Ponpes International Abdul Malik Fadjar Diresmikan

Pengembangan bidang pendidikan terus diupayakan oleh Muhammadiyah. Terbaru, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si. meresmikan Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF), 21 Februari lalu di Kepuharjo, Malang. Turut hadir pula Ketua Badan Pembina Harian (BPH) sekaligus Menteri Koordinator PMK Prof. Dr. Muhadir Effendy, MAP. dalam peresmian tersebut. Dalam sambutannya, Haedar menyampaikan terimakasih kepada Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang telah menyerahkan aset gedung kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim dan kemudian dikelola sebagai PPI AMF. Adapun penggunaan nama Abdul Malik Fadjar sebagai identitas ponpes itu tidak lain sebagai cara meneladani nilai perjuangan, kecerdasan, dan pengabdian seorang guru bangsa. “Beliau merupakan sosok yang saya takzimi. Kita semua juga tahu kiprah, perjuangan, dan kontribusi beliau. Bukan hanya bagi pendidikan di Muhammadiyah saja, tapi juga kontribusinya bagi pendidikan nasional. Termasuk di dalamnya usaha beliau untuk merintis pendirian UMM hingga menjadi universitas bertaraf internasional seperti sekarang,” tuturnya. Haedar juga sempat mengutip hadis tentang tiga amalan yang tidak akan terputus hingga akhir hayat. Hal itu menurutnya sangat relevan jika dibawa dalam konteks kiprah perjuangan sosok Malik Fadjar. “Sedekah jariyah, doa anak yang sholeh, serta ilmu yang bermanfaat. Ketiga itu adalah amalan yang tidak akan putus hingga akhir hayat yang mana sangat cocok dengan almarhum Abdul Malik Fadjar,” katanya. Ini juga menjadi cara Muhammadiyah untuk berkontribusi agar Indonesia Emas 2045 bisa tercapai. Menurut Haedar, untuk mewujudkannnya pasti membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, baik dari aspek agama, pancasila, global, serta menguasai teknologi. Dengan begitu, SDM Indonesia bisa bersaing di dunia internasional. Adapun PPI AMF ini merupakan hasil inisiasi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. yang merupakan rektor UMM periode 2016-2024. Beberapa keunggulan yang disediakan adalah adanya konsep living language, living quran and sunnah, hingga living learning. Dalam kesehariannya, para santri akan menggunakan bahasa Inggris dan arab, mengamalkan Alquran, dan belajar dengan alam. Ponpes internasional yang berlokasi di Jalan Pangestu, Dusun Telasih, Desa Kepuharjo, Karangploso Malang itu juga memiliki fasilitas lengkap dan mendukung. Misalnya saja asrama yang representatif, sport and arts center, laboratorium teknologi informasi, lingkungan yang bersih dan hijau, serta lainnya. Ponpes yang berdiri di lahan dengan luas 1,1 hektar ini juga bertujuan untuk menyiapkan calon pemimpin berwawasan global melalui berbagai program unggulannya. Di sisi lain, Muhadjir menegaskan bahwa UMM telah melakukan langkah konkret dalam dalam pengembangan persyarikatan Muhammadiyah. Hal itu dibuktikan dengan pemberian hibah gedung pondok pesantren ini kepada PWM Jatim. Ia berharap agar langkah ini bisa ditiru oleh amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang lain. “Jadi jangan selalu menunggu dapat sesuatu dari pimpinan Muhammadiyah. Tapi juga bisa ikut berkontribusi langsung seperti UMM ini. Semoga ponpes internasional ini mampu memberikna manfaat yang banyak dan luas,” ungkapnya. (wil)
Apa Saja Pemicu Skizofrenia? Ini Penjelasan Dosen UMM

Dari data Kementerian Kesehatan RI 2023, gangguan kesehatan mental atau depresi merupakan masalah kejiwaan yang rentan terjadi pada remaja. Data di Indonesia menunjukkan sebanyak 6,1% penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas mengalami gangguan kesehatan mental yang salah satunya adalah skizofrenia. Psikolog sekaligus Dosen Prodi Psikologi (FPsi) Universitas Muhammadiyah (UMM) Uun Zulfiana, M.Psi. menjelaskan bahwa skizofrenia merupakan gangguan psikotik berupa disorientasi realita. “Kontak terhadap kenyataan berkurang atau bahkan tidak berfungsi jika gangguan tersebut terlampau parah,” jelas dosen yang akrab disapa Uun tersebut. Selain itu, skizofrenia juga berdampak pada pemikiran, emosional, dan perilaku manusia. Jika ditelisik lebih