Dosen Hukum UMM: Hati-hati Uang Palsu Pasca Lebaran

Peredaran uang palsu perlu diwaspadai, terutama usai momen lebaran. Pasalnya, berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) telah menjadi tradisi masyarakat Indonesia pada Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat Indonesia akan mulai menukar uang pecahan atau uang baru untuk dijadikan THR atau “uang saku” saat lebaran. Tinuk Dwi Cahyani, SH., S.HI., M.Hum. selaku dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan bahwa adanya uang palsu ini dapat berdampak pada kepentingan umum, khususnya permasalahan ekonomi. Dampak yang paling signifikan adalah menimbulkan inflasi. Semakin besar jumlah uang palsu yang beredar, maka akan sangat mempengaruhi daya beli dan perekonomian masyarakat. “Uang palsu pun dapat digunakan untuk bertransaksi jika orang-orang tidak mengetahuinya. Sehingga, uang yang beredar tidak terkontrol dan malah membuat rupiah menjadi tidak bernilai,” jelasnya. Telah ada aturan mengenai Mata Uang di UU No. 7 Tahun 2011. Pada Pasal 26 dan Pasal 27, telah dijelaskan bahwa dilarang untuk memalsukan, menyimpan, hingga mengedarkan Rupiah yang diketahuinya merupakan Rupiah Palsu. Bagi yang memalsukan Rupiah, ancaman pidananya paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 10 Milyar. “Jika mengedarkan, maka ancaman yang didapatkan bisa lebih tinggi,” tegas Tinuk. Ia pun melanjutkan jika Indonesia memiliki Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal) yang terdiri dari Badan Intelijen Negara (BIN), Kepolisian Negara RI, Kejaksaan Agung, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia (BI). Namun, kontribusi masyarakat tetaplah dibutuhkan untuk memaksimalkan pencegah dan pemberantasan edaran uang palsu ini. “Jika masyarakat memiliki keresahan terkait uang palsu, bisa segera melapor misalnya ke BI. Nanti BI akan merespon dan melakukan penelitian terhadap fisik uang tersebut. Jika BI sudah menyatakan itu palsu, maka akan dilakukan pengamatan dan penelusuran sumber uang tersebut,” pungkasnya. Untuk ini lanjut Tinuk, masyarakat dihimbau dapat  terus kooperatif dan berperan aktif. Demikian pula toko kelontong maupun swalayan, bisa mulai menggunakan sensor untuk mendeteksi keaslian Rupiah. Hal ini dapat membantu mencegah dan mendeteksi lebih awal peredaran uang palsu. “Ini pentig agar lebih mudah terdeteksi,” tambahnya. Untuk momen lebaran dan usai lebaran, Tinuk pun memberikan beberapa tips agar tidak tertipu dan mendapatkan uang palsu. Pertama, kita harus teliti dengan bahan, ukuran, gambar, dan warna dari uang tersebut. Periksa apakah uang tersebut mirip dengan uang asli, dari segi ukuran, gambar, hingga bahan. Kedua, jangan mudah tergiur dan terburu-buru. Tukarkanlah uang di tempat resmi seperti Bank Indonesia. Selain karena tidak memiliki biaya tambahan, uang di Bank telah terjamin keasliannya. “Saya harap masyarakat tidak tergiur untuk menukarkan uang di tempat yang tidak resmi. Karena tempat seperti itu biasanya memiliki biaya tambahan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan keaslian uangnya,” tutupnya. (dev/wil)

