Dosen UMM:Ibu dengan Baby Blues Berpotensi Alami Penurunan Kesehatan Mental

Baby blues adalah istilah yang tidak asing bagi ibu milenial bahkan gen-Z. Yang memprihatinkan, dalam beberapa pemberitaan, ibu dengan baby blues tak segan menyakiti diri sendiri maupun anaknya. Dari sisi psikologi, baby blues disebut dengan postpartum blues. Ini bukan termasuk gangguan mental, tetapi permasalahan psikologis. Hal ini disampaikan psikolog sekaligus Dosen Psikologi (FPsi) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  Atika Permata Sari, S.Psi., M.Psi . “Dalam psikologi, permasalahan dan gangguan adalah hal yang berbeda. Permasalahan, belum menghasilkan diagnosis gangguan tertentu. Namun jika postpartum blues dibiarkan tanpa ada penanganan, maka nantinya akan menjadi postpartum depression dimana kondisi ini bisa disebut dengan gangguan psikologis,” tambahnya. Jika ditinjau dari sisi medis lanjut Atika, faktor pemicu ibu mengalami baby blues bisa berasal dari beberapa hal seperti perubahan hormon yang drastis setelah melahirkan, riwayat kondisi sebelum melahirkan, dan riwayat permasalahan di keluarga. “Terlebih bagi ibu yang memiliki riwayat gangguan psikologis seperti depresi akan berisiko lebih besar untuk mengalami baby blues,” tambahnya. Gejala yang paling kelihatan saat seorang ibu mengalami baby blues adalah berkaitan dengan emosi. Yakni emosi yang labil, merasa cemas, mudah marah dan bahkan beberapa menunjukkan gejala depresi ringan. Selain itu juga ada gejala dalam bentuk perilaku yaitu perubahan pola tidur dan perubahan pola makan. Bisa jadi makan lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya dan tidur lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya. Mengacu pada beberapa penelitian sebelumnya, Atika menyampaikan bahwa Ibu yang mengalami baby blues akan mengalami penurunan kesehatan mental dan memiliki kualitas tidur yang buruk. Selain itu, hal ini juga akan berdampak pada sejauh mana ibu mampu menjalankan peran pengasuhan kepada anaknya. “Adanya pendampingan baik dari keluarga maupun tenaga profesional adalah hal penting. Mereka dapat memberikan dukungan kepada ibu pasca melahirkan. Hal ini terbukti dapat menurunkan kemungkinan baby blues berkembang menjadi postpartum depression. Selain itu, pendampingan juga meningkatkan kesehatan mental ibu,” tegasnya. Ada beberapa dukungan yang dapat dilakukan. Mulai dari dukungan instrumental seperti bergantian menjaga bayi, dukungan emosional seperti mendengarkan curhat istri, ataupun dukungan material seperti memberikan tambahan uang saku untuk istri.  “Baby blues wajar dialami dan biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah dua minggu pasca kemunculan pertama gejala. Ini juga dapat membaik tentunya dengan dukungan dari  orang-orang disekitar,” paparnya. Di akhir, Atika berharap semoga setiap ibu yang mengalami baby blues mempunyai cukup dukungan dalam proses pengasuhan anak. Ia pun berpesan kepada para ibu agar tidak segan-segan meminta bantuan kepada individu-individu di sekitar. “Jangan pernah merasa bersalah saat meminta bantuan dan menerima bantuan dari orang lain selama membesarkan anak. Seperti kata pepatah, ‘it takes a village to raise a child’, “ pungkasnya. (dit/wil)