dalam, gangguan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama faktor biologis, artinya jika seseorang mempunyai riwayat keturunan atau silsilah keluarga yang terdiagnosa skizofrenia, potensi keturunannya lebih besar mengidap gejala tersebut. Apalagi jika lingkungannya tidak mendukung. Kedua adalah kepribadian diri sendiri artinya bagaimana dia melakukan problem solving, melihat dirinya (self-esteemnya) apakah ia termasuk introvert atau extrovert. “Dan ketiga yakni faktor lingkungan atau psikososial yang meliputi ekonomi, sosial masyarakat dan lainnya. Keempat adalah penggunaan obat terlarang yang cukup lama, hal itu yang menyebabkan kerusakan otak dan bisa mempengaruhi skizofrenia,” tambahnya. Uun juga memaparkan, terdapat beberapa gejala atau ciri penderita skizofrenia. Yang pertama, ia melakukan isolasi diri karena merasa mencapai agresif yang berlebihan. Kedua, emosionalnya tidak terkendali yaitu bisa sangat pasif seperti bermalas-malasan bahkah sebaliknya terlalu aktif. Ketiga, secara kognitif munculnya disorientasi ketidaknyambungan mengenai waktu dan suasana, yang mana ia bisa mengartikan sesuatu menjadi tidak benar. Terakhir, gejala yang paling menonjol adalah halusinasi atau delusi dengan munculnya bisikan atau ajakan melakukan hal yang sebenarnya tidak dilakukan oleh orang normal. “Namun, seseorang yang memenuhi ciri seperti diatas tidak bisa langsung dilakukan diagnosa sebelum ciri tersebut menetap selama enam bulan secara persisten dan konsisten,” ujarnya. Potensi kesembuhan pada pasien skizofrenia bergantung pada level gangguan. Artinya, banyak faktor yang mempengaruhi kesembuhannya. Semakin ia mudah mengalami gangguan dan sudah lama mengidapnya, maka kemungkinan penyembuhannya tidak bisa 100%. Namun, jika gangguan muncul saat usia tua dan terdeteksi dengan cepat, maka kemungkinan kesembuhannya lebih positif. Proses penyembuhan pasien bisa melalui sisi medis, fisiologis, dan psikoterapi dengan berbagai pendekatan. Tips dari Uun agar gangguan skizofrenia tidak terulang ke generasi penerus adalah dengan manajemen stres yang baik. Begitupun dengan proses relaksasi pikiran dengan refreshing dan menghindari faktor pemicu. “Langkah terbaik adalah menyelesaikan faktor pemicunya, namun jika tidak bisa lebih baik untuk menghindar,” tandasnya. Di akhir ia berharap penderita Skizofrenia bisa lebih peka dengan keadaan ketika merasakan ciri atau gejalanya. “Jangan malu untuk bercerita tentang masalah yang sedang dialami kepada orang terdekat atau yang paling dipercaya. Jika tidak, segera konsultasikan karena saat ini anda telah dimudahkan oleh teknologi yang membuat anda bisa melakukan konsultasi dengan tenaga profesional hanya melalui gawai,” tutupnya. (dit/wil)
Apa Itu Urban Farming dan Manfaatnya? Begini Penjelasan Dosen UMM

Dalam beberapa dekade terakhir, pertanian perkotaan telah muncul sebagai solusi inovatif untuk tantangan yang dihadapi oleh komunitas perkotaan. Dengan ruang yang terbatas dan ketersediaan lahan yang sulit, urban farming telah membuka peluang baru bagi penduduk kota untuk memanfaatkan lahan sebagai kegiatan pertanian. Ary Bakhtiar, SP.,M.Si, selaku dosen program studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyatakan, urban farming merupakan salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat perkotaan. Bisa menjadi solusi yang cocok dengan menggunakan metode tanam sekam hidroponik dalam berbagai bentuknya. Urban farming juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perkotaan. Hasil panen tidak hanya dapat dijual untuk mengurangi pengeluaran harian, tetapi juga dapat dikonsumsi sendiri. “Mayoritas tanaman yang ditanam adalah produk-produk pangan yang dibutuhkan sehari-hari, sehingga dapat menekan jumlah pengeluaran dengan mengalihkannya ke pos-pos pengeluaran lain,” tambah Ari. Menurutnya, urban farming memberikan berbagai manfaat, termasuk peningkatan kualitas udara dengan penyerapan karbondioksida dan produksi oksigen melalui fotosintesis. Praktek pertanian organik dan manajemen limbah juga membantu mengurangi polusi air dan tanah. Selain aspek lingkungan, pertanian perkotaan berperan dalam memperkuat komunitas dengan memfasilitasi interaksi berbagi pengetahuan