MSG Mengandung Racun, Begini Kata Dosen UMM

Meskipun telah digunakan bertahun-tahun dalam dunia kuliner, keberadaan Monosodium Glutamat (MSG) masih menyisakan kekhawatiran pada masyarakat. Hal ini terkait rumor bahwa MSG dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang berbahaya. Menanggapi hal tersebut, Nur Lailatul Masruroh, S.Kep. Ns., M.N.S. dosen Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan, MSG merupakan garam natrium dari asam glutamate. Ini suatu jenis asam amino yang secara alami ada dalam makanan seperti tomat, keju, dan daging. Untuk pembuatan MSG sendiri biasanya melalui proses ekstraksi sari tetes tebu. “MSG sebenarnya adalah garam natrium dari asam glutamat, suatu komponen alami yang dapat ditemukan dalam banyak makanan. Namun beberapa orang mungkin mengalami reaksi sensitivitas, ini tidak bisa dijadikan dasar untuk mengeneralisasi MSG sebagai zat berbahaya secara umum,” ujar dosen yang akrab disapa Ila ini. Menurutnya, konsumsi MSG sebenarnya tidak berbahaya asalkan sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Merujuk dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, takaran harian yang dianggap aman adalah sekitar 2 hingga 2,5 gram MSG per hari. Ini setara dengan 1/2 hingga 1 sendok teh. Namun tetap penting diingat bahwa takaran harian ini adalah panduan umum, dan toleransi terhadap MSG dapat bervariasi antar iindividu. “Banyak studi ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi MSG dalam takaran yang wajar tidak menyebabkan efek samping signifikan pada sebagian besar orang. Namun beberapa individu mungkin mengalami reaksi seperti sakit kepala atau nyeri otot. Efek samping ini biasanya bersifat sementara dan tidak terjadi pada semua orang,” tambahnya. MSG yang dikonsumsi dalam jumlah banyak rentan juga menyebabkan “Chinese Restaurant Syndrome”. Gejala yang biasa muncul pasca konsumsi dapat meliputi sakit kepala, sensasi panas atau keringat berlebihan, nyeri otot atau sendi. Namun, penting untuk dicatat bahwa reaksi ini relatif jarang terjadi. “Sejauh ini, saya belum menemukan penelitian yg mengkaji secara khusus manfaat MSG bagi kesehatan, kebanyakan riset berfokus pada dampak negatif konsumsi MSG melebihi takaran normal dan jangka panjang. Namun dari efek utama MSG sebagai penyedap rasa sudah jelas bahwa MSG bermanfaat untuk membantu meningkatkan nafsu makan karena rasa makanan menjadi lebih sedap,” katanya. Di akhir Ila menghimbau walaupun MSG memiliki titik leleh yg tinggi yaitu 232 derajat celcius, sehingga tidak mudah terurai saat dipanaskan, namun hendaknya masyarakat menghindari hal tersebut. Pemanasan melebihi batas berpotensi menyebabkan terurainya senyawa yang mengandung racun. “Tak hanya untuk makanan ber-MSG, secara umum pemanasan makanan berulang ulang tidak direkomendasikn untuk kesehatan. Selain karena nilai gizi yang rusak, aktivitas ini juga berpotensi terjadinya perubahan senyawa makanan menjadi beracun,” pungkasnya. (dit/wil)
Empathy Circle Bawa Mahasiswa UMM Ini Songsong Final Duta Kampus Jatim

Saat ini, kesehatan mental anak remaja menjadi pusat perhatian. Apalagi banyak remaja yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dan menyakiti diri sendiri ketika tidak menemukan jawaban dari masalahnya. Hal itu menjadi perhatian Ridho Ade Nugroho, mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang akan menyongsong final Duta Putra Putri Kampus Jawa timur 2024. Bahkan Ridho memfokuskan diri untuk mengangkat tema advokasi mental health. Ia merasa mempunyai tanggung jawab sebagai anak kesehatan yang paham akan kesehatan mental untuk memebrikan inovasi dan solusi bagi remaja di Indonesia. Ia bahkan membuat sebuah program yang mewadahi mahasiswa untuk dapat mencurahkan semua permasalahan yang dimiliki yaitu Empathy