Pemateri di Talkshow Pemilu UMM Sebut Mahasiswa Jadi Garda Terdepan

Merujuk pada Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pemilu, prosesnya harus diselenggarakan dengan asas-asas yang mengikat untuk mewujudkan pemilu yang bisa menjamin demokrasi. Tentunya, generasi muda memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemilu yang berasaskan Luber Jurdil. Hal itu disetujui oleh Mochammad Arifudin, S. Hum. selaku Ketua Bawaslu Kota Malang yang hadir dalam Talkshow Pemilu Damai 2024 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 1 Februari ini. Dalam agenda bertajuk ‘Peran Mahasiswa di Bumi Arema dalam Pemilu 2024 ‘ itu, ia menyebut bahwa mahasiswa memiliki peran mengkritisi dan melakukan pengawasan terhadap calon pemimpin. Jika melihat penyelenggaraan pemilu dari tahun sebelumnya, terdapat banyak perubahan sistem tata penyelenggaraan. Contohnya di pemilu saat ini, media sosial menjadi salah satu media yang banyak digunakan untuk kampanye maupun menyampaikan aspirasi. “Tapi minusnya, media sosial juga bisa menjadi ladang penyebaran hoaks dan ujaran kebencian,” ujarnya. Arifudin menambahkan, peran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk mengkritisi serta mengawasi penggunaan media sosial serta mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terserang hoaks. Selain itu juga dapat berkolaborasi dengan instansi pendidikan, komunitas, maupun pemerintah untuk menyelenggarakan pemilu yang damai. Dalam artian, mahasiswa tak hanya aktif dalam menyelenggarakan pemilu damai namun juga turut aktif 100% dalam pemilu. Turut hadir Tokoh Perempuan Kota Malang sekaligus Ketua Komunitas Perempuan Peduli Indonesia, Ya’qud Nanda Gudban. Iamenyatakan, mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki nilai pada dirinya. Nilai tersebut nantinya tidak berhenti hanya pada dirinya, namun juga harus dibagikan masyarakat lain agar menjadi pemilih yang cerdas. “Maksud pemilih cerdas yaitu pemilih yang mengetahui parameter dalam menentukan pilihannya. Jangan sampai hanya karena terbawa suasana sampai melupakan substansi dan program yang diberikan setiap calon pemimpin. Dari pemilih cerdas inilah dapat tercipta pemilu 2024 yang damai,” ucapnya. Menurutnya, salah satu kelmahan generasi muda saat ini adalah literasi. Pada zaman dahulu, informasi banyak didapatkan dari buku maupun televisi. Namun, saat ini penyebaran informasi banyak didapatkan di media sosial yang banyak memberikan informasi yang salah. Hal serupa juga disampaikan PJ Walikota Malang yang diwakili oleh Drs. Ali Mulyanto, M.M selaku Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kota Malang. Ia menambahkan, mahasiswa berperan sebagai penegak dan penengah penyelenggaraan pemilu. Mereka juga perlu mengedukasi masyarakat untuk menyukseskannya. Suksesnya pemilu 2024 tidak hanya dari penyelenggara, namun juga mahasiswa sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat. (tri/wil)

