Ribuan Siswa Unggul akan Bersaing pada ME Awards di UMM

Ribuan siswa-siswi dan sekolah Muhammadiyah dari penjuru daerah akan unjuk gigi dan bersaing dalam Muhammadiyah Education (ME) Award, 20 Oktober nanti. Tahun ini, ajang bergengsi tersebut akan dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan menyediakan lebih dari 18 cabang lomba yang menarik. Adapun ME Award merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan karya para siswa. Koordinator dari UMM Masyhud, M.Pd. mengatakan, berbagai fasilitas dan sarana prasarana di UMM sudah sangat untuk mewadahi kompetisi ini. Apalagi Kampus Putih memang seringkali menajdi tuan rumah berbagai acara menarik. Bukan hanya agenda level nasional, tapi juga internasional. Dengan mengusung tema ‘The Rise of Muhammadiyah Youth Generation for Future Leader’, ME Award beruapa untuk mengapresiasi kontribusi dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh generasi muda Muhammadiyah dalam dunia pendidikan. “Para peserta yang ikut merupakan siswa dan siswi, guru, kepala sekolah, sekolah, hingga tenaga kependidikan Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Terhitung ada lebih dari 18 cabang yang dilombakan dan dieprebutkan,” katanya. Beberapa cabang lomba yang menarik di antaranya animasi dan robotika. Keduanya merupakan skill yang sangat dibutuhkan, terutama di era digital seperti sekarang. Kemudian ada juga kompetisi business plan yang diharapkan bisa memberikan output usaha-usaha menarik yang bisa dijalankan oleh warga sekolah Muhammadiyah. Selain itu adapula cabang matematika, fisika, tahfiz, pidato bahasa arab, pidat bahasa inggris dan lainnya. “Dalam ME Award, juga ada cabang yang khusus untuk sekolah. Misalnya saja lomba school magazine, websote, kepala skeolah berprestasi, guru berprestasi, hingga inovas media pembelajaran digital. Semoga di ME Award kita bisa menemukan banyak bibit-bibit unggul yang bisa menjadi pemimpin masa depan di bidangnya masing-masing,” pungkas Masyhud mengakhiri. (wil)
Simposium Bencana di UMM Beri Cara Atasi Bencana

WHO serta organisasi luar negeri seharusnya belajar penanganan bencana dan kesehatan kepada Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Sumarjaya selaku Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI dalam agenda Simposium Nasional Kebencanaan 2024 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 16 Oktober lalu. Dalam agenda ini, turut hadir berbagai peserta dari kalangan mahasiswa dan praktisi bidang sosiologi, keperawatan, farmasi, kedokteran, dan lain-lain. Lebih lanjut, Sumarjaya mengatakan, kehadiran bencana selalu berkaitan dengan kesehatan. Maka hal tersebut harus selalu diperhatikan. Ia juga menjelaskan krisis kesehatan merupakan hasil dari bencana alam, non alam serta sosial yang berdampak pada kesehatan. Apalagi jika terjadi bencana selalu menghasilkan korban-korban, akses layanan yang terganggu, adanya keterbatasan SDM, dan lainnya. Selanjutnya ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya memiliki program tenaga cadangan kesehatan. Program ini berisikan SDM terlatih yang telah disiapkan pada saat pra krisis. Mereka dilatih sesuai dengan standart yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Di dalam SDM itu juga ada relawan dan para ahli penugasan yang berasal dari non kesehatan serta kesehatan. Saat ini ada sebanyak 17.500 anggota yang telah bergabung dalam program tenaga cadangan kesehatan di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sudah cukup baik dalam menangani bencana. “Indonesia punya segala fenomena bencana seperti gempa, erupsi, banjir, tsunami, tanah longsor dan lain sebagainya. Maka dari itu, salah apabila kita harus belajar cara penanganan bencana ke luar negeri. Seharusnya mereka yang belajar kepada kita mengenai penanganan bencana tersebut. Saya juga