Circle. Program itu memberi ruang bagi anak muda untuk bercerita secara langsung dan ditangani langsung oleh seorang profesional. “Di program ini saya bekerjasama dengan dosen serta mahasiswa dari prodi Farmasi dan Psikologi. Dengan begitu, anak-anak muda yang merasa stres dan bingung bisa ditangani oleh orang yang tepat,” ujarnya. Ridho sapaan akrabnya, mengatakan bahwa pemilihan Duta Putra Putri Kampus Jawa Timur ini mempunyai dua tahapan seleksi yang dilaksanakan secara langsung di kota Malang dan kota Surabaya. Ridho sendiri menjadi finalis perwakilan domisili kota Malang. “Terdapat beberapa tahapan untuk bisa masuk ke tahap final, mulai dari penilaian grooming, lanjut ke penilaian personality, dan yang terakhir advokasi,” katanya. Ia akan mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu seleksi Duta Putra Putri Kampus Jawa timur pada 11 Februari 2024 nanti di Surabaya untuk penentuan juara. Ia bahkan sudah merencanakan program solutif, yakni program penanganan HIV AIDS pada remaja. Ini bukan kali pertama bagi Ridho untuk bersaing menjadi duta. Sebelumnya, ia telah terpilih menjadi Duta Olahraga kota Balikpapan pada tahun 2022/2023 lalu. Dengan pengalaman yang ada, ia ingin menjadi remaja yang produktif serta menjadi salah satu bagian penggerak mewujudkan Indonesia 2045. “Dengan menjadi seorang duta, saya dapat berkontribusi dan bermanfaat untuk masyarakat melalui program yang ada. Dengan begitu bonus demografi dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,” ucapnya. Ridho juga sangat bersyukur karena Fakultas Kedokteran UMM sangat mendukungnya untuk maju menjadi Duta Putra Putri Jawa Timur 2024. Misalnya dengan membantu menyiapkan materi dan memberikan dukungan melalui media online prodi. “Semoga dengan upaya saya di ajang pemilihan Duta Putra Putri Kampus Jawa timur 2024 dapat menyadarkan remaja lainnya untuk selalu bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (ri/wil)
Pakar Bahasa Indonesia Soroti Buku Cetak dan E-book

Berbagai kemajuan teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia. Salah satunya kebiasaan membaca buku cetak yang kini tergantikan dengan buku elektronik. Apakah hal ini berbahaya dan dapat menyebabkan matinya budaya literasi masyarakat? Melihat fenomena tersebut, Prof. Dr. Ribut Wahyu, M. Si selaku dosen Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ikut angkat bicara. Menurutnya, buku cetak maupun elektronik bukanlah masalah selama minat baca masyarakat tetap tinggi. “Perubahan itu hal yang pasti, jadi ya ikuti saja karena sebenarnya poinnya itu bukan pada buku cetak atau buku elektronik. Tetapi pada kemaun untuk membaca,” ujar Ribut, panggilan akrabnya. Ribut juga menjelaskan bahwa baik buku fisik ataupun buku elektronik sebenarnya memiliki peminatnya masing masing. Bagi anak muda, buku elektronik mungkin dinilai lebih mudah dan praktis apalagi jika mengingat buku elektronik bisa dibaca di mana saja dan kapan saja. Namun sebagian lainnya, khususnya orang tua, justru malah terbebani dengan buku elektronik yang dinilai ribet dan sulit dipahami. “Belum lagi kekhawatiran tentang dampaknya pada kesehatan, khususnya mata akibat pantulan cahaya dari layar smartphone. Intinya siapapun wajib membaca, karena dengan membaca kita bisa tahu segala hal,” tandasnya. Hal yang sebenarnya disoroti Ribut adalah tentang keinginan untuk mau membaca dan terus belajar. Baginya, membaca memiliki banyak manfaat diantaranya bisa memperoleh berbagai informasi, pengetahuan, dan gagasan tentang berbagai aspek kehidupan. Melalui kegiatan membaca, dapat dikembangkan pula kemampuan berpikir dan bernalar kritis, kreatif dan kemampuan berbahasa juga berkomunikasi. Jika banyak membaca, maka kosa kata yang kita miliki bertambah banyak. “Bahkan, dengan membaca