasuk pada sektor ekonomi. Menurutnya, ekonomi yang mengandalkan ilmu pengetahuan akan lebih berjaya dalam segala aspek. Maka, menuntut ilmu dan mengamalkannya merupakan hal penting. Muslim berkemajuan adalah muslim yang knowledgeable, serba bisa, humble, dan rendah hati. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menyambut hangat kehadiran Menteri Pendidikan Dasar & Menengah yang sekaligus merupakan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Tabligh Akbar ini merupakan sebuah tradisi UMM dalam rangka mempererat tali silaturrahmi dan memperkuat Ukhuwah Islamiyah warga Muhammadiyah. “UMM secara konsisten melakukan pengembangan SDM di lingkungan kampus. Hal ini merupakan upaya untuk menginternalisasikan nilai Islam berkemajuan kepada seluruh sivitas akademika. Adapun agenda ini sangat mencerminkan energi positif, baik bagi lingkungan keluarga Muhammadiyah maupun masyarakat sekitar. Saya berharap, mudah mudahan Tabligh Akbar ini menjadi salah satu ciri khas UMM yang terbuka kepada seluruh warga muslim dan Muhammadiyah,” tutupnya. (din/wil)

Mahasiswa UMM Sulap Limbah Kulit Jagung jadi Kertas Eco Friendly

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali berinovasi. Kali ini mahasiswa ekonomi pembangunan UMM Andriyan Kristianto dan timnya sukses mengembangkan cornspaper, kertas dari bahan baku kulit jagung. Bersama empat mahasiswa manajemen UMM, ia berhasil menembus ajang nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Adapun Andri dan tim ikut serta dalma kategori manufaktur dan teknologi terapan. Mereka melihat bahwa ada banyak limbah kulit jagung yang dibuang begitu saja. Maka dari itu, mereka mencoba menggunakannya untuk dijadikan produk yang lebih bernilai, yakni kertas. Produk cornspaper ini bahkah disebut sebagai produk yan ramah lingkungan karena selain menggunakan bahan alami, cornspaper juga mudah terurai. “Cornspaper ini adalah produk ramah lingkungan berupa kertas dari bahan baku kulit jagung. Kulit jagung tersebut diolah melalui proses sedemikian rupa sehingga menghasilkan kertas yang eco friendly.  Produksi kertas ini jika normal sehari selesai, tergantung saat dijemur di bawah panas sinar matahari.  Jika cuaca mendung maka prosesnya juga agak lambat,” jelasnya menambahkan. Saat ini produk cornspaper  masih dalam pendampingan Kemendikbudristek untuk proses pemasaran hingga pengembangan produksinya. Adapun proses pemasaran cornspaper ini masih terbatas. Yakni bekerjasama dengan Taman Rekreasi Sengkaling. Menggunakan kertas tersebut sebagai poster atau papan informasi. Selain itu juga kerjasama dengan Event Organizer (EO) untuk pembuatan undangan, selebaran atau semisalnya. Terbaru, Andriyan dan tim mewakili Kampus Putih UMM memamerkan produk ini dalam ajang Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) di Singaraja Bali. Saat expo tersebut, cornspaper menjadi daya tarik pengunjung karena keunikan produk kertas serta mempunyai keunggulan ramah lingkungan. Dalam jangka panjang, cornspaper ini akan dilanjutkan oleh adik tingkat mahasiswa UMM agar produksinya bisa berkelanjutan dan benar-benar digunakan. (*/wil)

