Lagi, Tiga Prodi UMM Kini Terakreditasi Internasinal

Jangan terjebak dalam pekerjaan yang berdasarkan ceklis, tapi bekerja dengan ikhlas tanpa ada paksaan. Teruslah belajar untuk memahami mahasiswa serta jadi tenaga pendidik yang mengayomi dengan baik. Hal tersebut ditegaskan oleh Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan M.Pd dalam kegiatan koordinasi persiapan perkuliahan tahun akademik 2023-2024 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 2 Agustus 2023 yang dihadiri oleh para dosen, jajaran dekan dan wakil rektor. Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penyerahan sertifikat akreditasi internasional FIBAA ke tiga program studi, yakni Ilmu Komunikasi, Manajemen dan Psikologi. Menariknya, pada koordinasi itupula UMM meluncurkan Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) 2.0 sebagai rapor kinerja para dosen. Lebih lanjut, Fauzan mengatakan, modal utama sebuah organisasi baik organisasi sosial maupun bisnis adalah memiliki budaya kerja atau organisasi yang sehat. Begitupun dalam mengembangkan pendidikan yang memerlukan budaya kerja yang baik dan saling memartabatkan satu dengan yang lain. “Alhamdulillah, saya lihat di UMM telah terjalin budaya kerja yang baik dengan komunikasi yang humanis. Hal tersebut juga dibuktikan dengan raihan prestasi akreditasi internasional dari berbagai prodi yang kita miliki,” ungkap Fauzan. Oleh karena itu, kolegalitas di masing-masing unit harus ditingkatkan. Sehingga jalan menuju perguruan tinggi yang memiliki mutu dan prestasi gemilang akan semakin mudah. Ia juga berpesan pada lektor atau tenaga pendidik untuk memiliki perasaan tidak tenang jika tidak membuat atau melahirkan sebuah inovasi. “Center of Excellence (CoE) yang kita miliki itu sebenarnya suatu pemantik dari inovasi dan gagasan baru lainnya. Program ini dibentuk agar mahasiswa memiliki kehidupan kuliah dengan ikatan kerja. Sehingga mereka tidak hanya memiliki bekal akademik tapi juga softskill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja,” jelas Fauzan. Menurutunya, CoE merupakan program yang futuristik. Bahkan telah mendapatkan banyak perhatian dari banyak pihak. Baik itu di tingkat nasional hingga internasional, termasuk dari UNESCO. Apalagi program seperti ini tidak ditemui di perguruan tinggi lain. Terakhir, Fauzan juga menegaskan bahwa saat ini, UMM tengah mengimplementasikan 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG’s) dengan tri catur dharma perguruan tinggi. Hal ini dilakukan sebagai komitmen kepedulian UMM. Bukan hanya di bidang pendidikan saja, tapi juga turut berkontribusi pada masyarakat dunia. (Zak/Wil)
Dosen UMM: Ini Plus Minus Ikut Asuransi

Asuransi masih belum menjadi prioritas masayarakat, khususnya para generasi muda. Padahal, asuransi merupakan sarana proteksi finansial untuk mengatasi risiko dan kerugian dalam hidup. Terlebih lagi, di zaman yang penuh ketidakpastian seperti sekarang, perlindungan asuransi semakin relevan. Permasalahan ini menarik perhatian Widhiyo Sudiyono, ST., M.A.B, selaku Dosen Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia menyoroti bahwa asuransi bukan hanya sekadar produk keuangan biasa. Lebih dari itu, keberadaannya menjadi salah satu investasi yang cerdas dan strategis untuk melindungi generasi muda dari risiko finansial. “Dalam era yang penuh dengan perubahan sosial dan ekonomi, asuransi memberikan jalan keamanan yang dapat menangkap kita saat terjatuh,” ungkapnya. Asuransi menjadi bentuk persiapan finansial di masa depan, terutama bagi generasi muda yang sering menganggap kesehatan sebagai sesuatu yang tetap. Ia pun menyarankan agar asuransi bisa dimulai sejak dini, sehingga premi yang dikenakan lebih terjangkau. “Asuransi kesehatan membantu mengatasi biaya rumah sakit dan obat-obatan. Untuk asuransi jiwa, dana asuransi akan cair saat kita meninggal dunia. Asuransi jiwa memberikan dukungan finansial bagi