Debat Cawapres Panas, Ini Tanggapan Ekonom UMM

Tiga calon wakil presiden (cawapres) beradu gagasan dan pemikiran dalam debat pilihan presiden 2024 pada 22 Desember. Beberapa tema yang dibahas adalah ekonomi kerakyatan dan digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-PBD, hingga pembangunan kontribusi infrastruktur dan kawasan urban (perkotaan). Momen debat kali ini juga merupakan panggung optimistis atas proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan sebagai panggung serta janji terbuka atas program yang diusung. Terkait hal itu, Dosen Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan FEB UMM Setyo Wahyu turut menanggapi. Dimulai dengan Muhaimin Iskandar yang menjelaskan mengenai prioritas dalam pembangunan fiskal melibatkan investasi swasta. Ini menjadi bentuk rencana pembangunan 40 kota selevel Jakarta. Menurut Setyo, pemerataan wilayah sebaiknya dilakukan dengan konsisten dan memerlukan sasaran yang tepat. Utamanya dalam penggunaan kebijakan fiskal dalam bentuk belanja fiskal melalui penguatan investasi terukur. “Dalam jangka pendek, pembangunan fisik dapat mendorong kegiatan ekonomi melalui investasi infrastruktur di wilayah tertentu  dan sekitarnya, mendorong perdagangan antarwilayah, serta penciptaan kesempatan kerja. Prioritas alokasi dana fiskal yang tepat sasaran, terencana, terukur dan syarat atas evaluasi kinerja juga diperlukan,” jelasnya. Setyo juga mengomentari istilah SGIE (State of the Global Islamic Economy) yang sempat membuat debat semakin panas. Menurutnya, SGIE merupakan bentuk dari keberanian Indonesia dan lompatan positif didalam pengembangan ekonomi Islam di Indonesia. Mulai sektor modest fashion, islamic finance, dan muslim friendly travel. Namun, sektor lainnya seperti makanan, media recreation, farmasi, dan kosmetik dirasa belum cukup di pasar global. Ia juga menyinggung terkaut Gibran yang menyoal pertumbuhan ekonomi berkualitas hingga hilirisasi berkelanjutan. Begitupun denan IKN dan peran anak muda dalam perkenomian. Setyo menjelaskan, dalam proses migrasi ekonomi akan ada perpindahan. Tidak hanya penduduk dan manusia, tapi juga faktor-faktor ekonomi lain seperti modal, tenaga kerja, dan teknologi. “Apalagi Indonesia kini mengalami bonus demografi usia produktif. Sehingga diharapkan mendorong penggunaan IPTEKS sebagai syarat atas keterlibatan kemajuan teknologi dalam perekonomian,” katanya. Ia setuju bahwa percepatan ekonomi dengan keberadaan IKN akan memunculkan investor baru yang turut andil dalam pengembangan pengoprasian dan komersialisasi wilayah IKN. Misalnya di dalam percikan ledakan ekonomi yang menciptakan kawasan sentral ekonomi hingga percepatan kawasan inti modal. Ke depan, kawasan urban fringe juga akan merasakan dampak percepatan ekonomi. Kawasan ini memiliki karakteristik daya dukung kawasan inti. Dalam debat itu, Setyo juga memperhatikan Prof. Mahfud MD. yang menjabarkan program unggulan paslon urut tiga. Yakni berupaya menciptakan rasa aman berekonomi dengan menciptakan lapangan pekerjaan, peningkatan taraf hidup masyarakat, peduli atas kesehatan, hingga menguatkan program sarjana dalam satu keluarga miskin, kesetaraan gender serta disabilitas, hingga peningkatan kualitas buruh dan UMKM. Terakhir, Setyo menilai, ketiga calon wakil presidek memiliki kapasitas masing-masing. Hal tersebut tergambar dengan baik di visi dan misi dari masing-masing calon. Mulai dari bidang hukum, kesehatan, kemakmuran dan lainnya. Pemilu 2024 juga menarik karena akan didominasi oleh masyarakat jenjang usia produkti yang memiliki wawasan luas dan keahlian digital. Aspek ini tentu akan memudahkan masyarakat untuk menentukan profil pimpinan di Pemilu 2024 yang sesuai dengan hati nurani masyarakat Indonesia. (*/Wil)

