Bincang Politik Lab Ilmu Politik UMM Rillis Hasil Survey Pemilih Jatim

Semua survei termasuk survei politik boleh salah, Tetapi tidak boleh bohong. Hal itu ditegaskan Peneliti Ahli Utama BRIN Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A. dalam Bincang Politik Nasional dan Rilis Hasil Survei Opini Publik Jawa Timur. Agenda itu dilangsungkan oleh Laboratorium Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 10 Agustus lalu. Adapun survei tersebut dilakukan di Jawa Timur dan diperoleh dari koresponden yang beragam. Turut hadir sebagai pembicara pengamat politik dan guru besar ilmu politik Unair, Prof. Dr. Kacung Marijan, MA. Ph.D. Diskusi menarik itu juga mengundang sederet perwakilan berbagai partai politik, seperti PDIP,  PKB, Demokrat, PKS, dan lainnya. Lebih lanjut, Zuhro menegaskan bahwa ia sebenarnya tidak begitu menyukai survei politik. Apalagi lembaga-lembaga survei seringkali tidak transparan dengan siapa yang mendanai. Ia juga tertarik dengan hasil hasil survey laboratorium politik UMM karena ternyata korespondennya didominasi oleh warga Nahdatul Ulama (NU). “Sebagian besar koresponden seakan ingin bilang agar Muhammadiyah juga harus turun gunung dan seharusnya bisa tampil di wilayah politik. Belakangan, muncul nama Pak Muhadjir Effendy yang digadang-gadang jadi pilihan calon wakil presiden. Beliau memang bisa dikatakan sebagai salah satu sosok pemimpin di Jatim. Maka wajar jika dalam survei ini, nama beliau cukup dikenal,” katanya. Namun, sayangnya Muhadjir dirasa terlalu kalem dan harusnya bisa lebih lincah. Zuhro menilai, Muhammadiyah memiliki banyak SDM yang bisa bersaing, tetapi tidak muncul nama di kancah politik. Maka menurutnya, survei ini dapat mendorong Muhammadiyah untuk segera tampil dan berkontribusi. Selain itu, berdasarkan data hasil survei, suara calon presiden nyatanya tidak ditentukan oleh partai. Namun tergantung sosok yang bersangkutan. Menurut Zuhro, dalam sistem pemilihan langsung, popularitas masih menjadi hal yang sangat mempengaruhi pilihan. “Saya juga mengapresiasi UMM yang dapat memberikan jembatan agar tidak terjadi salah paham dengan mendatangkan pengamat dan juga para perwakilan partai. Terakhir, saya ingin bilang Indonesia memiliki masyarakat yang selalu maintaining harmony dan ini perlu kita jaga. Kalau kita ingin Indonesia baik-baik saja, maka kita mencari dan memilih pemimpin yang nawaitu-nya benar-benar ingin Indonesia jadi lebih baik,” tegasnya. Sementara itu, Kacung Marijan mengatakan bahwa seringkali muncul fenomena split ticket voting pada pemilu. Yakni konsep perilaku pemilih ketika dihadapkan pada pilihan yang beragam dalam suatu pemilihan. Hal ini biasanya terjadi saat tidak ada titik sambung antara partai dan pilihan presiden. Kemungkinan hal ini kembali terjadi saat pemilu 2024 nanti. “Misalnya saja saat pilpres 2019 lalu. Kita bisa melihat bahwa tidak semua anggota PDIP waktu itu memilih Jokowi. Begitupun dengan Prabowo yang tidak semua gen Z memilihnya,” pungkasnya mengakhiri. Ada hal menarik lain yang disampaikan oleh pengamat politik lain, Dr. Asep Nurjaman, M.Si. Dari hasil survei, ia menilai bahwa muncul keinginan dari masyarakat agar kader Muhammadiyah bisa muncul ke permukaan. Salah satu yang sedang hangat adalah Muhadjir Effendy. “Saya rasa ada kerinduan masyarakat akan calon-calon yang punya upaya pengabdian dan ketulusan pada bangsa. Perasaan inilah yang seharusnya terus ditumbuhkan untuk mencegah munculnya fenomena money politic,” tegasnya. Asep juga memberikan pandangan lain terkait survei politik. Di negara lain, survei yang berdasarkan sampling sudah ditinggalkan dan beralih pada penggunaan AI serta big data. Berbagai kelebihan bisa didapat, seperti misalnya pemetaan calon yang lebih akurat karena tidak ada batasan data. Sehingga ia berharap partai politik dan lembaga survei juga bisa segera memanfaatkan teknologi terkait. (Wil)