Dosen UMM Ajari Siswa Hadapi Situasi Henti Jantung

Henti jantung (cardiac arrest) adalah salah satu penyebab utama kematian mendadak di dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi ini memerlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa. Kesadaran inilah yang mendorong Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Indah Dwi Pratiwi untuk melakukan penelitian terkait pengaruh pelatihan Basic Life Support (BLS) terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah menengah atas (SMA), Januari lalu. “Tanggung jawab untuk memberikan pertolongan pertama tidak hanya terletak pada tenaga medis, tetapi juga pada orang awam, termasuk para siswa. Pengetahuan tentang Bantuan Hidup Dasar (BLS) adalah kunci dalam menangani kasus henti jantung. Dengan pelatihan yang tepat, siswa SMA bisa menjadi garda terdepan untuk memberikan pertolongan pertama di komunitas mereka,” katanya menjelaskan. Ia menjelaskan, henti jantung merupakan kondisi medis serius yang terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan intervensi darurat untuk mencegah kematian atau kecacatan permanen. Data global menunjukkan bahwa sebagian besar kasus henti jantung terjadi di luar rumah sakit, di mana akses terhadap bantuan medis profesional sering kali terlambat. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat, termasuk siswa SMA, sangat penting. “Penilaian awal yang cepat dan respon yang benar dari orang awam dapat menjadi perbedaan antara hidup dan mati bagi korban. Dengan melatih siswa SMA, kita tidak hanya meningkatkan pengetahuan mereka, tetapi juga memperkuat kesiapan masyarakat secara keseluruhan,” tambahnya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi-eksperimen dengan pendekatan cross-sectional untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan BLS terhadap perubahan pengetahuan siswa SMA. Sebanyak 32 siswa dilibatkan sebagai responden menggunakan teknik total sampling, di mana seluruh siswa yang memenuhi kriteria dimasukkan ke dalam penelitian. Pelatihan yang diberikan meliputi materi teori dan praktik terkait Bantuan Hidup Dasar, termasuk resusitasi jantung paru (CPR), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), dan langkah-langkah lain yang relevan dalam menangani henti jantung. Sebelum pelatihan, siswa diberikan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mereka. Setelah pelatihan selesai, mereka kembali diuji melalui post-test untuk mengukur efektivitas pelatihan. Hasilnya menunjukkan bahwa pelatihan BLS secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa SMA mengenai tindakan darurat untuk menangani henti jantung. Sebelum pelatihan, rata-rata skor pengetahuan siswa adalah 5,8, yang mengindikasikan pemahaman yang masih terbatas. Namun, setelah pelatihan, rata-rata skor meningkat menjadi 7,5. Analisis data membuktikan bahwa perubahan ini signifikan secara statistik. Indah menilai, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa secara individu, tetapi juga membawa dampak sosial yang positif. Para siswa yang terlatih kini memiliki kepercayaan diri untuk bertindak cepat dalam situasi darurat, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun tempat umum lainnya. “Kita perlu menjadikan pelatihan BLS sebagai bagian dari kurikulum sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan siap siaga,” tegasnya. Menurut salah satu peserta pelatihan, Reza, siswa SMA Negeri 2 Malang, mengatakan bahwa sebelumnya ia tidak tahu harus berbuat apa jika dihadapkan dengan kasus henti jantung. Setelah pelatihan ini, saya merasa lebih siap dan percaya diri untuk membantu jika menghadapi situasi darurat. Selain itu, pelatihan ini juga membangun kesadaran akan pentingnya pertolongan pertama dalam komunitas. Para siswa diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat menyebarkan pengetahuan mereka kepada teman, keluarga, dan masyarakat luas. (*/wil)

