PPG UMM Raih Prediat Melampaui Standar berkat Integrasi Teknologi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi gemilang. Kali ini mereka dengan meraih predikat ‘Melampaui Standar’ sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2024. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam acara yang digelar di Denpasar, Bali, pada 17 Desember 2024. Keberhasilan ini bukan hanya hasil dari kerja keras, tetapi juga cerminan inovasi dan sinergi di lingkungan FKIP UMM. Selaku Dekan FKIP Trisakti Handayani, M.M., mengungkapkan, koordinasi antara dosen, tenaga kependidikan, guru pamong, dan admin IT menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan PPG di UMM. “Kami memastikan seluruh elemen bekerja secara sinergis untuk mendukung proses pembelajaran. Kolaborasi yang erat antara dosen yang memberikan materi, guru pamong yang mendampingi praktik lapangan, dan admin IT yang memastikan teknologi berjalan lancar adalah pondasi kami. Pembelajaran PPG di UMM bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses terpadu yang didukung teknologi informasi dan komunikasi secara maksimal,” jelasnya. Tidak berhenti pada koordinasi internal, FKIP UMM juga berkomitmen untuk melampaui kurikulum nasional PPG. Meskipun standar nasional sudah ditetapkan, FKIP UMM melihat ini sebagai titik awal, bukan batas akhir. Mereka berupaya memberikan nilai tambah melalui mata kuliah inovatif yang relevan dengan perkembangan teknologi modern. “Kami menyusun mata kuliah Manajemen Media Pembelajaran Berbasis TIK sebagai bagian dari kurikulum elektif. Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan menciptakan media pembelajaran berbasis teknologi seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan eksplorasi Metaverse. Kami ingin calon guru UMM tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan metode pembelajaran yang kreatif dan efektif,” ujarnya. Untuk mendukung penerapan mata kuliah berbasis teknologi tersebut, FKIP UMM telah membangun ruang multimedia khusus yang dirancang untuk mendukung pembelajaran digital. Ruangan ini dilengkapi dengan Smart TV, perangkat podcast, dan peralatan modern lainnya yang memungkinkan mahasiswa berkreasi tanpa batas. Ruang ini hanya untuk 30 mahasiswa per sesi agar proses belajar lebih intensif dan produktif. “Di ruang multimedia ini, mahasiswa tidak lagi presentasi dengan cara lama. Mereka bisa menyampaikan ide menggunakan Smart TV yang terhubung dengan WiFi dan perangkat lainnya. Mahasiswa juga belajar membuat konten edukatif di TikTok, podcast, hingga media pembelajaran digital lainnya. Pendekatan ini memastikan mereka siap menghadapi tuntutan dunia pendidikan modern,” ungkapnya. Selain mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan teknologi, FKIP UMM juga memandang pentingnya wawasan global bagi calon guru. Untuk itu, mereka merancang Program Pengalaman Lapangan (PPL) internasional. Pada Februari 2025 mendatang, lima mahasiswa akan dikirim ke Thailand untuk praktik mengajar di sekolah-sekolah internasional. Program ini bertujuan agar mahasiswa merasakan langsung tantangan pendidikan global dan memperluas perspektif mereka. Di akhir, Trisakti menekankan bahwa era globalisasi menuntut guru Indonesia untuk mampu bersaing di kancah internasional, bukan hanya menjadi penonton tetapi pemain utama dalam dunia pendidikan. “Kita harus memastikan bahwa guru-guru lulusan FKIP UMM siap menghadapi perubahan global. Jangan sampai kita tergeser oleh tenaga pengajar asing. Dengan teknologi dan wawasan internasional yang kita miliki, mari bersama menjadi agen perubahan bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” tutupnya. (vin/wil)
UMM Gandeng Kemendiktisaintek, Jadikan Bondowoso Percontohan Nasional Pertanian Organik

