PPG UMM Dapatkan Penghargaan Penyelenggara terbaik PPG se-Indonesia

Kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UMM sukses menjadi salah satu yang mendapatkan predikat penyelenggara Program PPG terbaik se-Indonesia dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Adapun sertifikat penghargaan itu diterima pada awal Agustus ini. Penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras tim PPG UMM. Terbukti dengan persentase jumlah lulusan dalam jabatan yang selalu menjadi yang tertinggi di rentang 2018-2022. Penghargaan itu diberikan secara langsung oleh Subkoordinator Bina Guru MI dan MTs Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama, Mustofa Fahmi kepada Dekan FKIP UMM Dr. Trisakti Handayani, M.M. Selain penyerahan, pada kesempatan yang sama, Fahmi bersama tim PPG UMM membahas sederet program yang sedang dan akan dijalankan. Ia juga mnegapresiasi Kampus Putih yang sukses menjaga konsistensi dalam menyelenggarakan PPG selama ini. “Sejak 2018 sampai 2022, UMM selalu menempati rangking teratas untuk tingkat kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa PPG (UKM-PPG). Ini tentu sudah sangat menggambarkan bagaimana komitmen PPG FKIP UMM dalam menyelenggarakan PPG yang berkualitas secara konsisten. Kami sangat mengapresiasi hal itu,” ungkap Fahmi. Terkait raihan itu, Trisakti mengatakan sebenarnya penghargaan itu sudah diterima sejak Mei lalu. Yakni pada acara rapat koordinasi bersama dengan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN). FKIP UMM menjadi salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Umum (LPTK Umum) yang diundang secara khusus bersama UIN Bandung dan UIN Yogyakarta. Namun, ia berhalangan dan akhirnya baru diberikan pada Agustus ini. Ia juga bersyukur atas capaian tersebut. Baginya, penghargaan ini merupakan sebuah motivasi untuk terus memberikan yang terbaik. Utamanya dalam upaya mewujudkan guru profesional di Indonesia. “Tentu ini bukan akhir perjuangan, namun menjadi pendorong bagi kami untuk meningkatkan kualitas dalam mencetak guru terbaik. Guru yang mampu melahirkan generasi penerus di masa depan,” tegasnya. (*/Wil)
Kurangi Food Waste Dunia Perhotelan, Mahasiswa UMM Ciptakan Vegetarian Nugget

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak bosan-bosannya menciptakan inovasi. Kali ini datang dari Dafa Adi Pramudya, mahasiswa angkatan 2021 Program Studi Teknologi Pangan UMM bersama timnya. Mereka menciptakan produk vegetarian nuget dengan mengoptimalkan seluruh bagian dari sayuran yang bisa diolah dan dikonsumsi. Inovasi tersebut mendapat Juara 3 dalam ajang In2Food International Student Competition yang diselenggarakan di Universitas Prasetiya Mulya dan Universitas Pembangunan Jaya Bintaro pada pertengahan Agustus lalu. Kompetisi tersebut juga bekerja sama dengan Erasmus Plus dan Hotel Ternama, Hotel JW Marriott. “Food waste saat ini menjadi perhatian, khususnya dalam dunia masak untuk perhotelan. Salah satu penyumbang besar food waste didominasi oleh sayuran. Bisa dilihat dari proses memasak capcay, brokoli yang digunakan itu hanya bagian bunganya dan batangnya langsung dibuang begitu saja,” ungkapnya. Menariknya, produk yang diciptakan oleh Dafa bersama timnya tersebut nantinya diaplikasikan oleh JW Marriott Hotel beserta seluruh anak perusahaannya. Itu juga menjadi cara untuk mewujudkan pengurangan food waste sebanyak 50% di dunia perhotelan. Lebih lanjut, sebetulnya seluruh bagian dari sayuran itu bisa diolah dengan baik dan bisa menjadi olahan yang menggugah selera. Selain itu juga akan menambah kadar nutrisi yang terkandung dalam makanan tersebut. “dalam olahan vegetarian nuget kami ini, tidak ada penurunan nutrisi dari sayuran yang digunakan. Bahkan bisa lebih, karena kami