kita bisa memperoleh kesenangan, hiburan, dan ketenangan,” tambahnya. Adapun tips yang ia berikan agar masyarakat cinta membaca adalah dengan sengaja meluangkan waktu serta memiliki kesabaran dan teknik-teknik yang tepat. Agar senang membaca, bisa dimulai dari membaca teks yang sesuai dengan kebutuhan, seperti teks yang ringan dan menyenangkan serta bersifat hiburan. Membaca juga dapat membiasakan diri mencari informasi melalui bacaan, sebelum bertanya secara lisan kepada orang lain. “Teknologi itu bagus asalkan kita pintar menggunakannya. Makanya, coba berikan teknologi kepada orang- orang yang sudah dewasa secara pemikiran. Ini agar teknologi tidak digunakan untuk hal yang negatif,” pungkasnya mengakhiri. (nda/wil)
Seminar di UMM: Bedah Kenaikan Tarif Cukai Rokok

Awal Januari ini, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menetapkan kenaikan 10 persen atas bea cukai rokok. Hal ini tentu semakin membuat produsen rokok untuk menaikkan harga atau menurunkan biaya produksinya. Meruaknya isu ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kolaborasi dengan Kamar Dagang dan industri Jawa Timur (KADIN) untuk menyelenggarakan seminar nasional bertajuk cakap cukai dan bedah buku berjudul Kaki Diikat, Leher Dijerat DBH Cukai Rokok yang dikarang oleh Sunaryo selaku Kepala Kantor Bea Cukai Kediri. Pada acara yang diselenggarakan 4 Januari 2024 tersebut, turut hadir juga Adik Dwi Putranto, S.H selaku Ketua KADIN Wilayah Jawa Timur. Menurutnya, Adanya kenaikan tarif bea cukai ini karena pemerintah ingin mengendalikan laju konsumsi rokok. Saat ini, konsumsi rokok di Indonesia juga merambah anak-anak yang sangat berdampak buruk bagi kesehatan mereka, baik sekarang maupun masa depan. Namun, di balik isu ini, perdagangan industri tembakau dan rokok menjadi salah satu penyumbang dana penerimaan negara terbesar dibandingkan dengan sektor pertanian. Pada bulan Oktober tahun 2023 saja, industri rokok dan tembakau menghasilkan dana sekitar 160 triliun rupiah yang kemudian masuk ke dana negara. Di sisi lain, Nirwala Dwi Heryanto selaku Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai juga memberikan paparan. Menuruntya, naiknya tarif bea cukai berdampak langsung pada produsen rokok di seluruh Indonesia. Bahkan menimbulkan masalah baru berupa penjualan rokok ilegal yang meningkat. Lebih lanjut, ia mengatakan, penjualan rokok ilegal pada tahun 2023 mengalami kenaikan menjadi 6,9% yang sebelumnya sebesar 5,5%. Rokok ilegal yang dimaksud adalah rokok yang tidak terdaftar dan tidak memiliki pita cukai resmi. Pita atau label yang diberikan oleh bea cukai berfungsi sebagai tanda bahwa produk telah dikenakan tarif cukai dan sah untuk diperdagangkan. “Upaya yang kami lakukan untuk memberantai rokok ilegal adalah dengan operasi gempur rokok yang berdampak pada pengendalian rokok ilegal,” ujarnya. Menurutnya, naiknya cukai rokok tidak serta merta karena alasan kesehatan saja, tapi juga menyangkut variabel keberlangsungan tenaga kerja, penerimaan negara, dan pengawasan barang kena cukai (BKC) ilegal. Contohnya saja pada aspek kesehatan, yang mana per 31 Desember 2021 kenaikan tarif bea cukai menurunkan produksi rokok sigaret menjadi -1,77% atau menjadi 118,15 miliyar batang/tahun. Untuk itu, Rektor UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. membeirkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak fakultas ekonomi dan bisnis UMM yang teah menyelengarakan seminar menarik. Apalagi, isu bea cukai tengah hangat diperbincangkan dan patut didiskusikan juga bersama mahasiswa agar memberikan pandangan dan wawasan baru. “Maka dari itu, kami terus bekerja sama dengan dunia kerja dan stakeholder untuk mencetak generasi unggul yang dapat memecahkan permasalahan-permasalahan serupa,” ucapnya mengakhiri. (tri/wil)