UMM Juara Nasional Bikin Business Plan Platform Edukasi

Kabar prestasi kembali diraih Sherpa Academy yang diciptakan oleh mahasiswa UMM. Setelah berhasil lolos pendanaan  Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Kemendikbud-Ristek RI. Sherpa Academy berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi business plan tingkat Nasional.  Kompetisi yang bertajuk Expo Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa itu diselenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan pada tanggal akhir Juli 2023 lalu. Samsul Huda yang akrab dipanggil Samsul mengatakan, keikutsertaannya dalam kompetisi ini bertujuan untuk menarik banyak perhatian dan meningkatkan brand awareness Sherpa Academy. Karena kompetisis ini bersifat individu, dirinya dipilih untuk menjadi perwakilan tim untuk mempresentasikan Sherpa Academy yang dituang dalam bentuk business plan. “Alhamdulillah senang karena berhasil menorehkan prestasi untuk diri saya sendiri dan juga bagi tim serta untuk kampus putih UMM. Ini merupakan sebuah awal baru bagi saya untuk terus meningkatkan kualitas diri terutama dalam bidang bisnis dan entrepreneurship,” ungkap Samsul. Lebih lanjut, mahasiswa program studi Manajemen itu menjelaskan Sherpa Academy merupakan lembaga atau platform yang menyediakan layanan mentorship persiapan beasiswa yang berfokus pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Sherpa Academy memiliki visi untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia melalui pembekalan komprehensif yang mencakup pengetahuan, keterampilan teknis, dan pembentukan karakter (character building). “Sherpa Academy berkomitmen untuk membuka jalan bagi pejuang beasiswa dalam meraih impian mereka. Platform ini hadir sebagai sebuah jawaban dan solusi bagi mereka yang masih bingung mempersiapkan beasiswa,” jelas Samsul. Mahasiswa yang memiliki hobi membaca itu menambahkan, Sherpa Academy memiliki konsep sebagai lembaga edutech. Dalam pembelajarannya, platform itu erat dengan penggunaan teknologi. Misalnya saja, kelas mentoring yang dilaksanakan melalui zoom meeting , tools slido, dan padlet sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran yang diberikan. “Tidak banyak kendala atau masalah yang dihadapi selama persiapan maupun pada saat lomba. Mungkin lebih ke teknis dalam persiapan expo. Saya juga mendapat dukungan penuh dari tim, dosen pembimbing dan juga fakultas di kompetisi ini,” terang Samsul. Terakhir, Pemuda asal Trenggalek itu berharap dari kemenangan ini dapat meningkatkan skillnya. meraih prestasi-prestasi lain, utamanya di ranah bisnis dan entrepreneurship. Ia juga berpesan bagi mahasiswa lainnya untuk terus belajar untuk meningkatkan kemampuan diri serta  tidak takut dalam mencoba sesuatu. “Jadilah mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan ataupun perlombaan. Percayalah hasil yang akan kamu dapatkan akan menjadi suatu prestasi dan kebanggaan bagi diri sendiri, orang tua dan juga kampus putih UMM,” pungkasnya. (Zak)