Kiprah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak perlu diragukan lagi, salah satunya di bidang ketahanan pangan. Salah satunya Melalui Program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) yang dikomandani Prof. Dr. Indah Prihartini, guru besar pertanian UMM. Sejak lama, Kampus Putih telah mengembangkan pertanian organik di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Bondowoso yang potensinya sukses dikembangkan oleh UMM. Bahkan ini menjadi bidang utama kerjasama antara UMM dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Indonesia untuk menjadikan Bondowoso sebagai percontohan nasional. Terutama di bidang pertanian organik yang akan dikembangkan lebih luas lagi ke berbagai daerah-daerah di seluruh Indonesia. Wakil Menteri Diktisaintek Prof. Fauzan turut hadir bersama rombongan, meninjau dan melepaskan beras organik Bondowoso ke berbagai kota pada 17 Desember 2024 lalu. Mendampingi Bondowoso sejak 12 tahun lalu, UMM sukses menjalankan inovasinya berupa pengembangan pertanian organik dan produk pupuk hayati untuk mendukung para petani. Dengan support penuh dari pemerintah Bondowoso, program ini mendorong petani setempat untuk meningkatkan ekonomi lokal melalui pertanian organik. Menariknyaa, sekarang omzet yang didapat bisa mencapai 1 sampai 2 miliar dengan jumlah produksi 30 hingga 50 ton beras organik perbulan. Tutut hadir Pj Bupati Bondowoso Muhammad Hadi Wawan Guntoro, M.Si., CIPA. Ia berharap anak-anak muda Bondowoso bisa terinspirasi dari kerja keras Prof Indah selama ini untuk memberikan manfaat. Menurutnya, Bondowoso juga sudah siap dijadikan role model yang bisa dicontoh oleh berbagai daerah di Indonesia. Apalagi dengan kehadiran pakar pertanian UMM seperti Prof Indah. “Ini juga menjadi bentuk upaya kami dalam mendukung salah satu program utama Presiden Prabowo Subianto. Yakni mengembangkan ketahanan pangan yang kuat dan mandiri,” katanya. Adapun UMM mengawali pengabdiannya dengan menjalankan pertanian organik di lahan seluas 20 hektar di Desa Lombokkulon, Bondowoso pada 2013. Kemudian bertambah 20 hektar setiap tahunnya hingga tahun 2017. Berkat hasilnya yang memuaskan, UMM melebarkan sayapnya ke berbagai desa lain seperti di Desa Sulek, Taal, Gadingasri dan lainnya. Hingga kini, sudah ada ratusan hektar yang sukses digarap dan menuai hasil positif. Bahkan sudah mendapatkan sertifikasi organik internasional. Sementara itu, Fauzan menjelaskan bahwa memajukan Indonesia bisa dilakukan dengan memulainya dari usaha desa-desa, sebagaimana yang telah dilakukan perguruan tinggi sperti UMM selama ini. Menurutnya, ekosistem yang bagus sudah terbentuk di Bondowoso, utamanya di desa Lombok Kulon. Maka, ia berharap upaya-upaya yang dilakukan bisa terus dijalankan dengan cara mendorong anak-anak Bondowoso untuk melanjutkan pertanian organik di masa depan. Ini menjadi modal Bondowoso sebagai wilayah percontohan pertanian organik. “Prof Indah dan tim UMM tentu tidak selamanya bisa mendampingi. Maka, anak-anak asli Bondowoso harus bisa melanjutkan upaya yang sudah dimulai ini. Kelanjutan sumber daya manusia berkualitas merupakan hal penting yang juga harus diperhatikan,” katanya menambahkan. Adapun rombongan Wamendiktisaintek ingin pengabdian yang dilakukan tim UMM di Bondowoso bisa menjadi rolemodel nasonal. Dengan begitu, manfaat-manfaatnya bisa dirasakan di seluruh Indonesia. Para profesor harus mampu turun ke masyarakat dan memberikan solusi konkret. Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM Muhammad Salis Yuniardi, Ph.D. menjelaskan bahwa visi misi Kampus Putih tentu sejalan dengan pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo. Utamanya dalam hal ketahanan pangan, mandiri energi, dan lainnya. “Kami berkomitmen agar Lombokkulon Bondowoso tidak hanya berhenti di bidang pertanian organik. Tapi juga bisa menajdi wilayah mandiri energi. Ada banyak potensi di sini seperti panas yang menyengat dan juga aliran air sungai yang deras dan konstan. Ini menjadi potensi untuk bisa jadi wilayah mandiri energi,” pungkasnya. (wil)
Dukung Produk Lokal Halal dan Unggul, PWM-UMM Gelar Jatim Happy