Kasus Korupsi Mencuat, Dosen UMM Soroti Integrasi Pendidikan Anti-Korupsi

Tahun 2024, kasus korupsi di Indonesia kian jadi sorotan. Terbaru, kasus korupsi di PT Timah yang merugikan negara sekitar 217 triliun. Jika tidak diatasi sejak dini, dampaknya tidak hanya merugikan keuangan negara saja, tetapi juga memicu potensi peningkatan praktik korupsi di seluruh lapisan masyarakat. Lantas, apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengurangi hal ini? Mengintegrasikan pembelajaran anti-korupsi dalam muatan kurikulum rupanya dapat membantu mewujudkan Indonesia bebas korupsi. Hal ini disampaikan oleh Dr. Nurul Zuriah, M.Si., selaku dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Alasannya, pembelajaran anti-korupsi dapat membentuk karakter siswa dengan nilai-nilai integritas dan kejujuran. “Melalui pendidikan anti-korupsi, dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami akar permasalahan korupsi, mengenali tindakan-tindakan yang melanggar integritas, dan mengembangkan kesadaran akan pentingnya etika dan transparansi dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Nurul. Terlebih, pendidikan anti-korupsi juga diharapkan dapat membentuk karakter anak bangsa yang berintegritas dan berani menolak korupsi. Serta, mengajarkan pemahaman tentang dampak negatif korupsi baik pada individu maupun masyarakat secara keseluruhan. Sehingga, dapat membangun generasi yang lebih sadar akan dampak negatif dari korupsi. Dalam hal ini, Nurul juga menyoroti bahwa pembelajaran anti-korupsi harus merata di semua tingkatan pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga menengah ke atas. Lebih dari itu, metode pembelajaran yang interaktif dan praktis perlu diadopsi untuk memotivasi siswa berpikir kritis, berdiskusi, bermain peran dan melakukan kunjungan lapangan guna menginternalisasi nilai-nilai anti-korupsi secara lebih efektif. “Pastikan bahwa pelajaran anti-korupsi tidak hanya menjadi ‘mata pelajaran tambahan’ saja, tetapi terintegrasi secara holistik dalam seluruh kurikulum. Ini dapat mencakup aspek etika, hukum, dan tanggung jawab sosial,” tegasnya. Oleh karena itu, dalam mewujudkan sekolah berbudaya anti-korupsi, Nurul berpendapat bahwa memerlukan tiga pilar. Pertama, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang transparan, profesional, dan akuntabel. Kedua, integritas nilai-nilai anti-korupsi dalam kurikulum dan praktik sehari-hari di sekolah. Serta, keterlibatan orang tua, komunitas dan lembaga terkait dalam mendukung pendidikan anti-korupsi. “Meskipun hal ini akan berdampak menyeluruh, tetapi terdapat beberapa tantangan yang akan diatasi para pengajar dalam implementasi pendidikan anti-korupsi. Misalnya saja, keterbatasan sumber daya termasuk buku teks, materi ajar, dan pelatihan untuk pengajar. Sehingga, para guru harus berinovasi untuk mengatasi hal ini,” tambahnya. Tantangan selanjutnya adalah datang dari kesadaran dan minat siswa dalam mempelajari anti-korupsi. Tantangan ini menuntut para pengajar untuk menggunakan metode menarik dan relevan agar siswa tertarik dalam memahami materi.. Jika pembelajaran anti-korupsi resmi direalisasikan dalam muatan kurikulum, maka hal ini juga berdampak bagi pemerintah. Tentunya, menghasilkan warga negara yang lebih bertanggung jawab dan berintegritas, yang pada gilirannya dapat mengurangi tingkat korupsi di Indonesia. “Namun, tanpa informasi lebih lanjut pengajar tidak dapat memberikan saran spesifik. Secara umum penting bagi pemerintah untuk memperhatikan masukan dari para pendidik dan ahli pendidikan dalam upaya mengembangkan kurikulum anti-korupsi yang lebih efektif,” pungkasnya. (lai/wil)