UMM Kukuhkan Guru Besar Bidang Self Recovery

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah guru besar baru. Kali ini adalah Prof. Latipun, Ph.D. yang menjadi guru besar bidang psikologi. Ia dikukuhkan pada 9 Agustus lalu dan menyampaikan orasi Ilmiah terkait konseling dan terapi berorientasi pada kemampuan self-recovery. Ini juga menjadi strategi implementasi sustainable development goals (SDGs) dalam bidang kemanusiaan. Berdasarkan penelitiannya, Latipun menerangkan, pada hakekatnya setiap manusia berkemauan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Prinsip ini bisa juga dikembangkan dalam praktik konseling dan terapi. Meski melibatkan pihak lain dalam menyelesaikan masalah, namun konseling dan terapi sepatutnya mengembalikannya pada klien. Dengan begitu, klien bisa mengatasi problem dan mengembangkannya di kemudian hari. “Itulah yang disebut dengan sel-recovery, yakni usaha individu untuk menangani, memulihkan, atau mengembalikan kondisi dirinya ke dalam kondisi yang normal dan optimal. Meski begitu, bantual awal dari kalangan profesional dan orang-orang di sekitarnya tetap diperlukan untuk meningkatkan kemauan individu untuk menyelesaikannya sendiri,” jelasnya. Adapun konseling dan terapi berorientasi pada self-recovery mengikuti empat prinsip utama. Pertama, menekankan keterlibatan diri dalam menghadapi tantangan kehidupannya. Kedua, mengandalkan kekuatan internal klien ketimbang kekuatan luar. Tiga, mengutamakan proses individu untuk eksplorasi diri, belajar dari pengalaman, serta peningkatan keterampilan koping. Terakhir, setiap individu bertanggung jawab menyelesaikan masalah sendiri dan mampu berkembang optimal. Terkait hubungannya dengan SDGs, Latipun mnejelaskan bahwa konseling memiliki relevansi dengan SDGs, terutama pada bidang kemanusiaan. Secara umum, tujuan konseling adalah menghasilkan pribadi yang matang dan sehat secara mental. Hal ini sejalan dengan rumusan SDGs yang menjamin kehidupan sehat serta mendorong kesejahteraan bagi semua kalangan dan usia. “Strategi konseling berbasis pada self-recovery ini sangat sesuai dengan tujuan yang dirumuskan PBB terkait SDGs. Kesehatan secara mental dan kemampuan individu self-recovery dalam menghadapi berbagai masalahnya adalah strategi yang urgen,” tegasnya. Pada kesempatan itu, turut hadir secara daring Menteri Koordinator PMK RI sekaligus ketua Badan Pembina Harian UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. Ia menegaskan bahwa menjadi guru besar adalah cita-cita yang harus dimiliki oleh setiap dosen. Hal ini merupakan capaian yang luar biasa, maka ia tidak memberikan selamat kepada Latipun yang telah melewati perjalanan akademik. Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan, psikologi adalah bidang yang tidak mudah tergantikan, sekalipun oleh AI. Para pakar psikologi akan selalu dibutuhkan dalam dinamika kehidupan. Psikologi juga memiliki hubungan dengan upaya SDGs, misalnya saja tujuan program kesehatan dan kesejateraan. “DI era sebelumnya, kita tahu bahwa kesehatan mental tidak dianggap begitu penting dibandingkan dengan kesehatan fisik. Namun sekarang, pemahaman itu bergeser. Muncul kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental,” pungkasnya mengakhiri. (Wil)