Mahasiswa FISIP UMM Diajari Bahaya Money Politic

  Diskusi menarik terjadi di seminar garapan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Januari lalu. Mereka membahas mengenai ‘Masa Depan Moralitas Politik Indonesia: Dialektika Dramaturgi Politik Praktis Kekinian’. Turut hadir sederet pembicara andal seperti Ahmad Warits, S.IP selaku Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur yang juga alumnus Ilmu Pemerintahan (IP) UMM, Dosen IP Dr. Saiman, M.Si, hingga pakar komunikasi politik Zen Amirudin, M.Med.Kom. Warits memaparkan ada beberapa isu krusial politik kekinian di Pemilu 2024 lalu. Di antaranya, aturan main yang cepat berubah saat tahapan telah berjalan, money politic yang semakin brutal, partisipasi politik rendah, Bawaslu tidak mampu menjangkau perilaku money politic, serta netralitas Kepala Desa/ASN/TNI/Polri. Ia mengatakan, terdapat setidaknya 130 kasus politik uang di Indonesia yang bersumber dari temuan dan laporan. Money Politic itu sangat berbahaya ketika para calon terpilih terdiri dari orang- orang tidak memiliki kapasitas tetapi dipilih karena adanya money politic. “Ini bahaya dan akan mempengaruhi proses pembuatan kebijakan negara terutama kebijakan anggaran tingkat kabupaten maupun kota”, ungkapnya. Selaras dengan yang disampaikan oleh Warits, Zen berkesempatan menyoroti terkait dialektika dramaturgi politik di Indonesia. Dramaturgi adalah teori yang diperkenalkan oleh Erving Goffman dalam sosiologi yang mengibaratkan kehidupan sosial sebagai sebuah pertunjukan teater yang ada di front stage dan backstage. Dalam dunia politik, ini berarti bahwa aktor politik seperti politisi, partai, ataupun kelompok masyarakat memainkan peran tertentu yang terlihat oleh publik. Lebih lanjut, moralitas dan dramaturgi dalam politik dapat dilihat dari tiga aspek utama, yaitu pencitraan, manipulasi opini publik, dan komersialisasi politik. Pencitraan mengacu pada upaya untuk menampilkan citra tertentu yang dapat mengaburkan nilai-nilai moral yang seharusnya menjadi landasan dalam pengambilan keputusan politik. Manipulasi opini publik seringkali berujung pada polarisasi dan perpecahan di masyarakat, sedangkan komersialisasi politik menjadikan popularitas dan elektabilitas sebagai komoditas yang diperdagangkan, mengorbankan nilai-nilai moral demi keuntungan politik. “Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan pendidikan karakter, reformasi birokrasi, penguatan pengawasan masyarakat, penguatan partai politik, serta peran media massa yang lebih kuat”, tutupnya.  Hal ini juga dipertegas oleh Saiman yang menyampaikan ederet masalah politik. Mulai dari korupsi pejabat publik, dinasti politik, money politik, intervensi oligarki, politik transaksional, pemilu biaya tinggi, lemahnya integritas pemimpin, dan lemahnya pengawasan legislatif  serta masyarakat. “Korupsi adalah salah satu keresahan di masyarakat. Uang negara yang seharusnya bisa untuk kemakmuran, malah dimakan dna dinikmati diri sendiri,” tegasnya mengakhiri. (*/wil)

Gunakan Teknologi dan Pupuk Racikan, Begini Melon Produksi Greenhouse UMM

Gunakan teknologi smart farming, Edupark Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ubah greenhouse tanaman hias menjadi budidaya buah melon. Pada tanggal 25 Januari lalu, Edupark mengadakan open greenhouse petik melon untuk pertamakalinya. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor UMM, Wakil Ketua BPH, Kepala Dinas Kabupaten dan Kota Malang, Kepala Dinas Kota Batu, hingga Kepala Dinas Kalimantan Tengah. Adapun latar belakangnya karena melihat adanya nilai ekonomis yang tinggi dan banyaknya permintaan pasar. Muhidin selaku Kepala Laboratorium mengatakan keunggulan dari smart farming ini adalah pengendalian jarak jauh melalui sebuah aplikasi smartphone yang telah diprogram secara khusus. Ini tentu dapat membantu merawat tanaman tanpa harus datang ke lokasi. Penggunaan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan membantu produktivitas pertumbuhan tanaman. “Aplikasi tersebut dapat menyiram tanaman secara otomatis, jadi bisa mudah dikendalikan dengan mudah melalui jarak jauh. Jadi nantinya hanya mengendalikan nutrisi dan unsur haranya saja,” tambahnya. Buah melon yang ditanam menggunakan jenis Intanon dan Lavender, sementara untuk penanamannya menggunakan sistem hidroponik dan fertigasi. Muhidin mengungkap, keunggulan lain dari penggunaan greenhouse ini adalah mudahnya pengendalian terhadap penyakit atau hama sehingga bibit melon yang dimilikinya dapat tahan dari hama karena struktur bangunannya yang tertutup. Adapun treatment penanaman buah melon ini cukup mudah dan tidak ada tahapan khusus dalam menanamnya. “Kinu banyak petani yang melipakan cara penggunaan pupuk di awal menanam. Ini kita lakukam ditambah dengan memberi pupuk kembali di pertengahan proses. Ini harus jadi perhatin bersama bahwa penggunaan pupuk saat berbunga dan pupuk saat berbuah berbeda. Maka dari itu  mari kita belajar dan sharing ilmu bersama terkait hal ini,” jelasnya. Terkait masa panen, buah melon ini membutuhkan waktu 3 bulan atau sekitar 70 hari. Dengan menggunakan pupuk yang telah diracik secara khusus, nutrisinya diharapkan sudah sesuai dengan kebutuhan. Hasilnya juga akam lebih maksimal dalam meningkatkan metabolisme tanaman. Di sisi lain, harga yang dipatok untuk 1 buah melon per kg adalah 25 ribu rupiah. Para pengunjung mengungkap, rasa yang dimiliki melon ini manis, berair, dan memiliki yang crunchy. Hal ini membuat jenis melon ini banyak digemari oleh masyarakat. “Meski greenhouse ini hanya mendapat cahay yang sedikit karena dibangun di sekitar gedung-gedung, namun kami bisa mengatasinya. Yakni dengan mengubah material atap greenhouse agar bisa mendapat cahaya dengan maksimal,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM Prof Nazaruddin Malik menyampaikan, perguruan tinggi harus bersikap lebih pro aktif dalam menjemput dan memecahkan masalah kemasyarakatan yang bersifat praktis. Menurutnya, adanya smart farming yang diterapkan pada greenhouse ini dapat menjawab kebutuhan dan tantangan menuju kualitas manusia yang lebih unggul di masa depan. “Harapannya, smart farming ini dapat dikembangkan dan terus digali terkait keunggulan hasil produk yang dimiliki. Dengan begitu, kita bisa tahu cara meningkatkan kualitas produk yang lebih unggul. Mudah-mudahan kegiatan open greenhouse petik melon ini juga dapat memberi berkah kita semua, menjadi bentuk komitmen kuat kita terhadap ketahanan pangan bangsa,” pungkasnya. (zaf/wil)

