Viral Atlet Meninggal karena Henti Jantung, Begini Penjelasan Dosen UMM

Baru-baru ini dunia olahraga digemparkan dengan meninggalnya seorang atlet asal Tiongkok yang diduga mengalami henti jantung saat  bertanding di Indonesia. Hal ini menarik perhatian dr. Nur Kaputrin Dwigustiningrum selaku dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). “Atlet tersebut mengalami suatu kondisi yang dinamakan henti jantung. Sebagian besar kondisi ini disebabkan oleh gangguan irama jantung atau fibrilasi ventrikel disingkat v-fib, kondisi yang mengharuskan adanya penanganan cepat agar mendapatkan hasil yang baik. Semakin lama penanganan, maka semakin kecil pula peluang keberhasilan hidupnya,” tambah dokter yang akrab disapa Kaput tersebut. Dilihat dari segi keilmuan, meninggal mendadak pada seseorang saat berolahraga bisa disebabkan oleh dua hal yaitu henti jantung dan kondisi yang belum diketahui sebelumnya. Namun disisi lain kita juga harus memahami tanda-tanda kegawatan henti jantung secara dini, seperti adanya keluhan nyeri dada yaitu kondisi ketika dada terasa seperti tertusuk, perih atau tertekan sebelumnya. Sesak napas atau dyspnea adalah kondisi ketika seseorang merasakan kesulitan saat bernapas. Sementara, ketidaksadaran diri adalah ketika seseorang tidak mampu merespons orang dan aktivitas dan kejang adalah  kondisi yang ditandai dengan gerakan tubuh tidak terkendali akibat gangguan aktivitas listrik di otak. “Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan jika ada seseorang yang tidak sadarkan diri. Pertama, pastikan anda dan lingkungan dalam kondisi yang aman. Kedua, segera mengecek respon seseorang tersebut secara cepat, yakni dengan  melihat, mendengar dan merasakan nafas korban atau pasien dalam waktu 10 detik. Jika sudah terindikasi pasien tidak bernafas selama 10 detik maka harus segera melakukan penanganan dengan CPR singkatan dari cardiopulmonary resuscitation atau RJP (resusitasi jantung paru),” katanya. Adapun hal itu merupakan salah satu upaya pertolongan pertama gawat darurat secara medis yang dilakukan ketika ada seorang pasien henti jantung dengan cara pijat jantung atau kompresi dada. Tujuan kompresi dada yaitu untuk mengalirkan darah serta oksigen ke otak dan miokardium, yakni otot jantung yang berperan memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Jika tersedia Automated External Defibrillator (AED), maka segera gunakan alat tersebut. Kompresi dilakukan secara terus-menerus hingga bantuan tim medis datang. “Di akhir Kaput menyampaikan, hal itu dapat menjadi pengalaman dan pelaajaran bagi kita semua agar bisa belajar untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan. Sleain itu juga terkait cara mengenali kondisi kegawatan dan melakukan penanganan,” tutupnya. (dit/wil)