Dosen UMM Jelaskan Pentingnya Matematika untuk Manusia

Matematika tidak hanya memiliki peran penting dalam dunia akademik dan profesional, tetapi juga di setiap aspek kehidupan. Pandangan ini memberikan pandangan baru. Meski dinilai sulit dan rumit, keberadaan matematika juga memberikan manfaat yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu ditegaskan Dosen Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang, Dwi Reni Susanti, M.Pd. Menurutnya, relevansi matematika tidak terbatas pada situasi formal, tetapi juga meluas ke berbagai aspek kehidupan yang mungkin tidak disadari. “Matematika memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan dalam mengembangkan kreativitas. Bahkan, dalam hal sepele seperti membuat secangkir kopi di pagi hari, terdapat takaran dan kombinasi yang harus dipertimbangkan secara matematis,” jelasnya. Pemahaman matematika secara dasar memiliki peran sentral dalam keterampilan memecahkan masalah sehari-hari. Kemampuan untuk berpikir kreatif, teliti, dan sistematis dalam mencari solusi.  Misalnya saja teori Polya dalam matematika yang memberikan tahapan dalam memecahkan suatu masalah. Mulai dari pemahaman masalah, penyusunan rencana penyelesaian, pelaksanaan rencana, dan pengecekan kembali. Reni juga menyampaikan, salah satu ilmu dasar yang penting dipahami dalam matematika adalah aljabar. Yakni sebagai cabang matematika yang memanipulasi simbol-simbol matematika. Pemahaman aljabar memungkinkan individu untuk mengatasi masalah keuangan dengan merumuskan persamaan matematika yang relevan. “Dalam dunia bisnis, aljabar membantu merumuskan hubungan antara variabel seperti permintaan dan harga produk,” katanya mencontohkan. Matematika juga sangat krusial dalam dunia programming. Ilmu logika yang diterapkan dalam algoritma menjadi dasar dan pondasi untuk memahami bahasa pemrograman. Penguasaan matematika yang baik tentu membantu seseorang dalam memahami logika pemrograman, merancang algoritma yang efisien, dan memecahkan masalah dalam pengembangan perangkat lunak. “Dengan begitu, akan muncul aplikasi, perangkat lunak, dan inovasi teknologi yang baik pula,” tegasnya. Matematika juga diyakini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Sisi positifnya adalah memiliki kemampuan untuk menganalisis masalah dengan mendalam, mengidentifikasi pola-pola yang relevan, dan mengembangkan solusi yang logis dan terukur. “Dengan matematika, seseorang dapat mengambil keputusan yang lebih rasional. Mampu melihat berbagai sudut pandang dan mengevaluasi implikasi dari setiap langkah yang diambil,” tutup Reni. (Lai/Wil)

Tingkatkan Kualitas Guru, 385 Peserta PPG UMM Ikuti Kursus Pembina Pramuka

Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dan membangun sebuah negara. Hal itu ditegaskan Dr. Trisakti Handayani, M.M. dalam apel pembuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Lanjut (KML), 8 Agustus lalu. Ada lebih 385 peserta kursus dari berbagai daerah yang juga merupakan mahasiswa program profesi guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Trisakti yang juga Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM melanjutkan, guru memiliki peran penting untuk mencetak generasi masa depan yang unggul. Maka dari itu, kualitas guru harus diperhatikan dan senantiasa ditingkatkan. Sehingga anak-anak didik didampingi dan mampu meraih potensi terbaik yang dimiliki. “Saudara adalah calon guru-guru profesional yang diharapkan mampu melahirkan generasi yang apik dan cakap. Selain bekal keilmuan, saudara juga harus memiliki kepribadian yang tangguh dan pantang menyerah. Maka, kursus pembina pramuka ini menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan skill-skill terkait,” tambahnya. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat mendorong mahasiswa PPG menjadi pribadi yang tekun, rela berkorban, suka menolong sesama, dan teladan bagi orang lain. Semua itu akan bermuara pada meningkatnya kualitas pendidik dan berkontribusi pada upaya menjadikan Indonesia jaya. “Dalam program ini, saudara akan dibentuk agar bisa menghadapi tantangan global. Melalui KMD dan KML ini, upaya pembentukan karakter akan berhasil. Semoga saudara bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” tutur Trisakti. Selama tiga hari dua malam, para peserta tidak hanya diberi materi, namun juga diajari bagaimana menjadi pembina yang kompeten. Ada berbagai permainan dan agenda yang melatih mental mereka. Salah satu peserta, Nurul Himmatul menilai, serangkaian program yang diikuti sangat seru. Kemasan yang disajikan oleh PPG UMM juga menarik dan membuat mereka bersemnagat untuk turut serta. “Jujur saja, saya terakhir kali ikut kemah pramuka saat SMA. Hingga akhirnya bisa kembali berkemah bersama teman-teman. Bedanya, dulu kami dilatih sebagai peserta. Namun sekarang kami dilatih untuk menjadi pembina bagi anak-anak didik,” katanya. Nurul juga senang bisa saling bantu membangun puluhan tenda dan menghabiskan waktu bersama  teman-teman peserta lain. Menurutnya, ada banyak pengalaman yang bisa diperoleh berkat diskusi dengan calon guru lainnya. Ditambah lagi dengan games serta tantangan yang diberikan oleh para pelatih pramuka, sehingga menambah wawasan mereka tentang pramuka. (Wil)

