Ramai Kasus Terorisme di BUMN, Dosen FH UMM: Semua Pihak Harus Ikut Peduli

Terorisme menjadi salah satu ancaman besar bagi setiap negara, termasuk Indonesia. Paham terorisme bahkan berhasil masuk ke dalam sistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini dibuktikan dengan ditemukanya salah satu pegawai BUMN yang diduga terafiliasi dengan jaringan teroris ISIS. Lalu di manakah peran aturan hukum untuk mencegah adanya kasus seperti terorisme? Hal ini menarik perhatian dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Wahyudi Kurniawan, S.H., M.H.Li. Yudi, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pelaku terorisme memiliki jaringan yang membahayakan dan berupaya merusak sistem yang sudah ada. “Tindak pidana terorisme itu bersifat laten, tidak menutup kemungkinan dapat masuk ke seluruh lini, termasuk BUMN sekalipun,” jelasnya. Secara definitif, terorisme merupakan perbuatan kejahatan yang menggunakan ancaman maupun kekerasan yang menimbulkan suasana teror dan menakutkan, hingga menimbulkan kerusakan atau kejatuhan korban. Menurut Yudi, terorisme adalah bahaya laten yang tidak bisa dilihat di permukaan kecuali diinvestigasi secara mendalam. Dari perspektif hukum, regulasi dan aturan sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme. Undang-undang ini lengkap mengatur tidak hanya pemberasan saja, melainkan sampai pada upaya pencegahan. “Menurut saya, secara regulasi undang-undang yang kita miliki sekarang sudah memadai dan cukup mengakomodir. Namun regulasi harus terus di-update sesuai perkembangan kondisi yang ada, bisa jadi 10-20 tahun ke depan muncul gaya baru terorisme yang membahayakan,” tambahnya. Walaupun secara regulasi sudah memadai, masih terdapat celah hukum yang masih perlu diperbaiki. Salah satunya adalah aspek penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam menjalankan peraturan atau penangkapan pelaku terorisme. Harus dipertimbangkan apakah hukum yang sudah lama berlaku masih relevan dan masih selaras dengan HAM atau tidak. “Penegak hukum harus tetap berpegang pada prinsip HAM, sejahat dan separah apapun pelaku terorisme, sudah ada SOP yang mengatur. Setiap manusia memiliki hak asasi yang diberikan sejak lahir serta memiliki hak hukum yang sama. Kecuali jika mereka melawan, maka aparat berhak mengambil tindakan tegas,” tandas Yudi. Wahyudi menambahkan bahwa terorisme ini harus dicegah sedini mungkin. Memberikan nilai-nilai yang baik sejak kanak-kanak hingga menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendorong masyarakat untuk tidak terjerumus dalam lingkaran terorisme. Tidak hanya penegak hukum, semua stakeholder harus turut andil mulai dari masyarakat, pemerintah, bahkan institusi pendidikan. “Harus terus mengedukasi dan menjauhi terorisme dengan berpegang teguh pada ideologi Pancasila dan keyakinan masing-masing. Maka peran masyarakat dan pemerintah dalam menguatkan ideologi pancasila harus terus ditekankan,” tutupnya. (Lib/Wil)
Menkominfo RI Beberkan Skill Hadapi Masa Depan di Wisuda UMM

Anak muda perlu keterampilan literasi dan kecakapan digital, kreativitas dan inovasi, komunikasi, serta problem solving untuk menghadapi tantangan zaman. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Budi Arie Setiadi, S.Sos., M.Si. Ia memberikan orasi ilmiah dalam Wisuda Ke-109 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 29 Agustus lalu. “Saat ini Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif mencapai lebih dari 191 juta orang dan sebagian besar merupakan generasi Z. Di saat bersamaan, hingga tahun 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital yang banyak, ” ungkapnya yang hadir secara daring. Menurutnya, anak muda harus menjadi pionir dalam mengembangkan dunia digital melalui inovasi serta gagasan yang diciptakan. Digitalisasi bukan hanya sebatas peralihan dari yang konvensional menuju digital, namun juga mendorong perubahan dari segi budaya, ekonomi, dan sosial budaya. Dalam hal ini, perlu peran aktif dari Gen Z untuk tidak buta dengan terjun langsung ke era digitalisasi di era modern. “Saat ini, kita menghadapi dua hal yakni keuntungan dan tantangan. Keuntungannya yakni kemudahan untuk mengakses informasi tidak terbatas untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki. Kemudian juga tantangan terkait informasi hoaks serta konten negatif yang banyak bertebaran,” lanjutnya. Terakhir, dia mempercayakan kunci kemajuan tranformasi digital kepada Gen Z untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Dia juga mengutip kata-kata dari Franklin D. Roosevelt yakni ‘kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan’. Sementara itu, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur dalam hal ini diwakili oleh Dr. Nur Mukarromah S.KM., M.Kes. menyampaikan apresiasi tinggi kepada UMM yang telah melahirkan lulusan unggul. Ia bangga atas kerja keras seluruh sivitas akademika Kampus Putih untuk mendapatkan rekognisi, baik tingkat nasional bahkan internasional. Ia juga memberi sederet pesan pada wisudawan. Ada beberapa indikator yang harus dimiliki oleh anak muda saat ini, di antaranya pengetahuan yang kuat, keterampilan unggul, serta etika yang baik. Anak muda harus berani mengambil langkah untuk membuat gebrakan baru demi menjawab problem yang ada. “Jadilah orang yang berani untuk mengambil resiko berdasarkan perhitungan kemampuan serta skill yang matang. Harus berani menciptakan inovasi yang lebih baik, serta berani untuk mengambil keputusan. Mengapa? Karena kemenangan adalah milik orang-orang yang berani mengambil keputusan,” tegasnya. Di sisi lain, Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan, bahwa kampus putih kini menjadi kampus di Indonesia yang dipilih oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Hal ini memungkinkan Kampus Putih untuk bermitra dengan Persyarikatan Bangsa Bangsa (PBB). Itu juga dibuktikan dengan peran aktif UMM untuk turut serta dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDG’s). Menurutnya, modal ilmu yang telah didapat di UMM harus bisa dilanjutkan untuk kebermanfaatan masyarakat luas. Perjuangan para wisudawan pastinya mampu menciptakan resonansi kuat yang turut menciptakan kebanggaan bagi kedua orangtua. (Faq/Wil)
Dosen UMM Kometari Langkah Arab Jor-joran Beli Pemain Bintang Sepakbola

Klub-klub sepak bola Arab Saudi begitu jor-joran selama jendela transfer musim ini. Dimulai dari kedatangan dua pemain terbaik dunia Cristiano Ronaldo (CR7) dan Karim Benzema. Disusul para bintang kenamaan seperti Neymar dan Sadio Mane. Apakah Arab Saudi hendak menggeser dominasi sepakbola Eropa? Hafid Adim Pradana, dosen program studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM), turut menanggapi fenomena itu melalui kacamata studi hubungan internasional. “Langkah Arab Saudi dalam mendatangkan pemain-pemain bintang layaknya Ronaldo, Benzema dan Neymar jelas menguntungkan bisnis hiburan Arab Saudi di bidang sepak bola,” ujarnya. Kepindahan pemain-pemain bintang ke Liga Profesional Arab Saudi mengundang perdebatan dari berbagai kalangan. Ada yang mengasumsikan kepindahan mereka disebabkan oleh Ronaldo effect, ada pula yang menganggap hal tersebut lantaran money effect. “Terkait jumlah penonton Liga Profesional Arab Saudi, maka asumsi Ronaldo effect sangat masuk akal. Mengingat pengaruh yang dibawa oleh CR7 sangatlah besar. Otomatis semua mata akan tertuju padanya. Akan tetapi, untuk kepindahan pemain-pemain lain ke liga