Makin Diminati, Ini Kelebihan Kelas Social Media for Branding Komunikasi UMM

Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki pilihan untuk ikut Center of Excellent (CoE). Sesuai program universitas, Komunikasi UMM menyelenggarakan CoE School of Creative Communication (SCDC). Salah satu kelas SCDC yang sudah berjalan dua tahun terakhir adalah kelas Social Media for Branding (SMB). Ketua Prodi Komunikasi UMM, Nasrullah mengungkapkan tahun ke-2 penyelenggaraan kelas SMB semakin baik dan makin diminati. Namun demikian, baik pelaksaan tahun lalu maupun sekarang sama-sama harus ditempuh dua semester. Satu semester dalam bentuk training dengan kurikulum khusus yang dirancang bersama prodi dan mitra dunia usaha dunia industri (DUDI). Satu semester berikutnya ditempuh internship di perusahaan mitra. “Lewat CoE ini mahasiswa mendapatkan keunggulan materi training yang lebih intens, praktek simulasi, hingga magang di tempat kerja yang sesungguhnya,” kata Nasrullah usai melepas 40 peserta internship kelas SMB ke 17 instansi mitra Komunikasi UMM pekan lalu. Nasrullah merinci, pada kelas SMB mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan terkait pemanfaatan dan pengelolaan media sosial sebagai sarana branding.  Materi ini meliputi strategi pemanfaatan fitur, Key Opinion Leader (KOL), optimasi konten, hingga implementasi dalam berbagai platform media sosial sesuai dengan kebutuhan. Nasrullah optimis CoE Komunikasi UMM dapat memberikan pembekalan lebih kuat lagi bagi mahasiswa. Selain yang menempuh kuliah regular, kuliah khusus di kelas CoE ini merupakan pilihan yang sangat tepat bagi yang telah memiliki kekhususan pilihan kerja di bidang digital communicaton. “Penciri Komunikasi UMM sekarang kan creative digital communication, jadi program khusus ini sekaligus menjadi pembeda dengan prodi-prodi Komunikasi di kampus lain,” tambahnya. Person in Charge (PIC) CoE SCDC Widiya Yutanti menerangkan kelas SMB diperuntukkan mahasiswa semester lima dan dibuka untuk prodi lain di UMM. Mode perkuliahan dilakukan secara hybrid dan blended. Tahun ini instruktur yang dilibatkan dari praktisi DUDI antara lain dari PT Sosialoka Indonesia, Cover Clearance, Archipelagroove dan CMLabs, serta dosen Komunikasi UMM. “Pertemuan kelas bisa dua sampai lima kali dalam seminggu, sehingga mencapai lebih kurang 84 kali pertemuan. Sedangkan internship selama empat bulan sesuai semester sehingga ini ekuivalen dengan 20 SKS tiap semester,” rinci Widiya yang juga kepala Lab Komunikasi UMM ini. Kelebihan mahasiswa yang mengikuti kelas SMB, kata Widiya, adalah memperoleh kuliah dengan nilai mata kuliah khusus yang tertera di transkripnya. Beberapa materi khusus yang disediakan adalah PESO, Target Audience of Social Media, Multiplatform Strategy, AI for Social Media Practices, Social Media Persona, dan lainnya. Bahkan mereka juga mendapatkan Copywriting for Social Media, Brand Storytelling for Social Media, KOL Optimization, Digital Performance Marketing, Dashboard Ads dan belasan materi lain. Di sisi lain, CEO PT Sosialoka Indonesia, Miftah Farid mengakui program CoE UMM ini sangat baik untuk mendekatkan calon lulusan pada dunia kerja. Tidak hanya materi di kelas, simulasi dan praktek di tempat kerja melalui magang juga sangat diperlukan untuk melatih keterampilan dan mental. (*/wil)