Cegah Diabetes, Mahasiswa UMM Kembangkan Snackbar Tinggi Glukomanan

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan, kasus diabetes anak pada 2023 meningkat 70 kali lipat sejak 2010. Lonjakan kasus tersebut merupakan alarm bagi semua pihak untuk mengatasi ancaman penyakit berbahaya ini. Terdapat dua kondisi diabetes yang dapat dialami oleh individu yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Adapun diabetes tipe 1 mayoritas dialami oleh mereka yang masih usia anak-anak. Melihat hal tersebut, tim mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan snack bar rendah gula sebagai alternatif makanan bagi penderita diabetes. Makanan ini juga sekaligus dapat mencegah diabetes meski dikonsumsi sehari-hari. Menariknya, snack bar tersebut berbahan dasar umbi porang yang menjadi salah satu komoditas yang banyak ditemui di Indonesia. Ketua tim, Maharani Dewi Wulan Suryaningsih menerangkan, Umbi porang (Amorphophallus oncophyllus) memiliki Indeks Glikemik yang rendah yaitu 16,9%. Selain itu memiliki kandungan glukomanan yang paling tinggi dibandingkan dengan jenis umbi lainnya, yakni mencapai 65%. Glukomanan pada umbi porang berperan dalam penurunan gula darah, menghambat penyerapan kolesterol dan glukosa serta mengurangi obesitas. Selain umbi porang, terdapat bahan lainnya seperti kulit bagian dalam buah manggis, yang ternyata memiliki manfaat untuk mempertahankan insulin pada tubuh. Apalagi mengingat peran utama insulin yaitu untuk membantu tubuh mengontrol kadar gula dalam darah sekaligus mengelola glukosa sebagai sumber energi melalui sel otot, lemak dan hati. “Masih sedikit masyarakat yang mengetahui kulit manggis memiliki efek hipoglikemik karena memiliki senyawa yang dapat digunakan sebagai anti diabetes. Yakni senyawa golongan xanthone yang dapat menstimulasi sekresi dan mempertahankan sejumlah sel insulin. Kulit manggis mengandung xanthone sebanyak 107,76 mg dan xanthone tidak ditemukan pada buah-buahan lain” tambah Rani. Dalam pengolahannya snackbar itu, umbi porang dan kulit manggis diolah terlebih dahulu menjadi tepung. Kemudian tepung umbi porang dan kulit manggis dicampur menjadi satu dalam perbandingan takaran tertentu, lalu diolah menjadi snackbar pada umumnya. Selain bertujuan untuk mencegah penyakit diabetes di masyarakat, tim mahasiswa UMM ini juga memiliki misi khusus. Yakni meningkatkan komoditas porang yang ada di Indonesia. Apalagi melaihat realita bahwa Indonesia menjadi pemasok porang urutan ke-5 di dunia. Terakhir, mereka berharap masyarakat bisa lebih memperhatikan kualitas serta kandungan makanan yang dikonsumsi. Masyarakat harus paham bahwa apa ayng dikonsumsi akan sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh. Begitupun dengan para pelaku industri yang harus memikirkan efek dari produk makanan yang dibuat. “Alangkah lebih bijak jika pelaku idnustri menciptakan makanan yang sehat, bukan hanya fokus pada junk food,” tegasnya mengakhiri. (Faq/Wil)