sampaikan terimakasih kepada MDMC. Melalui Dokter Corona, MDMC turut berpartisipasi dalam proses pembentukan program tenaga cadangan kesehatan,” tambahnya, Di sisi lain, Prasinta Dewi selaku Deputi Bidang Pencegahan BNBP mengatakan bahwa telah terjadi 1.560 bencana di Indonesia pada rentang bulan Januari hingga Oktober 2024 yang tentunya menelan banyak korban. Menurutnya, fenomena bencana-bencana ini didorong adanya hidrometologi basah yang mengakibatkan banjir, cuaca ekstrim, juga kebakaran hutan ataupun lahan. Menurut The World Risk Index 2024, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara paling rentan mengalami ancaman bencana dari 193 negara lainnya. Sehingga, Indonesia menjadi salah satu laboratorium kebencanaan untuk mengkaji berbagai resiko bencana. Sebagai penutup, Sinta mengatakan bahwa kolaborasi dengan pemerintah dalam penanggulangan bencana sangat penting untuk memitigasi dampak bencana dan mempercepat pemulihan. “Peran Indonesia bukan hanya ada di tingkat nasional, tetapi juga tingkat internasional. Seperti halnya Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada negara Palestina dan Sudan sebanyak 14 kali pengiriman bantuan dalam kurung waktu dua tahun terakhir. Ini adalah bentuk kepeduliaan Indonesia,” pungkasnya. (zaf/wil)
UMM Lima Besar Kampus Terbaik Indonesia Bidang Kualitas Riset

Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, UMM sukses masuk lima besar kampus dengan kualitas riset terbaik di Indonesia, tepatnya pada posisi keempat. Penilaian ini berdasarkan pemeringkatan World University Rankings (WUR) 2025 yang dirilis oleh Times Higher Education (THE). Kualitas riset UMM sukses mengungguli berbagai kampus negeri maupun swasta se-Indonesia. Adapun untuk ranking semua aspek, Kampus Putih berada di peringkat delapan belas Indonesia. Dalam pemeringkatan itu, UMM memperoleh skor 39,6 pada aspek riset. Wakil Rektor IV UMM Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi, Ph.D. menjelaskan penialian kualitas riset menjadi dimensi penting dalam pemeringkatan WUR 2025 tersebut. Bahkan THE memberikan bobot paling besar pada aspek terkait. Ada empat indikator yang diukur dalam aspek riset yakni citation impact, research strength, research excellence, dan research influence. “Raihan ini membuktikan bahwa riset-riset yang dikerjakan dan diproduksi oleh sivitas akademika UMM memiliki kualitas yang mumpuni. Tidak hanya banyak menciptakan riset tapi benar-benar memiliki nilai yang baik untuk memberikan solusi bagi masyarakat,” katanya. Adapun keempat indikator di atas mengukur seberapa besar kontribusi akademik universitas terhadap penelitian. Selain itu juga seberapa besar dampaknya secara global. Poin-poin terkait juga menggambarkan kemampuan kampus dalam menghasilkan penelitian dengan kualitas tinggi. Berbagai riset yang dilakukan harus diakui oleh sivitas akademika internasional. Kemudian juga harus mampu memberikan efek bagi perkembangan ilmu pengetahuan di masing-masing bidang. Salis berharap, capaian ini bisa menjadi bahan bakar warga UMM untuk terus meningkatkan kualitas. Dengan begitu, seiring berjalannya waktu Kampus Putih mampu mendapatkan berbagai rekognisi nasional maupun internasional lainnya. “Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi Kampus Putih UMM dan Muhammadiyah dalam membangun pendidikan dan kampus yang berkualitas serta unggul. Ini juga menjadi angin segar bagi seluruh warga Muhammadiyah yang sudah berjuang memajukan pendidikan bagi bangsa,” katanya mengakhiri. (wil)
Safari RBC di Madura: Sediakan Ratusan Buku Menarik