Prof. Nazaruddin Malik Resmi Pimpin UMM Periode 2024-2028 Mulai Hari ini

Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. resmi memimpin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai rektor definitif untuk periode 2024-2028. Hal itu berdasarkan surat keputusan (SK) pengangkatan rektor UMM yang sudah ditandatangani oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Adapun Nazaruddin akan mengawali kiprahnya sebagai rektor per 1 Februari 2024 sesuai SK pengangkatan Nomor 7/KEP/I.0/2024. Terkait hal itu, Nazaruddin mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran civitas akademika UMM, Senat Universitas, Badan Pembina Harian (BPH), dan PWM Jawa Timur atas terselenggaranya proses pemilihan rektor yang lancar dan elegan. Demikian juga kepada PP Muhammadiyah melalui ketua umum dan jajaran PP Muhammadiyah lainnya. “Semoga saya selalu diberikan kesehatan dan kekuatan menjalankan amanah yang sangat besar ini. Mohon doa dan dukungan kerja kolektif dari seluruh elemen yang ada di kampus. Seluruh dosen, karyawan, dan mahasiswa untuk bisa saling bahu membahu menuju UMM yang lebih baik,” katanya menambahkan. Menurutnya, kebesaran kampus UMM tak lepas dari kepemimpinan para pendahulu yang sudah bekerja ikhlas dan keras. Maka, berbagai program yang baik akan dilanjutkan dengan sentuhan inovasi baru agar UMM semakin besar dan berkembang. “Semoga Allah SWT terus memberikan petunjuk dan bimbingannya kepada kita semua,” harapnya. Sebelumnya, UMM telah melakukan berbagai proses dalam upaya pemilihan rektor. Diawali dengan pemilihan dan penetapan organ senat UMM. Kemudian dilanjutkan pembentukan panitia pemilihan rektor periode 2024-2028. Langkah selanjutnya yakni sosialisasi dan penjaringan di tiap-tiap fakultas yang memunculkan nama-nama calon kandidat. Dari situ muncul nama-nama yang bisa dijaring oleh masing-masing fakultas. Ada lebih dari 14 calon nama yang terjaring. Verifikasi calon kandidat juga dilakukan untuk memastikan semua calon telah memenuhi berbagai syarat. Kemudian para senat melakukan pertimbangan, pemilihan, serta penetapan calon rektor Kampus Putih. Berdasarkan data hasil penjaringan, Nazar mendapatkan jumlah pengusul mayoritas, yakni diusulkan oleh 11 fakultas. Sementara nama-nama di posisi dua dan tiga, masing-masing hanya mendapatkan tiga dan dua pengusul. Dari hasil itu, para senat dan peserta setuju serta akhirnya menetapkan Nazar untuk diusulkan ke PP Muhamamdiyah menjadi rektor UMM yang terpilih secara aklamasi.  Sambil menunggu seremonmial pelantikan oleh Ketum PP Muhammadiyah, Prof. Nazarudin Malik sudah resmi menjadi rektor yang dapat menjalankan roda kepeminpinan UMM untuk 4 tahun mendatang. “Iya benar. Sudah ada surat keputusan resmi terkati pengangkatan rektor UMM. SK-nya juga sudah sah ditandangani ketum dan sekum PP Muhammadiyah. Semoga Prof. Nazaruddin dapat membawa manfaat yang semakin baik bagi kemajuan UMM dan masyarakat luas,” jelas Moh. Isnaini, M.Pd. selaku Kepala Humas UMM. (*wil)

Dosen Kesos UMM Beri Cara Atasi Perceraian karena Faktor Ekonomi

Tercatat, ada lebih dari 516.000 kasus perceraian di Indonesia dalam rentang 2022-2023. Dari jumlah tersebut, faktor ekonomi menjadi pemicu kedua setelah faktor perselisihan antar pasangan. Melihat fenomena tersebut, Eko Rizqi Purwo Widodo, MSW selaku dosen Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan pandangannya. Perceraian menurutnya, memiliki kaitan yang sangat erat dengan kesehjahteraan sosial, terutama tentang  anak yang pertumbuhannya tidak bisa jauh dari orang tua. Pertumbuhan anak dari segi psikologis bisa terpengaruh karena kasih sayang yang didapat kurang maksimal dari kedua orang tua. Banyak kasus di Indonesia yang ketika orang tua bercerai, maka anak akan dititipkan ke neneknya. Padahal cara didikan neneknya akan sangat berbeda dibandingkan dengan orang tuanya sendiri. “Hal tersebut bisa menjadikan anak terjerumus ke hal-hal negatif maupun salah dalam pergaulan,” tambahnya. Eko melanjutkan, dari sisi pasangan, ada beberapa faktor yang akan terdampak jika suami istri bercerai yaitu ekonomi, psikologi, pendidikan, kesehatan, dan spiritual. Kelima faktor tersebut pasti akan dirasakan jika perceraian terjadi. “Psikologi tiap pasangan yang bercerai bisa terganggu, seperti depresi. Apalagi jika ditambah dengan keinginan mereka untuk menikah lagi. Pasti tidak akan mudah karena rasa traumatik terhadap pasangan yang sebelumnya,” tambahnya. Ada beberapa solusi dari Eko untuk mencegah perceraian dalam rumah tangga. Pertama, adanya keterbukaan finansial kepada pasangan, meliputi gaji suami atau istri, hutang jika salah satu masih ada tanggungan yang harus dibayar, atau masalah keuangan lain. Kedua. mempunyai perencanaan keuangan untuk masa depan, contohnya ingin membeli rumah atau membangun rumah, membeli mobil, asuransi dan yang lain. Ketiga, berhemat atau tidak bersikap konsumtif, seperti tidak membeli yang diinginkan saja melainkan mendahulukan kebutuhan terlebih dahulu. Keempat, yakni ada upaya menabung. “Terakhir, yakni mengurangi bermain media sosial. Kita tidak sadar bahwa hal itu bisa memicu sikap membandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain. Hingga membuat diri merasa kurang dengan pemberian suami atau pasangan. Ini bisa menjadi penyebab munculnya cekcok karena permasalahan ekonomi,” tambahnya. Selain itu, akses teknologi juga dapat membuka ruang perselingkuhan, termasuk melalui media sosial. Maka dari itu, setiap pasangan harus bisa membatasi sendiri penggunaan media sosial agar tidak sampai merugikan. Di akhir, Eko berpesan, jika sepasang suami istri terbesit keinginan untuk bercerai apapun itu faktor pemicunya, sebaiknya berpikir panjang mengenai masa depan anak karena anak perlu menjadi prioritas dalam hal tersebut. (dit/wil)