Viral Pembunuhan dengan Mutilasi, Begini Kata Dosen Psikologi UMM

Melalui media sosial, banyak terjadi kasus pembunuhan sadis di mana pelaku tega memutilasi korbannya. Terakhir, kasus pembunuhan yang dilakukan seorang suami kepada istrinya di Malang juga berhasil menggegerkan publik. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, adakah pemberitaan di berbagai media online menjadi inspirasi untuk seseorang melakukan tindak kejahatan? Menanggapi hal ini, Adhyatman Prabowo, S.Psi., M.Psi. selaku psikolog dan juga dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan bahwa kecil kemungkinan media memberikan efek terhadap seseorang untuk meniru kejahatan yang sama. “Pemberitaan pada media massa sangat kecil kemungkinannya membuat orang dewasa untuk meniru atau menjadikan motivasi dalam bertindak untuk hal yang serupa,” ucapnya. Ia menambahkan, dalam teori sosial learning Albert Bandura, manusia mengambil informasi dan memutuskan tingkah laku yang akan diadopsi berdasarkan lingkungan dan tingkah laku orang lain yang ada disekitarnya. Namun teori tersebut berlaku untuk anak-anak yang masih belum bisa menyaring segala informasi yang didapatkan dari media sosial atau media massa dengan benar dan bijak. “Tidak berlaku bagi orang dewasa yang sudah dibekali pengetahuan, cara berpikir, dan norma sosial yang secara otomatis akan menyaring berbagai informasi serta sudah dapat memutuskan mana yang baik dan tidak baik untuk dilakukan,” tambahnya. Ia pun menjelaskan, pada dasarnya, secara umum ada 2 motif atau perilaku individu ketika mengalami kejadian yang mendadak dan alasan seseorang bisa melakukan pembunuhan hingga memutilasi korbannya. Pertama, pelaku ingin menghilangkan barang bukti atau tidak ingin memperlihatkan bahwa dia telah membunuh dengan melakukan pemotongan tersebut. “Bisa dibilang hal itu murni sikap untuk membela diri, karena bisa jadi awalnya pelaku tidak berniat membunuh namun korban sudah terlanjur kehilangan nyawa. Kedua, faktor psikologi seperti traumatis, seksual, dan permasalahan yang belum selesai,” tambahnya. Dalam pandangan psikologi, khususnya permasalahan keluarga, bisa disebabkan oleh banyak hal. Misalnya karena stres dan tekanan hidup yang dialami. Maka dari itu, peran komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan. Jika komunikasi antar pasangan terjalin dengan baik, maka saat mengalami permasalahan dalam rumah tangga kedua belah pihak bisa mengambil keputusan secara rasional tanpa emosional. Adi berpesan untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan mental. Secara sederhana, kesehatan mental diawali bagaimana cara berpikir, mengelola emosi, bersosial, dan berperilaku. Jika ada masalah dengan pasangan ataupun keluarga, sebaiknya segera diselesaikan. Masalah yang ditunda tanpa adanya penyelesaian akan menjadi rumit dan akhirnya sulit untuk diatasi. “Lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitar seperti mengikuti kegiatan positif atau saling sharing kepada orang terdekat yang dipercaya. Tujuannya untuk sedikit mengalihkan atau mengurangi beban yang sedang dialami. Ini bisa menjauhkan diri dari hal-hal negatif pemicu kejahatan,” pungkasnya. (dit/wil)
UMM Kukuhkan Dua Guru Besar FISIP, Teliti Politisi Perempuan dan Pranata Sosial