optimalkan bagian-bagian sayuran yang dapat diolah serta kami tambahkan kombinasi-kombinasi beberapa sayuran tambahan,” katanya. Proses pembuatannya tidak jauh beda dengan pembuatan vegetarian nuget pada umumnya. Hanya saja mereka menambahkan bagian sayuran yang biasanya dibuang, namun bagian tersebut dapat dimanfaatkan menjadi bahan tambahan vegetarian nuget. “Bukan berarti hanya bagian sayuran yang biasanya dibuang saha. Namun kami optimalkan seluruh bagian sayurannya yang bisa diolah. Kami juga menambahkan bagian-bagian lain yang biasany dibuang di menu tertentu,” jelasnya. Terakhir, dia berharap serta berpesa kepada pelaku dunia perhotelan untuk bisa mengurangi food waste dengan menciptakan inovasi-inovasi terbaru. Selain itu juga memperhatikan penyortiran limbah-limbah dunia masak yang sebenanrnya bisa dijadikan inovasi yang lebih berguna. “Sebetulnya food waste itu bisa dikurangi cara memperhatikan pengelompokan food waste. Salah satunya seperti cangkang telur yang bisa dimanfaatkan sebagai sabun. Kalau bisa melihat sisi positif dan memanfaatkannya, tentu akan lebih berguna ketimbang dibuang menjadi sampah,” tutupnya. (Faq/Wil)
Hadir di Wisuda UMM, Inilah Pesan Direktur Non-Aligned Movement Centre for South-South Technical Cooperation (NAM-CSSTC)

Telah Menyelesaikan studi di Universitas bukanlah akhir dari perjuangan melainkan awal dari kehidupan nyata yang akan dihadapi. terlebih lagi saat ini era digital telah berkembang pesat, dan dapat menjadi boomerang bagi generasi muda jika tidak memanfaatkannya dengan baik, maka perlu perluas berbagai jaringan untuk bekal kehidupan. Sejalan dengan hal tersebut Diar Nurbintoro, Direktur Non-Aligned Movement Centre for South-South Technical Coorperation (NAM-CSSTC), dalam orasi ilmiah di Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke-109 menyampaikan bahwa era digital dengan daya pikat yang besar dan perkembangan teknologi yang cepat telah meluaskan jaringan perubahan seluruh sektor kehidupan. Diar menyampaikan bahwa perubahan yang paling mencolok dengan berkembangnya teknologi adalah pendidikan. menurutnya pendidikan saat ini telah bertransformasi dari wacana menjadi sebuah tindakan yang nyata dan dapat membawa perubahan yang besar untuk Indonesia, karena dalam proses pembelajaran tidak lagi dikekang dengan batasan geografi, melainkan dapat dilakukan dengan koneksi dan satu sentuhan saja. “Saat ini tidak hanya peserta didik saja yang perlu memahami teknologi, seorang tenaga pendidik juga perlu mendalami bidang tersebut karena hal itu juga yang menjadi tantangan di dalam pendidikan. Seperti Urgensi Literasi digital, dimana mewajibkan kita semua untuk mempunya critical thinking agar tidak ketinggalan informasi terbaru” ujarnya. lebih lanjut, Direktur NAM–CSSTC itu juga menyampaikan kalau di tengah keberagaman era digital saat ini para tenaga pendidik tidak boleh lengah dan menjadikan hal itu sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk metode pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang lebih personal menjadi salah satu contoh yang dapat diterapkan untuk peserta didik. “Teknologi juga membantu bidang Domin Riset dan Inovasi dengan memudahkan mendapatkan informasi dan solusi kreatif secara global, tidak hanya itu dalam bidang kewirausahaan juga membantu untuk memasarkan produk dan jasa yang dapat disebarluaskan secara efisien. maka dari itu sangat rugi jika tidak memanfaatkan era digital saat ini karena akan sangat menguntungkan jika diimplementasikan dengan baik” tegasnya. Sejalan dengan yang disampaikan Diar Nurbintoro, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Indonesia, Prof. Dr. Muhajidir Effendy, M.AP. menjelaskan bahwa pada Indonesia tahun 2045 wisudawan yang hadir saat ini