Minat Perikanan Anak Muda Rendah, Dosen UMM Beri Solusinya

Sebagai negara maritim, sektor perikanan di Indonesia sangatlah potensial. Sayangnya, di era disrupsi ini minat anak muda terhadap industri perikanan masih rendah. Menurut dosen Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rindya Fery Indrawan, S.Pi., MP., fenomena ini dapat berdampak serius bagi kehidupan dan kelangsungan pangan masyarakat lokal. “Sebenarnya, potensi perikanan itu sangat tinggi. Mengingat Indonesia memiliki beragam jenis perikanan, mulai dari air tawar, pesisir pantai, hingga laut Indonesia. Namun jika tidak dimanfaatkan secara optimal, sektor ini sangat mungkin akan diambil alih oleh generasi muda luar negeri. Hal itu dapat mengakibatkan melambungnya harga ikan di pasaran,” papar Indra. Di sisi lain, kandungan gizi dari ikan seperti protein dan omega 3 sangat esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, menjauhi sektor perikanan dapat mengakibatkan naiknya angka stunting di tanah air. Karenanya, Indra menekankan pentingnya mengubah stigma generasi muda mengenai kurang menariknya sektor perikanan. Hal ini dapat diatasi dengan mengenalkan teknologi pendukung. Apalagi, saat ini sudah ada beragam start-up di sektor perikanan yang kian berkembang. “Seperti halnya di UMM yang telah mengembangkan inovasi seperti auto feeder, aplikasi marketplace, alat penghitung telur ikan dan berbagai teknologi lainnya. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi generasi muda untuk terlibat aktif,” sebutnya. Lebih lanjut, Indra juga menyoroti perlunya memberikan beasiswa kepada siswa sekolah dan mahasiswa di bidang perikanan. Serta, kerjasama antara Kementerian Koperasi dan UKM, sekolah, dan perguruan tinggi perlu ditingkatkan melalui program inkubasi bisnis usaha perikanan untuk alumni sekolah dan sarjana di bidang perikanan. Pemerintah juga harus memberikan dukungan konkret kepada generasi muda. Seperti halnya peminjaman modal usaha dengan bunga rendah, peminjaman lahan yang belum produktif serta akses pemanfaatan sektor perikanan dari hulu ke hilir. “Anak muda harus melek pangan karena ketahanan pangan Indonesia ke depan ada di tangan anak muda saat ini. Kalo mau cerdas makan ikan, kalo mau bahagia pelihara ikan, kalau ingin kaya jualan ikan,” pungkasnya. (*lai/wil)