tersebut, money effect lebih masuk akal,” terangnya menambahkan. Tak dipungkiri bahwa nominal uang yang ditawarkan klub-klub Liga Profesional Arab Saudi sangatlah besar. Tentu tawaran tersebut sulit ditolak oleh para pemain yang umumnya telah berada pada ujung usia produktif pemain sepakbola. “Kita melihat Brazil sebagai contoh. Rata-rata pemain yang berasal dari negeri joga bonito tersebut berasal dari kalangan menengah ke bawah. Oleh karena itu, orientasi mereka terhadap sepakbola sudah jelas, yaitu untuk mengubah nasib keluarga mereka di negara asalnya,” katanya. Selanjutnya, Adim menjelaskan bahwa pergerakan transfer gila-gilaan ini merupakan salah satu indikasi dari probabilitas Liga Arab Saudi untuk menggeser dominasi Eropa sebagai kiblat sepakbola. Akan tetapi, efeknya tidak bisa dilihat dalam kurun waktu dekat. Sama halnya dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pergeseran tersebut dapat diamati dalam kurun waktu puluhan hingga ratusan tahun mendatang. Berkaitan dengan hal tersebut, dapat diamati pula bahwa terdapat hubungan erat antara transfer pemain ini dengan Program Visi 2030 milik Arab Saudi. Pergerakan transfer pemain gila-gilaan tersebut dianggap sebagai langkah diplomatis Arab Saudi dengan memanfaatkan potensi sepakbola yang begitu besar di seluruh penjuru dunia. (*/Wil)
Mulai Ditinggalkan, Begini Cara Jaga Bahasa Daerah ala Dosen UMM

Kini, bahasa daerah mulai banyak ditinggalkan. Arus urbanisasi dan globalisasi membuat Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama negara banyak digunakan di kelaurga. Ditambah lagi dengan masuknya Bahasa Inggris dan Arab sebagai bahasa pengantar di sebagian lembaga pendidikan. Fenomena itu menarik perhatian dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si. Ia mengatkan bahwa pada dasarnya bahasa memiliki sifat dinamis, berkembang dan berubah mengikuti perkembangan zaman. Di Indonesia saat ini, bahasa daerah memang tidak banyak diajarkan oleh para orang tua. Rata-rata memilih menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari dalam berinteraksi. “Anak muda sekarang justru mengetahui bahasa daerah dari pergaulan mereka. Seperti contohnya anak-anak Kalimantan yang merantau ke Pulau Jawa. Ketika mereka kembali ke Kalimantan, mereka akhirnya memahami bahasa Jawa dari pergaulan yang didapatkan dari Jawa,” tambahnya. Hal ini sangat disayangkan Arief, mengingat bahasa daerah memiliki potensi. Misalnya saja bahasa Bali yang memiliki identitas kuat sehingga masyarakat di sana terus menerus menggunakannya sehari-hari. Meksi begitu, bahasa Indonesia masih tetap dijaga dan digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa. Ada beberapa langkah yang bisa ditempuh agar bahasa tidak punah. Di antaranya dengan menggunakannya serta melestarikannya melalui komunitas lokal tertentu. Adapun pelestarian terdiri dari dua hal yakni melestarikan bahasa daerah dan bahasa bangsa Indonesia. “Kalau kita lihat sekarang, bahasa Jawa sudah digunakan sebagai bahasa kedua di tengah masyarakat. Misalnya saja dipakai sebagai nama jalan, nama toko, maupun tulisan tulisan lainnya. Bahkan ada yang diiringi dengan tulisan aksara jawa di bawahnya. Ini bagus agar masyarakat tidak asing dengan bahasa tersebut. Secara tidak langsung, minat masyarakat juga turut naik,” katanya. Langkah lainnya yakni dengan memasukan bahasa daerah menjadi kurikulum pembelajaran dan membangun kebijakan politik yang menyeluruh untuk lebih mengarah ke pelestarian bahasa daerah. Misalnya saja dengan menggunakan bahasa daerah di setiap bandara atau tempat tempat yang berpotensi didatangi banyak wisatawan asing dan lokal. “Pola pengajaran orang tua tentang bahasa daerah juga harus di bangun sejak anak masih