Dosen UMM Teliti Efek Terapi Alquran Untuk Penyintas Bencana Alam

Bencana alam maupun bencana yang terjadi akibat kecerobohan manusia pasti akan meninggalkan dampak emosional yang besar bagi para korbannya. Meski tidak mengalami cedera fisik yang serius, reaksi emosional akibat trauma ini bisa menyebabkan efek samping serius jika tidak ditangani dengan baik. Pun, banjir termasuk dalam disaster atau bencana yang kejadiannya tidak pernah terduga. Akibat dari tak terkendalinya banjir di Indonesia saat musim penghujan, Tutu April Ariani, SKp., M.Kes., Ph.D selaku dosen Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan penelitian keperawatan holistik dan pengajian Alquran serta dampaknya terhadap penyintas banjir di Indonesia. Bagaimanapun, mereka harus bisa mempertahankan mentalnya dalam keadaan yang terjepit, sekalipun pada saat banjir. Adapun manfaat yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah para korban bisa bertahan dalam keadaan terpaksa sekalipun terutama bencana. “Sebelumnya, saya telah melakukan review literatur dari berbagai jurnal internasional. Sampai akhirnya saya menemukan jumlah sesi yang efektif untuk dilakukan, yaitu delapan sesi,” ucap Tutu. Pada terapi ini, mereka membaca Alquran berulang-ulang dengan surah yang diinginkan. Dari hasil penelitiannya, Tutu menemukan bahwa terapi Alquran memiliki karakteristik yang sangat khas dan unik. Sebab, walaupun mereka tidak memahami makna surah yang dibaca, mereka tetap bisa mengungkapkan perasaan mereka dengan adanya ujian banjir yang selalu datang setiap tahunnya. Awalnya mereka terpaksa menerima keadaan pasca banjir, namun sekarang mereka bisa jauh lebih ikhlas menerima bencana yang ada. Awalnya, Tutu hanya melakukan terapi untuk korban banjir bandang. Namun setelah dievaluasi kembali, metode ini dapat digunakan untuk korban bencana yang lain. Dengan adanya terapi ini, reaksi para korban saat menghadapi bencana tidak seheboh sebelumnya. Jika terdapat pengumuman banjir dan bencana lainnya, mereka menjadi lebih ikhlas dan tahu harus melakukan apa. “Memang harus mengamankan diri saat bencana. Namun, setelah terapi mereka mengaku jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Alhamdulillah hal ini tidak hanya dirasakan oleh satu dua orang saja,” katanya. Penelitian Tutu ini dijalankan pada warga yang terbiasa mengalami banjir bandang tahunan atau annual di daerah Baleendah dan Dayeuhkolot, Jawa Barat. Banjir terjadi karena sungai buatan yang tidak dapat dialirkan dan berhenti di sekitar kawasan tersebut. “Terapi ini sementara memang dikhususkan untuk wanita berusia 18 hingga 67 tahun, karena biasanya mereka memiliki waktu yang paling fleksibel untuk terus melaksanakan terapi ini. Terapi ini harus dilakukan terus menerus dua kali dalam seminggu. Ini belum diterapkan pada warga masyarakat berjenis kelamin laki-laki karena khawatirnya mereka bekerja, dan tidak bisa konsisten mengikuti terapi. Karena jika tidak rutin, maka harus di drop out. Sehingga hanya didapatkan 17 orang yang rutin dan tidak meninggalkan sesi terapi,” pungkasnya. (wil)

Dosen UMM Gunakan Mikroba untuk Atasi Limbah Cair Domestik

Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi, limbah domestik yang dihasilkan oleh masyarakat semakin mengkhawatirkan. Dampak limbah cair yang sebagian besar berasal dari rumah tangga ini tidak hanya menyebabkan pencemaran lingkungan, tetapi juga membawa berbagai penyakit menular melalui air yang terkontaminasi. Menyikapi permasalahan ini, Dr. Lud Waluyo, M. Kes. selaku dosen Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut memberikan sebuah inovasi dalam mengatasi limbah cair domestik melalui pemanfaatan mikroba. “Limbah cair domestik memerlukan penanganan khusus. Limbah ini harus dikontrol dan diolah sebelum dibuang agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan, terutama karena kandungan bahan kimia berbahaya di dalamnya,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menyebut bahwa limbah rumah tangga mengandung sisa-sisa buangan yang mudah diuraikan dan juga tidak mudah diuraikan. Adapun zat yang tidak mudah terurai adalah zat pembunuh kuman dan serangga, sisa detergen dan pestisida. Maka dari itu, memerlukan pendekatan khusus untuk diuraikan secara efektif. Secara mikrobiologi, salah satu upaya menangani hal tersebut adalah dengan memanfaatkan isolat mikroba asli (indigen) yang berpotensi dapat menguraikan limbah. Melalui penelitian ini, Lud juga berusaha untuk mempercepat proses penguraian limbah menggunakan mikroba yang terbukti dapat mengurangi waktu penguraian limbah hingga hanya dalam waktu seminggu. Penelitian ini menggunakan konsorsium mikroba, yaitu perpaduan lebih dari dua jenis bakteri yang bekerja sama dalam menguraikan limbah. Dalam penelitian ini, empat jenis bakteri yang telah diuji menunjukkan kinerja efektif dalam menguraikan komponen limbah seperti karbohidrat, lemak, dan protein yang menjadi penyebab bau tidak sedap. Dengan terurainya protein, bau tidak sedap yang biasanya timbul dari limbah cair dapat dihilangkan. Limbah rumah tangga tidak hanya mengandung karbohidrat, lemak, dan protein, tetapi juga logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Logam berat dalam konsentrasi kecil dapat mematikan mikroba, namun mikroba dalam penelitian ini mampu bertahan dan menguraikan limbah meski dalam kondisi yang mengandung logam berat. “Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk berbagai jenis limbah cair domestik, misalnya limbah comberan, air mandi, detergen, bahkan septic tank. Selain itu, formula konsorsium inokulum itu juga bisa bertindak sebagai biopestisida hayati karena mampu mematikan patogen,” jelasnya. Menariknya, penelitian yang dilakukan oleh dosen Biologi UMM ini mendapatkan pendanaan dari Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT). Selain itu, inovasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut dalam pengelolaan limbah industri yang memiliki beban pencemaran lebih berat. “Limbah yang diuraikan oleh bakteri kemudian dapat diuraikan lebih lanjut oleh tumbuhan air sebelum dibuang ke lingkungan. Proses ini tidak hanya efektif dalam mengurangi polusi tetapi juga dalam memitigasi dampak logam berat yang seringkali menjadi penyebab masalah kesehatan seperti autisme pada anak-anak,” pungkasnya. (lai/wil)