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menjadi tuan rumah kegiatan Jawa Timur Halal Expo on Product & Industry (Jatim Happy) 2024 pada 14-15 Desember ini. Kegiatan ini diselenggarakan langsung oleh LP-UMKM dan Lembaga Halal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim dalam rangka mengedukasi masyarakat luas mengenai pentingnya produk halal dalam dunia industri. Turut hadir Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, Ph.D. yang sekaligus membuka agenda tersebut. Menariknya, Jatim Happy tak hanya mengedukasi melalui penyampaian materi berupa ekspo produk, seminar, dan workshop saja. Namun juga menghadirkan beragam jenis perlombaan yang dibuka gratis untuk umum. Di antaranya, lomba fotografi, lomba tari kreasi, lomba business plan, lomba mewarnai, lomba fashion muslim, dan sederet lainnya. Ini menjadi cara memberikan edukasi yang menyenangkan kepada masyarakat. Adapun menekankan pentingnya berpikiran terbuka pada definisi halal yang kompleks. Perekonomian atau industri syariah memiliki cakupan yang luas, tak cukup bertumpu pada sektor makanan dan minuman saja. Menurutnya, sektor keuangan syariah juga merupakan pokok bahasan penting dalam konteks halal. Kemudian, ia yang juga merupakan Ketua Masayarakat Ekonomi Syariah (MES) Jatim menyoroti proses sertifikasi halal yang tergolong kurang gesit. Terutama di situasi pasca pandemi Covid-19 di mana pemulihan sektor industri di tanah air belum sepenuhnya maksimal. Hal ini tidak lain akibat pola industri atau usaha yang berubah. Oleh karena itu, Ia kembali menegaskan pentingnya penerapan self declare bagi masyarakat, termasuk pada para pelaku usaha atau industri sebagai solusi untuk mendukung percepatan proses sertifikasi halal. Ia berharap, kegiatan Jatim Happy 2024 ini dapat memberikan benefit dan efek positif bagi industri produk halal tanah air. Sehingga Jawa Timur bisa semakin unggul dalam membangun ekosistem ekonomi syariah dan sektor kehalalan produk industri. “Kita harus terbuka pada permasalahan serta keluhan yang terjadi pada pelaku usaha. Kami, Pengurus MES berkolaborasi dengan rekan lembaga otonom Muhammadiyah mempunyai sinergisitas yang luar biasa. Maka, mari bersama membangun Jawa Timur yang luar biasa,” pesannya. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M. Si. mengapresiasi atas dipilihnya UMM sebagai tuan rumah Jatim Happy. Dalam sambutannya, Nazar menekankan tiga pilar di dalam risalah Islam berkemajuan, yakni taat beragama, selalu ingin menggali ilmu pengetahuan, dan rasa kemanusiaan yang tinggi. Menurutnya, Muhammadiyah memandang dan melaksanakan ketiga komponen tersebut dengan baik untuk menyongsong bangsa yang baik, kuat dan kokoh. “Artinya secara ideologis, cita-cita besar Muhammadiyah adalah menegakkan iman dan amal sholeh yang kemudian menciptakan masyarakat yang adil dan makmur,” ungkapnya. Agenda ini juga disambut bahagian oleh banyak peserta. Salah satunya Muhammad Mustofa Kamal yang ikut serta dalam lomba fotografi Jatim Happy 2024. Ia sangat menikmati kompetisi fotografi yang ada. Apalagi itu menjadi kali pertama kompetisi fotografi yang ia coba. “Saya merasa senang sekali dapat ikut berpartisipasi dalam lomba ini. Saya juga berterimakasih kepada Jatim Happy 2024 yang telah mewadahi para fotografer muda dalam mengasah keterampilan masing-masing. Apalagi ini bertema halal yang sangat cocok dengan Indonesia yang memiliki populasi muslim yang besar,” pungkasnya. (din/wil)
Sinergi UMM dan TNI AU, Membangun Strategi Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jalin kerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) selenggarakan seminar ketahanan pangan dan pendandatanganan pernyataan bersama tentang ketahanan pangan. Adapun kolaborasi yang dilaksanakan pada 16 Desember di Rayz UMM itu bertajuk “Kemampuan Wilayah dalam mendukung Program Ketahanan Pangan & Makanan Bergizi”. Adapun agenda itu bertujuan untuk mengidentifikasi solusi dan strategi ketahanan pangan dalam rangka mendukung program nasional menuju Indonesia Emas 2045. Terkait hal kerja sama ini, Asisten Potensi Dirgantara Kepala Staf Angkatan Udara Marsda TNI Andi Wijaya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi isu ketahanan pangan. Menurutnya, ketahanan pangan bukanlah tanggung jawab satu pihak semata, tetapi memerlukan sinergi dari seluruh elemen bangsa. Ia juga menekankan bahwa TNI AU akan berperan dalam melindungi dan mengamankan sistem pertanian nasional meskipun bukan sebagai pelaku utama. “Ketahanan pangan adalah isu krusial yang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Ini membutuhkan orkestrasi yang harmonis di mana semua pihak, termasuk TNI, akademisi, dan pemerintah memiliki peran strategis. Kita harus