FISIP UMM Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru, Kaji Terorisme, Politik, hingga Tata Kota

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus meningkatkan kualitas pendidikannya, termasuk upaya menambah guru besar. Kali ini tiga guru besar baru kembali dikukuhkan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM, 23 Desember ini. Mereka adalah Prof. Dr. Gonda Yumitro, MA., Ph.D., Prof. Dr. Asep Nurjaman, M.Si., dan Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. Ketiganya memiliki fokus penelitian yang berbeda-beda serta memberikan pandangan baru dalam aspek ilmu sosial dan ilmu politik. Misalnya saja Prof. Dr. Gonda Yumitro, MA., Ph.D. yang fokus membahas isu terorisme dengan judul ‘Model Comprehensive Collaboration dalam Program Deradikalisasi Mantan Teroris Indonesia”. Ia menerangkan bahwa terorisme itu berkaitan dengan mentalitas dan pemahaman seseorang yang ekstrim. Mereka tidak bisa menerima moderasi dan perbedaan pemahaman dengan orang atau pendapat lain sehingga mendorong untuk terjadinya kekerasan politik. Dalam lingkup sosial, terorisme adalah ancaman yang nyata bagi masyarakat. “Mereka semakin berani menunjukkan identitasnya seiring dengan reformasi Indonesia yang memberikan lebih banyak kebebasan dalam kehidupan masyarakat. Isu terorisme transnasional juga tidak dapat dipisahkan dari posisi strategis Indonesia di politik internasional, termasuk ideologi jaringan yang telah dikembangkan,” jelasnya. Dalam penelitiannya itu, Gonda memberikan cara-cara yang dapat dilakukan untuk menggaungkan program deradikalisasi pada mantan teroris. Yakni dengan menggunakan pendekatan 3 H (heart, hand, head). “Dengan memahami akar persoalan, dan dinamika yang berkembang, maka program deradikalisasi yang dilakukan akan bisa lebih efektif berjalan. Berbagai tantangan yang ada dapat dijadikan acuan bagi pemerintah untuk memperbaiki program deradikalisasi terhadap mantan teroris Indonesia,” simpulnya. Sementara itu, kajian menarik disampaikan Prof. Dr. Asep Nurjaman, M.Si. Ia melakukan penelitian terkait rekam jejak partai islam pada dinamika sistem kepartaian di Indonesia setelah era Soeharto. Apalagi partai Islam juga memainkan peran penting dalam membentuk dan mempengaruhi arah politik nasional. Kontribusi mereka melibatkan peran dalam pembentukan undang-undang, partisipasi dalam pemilihan umum, dan advokasi untuk kebijakan yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, dinamika sistem kepartaian di Indonesia pasca Soeharto tidak dapat dipisahkan dari peran sentral partai Islam. Penelitiannya menggambarkan hubungan kompleks antara merosotnya kinerja parta Islam dengan dinamika sistem kepartaian pasca lengsernya Soeharto. Bahkan menemukan bukti bahwa kemunduran partai Islam berakibat pada terjadinya perubahan pada sistem kepartaian. “Sifat transformatif dari sistem pemilu multipartai di Indonesia pasca Soeharto telah membuat struktur partai menjadi lebih dinamis dan cair. Hal ini berdampak pada partai-partai keagamaan, yang pernah mempunyai pengaruh besar dalam politik Indonesia. Namun belakangan ini mereka sudah tidak lagi bersaing dalam pemilu,” ungkapnya. Penelitian menarik dan bermanfaat juga dilakukan oleh Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. Ia membahas terkait new urban governance tata ruang kota untuk mewujudkan kota yang berkelanjutan. Dalam penelitiannya tersebut, ia menerangkan bahwa konsep ini tidak hanya membutuhkan kontrak untuk privatisasi fungsi pemerintahan, namun juga proses baru untuk menerapkannya. Termasuk musyawarah dan dialog untuk membuat kebijakan dan penyelesaian perselisihan. Dia juga menegaskan, tata kelola cerdas bergantung pada tata kelola yang baik seperti prinsip terbuka (transparan), akuntabel dan kolaboratif (melibatkan semua pemangku kepentingan). Begitupun dengan prinsip partisipatif (partisipasi warga) dan pemerintahan elektronik (e-government). Tri sapaan akrabnya juga mengungkapkan bahwa Smart city tidak hanya cerdas dalam hal tingkat layanan yang lebih tinggi, tetapi juga memiliki sistem yang efisien dan efektif. “Sekaligus dapat membawa pembangunan daerah yang seimbang. Institusi dengan tata kelola yang lebih baik adalah institusi yang prosedurnya transparan,” tegasnya. (*faq/wil)