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukuhkan guru besar baru pada 6 Januari ini. Kali ini dua guru besar tersebut berasal dari dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM. Mereka adalah Prof. Dr. Wahyudi, M.Si. serta Prof. Dr. Vina Salviana Darvina Soedarwo, M.Si. yang masing-masing memiliki fokus penelitian tersendiri dalam bidang yang ditekuni. Misalnya saja Prof. Dr. Wahyudi, M.Si. yang dalam mengkaji kontribusi pranata sosial kelas menengah dalam proses produksi kesadaran profetik aktor gerakan sosial untuk kedaulatan rakyat. Dia melakukan studi kasus perjuangan masyarakat Samin melawan penjajah belanda, gerakan petani Kalibakar Malang Selatan, gerakan FKAUB Malang Raya, dan gerakan perhimpunan INTI Malang Raya. Menurutnya, ketercapaian kemuliaan, keluhuran, kebajikan, kemakmuran, keadilan sosial, dan kedaulatan rakyat dalam kehidupan merupakan urusan kita bersama. Sekaligus juga menjadi tanggungjawab bersama. Oleh karena itu, harus ada sinergisitas dharma antar semua pihak sebagai anak bangsa yang sama-sama bertempat tinggal di bumi pertiwi Indonesia. Dia juga menjelaskan hasil kajian tentang kontribusi kelas menengah dalam produksi kesadaran profetik aktor gerakan sosial. Dapat dijelaskan bahwa kesadaran profetik itu terbangun melalui siklus dialektik antar lima komponen, yakni diri aktor, pranata sosial, penjajahan atau tekanan dari sistem dan struktur makro. Begitupun dengan rasa keterjajahan atau ketertekanan yang dirasakan rakyat serta petunjuk ilahi. Sementara itu, Prof. Dr. Vina Salviana Darvina Soedarwo, M.Si membahas terkait dengan model pendidikan politik partisipatif integratif plus bagi generasi emas yang merupakan formula untuk politisi perempuan dalam membangun kualitas keluarga Indonesia. Dia memaparkan, untuk menyiapkan politisi perempuan yang berkualitas, perlu diawali dengan pendidikan politik sejak awal sebagai anggota keluarga. Apalagi memang keluarga adalah tempat awal sosialisasi nilai sosial diberikan. “Di dalam keluarga kita belajar jujur, sopan dan saling menghargai. Dapat juga ditambahkan pengetahuan dan pemahaman tentang demokrasi dan wawasan kebangsaan sehingga akan melengkapi pengetahuan yang diterima di sekolah” ungkapnya lebih rinci. Menurutnya, mempersiapkan suatu generasi emas sangatlah penting untuk meningkatkan kesadaran dan sikap terbaik dalam membangun keluarga yang berkualitas. Upaya itu dapat dilakukan baik oleh laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan memberikan ruang kepada perempuan untuk berdaya secara ekonomi, sosial dan politik. Dengan begitu, harapan keluarga berkualitas tinggi akan memberikan kontribusi bagi tingginya poin Bangga seperti yang ditargetkan pemerintah “Politisi perempuan akan memiliki kesadaran dan kemampuan yang memadai untuk mencapai target Bangga yang tinggi menuju Indonesia emas. Inilah yang saya sebut sebagai model pendidikan politik partisipatif integratif plus,” tutup Vina. (faq/wil)
Unik, 220 Mahasiswa Pertukaran di UMM Kenakan Baju Adat di Penutupan PMM UMM

Tepat akhir Desember kemarin, Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) melepas masa akhir studi mereka di kampus pertukarannya. Termasuk mereka yang mencicipi belajar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pelepasan sekaligus penutupan PMM Batch 3 itu dilakukan pada 30 Desember 2023 lalu. Ada hal unik yang disajikan dalam agenda itu, yakni 220 mahasiswa pertukaran yang hadir mengenakan pakaian adat dari berbagai wilayah di Indonesia. Rektor UMM memberi apresiasi sebesar-besarnya terhadap penyelenggaraan festival budaya yang menjadi agenda rutinan bagi mahasiswa pertukaran di seluruh Indonesia. Menurutnya, hal ini sebagai cara mengenalkan budaya sekaligus sebagai ajang untuk mempererat hubungan antar suku, ras, maupun agama. “Indonesia dibentuk atas dasar keberagaman. Keberagaman itulah yang mebentuk semboyan Bhineka Tunggal Ika atau berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Hal ini merupakan visi misi yang harus ditegakkan oleh setiap individu mahasiswa PMM Batch 3 ini. Perbedaan inilah yang justru membuat kita menjadi satu dan saling bersosial,” tambahnya. Lebih lanjut, mahasiswa pertukaran tidak hanya belajar materi sesuai dengan penjurusan mereka saja. Lebih dari itu, mahasiswa