bersama-sama menjadi dirijen yang mampu mengarahkan potensi bangsa untuk kesejahteraan bersama. TNI AU memang bukan petani, tetapi kami dapat berkiprah dalam sistem pertanian sebagai bagian dari pengamanan dan perlindungan sumber daya nasional,” jelasnya Di sisi lain, sesi pemaparan utama disampaikan oleh Diyan Anggraini dari PT Thara Jaya Niaga. Ia dikenal sebagai seorang yang berpengalaman di bidang pengelolaan pertanian dan hilirisasi produk pangan. Ia membahas topik penting terkait kesejahteraan petani sebagai fondasi ketahanan pangan, serta bagaimana inovasi dapat memaksimalkan potensi ekonomi pertanian melalui pengelolaan yang berkelanjutan. “Ketahanan pangan tidak mungkin terwujud tanpa kesejahteraan petani. Regenerasi petani harus dipastikan melalui peningkatan pendapatan dan pemanfaatan hilirisasi produk pertanian. Ini memerlukan ekosistem yang baik dari hulu hingga hilir,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan pentingnya pemanfaatan sisa produksi pertanian agar bernilai ekonomi. Misalnya Thailand dan Vietnam yang berhasil memaksimalkan potensi residu dedak dan sekam untuk menghasilkan nilai ekonomi tambahan. Dengan pendekatan ini, komoditas mereka menjadi lebih kompetitif di pasar global. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazarudin Malik menyampaikan komitmen UMM untuk berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan melalui inovasi pertanian organik dan pemberdayaan petani lokal. Ia berharap kerja sama antara UMM dan TNI AU dapat berjalan secara berkelanjutan. “Dengan lahan binaan seluas 165 hektar yang fokus pada pertanian organik, kami telah membuktikan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan petani dan menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Melalui penandatanganan naskah kerja sama ini, kami berharap tercipta sinergi yang mampu membawa manfaat berkelanjutan dalam mendukung kemandirian pangan nasional dan visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (vin/wil)
Terbukti Berkualitas, Fakultas Kedokteran UMM Raih Akreditasi Unggul

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (FK UMM) resmi meraih akreditasi unggul berdasarkan SK penetapan tertanggal 28 November 2024. Di bawah kepemimpinan Dekan Dr. dr. Meddy Setiawan, SpPD-FINASIM, FK UMM semakin memperkokoh posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi kedokteran terkemuka di Jawa Timur. “Dorongan utama kami untuk meraih akreditasi unggul adalah demi meningkatkan performa lulusan. Dengan akreditasi ini, peluang mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan spesialis atau memasuki dunia kerja menjadi lebih besar. Selain itu, sistem tata kelola fakultas, pengajaran, serta sarana dan prasarana juga akan meningkat secara signifikan,” ujar Dr. Meddy. Dr. Meddy menambahkan bahwa perjalanan untuk meraih status unggul bukanlah hal yang mudah. Selama empat tahun terakhir, fakultas ini bekerja keras untuk meningkatkan berbagai kekurangan. Salah satunya adalah meningkatkan jumlah dosen dengan jabatan fungsional yang memadai. Hasilnya, FK UMM kini memiliki empat lektor kepala dan lima guru besar yang mendukung kualitas pengajaran dan penelitian di fakultas. “Alhamdulillah, dalam tiga tahun berturut-turut, tingkat kelulusan ujian CBT (Computerized Based Test) mencapai 97,4%. Sementara itu, untuk ujian keterampilan, tingkat kelulusan kami mencapai 100%. Ini adalah bukti komitmen kami terhadap kualitas pendidikan dokter di FK UMM,” tambahnya. Keunggulan FK UMM juga didukung oleh pembangunan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 yang berada di area Rumah Sakit UMM. Dukungan penuh dari pihak universitas ini memungkinkan fakultas memiliki fasilitas modern dan representatif. Selain itu, publikasi ilmiah dosen FK UMM baik di tingkat nasional maupun internasional juga menunjukkan tren positif, yang menjadi salah satu poin penting dalam penilaian akreditasi. Selain unggul secara akademik, FK UMM memiliki ciri khas dalam pendidikan kedokteran industri dengan nilai-nilai islami. Meddy menjelaskan bahwa seluruh lulusan FK UMM mendapatkan sertifikat kedokteran industri sebelum lulus. “Ini adalah penciri yang membedakan kami dari fakultas kedokteran lainnya. Para asesor juga mengapresiasi integrasi kedokteran industri dalam kurikulum kami,” tuturnya. Dr. Meddy menutup dengan harapan besar bagi masa depan FK UMM. “Kami berkomitmen untuk mempertahankan status unggul ini, meraih akreditasi internasional, dan membuka program spesialis, dimulai dengan spesialis THT. Dengan semangat kebersamaan dan sistem penjaminan mutu yang ketat, kami yakin FK UMM akan terus maju,” tutupnya. (vin/wil)