keluarga yang ditinggalkan. Sehingga fungsi pada perlindungan finansial yang dihasilkan oleh asuransi jiwa, juga tidak dapat dianggap remeh,” tambahnya. Banyak orang mempertimbangkan keikutsertaan pada asuransi saat usianya sudah memasuki 40-an atau setelah berkeluarga dan memiliki anak. Padahal, memulai asuransi di usia tersebut dianggap terlambat karena premi yang tinggi. “Ada juga yang ditolak oleh perusahaan asuransi karena masalah kesehatan. Apalagi di usia-usia itu memang sudah banyak masalah kesehatan yang dialami,” tandasnya. Untuk sebagian orang yang masih ragu dalam hal kehalal-an asuransi, Widhiyo menyampaikan bahwa ada pilihan asuransi syariah. Dengan begitu, mereka bisa menekan risiko dan dapat menghindari riba, taruhan, dan ketidakpastian. “Konsep asuransi ini adalah risk-sharing. Seperti halnya usaha tolong menolong dan saling melindungi dari risiko tertentu yang dikelola dengan prinsip syariah,” tuturnya. Di akhir, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM ini mengajak masyarakat untuk melihat asuransi bukan sekadar beban finansial. Sebaliknya, asuransi adalah mitra setia yang memberikan dukungan finansial dan ketenangan pikiran di saat-saat genting. “Generasi muda perlu menyadari pentingnya asuransi sebagai alat proteksi bagi masa depan, terutama bagi mereka yang sedang berada pada awal karir atau masa studi,” pungkasnya mengakhiri. (Lai/Wil)
Inovatif, Mahasiswa UMM Bikin Sabun Tangan dari Ekstrak Daun Jambu Air

Menurut data badan statistik pertanian hortikultura (SPH) 2023, Kota Malang menjadi urutan ke-11 daerah yang menghasilkan jambu air terbanyak. Sayangnya, sampai saat ini hanya biahnya saja yang dimanfaatkan. Padahal ada potensi lain yang bisa dikembangkan dan dijadikan produk bernilai. Melihat hal tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan Paper Soap Antiseptic dari Ekstrak Daun Jambu Air. Sabun ini dinilai praktis untuk dibawa kemana-mana dan tidak khawatir tumpah saat diletakkan di dalam tas. Inovasi ini juga mempertimbangkan kebiasaan masyarakat yang masih mengesampingkan pentingnya mencuci tangan. Padahal tangan adalah perantara yang vital dan berpotensi besar memasukkan bakteri dan virus ke dalam tubuh. Ketua tim, Aisyiah Apriliano menerangkan, dalam daun jambu terdapat senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, alkaloid, triterpenoid, fenolik, dan tanin. Salah satu senyawa yang memiliki manfaat sebagai pembersih atau antiseptik yaitu senyawa saponin. Selain itu, pada konsentrasi 20% daun jambu air dapat membunuh bakteri staphylococcus aureus dikarenakan adanya enzim lisozim. Lisozim sendiri ialah enzim hidrolisis yang berfungsi sebagai antimikroba. Mahasiswi jurusan farmasi itu menambahkan bahwa sabun yang dikembangkan memiliki segudang manfaat bagi kulit. Tidak hanya membersihkan tangan, tapi juga dapat melembabkan dna mencerahkan kulit. “Produk ini tidak hanya menggunakan ekstrak daun jambu air saja, namun juga terdapat minyak zaitun yang menjadi bahan campuran sekaligus menambah manfaat yang diberikan,” ungkapnya. Menariknya, sabun ini cukup tipis dan bisa dikatakan sebagai paper soap. Selain itu juga tidak memberikan dampak buruk pada lingkungan, mengingat bahan-bahan yang digunakan berasal dari alam. “Pembuatan sabun tentu tak lepas dari bahan texapon yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS). Bahan ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Maka dari itu, pada pembuatan sabun ini, kami hanya menggunakan konsentrasi kadar rendah sehingga tidak banyak berdampak buruk. Sekaligus untuk memaksimalkan manfaat dari kandungan ekstrak daun jambu air tersebut,” jelasnya. Terakhir, mereka berharap besar pada para pelaku industri dan inovator lain untuk lebih melirik produk berbahan dasar alami sebagai bahan utama. Dengan begitu, angka penggunaan senyawa berbahaya dapat dikurangi dan tidak berdampak buruk pada bumi. “Indonesia kita ini memiliki potensi alam yang sangat melimpah. Sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Perlu adanya gerakan masif untuk memanfaatkannya dalam jangka panjang,” tutupnya. (Faq/Wil)