Ratusan Pemuda Tampilkan Karawitan, Cara PGSD UMM Lestarikan Kebudayaan

Ratusan mahasiswa terlihat menggunakan kostum adat dan tradisional di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pemandangan itu merupakan bagian dari acara Seni dan Karawitan garapan Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), 18 Januari lalu. Acara bertajuk Pagelaran Sandya Widangga menarik banyak perhatian dan menampilan puluhan kesenian. Terkait pegaleran itu, Delora Jantung Amelia, M.Pd. selaku salah satu dosen menjelaskan, tuuan utamanya adalah untuk membangkitkan kreativitas para mahasiswa. Ada beberapa luaran yang diinginkan yakni melatih mahasiswa agar kreatif dalam mengeksplor kearifan lokal daerahnya masing-masing. “Kami memilih tema kearifan lokal sebagai cara agar mereka berpikir dan mencari tahu adat istiadat masing-masing. Sekaligus mengenalkan kekhasan dari berbagai daerah,”  tambahnya. Pagelaran tahunan hasil kolaborasi dosen mata kuliah Kajian Seni dan Kajian Karawitan ini menampilkan seni rupa kriya, kreativitas batik, tari kreasi, dan aransemen karawitan. Adapula kreativitas batik yang bercorak kearifan lokal. Bedanya, corak batik yang ditampilkan tidak hanya bersumber dari batik pakem saja, namun harus menampilkan corak setiap daerah. Contohnya seperti NTB yang memiliki Uma Lengge yaitu bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal dan lumbung. Mahasiswa akan menampilkan corak tersebut dan dituangkan ke dalam batik mereka. Uniknya lagi, pagelaran ini menampilkan hasil tari dan karawitan yang mereka aransemen secara mandiri. Mereka bebas berkreasi atas irama maupun gerakan tari yang akan dibawakannya. Delora menjelaskan, hal ini untuk melatih skill kreativitas dan keberanian yang mana akan dibutuhkan bagi tenaga pendidik. Khususnya bagi mereka tenaga pendidik sekolah dasar. Maka dari itu, mahasiswa PGSD dituntut agar dapat melakukan berbagai hal untuk melatih tingkat kepedulian dan mengeksplor kekayaan budaya nusantara. Kedepannya, Delora berharap agar pagelaran Seni Budaya dan Karawitan ini tak hanya ditujukan bagi mahasiswa saja. Tapi manfaatnya juga dapat dirasakan bagi warga luar UMM. “Nantinya kami juga ingin mengundang para pegiat seni yang ada di luar UMM agar turut berkolaborasi,” tegasnya. Sementara itu, salah satu mahasiswa yang tampil Norma Laksmi mengaku senang dan tertantang dengan adanya pagelaran ini. Ia dan tim berhasi menampilkan karawitan hasil latihan selama dua bulan lamanya. Meski merasa grogi, tapi ia puas dengan penampilan yang dilakukan. “Ini tentu menjadi cara yang bagus untuk melestarikan serta mengenalkan budaya. Apalagi anak-anak muda zaman sekarang banyak yang tidak peduli dengan kebudayaan Indonesia. Semoga ini menjadi inspirasi pihka lain untuk melakukan hal serupa,” tegas mahasiswa asal Tulungagung itu. (*tri/wil)