Ruang Baca Cerdas Institute Universitas Muhammadiyah Malang dan PPI AMF melanjutkan agenda Safari Literasi. Kali ini mereka berkunjung ke dua sekolah di Jawa Timur, pertama ke SD Muhammadiyah 1 Candi dan Perguruan Muhammadiyah di Bangkalan. Kegiatan ini adalah kelanjutan dari safari literasi yang sukses dilaksanakan di Surabaya. Ratusan buku dihadirkan untuk merangsang minat baca para siswa, terutama untuk menanamkan kecintaan membaca di kalangan pelajar. Direktur Eksekutif RBC Subhan Setowara MA mengatakan, rangkaian safari ini memang sudah dilaksanakan timnya secara rutin. Tidak hanya di wilayah Malang, tapi juga berbagai kota bahkan berbagai provinsi lainnya. Mobil Terbang, sebagai bagian dari kegiatan ini, membawa koleksi buku yang beragam dan menarik. Mulai dari buku-buku novel, cerita bergambar, hingga motivasi-motivasi. Sehingga anak-anak sangat antusias untuk menjelajahi buku-buku yang disediakan. Salah satu daya tarik utama dari safari literasi ini adalah sesi baca bersama dan fun games berhadiah. Kegiatan ini tidak hanya menambah keseruan, tetapi juga memotivasi adik-adik untuk lebih mengenal dan mencintai dunia literasi. Anak-anak tampak bersemangat mengikuti setiap permainan dan aktivitas. Bermian bola, tali, dan tebak-tebakan. Hal ini menunjukkan bahwa belajar bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Subhan berharap, melalui safari literasi ini, anak-anak dapat menemukan kecintaan terhadap membaca yang akan membawa mereka jauh ke depan. Literasi adalah kunci untuk membuka banyak pintu kesempatan. Dengan kegiatan ini, kami ingin mendorong mereka untuk tidak hanya menjadi pembaca yang baik, tetapi juga penulis dan pemikir kritis di masa depan. Apalagi melihat peringkat PISA Indonesia yang hanya bertengger di posisi 7 se-ASEAN. Adapun PISA merupakan survey yang mengukur numerasi, literasi, dan bahasa. “Ini menjadi upaya kami untuk bisa membantu meningkatkan literasi. Namun, usaha kami tidak cukup, maka kami mengajak pihak-pihak lain untuk bisa melakukan hal yang sama. Semoga inisiatif RBC dan PPI AMF mendatangkan mobil membaca bisa dicontoh dan ditiru oleh institusi lain,” katanya. Sementara itu, salah satu siswa asal Bangkalan Adinda senang ada mobil buku yang datang ke sekolahnya. Apalagi ada beberapa buku yang sangat ia baca tapi susah mendapatkan aksesnya. Misalnya buku-buku Harry Potter yang punya sederet seri. “Semoga mobil membaca seperti ini bisa datang lagi ke sini karena kalau satu hari rasanya kurang. Terimakasih RBC UMM dan PPI AMF sudah mengunjungi sekolah kami,” pungkasnya berharap. (*/wil)
ICEdu UMM Bahas Inovasi Pendidikan di Era Digital

Ada tiga tantangan yang harus diselesaikan pendidikan Indonesia agar bisa mencapai Indonesia emas 2045. Hal itu ditegaskan Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. saat membuka international conference on education (ICEdu) 2024. Turut hadir lebih dari 50 pembicara dari berbagai negara untuk memberikan sumbangsih dalam dunia pendidikan dalam konferensi internasional bertajuk ‘Innovations in Education: Nurturing Critical Thinking and Global Citizenship’ tersebut. Lebih lanjut, Salis mengatakan bahwa ia sudah berdiskusi dengan beberapa profesor pendidikan terkait tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia saat ini. Pertama, yakni bagaimana pendidikan bisa mengadapi era digital 5.0 yang membutuhkan literasi digital mumpuni. Tidak hanya cukup pada hal dasar, tpai harus benar-benar menguasainya. Kemudian yang kedua yakni meningkatkan tingkat literasi, numerasi, dan bahasa. Berdasarkan survey PISA, Indonesia menempati peringkat ke 7 se-ASEAN. Bahkan Malaysia mengungguli Indonesia dan bertengger di posisi 5. “Terakhir, saya dengan perdana menteri Malaysia ingin melakukan perubahan revolusioner di bidang pendidikan, terutama di level dasar,” kata Salis. Tantangan ketiga yakni pengembangan karakter. Berdasarkan data, jumalah anak muda memiliki kesehatan mental yang buruk. Bahkan sebagian juga melakukan penyiksaan diri sendiri, kecanduan gawai, hingga berlebihan bermain gim. Ini akan berefek pada aspek