kecil. Anak-anak diajarkan bahasa daerah terlebih dahulu lalu diiringi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” tambahnya. Arief melanjutkan, secara konsitusi, pemerintahdapat mengeluarkan kebijakan yang melindungi bahasa daerah agar tidak punah, karena secara hakikat bahasa daerah merupakan kekayaan bangsa Indonesia. Perlu juga ada pergerakan politik yang membangun eksistensi secara keseluruhan pada bahasa daerah. “Yang tak kalah penting, masing-masing sekolah di daerah juga perlu membuat kebijakan dimana dalam kurikulum pembelajarannya terdapat bahasa daerah. Dengan demikian secara tidak langsung anak-anak mendapatkan asupan bahasa daerah mereka masing-masing mulai dari kecil. Hal ini dapat membantu meningkatkan eksistensi bahasa daerah,” pungkasnya. (Fat/Wil)
Upaya Internasionalisasi, FPP UMM Gaet Empat Universitas Thailand

Langkah internasionalisasi terus digencarkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, Fakultas Peternakan dan Pertanian UMM teken kerjasama bersama empat universitas dari Thailand, yakni lain Prince of Songkla University, Silpakorn University, Chulalongkorn University, dan Universitas Kasetsart. Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan langsung di tiap universitas pada akhir Agustus ini. Terkait hal ini, Dekan FPP UMM Dr. Ir. Aris Winaya, MM. M.Si. IPU. ASEAN Eng. menilai, kampus-kampus Thailand yang dipilih memiliki keunggulan di bidang pertanian dan peternakan. Bahkan memiiliki peringkat yang baik di QS dunia. Maka, kolaborasi yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan kualitas perguruan tinggi, memajukan kreativitas, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga seminar bertaraf internasional. “Ini juga menjadi peluang bagi sivitas akademika Kampus Putih, khususnya FPP untuk bisa melakukan riset bersama, turut merasakan atmosfer internasional di Thailand guna meningkatkan taraf akademik. Kami juga akan terus berupaya menambah partner tingkat dunia sehingga para mahasiswa bisa merasakan suasana internasional,” tegasnya. Salah satu kolaborasi yang menarik adalah kerjasama halal science center dengan Chulalongkorn University. Nantinya, akan ada sederet seminar halal yang akan dilaksanakan pada 5-6 September 2023. Berbagai penelitian akan ditekankan, utamanya mengenai uji forensik yang menentukan apakah produk terkait halal atau tidak. Kemudian juga menjajaki riset dan pendidikan brsama fakultas sains di universitas terkait. Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. yang turut menghadiri langsung penandatanganan juga mengapresiasi langkah FPP Kampus Putih. Rekognisi dan kerjasama tingkat dunia memang jadi salah satu kunci internasionalisasi. Begitupun dengan langkah mendukung kegiatan student mobility, riset, hingga peningkatan bidang keilmuan serta magang dari kedua belah kampus. “Semoga kolaborasi ini dapat memperkuat internasionalisasi UMM, termasuk Fakulas Pertanian dan Pertanian. Menambah kualitas dan kuantitas riset serta memberikan suasana internasional bagi mahasiswa,” katanya mengakhiri. (*/Wil)
Bioskop Keliling UMM Hibur Warga Kejapanan Pasuruan

Mobil Bioskop Keliling (Bioling) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengaspal. Kali ini mereka hadir di Desa Kejapanan, Pasuruan pada 24 Agustus lalu. Banyak warga yang datang karena penasaran akan acara yang diprakarsai kampus putih. terhitung ada ratusan yang datang dan turut serta. Tidak hanya memberikan tontonan, tapi juga menyediakan beragam doorprize menarik. Kedatangan UMM ini juga hasil kerjasama dengan Paravan Cinema Pasuruan. Dalam nonton bareng film itu, ada enam film ringan nan edukatif yang ditampilkan. Keenamnya mampu memicu gelak tawa masyarakat. Apalagi beberapa