Keren, Informatika UMM Raih Akreditasi Internasional

Kabar gembira kembali datang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini Program studi Informatika UMM berhasil mendapatkan akreditasi internasional dari lembaga Akreditasi International Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Informatika UMM resmi mendapatkannya sejak 31 Maret 2024. Ini juga sejalan dengan milestone UMM yang menargetkan pada tahun 2026 setiap prodi mendapatkan rekognisi Internasional. Ir. Galih Wasis Wicaksono, M.Cs selaku ketua program Studi Informatika UMM mengatakan bahwa pihaknya memang telah mendapatkan banyak penghargaan sejak lama. Salah satunya Provisional Accreditation (PA) IABEE. “Keikutsertaan dalam PA ini juga menjadi upaya kami untuk mewujudkan rekognisi pemenuhan kriteria-kriteria General Accreditation (GA) dari IABEE. Berdasarkan hasil PA tersebut, kurang lebih satu tahun dari April 2023 hingga Maret 2024 kami mengikuti seleksinya,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selama persiapan dan pelaksanaan penilaian akreditasi, ada taskforce khusus yang sudah disiapkan. Salah satunya terkait kurikulum yang berbasis luaran atau Outcome Based Education (OBE). “Selain itu, kami juga harus menyesuaikan dengan program pemerintah. Kami yakin, terdapat korelasi yang positif dengan misi kami untukmemajukan prodi Informatika UMM” katanya. Puncak pelaksanaan akreditasi GA IABEE trrlaksana saat visitas yang dilakukan untuk proses validasi dan verifikasi. Adapun kebethasilan meraih akreditasi internasional ini menjadikan Informatika UMM menjadi prodi informatika universitas Islam pertama di Indonesia yang terakreditasi IABEE. “Di wilayah Malang Raya, hanya prodi Informatika UMM yang telah terakreditasi Internasional GA IABEE. Hal ini menjadi rekognisi eksternal sekaligus afirmasi positif bagi tim yang telah menjadi bagian dalam menjaga komitmen peningkatan mutu dan kualitas pendidikan berorientasi internasional. Mendapatkan akreditasi internasional menjadi dorongan bagi prodi Informatika UMM untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agar melahirkan sarjana yang berkompeten. Selain itu juga menjadi inspirasi bagi seluruh institut pendidikan di seluruh Indonesia untuk mengejar standar internasional yang lebih tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan” pungkasnya. (*/ri/wil)

Pakar UMM: Perang Iran dan Israel Berdampak pada WNI di Timur Tengah

Ketegangan yang sedang terjadi di Timur Tengah antara Iran dan Israel masih menjadi perbincangan hangat. Meluncurkan serangan terbuka ke Israel adalah pertama kalinya Iran lakukan, walaupun harus melewati wilayah kedaulatan Irak, Suriah, dan Jordan. Menanggapi hal tersebut Prof. Gonda Yumitro ,SIP.,MA .,PhD, selaku dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan bahwa pengaruh Indonesia sebagai negara diplomatik tidak akan terkena masalah geopolitik selama peperangan tersebut tidak berlanjut. Ia mengajaka untuk melihat sejarah pada tahun 1979, yakni Revolusi Ruhullah Khomeini mengkudeta Shah dan mendirikan Republik Islam Iran. Salah satu identitas utama Khomeini adalah tidak menerima imperialisme Amerika Serikat dan Sekutunya Israel. Sejak saat itu, hubungan dengan Israel terputus. “Adanya perseteruan pada tahun tersebut, membuat hubungan Israel dan Iran yang pernah mesra menjadi terganggu. Serangan kemarin hanya sebagai pengingat bahwa Iran mempunyai power yang cukup,” katanya. Namun menurut Gonda, serangan yang dilakukan Iran kepada Israel bisa menjadi boomerang. Misalnya saja akan berdampak kepada masyarakat muslim yang ada di Palestina dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Timur Tengah. Saat ini, banyak negara yang mendukung Israel karena melihat kehancuran yang terjadi. Meskipun sasaran serangan yang dikirim Iran tidak membuat kerusakan pada organ inti Israel. “Jika serangan terus berlanjut, dampak perang akan semakin meluas. Maka dari itu, sekutu sangat mewanti-wanti Israel untuk tidak membalas serangan dari Iran. Banyak kerugian yang akan terjadi, tidak hanya negara tetangga Iran dan Israel saja, tetapi seluruh dunia akan terkena imbasnya,” ucapnya. Lebih lanjut Gonda mengatakan bahwa Indonesia tidak boleh memihak siapapun dan perlu berhati-hati menyikapi dinamika yang berkembang. Banyaknya WNI yang tinggal di kawasan Timur Tengah membuat Indonesia harus lebih bijak dan tetap pada sikap konstitusi. Yakni mendukung perdamaian dunia dan menentang segala macam bentuk penjajahan. “Tentu, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia. Menolak keras segala bentuk serangan yang dapat menimbulkan korban sipil. Maka menurut saya, Indonesia tetap pada posisi normatif, dan memikirkan kondisi WNI yang bisa terdampak di kawasan,” tambahnya. Di akhir, Gonda menyampaikan, perang yang berkelanjutan perlu dihindari. Segala upaya yang ada perlu ditingkatkan untuk mencegah perang yang lebih luas terjadi. Masyarakat Indonesia juga perlu memiliki pandangan yang lebih kritis supaya tidak merugikan kepentingan nasional di kawasan, mengingat banyaknya WNI yang tinggal di Timur Tengah. (ri/wil)