Buka Peluang Kerja di Eropa, UMM Jajaki Kerjasama dengan Eurojob Jerman

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan profesional, baik di dalam maupun luar negeri. Terbaru, Kampus Putih menjajaki kerjasama dengan Eurojob Jerman dalam aspek SDM yang disiapkan untuk berkarya di Jerman. Adapun pertemuan itu dilaksanakan pada 8 Juli 2024, kemarin. CEO Eurojob Jerman, Mr. Marco Kunert menjelaskan salah satu tantangan terbesar SDM Indonesia untuk bekerja di Jerman adalah kendala bahasa. Padahal persayratan bahasa menadi kunci agar bisa diterima di berbagai sektor. Misalnya saja calon pekerja harus memiliki level A2 untuk berkarya di bidang tataboga, perhotelan, dan lainnya. “Jerman sangat terbuka dengan peluang-peluang pekerjaan bagi SDM negara lain. Banyak bidang yang masih memerlukan pegawai ahli seperti perawat, chef, pekerja kelistrikan, mekanik di pabrik-pabrik besar seperti BMW, fisioterapis dan lain sebagainya,” katanya menjelaskan. Untuk bekerja di Jerman, seseorang paling tidak sudah memiliki sertifikat bahasa dan bukti pengalaman kerja atau pelatihan di bidang tertentu selama dua tahun. Maka, kerjasama dengan pendidikan tinggi Indonesia tentu akan memberikan proses yang lebih lancar dan mudah. Utamanya dalam mempersiapkan SDM-SDM yang benar-benar bagus dan bisa langsung bekera di Jerman tanpa banyak halangan. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menjelaskan bahwa bahasa memang jadi halangan. Selama ini, UMM sudah memiliki language center yang mengajarkan bahasa-bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Arab hingga Prancis. Sehingga, hal ini akan memudahkan jika nanti ada kerjasama untuk persiapan terkait bahasa bagi SDM yang akan bekerja di luar negeri, termasuk Jerman. “Nanti bisa berkolaborasi dengan Fakultas Vokasi UMM dan mengembangkan program-program. Misalnya saja dengan melaksanakan workshop-workshop penunjang dan pelatihan. Seperti di bdiang mekanik, operator, dan lain sebagainya. Jadi ada program jangka pendek yang bisa langsung dieksekusi,” katanya. Selain itu, berbagai peluang pekerjaan di Jerman juga bisa diisi oleh para SDM yang lulus dari UMM. Apalagi dengan luasnya jurusan dan berbagai inovasi yang dimiliki Kampus Putih. Contohnya di bdiang fisioterapis. UMM memiliki jurusan dan pendidikan profesi fisioterapis, sehingga secara kelimuan dan praktek telah mumpuni. Kemudian bisa dibekali juga dengan bahasa Jerman untuk memudahkan proses komunikasi di sana. (wil)