kemampuan menyerap pengetahun dalam proses edukasi. “Adapun UMM juga sudah melakukan berbagai upaya untuk bisa mengatasi tiga tantangan tersebut. Salah satunya dengan membekali mahasiswanya dengan kemampuan bahasa yang mumpuni, termasuk bahasa pemrograman coding. Sehingga mereka bsia beradaptasi dengan dunia digital,” tegas Salis. Sementara itu, hadir Ass. Prof. Lynde Tan dari Western Sydney University, Australia yang menjelaskan mengenai penggunaan Augmented Reality (AR) dalam literasi dasar yang sesuai dengan tantangan pendidikan Indonesia. Berdasarkan penelitiannya, Lynde menjelaskan bahwa para murid yang ada di risetnya merupakan mereka yang berasal dari golongan sosial-ekonomi yang rendah. Sehingga emreka juga tak punya privelese akses ke sumber daya digital. “Saya melihat bagaimana gim-gim seperti Pokemon Go bisa sangat interaktif. Saya merasa bahwa ini bisa menjadi gerbang pendidik bahasa dan literasi untuk memastikan bahwa siswa-siswi mereka memiliki skill-skill yang mumpuni. Terutama untuk menghadapi dunia digital yang serba kompleks,” katanya. Dalam kesempatan itu, Lynde Tan juga menunjukkan bagaimana menggunakan AR secara praktis di sekolah. Misalnya yang sudah ia lakukan seperti menghadirkan binatang-binatang dan kebun binatang di sekolah melalui teknologi AR. “Maka guru yang mampu menggunakan teknologi dengan efektif perlu memastikan bahwa mereka benar-benar bisa mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan content knowledge,” tegasnya mengakhiri. Adapun para konferensi internasional itu, hadir sederet pembicara ahli yang menyampaikan berbagai penelitian menarik. Mulai dari Rima Sotlikova Ph.D. dari Webster University in Tashkent, Brian Fairman, Ph.D dari James Cook University, Australia, Ass. Prof. Aziah Ismail dari Malaysia, serta Prof. Dwi Poedjiastutie dan Prof. Mohammad Syaifuddin dari UMM. (wil)
Keren, UMM Luncurkan Pusdiklat Kebencanaan Bidang Kesehatan

Gebrakan kembali dihadirkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, UMM meluncurkan pusat pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) kebencanaan bidang kesehatan pada 16 Oktober ini. Kehadiran Pusdiklat ini semakin memperkuat kiprah Kampus Putih yang senantiasa hadir membantu masyarakat ketika mengalami bencana. Mulai dari banjir, gempa, longsor, letusan gunung berapi dan lainnya. Terkait peluncuran ini, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si menjelaskan bahwa pusdiklat ini akan membahas danmelaksanakan mulai dari hulu hingga hilir. Tidak hanya fokus pada materi dan diskusi maupun pemikiran saja, tapi juga benar-benar bertindak dalam mengantisipasi serta mengendalikan efek bencana. “Launching dan simposium ini diharapkan bisa memberikan wawasan baru, inspirasi, dan kesiapan dalam menanggulangi serta recovery terhadap efek bencana yang muncul. Menurut saja, segala hal yang terjadi karena alam maupun kelalaian manusia, perlu diukur sejauh mana kemampuan kita dalam menanggulanginya,” katanya. Nazar, sapaan akrabnya bercerita bahwa upaya antisipasi memang harus diperhatikan. Dia memberikan contoh bagaimana semua gedung dan sarana di UMM sudah diasuransikan. Kemudian, Kampus Putih juga sudah memiliki mekanisme jika terjadi bencana. Mulai dari titik kumpul, alur evakuasi, dan lain sebagainya. Peluncuran pusdiklat kebencanaan bidang kesehatan ini tak lepas dari kiprah dan upaya yang sudah dilakukan UMM. Salah satunya bagaimana rumah sakit umum miliki UMM mampu menangani Covid-19 yang terjadi beberapa tahun lalu. Mereka sukses membantu menekan angka penyebaran virus dan meningkatkan potensi kesmebuhan pasien. Bahkan RSU UMM sukses mendapatkan penghargaan dari pemerintah Jawa Timur. “Saat Covid-19, kami memiliki sistem yang baik dalam menanganinya. Di antaranya menyediakan tempat untuk isolasi, menyediakan vitamin, atap RS