di antaranya juga dialami oleh sebagian warga. Turut datang dan meramaikan, Kepala Desa Kejapanan Randi Saputra mengapresiasi upaya Kampus Putih untuk menghibur para warga. Menurutnya, momen berkumpul bersama dapat menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi. Ia juga ingat, beberapa tahun lalu Bioling juga sempat datang ke tempatnya pada 2021 lalu. “Dengan berkumpul seperti ini, saya yakin warga bisa saling kenal dan saling sapa. Memperkuat persaudaraan dan mampu bahu-membahu membangun lingkungan. Dalam hal ini yakni lingkup desa Kejapanan,” tegas Randi menambahkan. Ia yang juga pernah menimba ilmu di Malang itu juga menilai, UMM selalu konsisten melakukan pengabdian kepada masyarakat. Mulai dari pelatihan, workshop, pengembangan desa wisata, dan lain sebagainya. Selain itu juga program seperti Bioling ini yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Sementara itu, salah satu warga, Kholida mengaku antusias dengan adanya Bioling UMM. Bukan hanya karena filmnya saja, tapi juga rangkaian kegiatan yang mampu menghidupkan animo warga. Ia yang kebetulan mendapatkan doorprize kaos juga sukses menjawab pertanyaan-pertanyaan dan games seru. “Acaranya seru dan ramai. Apalagi ada hadiah menarik di sela-sela penayangan film. Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan. Tidak hanya di sini saja, tapi juga mungkin di kota dan kabupaten-kabupaten lain,” kata Kholida. Hal serupa juga disampaikan salah satu anak-anak bernama Naufal. Ia bahkan berlomba-lomba maju dan menjawab pertanyaan lucu demi mendapatkan doorprize yang disediakan. “Seru banget. Teman-teman saya juga senang bsia nonton film lucu-lucu. Hadiahnya banyak, kakak-kakanya juga baik,” pungkasnya. (Faq/Wil)
UMM Dilirik Perusahaan Belanda Novo Kembangkan Aplikasi Ngaji.AI

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jajaki kerjasama dengan perusahaan IT asal Belanda, Novo. Diskusi antara keduanya juga sudah dilaksanakan pada 23 Agustus lalu. Sebelumnya, Novo juga telah bekerjasama dengan Prodi Teknik Informatika UMM dalam mengerjakan proyek Ngaji.AI yakni aplikasi belajar ngaji untuk anak-anak. Turut hadir perwakilan dari program Kedaireka Dikti. Direktur Operasional (COO) PT. Novo Indonesia Maria Vanessa mengatakan, pertemuan tersebut juga membahas tentang penyempurnaan aplikasi Ngaji.AI. Nantinya, kerjasama ini akan menyasar aspek pada pengumpulan dataset rekaman guru mengaji dan pengembangan modul belajar. Dengan begitu, anak-anak bisa lebih mudah menggunakannya. “Adapula perbaikan di fitur pelatihan vokal yang lebih akurat untuk memberikan masukan bagi pengguna. Rencana kami yakni membuat aplikasi yang dapat menunjukkan kesalahan pengguna ketika belajar menggunakan aplikasi. Maka peran dataset dalma aplikasi ini sangatlah krusial,” tambahnya. Vanessa melanjutkan, pengumpulan data yang diprakarsai UMM ini nantinya bisa juga dipromosikan ke masyarakat. Apalagi, jika nantinya Ngaji.AI digunakan untuk pembelajaran tingkat lanjut di area universitas. Ia berharap, kerjasama yang dijalin bisa menjadi awal yang baik. Utamanya terkait impkementasi aplikasi di tingkat universitas dan juga masyarakat umum. Sehingga, pembelajaran Al-Quran bisa lebih terarah dan terintegrasi dengan baik. Novo juga ingin agar nantinya Ngaji.Ai bsia digunakan di berbagai lini. Misalnya saja dalam pembelajaran Al-islam dan Kemuhammadiyaan (AIK) Kampus Putih. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengapresiasi langkah kolaborasi yang sudah dilakukan Novo dan prodi teknik informatika UMM. Menurutnya, gagasan seperti ini memang harus lahir sebagai wujud solusi permasalah yang terjadi di masyarakat. Semua hal memang harus mengikut perkembangan zaman, karena jika tidak, akan menyulitkan. “Aplikasi ini menadi terobosan bagus. Apalagi anak-anak zaman sekarang tentu sudah mengerti cara menggunakan gawai. Mereka akan mendapatkan kemudahan untuk belajar mengaji Alquran. Tinggal bagaimana nanti implementasinya,” pungkasnya mengakhiri. (Tri/Wil)