PMM yang belajar di UMM juga turut belajar budaya, keyakinan, dan adat istiadat dari masing-masing daerah yang mereka singgahi untuk menciptakan keberagaman dalam bersosial masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa festival budaya menjadi ruang untuk mengartikulasikan identitas, ditandai dengan baju adat masing-masing. Sivitas akademika UMM dengan bangga melepas dan memberi apresiasi yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa PMM untuk kembali ke daerah asal dan mengimplementasikan apa yang telah didapat di Kampus Putih ini. Sementara itu, M. Ahnaf Raid Yosna selaku ketua panitia festival budaya turut berterima kasih kepada pihak UMM yang selalu mendukung jalannya program ini. Menurutnya, agenda rutinan ini memiliki peran vital menjaga keutuhan dan keberagaman. Apalagi dalam kesempatan itu, disajikan berbagai penampilan seperti tari yang dibawakan oleh masing-masing mahasiswa. Ia juga mengaku telah mendapat banyak pengalaman dan ilmu baru melalui PMM di UMM. Mulai dari bahasa walikan khas Malang, suasana dingin dan asri Malang, hingga adat istiadat dan bahasa Jawa yang kental. “Harapannya, program PMM 3 ini tak hanya menjadi sebuah pengalaman yang dikenang semata, namun menjadi pengalaman yang dapat menjadikan kami lebih dewasa lagi. Utamanya saat kembali ke daerah kami masing-masing,” tegasnya. (tri/wil)
Beragam Beasiswa dan Jalur Masuk UMM, Ada Jalur Content Creator Juga

Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi salah satu kampus swasta yang paling dicari calon mahasiswa di Indonesia. Apalagi dengan berbagai program dan kemudahan yang ditawarkan. Jika calon mahasiswa ingin menjadi bagian dari UMM di 2024, maka mereka harus mengetahui jalur, tes seleksi, dan juga beasiswa yang bisa dicoba. Baca juga : Dekan Fikes UMM: Rebahan Bikin Obesitas Sampai Kelainan Tulang Di 2024 ini, secara umum ada tiga jalur yang terbagi menjadi beberapa cara seleksi. Jalur-jalur tersebut dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan calon mahasiswa mendaftar dan mengikuti tes. Jalur Prestasi Akademik Jalur ini merupakan jalur tanpa tes yang patut dicoba. Para calon mahasiswa hanya perlu mengunggah foto nilai rapor semester 1-5 dalam bentuk pdf. Nilai rata-rata minimal 80 sejak smeester 1 hingga 5. Kemudian juga mencantumkan sederet foto piagam ataupun sertifikat prestasi akademik minimal di tingkat kota atau kabupaten. Jika diterima, calon mahasiswa akan mendapatkan beasiswa berupa bebas SPP semester 1 (potongan 100%). Khusus untuk program studi Fisioterapi dan Ilmu Keperawatan potongan SPP sebesar 50%. Semua jurusan bisa melalui jalur ini kecuali fakultas kedokteran, farmasi, dan psikologi internasional. Jalur ini dibuka mulai 1 November 2023 hingga 25 Juni 2024. Info pendaftaran lebih lanjut bisa dicek di online.umm.ac.id Jalur Prestasi Non-Akademik Bagi mereka yang punya prestasi di bidang non-akademik tidak perlu khawatir. UMM membuka pintu seluas-luasnya untuk mereka yang memenangkan prestasi di bidang non-akademik seperti juara olahraga, musik, pengurus organisasi, keagamaan, hingga hafiz yang hafal minimal 10 juz. Cukup dengan melampirkan piagam atau sertifikat, calon mahasiswa bisa mencoba jalur ini. Menariknya, para calon mahasiswa yang aktif sebagai content creator juga mendapatkan kemudahan. Melalui jalur content creator, mereka bisa langsung mendaftar dengan syarat memiliki minimal 5.000 subscriber di platform Youtube atau follower minimal 10 ribu di Instagram atau TikTok. Benefit yang diterima juga tidakjauh berbeda dengan jalur prestasi akademik. Para calon mahasiswa akan mendapatkan beasiswa bebas SPP semester 1 (potongan 100%). Khusus untuk program studi Fisioterapi dan Ilmu Keperawatan potongan SPP sebesar 50%. Semua jurusan bisa melalui jalur