Halal Bihalal UMM, Menghilangkan Luka Hati melalui Silaturahmi

Idul fitri menjadi momentum perayaan untuk menyambung silaturahmi antar sesama. Idul fitri diartikan sebagai momen mensucikan diri dengan saling memaafkan antar saudara umat muslim. Untuk itu, keluarga besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar halal bi halal dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi antar civitas akademika, 16 April 2024 lalu. Turut hadir juga KH. Nur Cholis Huda, M.Si selaku Penasihat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang menyampaikan tausiahnya. Ia mengatakan bahwa inti dari halal bi halal idul fitri ini adalah memperbanyak kawat atau tali silaturahmi. Tujuannya adalah untuk menghapuskan setiap dosa yang diperbuat, utamanya hubungan dengan sesama manusia. “Karena menyembuhkan luka itu sulit. Ibarat menancapkan paku di kayu dan mencabutnya. Lubang tersebut tidak akan mudah tertutup kembali,” ucapnya. Ia mengajarkan, ketika sedang merasa marah itu seperti menancapkan paku pada sebuah kayu. Jika hal tersebut diulang terus menerus dapat menjadi sebuah bekas yang sangat banyak dan tidak dapat dihilangkan. Hal ini juga sama seperti sebuah luka fisik maupun hati yang tak akan mudah hilang. Cholis juga menyampaikan ada dua tujuan utama dari halal bi halal. Yakni menyambung silaturahmi dan kedua untuk menyembuhkan luka di hati.  Menyambung silaturahmi dalam hal ini ialah dengan berteman dengan siapa saja dan tidak memandang status atau kasta. Sementara menyembuhkan luka hati dengan saling memaafkan atas kesalahan yang diperbuat sebelumnya. Karena, jika luka tidak dimaafkan akan mengendap dalam hati dan membentuk kebencian dengan sesamanya. Sementara itu, Dr. dr. Sukadiono, MM selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur juga mengatakan, dalam memaafkan ada tiga level berbeda. Pertama yaitu ta’fu atau menghapus kesalahan yang diperbuat orang walau tidak bisa melupakannya. Level yang kedua yaitu tashfahu atau memaafkan dengan lapang dada namun tidak bisa berbuat baik kepada orang tersebut. Level ketiga atau tertinggi yaitu taghfiru atau mengampuni kesalahan orang yang menyakiti kita dan tetap berbuat baik kepadanya. “Kalau bisa, di idul fitri ini kita menjadi manusia dengan level memaafkan tertinggi atau At-taghfiru. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mencapai tingkatan maaf tertinggi yaitu dengan mengingat dan melupakan,” tambahnya. Maka dari itu, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP selaku Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) sekaligus Badan pembina Harian (BPH) UMM menyampaikan keterkaitan halal bi halal yang diselenggarakan UMM. Yakni dapat menjadi ajang membersihkan diri untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang dilakukan. Idul fitri juga menjadi tanda dari proses penyucian jiwa kita dan membuka lembaran baru untuk menjalankan kehidupan. Terakhir, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si selaku Rektor UMM berpendapat bahwa halal bi halal memberikan cermin adat kemanusiaan yang dijunjung tinggi di atas segala perbedaan dan kepentingan. Silaturahmi atau menyambung hubungan dengan istilah halal memberikan inspirasi mengatasi persoalan dan membuat suasana hangat. Hal itu juga menjadi kunci membuka pintu rezeki halal dan thayyib. Sementara idul fitri atau fitrah sendiri memiliki makna penting yaitu atau al khair (baik dan benar dalam keilmuan) yang digunakan untuk menjalankan tugas maupun kehidupan kemanusiaan kita dihadapan Allah. “Hal Ini juga mencerminkan cara kita menyikapi tantangan dan dinamika menjalankan misi kemanusiaan. Membawa UMM menjadi bermartabat serta bermaslahat bagi seluruh umat,” tegasnya mengakiri. (tri/wil)