Bawakan Beragam Tari, Mahasiswa UMM Juara dan Kenalkan Budaya Indonesia ke Mancanegara

Sederet mahasiswa Universitas Muhmmadiyah Malang (UMM) dari Fakultas Psikologi kelas Internasional angkatan 2021 kenalkan budaya Indonesia di kancah Intenasional sekaligus raih prestasi. Mereka adalah Audilia Safira Narullita, Silvyna Amalia Hidayati, Aida Fithri, dan Aisha Hari Mulyani Putri yang raih juara di ajang Year-End Party, AU’s Got Talent di Asia University, Taiwan. Dalam kompetisi yang dilaksankaan 15 Desember itu, mereka berhasil meraih posisi 2 dengan mengalahkan puluhan tim dari Mongolia, India, Taiwan, Vietnam, Eswatini, dan lainnya. Bersama perwakilan mahasiswa Indonesia lain, mereka membawakan berbagai tari khas budaya Indonesia yakni sajojo, manuk dadali, siksik, ampar-ampar pisang, cublak cublak suweng, rasa sayang, saman, kecak, hingga bubuy bulan. salah satu mahasiswa UMM, Audilia Safira Narullita menjelaskan salah satu alasan membawakan berbagai tari tersebut tidak lain untuk menunjukkan kepada dunia bahwa budaya Indonesia itu sangat beragam. “Indonesia ini kan negara yang luas dan sangat beragam suku dan budayanya. Kami dan tim sengaja memperbanyak tari-tari yang beragam dari berbagai daerah di Indonesia. Seihngga semakin banyak masyarakat internasional yang kenal Indonesia,” jelasnya. Lia, sapaan akrabnya, mengaku bahwa timnya melakukan latihan selama satu bulan pada hari Senin hingga Jumat. Adapun berbagai indikator penilaian para juri yakni kekompakan, kunikan, penampilan, serta pakaian yang dikenakan. Dia mengaku sangat puas dengan hasil yang diraih dalam kejuaraan tersebut dan bangga dapat mengenalkan budaya Indonesia di tingkat internasional Sebagai tambahan, Lia bersama dengan teman-temannya merupakan mahasiswa yang mengikuti program International Credit Transfer. Program yang dilaksanakan di Asia University, Taiwan, ini merupakan program wajib di Fakultas Psikologi kelas Internasional UMM. Terakhir, dia berpesan kepada mahasiswa UMM untuk berani mengembangkan minat dan bakat dengan semua kesempatan yang ada. Terutama dalam mengenalkan budaya Indonesia di kancah internasional. Mengingat Indonesia ini punya banyak sekali warisan-warisan, baik secara fisik maupun non-fisik. “Carilah pengalaman sebanyak mungkin karena ada banyak hal yang menunggu kita dengan segala keunikannya. Selalu berani untuk mencoba banyak hal karena kita tidak akan tahu sampai kit amencobanya. Nikmati dan hadapi serta tak lupa untuk selalu bangga dengan warisan budaya Indonesia ini,” tutupnya. (faq/wil)