Bagaimana Pusat Data Nasional Bisa Diretas? Ini Penjelasan Dosen UMM

Ramainya pemberitaan tentang Pusat Data Nasional yang diretas membuat masyarakat bertanya-tanya, bagaimana sesungguhnya keamanan pusat data nasional (PDN) yang memuat jutaan data pribadi masyarakat tersebut? Ir. Denar Regata Akbi, S.Kom., M.Kom. dosen Informatika menjelaskan bahwa data central atau pusat data, merupakan sebuah ruangan yang memiliki spesifikasi tersendiri untuk menempatkan suatu server. Mulai dari kelistrikan, pendingin, perangkat jaringan, serta perimeter security. Ruangan ini harus disiapkan dengan sangat aman karena berisikan data yang tidak terhitung jumlahnya. Data center sendiri memiliki tugas untuk melayani user yang membutuhkan. Sistem keamanan yang ada dalam ruang data central bersifat non digital dan digital. Non digital berarti ada wujudnya, seperti penggunaan tanda pengenal atau identitas lain untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. Sedangkan keamanan digital, berarti berupa keamanan sandi yang harus diinput terlebih dahulu untuk mengakses atau berhubungan langsung dengan server. “Seluruh aspek yang menyangkut hal ini harus stabil. Problem listrik naik turun saja bisa mengakibatkan data imigrasi error. Demikian juga ketika server down. Maka dari itu dalam sebuah data center harus memenuhi high availability. Kapanpun kita membutuhkan data maka dia harus bisa menyediakan karena data sudah tersimpan di sana. Tidak boleh mati dan juga rusak,” jelas Denar, panggilan akrabnya. Lebih lanjut Denar menyampaikan, data center menarik untuk dibobol karena banyak alasan, salah satunya motivasi untuk mengambil keuntungan, seperti kasus yang terjadi di indonesia di mana data center terindikasi malware. Malware atau “malicious software” yaitu perangkat lunak yang didesain untuk menimbulkan kerugian bagi pengelola data. Alasan lain karena banyaknya data yang bisa diambil attacker dari data center. Maka timbul peluang bagi mereka untuk menjual informasi pribadi tersebut. Denar yang juga tergabung dalam forum IHP (Indonesia Honeynet Project) tidak bisa memberikan jawaban pasti mengapa data central Indonesia bisa dibobol oleh attacker karena ia dan tim tidak tahu bagaimana perimeter securitynya. Namun jika berbicara secara perimeter secara teori, ada beberapa prediksi yang muncul. Pertama, adanya ketidaksetaraan keamanan antara data center dan sistem penunjang lainnya yang seharusnya saling berkaitan. Kedua adalah software vulnerability yaitu bisa disebabkan karena adanya bug yang disebabkan tidak update untuk sistem security. Ketiga, adanya human error yang menjadi bagian yang paling potensial untuk dieksploitasi. Misalnya saja kasus social engineering dan phising (kejahatan digital untuk mendapatkan data sensitive seseorang). Menurutnya, SDM yang bertugas untuk pengamanan non digital pada data central harus diberikan edukasi agar tidak mudah percaya kepada siapapun dan lengah akan eksploitasi dari attacker. Human error juga ada kaitannya dengan pihak ketiga atau vendor yang memasarkan berbagai produk seperti router, switch, kabel dan sebagainya. Misalnya dengan menanamkan perangkat lunak agar bisa mengontrol dari jauh meskipun tidak harus masuk ke dalam ruangan data central. Keempat, orang dalam (insider). Misalnya ada seseorang bekerja di sebuah perusahaan namun dia merasa tidak cocok dengan lingkungan kerja. Akhirnya ia bekerja sama dengan attacker untuk merusak data yang berhubungan dengan perusahaan tersebut, misalnya dalam hal keamanan digitalnya. Kelima network yang lemah bisa menjadi makanan segar bagi attacker untuk menjalankan misinya. “Dari kasus tersebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir keamanan data central yang telah dibobol. Yaitu dengan cara berdiskusi dengan berbagai pihak yang terkait untuk membuat suatu sistem keamanan yang siap. Harus ada firewall yang bersih, melakukan audit keamanan secara reguler, hingga melatih karyawan mengenai sistem security yang ada. Bisa juga dengan membentuk CSIRT (Computer Security Incident Response Team.red) yang mana akan bertanggung jawab sigap jika terdapat kasus serupa,” tambahnya. Di Akhir, belajar dari kesalahan kali ini, Denar mengimbau kepada masyarakat agar lebih sadar dan menambah literasi terkait keamanan digital. Dari banyaknya kasus, rata-rata masyarakat mudah terkena phising dan social engineering. Ia menyarankan agar lebih baik menggunakan two factor authentication (2FA) untuk meminimalisir adanya pembobolan akun yang anda miliki. “Terakhir jangan mengumbar apapun di media sosial, karena informasi apapun bisa dengan mudah didapatkan oleh seorang attacker jika anda tidak berhati-hati,” pungkasnya. (dit/wil)