Dirjen Haji Sampaikan Khutbah Ied di UMM

Kita perlu memupuk hati dan pikiran untuk bisa berjuang mendaki kebajikan. Pada Surat Al-Balad ayat 11-20 menceritakan dan menjelaskan satu konsep atau prinsip yang patut direnungkan, utamanya untuk mengisi hari-hari selepas Hari Raya Iedul Fitri ini dengan kebajikan-kebajikan. Termasuk terlibat secara sosial untuk mendorong kemanusiaan. Hal tersebut dijelaskan oleh Prof. Hilman Latief, MA, Ph.D. selaku Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam khutbah idul fitri di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 10 April 2024. Menurutnya, terdapat “jalan sukar” yang harus didaki atau ditempuh, atau “jalan terjal nan panas”. Jalan yang tidak semua orang mampu untuk menaklukannya. “Jalan tersebut mencakup beberapa hal, pertama melepaskan budak dari perbudakan, kedua memberi makan pada hari kelaparan, ketiga membantu anak yatim yang ada hubungan kerabat dekat, terakhir adalah membantu orang miskin yang sangat fakir,” ucap Dirjen Haji dan Umroh itu. Pertama, melepas budak dari perbudakan. Dari dulu, perbudakan dan kemampuan eksploitatif ini adalah salah satu yang menunjukkan kekuatan dan kekuasan seseorang. Al-Qur’an meminta orang-orang yang beriman untuk mulai membuka mata, menegakkan keadilan, menjunjung persamaan, mengangkat harkat dan martabat manusia. Maka dari itu, perlu membebaskan lingkungan sekitar dari sistem yang eksploitatif yang mendekati perbudakan. Kedua, memberi makan pada hari kelaparan. Zakat atau shadaqah sebagai bentuk ekspresi kedermawanan harus dipelihara secara profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Pasalnya, krisis bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Sebagai orang beriman, kita harus senantiasa siap untuk menyumbangkan sebagian yang kita miliki agar orang lain terbantu sehingga bisa menjalani kehidupan secara layak. “Salah satu entitas yang harus mendapatkan perhatian kita adalah membantu dan memberikan makan anak-anak yatim yang memiliki hubungan kekerabatan,” jelasnya. Anak yatim umum diartikan sebagai anak yang ayahnya telah meninggal dunia. Namun, secara sosiologis juga dapat berarti sebagai anak yang tidak memiliki sandaran kehidupan ekonomi, walaupun secara fisik orang tuanya masih ada. Bantulah anak-anak yatim khususnya kerabat dekat kita, karena sesungguhnya harta yang paling berharga adalah keluarga. Terakhir, Tidak semua mendapatkan keberuntungan dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan kelayakan hidup. Maka, bantulah orang miskin yang sangat fakir baik di masa bulan Ramadhan dan terutama sesudahnya. Sementara, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. mengatakan bahwa kehidupan rohani yang baik akan menjadi energi untuk terus memberikan kemajuan dan pencerahan bagi kehidupan umat manusia yang bermartabat. “Idul Fitri, selepas puasa Ramadhan sebulan penuh, mestinya mampu membentuk kita menjadi lebih baik. Mampu memanjatkan dan merasakan rasa syukur yang mendalam di dalam batin kita,” pungkasnya.