Undang CEO Mitra Aviasi Perkasa, Cara UMM Inspirasi Wisudawannya

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar wisuda ke-111 periode 6. UMM meluluskan 2.460 wisudawan pada 21 Desember 2023 lalu. Pada kesempatan itu, turut hadir Septo Sudiro selaku CEO Mitra Aviasi Perkasa (MAP) yang memberikan motivasi agar anak-anak muda bisa terinspirasi menjadi orang yang sukses. Septo mengawali sambutannya dengan mengatakan, pencapaiannya sampai titik ini merupakan hal yang tak mudah untuk dilalui. Banyak halang rintang yang harus dijalani untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Tahun 1989, ayahnya meninggal dan hal ini yang menjadi dorongan terkuatdalam menggapai impiannya. “Pada tahun 1989 itu, saya mau tak mau harus menjadi tulang punggung bagi keluarga dan memenuhi kebutuhan kuliah, biaya dua adik saya, beserta ibu,” ucapnya. Namun, hal itu tak menjadi masalah besar baginya karena ia selalu menanamkan prinsip “make it easy” agar apa yang ia kerjakan dimudahkan oleh Allah. Septo memang ingin menjadi yang terbaik, maka akhirnya ia memutuskan membuka bisnisnya sendiri pada 2004. Ia mencoba melihat berbagai peluang yang ada di masyarakat dan akhirnya menciptakan PT. Mitra Aviasi Perkasa yang bergerak di bidang sekolah penerbangan. Tak hanya itu, dirinya juga berhasil membuka anak cabang perusahaan seperti PT. Indo Aviasi yang bergerak di bidang privat jet, sekolah pilot yang memiliki banyak teknisi, dan lain sebagainya. Berdasarkan pengalamannya itu, Septo mendorong wisudawan untuk giat berusaha dan pantang menyerah. “Tapi, giat berusaha juga harus dibarengi dengan tawakkal kepada Allah dan restu orang tua. Yang menjadikan seseorang itu berhasil adalah keseimbangan antara doa, restu orang tua, dan usaha,” tegasnya Dalam dunia perkuliahan, usaha dapat diartikan dengan mengerjakan kewajibannya sebagai mahasiswa dengan baik. Hal ini dinyatakan oleh Ir. Tamhid Masyhudi selaku Wakil Ketua PWM Jawa Timur. Ia juga menyinggung bahwasannya Muhammadiyah memiliki usaha untuk mendorong agar pendidikan di Indonesia menjadi prioritas bagi bangsa dan negara. Hal ini diwujudkan dengan program Gerakan Infaq Pendidikan (GIP) yang diresmikan menjelang dengan Milad ke-111 Muhammadiyah. “Bantuan GIP ini akan diberikan untuk menunjang pendidikan khususnya di kawasan 3T. Yakni wilayah Indonesia yang memiliki kondisi geografis, sosial, ekonomi dan budaya yang kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional,” sebutnya. (tri/wil)

Prof. Nazaruddin Malik Terpilih jadi Calon Rektor UMM 2024-2028 secara Aklamasi

Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. terpilih secara aklamasi dalam pilihan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 20 Desember 2023. Dengan hasil itu, ia juga terpilih menjadi calon rektor Kampus Putih UMM untuk empat tahun ke depan yang akan diusulkan ke PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah untuk mendapatkan pengesahan sebagaimana ketentuan. Adapun hasil ini merupakan proses panjang yang dilakukan sejak di tingkat program studi dan fakultas pada Oktober lalu. Proses tersebut jauh diawali dengan pemilihan dan penetapan organ senat UMM. Kemudian dilanjutkan pembentukan panitia pemilihan rektor periode 2024-2028. Langkah selanjutnya yakni sosialisasi dan penjaringan di tiap-tiap fakultas yang memunculkan nama-nama calon kandidat. “Dari situ muncul nama-nama yang bisa dijaring oleh masing-masing fakultas. Ada lebih dari 14 calon nama yang akhirnya diusulkan,” jelas Kepala Humas UMM Moh. Isnaini, M.Pd. Verifikasi calon kandidat juga dilakukan untuk memastikan semua calon telah memenuhi berbagai syarat. Kemudian para senat melakukan pertimbangan, pemilihan, serta penetapan calon rektor Kampus Putih yang akan diusulkan ke PP Muhammadiyah. Berdasarkan data hasil penjaringan calon rektor tersebut, Nazar mendapatkan jumlah pengusul mayoritas, yakni diusulkan oleh 11 fakultas. Sementara nama-nama di posisi dua dan tiga, masing-masing hanya mendapatkan tiga dan dua pengusul. Sisa calon kandidat lainnya hanya mendapatkan satu suara. Dari hasil itu, para senat dan peserta menyetujui serta akhirnya menetapkan Nazar menjadi calon rektor yang terpilih secara aklmasi untuk diusulkan ke PP Muhammadiyah. Hasil pilihan ini selanjutnya akan dimintakan rekomendasi ke PWM Jawa Timur yang selanjutnya akan diusulkan ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk ditetapkan melalui SK resmi. “Iya tentu saja hasil ini harus melalui pengesahan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang memang menaungi UMM. Semoga hasil ini bisa memberikan manfaat lebih bagi sivitas akademika UMM, lebih umum juga untuk masyrakat secara luas,” pungkasnya mengakhiri. (wil)