dan membangun hubungan yang kuat. “Dampak positif dari urban farming melibatkan aspek minimisasi berbagai hal. Misalnya meningkatnya edukasi masyarakat, terutama anak-anak yang senang bercocok tanam. Selain itu, urban farming dapat berfungsi sebagai sarana rekreasi keluarga,” ucapnya. Urban farming menurut Ari, juga memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Melibatkan berbagai jenis tanaman dan ternak yang terintegrasi, seperti lele yang dapat diintegrasikan dengan bayam dan kangkung melalui budidaya dalam ember, urban farming dapat mendukung kebutuhan keluarga dalam berbagai aspek. Meski demikian, ada sejumlah tantangan saat melakukan kegiatan urban farming. Beberapa diantaranya yakni keterbatasan lahan yang dapat diatasi dengan teknik pertanian vertikal dan atap. Kualitas tanah yang terpengaruh oleh polutan dapat diatasi melalui penerapan pertanian organik dan manajemen limbah. Ketergantungan pada pasokan air teratasi dengan teknik penghematan air seperti irigasi tetes dan penangkapan air hujan. “Yang lebih berat, tantangan utama dalam urban farming adalah konsistensi dalam niat, perencanaan, dan implementasi. Kegiatan ini memerlukan perawatan rutin, dan konsistensi dalam menjaga tanaman atau hewan menjadi tantangan. Terutama di tengah kesibukan masyarakat perkotaan,” jelasnya. Penerapan teknologi, seperti hidroponik dan aeroponik, dapat meningkatkan efisiensi dan hasil produksi urban farming. Penggunaan teknologi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran bahwa bercocok tanam tidak selalu memerlukan lahan yang luas. Ia berharap, masayarakat semakin sadar akan manfaatnya, karena urban farming menjadi salah satu upaya efektif untuk menekan biaya hidup dan mengembangkan perubahan positif dalam gaya hidup. Terakhir, Ari mengatakan bahwa urban farming memiliki potensi besar untuk terus berkembang di masa depan. Dengan inisiatif dan dukungan yang tepat, kegiatan urban farming dapat berkontribusi pada pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas hidup penduduk, dan menciptakan lingkungan yang sehat serta menguatkan komunitas. “Melalui eksplorasi dan pengembangan praktik pertanian perkotaan yang inovatif, kita dapat mencapai visi perkotaan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya.(bal/wil)
Apa Saja Pemicu Skizofrenia? Ini Penjelasan Dosen UMM

Dari data Kementerian Kesehatan RI 2023, gangguan kesehatan mental atau depresi merupakan masalah kejiwaan yang rentan terjadi pada remaja. Data di Indonesia menunjukkan sebanyak 6,1% penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas mengalami gangguan kesehatan mental yang salah satunya adalah skizofrenia. Psikolog sekaligus Dosen Prodi Psikologi (FPsi) Universitas Muhammadiyah (UMM) Uun Zulfiana, M.Psi. menjelaskan bahwa skizofrenia merupakan gangguan psikotik berupa disorientasi realita. “Kontak terhadap kenyataan berkurang atau bahkan tidak berfungsi jika gangguan tersebut terlampau parah,” jelas dosen yang akrab disapa Uun tersebut. Selain itu, skizofrenia juga berdampak pada pemikiran, emosional, dan perilaku manusia. Jika ditelisik lebih dalam, gangguan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama faktor biologis, artinya jika seseorang mempunyai riwayat keturunan atau silsilah keluarga yang terdiagnosa skizofrenia, potensi keturunannya lebih besar mengidap gejala tersebut. Apalagi jika lingkungannya tidak mendukung. Kedua adalah kepribadian diri sendiri artinya bagaimana dia melakukan problem solving, melihat dirinya (self-esteemnya) apakah ia termasuk introvert atau extrovert. “Dan ketiga yakni faktor lingkungan atau psikososial yang meliputi ekonomi, sosial masyarakat dan lainnya. Keempat adalah penggunaan obat terlarang yang cukup lama, hal itu yang menyebabkan kerusakan otak dan bisa mempengaruhi skizofrenia,” tambahnya. Uun juga memaparkan, terdapat beberapa gejala atau ciri penderita skizofrenia. Yang pertama, ia melakukan isolasi diri karena merasa mencapai agresif yang berlebihan. Kedua, emosionalnya tidak terkendali yaitu bisa sangat pasif seperti bermalas-malasan bahkah sebaliknya terlalu aktif. Ketiga, secara kognitif munculnya disorientasi ketidaknyambungan mengenai waktu