akan menjadi generasi emas saat indonesia telah berusia 100 tahun. Dengan begitu wisudawan perlu terus mengembangkan potensinya dan membawa nama kampus dengan harum sebagai alumni. “Jangan berhenti untuk selalu belajar dan megembangkan potensi yang kalian miliki, karena jutaan sarjana yang ingin mempunyai nasib yang bagus atau ingin mengubah nasibnya akan lebih dahulu menjemput keberuntungannya jika kalian tidak memiliki kelebihan” katanya. Muhajdir juga menyampaikan untuk selalu menggunakan ilmu yang telah didapatkan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan baik, karena para mahasiswa telah diberikan bekal yang cukup dengan adanya Centre of Excellence (CoE) yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempunyai keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di era yang identik dengan teknologi. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tingkat Tinggi Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri ,SE., MM. juga menyampaikan bahwa dengan adanya CoE, UMM menjadi salah satu kampus dengan Management Information System Education Quality Higher yang berjalan dengan baik, dan telah diakui KKNI No. 8 tahun 2012 serta SN DIKTI no 3 tahun 2020. “Saya yakin, UMM merupakan pilihan yang tepat bagi wisudan yang hadir didepan saya, karena dapat memfasilitasi mahasiswa dan menjamin mahasiswa lulus langsung kerja” ungkapnya. lebih lanjut Dyah Sawitri juga mengatakan bahwa selain CoE, UMM telah memprioritaskan masalah sosial yang dapat menghambat pembelajaran seperti Bullying, Kekerasan seksual, korupsi dan lainnya dengan menangani secara khusus. Hal itu menjadi nilai tambah bagi UMM karena berusaha mensejahterakan mahasiswanya. Dyah Sawitri juga menambahkan kalau mewakili LLDIKTI wilayah VII Jawa Timur, berharap untuk wisudawan sekaligus sebagai generasi muda selalu semangat menimba ilmu dan memanfaatkan wadah yang telah disiapkan oleh UMM dengan baik, karena sangat besar manfaatnya untuk masa depan mahasiswa ataupun alumini UMM. Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Fauzan M.Pd juga menyampaikan bahwa adanya Center of Excellence (CoE) untuk mempersiapkan mahasiswa dan alumninya dalam menghadapi bonus demografi di Indonesia nanti, dan juga selalu siap beradaptasi dalam era digital yang berkembang pesat. “Harapannya, calon wisudawan akan bisa bersaing di dunia pekerjaan dengan mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkan di UMM, hal tersebut karena UMM telah menyiapkan SDM yang unggul agar memenuhi kebutuhan di era saat ini” jelas Fauzan. (Ri/Mah)
Penutupan Program Djazman English Scholarship Ukir Prestasi Peningkatan Bahasa

Program Djazman English Scholarship, hasil kerja sama antara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pusat Bahasa (LC) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), DPP IMM, dan Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute A. Malik Fadjar, telah sukses menyelesaikan misinya selama tiga bulan. Dengan 180 pertemuan, program ini berfokus pada pengembangan kemampuan berbahasa Inggris di kalangan mahasiswa, Senin (21/8/2023). Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT, menegaskan bahwa UMM berkomitmen penuh dalam memfasilitasi para pegiat riset dengan mendirikan laboratorium khusus untuk mengembangkan minat dalam bidang kebahasaan serta riset. Hal itu juga bertujuan untuk mempersiapkan cendikiawan-cendikiawan hebat untuk generasi emas kedepan. Salah satu bukti nyata yaitu output dari Program Djazman English Scholarship ini, bahwa para peserta tersebut sudah ada beberapa yang mengikuti program diluar negeri. “Prestasi dan semangat dari Program Djazman English Scholarship tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi semua generasi untuk berbicara