Bantu Branding UMKM, Pustawakan UMM Juara Ajang Nasional

Kabar gembira kembali datang dari Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satu pustakawannya Dian Puspitasari, berhasil mendapatkan penghargaan juara favorit pada ajang kompetensi pustakawan terbaik tingkat nasional. Acara yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia itu dilaksanakan pada 24-27 Juni lalu. Dian, sapaannya, membawakan karya dan ide menarik yakni digital branding untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Inovasinya tertuang dalam esai yang berjudul ‘Digital Branding Perpustakaan UMM Dalam Menunjang Pemasaran Produk UMKM’. Ia ingin membantu UMKM dan mahasiswa dalam pemetaan target pasar, identitas brand, dan analisis sosial media. Harapannya, hal-hal tersebut bisa menjadi penunjang usaha para UMKM. Sekretaris perpustakaan UMM itu menjelaskan bahwa inovasi yang dibawakannya merupakan salah satu program lanjutan yang telah ada di Perpustakaan UMM. Namun ia kembangkan melalui kerjasama dengan formonix.creative, yang digarap bersama mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UMM. “Kerjasama ini dilakukan untuk membantu perpustakaan UMM dalam pengelolaan konten kreatif di media sosial. Terbukti, saat ini pengikut di sosial media naik hingga mencapai 8.363 dalam waktu beberapa bulan saja,” ujarnya. Lebih lanjut, saat ini, sudah ada sebanyak 23 UMKM yang mengikuti programnya dan 18 di antaranya telah berhasil menerapkan konsep yang dicanangkan Dian. Melalui pelatihan yang ia berikan selama tiga bulan, terlihat media sosial UMKM yang dibina mempunyai peningkatan branding yang signifikan. Terkait kompetisi tersebut, dari ratusan peserta, hanya ada 15 peserta yang lolos ke babak final. Namun peserta yang mewakili dari Jawa Timur hanya tiga peserta, salah satunya Dian. Proses lomba ini diawali dengan mengirimkan portofolio dan juga esai pada bulan Mei. Kemudian diumumkan peserta yang masuk final. “Saya mempresentasikan karya ini di depan kepala pustakawan Indonesia selama 20 menit. Alhamdulillah saya merasa bangga karena mendapatkan pujian dari beliau terkait inovasi yang saya bawa. Setelah itu saya juga melalui sesi wawancara untuk memperkuat pemahaman inovasi yang ditawarkan,” jelasnya. Menurutnya, inovasi yang ia bawakan tidak hanya dapat bermanfaat bagi UMKM saja. Namun juga bisa menambah pemahaman dan skill masyarakat lain, utamanya mengenai pengelolaan media sosial, editing, copywriting, dan public speaking. Sehingga ia dan tim formonix.creative, ebagai fasilitator akan terus menjaga dan mengembangkan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama anak muda yang ingin berwirausaha. (ri/wil)