Lumajang Disambangi Baksos UMM, Tes Kesehatan Gratis hingga Perpus Keliling

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak bosan-bosan menebar keceriaan dan kebahagiaan selama bulan Ramadhan. Kali ini, UMM hadir di Desa Sumberejo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang pada 05 April lalu. Kehadiran tim UMM itu tidak lain sebagai giat bakti sosial dengan membagikan 200 paket sembako kepada yang membutuhkan. Selain itu, juga terdapat pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan kesehatan oleh dokter dari Rumah Sakit Umum (RSU) UMM. Hadir pula Mobil Perpustakaan Kamis Membaca (KaCa) dan Mobil Bakti Terhadap Bangsa (Terbang). Muhammad Luthfi, S.H., S.Sy., M.H. selaku ketua pelaksana bakti sosial menyatakan bahwa pemilihan lokasi di desa sumberejo tersebut juga merupakan hasil kolaborasi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) setempat. Selain itu, juga untuk membumikan syiar Muhammadiyah di desa Sumberejo. “Di sini Muhammadiyah menjadi minoritas dan perlu didukung untuk menyebar dakwah Muhammadiyah. Baksos ini juga menjadi media dakwah persyarikatan yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar,” jelasnya. Selain itu, Luthfi menegaskan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan oleh UMM selama bulan Ramadhan. iIni juga menjadi salah satu bukti komitmen UMM untuk melakukan pengabdian kepada bangsa secara masif. Di sisi lain, Mukhlason selaku perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang mengapresiasi kegiatan baksos ini. Menurutnya, baksos tersebut memberikan sisi edukasi kepada masyarakat. Mulai dari anak kecil hingga lansia. “Alhamdulillah ada kegiatan seperti ini. Para orang tua ada tes kesehatan gratis serta penyuluhan Kesehatan seputar indikasi penyakit ringan seperti sakit punggung yang sering dialami. Yang anak-anak kecil juga ada perpustakaan keliling yang meningkatkan literasi dan game-game seru dengan berbagai hadiah yang diberikan,” ungkapnya. Terakhir, dia berharap seluruh masyarakat khususnya umat muslim untuk memiliki spirit kuat untuk memberikan manfaat kepada sesama. Apalagi mengingat bahwa Indonesia merupakan negara yang luas dan memiliki banyak lapisan masyarakat. “Sangat keren, harapannya acara seperti ini dapat dilakukan seserung mungkin. Tidak hanya dari UMM, tapi juga oleh teman-teman lain. Menebar manfaat seperti ini juga tidak harus dilakukan saat Ramadhan saja, namun juga bisa diluar Ramadhan. Ini juga sebagai upaya memberikan pandangan juga pada masyarakat bahwa dakwah Muhammadiyah itu dilakukan secara nyata dan tidak pilih-pilih,” pesannya. (*)