ini kecuali fakultas kedokteran dan farmasi. Jalur ini dibuka mulai 1 November 2023 hingga 25 Juni 2024. Info pendaftaran lebih lanjut bisa dicek di online.umm.ac.id Jalur Reguler Berbeda dengan dua jalur sebelumnya yang mengharuskan unggahan rapor dan piagam, pada jalur ini calon mahasiswa diharuskan untuk mengikuti tes. Meski begitu, tes yang ada bisa dikerjakan melalui online sehingga memudahkan para calon mahasiswa. Semua proses pendaftaran, tes, hingga daftar ulang dilakukan secara online sehingga lebih efektif dan mudah. Informasi hasil tes reguler online juga cepat yakni diumumkan 1×24 jam setelah selesai mengerjakan soal. Khusus untuk calon mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Farmasi, mereka diharuskan untuk mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) di kampus UMM. Jalur ini dibuka sepanjang tahun sehingga para calon mahasiswa bisa mendaftar dengan cepat dan mudah. Info pendaftaran lebih lanjut bisa dicek di online.umm.ac.id Beasiswa-beasiswa Kampus Putih UMM juga menyediakan beragam beasiswa yang bisa diperoleh para calon mahasiswa. Mulai dari beasiswa talenta unggul, beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), beasiswa alumni sekolah Muhammadiyah, beasiswa yatim piatu, beasiswa saudara kandung, dan lain-lain. Bagi mereka yang ingin menjad ulama mumpuni, UMM juga menyediakan beasiswa program pendidikan ulama tarjih (PPUT). Selain itu, calon mahasiswa baru juga bisa mendapatkan beasiswa umum yang disediakan oleh instansi-instansi umum untuk membantu pembiayaan selama berkuliah. Bahkan mahasiswa juga bisa mendapatkan beasiswa berupa pertukaran pelajar ke berbagai negara di dunia, seperti Polandia, Spanyol, Turki, Jepang, dan lain sebagainya. (wil)
Dekan Fikes UMM: Rebahan Bikin Obesitas Sampai Kelainan Tulang

Hidup di tengah perkembangan zaman yang serba instan dan mudah, tak jarang membuat masyarakat modern menyukai rebahan. Apalagi hadirnya gadget mampu meminimalisir aktivitas fisik seseorang. Meski terasa nyaman dilakukan, kebiasaan rebahan ternyata memiliki dampak yang buruk. Hal ini disampaikan oleh Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom. selaku dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). “Masalah rebahan dan dampaknya yang bahaya ini sudah menjadi isu keperawatan komunitas, oleh karena itu jangan sampai kita abai dengannya,” ucap Yoyok mengawali. Menurutnya, seringkali masyarakat mengabaikan sakit yang bersifat sementara akibat terlalu lama dalam posisi tertentu saat rebahan. Padahal tanpa mereka sadari, hal itu sangat berbahaya bagi kesehatan. Hal ini bahkan dapat menjadi pemicu hadirnya berbagai penyakit kronik di kemudian hari. “Beberapa diantaranya adalah nyeri pada otot dan sendi, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, kanker dan yang tak kalah berbahaya adalah obesitas,” kata Yoyok mencontohkan. Selain rebahan, tidur dengan kurun waktu yang tidak wajar atau terlalu lama juga bisa menjadi salah satu pemicu kenaikan berat badan yang signifikan. Hal ini juga berpotensi meningkatkan kadar gula dalam darah atau diabetes semakin tinggi. “Saat posisi rebahan, ada bagian tubuh yang mengalami tekanan besar. Hal ini juga dapat mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk tulang, pergeseran tulang, patah tulang hingga kelainan tulang seperti scoliosis, kifosis, dan lordosis,” ujar Dekan Fikes UMM tersebut. Tak hanya saat rebahan, saat bangun dari posisi rebahan, seseorang juga berpotensi merasakan pusing. Ini diakibatkan oleh tekanan darah yang berubah secara cepat atau sering disebut hipotensi ortotastik. Kondisi ini terjadi berkat tekanan darah rendah karena posisi tubuh berubah secara cepat. Hipotensi ortostatik umumnya merupakan gejala dari penyakit tertentu, seperti gangguan jantung dan penyakit pada syaraf. Karenanya, Yoyok berpesan agar masayarakat khususnya anak muda, menghindari kebiasaan ini dan meningkatkan aktivitas fisiknya. “Jangan rebahan dengan kurun waktu yang lama. Biasakan diri melakukan kegiatan fisik seperti berjalan dan olahraga tipis setiap harinya. Hindari juga makananan siap saji, dan terapkan pola hidup sehat agar kualitas hidup juga menjadi lebih baik,” pungkasnya. (nda/wil)