bukan hanya dengan kata-kata, tapi juga tindakan nyata. UMM pasti memberikan wadah khusus untuk memfasilitasi para calon cendikiawan itu,” ungkapnya Dalam program tersebut, setidaknya terdapat 28 peserta, terdiri dari 15 peserta IELTS dan 13 peserta TOEFL, program ini menghadapi tantangan dengan diskualifikasi satu peserta IELTS dan penarikan diri satu peserta TOEFL karena sakit. Meski demikian, program ini tetap dijalani oleh 26 individu yang termasuk 14 peserta IELTS dan 12 peserta TOEFL. Hasil ini menunjukkan dedikasi dan komitmen yang luar biasa dari kader IMM tersebut. Sementara itu, Abdul Musawir Yahya, MH, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, menyoroti pentingnya program pelatihan bahasa ini untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Inggris. Dia menambahkan bahwa Kader IMM sudah saatnya untuk mengambil peran dalam menjadi juru bicara internasional dengan kemampuan bahasa asing yang berkualitas. “Melalui program ini, kami berharap dapat memberikan ide dan kreativitas dari berbagai sudut pandang. Lebih dari itu, program ini tidak hanya ditujukan bagi anggota IMM yang sudah ada dalam struktur organisasi, tetapi juga terbuka untuk individu luar yang memiliki potensi istimewa.” Terakhir, Abdul sapaan akrabnya berpesan bahwa gerakan mahasiswa kini perlu melakukan transformasi dengan mengedepankan riset sebagai landasan dalam mengambil langkah. Dan sudah tidak sepatutnya hanya mengandalkan asumsi spekulatif saja. “Riset yang ditanamkan dan dijalankan melalui program Djazman English Scholarship ini sangat unik dan tidak akan ditemukan dalam program-program lainnya. Dengan kehadiran program ini, kami ingin membangkitkan semangat positif di seluruh IMM di Indonesia, baik dari bidang bahasa hingga riset untuk mengambil langkah yang bijak dalam berbagai sektor,” tutupnya. (*/Mah)
Mahasiswa UMM Kembangkan Aplikasi Permudah Tuna Grahita untuk Belajar

Anak dengan keterbelakangan dan kemampuan mental yang berada di bawah rata-rata membutuhkan model pembelajaran yang berbeda dengan anak lainnya. Maka dari itu, Muhammad Haddad Richard, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan aplikasi untuk anak-anak tuna grahita. Saat ini, aplikasi itu masih dalam bentuk prototipe dan dikembangkan lebih lanjut. Haddad, sapaannya, menceritakan, dalam penulisan dan pembuatan aplikasi ini ia berkolaborasi dengan Imelda Azaliya Rahma mahisiswi prodi informatika UMM. Keduanya bahkan sukses menjadi finalis English Nasional Competition yang diadakan di Sumatera Utara. “Saat rampung nanti, aplikasi ini diharapkan dapat membantu anak tuna grahita dalam mempelajari bahasa Inggris yang interaktif bersama guru,” jelasnya. Adapun rancangan tersebut dilakukan melalui aplikasi CAGGAR (Card Game Augmented Reality), permainan kartu yang bisa menampilkan tiga dimensi sebagai media pembelajaran untuk memudahkan anak tuna grahita. Nantinya id card akan terhubung dan dapat mengeluarkan gambar atau tampilan 3 dimensi melalui telepon genggam. Saat ini, prototipe dari aplikasi tersebut bisa dilihat di Figma. Meski begitu, Haddad mengaku sempat mengalami kendala dalam menyelesaikannya. “Sempat kesulitan dalam pembuatan aplikasi dan ide ini. Apalagi masih sedikit penelitian yang bisa ditemui sebagai referensi,” ujarnya. Di akhir, mahasiswa anggota Forum Diskusi Ilmiah (FDI) UMM ini mengajak para mahasiswa untuk terus tak henti menghasilkan karya. Membagi waktu dengan baik antara kuliah, organisasi, perlombaan, magang dan kegiatan sehari-sehari lainnya. “Sebagai mahasiswa, kerjakanlah sesuatu yang bermanfaat, baik dan positif. Pilah dan pilih kegiatan agar bisa menjadi manusia yang bermanfaat,” pungkasnya. (Nov/Wil)
Dosen UMM : Apakah Safe Deposit Box Masih Dibutuhkan?