Bakti Sosial UMM di Lamongan: Pemeriksaan Kesehatan Gratis hingga Mobil KaCa

Masih dalam rangkaian Ramadan Ceria, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) langsungkan bakti sosial di Desa Medalem, Modo, Lamongan pada 3 April lalu. Tidak hanya menyalurkan bantuan bahan pokok, tim UMM juga menyediakan pemeriksaan dan pengobatan gratis, serta penyuluhan kesehatan. Bahkan juga mengajak puluhan anak untuk bermain dan belajar bersama Mobil Kamis Membaca (KaCa) dan menyediakan beragam hadiah. Ketua pelaksana bakti sosial, Muhammad Luthfi M.H. menjelaskan bahwa kegiatan serupa selalu dilaksanakan Kampus Putih di setiap Ramadan. Tidak hanya di Malang, tapi juga di berbagai daerah sperti Lamongan, Lumajang, Batu, dan lain sebagainya. Timnya sengaja memberikan penyuluhan dan pengobatan kesehatan gratis agar warga desa tidak perlu jauh-jauh periksa ke dokter, terutama untuk penyakit yang ringan. Tim UMM juga didukung oleh para dokter dan perawat yang tergabung dalam grup kesehatan dari Rumah Sakit Umum UMM. Puluhan warga datang dan memeriksakan kondisinya agar nantinya bisa diberi arahan dan diperiksa. Turut hadir, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan Dr. Piet Hizbullah Khaidir, MA. Ia mewakili PDM dan warga Muhammadiyah setempat mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan UMM. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi hal yang penting dan bermanfaat. Bagaimana kiprah dari lembaga pendidikan yang dilakukan bersama warga Muhammadiyah di daerah-daerah. “Membantu dan memebrikan kebaikan kepada saudara sendiri juga merupakan anjuran yang tertera dalam ajaran agama Islam. Apalagi kegiatan ini memang terlaksana dengan tepat sasaran,” tambahnya. Rangkaian bakti sosial tersebut dimulai dengan penyuluhan terkait car amenjaga kesehatan, terutama saat mengalami nyeri di beberapa lokasi seperti pinggng, punggung dan lainnya. Para warga diajari bagaimana postur yang baik agar tidak mengakibatkan nyeri di kemudian hari. Kemudian mereka juga mendapatkan pengobatan dan pemeriksaan kesehtaan gratis. Sementara itu, anak-anak diajak bermain sederet permainan yang seru. Mulai dari permainan memindahkan tali, pohon dan serigala, tebak kata, hingga lampu hijau merah. Tak lupa, masing-masing anak juga mendapatakan hadiah yang sudah disiapkan tim UMM. Anak-anak juga berkesempatan membaca ratusan buku cerita yang ada di mobil KaCa sembari menunggu adzan magrib. (*)

Baru Dilantik, Ini Nama-nama Lima Wakil Rektor UMM

Lima wakil rektor dan sekretaris universitas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses dilantik pada 5 April 2024 ini. Mereka akan mendukung dan mendampingi rektor baru Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. dalam memimpin Kampus Putih dan melanjutkan pengembangan pendidikan selama lima tahun ke depan. Adapun wakil rektor I UMM bidang pendidikan, pengajaran dan teknologi digital UMM diemban Prof. Akhsanul In’am, Ph.D. dan wakil rektor II dipercayakan pada Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., CA. yang bertanggungjawab di bidang bidang umum dan keuangan. Sementara itu, Dr. Nur Subeki, M.T. tetap dipercaya untuk melanjutkan kiprah sebagai wakil rektor III bidang kemahasiswaan dan alumni. Di bidang riset, pengabdian, dan kerjasama UMM ada nama Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD. Sebagai wakil rektor IV. Sementara itu, yang menjabat sebagai wakil rektor V ialah Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. yang bertanggungjawab pada aspek pembinaan AIK dan pengembangan SDM. Terakhir, jabatan sekretaris Kampus Putih kini dipercayakan pada Prof. Dr. Sidik Sunaryo, M.Si., M.Hum. Dalam sambutannya, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. menjelaskan bahwa ada 95 perguruan tinggi unggul di Indonesia dan 11 di antaranya adalah Muhammadiyah. Jika dilihat lebih teliti, ormas keagamaan yang memiliki universitas unggul adalah Muhammadiyah dan juga dari katolik kristen. Hal itu dikarenakan keduanya telah matang secara kelembagaan. “Hal menarik lainnya adalah bahwa banyak perguruan tinggi Muhammadiyah yang didirikan oleh daerah-daerah tapi pengelolaannya dari pusat. Dari pusat tidak memberikan uang, tapi mengontrol. Sementara rektor di tiap perguruan tinggi juga tidak protes dan ihklas. Etos inilah yang seringkali dianggap aneh oleh teman-teman dari luar negeri,” katanya. Nurmandi menambahkan, dari 11 PTMA yang unggul itu hanya ada empat yang masuk di ranking Asia. Di antaranya UMM, UMY, UAD, dan UMS. Hal ini penting sebagai rekognisi internasional terhadap Muhammadiyah dalam mengelola pendidikan tinggi. Terkait wakil rektor, ia menjelaskan bahwa warek memang teknokratis atau menguasai bidangnya. “Meski begitu, juga ada sisi poltiisnya, yakni bagaimana menjadi opinion leader. Semoga UMM bisa semakin berprestasi di masa yang akan datang,” katanya. Di sisi lain, Rektor UMM Nazaruddin mengatakan bahwa UMM tidak akan kekurangan orang-orang cerdas. Apalagi meamng Kampus Putih dibentuk dari berbagai macam aspek sumber daya manusia yang unggul. Maka dari itu, kerjasama antar SDM menjadi kunci dan mendorong generasi menuju kemajuan. “Tanpa adanya kita semua, organisasi pendidikan UMM ini tidak akan pernah berjalan. Adapun sebagai lembaga pendidikan, UMM harus mampu memberi sinar, energi, dan kekuatan untuk mencetak generasi emas masa depan. Semoga kita semua mampu memperkuat komitmen Muhammadiyah untuk mengembangkan pandangan dan misi Islam berkemajuan,” pungkasnya. (*)