dan suasana, yang mana ia bisa mengartikan sesuatu menjadi tidak benar. Terakhir, gejala yang paling menonjol adalah halusinasi atau delusi dengan munculnya bisikan atau ajakan melakukan hal yang sebenarnya tidak dilakukan oleh orang normal. “Namun, seseorang yang memenuhi ciri seperti diatas tidak bisa langsung dilakukan diagnosa sebelum ciri tersebut menetap selama enam bulan secara persisten dan konsisten,” ujarnya. Potensi kesembuhan pada pasien skizofrenia bergantung pada level gangguan. Artinya, banyak faktor yang mempengaruhi kesembuhannya. Semakin ia mudah mengalami gangguan dan sudah lama mengidapnya, maka kemungkinan penyembuhannya tidak bisa 100%. Namun, jika gangguan muncul saat usia tua dan terdeteksi dengan cepat, maka kemungkinan kesembuhannya lebih positif. Proses penyembuhan pasien bisa melalui sisi medis, fisiologis, dan psikoterapi dengan berbagai pendekatan. Tips dari Uun agar gangguan skizofrenia tidak terulang ke generasi penerus adalah dengan manajemen stres yang baik. Begitupun dengan proses relaksasi pikiran dengan refreshing dan menghindari faktor pemicu. “Langkah terbaik adalah menyelesaikan faktor pemicunya, namun jika tidak bisa lebih baik untuk menghindar,” tandasnya. Di akhir ia berharap penderita Skizofrenia bisa lebih peka dengan keadaan ketika merasakan ciri atau gejalanya. “Jangan malu untuk bercerita tentang masalah yang sedang dialami kepada orang terdekat atau yang paling dipercaya. Jika tidak, segera konsultasikan karena saat ini anda telah dimudahkan oleh teknologi yang membuat anda bisa melakukan konsultasi dengan tenaga profesional hanya melalui gawai,” tutupnya. (dit/wil)
Lima Prodi FPP UMM Songsong Akreditasi Internasional ASIIN

Langkah internasionalisasi senantiasa diupayakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, lima program studi Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM menyongsong akreditasi internasional, yakni prodi yakni Agroteknologi, Peternakan, Budidaya Perairan, Teknologi Pangan dan Kehutanan. Adapun lembaga internasional yang melakukan proses akreditasi adalah Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN) pada pertengahan Februari ini. Lembaga tersebut berasal dari Jerman yang memiliki fokus disiplin ilmu rekayasa, matematika dan sains, pertanian, biologi. Pada kunjungannya ke UMM, salah satu penilai Dr. Sonja Kleinerts mengapresiasi berbagai program unggulan yang ada di FPP UMM. Apalagi melihat fakta bahwa sektor pertanian dan peternakan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Misalnya terkait pemenuhan kebutuhan pokok. “Terkait program inovasi yang dilakukan UMM, saya sangat mengapresiasinya. Apalagi mengingat bahwa bidang pertanian dan peternakan merupakan komoditas primer bagi manusia,” tambah Kleinerts. Sementara itu, dalam sharing session bersama pihak ASIIN, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. Rektor UMM menyampaikan akan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan. Sampai saat ini, Kampus Putih uga terus mengusahakan hal tersebut melalui berbagai cara. Mulai dari peningkatan kualitas pengajar hingga pemberian fasilitas yang mumpuni bagi mahasiswa, baik dari segi fasilitas fisik maupun non fisik. “Sudah saatnya UMM untuk melakukan internasionalisasi secara menyeluruh. Beberapa prodi sudah dapat akreditasi internasional FIBAA, AUN-QA dan lain-lain. UMM juga pernah jadi universitas Islam swasta nomor 1 di dunia versi Unirank dan prestasi-prestasi lain,” jelasnya. Lebih lanjut, Nazar juga menjelaskan bahwa UMM memiliki program terobosan yang diberi nama Center of Excelence (CoE). Program unggulan Kampus Putih itu memiliki peran untuk meningkatkan skill profesionali bagi mahasiswa. CoE juga sudah dijalankan oleh lima program studi yang sudah diajukan ke ASIIN. Bahkan banyak lulusan program CoE tersebut yang sudah diterima di dunia profesional bersama dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). “Di FPP UMM, terdapat CoE kelas profesional ruminansia, unggas, kakao, udang, koi, industri produksi benih tanaman, dan essential oil. Itu semua kelas profesional yang menjadi program unggulan yang membentuk dan mengajari mahasiswa langsung di dunia kera selama satu semester,” ungkap mengakhiri. Ada berbagai manfaat yang diperoleh dengan adanya akreditas internasional. Mulai dari pengakuan dari dunia pendidikan internasional hingga peningkatan mutu pendidikan. Selain itu juga dapat menarik perhatian pengajar dari luar negeri untuk memberikan ilmunya di kampus tersebut. (faq/wil)