Dosen UMM Beri Cara Atas Kecanduan Judi Online

Maraknya judi online di Indonesia semakin meresahkan masyarakat. Tidak hanya orang dewasa, remaja pun ikut terlibat di permainan judi online. Selain merugikan secara finansial, judi online ini cenderung membuat ketagihan. Diana Savitri Hidayati, S.Psi., M.Psi. selaku dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan bahwa sesuatu yang berlebihan apalagi sampai membuat ketagihan adalah hal yang tidak normal dan merupakan sebuah gangguan. Seseorang jika sudah ketagihan terhadap sesuatu akan merasa tidak nyaman kalau tidak melakukan hal itu, bahkan sehari saja. “Awalnya coba-coba karena penasaran, tapi malah kebablasan karena  self control-nya tidak jalan. Orang yang ketagihan sudah pasti memiliki emosi yang tidak matang. Karenanya, munculah irrational beliefes atau pikiran yang tidak logis yang membuat seseorang melakukan perilaku tersebut,” ucap Didi, sapaan akrabnya. Contoh irrational beliefes dalam kasus judi online ini misalnya, orang tersebut berpikir akan menang jika bermain sekali lagi. Pikiran tersebut akan terus muncul dan tanpa sadar membuat sang pemain ketagihan. Uang untuk berjudi akan mereka usahakan dengan berbagai macam cara demi berjudi. Di psikologi, umumnya terapi penyembuhan ketagihan ini menggunakan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). CBT adalah psikoterapi yang mengintegrasikan dua pendekatan yakni terapi kognitif dan terapi perilaku atau behavior. Pertama, dibenarkan terlebih dahulu kognitifnya dengan diajak berdiskusi. “Jadi irrational beliefes seperti ‘kalo aku coba sekali lagi pasti bakal menang’ harus diperbaiki. Padahal logikanya, yang punya mesin judi online itu tidak mungkin memberikan kemenangan pada pemain sedangkan ia juga membutuhkan uang,” jelasnya. Kedua, melakukan modifikasi perilaku agar berhenti berjudi. Karena judi online ini erat hubungannya dengan internet dan gadget, maka solusinya bisa mengurangi penggunaan gadget dan internet. Namun, terapi ini akan bisa berjalan lancar jika yang bersangkutan juga mau berubah. Individu tersebut harus sadar terlebih dahulu bahwa ia membutuhkan bantuan pihak lain, baru psikolog dapat membantunya untuk lepas dari hal tersebut. Mungkin terlihat sederhana, namun sebenarnya perlu ada kolaborasi antar orang yang ingin diterapi, psikolog dan kerabat dekat yang bersangkutan. “Saya sangat menyarankan untuk tidak pernah mencoba bermain judi online, sepenasaran apapun anda. Apalagi kita tidak tahu sejauh mana kita bisa mengontrol diri nantinya,” sarannya. Didi pun berharap individu yang sudah terlibat judi online bisa segera berhenti bagaimanapun caranya. Sebab, yang dirugikan bukan hanya diri sendiri melainkan juga orang disekitarnya. “Jika ia adalah seorang ayah, maka ia tidak bisa berperan sebagai ayah yang baik sebab terlalu fokus pada judi,” pungaksnya. (*dev/wil)