Humas UMM Raih Dua Penghargaan Sekaligus di Ajang Anugerah Diktisaintek 2024

Humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali bersinar di ajang nasional. Kali ini, Humas UMM berhasil membawa pulang penghargaan sebagai humas terbaik di ajang Anugerah Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) 2024 pada 13 Desember ini di Jakarta. Tak tanggung-tanggung, dua kategori berhasil dimenangkan yakni kategori pengelolaan media sosial dan laman website. “Tentu kami bersyukur bisa kembali meraih prestasi ini. Ini menjadi kali ketiga dan berturut-turut UMM meraih penghargaan serupa. Menariknya, kali ini Humas UMM mendapatkan dua kategori penghargaan sekaligus, pada katagori laman dan media sosial,” jelas Kepala Humas UMM Dr. M. Isnaini, M.Pd. Lebih lanjut, ia juga menyebut bahwa prestasi itu merupakan pengakuan dari pemerintah atas kinerja yang sudah dilakukan Humas UMM. Dalam hal ini melalui program dan ajang yang digelar Kemdiktisaintek. Menurutnya, Humas UMM telah banyak menyuarakan dan mendukung program-program yang dicanangkan Rektor UMM serta menyelaraskannya dengan program garapan pemerintah. “Kemenangan ini juga tak lepas dari upaya kami dalam mengusahakan publikasi yang terukur dan menyesuaikan kebutuhan publik. Misalnya membagikan konten menarik untuk Gen Z melalui Instagram maupun TikTok hingga rilis pemberitaan yang memiliki nilai scientific news, dikemas sesuai dengan tren selesa gen Z,” katanya menjelaskan. Pria yang kerap disapa Krisna itu juga menyinggung bagaimana tim Humas mampu secara konsisten mempublikasikan program unggulan UMM seperti Center of Excellence (CoE) maupun Center for Future Work (CFW). Ini semakin meneguhkan UMM sebagai kampus center or future work. Selain itu juga selalu konsisten menyingkronkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam berbagai kegiatannya. Bahkan juga bagaimana pengabdian yang dilakukan pada masyarakat, misalnya melalui program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M). ”Satu hal lain yang tak kalah penting adalah bagaimana UMM bisa menjadi rujukan kampus mandiri. Lantaran Memiliki belasan unit bisnis menjadi bukti nyata. Mulai dari tiga hotel, taman rekreasi, bank, bengkel, SPBU, rumah sakit, dan lainnya. Sehingga tidak seratur persen bergantung pada mahasiswa. Ini menjadi bukti dan komitmen UMM menjadi pelopor kampus mandiri,” pungkas Krisna mengakhiri. (will)
Teliti Pengaruh Self-Esteem pada Pembelian Impulsif, Tim UMM Menang Kompetisi

Di zaman yang sudah serba canggih seperti saat ini, terjadi peningkatan signifikan pembelian barang di e-commerce. Menariknya, perilaku belanja impulsif ini sering terjadi pada wanita. Melihat hal tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merasa hal ini harus diperhatikan dengan serius. Akhirnya, mereka mengeksplorasi pengaruh self-esteem terhadap kecenderungan belanja impulsif pada wanita, terutama yang terjadi pada acara twin date atau tanggal kembar di Malang. Riset ini berhasil mendapatkan juara dua di ajang Pimtanas 2024. Salah satu mahasiswa Asri menjelaskan, riset ini terinspirasi oleh fenomena twin date yang merupakan acara tahunan yang digelar setiap bulan dan memberikan diskon besar-besaran untuk produk-produk e-commerce. “Kami terinspirasi dari adanya twin date yang jadi fenomena naiknya pembelian di e-commerce. Kami ingin mengetahui bagaimana pengaruh event-event ini terhadap self-esteem pada wanita,” ungkapnya. Riset tersebut menyoroti pentingnya self-esteem dalam mempengaruhi perilaku berbelanja pada masyarakat. Adapun self-esteem adalah harga diri atau pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri, sementara impulsive buying atau pembelian impulsif adalah tindakan membeli barang secara berlebihan tanpa memikirkan manfaatnya terlebih dahulu. Dari data yang sudah mereka kumpulkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi self-esteem pada wanita di Malang Raya, terutama dalam konteks belanja online. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan emosional atau status sosial sering kali terkait erat dengan cara wanita memandang diri mereka sendiri. “Kami menemukan bahwa belanja online menjadi sarana bagi banyak wanita untuk mengekspresikan gaya hidup atau status sosial. Misalnya dengan membeli barang yang bermerek atau mengikuti tren terbaru yang dapat meningkatkan rasa harga diri. Apalagi jika produk tersebut dianggap sebagai simbol status. Dalam proses penelitian tersebut, mereka menghadapi berbagai tantangan seperti jadwal kuliah yang bertabrakan dan lainnya. Meski begitu, mereka sukses memberikan hasil yang memuaskan. Lebih lanjut, Asri ingin riset yang sudah dilakukan dapat memberikan wawasan bagi banyak orang untuk merancang pengeluaran belanja. Terutama untuk membendung perilaku belanja impulsif myang disebabkan rendahnya self-esteem. “Kami berharap para wanita, khususnya di Malang Raya bisa lebih bijak dalam melakukan pembelian ketika dihadapkan dengan promo-promo di tanggal kembar. Kami juga ingin pembaca memahami bagaimana tingkat self-esteem mempengaruhi kecenderungan mereka untuk membeli barang secara impulsif,” tutupnya. (nam/wil)
Seberapa Bagus Terapi Butterfly Hug? Begini Hasil Riset Mahasiswa UMM

Dalam beberapa tahun terakhir, perilaku self-harm (melukai diri sendiri) di kalangan pelajar di Indonesia, termasuk di Malang, semakin bertambah dan sangat mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan dari tekanan emosional, permasalahan sosial, serta pengaruh dari media sosial sehingga membuat banyak remaja merasa terisolasi dan cemas. Di lain sisi, sebuah penelitian inovatif yang dilakukan oleh tim Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prodi Psikologi dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Sosial Humaniora (PKM RSH) membawa secercah harapan baru. Melalui teknik terapi “Butterfly Hug,” tim dari UMM berusaha mengatasi masalah perilaku self-harm dengan cara yang lebih positif dan mudah diterima oleh pelajar. Gagasan yang sangat inovatif ini terinspirasi dari drama Korea yang berjudul “Its Okay Not to Be Okay”. Tak disangka, gagasan tersebut dapat membawa tim UMM menjadi juara ke-3 pada ajang PIMTANAS bulan lalu. “Awalnya, kami telah menemukan fenomena yang ingin kami angkat, yakni tingginya angka perilaku self-harm di kalangan pelajar di Malang. Namun, kami belum menemukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya. Kemudian, salah satu teman kami teringat pada sebuah teknik terapi yang diperkenalkan dalam drama Korea Its Okay Not to Be Okay yaitu Butterfly Hug,” kata Wahyuddin Fahrurrijal. Ia tidak sendiri dalam menjalankan penelitian ini. Ia ditemani Ramadani Nur Pratiwi, Maulidatul Aisyah dan Anisa Nur Akhidah. Mereka merupakan mahasiwa psikologi UMM yang didampingi Ahmad Sulaiman S.Psi., M.Ed. Adapun Butterfly Hug, yang dalam bahasa Indonesia berarti “pelukan kupu-kupu,” awalnya dikenal sebagai teknik relaksasi yang digunakan untuk mengurangi kecemasan dan stres. Dalam drama tersebut, karakter utama menggunakannya sebagai salah satu cara untuk mengelola perasaan traumatis dan depresif. Teknik ini kemudian diadaptasi oleh tim kami untuk dijadikan solusi alternatif bagi pelajar di Malang yang seringkali merasa tertekan dengan berbagai masalah, baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun pergaulan. Butterfly Hug adalah salah satu bentuk meditasi yang melibatkan pemelukan diri sendiri. Teknik ini terbilang sederhana, namun efektif untuk menenangkan perasaan dan membantu individu mengatur emosi mereka. Caranya pun sangat mudah, yaitu dengan menyilangkan kedua tangan di depan tubuh dan memeluk bahu sendiri. Kemudian, peserta diminta untuk menutup mata perlahan sambil melakukan pengaturan napas menggunakan teknik “4-4-4” (tarik napas dalam 4 detik, tahan selama 4 detik, dan hembuskan selama 4 detik). Proses ini dapat dilakukan berulang-ulang sampai individu merasa lebih tenang dan nyaman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim itu, terapi Butterfly Hug terbukti efektif dalam meningkatkan self-acceptance pada pelajar yang sebelumnya terlibat dalam perilaku self-harm. Teknik ini memberi mereka alat untuk mengelola perasaan mereka secara lebih positif, sehingga mereka dapat mengurangi perilaku melukai diri sendiri. “Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan tim kami, beberapa faktor utama yang menyebabkan pelajar melakukan perilaku self-harm adalah masalah keluarga, tekanan sosial di lingkungan teman sebaya, serta pengaruh media sosial. Masalah keluarga yang tidak terselesaikan seringkali menjadi pemicu utama. Pelajar merasa tidak mendapatkan dukungan dari keluarga, yang menyebabkan mereka merasa tertekan dan kesepian,” jelas Wahyu. Selain itu, masalah hubungan pertemanan juga bisa memperburuk keadaan, karena mereka merasa tidak mampu menyelesaikan masalah emosional mereka dengan teman-teman. Namun, faktor yang paling dominan adalah pengaruh dari media sosial. Banyak pelajar yang terjebak dalam tren di dunia maya, dan melakukan self-harm untuk menunjukkan kesedihan atau untuk mendapatkan perhatian dari banyak orang. Dalam melakukan penelitian ini, mereka mendapati tantangan yang cukup intens. Apalagi ini merupakan topik yang cukup sensitif sehingga perlu adanya kehati-hatian dalam menyampaikan dan menengahi topik. Lebih jauh lagi, mereka berharapa seluruh pihak, mulai dari sekolah hingga orang tua, dapat bekerja sama untuk memberikan dukungan yang lebih baik kepada pelajar yang sedang menghadapi masalah kesehatan mental. “Kami juga ingin Butterfly Hug dapat menjadi teknik terapi yang lebih dikenal dan diterima luas di kalangan pelajar,” katanya menambahkan. (*/wil)
Dosen UMM Beri Pandangan terkait Kasus Viral Penjual es dengan Pendakwah

Menyikapi kontoversi yang melibatkan tokoh agama dengan seorang pedagang bakul es teh yang sedang viral, Dosen Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Agus Supriyadi, Lc, M.H.I. menekankan pentingnya mengimplementasikan prinsi-prinsip dasar dalam berdakwah yakni Islam rahmatan lil alamin, agama Allah yang dihiasi kedamaian dan kasih sayang di dalamnya. Tertata secara sistematis, Islam mengatur seluruh aspek kehidupan duniawi maupun akhirat. Mengutip penjelasan dalam kitab “Ushulud Dakwah”, Agus menyebut ada empat prinsip dasar dalam berdakwah yang harus dijaga. Di antaranya pemilihan tema dan materi dakwah, karakteristik pendakwah (da’i), siapa objek dakwah (mad’u), serta strategi atau metode yang digunakan dalam berdakwah. Sejatinya, tujuan dakwah adalah mampu menemani, mengayomi dan memberikan kasih sayang secara lemah lembut tapi tetap tegas. Seorang pendakwah wajib hukumnya kaya atau mampu secara penguasaan materi, menyesuaikan metode penyampaian materi dan dirinya dengan segmentasi objek dakwah. Menurutnya, tak hanya unggul secara kecerdasan kognitif, kepandaian dalam beretika juga harus dimiliki oleh seorang da’iatau mubaligh (pendakwah) dalam mentransfer pesan yang ada. “Kedua unsur penting tersebut saling terikat dan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan dalam berdakwah. Karena sebagus apapun retorika seorang pendakwah, jika tidak dibarengi dengan etika, pesan dakwahnya tidak akan masuk ke hati objek dakwah,” tegasnya. Lebih lanjut, belajar dari kasus tersebut, Agus mengungkapkan penting bagi para pendakwah untuk menghindari stigma negatif. Maksudnya, pendakwah harus mampu menjaga sikap dan diksi yang dipilih dalam menyampaikan materinya. Seperti tidak mengandung unsur merendahkan diri seseorang baik, secara fisik atau profesi sehingga menyakiti perasaan dan membuat stigma negatif terhadap dirinya. Hal ini juga bertentangan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 13, yang mana kemuliaan seseorang disisi Allah, tidak cukup dinilai hanya dari yang tampak (dzohir) seperti fisik atau profesi saja. Namun, kemuliaan seorang hamba dinilai dari ketaqwaannya kepada Allah SWT. Di samping itu, Ia juga mengatakan bahwa peran dakwah sejati adalah untuk menyatukan, bukan memecah belah dan menjauhkan satu dengan yang lain. Seperti hadits Rasulullah SAW ‘Barang siapa yang tidak mampu memberikan kasih sayang kepada orang lain, maka ia juga tidak