Mahasiswa UMM Ciptakan Alat-Alat Bantu UMKM

Berbagai alat garapan mahasiswa teknik mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipamerkan dalam gelaran Mechanical Engineering Expo (MEXPO), 4 Juli lalu. Ada lebih dari 30 mesin yang bisa dilihat dan dicermati. Bahkan akan sangat berguna untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Para mahasiswa memang didorong untuk menciptaptakan alat penunjang bagi kebutuhan UMKM. Misalnya alat pemotong kentang, alat penyortir jeruk, dan lain sebagainya,” kata Ketua Prodi Teknik Mesin Ir. Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D. Mesin-mesin buatan mahasiswa tersebut juga cukup variatif. Mulai dari pengaduk adonan tepung, grinder kopi, hingga alat penyortir kematangan buah. Berbagai inovasi itu juga merupakan bentuk komitmen nyata dari Kampus Putih UMM untuk melahirkan mahasiswa yang bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat selama perkuliahan. “Ini sengaja kami pamerkan hasil karya mahasiswa teknik mesin agar pelaku UMKM tahu inovasi apa saja yang dibutuhkan. Sehingga kita juga bisa membantu masyarakat. Ilmu yang didapat mahasiswa tidak menguap begitu saja, tapi benar-benar bisa dimanfaatkan oleh orang lain,” katanya. Iis berharap, melalui Mexpo ini mahasiswa dapat langsung berinteraksi dengan pelaku UMKM dan memahami kebutuhan mereka. Ini juga merupakan bentuk implementasi slogan UMM “Dari Muhammadiyah Untuk Bangsa”. Bukan hanya berkutat di kampus, tapi benar-benar terjun ke permasalahan warga. Salah satu mesin yang menarik adalah penyortir kematangan buah. Mesin tersebut menggunakan sensor warna untuk mengetahui tingkat kematangan pada buah. Mekanismenya dimulai dengan buah yang melewati sensor warna di alat tersebut. Kemudian, secara otomatis akan dikelompokkan dengan klasifikasi buah mentah, kurang matang, dan matang. Ini mempermudah petani atau UMKM untuk memilah buah tanpa repot. Di sisi lain, salah satu pelaku UMKM yang datang Ifa Fardiyah mengapresiasi berbagai alat yang sudah dibuat. Bahkan ia sudah menggunakan alat buatan mahasiswa teknik UMM sejak dua tahun lalu, yakni alat pengupas dan pemotong kentang. Jika dikupas dan dipotong secara manual, ia dan pegawainya membutuhkan waktu lebih dari tiga jam. Namun, dengan bantuan alat mesin dari UMM, hanya membutuhkan satu jam saja. “Selain itu juga capek kalau harus memprosesnya dengan manual. Jadi dua alat ini sangat bisa memperlancar proses produksi secara efisien. Saya yakin, alat-alat yang lain juga akan berguna unutk UMKM-UMKM lainnya. Tergantung apa yang dibutuhkan dan diinginkan,” tegasnya mengakhri. (faq/wil)

UMM Sukses Jadi Tuan Rumah ASEAN University Games, Begini Kata Atlet

Mengikuti ajang internasional seperti ASEAN University Games di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi pengalaman berharga. Apalagi dengan cuaca, bangunan-bangunannya, landskap hingga danau yang ada di Kampus Putih. Hal ini dikatakan oleh Muhammad Nazrul, salah satu peserta AUG cabang lomba pencak silat asal Singapura. Selama menjalani kompetisi sejak 3 Juli lalu, UMM sebagai tuan rumah memberikan kesan yang baik baginya. Terkait AUG, ia juga bahagia dan antusias mengingat ini menjadi kejuaraan internasional pertamanya sejak menggeluti bidang ini. “Saya baru tahu ternyata hotel yang saya tempati juga milik UMM. Dengan jaraknya yang dekat memudahlan mobilisasi tim kami.  Jadi, menurut saya UMM telah mempersiapkan AUG ini dengan sangat baik dari segi persiapan tempat maupun pengalaman saat perlombaan,” ucapnya. Nazrul juga memuji kemegahan masjid AR. Fachruddin yang dimiliki oleh UMM. Apalagi masjid itu difungsikan di banyak aspek. Ada yang digunakan untuk ruang kelas, ruang pembinaan, bahkan bank. Tak hanya masjid, namun Nazarul juga nyaman dengan cuaca dan makanan selama ia berada di Kota Malang. Katanya, Kota Malang memiliki cuaca yang lebih sejuk jika dibandingkan dengan cuaca di Singapura. Terlebih, makanan di Indonesia memiliki citarasa yang lebih gurih dan memiliki aroma khas rempah. Hal serupa juga disampaikan Amigos salah satu kontingen asal Indonesia. Sejauh ini, ia merasa bahwa UMM sangat matang dalam mempersiapkan event bertaraf internasional seperti ini. “Saya apresiasi UMM karena benar-benar menjamu kami dengan sangat baik. Mulai dari penempatannya hingga fasilitas pendukung seperti kesehatan dan juga makanannya,” katanya. Lebih lanjut, Amigos juga senang lokasi gelanggangnya berada di Dome UMM. Dome tersebut sangat luaa dan ngaman untuk ditempati. Apalagi, lokasinya juga tidak jauh dari tempat penginapan sehingga memudahkan perjalanan menuju lokasi perlombaan. Selama mengikuti AUG yang diselenggarakan di UMM, Amigos berharap bisa mengharumkan nama bangsa dan orang tuanya di rumah. Ia berharap ajang seperti AUG ini dapat menjadi bekalnya untuk mengikuti kompetisi yang lebih besar. “Saya akan bekerja keras dan menargetkan bisa tampil di ajang bergengsi lainnya di bidang pencak silat seperti Sea Games, Asean Games, dan lainnya,” tegasnya mengakhiri. (tri/wil)