Program Jelajah Nusantara Antarkan Mahasiswa UMM ini Jadi Duta Putri Jawa Timur

Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa prodi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah Amelia Salsaba Anatasya yang berhasil meraih predikat sebagai Putri Nusantara Jawa Timur tahun 2023. Dalam ajang itu, ia membawakan Inovasi media pembelajaran online melalui website dengan menampilkan indahnya wisata alam pelosok untuk masyarakat, khususnya anak remaja. Program kerja yang ia bawakan bernama Jelajah Nusantara. Bella, sapaan akrabnya mengatakan, saat ini anak remaja menggunakan gadget dengan waktu yang lama namun hanya digunakan untuk bermain game atau media sosial saja. Hal ini menggerakkan hatinya untuk mengubah kebiasaan mereka dengan penggunaan gadget yang lebih bermanfaat. Menyajikan sebuah artikel yang dikombinasikan dengan gambar serta bahasa yang menarik adaah solusi yang ia tawarkan. Dengan begitu, literasi anak remaja bisa meningkat. Tidak hanya itu, Bella juga menyajikan cuplikan hasil keindahan alam ke dalam artikel, Tiktok, dan Instagram. “Anak remaja menjadi target utama karena gawai yang hampir tidak pernah lepas dari genggamannya. Mereka juga penerus bangsa yang bertanggung jawab menjaga bumi,” ujarnya. Lebih lanjut, Bella telah menyajikan enam tempat wisata alam yang indah ke dalam artikel dan media sosialnya. Di antaranya, Coban Nirwana berlokasi di Malang, Kedung Cinet di Jombang, Ranu Manduro di Mojokerto, Candi Rimbi di Jombang, Kebun Raya Purwodadi di Pasuruan, dan Pemandian Air Panas Padusan di Pacet. “Aku sangat berdemangat untuk mengimplementasikannya secara langsung melalui program yang aku buat di Putri Nusantara Jawa Timur. Pengetahuan mengenai kekayaan alam yang kita miliki penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada remaja,” katanya. Menurutnya, juri tertarik dengan inovasi yang ia bawakan karena mampu memperkenalkan wisata pelosok bagi masyarakat. Sekaligus menjadi media pembelajaran bagi generasi muda sehingga menumbuhkan rasa cinta tanah air.  Bella juga mengatakan bahwa saat sesu penilaian juri, pertanyaan yang diberikan dapat ia jelaskan dengan jelas karena berhubungan dengan materi di kelas perkuliahannya. “Inovasi yang aku tawarkan dapat memikat hati juri karena skill public speaking yang aku punya. Kunci utama saat penjurian adalah kepercayaan diri dan penyampaian program kerja dengan menarik dan jelas. Skill itu aku dapatkan melalui organisasi yang aku ikuti di UMM dan aktif menjadi volunteer di berbagai kegiatan,” ungkapnya. Selanjutnya, keberhasilannya menjadi Putri Nusantara Jawa Timur mbuat tekadnya semakin kiat. Ia akan melanjutkan karirnya sebagai putri di Duta Pemuda Pendidikan Indonesia. Ia mengatakan bahwa ingin membawa sebuah inovasi yang dapat membantu mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Kampus UMM sangat mendukung dan mengapresiasi setiap jenjang karir saya, mulai dari materi, biaya, dan fasilitas yang membantu saya untuk selalu berkembang. Dengan begitu saya semakin semangat dan percaya diri untuk membangun karir saya dengan belajar mengambil ilmu sebanyak-banyaknya di UMM,” pungkasnya. (*ri/wil)

Baru Berdiri di 2013, Ekos Sukses Raih Unggul berkat Beragam Program Internasional

Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Muhammadiah Malang (UMM). Adalah Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah (Ekos) yang sukses meraih arekditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA), 19 Januari ini. Pencapaian ini menjadi sangat istimewa, sebab prodi ini  baru berdiri di 2013. Ketua Prodi Ekos Dr. Rahmad Hakim, M.MA. menjelaskan, banyak aspek yang dipesiapkan dan ditingkatkan sebelum penilaian akreditas. Salah satu yang utama adalah mengenjot upaya internasionalisasi tridharma perguruan tinggi. Misalnya pada aspek pendidikan, mereka mengadakan international visiting leturer series, international review curriculum, maupun magang internasional yang dilakukan oleh mahasiswa. Selain itu, upaya internasionalisasi juga dilakukan dalam bidang penelitian berupa publikasi dalam jurnal internasional bereputasi hingga invited speaker pada agenda internasional summer course. Bahkan juga turut berpatisipasi aktif pada kegiatan internasional conference, salah satunya adalah raihan best paper di Jepang. Tak kalah penting, kegiatan pengabdian internasional di Malaysia dan Taiwan juga dilakukan oleh dosen Ekos guna menggapai predikat akreditasi unggul ini.  “Alhamdullillah, berkat kontribusi aktif sivitas akademika Ekos UMM, raihan akrediasi Unggul ini tidak hanya menjadi angan-angan saja. Namun benar-benar sudah menjadi kenyataan yang membanggakan,” tambahnya. Menurut Rahmad, raihan akreditasi unggul ini menggenapi raihan prodi ekonomi syariah sebelumnya pada tahun 2020. Yaitu raihan akreditasi Sinta-2 oleh Kemendikbud RI untuk publikasi ilmiah Jurnal Falah yang mereka kelola.  “Pencapaian ini ibarat double winner dalam liga sepakbola. Kami ibarat bisa mendapatkan dua juara dalma waktu yang realtif singkat”, ujar penggemar klub Arsenal ini. Tentunya raihan ini tak lepas partisipasi dan dukungan semua pihak, baik pimpinan universitas, lembaga-lembaga terkait tingkat universitas, pimpinan fakultas dan terkhusus peran aktif tim taskforce akreditasi Ekos. Meski begitu, Rahmad jajaran berharap raihan ini bisa memacu prestasi-prestasi lain Ekos. Tidak merasa puas dengan hal yang sudah diraih, tapi juga mencanangkan rencana dan capaian yang harus diraih di bidang lain. Rahman menegaskan bahwa ini juga menajdi salah satu usaha untuk menyongsong narasi besar Indonesia Emas tahun 2024. (*wil)