FKIP UMM Kukuhkan Tiga Guru Besar, Kajiannya dari Debu hingga Aliran Sungai

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah jumlah guru besar baru pada 20 Desember 2023. Kali ini ada tiga profesor yang datang dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP). Mereka adalah Prof. Dr. Ainur Rofieq, M.Kes., Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., dan Prof. Dr. Yuni Pantiwati, MM., M.Pd. Ketiganya memiliki fokus penelitian berbeda-beda dan memberikan warna baru untuk dunia pendidikan. Misalnya saya Rofieq yang mengkaji terkait hidup berbahagia bersama debu, yakni strategi pengelolaan debu rumah berkelanjutan menuju pencapaian tujuan SDGs. Ia sudah menekuni tema debu sejak 1989 dan menemukan berbagai hal menarik. Menurutnya, pengelolaan debu rumah dan tungau debu penting untuk mencapai berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). “Debu memiliki potensi alergi yang tinggi dan menyebabkan sensitisasi. Padahal, untuk mencapai SDGs membutuhkan lingkungan yang sehat, dan mengendalikan faktor lingkungan seperti debu dan alergen sangat penting untuk memastikan kualitas hidup yang lebih baik,” katanya. Menurutnya, perlu adanya pengembangan praktik pembersihan spesifik konteks untuk mengurangi dampak paparan patogen dan resistensi antimikroba. Menciptakan lingkungan yang bersih dengan desain bangunan berkelanjutan dapat membantu mengurangi beban penyakit. Integrasi keberlanjutan ke dalam pengelolaan debu rumah sejalan dengan tujuan SDG untuk mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan yang baik (tujuan 3), kota dan masyarakat yang berkelanjutan (tujuan 11), dan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (Tujuan 12). Adapula Abdulkadir yang meneliti terkait kebersamaan masyarakat untuk konservasi daerah aliran sungai (DAS) berkelanjutan. Ia mengatakan, DAS menjadi ekosistem terbuka dengan pasokan energi yang berkesinambungan. Segala sesuatu yang terjadi pada ekosistem hulu akan berpengaruh pada ekosistem di hilir. Ia menjelaskan, pemahaman masyarakat pada sub sistem di DAS seperti pemahaman terhadap capung, vegetasi riparian, dan makroinvertebrata sungai dapat membangkitkan motivasi, niat, dan rasa memiliki di kalangan anggota masyarakat. Apabila masyarakat DAS mamahaminya dengan baik, pada akhirnya mereka bersama-sama menjaga menjaga lingkungan tersebut demi kelangsungan hidup,” katanya. Penelitiannya membuktikan, partisipasi masyarakat akan tumbuh dengan baik jika mereka mengetahui gejala alam dan respons organisme. Pada konteks SDGs, partisipasi masyarakat (SDG 17) pada konservasi DAS mencerminkan integrasi dan interdependensi pada semua sektor pelestarian alam dan Pembangunan. Kontribusi yang telah dibangun akan berpengaruh pada lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Serta sesuai dengan firman Allah SWT pada surah Ali Imran (3:104). Terakhir, ada Yuni yang dalam orasi ilmiahnya membahas asesmen autentik dan literasi sains untuk meningkatkan kemampuan berpikir dalam pendidikan biologi dan IPA. Menurutnya, dalam kegiatan pembelajaran, penggunaan penilaian yang tepat mampu memperbaiki kualitas pembelajaran. Dalam konteks pendidikan biologi atau IPA, penilaian autentik dirancang untuk membantu peserta didik belajar bagaimana belajar. Sedangkan bagi pendidik, asesmen autentik membantu untuk melakukan penilailan secara holistik meliputi kognitif, afektif, dan psikomotor. Penilaian autentik merupakan penilaian yang berhubungan dengan desain penilaian dengan konteks dunia nyata. Peserta didik didorong untuk berpikir dan bertindak kreatif dan kritis, terlibat dalam proses eksplorasi, mempertimbangkan dan menyikapi suatu permasalahan secara kritis, serta memecahkan  masalah secara realistis. “Prinsip asesmen ini sangat tepat digunakan dalam pembelajaraan yang menuntut peserta didik tidak sekadar memahai pengetahuan, tetapi juga diharapkan dapat memecahkan masalah kehidupan sepertinya hal tujuan pendidikan biologi dan IPA,” pungkasnya. (*wil)