Tim UMM Tingkatkan Ekonomi Warga dan Kembangkan Agrowisata di Pasuruan

Kontribusi demi kontribusi dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satunya yang dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Sujono, M.Kes. dan timnya. Di sepanjang 2023, mereka mengembangkan agrowisata berbasis ternak dan ikan. Program ini juga berupaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa dalam mewujudkan desa mandiri dan sejahtera. Adapun kegiatan ini merupakan program yang mendapatkan pendanaan dari Kemendikbud-Dikti periode 2023 dilaksanakan di desa Sumbergedang, kecamatan Pandaan, Pasuruan. Sujono, sapaanya, menjelaskan bahwa pengabdian ini sangat tepat karena desa Sumbergedang memiliki potensi yang bagus namun belum digarap dengan maksimal. Misalknya kondisi alam yang hijau dan sejuk karena letaknya di sekitar pegunungan. Begitupun dengan sumber air mengalir sepanjang tahun serta jembatan Talang Abang sengan panjangan sekitar 200 meter. “Sebenarnya, sebelum pandemi Covid, Desa ini memiliki destinasi wisata tamabn bungan Adns Fridaus dan Talang Abang. Namun sayang, destinasi ini tutup karena sepi. Jadi kami mencoba untuk menghidupkannya kembali dengan memberikan sentuhan berbeda,” tegasnya. Koordinator asisten rektor UMM itu melanjutkan, potensi lain yang bisa dikembangkan yakni ternak domba yang saat ini diurus oleh Kelompok Ternak Mendo Membumi dan usaha ikan hias yang ditangani oleh Kelompok Tani Ikan. Sayangnya, mereka menemui masalah di pakan akrena mereka belum mampu memproduksi pakan penguat sendiri. Sehingga peternak harus mengandalkan pakan pabrikan yang mahal. Ia mengatakan, akan ada tiga tahap dalam tiga tahun yang akan mereka lakukan. Tahun pertama yakni pemberdayaan ternak domba dan ikan hias. Tahun kedua menghidupkan agrowisata desa melalui penataan wisata arung sungai melewati jembatan Talang Abang dan membangun taman bunga. “Tahun ketiga yakni penataan UMKM kelompok kuliner yang akan mem-backup agrowisata desa Sumbergedang. UMKM kuliner yang khas Desa Sumbergedang adalah minuman beras kencur dan aneka kripik dari bahan lokal. Mereka juga akan diajari tentang pembukuan dan pemasaran berbasis digital,” jelasnya. Pada tahun pertama ini, Sujono dan timnya tengah mengajari pra peternak cara membuat formula pakan ternak domba dan ikan melalui mesin pencacah dan penepung multiguna. Selain itu juga mengajari cara pencegahan dan penangan peyakit ternak serta ikan. Melalui program-program itu, diharapkan para peternak bisa menekan biaya perawatan serta meningkatkan pendapatan. Sekaligus untuk mempersiapkan kegiatan agrowisata di desa Sumbergedang. (*/Wil)
Bela Sungkawa, UMM Kembalikan Biaya Kuliah Mahasiswa yang Wafat

Ada yang berbeda dengan wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 24 Agustus lalu. Saat menutup prosesi wisuda, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengajak para wisudawan, orang tua dan tamu untuk mendoakan Roy Inzaqhi Saputra. Ia adalah salah satu mahasiswa yang seharusnya turut diwisuda, namun ia meninggal beberapa saat sebelum wisuda karena sakit. “Mari sama-sama menundukan kepala mendoakan almarhum ananda Roy. Mudah-mudahan almarhum ditempatkan di tempat terbaik di sisiNya. Sebagai wujud belangksungkawa UMM pada ananda, maka seluruh biaya yang telah dibayarkan selama menempuh pendidikan di UMM akan kami kembalikan kepada orang tuanya,” kata Fauzan sesaat sebelum menutup prosesi. Kedua orangtua Roy juga