Unik, Mahasiswa UMM Kembangkan Prototipe Alat Deteksi Kantuk

Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Keselamatan Transportasi Indonesia (MTI), angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia 2023 mencapai 116 ribu kasus. Jika dibandingkan dengan tahun 2022, angka kecelakaan cenderung naik sebesar 6,8 persen. Dari anyaknya kasus, tertinggi kecelakaan dialami oleh pengendara motor dan mobil pribadi. Hal ini terjadi karena kelalaian pengendara, kelelahan, dan rasa kantuk. Melihat trend data ini, Faza Ega Agista dan timnya asal Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan alat deteksi kantuk. Alat yang diberi nama Drowsiness Detection ini memiliki sensor untuk mendeteksi gerak wajah pengguna saat merasa mengantuk. Adapun alat ini masih dalam tahap pengembangan dan masih berupa prototipe. Faza menjelaskan, prototipe buatannya ini dapat mengantisipasi pengendara saat kelelahan. Pasalnya, alat yang ia buat ini memiliki face recognition yang mana sensor tersebut akan mendeteksi gerakan pengendara apabila mengantuk. “Untuk saat ini, produk kami masih berupa kamera eksternal yang dipasangkan dengan program di komputer. Untuk programnya sendiri kami menggunakan pemograman python,” ucap Faza. Uniknya, Faza dan tim membuat program secara mandiri. Berbekal tutorial dari internet, ia dan tim membuat program yang dapat berjalan dengan baik. Program tersebut berisi database kondisi wajah yang mengantuk. Jadi, apabila pengendara menutup mata lima sampai sepuluh detik, maka secara otomatis sensor akan mendeteksi dan mengolah data kemudian merubahnya menjadi suara alarm. Tak hanya itu, Faza dan tim juga menambahkan sensor detak jantung yang ditautkan pada gelang. “Namun, untuk sekarang sensor detak jantung sendiri masih trial and error saja. Karena melihat masih banyak yang perlu dibenahi dan kami kembangkan dari alat ini,” tambahnya. Target utama dari alat ini nantinya adalah agen travel yang memiliki jam terbang tinggi ataupun pengendara umum. Hal ini diharapkan dapat mengantisipasi kecelakaan akibat kelelahan di perjalanan. Apalagi, bagi sopir travel yang menempuh perjalanan panjang pasti mudah merasa kelelahan. Nantinya, Faza dan tim akan menyempurnakan prototipe yang ia buat agar dapat segera diterapkan bagi masyarakat umum. Penyempurnaannya nanti berupa pemasangan kamera dan program pada kendaraan sehingga tidak memerlukan program melalui laptop. Selain itu, ia juga akan menyempurnakan sensor detak jantung dan menambahkan fitur pengereman otomatis jika pengendara terdeteksi mengantuk. Untuk itu, ia berharap agar prototype yang ia buat dapat dikembangkan dengan bekerjasama menggaet perusahaan untuk diimplementasikan secara langsung. “Besar harapan kami dapat bekerjasama dengan perusahaan kendaraan, agar Drowsiness Detection ciptaan kami dapat secara langsung diimplementasikan pada kendaraan dan dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya. (tri/wil)
Derlin, Mahasiswa UMM yang Juarai Jateng Kickboxing Championship

Mahasiswa D-III Teknologi Elektronika Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membawa kabar gembira. Adalah Derlin Julianto yang berhasil memperoleh juara 3 dalam Kejuaraan Jateng Kickboxing Championship pada di Surakarta, awal tahun ini. Adapun Derlin mewakili kota Malang untuk berlaga di kompetisi yang diikuti sebanyak 100 peserta dan terbagi menjadi kelas eksibisi low kick dan full contact, dan kelas turnamen low kick dan full contact. Derlin mengatakan bahwa ia tergabung kedalam kelas turnamen low kick yang berhasil menembus semifinal di kelas tersebut. Namun sayangnya, ia belum bisa menembus final karena terhambat masalah administrasi yang kurang lengkap, pelatih yang seharusnya mendampingi sedang berhalangan sehingga hanya dirinya sendiri yang mengurus. “Dari kota Malang yang berhasil berangkat hanya dua orang saja, namun