Kiat Ampuh Raih Resolusi Tahun Baru Ala Dosen UMM

Tahun baru memberikan semangat baru bagi banyak individu untuk merancang banyak hal baik. Tak terkecuali resolusi tahunan. Namun tak jarang, rencana yang dibuat kadang hanya menjadi daftar semata yang tidak berhasil direalisasikan. Melihat hal ini, Dr. Zainul Anwar, S.Psi, M.Psi. selaku psikolog dan dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan bahwa untuk mewujudkan semua daftar resolusi, seseorang perlu memastikan bahwa langkah yang akan diambil terarah. “Planning yang dibuat harus lebih realistis, konkrit dan terarah agar hasilnya sesuai tujuan. Jadi bukna hanya menetapkan target, tapi juga langkah-langkah untuk menggapainya,” katanya. Lebih lanjut, Zainul mengatakan bahwa sebelum membuat resolusi, seseorang dapat memulai untuk melakukan intropeksi diri di masa lalu. Hal ini penting dilakukan sebagai proses pembelajaran. Bukan untuk mengingat-ingat hal yang menyedihkan, tapi sebagai pengalaman hidup bagi rencana berikutnya. “Hal yang berhasil agar menjadi motivasi dan yang gagal bisa menjadi evaluasi diri untuk jadi lebih baik lagi,” tambahnya. Untuk membuat resolusi berhasil menurut Zainul, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Pertama, mengumpulkan rasa syukur atas berbagai nikmat yang diterima. Ini menjadi poin di mana diri mendapatkan suntikan energi positif. Seseorang akan bersyukur jika ia selalu memandang suatu hal dengan positif. Sebaliknya, seseorang akan selalu mengeluh jika memandang sesuatu dengan negatif. “Yang kedua, perlu membuat skala prioritas yang ingin dicapai selama setahun ke depan, misalnya ingin lulus di 2024, menikah, dan membeli rumah. Skala prioritas menjadi sangat penting karena hal yang kecil akan selalu mengikuti. Analoginya ibarat kita memasukkan banyak barang ke dalam gelas, maka yang harus dimasukkan adalah yang besar terlebih dahulu. Dengan demikian, yang kecil akan mengikuti dan menjadi terpenuhi,” urainya. Ketiga, menuliskan apa yang menjadi keinginan atau target agar selalu ingat dan memikirkannya. Perlu diketahui bahwa pola kerja pikiran itu seperti magnet, yakni apapun yang selalu kita ingat dan pikirkan akan mendekat ke diri kita. “Berikutnya yang keempat, menjalin relasi yang berkaitan dengan resolusi diri. Misalkan ingin lulus, maka carilah lingkungan yang juga memiliki niatan lulus tepat waktu. Ini penting untuk menciptakan iklim yang baik,” tambahnya. Terakhir, restu orangtua dan doa. Keberadaan doa akan mengurangi rasa kecewa saat hal yang diinginkan belum tercapai. Doa juga dapat menguatkan mental dan spiritual. “Bagi seseorang yang tidak memiliki resolusi atau meyakini bahwa hidup sudah ditakdirkan itu tidaklah salah. Yang menjadi masalah adalah ketika seseorang menjalani hidup mengalir saja tanpa ada pegangan atau dasar yang pasti. Hal itu bisa menjadikan seseorang mudah terombang-ambing, frustasi, dan stres karena tidak memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya,” tambahnya. Di akhir, ia berpesan akan pentingnya refleksi diri sebagai manusia yang mempunyai akal pikiran yang sehat. Apapun yang ingin dilakukan dan dicapai, harus dipikirkan secara logis dan rasional serta memperhatikan setiap konsekuensinya. “Jangan mudah terbawa emosi sebelum bertindak, agar tidak terjerumus kepada kesalahan yang sama dan menyesal kemudian,” pungkasnya. (dit/wil)