diundang naik ke panggung untuk menerima ijazah. Rektor Kampus Putih secara langsung memberikannya didampingi para wakil rektor. Adapun Roy merupakan mahasiswa berprestasi. Ia bahkan lulus tanpa skripsi berkat penelitiannya yang mampu menembus jurnal Sinta I. hal itu membuatnya tidak perlu menempuh skripsi karena program ekuivalensi. Tahun 2019 menjadi tahun pertama Roy menapaki jati diri sebagai mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik. Ia dikenal dengan keramahannya pada semua teman. Apalagi dengan keaktifannya mengikuti organisasi selama menimba ilmu. Meski begitu, ia sukses mencapai IPK sebesar 3,93. Itu bukan raihan yang mudah bagi kebanyakan mahasiswa jurusan teknik. Penelitian yang ia lakukan juga berhasil menembus jurnal terindeks. Penelitiannya berjudul “Evaluation of the Usability Learning Management System during the Covid-19 Pandemic Using the Scale System”. Itu menjadi bukti dari hasil ketekunan serta tekat yang kuat dalam menjalani proses selama proses perkuliahan untuk menjadi kebanggaan kedua orangtua. Hingga akhir hayatnya, dia mendapatkan tempat khusus di hati teman-teman, dosen, dan kedua orangtuanya. Meski ia sudah tiada, namun ia telah sukses eraih gelar sarjana komputer dan mampu menebar manfaat melalui penelitian-penelitian dan kebaikannya. (Faq/Wil)
Ketua Real Estate Indonesia Berbagi Kiat Sukses ke Wisudawan UMM

Sukses memang tidak akan muncul hanya dalam semalam. Sukses dapat terjadi ketika seseorang bekerja keras dalam mewujudkan suatu hal. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Drs. Paulus Totok Lusida, Apt. di depan ribuan wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun wisuda itu dilaksanakna pada 24 Agustus lalu di Hall Dome UMM. Lebih lanjut, Totok menceritakan pengalaman hidupnya, terutama dalam mengarungi dunia kerja. Menurutnya, tidak mudah untuk menaklukkan dunia luar. Perlu adanya keberanian, kerja keras dan usaha yang menjadi start dalam menekuni sebuah bidang. “Meski begitu, jangan lupa untuk menampakkan eksistensi di masyarakat. Salah satunya dengan memberikan manfaat dan jawaban atas berbagai masalah yang ada,” katanya. Ia juga menyebut bahwa ada tiga jalur yang bisa para wisudawan coba usai menyelesaikan studi di Kampus Putih UMM. Mulai dari menjadi entrepreneur, akademisi, maupun karyawan profesional. Semua tergantung minat dan potensi diri tiap mahasiswa. Adapun Kampus Putih memang telah mewadahi ketiga jalur itu dengan beragam kegiatan dan program. Misalnya saja dengan adanya Center of Excellence (CoE) yang melahirkan sumber daya manusia unggul. Selain itu juga memiliki skill yang sesuai dengan dunia usaha dan dunia industri butuhkan. Pada kesempatan yang sama, turut hadir Menko PMK RI sekaligus Ketua BPH UMM Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. Menurutnya, wisudawan harus menyiapkan diri akan datangnya puncak demografi pada 2030 nanti. Semua tergantung kualitas dan skill yang dimiliki anak muda, termasuk mereka yang wisuda hari ini. “Maka, saudara-saudara harus menyiapkan diri dan terus mengupgrade diri. Tidak hanya puas dengan apa yang diperoleh di bangku kuliah. Jangan takut akan tantangam karena pada dasarnya tantangan lah yang membuat saudara bisa maju dan mendapatkan hal baru,” kata Muhadjir menjelaskan. Hal serupa disampaikan Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Para wisudawan baru akan memasuki proses sebenarnya usai lulus dan diwisuda oleh UMM. Menurutnya, semua proses memang tidak akan mudah. Akan selalu ada hambatan dan tantangan yang harus ditaklukkan. “Namanya proses, tentu tidak akan pernah mudah. Gagal merupakan awal dari kesuksesan dan usaha juga adalah awal dari kesuksesan,” tambahnya mengakhiri. (Tri/Wil)