kami berangkat tanpa didampingi oleh pelatih. Maka dari itu saat sedang mengurus administrasi, saya tidak mendengar panggilan untuk naik ke panggung, dan dinyatakan gugur,” ujarnya. Lebih lanjut, menurutnya pada kompetisi kali ini terdapat sedikit tantangan karena peraturan dan rundown kegiatan kurang sinkron. Sehingga beberapa kali ia harus berdiskusi kembali dengan panitia. “Berdiskusi dan berusaha menemukan titik tengah telah kami lakukan. Namun karena panitia juga berdiri di bawah sistem, maka dari itu kami para peserta tetap wajib menaatinya,” katanya. Derlin juga menyampaikan bahwa di awal pertandingan ia melawan kota Jakarta dan berhasil menaklukkannya. Kemudian mengalahkan beberapa kota lain hingga ia dapat masuk ke semifinal dan melawan kota Surakarta. Menurutnya, ajang kompetisi kali ini tidak banyak yang perlu disiapkan karena setiap hari ia rutin melakukan latihan. Namun, seperti atlet pada umumnya, Derlin menjaga kondisi kesehatannya dengan memakan makanan yang berprotein tinggi dan serat setiap hari. Ia juga mengatakan kalau cabang olahraga kickboxing ini telah ia tekuni dari tahun 2018. Ia bahkan telah banyak membawa pulang piala. Ia juga bersyukur bisa berkuliah di UMM karena pihak kampus sangat mendukung potensi mahasiswanya. Ia mendapatkan dukungan, baik dari segi biaya, akomodasi, hingga apresiasi. Selanjutnya, Derlin bertekad untuk selalu mencari ajang perlombaan kickboxing lainnya tanpa mengorbankan kewajibannya sebagai mahasiswa. Apalagi sekarang ia telah masuk di semester akhir. “Saat ini saya juga sedang mengurus konversi mata kuliah tugas akhir di jurusan dengan menggunakan sertifikat kejuaraan tingkat nasional yang pernah saya ikuti. Apalagi UMM memang membuka lebar kesempatan ini,” pungkasnya. (ri/wil)
Indonesia Kurangi Ketergantungan Dolar, Begini Penjelasan Dosen UMM

Bank Indonesia (BI) baru-baru ini mengumumkan langkah strategis dengan mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika sebagai mata uang utama dalam perdagangan internasional dengan skema de-dolarisasi. Adapun beberapa negara yang telah bersepakat untuk hal ini di antaranya, Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok dan kini Korea Selatan. Meskipun dolar diakui sebagai mata uang yang kuat di dunia, tetapi ketergantungan terhadapnya tidak lagi dianggap sebagai pilihan yang optimal. Menurut Syamsul Hadi, SE., M.Si. CRA, selaku dosen D-III Keuangan dan Perbankan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), langkah ini diperlukan untuk memperkuat kedaulatan mata uang lokal dalam persaingan ekonomi global. Terlebih, pengaruh dolar terhadap rupiah sangatlah signifikan, mengingat Amerika adalah mitra perdagangan utama bagi Indonesia dan negara lainnya. “Alasannya, dolar telah tersebar di berbagai negara dalam jumlah besar. Hal ini diakibatkan oleh perdagangan pembelian minyak Amerika ke Timur Tengah atau dikenal sebagai petro dolar. Namun, untuk mengantisipasi ekonomi dan politik Amerika yang semakin tersaingi oleh kekuatan Cina, maka perdagangan selain dengan Amerika sebaiknya menggunakan mata uang domestik masing-masing negara,” papar Syamsul. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan keseluruhan intensitas perdagangan antar dua negara yaitu kurs atau nilai tukar. Kelebihan lainnya adalah prediksi nilai tukar yang dapat dikendalikan bersama kedua negara tersebut. Berbeda jika menggunakan mata uang dolar AS, maka pasti pedagang internasional masih menghitung penguatan atau pelemahan nilai tukar dolar. “Dua langkah perhitungan atau prediksi dan nilai tukar dolar AS ada di luar kontrol kita. Sehingga, tren penggunaan mata uang domestik masing-masing mitra dagang lebih ‘menyenangkan’ dan terkontrol dengan baik. Hal ini menjadi langkah yang paling aman, mudah, efisien dan win-win solution karena ditentukan berdasarkan kondisi ekonomi masing-masing negara,” tambahnya. Syamsul juga mengisyaratkan, jika Indonesia ingin menjadi negara kuat dan perekonomiannya maju di tingkat global, maka Indonesia harus mempunyai cadangan devisa dolar AS atau yuan dalam jumlah yang mencukupi dan kuat. Selain itu juga harus memiliki formulasi nilai tukar optimum bagi perdagangan. Dalam