FKIP UMM-Dinas Pendidikan se-Malang Raya Komitmen Wujudkan SDGs

Siap berkomitmen penuh mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) pada sektor pendidikan berkualitas, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) siapkan 685 lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada tahun 2023. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Dekan FKIP UMM pada giat Ngobrol Bareng (Ngobar) bersama kepala dinas pendidikan se-Malang Raya pada 1 Agustus 2023 di The Sky Roofftop Rayz UMM Hotel. Lebih lanjut, Dr. Trisakti Handayani, MM. menyampaikan, lulusan PPG UMM tersebut telah dibekali banyak keterampilan dalam mengajar. Mulai dari model pembelajaran abad 21, pembelajaran inovatif, hingga pembelajaran dengan High Order Thinking Skill (HOTS). “Guru profesional lulusan PPG UMM ini kami bekali banyak sekali ilmu dan skill mengajar. Tidak hanya teori dalam pembelajaran, namun juga pengembangan media pembelajaran hingga bekal dalam implementasi kurikulum merdeka. Di samping itu juga penguatan pembelajaran berdiferensiasi hingga bagaimana menganalisa kemampuan siswa terkait dengan project yang nanti diberikan” tambahnya. Dalam acara yang bertajuk “Membincang Pendidikan Malang Raya Dalam Mendukung Tercapainya SDGs” itu, turut hadir Direktur Eksekutif APCE-UNESCO Prof. Dr. Ignasius D. A. Sutapa, M.Sc. Dia menegaskan, SDGs Indonesia mengalami cukup peningkatan. Hal itu menjadi salah satu prestasi, mengingat peningkatan ini terjadi pasca gejolak pandemi Covid-19. “Peringkat kita sekarang ada di 75 dalam SDGs, tahun lalu di angka 82. Ini perlu kita banggakan. Membuktikan bahwa recovery negara kita pasca pandemi sangat cepat,” jelasnya. Menurutnya, sektor pendidikan menjadi fokus yang harus diperhatikan lebih intens. Tidak bisa berjalan tanpa kolaborasi antara instansi penyelenggara pendidikan, pemerintah, para stakeholder. Begitupun dengan dunia usaha dunia industri (DUDI) yang menjadi wadah khusus untuk peningakatan skill dari Sumber Daya Manusia (SDM). Pun menjadi penerima produk-produk pendidikan kita kepada dunia kerja. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Drs. Suwarjono, M.Si menyampaikan apresiasi tinggi kepada FKIP UMM yang memberikan ruang diskusi kepada Dinas Pendidikan se-Malang Raya. Utamanya untuk menyampaikan ide serta gagasan yang berkaitan dengan dunia pendidikan. “Ini kali pertama kalinya, Dinas Pendidikan Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang diundang oleh universitas untuk duduk dalam acara ngobrol dan diskusi. Apalagi UMM memang dikenal sebagai pencetak guru-guru yang profesional,” tegasnya. Jono, begitu ia kerap disapa, berharap besar kepada seluruh elemen masyarakat untuk lebih fokus dalam membahas, merancang, serta mendesain rencana tindak lanjut dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. “Berbicara tentang pendidikan kita, memang ada sederet masalah yang muncul. Namun kita tka bisa tinggal diam, harus mampu menghasilkan inovasi baru untuk menyelesaikan problem-problem itu. Karena pada dasarnya, tanpa adanya pendidikan, kita bukanlah apa-apa,” tutupnya. (Faq/Wil)
Bantu Warga Binaan Lapas, Mahasiswa UMM Ajari Budidaya Ikan Lele berbasis RAS