untuk ebrjemur, hingga teknik pengambilan maupun mengirim logistik. Bahkan kami juga sudah membuat APD sendiri. Maka kehadiran Pusdiklat ini tentu akan memperkuat sistem dan kiprah UMM,” katanya. Adapun UMM juga memiliki komunitas bencana, yakni mahasiswa relawan siaga bencana (Maharesigana) yang sudah sejak lama turun ke berbagai lokasi kebencanaan, Membantu berbagai warga, tidak hanya di hal-hal fisik, tapi juga membantu para korban bencana untuk bangkit secara psikologis. Sarana dna prasarana Pusdiklat ini juga sangat baik. Mampu menyediakan rusunawa, SDM unggul maharesigana, tim dokter RS UMM, hingga melibatkan MDMC Muhammadiyah. Dilengkapi dengan sarana prasarana mumpuni, Pusdiklat UMM diharapakan jadi yang terdepan membantu sesama. (wil)
Mantan Rektor UMM Turut Dipanggil Prabowo Hari Ini

Presiden terpilih Prabowo Subianto hari ini kembali memanggil para calon menteri di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta. Tidak hanya para calon menteri, pemanggilan itu juga termasuk para calon wakil menteri dan kepala-kepala badan. Di dalamnya ada nama Fauzan, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Beberapa hari sebelumnya, Prabowo telah memanggil 49 calon menteri yang diharapkan bisa membantunya menjalankan pemerintahan Indonesia. Ada sederet nama seperti Erick Thohir, Sri Mulyani, Yusril Ihza Mahendra, Bahlil Lahadalia, dan lainnya yang turut meramaikan bursa calon menteri. Terkait pemanggilan mantan rektor UMM itu, Kepala Humas UMM Dr. M. Isnaini menerangkan bahwa Prof. Fauzan adalah guru besar UMM bidang pendidikan. Pemanggilan itu nampaknya tak lepas dari jejak panjang kontribusinya di bidang pendidikan selama dua periode menjadi rektor Kampus Putih. Beberapa programnya di antaranya Center of Excellence (CoE) dan Center for Future Work (CFW) yang menjembatani mahasiswa dan industri. Melahirkan SDM unggul yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Prof. Fauzan juga sukses menjalankan program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) yang berjalan di berbagai daerah. Program tersebut memberdayakan para pakar dari UMM untuk memberikan pendampingan berupa kontribusi langsung pada masyarakat. Terutama di bidang pangan yang sesuai dengan rencana-rencana Pak Prabowo untuk menjaga ketahanan pangan. Saya rasa program yang pernah dijalankan Prof. Fauzan selama menjadi rektor sangat match dengan program yang diusung Pak Prabowo,” kata Krisna, sapaan akrabnya. Adapun proses seleksi ini, menurut Prabowo, telah dilakukan sejak lama. Ia sudah mempelajari nama-nama yang akan bergabung ke dalam kabinetnya jauh sebelum nama-nama itu diundang ke Kertanegara. Pihaknya sudah melakukan pemantauan, diskusi, dan seleksi aga bisa menentukan calon terbaik. “Mereka juga sudah menyatakan kesediaan membantu saya,” kata Prabowo kepada media. Prabowo menjelaskan bahwa pemanggilan sederet nama hari ini untuk memastikan mereka bersedia membantunya. “Hari ini hanya untuk mengonfirmasi. Saya yakinkan mereka apakah bersedia membantu di bidang yang telah saya tawarkan,” tambahnya. Adanya nama Prof Fauzan di kediaman Prabowo menambah daftar panjang tokoh penting yang berpotensi masuk di struktur kabinet baru. Posisi menteri atau wakil menteri yang diduga akan diisi Prof. Fauzan merupakan jabatan strategis yang akan berperan penting dalam pendidikan tinggi, riset, dan teknologi. Posisi ini diharapkan bisa membantu melahirkan SDM unggul. (wil)