Begini Pesan Direktur Garuda Indonesia untuk Wisudawan UMM

Nilai rata-rata di bangku kuliah tidak selalu menentukan kesuksesan. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra di hadapan ribuan wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 19 Desember lalu. Dalam proses wisuda itu pula, turut hadir Rektor Universidade Dili Timor Leste Prof. Dr. Jose Agostinho da Costa Belo P. yang menandatangani kerjasama kolaboratif dengan Kampus Putih di berbagai bidang. Lebih lanjut, Irfan bercerita bahwa ia memerlkan 13 semester untuk bisa menyelesaikan dan meraih predikat sarjana informatika. Nilai yang ia peroleh juga hanya mencapai rata-rata. “Jenjang kuliah yang lama dan nilai selalu stuck rata-rata, membuat saya mendapatkan stigma bahwa saya tidak akan bisa menjadi orang besar. Namun saya bisa membuktikannya dan mematahkannya dengan menjadi CEO di PT. Garuda Indonesia,” katanya bercerita. Ia mengaku tidak pernah malu untuk selalu bermimpi tinggi. Diremehkan dan selalu dipatahkan oleh lingkungannya, tidak menghalangi dirinya untuk mewujudkan mimpi yang ia punya. Menurutnya, proses yang lama perlu disyukuri karena dari hal itu, dirinya bisa merasakan arti dari proses yang alami. Tidak hanya itu, berawal dari mimpi yang ia punya, ia memberanikan diri untuk mengambil tantangan yang menguji diri. Salah satunya saat pandemi Covid-19 lalu. ia mengambil berbagai keputusan berisiko bagi maskapai Garuda, hingga akhirnya bisa melewati masa krisis dengan baik. “Walaupun saya merasakan burn out dan stres yang luar biasa, namun saya berusaha berpikir positif sembari mencari jalan keluar. Saya selalu yakin masalah bisa terselesaikan meski membutuhkan waktu yang lebih lama. Saat itu saya mengambil keputusan restrukturisasi berdasarkan banyak hal. Berkat dukungan keluarga, saya bisa membuktikan bahwa di bawah kepemimpinan saya, Garuda Indonesia bisa terselamatkan,” ungkapnya dengan bangga. Ia menilai, semua impian bisa ia wujudkan karena selama proses, ia selalu fokus dan bahagia dalam menjalaninya. Sehingga lingkungan sekitar bisa merasakan hal yang sama dan meningkatkan produktivitas mereka. Selain itu, kunci kesuksesan yang unik adalah dengan menikmati berbagai proses dan tidak mengeluh. Senantiasa menghargai dan berbuat baik pada semua orang akan mempengaruhi jalan yang ditempuh. “Kalina harus berani keluar dari zona nyaman dan memaknai setiap proses kehidupan. Dengan begitu, kalian bisa membentuk diri menjadi orang yang hebat. Mengemban gelar merupakan tanggung jawab yang besar bagi diri sendiri, maka dari itu mari bangkitkan semangat dan jadilan generasi yang lebih hebat dari orang-orang hebat yang kalian lihat sekarang. Saya sudah berhasil membuktikannya, sekarang giliran anda,” pungkasnya. (*ri/wil)

Viral Penyakit Pneumonia Mycoplasma, Ini Penjelasan Pakar UMM

Pada November 2023, dinas kesehatan DKI Jakarta melaporkan ada tiga anak yang terpapar pneumonia mycoplasma. Kejadian ini membuat masyarakat panik, mengingat kenangan buruk yang terjadi akibat Covid-19 beberapa tahun lalu. Melihat fenomena ini, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UMM) dr. Thahri Iskandar Sp.P ikut angkat bicara. Menurutnya, setelah kasus Covid-19 mereda, masyarakat mulai meninggalkan kebiasaan hidup sehat. Mereka seolah acuh dengan penggunaan masker dan tidak memperdulikan kebersihan diri seperti rajin cuci tangan dan menjaga jarak. Hal ini yang menjadi alasan utama bakteri tumbuh dilingkungan sekitar tempat tinggal. “Pneumonia itu penyakit yang  sudah lama ada bahkan sebelum Covid-19 dan bukan penyakit misterius. Penyebab hingga pengobatanya pun jelas, tidak seperti Covid-19,” ujar  dr.Thahri. Pada dasarnya, pneumonia mycoplasma merupakan penyakit infeksi jaringan paru yang diakibatkan oleh mikroorganisme, bisa berupa virus, bakteri, jamur hingga parasit. Umumnya pneumonia ini menyerang anak. Hal ini terjadi karena daya tahan tubuh anak yang belum stabil dan berbeda dengan orang dewasa. Adapun beberapa gejalanya adalah demam, tenggorokan nyeri, sesak, batuk, nyeri otot, pusing, lemas, dan pada anak anak bisa disertai diare. “Perlu diingat bahwa pneumonia ini penyakit yang bersifat menular, oleh karena itu orang dewasa yang terpapar wajib menjaga jarak dengan anak dan menjaga lingkungan tetap bersih,” tandasnya. Ia melanjutkan, salah satu upaya pencegahan penyakit ini adalah dengan menjaga lingkungan sekitar. Lingkungan yang kotor, akan membuat banyak bakteri tumbuh dan berkembang. Hingga pada akhinya menyerang daya tahan tubuh manusia, utamanya anak. Pola hidup sehat seperti tidur cukup, makan makanan bergizi,  berprotein dan rajin olahraga juga bisa sangat mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang. “Masyarakat tidak perlu panik. Jika anak mulai merasakan gejala seperti di atas, cobalah bawa ke dokter dan jangan menduga-duga. Apalagi jika gejala berlangsung lebih dari satu munggu,” tegasnya mengakhiri. (rin/wil)