akan mendapatkan kasih sayang dari orang lain’. Sebaliknya, setelah kegiatan dakwah tersebut banyak hujatan serta komentar negatif yang berimbas memecah persaudaraan. “Adapun humor dalam dakwah merupakan salah satu metode untuk menyegarkan suasana atau mendidik dengan konten yang bijak dan tidak menyinggung orang lain. Jangan sampai humor malah menjadi cara menghina orang lain,” ungkapnya. Meski begitu, respon publik tidak perlu berlebihan kepada penjual es teh. Menurutnya, hal itu malah menciptakan mental peminta-minta. Bahkan kini makin banyak penjual es teh di pengajian-pengajian yang menjajakan dagangannya dengan harapan bisa diborong oleh pendakwah. Begitupun dengan hujatan-hujatan berlebihan yang mengarah pada Gus Miftah. Kritik dan refleksi diri memang diperlukan agar ke depan bisa lebih baik. Apalagi Gus Miftah juga sudah meminta maaf dan bertanggungjawab atas ucapannya, bahkan mundur dari jabatan utusan presiden. Terakhir, Agus menegaskan peran kuat refleksi diri setelah berdakwah. Ia juga berharap, dunia dakwah Islam di Indonesia kedepannya semakin maju dengan materi-materi membangun secara berkelanjutan. Kemudian, pemilihan metode atau strategi harus sesuai dengan segmentasi. “Perlu kita ingat bersama bahwa metode dakwah itu memang penting. Tapi bukan menjadi satu-satunya ukuran kesuksesan dari buah dakwah itu sendiri. Kesusksesan dakwah dapat dilihat dari efek positif yang dirasakan oleh keduanya (pendakwah dan objek dakwah),” pesannya. (din/wil)
Dua Film karya Dosen UMM Ini Menang di Festival Film Jatim

Novin Wibowo, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil mencetak prestasi gemilang dengan meraih dua penghargaan sekaligus di ajang Kompetisi Film Asli Jawa Timur (Komfilasi) Jawa Timur. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur ini berlangsung meriah di Gedung Cak Durasim, Surabaya, pada 8 Desember lalu. Novin berhasil menyabet Juara 1 untuk film “Kepaten Obor” dan Juara 3 untuk film “Mbiyodo”. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, dan disaksikan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Adapun Komfilasi sendiri merupakan ajang kompetisi film yang melibatkan 89 karya dari sineas Jawa Timur. Film-film yang masuk diseleksi secara ketat oleh tim kurator dari unsur akademisi, media, pembuat film, budayawan, dan pemerintah. Penilaian akhir dilakukan oleh juri utama, yaitu aktris Marcella Zalianty dan Prisia Nasution, serta juri kehormatan, Arumi Bachsin. Salah satu film Novin, film “Kepaten Obor”yang menjadi juara pertama, bercerita tentang perjalanan seorang anak perempuan bernama Betari yang mencari keberadaan ibunya, Lastri, seorang perempuan asli Tengger. Cerita ini menyuguhkan pergulatan emosional antara ibu dan anak, dengan latar indah Gunung Bromo yang menjadi daya tarik visual film tersebut. “Film ini tidak hanya mengangkat keindahan alam, tetapi juga nilai budaya dan emosi yang menyentuh. Jadi ada banyak hal yang menarik,” ujar Novin menjelaskan. Film ini diproduksi oleh Raya Media Creative dengan Novin sebagai produser, Lukman Hakim sebagai sutradara, dan Arai Amelya sebagai penulis skenario. Proses produksi berlangsung selama tiga bulan dengan melibatkan 45 kru film dan tiga pemeran utama. Sebelumnya, ide cerita film ini telah memenangkan kompetisi pitchdeck “Layar Perempuan” yang diselenggarakan Indonesiana TV, menyisihkan ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Selain di Komfilasi, karya Novin lainnya, “Majestic Rhythm”, juga tengah berlaga di ajang internasional Japan World’s Tourism Film Festival di Okayama, Jepang. Film ini merupakan bagian dari program Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, yang mengangkat keindahan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. “Ini adalah langkah kami untuk membawa cerita-cerita lokal Indonesia ke panggung dunia,” kata Novin. Dengan berbagai penghargaan dan karya yang dihasilkan, Novin Wibowo menjadi salah satu sineas yang konsisten mengangkat potensi budaya dan keindahan Indonesia melalui film. Prestasinya di ajang Komfilasi ini sekaligus membuktikan bahwa karya sineas lokal Jawa Timur mampu bersaing dan diakui di tingkat nasional maupun internasional. (*/wil)