Pakai Sepatu Pinjaman, Mahasiswa UMM Juara di Pomprov Jatim

Prestasi kembali ditorehkan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Jawa Timur II (Pomprov Jatim II) yang dilaksanakan akhir Juli lalu. Adalah Fikram Inai, mahasisiwa Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT) Hukum Keluarga Islam (HKI) yang berhasil menempati juara ketiga pada cabang olahraga lari 10.000 meter. Menariknya, meski menggunakan sepatu pinjaman, ia mampu menorehkan prestasi cemerlang. “Kebetulan sepatu saya belum sesuai untuk lari jarak jauh dan waktunya juga mepet. Sehingga injakannya terasa lebih menyakitkan. Jadi saya meminjam sepatu khusus lari jauh dari pelatih agar larinya bisa enak dan nyaman. Alhamdulillah pelatih di UMM sangat mendukung, begitupun dengan pihak kampus,” tegasnya. Mahasiswa angkatan 2019 ini bercerita, salah satu alasan dia bisa berhasil sejauh ini adalah peran penting dari UKM atletik yang ia ikuti di UMM sejak 2019. Ia banyak menghabiskan waktu di unit ini untuk berlatih bersama atelt-atlet lain. Baik itu jogging tiga kali seminggu, kekuatan kaki, kekuatan tangan, hingga latihan ketahanan. Rutinitas ini semakin meningkat menjelang perlombaan. Ketertarikannya akan dunia atletik sudah muncul sejak SMP. Namun ia mengaku, latihan yang sebenarnya baru ia rasakan saat di Kampus Putih UMM. Kompetisi di UMM seperti rector cup juga mendorongnya untuk bisa menampilkan yang terbaik. Meski sukses meraihi juara, Ikram juga merasakan berbagai kendala. Utamanya kesulitan yang muncul dari diri sendiri. Misalnya melawan rasa malas untuk berlatih. Pasalnya, rasa lelah saat latihan membuatnya cukup tersiksa. Otonya menjadi kaku, dan seringkali membuatnya sulit berjalan. “Kemenangan memang harus diperjuangkan kan? Beruntung, teman-teman satu UKM selalu menginspirasi dan menyemangati saya,” tegasnya. Menariknya, Ikram dengan senang hati membagikan tips agar dapat menikmati lari. Salah satunya yakni harus ada motivasi dari diri sendiri. Begitupun dengan menikmati langkah dan nafas yang keluar saat berlari. Ia bahkan menyarankan menghitung langkah dan bertasbih di setiap langkah yang diambil, sekalipun saat berkompetisi. Hal ini ia lakukan agar setiap langkahnya dapat diridhai oleh Allah SWT. “Lakukan apa saja yang kita suka selagi itu baik dan positif. Jangan takut dan minder untuk menjalani yang kita suka. Jadikan itu kelebihan diri sehingga dapat bermanfaat untuk kita dan orang lain,” pesannya. (Nov/Wil)