konteks strategi nasional, Ia juga menekankan perlunya berfokus untuk melakukan riset yang mendalam dalam menentukan strategi. Sehingga bisa mendapatkan nilai tukar mata uang yang memberi nilai optimum. Khususnya di bidang perdagangan sebagai salah satu pintu memenangkan persaingan global. “Jangan menjadi follower market. Kita harus punya target jangka pendek dan jangka panjang. Sebagai contoh, meniru Cina yang dimulai dari pengumpulan dolar AS hampir 12 tahun. Kemudian, baru bisa melakukan kebijakan fix exchange rate dengan melakukan peg (cantol) dolar AS yang menggunakan formulasi tertentu. Pengamatan fluktuasi nilai dengan standar deviasi saja tidak cukup, perlu formulasi dan negara mana yang mau disasar terlebih dahulu. Tentu, dengan mitra dagang utama yaitu Amerika, Cina dan Jepang,” jelasnya. Sayangnya, Indonesia masih abai mengenai masalah tersebut, bahkan sudah berlangsung selama puluhan tahun. Alhasil, banyak riset yang menyatakan bahwa nilai ekspor di Tanah Air rendah karena nilai tukar terus melemah dari yang seharusnya. “Tapi, Indonesia juga telah menerapkan langkah-langkah untuk mengupayakan stabilitas pasokan dolar AS. Sebagai contoh, yakni mewajibkan transaksi di pelabuhan Indonesia menggunakan rupiah, gerakan cinta rupiah, pembatasan membawa dolar keluar negeri, melegalkan dan memperbanyak money changer, suku bunga acuan, dan sebagainya,” pungkasnya. (lai/wil)
Hati-hati Father Hunger, Begini Solusi Dosen UMM

Salah satu peran ayah adalah sebagai pencari nafkah dalam keluarga. Seiring mobilitas yang semakin tinggi dan hadirnya beragam profesi, figur ayah di rumah terasa kurang dan membuat ikatan emosional antar ayah dan anak berkurang. Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, Nandy Agustin Syakarofath, S.Psi., M.A menjelaskan hal tersebut dapat menjadi salah satu penyebab anak mengalami “father hunger”. Father hunger adalah kondisi di mana anak merasakan tekanan psikologis karena ketiadaan figur seorang ayah. Entah karena meninggal, perceraian atau ketidakberfungsian peran dari ayah itu sendiri dalam pengasuhan. Akibatnya seperti melakukan kekerasan fisik atau psikologis. Riset terdahulu menyebutkan bahwa keterlibatan ayah dalam rumah tangga mampu berkontribusi dalam mewujudkan keluarga yang tangguh. Maksud dari tangguh adalah bisa membuat setiap individunya mampu mengatasi berbagai permasalahan. “Jika terjadi sebaliknya, maka keluarga akan menjadi rentan, bahkan dapat menjadi penyumbang berbagai persoalan psikologis yang dihadapi oleh setiap anggotanya termasuk istri dan anak,” ucap Nandy. Sejatinya, orangtua memiliki fungsi utama yang wajib diberikan pada anak, yaitu asah, asuh dan asih. Asah artinya memberikan bimbingan hidup atau pengajaran sehingga anak terlatih serta memiliki skill dan tuan yang jelas. Asih adalah pemenuhan kebutuhan dasar sebagai manusia untuk mendapatkan cinta kasih dari orang terdekatnya, yang dapat dirasakan melalui kontak fisik dan kontak batin. Sementara asuh adalah pemenuhan kebutuhan hidup dalam membersamai tumbuh kembang anak hingga dewasa dan seterusnya. Misalnya saja memberikan makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan dan fasilitas yang layak bagi anak sehingga mereka merasa aman dan nyaman. Apabila ketiga fungsi atau peran tersebut tidak diberikan oleh ayah atau ibu, maka anak akan mengalami berbagai masalah atau isu kesehatan mental seperti masalah emosi, perilaku, konflik teman sebaya, hiperaktivitas hingga persoalan perilaku prososial. “Bahkan anak dapat mengalami kecemasan, depresi hingga bunuh diri. Jadi ayah dan ibu sama-sama memiliki kedudukan penting dalam kehidupan keluarga terutama bagi anak-anaknya,” jelasnya. Oleh karenanya, Nandy memberikan beberapa tips mencegah dampak negatif dari father hunger. Pertama, calon ayah dan calon ibu harus siap lahir dan batin dan dengan pertimbangan yang matang saat memutuskan akan menikah. Menikah adalah memulai lembar kehidupan yang baru dengan peran dan fungsi baru berikut juga permasalahannya. Mempersiapkan diri dengan cukup untuk membekali kehidupan rumah tangga sangat penting. Kedua, belajar mengenai pengasuhan atau cara-cara untuk meguatkan keluarga agar menjadi