UMM Gandeng Konjen Istanbul untuk Pengembangan Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus melebarkan sayapnya di dunia internasional. Meski sudah memiliki kerjasama dengan beberapa universitas di Turki, namun UMM senantiasa menambah kolaborasi yang ada. Kali ini, hadir Konsul Jenderal RI di Istanbul Darianto Harsono pada 11 Oktober lalu di Kampus Putih. Kedua pihak membahas rencana kerjasama antara UMM dengan berbagai universitas di wilayah kerja KJRI Istanbul. Dalam kesempatan itu, Darsono tidak hanya memaparkan sosialisasi terkait pendidikan. Tetapi juga hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi, sosial, dan budaya di Turki. Ia menjelaskan, kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk sharing informasi terkait peningkatan kerjasama perguruan tinggi yang terakreditasi unggul di Istanbul Turki. Ia juga mengemban tanggung jawab untuk membina dan mempererat bilateral kedua negara yakni Indonesia dengan Turki, khususnya di wilayah Marmara. “Usia terbentuknya Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) ini terbilang masih muda yakni 11 tahun atau berdiri sejak 2013. Adanya sejarah diplomatik negara Indonesia dan Turki sejak 1950 membuat hubungan kedua negara ini erat selayaknya sesama saudara. Maka, bidang pendidikan juga menjadi hal yang bisa dikolaborasikan,” katanya. Saat ini, diplomasi budaya kerjasama akademik dengan perguruan tinggi sudah cukup banyak. Terdapat sekitar 700 mahasiswa Indonesia yang datang ke turki dengan berbagai background yang berbeda. Maka, pihaknya memang harus bisa mengarahkan mereka untuk berkuliah di mana dengan berkerjasama di wilayah mana. Maka dari itu, Darsono dan tim memberikan daftar panjang perguruan tinggi di Istanbul dan sekitarnya yang terakreditasi unggul menurut KJRI. “Sehingga nantinya para mahasiswa dari Indonesia ini tidak masuk ke universitas yang belum jelas lokasi dan akreditasinya. Saat ini, banyak sekali agen-agen yang menawarkan perkuliahan di luar negeri tetapi ternyata mereka adalah penipu,” ucapnya. Darsono berpesan, adanya kesepakatan MoU yang telah disepakati bisa menjadi modal yang besar bagi semua pihak. Apalagi Turki memang menganggap Indonesia sebagai sadara sendiri sehingga diharapkan bisa muncul porgram-program yang bagus di masa depan. Ia menegaskan bahwa apabila ada kunjungan delegasi UMM, maka pihak KJRI akan siap menyambut di Istanbul. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang IV UMM Salis Yuniardi mengungkapkan bahwa kegiatan internasionalisasi di UMM terus-menerus ditingkatkan. Misalnya melalui kegiatan kuliah tamu dengan mengundang narasumber dari luar negeri, mengirim dosen dan mahasiswa ke luar negeri, serta menyiapkan kelas international. UMM juga memberikan target kepada beberapa prodi seperti ilmu komunikasi, manajemen, dan hubungan internasional untuk mulai membuka kelas internasional. Semua ini dilakukan untuk mewadahi minat mahasiswa asing untuk berkuliah di UMM serta mendorong. Apalagi jumlah pendaftar luar negeri juga terus bertambah setiap tahun. “Kampus-kampus Turki memang memiliki potensi yang besar untuk diajak kolabroasi dan kerjasama karena posisi mereka saat ini kuat dalam berbagai sektor. Peluang untuk masuk ke Turki juga mudah karena mereka selalu terbuka dengan negara lain terutama negara dengan sesama penduduk muslim. Maka tidak heran Turki selalu membuka beasiswa untuk warga negara asing,” pungkasnya. (zaf/wil)
Serunya Safari Literasi RBC UMM dan PPI Abdul Malik Fadjar

Dalam rangka meningkatkan minat baca di kalangan anak-anak, RBC Institute Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan PPI Abdul Malik Fadjar mengadakan perpustakaan keliling bertajuk “Safari Literasi”. Kegiatan ini menyambangi dua sekolah, yaitu SD Muhammadiyah 11 dan SD Muhammadiyah 4 Surabaya dengan serangkaian aktivitas menarik pada 10 Oktober. Agenda itu bertujuan untuk memupuk kecintaan anak-anak terhadap buku. Kegiatan itu diawali dengan sesi membaca bersama yang diikuti seluruh siswa-siswi secara bergantian. Para relawan dari RBC Institute membacakan cerita-cerita inspiratif dan interaktif, dilanjutkan dengan sesi read aloud di mana siswa-siswi turut serta membaca bersama. Antusiasme para siswa