Kembangkan Ngaji.AI, Dosen Informatika UMM Raih Penghargaan Diktiristek Nasional

Universitas Muhammadiyah Malang selalu menjadi langganan penerima penghargaan di berbagai kompetisi. Mulai dari kementerian, dunia usaha dunia industri, serta dari lembaga-lembaga milik persyarikatan Muhammadiyah. Adalah Aminudin, S.Kom., M.Cs. Kepala Divisi Sistem Informasi Biro Informasi Komunikasi UMM yang memperoleh penghargaan Anugerah Inovasi Nasional dalam bidang Ekonomi Digital. Penghargaan tersebut didapatkan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Jakarta, 13 Desember lalu. Adapun penghargaan tersebut diberikan kepada penerima hibah Matching Fund 2023 dengan indikator keberhasilan yang cukup ketat. Yakni dengan memperhatikan kebermanfaatan program yang dikembangkan ini dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. Aminudin bersama timnya sukses mengembangkan Aplikasi pembelajaran Al-Qur’an yakni Ngaji.AI. “Indikator utama dalam pemberian penghargaan ini yaitu kebermanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat. Aplikasi kami yang bernama Ngaji.AI ini bisa diunduh di PlayStore dan bisa digunakan oleh seluruh kalangan mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa,” jelasnya Pemberian penghargaan tersebut tidak lepas dari kontribusi Aminudin yang menjadi ketua peneliti dalam proyek Aplikasi Ngaji.AI. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang dapat mendeteksi kebenaran pelafalan alquran dengan menggunakan suara. Latar belakang dikembangkannya aplikasi itu adalah kebutuhan pembelajaran Alquran yang susah saat masa pandemi beberapa waktu lalu. Apalagi masyarakat tidak dibolehkan keluar rumah unutk menekan angka penularan. “Mekanisme penggunaan aplikasi Ngaji.AI ini mudah. Jadi tinggal membaca ayat dan nantinya aplikasi itu bisa mendeteksi dan membenarkan pelafalan, mulai dari panjang pendek harakat, hukum bacaan atau tajwid, hingga pelafalan huruf hijaiyahnya. Inovasi tersebut juga menjadi salah satu keunggulan aplikasi pembelajaran Al-quran ini dibandingkan dengan aplikasi-aplikasi yang lain,” ungkapnya. Setidaknya sudah terdapat ribuan pengguna aplikasi tersebut yang sudah menikmati kebermanfaatan dari adanya inovasi Ngaji.AI itu. Pria yang memiliki hobi bulutangkis tersebut berharap bahwa dengan aplikasi Ngaji.AI, masyarakat dapat lebih intens dalam mempelajari Al-quran secara mandiri. Namun juga tidak lupa untuk belajar langsung ke orang yang ahli. “Aplikasi ini adalah alat penunjang dalam pembelajaran Alquran. Kami tentu terus mengembangkan fungsi Ngaji.AI ke berbagai hal lain. Utamanya bagi mereka yang waktunya dihabiskan di perangkat digital,” pungkasnya. (faq/wil)