Berkat kemajuan teknologi, berbagai aktivitas manusia menjadi lebih mudah. Tak terkecuali dalam dunia finansial. Namun bukan berarti hal tersebut tanpa cela. Tak jarang, banyak kasus kehilangan yang terjadi akibat penipuan, kelengahan dan keteledoran atau bahkan akses ilegal oleh para penjahat cyber crime. Maka, apakah manusia masih membutuhkan alat-alat konvensional seperti safe deposit box? Aviani Widyastuti, SE., AK., CA., M.SA. selaku dosen Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan, di tengah fenomena tersebut langkah-langkah konvensional seperti memiliki safe deposit box ternyata tetap relevan. Baik itu sebagai upaya untuk mengamankan kekayaan dalam bentuk uang tunai, maupun beragam investasi lainnya seperti logam mulia dan surat-surat berharga. “Selain uang, safe deposit box berperan sebagai benteng pertahanan akan kehilangan atau kerusakan dokumen-dokumen penting seperti akta-akta hukum, surat berharga, kontrak finansial dan barang berharga lainnya,” jelasnya. Tidak hanya itu, sebagai seorang dosen Akuntansi, Avi juga mengemukakan sejumlah alasan lain yang menjadikan kepemilikan SDB di rumah sebagai keputusan yang cerdas. Ia menyebutkan safe deposit box sebagai sarana perlindungan dari risiko fisik, termasuk kemungkinan terjadinya bencana yang dapat merusak harta berharga, misalnya saja kebakaran. “Safe deposite box juga berperan sebagai keamanan dari ancaman pencurian, karena memiliki lapisan tambahan perlindungan yang sulit diakses oleh orang lain. Tempat penyimpanan dan kunci box hanya diketahui oleh si pemilik. Sehingga jika dilihat dari sisi keamanan, tentu sangat bergantung pada cara menyimpannya,” tambahnya. Meskipun Aviani mendukung pentingnya safe deposit box di rumah, ia juga memberikan saran untuk memilihnya dengan bijak. “Pastikan safe deposit box yang dipilih memiliki standar keamanan yang tinggi. Karena sejatinya, safe deposit box di rumah memberikan lapisan keamanan tambahan yang dapat melindungi aset dan informasi penting kita dari berbagai ancaman, baik di dunia maya maupun dunia nyata,” tandasnya. “Namun, tentu saja kita tetap bisa menggunakan alternatif yang diebrikan oleh teknologi. Akses yang mudah dan transaksi dengan sentuhan jari tentu menjadi kelebihan tersendiri dari Fintech. Tapi, implikasi keamanannya juga tidak boleh diabaikan,” tegasnya mengakhiri. (Lai/Wil)
Tiga Mahasiswa UMM Lulus tanpa Skripsi berkat Menangi Penghargaan Film Internasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa mencetak generasi unggul dan berprestasi. Terbaru, film pendek garapan tiga mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi UMM berjudul “Tidak Mati, Aku Tetap Menjadi Milikku Selalu”meraih penghargaan Honorable Mention dalam ajang Student World Impact Film Festival (SWIFF) 2023, Amerika Serikat. Adapun festival film yang diikuti 120 negara itu berlangsung secara daring bulan lalu. Menariknya, ketiganya juga sukses menyelesaikan studi dan lulus tanpa skripsi. Chu Livia Christine Wijaya, salah satu mahasiswa mengatakan, film ini juga masuk seleksi di Lift-Off Filmmaker Sessions by Lift-Off Global Network 2023. Menariknya, film yang diterjemahkan dalam bahasa inggris menjadi “ Not Dead, I Remain Mine Always,” itu membuat Chuli dan dua rekannya yaitu Muhammad Ammar Nashshar Yusuf sebagai director of photography dan Kiki Rahma Ardiansyah sebagai sutradara lulus dari jurusan Ilmu Komunikasi UMM lewat jalur non-skripsi dan prestasi. “Senang dan bersyukur pastinya. Lewat penghargaan ini