Warga binaan yang berada di lembaga pemasyarakat (lapas) masih saja dicap negatif oleh sebagian orang. Stigma tersebut juga masih melekat sekalipun mereka bebas dari lapas. Hal tersebut membuat mantan warga binaan kesusahan untuk mendapat pekerjaan dan bertahan hidup. Hal itu mendorong inisiatif sederet mahasiswa PKM-PM prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka melakukan pendampingan di lapas kelas satu Malang dan mengajari cara budidaya ikan lele yang bisa menjadi alternatif pekerjaan saat warga binaan menyelesaikan masa hukumannya. Adapun tim ini terdiri dari Putri Ramadhani, Phobie Yolasica Irawan, Fathimatuz Zahroh, Moh. Ilham Wahyudi dan Maulana Zaky Ghifari. Salah satu anggota kelompok, Putri, mengatakan program tersebut berupa pembekalan usaha budidaya ikan lele dengan teknologi resirkulasi akuakultur sistem dan budidaya pakan alami. Harapannya, kegiatan ini bisa membantu perekonomian para narapidana nantinya. “Program ini sudah berjalan dari bulan Juni lalu dan akan berakhir di bulan September. Selain untuk menunjang perekonomian di lapas, besar harapan program ini bisa menjadi keterampilan baru dan bekal bagi mereka untuk membuat usaha ketika nantinya mereka bebas,” ungkap Putri. Budidaya ikan lele ini dipilih karena ikan lele merupakan jenis ikan konsumsi yang memiliki potensi budidaya yang tinggi dengan kandungan protein ikan lele yang tergolong bagus yaitu 19,09%. Selain itu, ikan lele juga sangat mudah dibudidayakan dan ditemui di pasaran. “Faktor penentu keberhasilan utama dari budidaya ikan yaitu pakan. Maka, di program ini, kami juga melakukan pelatihan untuk memberikan pakan alami berupa kutu air (daphnia sp.) dan cacing sutera (tubifex sp.) yang memiliki nilai nutrisi yang tinggi. Dengan pemberian pakan alami, biayayang dikeluarkan juga dapat ditekan,” jelas Putri. Mereka menambahkan teknologi Resirkulasi Akuakultur Sistem (RAS) yang memiliki keunggulan untuk memanfaatkan sistem sirkulasi air kolam. Yakni dengan menggunakan kembali air sebagai budidaya habitat air, sehingga dapat mengurangi penggunaan air dari luar sistem. “Alhamdulillah, program kami juga mendapatkan pendanaan dari pemerintah. Kami juga menyediakan buku perikanan agar mereka bisa terus belajar,” tegasnya. Di sisi lain, petugas lapas maupun para warga binaan mengapresiasi dan bersemangat untuk mengikut serangkaian aktivitas yang ada. Mereka menilai, program seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah skill dan alternatif pekerjaan saat nanti bebas. Jadi tidak hanya bergantung pada pekerjaan yang lain. (Zak/Wil)
Tekan Asam Urat, Mahasiswa UMM Kembangkan Kombucha Teh Kenanga

Angka penderita asam urat meningkat setiap tahunnya. Asam urat merupakan kondisi medis yang disebabkan oleh banyaknya kristal asam urat di dalam sendi dan jaringan tubuh. Ini menyebabkan rasa sakit dan peradangan yang sering kali menyakitkan. Berangkat dari keresahan itu, sederet mahasiswa program studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berinisiatif mengembangkan minuman yang bisa mencegah dan mengobati asam urat. Adalah Muhammad Alif Ryan, Talitha Aulia Fitri, Anis Fadlia Hanum dan Rina Ayu Wilasari meneliti terkait hal itu. Tepatnya tentang efektivitas kombucha cananga odorata dan ekstrak kulit apel manalagi sebagai minuman probiotik antihiperurisemia Bahkan penelitian yang berbasis Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Eksakta ini sukses mendapatkan pendanaan dari Kemendikbud Ristek. Salah satu anggota, Rina mengungkapkan, potensi bunga kenanga cukup menjanjikan. Apalagi untuk menekan asam urat. “Bunga kenanga memiliki kandungan flavonoid yang tinggi berupa kuersetin dan miresetin. Zat-zat itu disinyalir berpotensi menghambat enzim oksidase. Sehingga dapat menurunkan kadar asam urat dalam tubuh,” jelasnya. Kombucha sendiri ialah minuman probiotik yang dibuat melalui proses fermentasi teh menggunakan koloni mikroorganisme yang terdiri dari bakteri dan ragi. Proses fermentasi ini menghasilkan kombinasi asam organik, enzim, dan probiotik yang baik untuk sumber senyawa anti inflamasi. Selain itu juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sementara itu, ketua tim Ryan menyampaikan, prosesnya dimulai dari membuat teh bunga kenanga. Di sini, tanaman dibiarkan layu dan kemudian dikeringkan. Tahap berikutnya adalah penyeduhan yang dilakukan layaknya menyeduh teh pada umumnya. Setelah itu, berlanjut pada proses ekstrasi kulit apel