Doa bersama Ratusan Kyai, Muhadjir Hadiri Haul Akbar Kyai Ageng Basyariyah

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. hadiri Haul Akbar Leluhur dan Dzuriyah Kyai Ageng Basyariyah Sewulan, 5 Agustus 2023 lalu. Haul yang dilaksanakan di Ponpes Al Hidayah Kutorejo, Mojokerto itu juga menjadi wadah silaturahmi serta berdoa bersama untuk bangsa Indonesia agar aman dan tenteram.Acara haul itu diikuti lebih dari 157 kyai dan tokoh. Tidak banyak orang tahu bahwa Muhadjir merupakan keturunan Kyai Ageng Basyariyah atau Raden Bagus Harun. Nenek moyang yang sama dengan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Banyak pula tokoh-tokoh nasional dan pesantren yang dilahirkan, baik itu pada masa lampau maupun sekarang. Misalnya saja Mbah Sambu Lasem, Mbah Maimun Jubair KH. Ahfas Faishol Baidlowi Lasem, hingga Gus Baha, dan lainnya. Pada kesempatan itu, Muhadjir juga duduk bersama para kyai dari berbagai pesantren, termasuk kyai-kyai dari Nahdhatul Ulama (NU). Misalnya saja KH. Agus Sabuth Pranoto Projo, Gus Hadi, hingga Gus Indra dari Al-Mukarromah Madiun dan lainnya. Mereka mengobrol dan mengikuti rangkaian haul dengan khidmat. Dalam sambutannya, Muhadjir bercerita bahwa sejak kecil ia sering diajak ayahnya untuk mengenal garis keluarga. Termasuk dengan cara berziarah ke berbagai makam di bulan Syuro dan juga idul fitri. Salah satu makam yang tidak pernah dilupakan adalah makam Ki Ageng Basyariyah di Sewulan. Menurutnya, acara Haul ini menjadi upaya untuk saling merekatkan matarantai dzuriyah dan persaudaraan. Tujuannya adalah semata-mata untuk menegakkan Islam dan mengingatkan bahwa nenek moyang sebelumnya merupakan pahlawan. Maka ia mengajak para tamu dan trah untuk saling bahu membahu membangun negara kesaturan republik Indonesia (NKRI). “Garis keturunan kita merupakan para mujahid dan pejuang bangsa serta cikal bakal berkembangnya Islam di Indonesia. Maka dari itu, kita juga harus mendoakan mereka agar diterima di sisi terbaik Allah SWT,” kata Muhadjir sebelum mengajak para tamu untuk berselawat bersama. Di sisi lain, Pengasuh Ponpes Al-Hidayah KH.R. Mashadi Prawiranegara bersyukur bisa mengumpulkan banyak dzuriyah dan keluarga. Menurutnya, bersilaturahmi dan bertemu bersama keluarga menjadi hal yang sulit dilakukan di era modern. Maka, ia bersyukur bisa mengumpulkan para keturunan dari Kyai Ageng Basyariyah. “Ada Gus Sabuth, ada beberapa yang berada di militer, ada juga yang di pemerintahan. Salah satunya Pak Menteri Muhadjir yang memang terkenal sederhananya,” katanya menjelaskan. Gus Hadi berharap haul ini bisa menjadi agenda rutin. Tidak hanya untuk ajang silaturahmi, tapi juga menjadi acara untuk mendoakan kebaikan NKRI. Menjaga kesatuan serta berdoa bersama untuk ketenteraman serta kedamaian Indonesia. Adapun doa bersama dipimpin langsung oleh KH. Agus Sabuth Pranoto Projo. Gus Sabuth, begitu ia kerap disapa, berdoa bersama para undangan agar rakyat Indonesia selalu aman dan makmur. Mampu menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur. (Wil)