Andai Aku Menteri Pendidikan jadi Tema Lomba Video Pendek RBC UMM

Untuk mendorong kreativitas dan aspirasi siswa dalma dunia pendidikan, Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute Abdul Malik Fadjar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan lomba video pendek. Agenda yang mengangkat tema “Andai Aku Menjadi Menteri Pendidikan ini dilaksanakans selama tiga bulan dan pemenangnya diumumkan pada pertengahan Januari ini. Turut hadir Hari Obbie, pemilik akun Youtube Kamujugabisa sebagai juri. Koodinator panitia, Manda Danastri menjelaskan, kompetisi video pendek itu berhasil menarik lebih dari 30 peserta dari SMA dan SMK di seluruh Indonesia. Para peserta diberikan kesempatan untuk menuangkan ide, gagasan, dan harapan mereka terhadap peran seorang Menteri Pendidikan yang ideal. “Kompetisi ini juga menjadi wadah bagi sisa-siswi Indonesia untuk menyuarakan aspirasi terkait dunia pendidikan di Indonesia,” tegasnya. Manda juga mengatakan bahwa ia dan tim sangat bangga dengan semangat dan dedikasi teman-teman SMA dan SMK. Apalagi mereka mampu menyampaikan pesan-pesan positif terkait pendidikan. Menurutnya, ini menjadi salah satu cara anak muda berkotribusi memberikan perubahan yang baik dan inovasi yang mumpuni. Lomba video RBC UMM ini juga diharapkan dapat menjadi  inspirasi bagi para pelajar untuk terus berpikir kreatif dan proaktif dalam menyuarakan ide-ide mereka. Dengan demikian, mereka turut berperan dalam membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Addapun pemenang utama Lomba Video Pendek ini berhasil diraih oleh Diva, siswi dari SMA Negeri 1 Polewali, dengan judul video kreatif ‘Generasi yang Berkualitas Butuh Pendidikan yang Berkualitas’. Dalam videonya, Diva mengangkat isu penting tentang kualitas pendidikan yang dibutuhkan oleh generasi masa depan. Keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh seberapa bagus pendidikan yang ada di negara tersebut. Sementara itu, posisi runner-up ditempati oleh Rayyan, siswa dari MBS Al-Amin Bojonegoro. Ia membuat video yang menginspirasi berjudul ‘Membingkai Pendidikan Indonesia Lebih Baik Lagi’. Rayyan berhasil menarik perhatian juri dengan visinya tentang upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Selain kedua pemenang tersebut, terdapat juga tiga pemenang hiburan yaitu kategori favorit, kategori cinematic most Vviews, dan kategori terunik. Acara penutupan Lomba Video Pendek itu juga diselenggarakan dengan penuh semangat di RBC Institute Abdul Malik Fadjar dengan talkshow Bersama Hariobbie. Pemenang-pemenang diumumkan dan diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan ketajaman pandangan mereka terhadap dunia pendidikan. (*wil)