manalagi. Dalam proses ini, kulit apel manalagi dihancurkan menggunakan blender, lalu ditambahkan etanol dan diendapkan terlebih dahulu pada suhu ruang atau suhu kamar selama 24 jam. Setelah melalui proses pengendapan, barulah ekstraksi kulit apel di pisahkan antara cairan dengan residu nya menggunakan corong pisah. Proses maserasi ini memungkinkan senyawa-senyawa yang diinginkan larut dalam pelarut secara perlahan selama periode perendaman. Proses ekstraksi ini dilakukan demi memperoleh kandungan flavonoid dan polifenol khususnya di senyawa kuersetin, katekin, miracetin, dan juga phlorizyn. Langkah selanjutnya adalah tahap fermentasi. Seluruh bahan mulai dari teh bunga kenanga, ekstrak kulit apel manalagi dan scoby di masukkan dalam satu wadah. Campurannya akan melewati masa fermentasi selama 10 hari. Untuk memastikan kombucha ini siap di konsumsi, akan dilakukan uji lab terhadap ada atau tidaknya alkohol dalam minuman kombucha. “Setelah itu, kombucha siap untuk dipacking. Nantinya, minuman ini akan berupa teh pada umumnya dan dikemas dengan botol higienis. Untuk takaran konsumsinya yakni seminggu tiga kali. Bisa diminum secara langsung atau ditambah dengan es batu,” pungkasnya. (Rev/Wil)
Dosen UMM: Tiga Elemen Penting Jauhkan Anak dari Kekerasan

Belakangan, muncul berbagai kasus kejahatan yang menerang anak. Hal ini meningkatkan ketakutan para orang tua terkait keselamatan anak-anak mereka. Fenomena ini juga membuat Moh. Wahyu Kurniawan, S.Pd. M.Pd. selaku dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkat bicara. Utamanya terkait apa saja yang harus diterapkan dan dilakukan untuk menekan angka kejahatan yang menyasar anak sebagai korban. Dosen jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan itu menegaskan, sudah ada undang-undang (UU) di Indonesia yang mengatur keselamatan dan kesejahteraan anak. “Di dalamnya dikatakan bahwa perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” katanya. Menurutnya, kekerasan akan berdampak besar bagi anak. Baik itu secara mental, psikis dan kepercayaan diri yang akan cenderung lemah. Jika kekerasan tersebut masuk di ranah kekerasan fisik, hal tersebut dapat dikenakan tindak pidana. Sehingga pemerintah, masyarakat, keluarga, atau bahkan sekolah harus hati-hati dan dilarang untuk melakukan kekerasan yang ditujukan ke anak-anak. “Kalau di pendidikan, sekolah bisa menjalankan pola sistem pendidikan yang humanis yang mengacu pada tripusat. Ketiganya adalah lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Sinergisitas ketiganya memiliki peran dan tanggung jawab dalam mengembangkan pendidikan untuk anak agar terbebaskan akan tindak perundungan,” tambahnya. Selain itu, setiap sekolah juga perlu memiliki pendidikan yang humanistik yakni memanusiakan manusia. Ini dapat dilakukan dengan cara menghormati dan menghargai kekurangan serta kelebihan pada anak. Tidak memaksakan kehendak sesuai dengan bidang yang diminati tenaga pendidik. “Karena pada dasarnya, setiap anak memiliki potensi mereka masing-masing. Sehingga pendidik harus mampu mengembangakan ini. Bukan malah memaksa mereka untuk menguasai yang lain, ,” tandasnya. Selain itu, Wahyu berpesan bahwa atmosfer yang mampu mengembangkan komptensi anak merupakan aspek penting dalam upaya mengurangi kejahatan kepada anak. Bukan hanya di sekolah, tapi juga lingkungan di mana ia tinggal. “Pengawasan juga tidak hanya dibebankan pada pihak sekolah, tapi orang tua dan keluarga juga harus berperan aktif untuk melindungi anak-anaknya dari kejahatan yang belakangan menyasar anka-anak. Kita harus paham bahwa mereka adalah penerus bangsa, maka harus dijaga fisik dan mentalnya,” tegasnya mengakhiri. (Fat/Wil)
Ingin Jadi Auditor? Ini Skill yang Harus Dimiliki Menurut Dosen UMM