film kami dihargai dan diakui oleh dunia. Ini juga sebagai pembuktian bahwa anak UMM memang bisa berprestasi di taraf internasional. Pihak UMM juga sangat mengapresiasi capaian ini dengan memberikan kelulusan lewat jalur non-skripsi,” ungkap Chuli, sapaan akrabnya. Lebih lanjut, Chuli menjelaskan sinopsis film tersebut yang menceritakan tentang perempuan muda bernama Sukma (14 tahun) yang dijodohkan oleh orang tuanya dengan orang kaya dari kota. Seminggu sebelum hari pernikahannya, Sukma mencari cara agar terhindar dari pernikahan yang tidak diinginkan tersebut. Di mana pilihannya antara seperti menunggu waktu kematiannya tiba atau mencoba lari dari kematiannya itu sendiri. “Sebagai seorang anak perempuan yang memiliki kesempatan untuk bersekolah dan berpendidikan tinggi, menurut saya film ini memiliki pesan kuat dalam kasus pernikahan dini di Indonesia. Bagi sebagian pemikiran orang, pernikahan dini mungkin akan menyelesaikan masalah, apalagi dalam aspek ekonomi. Tapi hal tersebut justru memiliki dampak negatif terhadap anak yang dipaksa melakukan pernikahan dini. Baik dari segi fisik hingga mental,” jelasnya. Chuli juga menyampaikan proses produksi film ini dilakukan selama empat hari yang lokasinya mengambil latar tempat di Kota Malang, Kota Batu, Pujon Kidul dan pantai Malang Selatan. Tapi persiapan dari mulai penulisan naskah sampai final draft, reading dan pencarian talent yang ada pada pra-produksi dibutuhkan waktu sebulan. Ditambah pasca produksi sekitar 4-5 bulan lamanya. “Saya dan dua rekan saya, sebelumnya juga sering memproduksi film bersama teman-teman lainnya yang tergabung dalam “Meraki Visual.” Alhamdulillah, film-film yang kami buat sebelumnya juga mendapatkan banyak penghargaan. Misalnya film Bumi yang berhasil meraih Best Director, Actor dan Views dalam ajang Indodax Short Film Festival, film Persembahan Untuk Jiwa yang berhasil meraih juara tiga dalam lomba Movie Production Club (MPC) Film Festival 2021, film Rekah yang berhasil meraih juara satu dalam lomba Yamaha Film Festival 2021 dan film Samparan berhasil masuk 15 besar Indodax Short Film Festival 2022,” terang Chuli. Ia berharap, film “Tidak Mati, Aku Tetap Menjadi Milikku Selalu” ini bisa memberikan pesan baik untuk para penonton. Ia juga berharap film tersebut bisa mendapatkan penghargaan lainnya. “Pesan untuk teman-teman yang masih ragu untuk berkarya yaitu coba saja dulu, coba saja dulu, mulai aja dulu, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada nasib karya yang kita buat,” pungkasnya. (Zak/Wil)
Ramai Polusi Udara Jakarta, Begini Kata Pakar UMM

Akhir-akhir ini, kualitas udara di Jakarta menjadi perhatian publik. Hal tersebut disebabkan oleh rendahnya kelayakan udara untuk dihirup masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Kepala Pusat Studi Lingkungan Dan Kependudukan (PSLK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Sukarsono, M.Si. ikut angkat bicara. Pada prinsipnya, banyak kandungan yang dapat mencemari kualitas udara, di antaranya logam berat, karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), ozon (O3), senyawa organik volatil (VOC), dan sulfur dioksida (SO2). Ia menjelaskan bahwa salah satu sumber penyumbang polusi udara adalah dari asap kendaraan bermotor yang salah satunya menghasilkan gas karbon monoksida. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Nasional (BPS) Provinsi DKI Jakarta terbaru, jumlah kendaraan bermotor di DKI Jakarta berada di angka lebih dari 26 juta kendaraan. Meliputi mobil penumpang, bus, truk, serta sepeda motor. “Dengan jumlah kendaraan bermotor yang sebegitu banyak di ibu kota Jakarta, sudah jelas itu menjadi salah satu penyumbang polusi udara,” ujarnya. Pria yang pernah bekerja sebagai auditor pembuangan limbah industri di Jakarta tersebut menambahkan, pabrik-pabrik yang dalam proses produksinya menghasilkan gas dari cerobong-cerobong asap juga berpotensi menyumbang polutan. Ditambah dengan kondisi cuaca pada musim kemarau dengan intensitas curah hujan rendah. Hal itu membuat polusi yang ada di udara tetap terkumpul dan bertahan di udara. “Jakarta kan kota yang padat, kendaraan dan industri juga ada banyak disana. Tentu saja, pencemaran udara akan terlihat jeas. Apalagi kalau intensitas hujan rendah, polutan-polutan di udara akan semakin terlihat karena akan tetap bertahan di langit,” tambahnya Dalam menyikap hal tersebut, perlu adanya riset yang lebih mendalam terkait dengan kandungan apa yang menjadi dominasi dalam pencemaran udara. Meski begitu, ia juga memberikan beberapa solusi. Salha satunya dengan melakukan peningkatan standarisasi pembuangan emisi gas buang bagi kendaraan bermotor serta pabrik-pabrik. “Mencari penyebab kejadian seperti ini, jangan hanya mengandalkan pikiran spekulatif saja. Semua harus berdasarkan riset. Mereka yang bicara juga harus dari para ahli sehingga bisa segera mengetahui penyebab utamanya dan bagaimana standarisasi emisi gas buang yang harus lebih diperhatikan,” tegasnya Di sampng itu, Llangkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat dalam ikut berperan mengurangi polusi udara yaitu dengan mengoptimalkan moda transportasi umum. Bisa juga dengan memilih opsi jalan kaki atau bersepeda. Tidak hanya berkontribusi menekna angka polusi, tapi juga bisa menyehatkan kesehatan tubuh. Dia juga berpesan kepada pemerintah untuk berkomitmen penuh dalam memperhatikan kualitas udara yang ada. Bukan hanya di Jakarta yang kini jadi sorotan, tapi juga daerah-daerah lainnya. Misanya saja dengan menyediakan fasilitas yang nyaman bagi pejalan kaki serta peningkatan kualitas moda transportasi umum agar masyarakat lebih nyaman. (Faq/Wil)
Peringatan HUT RI, UMM Beri Penghargaan Petugas Kebersihan dan Bantu PKL Sekitar

Dalam rangka apresiasi pahlawan kebersihan di lingkungan kampus putih, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan penghargaan kepada puluhan pahlawan tenaga kebersihan. Meliputi dari petugas sapu, tukang kebun, hingga petugas tempat pembuangan sampah kampus. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Rektor UMM pada perayaan upacara bendera Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 78 di Helipad UMM, 17 Agustus lalu. Ada juga sederet lomba yang diikuti oleh peserta dengan mengenakan pakaian adat. Ernawati, salah satu penerima penghargaan mengaku sangat senang dan bahagia dengan penghargaan yang diberikan oleh UMM. Meski hanya seorang petugas kebersihan, kampus putih UMM tetap mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang sangat berarti. “Saya sudah 7 tahun menjadi bagian dari UMM. Walau mungkin pekerjaan saya ini dianggap remeh oleh sebagian besar orang, tapi UMM mampu mengangkat dan menghargai penuh profesi yang saya jalani sehari-hari. Ini juga menjadi dorongan semangat kamu untuk tetap berkontribusi,” ungkapnya dengan bahagia. Lebih lanjut, Erna sapaan akrabnya, berpendapat bahwa penghargaan yang diberikan oleh UMM tersebut sangat mewakili makna dari perayaan HUT RI-78 kali ini. UMM mampu