Begini Kerennya Kampung Inklusi Garapan Mahasiswa UMM

Melalui tim Ilmu Komunikasi Octop, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali sukses meresmikan “Kampung Inklusi”. Kampung yang terletak di Dusun Bambang, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar ini diresmikan pada 3 Agustus lalu. Menariknya, Tim Octop tidak sendiri, namun menggaet Yayasan Bhakti Kinasih Mandiri atau Rumah Kinasih untuk menegaskan tonggak penting dalam gerakan inklusif di bidang kewirausahaan. Dalam prosesnya, Rumah Kinasih menjadi gerakan inklusif di bidang kewirausahaan yang menggandeng teman-teman penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Menciptakan produk unik dari Batik Ciprat, seperti sling bag, dompet, dan gantungan kunci. Hal inilah yang memantik Tim Octop untuk meresmikan ‘Kampung Inklusi’. Adapun Tim Octop adalah kelompok mahasiswa praktikum tiga dari jurusan Ilmu Komunikasi peminatan Public Relation di UMM. Terkait peresmian tersebut, Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Sukardi, mengapresiasi program yang dilaksanakan. Menurutnya, kampung itu dapat memberikan pengetahuan serta perlindungan bagi individu yang rendan serta penyandang disabilitas. “Pengembangan skill juga menjadi poin penting dari kampung inklusi ini. Semoga bisa terus dijalankan dan dikembangkan lebih luas lagi,” tegasnya. Sementara itu, Nafisa Aura, Ketua Pelaksana melihat peran penting ‘Kampung Inklusi’ dalam mengubah stigma lingkungan sekitar menjadi lebih kompetitif dan lebih baik. Ia berharap, kampung garapan timnya dapat menginspirasi banyak orang. Bahkan juga bisamenjadi destinasi wisata baru dan unik. Keberadaan ‘Kampung Inklusi’ mengindikasikan langkah setara, mengatasi eksklusivitas yang masih ada. Akses yang terbatas bagi orang dengan disabilitas terhadap transportasi umum, jalan, dan fasilitas kantor menjadi perhatian utama. Dengan inklusi ini, semua orang memiliki peluang yang setara dan mendapatkan layanan yang adil. Acara peresmian ini juga diramaikan oleh suasana keakraban dan keceriaan. Musik merdu dan Tari Gandrung yang dipersembahkan oleh siswa SMAN 1 Kesamben, menghadirkan suasana interaksi dan berbagi cerita yang khas. Bahkan menyediakan penerjemah bahasa isyarat sehingga semua peserta bisa merasakan kebahagiaan yang ada. “Kampung inklusi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dan memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mengatasi masalah kerentanan sosial,” kata Edy Cahyono selaku Founder Kampung Inklusi Rumah Kinasih. Langkah progresif yang diambil oleh Tim Octop dan Rumah Kinasih merupakan contoh nyata semangat dan kreativitas dalam mewujudkan dunia yang inspiratif. ‘Kampung Inklusi’ tidak hanya menciptakan keajaiban, tetapi juga membuka peluang bagi masa depan yang lebih cerah dan inklusif bagi semua individu. (Wil)

Temuan Mahasiswa UMM : 73 dari 153 UMKM Malang Belum Tersertifikasi Halal

Sebanyak 73 dari 153 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) industri pangan di Kota Malang belum memiliki sertifikasi halal. Hal ini menjadi temuan Tim Riset Humaniora Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-RSH) dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah Sinta Krismaya, Ikhdazahrotuni Saaul Mufidah, Wangi Mawar Taqwani dan Yoga Adiwinata Prayitno, mahasiswa UMM yang berhasil menemukan data tersebut melalui PKM-RSH berjudul Halal Awareness: Analisis Kesiapan UMKM Industri Pangan di kota Malang dalam Mengadopsi Halal Certification. Salah satu anggota tim Ikhdazahrotunni Saaul Mufidah menyampaikan, ada banyak tantangan yang menghambat UMKM mendapatkan sertifikasi halal. Termasuk di dalamnya yakni mengenai keuangan. “Faktor kendala yang signifikan meliputi keterbatasan sumber daya, kurangnya pemahaman tentang prosedur dan manfaat dari sertifikasi halal, serta biaya yang terkait dengan proses sertifikasi,” ujar mahasiswi dari prodi akuntansi tersebut. Dari hasil riset, Ikhda dan tim juga menyoroti pentingnya edukasi dan pemahaman tentang sertifikasi halal. Bukan hanya dari perspektif konsumen, tapi juga dari sudut pandang produsen. Maka, perlu adanya bekal dan arahan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pemahaman yang cukup.  “Halal tak hanya berhubungan dengan bahan dan proses produksi saja. Tetapi juga mencakup seluruh aspek produk, termasuk nama produk,” tegasnya. Menurut mereka, jika ditelisik, sertifikasi halal nyatanya dapat meningkatkan minat pembeli dan pangsa pasar. Berangkat dari temuan itulah, tim yang dibimbing oleh Fahmi Dwi Mawardi, S.E., MSA. ini berharap pemerintah bisa lebih berperan aktif. Utamanya dalam aspek sosialisasi akan pentingnya sertifikasi halal. “Semoga temuan kami ini menjadi sumbangsih nyata bagi UMKM industri pangan di Kota Malang. Sehingga mereka bisa lebih siap dan kompeten dalam mengadopsi sertifikasi halal. Dengan demikian, masyarakat juga dapat lebih percaya dan menikmati produk halal dari kota wisata yang semakin berkembang,” pungkasnya. (Lai/Wil)