Ketua Umum Muhammadiyah di UMM: Islam itu Mudah dan Seimbang

Meningkatkan Keislaman dan Kemuhammadiyah merupakan dua kalimat sederhana namun penting. Hal itu ditekankan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. dalam Pengajian Dosen Karyawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 3 Juli lalu. “Mengucapkannya itu mudah, tapi mengimplementasikannya itu tidak sederhana. Maka, perlu perhatian lebih dari kita semua,” tegasnya. Lebih lanjut, Haedar sapaan akrabnya juga menegaskan bahwa saat ini situasi sosial sangat berubah secara masif. Hal itu menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan pengamalan dan penghayatan dalam berislam. Banyak masyarakat mengalami kondisi berislam yang gampang-gampang susah. Maka, dalam kesempatan itu, ia memberikan contoh berislam yang mudah yakni dimulai dari lingkup keluarga. “Keislaman perlu reaktualisasi yang baik dan itu bisa dimulai dari keluarga. Apalagi melihat dimensi kehidupan masyarakat menjadi sangat kompleks. Keluarga itu bagai kanopi yang mampu menaungi panasnya terik matahari,” imbuhnya Kanopi yang haidar maksud ialah sebagai tempat berteduh, keluarga sebagai rumah untuk beristirahat dan tempat merefleksikan hati serta tenaga. Ia mengingatkan bahwa akan sangat berbahaya jika keluarga tidak memiliki ‘kanopi’. Apalagi keluarga yang memiliki produktivitas di luar rumah yang tinggi. Maka, penting bagi suami dan Istri untuk menciptakan suasana sakinah mawaddah warahmah. “Sekarang muncul banyak konsep yang berkaitan dengan urusan rumah tangga. Mulai dari emansipasi, perdebatan terkait dengan hak, dan lain sebagainya. Sebetulnya itu baik dan boleh saja, namun jangan sampai narasi itu terlalu menggerogoti alam bawah sadar dan akhirnya malah melupakan kewajiban masing-masing. Terlebih lagi konsep dasar dari semua itu lahir dari konsep neo-marxisme yang kurang kita pahami bersama,” jelasnya. Dia mengingatkan bahwa agama Islam itu sangatlah seimbang. Misalnya saja ada habluminallah dan habluminannas (hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia) atau juga konsep ikhtiar dan tawakkal (berusaha dan pasrah). Ini menjadi dimensi kosmopolit yang harus kita pahami bersama. “Selain berurusan dengan pencipta, kita juga berhubungan dengan manusia. Apalagi soal perintah ikhtiar dan tawakkal. Satu sisi kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh, tapi kita juga diminta untuk pasrah. Inilah maksud dari agama itu seimbang, jadi tidak perlu ragu untuk mengambil konsep dan nilai dari agama Islam,” pesannya. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazzarudin Malik, M.Si menyampaikan bahwa Kampus Putih sebagai salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) juga memiliki peran dakwah. Selama ini, UMM melakukan konsolidasi organisasi, infrastruktur, hingga sumber daya manusia agar lebih siap dalam menghadapi perubahan dalam dunia pendidikan tinggi. Tidak hanya sekadar kompetisi saja, namun juga mampu menciptakan perbedaan yang kontras. Terlebih lagi UMM berada di naungan Persyarikatan Muhammadiyah. “Lewat UMM ini, semoga kita dapat memberikan berkah yang lebih baik kepada lingkungan sekitar. Semangat moderasi dan wasathiah yang kita pegang teguh sebagai warga muhammadiyah harus terus dapat termanifestasikan dengan baik dalam segala bentuk. Baik dalam konteks dakwah bil lisan (dengan ucapan) maupun bil hal (dengan perbuatan),” pesannya. (faq/wil)