memanifestasikan nilai-nilai Pancasila. “Dalam Pancasila itu ada poin kesejahteraan. Maka UMM sudah melaksanakannya dengan baik,” tambahnya. Hal menarik lain dari perayaan HUT RI Ke-78 di UMM yakni mengundang belasan pelaku pedagang kaki lima dan memborong dagangannya. Kampus Putih menyediakan ratusan porsi sarapan gratis untuk peserta upacara. Makanan yang disajikan bervariatif mulai dari pecel, bakso, soto ayam, hingga rawon. Hal tersebut juga menjadi salah satu kontribusi UMM dalam meningkatkan pedagang kaki lima sekitar. Sri Kusmawati salah satu pelaku UMKM yang diundang mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. Wanita yang biasa berjualan di kantin Teknik UMM itu juga mengaku, tidak kali ini saja UMM mengundangnya untuk menyediakan makanan. “Saya sangat terbantu, jadi ada tetap ada pemasukan meskipun sekarang mahasiswa UMM sedang libur,” jelasnya. Terakhir, ia berharap pada ulang tahun yang ke-78 ini, bangsa Indonesia bisa lebih maju dan mampu mewakili hati nurani dari masyarakat. Dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. ia juga berharap agar angka korupsi bisa tekan demi kebaikan bangsa. (Faq/Wil)
Ribuan Baju Adat hingga Hadirkan PKL, Begini Meriahnya Upacara 17-an UMM

Ribuan orang mengenakan baju adat terlihat memenuhi heliped Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 17 Agustus lalu. Bukan tapa alasan, para dosen dan karyawan Kampus Putih memang tengah mengikuti upacara peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-78. Ada yang memamerkan baju adat dari Malang, Minang, Aceh hingga Papua. Terkait hal itu, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan, peringatan kemerdekaan ini memang memiliki nilai filosofis tersendiri. Pakaian adat nusantara menggambarkan bahwa kemerdekaan memang garus diupayakan bersama. Jika dulu, para pejuang bersama-sama mengusir penjajah, maka kini masyarakat harus sama-sama membangun generasi dan peradaban. “Dalam konteks perguruan tinggi, peringatan ini harus menjadi spirit kita untuk mengusir kebodohan, pengangguran, dan berbagai hal yang mengganggu keutuhan bangsa serta negara,” tegasnya. Di samping itu, Fauzan juga mengatakan bahwa pakaian adat yang berbeda-beda menggambarkan akan pentingnya persatuan. Meski berbeda-beda namun tetap satu, Indonesia. Sesuai dengan sembiyan Bhinneka Tunggal Ika. Pada kesempatan itu, Kampus Putih juga memberikan penghargaan khusus bagi para pejuang kebersihan yang sudah berjuang, yakni para petugas kebersihan UMM. Hal serupa disampaikan koordinator peringatan Kemerdekaan Indonesia di UMM, Setiya Yunus Saputra, M.Pd. Para peserta upacara memang diminta untuk mengenakan atribut adat yang menarik. Bahkan mereka sangat antusias untuk berlomba-lomba menampilkan baju adat paling unik. Misalnya saja fakultas kedokteran yang seluruhnya menggunakan pakaian adat papua. Beberapa unit bisnis Kampus Putih juga melakukan yang serupa. Selain ribuan pakaian adat, hal menarik yang disajikan peringatan tersebut adalah belasan macam makanan daerah. Sederet pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kampus diundang dan diborong dagangannya untuk para peserta upacara. Ada yang menyajikan pecel, soto, rawon, bakso, dan lain sebagainya. Para peserta bisa langsung mengambil ribuan prosi makanan usai mengikuti upacara dan saling berfoto bersama. “Ini juga menjadi bentuk perhatian kami untuk memberdeayakan PKL yang ada di sekitar kampus. Bersama-sama merayakan kemerdekaan dengan riang dan meriah,” pungkasnya. (Wil)