Tim Dosen UMM Dampingi Gen Z dan Milenial untuk Hindari Pernikahan Dini

Banyak kasus pernikahan dini yang terjadi di sederet daerah Indonesia. Hal ini mendorong tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk memberikan sosialisasi dan pendampingan tentang bahaya pernikahan dini, Januari lalu. Utamanya bagi generasi milennial dan generasi Z di Kabupaten Malang. Adalah Dr. Rahmad Hakim, MA. dan Dr. Syamsurizal Yazid, M.A. yang memberikan pendampingan tersebut. Rahmad menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak negatif pernikahan dini, serta pentingnya pendidikan dan kesiapan mental dalam membangun keluarga sehat. Menurutnya, pernikahan dini merupakan isu serius di Indonesia, khususnya bagi generasi millenial dan generasi Z. Data Kemen PPPA mencatat, sekitar 1.499.171 anak di bawah umur 18 tahun sudah menikah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 373.546 kasus pernikahan melibatkan anak di bawah umur 15 tahun. “Angka statistik di atas menunjukkan bahwa pernikahan di bawah umur di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, menggambarkan masalah yang signifikan dalam masyarakat,” katanya. Ia juga sempat menjelaskan bahwa angka dispensasi kawin (pernikahan dini) di Malang menduduki peringkat tertinggi di Jatim.  Catatan Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang menyebut ada lebih dari 1.393 perkara sepanjang 2022. Sementara pada tahun 2023, terdapat 1.009 anak memohon dispensasi kawin ke PA Kabupaten Malang. Dari jumlah itu, sebanyak 936 anak di bawah umur mendapat persetujuan Pengadilan Agama Kabupaten Malang untuk melangsungkan pernikahan. “Pernikahan dini berisiko tinggi bagi kesehatan reproduksi, terutama perempuan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mencegah terjadinya pernikahan di usia muda,” tandasnya. Menariknya, usai sosialisasi, tim UMM langsung melakukan  pendampingan sekaligus bimbingan kepada masyarakat untuk menghindari pernikahan dini. Selain itu, tim pengabdian dosen UMM memberikan solusi-solusi implementatif  bagi masyarakat untuk meminimalisir angka pernikahan dini, dengan meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan dan kesiapan dalam berkeluarga. Rahmad dan tim berharap, sosialisasi, pendampingan, serta bimbingan yang sudah diterima masyarakat Kabupaten Malang  dapat memberikan wawasan tentang bahaya pernikahan dini. Selain itu juga dapat memotivasi generasi millennial dan Z untuk lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan diri sebelum memutuskan untuk menikah.(*/wil)