Wakili Indonesia, Mahasiswa UMM Raih Emas di Ajang Pencak Silat se-ASEAN

Prestasi gemilang kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, tiga mahasiswa UMM mewakili Indonesia dan berhasil meraih emas dalam ajang internasional ASEAN University Games (AUG) cabang olahraga Pencak Silat yang dilaksanakan di Indonesia sejak 3 Juli lalu. Mereka yang juga anggota Tapak Suci UMM berhasil mengalahkan perwakilan dari negara lain, tepatnya di kategori seni Pencak Silat beregu putri. Ketiga atlet UMM tersebut ialah Qonit Fildza Maizura, Shelsa Odilia Rachman, dan Wita Carissa Amelia. Mereka mengaku sudak menyiapkan berbagai hal sejak berbulan-bulan lalu, utamnaya latihan. Bahkan mereka tidak libur satu hari pun untuk berlatih sebulan belakangan. “Tentu sangat sibuk dan hectic sekali. Sebulan belakangan kami melatih seni dan teknik yang akan ditampilkan. Bahkan seminggu sebelum bertanding, kami menjadwalkan laithan dua kali satu hari dan ini cukup melelahkan. Alhamdulillah mendapat ganjaran dan hasil yang baik, yakni medali emas di AUG,” kata Qonit. Meski melelahkan, mereka mengaku bersemangat karena bertemu dengan atlet perwakilan Indonesia kain seminggu sebelum beerkompetisi. Sehingga bisa saling berdiskusi dan evaluasi. Selain itu, Qonit juga bersyukur bisa bersaing dengan anak muda lain se-ASEAN di AUG. Dengan begitu ia dan tim bisa mengetahu wawasan dan teknik baru yang ditampilkan negara lain. Ia dan tim juga berterimakasih kepada UMM yang selalu mendukung berbagai upaya yang mereka lakukan. Tidak hanya pada aspek finansial, tapi juga mental dan motivasi yang selalu mendorong mereka untuk berprestasi. Selain itu, mereka juga bersyukur mengikuti unit kegiatan mahasiswa (UKM) Tapak Suci yang mengajarkan banyak teknik, kebersamaan, dan koneksi yang banyak. Terakhir, Qonit dan tim berharap para anak muda, khususnya mahasiswa UMM, untuk berani mnegambil kesempatan bersaing di lomba-lomba. Meski tugas utamanya adalah belajar, namun tidak menghambat potensi dan bakat yang dimiliki. Malah seharusnya anak muda harus bisa membagi waktu, berperstasi di akademik dan berprestasi di non akademik. “Apalagi jika ada kesempatan terjun dan berjuang di kompetisi internasional seperti AUG ini. Semoga akan ada banyak mahasiswa lain yang mampu mengharumkan nama kampus UMM di ajang regional, nasional, bahkan juga internasional,” pungkasnya mengakhiri. Prestasi ini juga diapresiasi oleh Wakil Rektor III UMM Bidang Kemahasiswaan Dr. Nur Subeki, M.T. Menurutnya, kemenangan itu menjadi bukti nyata bahwa kegiatan-kegiatan mahasiswa yang disediakan oleh Kampus Putih mampu memaksimalkan potensi anak-anak muda. Apalagi UMM juga senantiasa mendukung berbagai aspek untuk memudahkan mahasiswanya agar bisa memenangkan kompetisi. “Meraih medali emas di ajang internasional seperti AUG ini sangatlah membanggakan. Semoga ke depan, semakin banyak mahasiswa yang bisa mengharumkan nama kampus di berbagai ajang. Tidak hanya di bidang akademik maupun non akademik. Apalagi UMM sudah menyediakan lebih dari 60 unit kegiatan mahasiswa dan lembaga intra yang bisa dicoba oleh anak-anak muda,” pungkasnya. (Wil)