tangguh. Ketiga, bagi istri yang ditinggal suami, baik cerai hidup atau cerai mati, maka maksimalkan asah, asuh dan asih pada anak sehingga kebutuhan dasar anak dapat terpenuhi. “Umumnya, yang paling sulit dijalankan oleh perempuan pada kondisi tersebut adalah fungsi asuhnya. Terutama jika kurang mandiri secara finansial. Jadi, meski sudah menikah, tidak ada salahnya wanita juga memiliki penghasilan sendiri,” tandasnya. Tips terakhir, anak hendaknya bisa mengembangkan soft skill dan hard skill yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu mengoptimalkan potensi yang dimiliki, agar memiliki kemampuan beradaptasi menghadapi berbagai situasi sulit. “Meski demikian, tidak semua stres atau persoalan hidup bersifat negatif. Dalam kadar tertentu, stres dibutuhkan oleh manusia untuk meningkatkan keterampilan berdamai dengan berbagai persoalan hidup,“ pungkasnya. (dev/wil)
Unik, Fapsi UMM Rintis Laboratorium Psikologi E-Sport

Dari data riset agen komunikasi di Asia Tenggara yang bekerjasama dengan Decision Lab, jumlah penduduk Indonesia yang terlibat dalam olahraga elektronik (e-sport) pada 2021 mencapai 52 juta orang. Hal ini menarik perhatian Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan menggelar workshop dan rintisa lab E-Sport psikologi. Agenda itu dilaksanakan pada 5 Februari lalu. Turut hadir Alberta Listiyani Siegit, M.Sc. selaku coach Performance Psychologist. Ia mengatakan bahwa perkembangan E-Sport perlu diperhatikan lebih lanjut. Listi juga menjelaskan seluk beluk dunia E-Sport seperti misalnya peraturan-peraturan yang ada. Terdapat tiga rules yang terdiri dari tiga bagian yaitu players, manager, dan coaches. Pada bagian coaches terdapat tiga bagian lagi yaitu technical, physical dan performance. “Masih banyak team e-sport di Indonesia yang belum mengetahui pentingnya coaches dengan background psikologi. Padahal untuk meningkatkan performa dari team harus ada coach yang membimbing dari segi mental dan fisiknya. Oleh karena itu, peluang seorang psikolog menjadi lebih besar untuk masuk ke ranah e-sport pada masa ini,” jelasnya. Selain itu, ia memaparkan perbedaan dari mobile E-sport players dengan PC E-sport Players. Seseorang yang berkarir di mobile e-sport players bisa dibilang sangat singkat, karena mereka hanya bisa eksis mulai umur 16-23 tahun saja. Di samping itu, mobile e-sport players juga sangat fleksibel. Pemain dapat bermain menggunakan smartphone merk apapun, asalkan mendukung aplikasi. “Sayangnya, tak mudah menjadi seorang players dari mobile e-sport. Syarat utamanya adalah harus berhenti sekolah, banyak dari orang tua yang tidak setuju akan hal tersebut,” kata Listi. Menurutnya, kebanyakan pemain berasal dari kalangan menengah ke bawah. Terutama mereka yang kesulitan dengan biaya sekolah dan kurang dukungan dari orang tua untuk melanjutkan sekolah. Hal itu menjadi peluang besar bagi mereka untuk mengejar karir di dunia mobile e-sport ini. “Berbeda dengan mobile esport, PC esport players memiliki jenjang karir yang lebih lama yaitu mulai 17-29 tahun. Kebanyakan mereka dari PC players juga menempuh pendidikan tinggi ataupun sudah bekerja. Peminat PC players kebanyakan berasal dari kalangan menengah, karena dari alat yang diperlukan juga tidak murah. Mulai dari PC hig end sampai alat pendukung lainnya,” tambahnya. Paparan menarik juga disampaikan M. Salis Yuniardi, S.Psi, . M.Psi, PhD selaku Dekan Psikologi UMM. Ia menjelaskan latar belakang mengapa Psikologi mulai masuk ke dalam dunia E-sport. Menurutnya, pro players sangat membutuhkan seorang psikolog karena tingginya tekanan dari berbagai hal yang mereka alami. Di sisi lain, banyak asumsi mengenai e-sport yang mana belum jelas kebenarannya. Sehingga, membuat psikologi harus masuk untuk mempelajari dan meneliti di dalamnya. “Sudah seharusnya para pengajar psikologi memanfaatkan aspek pengajaran, penelitian, dan riset untuk mulai masuk ke dunia e-sport. Dari jutaan peminat e-sport yang ada, sangat disayangkan jika psikologi tidak membagi fokus ke sana. Psikologi tidak melulu hanya tentang perusahaan dan gangguan mental saja, namun harus bisa melebarkan sayapnya. Salah satunya melalui e-sport ini,” pungkasnya. (dit/wil)