Dosen UMM Beberkan Sederet Manfaat Puasa untuk Mental

Puasa tidak hanya sekedar menahan nafsu haus dan lapar, namun puasa juga berkaitan dengan kesehatan fisik dan mental seseorang. Tak hanya berguna untuk kesehatan fisik, ternyata puasa juga memiliki manfaat untuk kesehatan mental. Dosen program studi  Psikologi Dr. Zainul Anwar, S.Psi., M.Psi., Psikolog Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjelaskan beberapa manfaat puasa untuk kesehatan mental. Pertama, puasa membuat emosi menjadi lebih stabil. Orang yang berpuasa terbiasa untuk menahan atau mengelola emosi. Mulai dari mengelola hal yang sifatnya biologis sampai mengelola hal yang sifatnya psikologis. Sehingga ketika berpuasa, emosi akan lebih terkontrol dan stabil. Kedua, lebih memiliki empati. Ketika berpuasa, sebenarnya kita juga diajarkan untuk berempati. Dengan berempati, mental kita akan berkembang lebih positif dan sehat. “Sebab dengan membantu atau menolong orang lain, otomatis akan membuat psikis kita menjadi lebih bersemangat,” ucapnya. Ketiga, membuat mental menjadi lebih sehat khususnya terkait dengan berbagai tekanan dalam hidup. Contohnya, tekanan stress. Stress akan lebih mudah dikelola dengan berpuasa. Ada pantangan yang harus kita hindari saat berpuasa. Contohnya menggibah, yang secara psikologis itu sifatnya dapat menimbulkan stress. Dengan berpuasa, hal-hal tersebut sebisa mungkin kita hindari yang juga membuat kita terhindar dari stress. Keempat, berpuasa dapat menjadikan kita lebih produktif. Kelima, berpuasa dapat membuat hidup menjadi lebih teratur. Tidak ada dampak negatif yang dihasilkan puasa bagi kesehatan mental seseorang. Dengan catatan, puasanya dijalankan dengan serius. Jika kita hanya sekedar puasa untuk menjalankan kewajiban, pasti kita akan lebih banyak mengeluh. Misalnya mengeluhkan hal yang sifatnya biologis, seperti lapar dan haus. Kemudian menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan. “Padahal seharusnya saat berpuasa, kita jadi lebih produktif dan semangat. Tentunya dalam hal-hal yang bersifat positif,” jelasnya. Jika kita menjadikan puasa itu sebagai beban, mungkin dapat membuat kita semakin tertekan dan stress. Namun jika mengikuti aturan puasa yang ada, maka tidak akan menimbulkan efek negatif apapun secara psikologis. Saat merasa stress saat berpuasa, maka cobalah untuk mengubah pola pikir kita. “Cobalah menjalani puasa dengan perasaan yang lebih santai dan bahagia. Puasa Ramadan hanya ada sebulan dalam setahun, maka sambut dan jalankanlah perintah dari Yang Maha Kuasa ini dengan ikhlas. Insyaallah akan ada dampak dan balasan yang indah untuk kita saat atau setelah menjalankannya,” pungkasnya. (*)