juga sangat terasa, di mana mereka menunjukkan ketertarikan yang tinggi. Tim RBC UMM Manda Dinastri mengtakan, banyak dari siswa yang sedang dengan kedatangan perpustakaan keliling. “Mereka juga sedih karena mobil perpustakaan ini hanya sebentar mampir ke sekolah-sekolah,” katanya. Tujuan mereka tidak hanya untuk memberikan akses buku, tetapi juga untuk mengajak anak-anak merasakan pengalaman membaca yang menyenangkan. “Kami percaya, dengan menghidupkan nilai-nilai luhur dari tokoh bangsa Abdul Malik Fadjar, kami dapat membangun karakter dan semangat generasi muda,” katanya. Tim RBC dan Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan memantik semangat membaca mereka. Apalagi membaca adalah jendela dunia yang akan membawa mereka ke tempat yang tak terbatas. Adapun kegiatan ini juga dilengkapi dengan mini games yang menguji pengetahuan dan kreativitas siswa. Mulai dari bermain bola, games tali, dan lain sebagainya. Mereka juga diberi pengetahuan tentang tokoh-tokoh inspiratif. (*/wil)
Lex di UMM Pamerkan Beragam Prototipe Alat Bantu Masyarakat

Learning Express (Lex) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali dilangsungkan. Program kolaborasi bersama Singapore Polytechnic tersebut kembali menghadirkan berbagai prototipe alat-alat untuk membantu masyarakat. Adapun kegiatan yang berlangsung selaam dua minggu tersebut ditutup dengan pameran prototipe pada 9 Oktober lalu. Kali ini, program Lex UMM berfokus pada industri kayu dan tumbuhan yang ada di Junrejo, Batu. Mahasiswa UMM dan Singapura diajak untuk membuat inovasi menarik yakni alat-alat seperti pengolahan sirkulasi udara limbah udara serbuk kayu, alat pembuat pupuk dari campuran serbuk kayu, produk makanan, hingga sistem pengeringan kentang menggunakan green house. Bahkan adapula penghisap debu serbuk kayu dan meja untuk para pengrajin kayu. Salah satu mahasiswa Singapura Bryan Sin menjelaskan salah satu alat yang sudah dibuatnya yakni greenhouse sebagai alat pengering kentang. Ide itu muncul karena keresahan pemilik UMKM produk kentang di lokasi. Yakni Kota Batu yang memiliki udara yang dingin dan lembab sehingga proses pengeringan bahan kentang tidak maksimal. “Sebelumnya, pemilik sempat megeringkan kentang menggunakan oven, tetapi karena hasil tekstur kentang tidak sesuai, mereka akhirnya tidak lagi menggunakannya,” tegasnya. Adalun protoupe greenhouse ini dilengkapi dengan alat pengering seperti blower yang bisa digunakan saat musim penghujan. Namun bisa beralih menggunakan sinar matahari jika berada di musim kemarau. Bryan juga merasa senang mengikuti program tersebut. Apalagi prototipenya juga berpotensi membantu UMKM setempat dalam memecahkan permasalahan. Adapun Lex menjadi program kolaborasi dan jembatan dalam menjalin kerjasama antara UMM dan Singapore Polytechnic. Program itu jug didesain untuk mendorong mahasiswa UMM dan SP dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang ditemukan dibeberapa desa yang ada di Malang serta Batu. Di sisi lain, Salah satu pengunjung Nabila Eka tertarik dengan berbagai alat yang dipamerkan. Selain bisa melihat ide-ide menarik, pameran tersebut juga bisa menjadi wadah untuk menggunakan bahasa Inggris karena harus berbicara dengan mahasiswa Singapura. “Prototipe yang paling menarik menurut saya adalah alat pembuat pupuk dari campuran serbuk kayu. Karena siapa sangka limbah serbuk kayu ternyata bisa dibuat menjadi campuran pupuk. Tentunya limbah tersebut dapat lebih dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” ucapnya. Adapun pengunjung acara pameran tersebut lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Hal itu tak lepas dari penungunjung yang terbuka untuk umum. Mulai dari siswa sekolah SD, SMP, SMA, warga, hingga mahasiswa. Apalagi dengan berbagai prototipe alat yang beragam dan menarik. (zaf/wil)