Profesi auditor semakin menarik perhatian banyak orang. Apalagi dengan iming-iming gaji yang tinggi. Pada tingkat junior auditor saja mencapau 6-10 juta. Namun, dibalik tingginya gaji yang bisa diperoleh, ternyata juga memerlukan keahlian khusus yang tidak bisa dianggap enteng. Hal ini disampaikan Agung Prasetyo Nugroho Wicaksono S.E., M.A., dosen Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh mereka yang ingin menjadi auditor. Pemahaman mendalam tentang standar audit menjadi kunci utama untuk mencapai kesuksesan di bidang ini. “Menjaga integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas juga penting,”tegasnya. Adapun syarat minimal untuk menjadi auditor adalah bergelar sarjana akuntansi atau ekonomi. Meskipun kualifikasi administrasi seperti Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan nilai mata kuliah murni perlu diperhatikan, ia menekankan bahwa audit tidak hanya bergantung pada pendidikan formalitas semata. Seorang auditor juga harus memiliki kecintaan membaca yang kuat, terutama terhadap IFRS International Financial Reporting Standards (IFFS), Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Standar Audit (SA). “Familiaritas dengan regulasi ini menjadi suatu keharusan bagi calon auditor untuk memahami lebih dalam dan melaksanakan tugas dengan baik sheingga mencapai sukses dalam karirnya,” sambungnya. Tidak ketinggalan, ia juga menyarankan agar calon auditor untuk mempertimbangkan perolehan kualifikasi profesional, seperti menjadi seorang Certified Public Accountant (CPA) atau Chartered Accountant (CA), yang diakui secara internasional. Sertifikasi ini dapat memberikan kepercayaan ekstra kepada klien dan meningkatkan nilai serta peluang karir seorang auditor. Selain itu, mereka yang bercita-cita menjadi auditor juga harus menguasai teknologi informasi, apalagi di era digital seperti sekarang. Dalam lingkungan yang semakin terhubung secara digital, seorang auditor harus mampu menggunakan alat dan teknik analisis data yang canggih. Sehingga, proses audit dapat dipermudah dan efisiensi kerja dapat lebih ditingkatkan. Namun, keahlian teknis saja tidaklah cukup. Kemampuan komunikasi juga menjadi syarat wajib untuk menunjang sukses di bidang ini. “Kemampuan komunikasi yang efektif, baik dalam berinteraksi dengan klien maupun dalam melaporkan temuan audit adalah jalan menuju karir yang lebih baik. Saya yakin hal itu berguna dalam mempengaruhi keputusan bisnis dan memberikan nilai lebih bagi klien,” tegasnya. Terakhir, ia berpesan ketika sudah menapaki jalan menuju seoarng auditor, para anak muda tidak boleh mudah baper. Harus tetap fokus dalam menjalankan tugas sembari memperluas jangkauan dan relevansi pengetahuan dalam dunia audit yang semakin kompleks. (Lai/Wil)
Tim Mahasiswa UMM Kembangkan Permen Anti Diabetes

Diabetes menjadi salah satu penyakit penyebab kematian terbesar di dunia. Namun penanganan di masyarakat hanya sebatas membatasi asupan gula atau melakukan suntik insulin. Berangkat dari hal tersebut, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan inovasi berupa permen jeli sebagai upaya preventif, utamanya di kalangan anak-anak. Menariknya, ide yang dituangkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini berhasil lolos dan didanai Kemdikbud-Ristek RI. Adapun tim tersebut terdiri dari mahasiswa jurusan Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ketua tim PKM, Herlina Diah Ayu Rosita mengatakan, permen jeli ini dibuat dengan bahan dasar ekstrak zerumbone pada lempuyang dengan xylitol ampas tebu. Pemilihan bahan ini tidak lepas dari realita bahwa kandungan lempuyang memiliki khasiat yang dapat dijadikan alternatif pengontrol gula darah. “Apalagi, bahan ini sangat mudah didapatkan dan diperjualbelikan di pasar dengan harga yang terjangkau. Sehingga semua kalangan bisa dengan mudah menemukan dan menggunakannya,” tambahnya. Herlina, begitu ia kerap disapa, menjelaskan bahwa masyarakat hanya diminta membatasi asupan gula untuk mengantisipasi diabetes. Selain itu juga melajukan suntik insulin. Padahal, hal itu memerlukan biaya yang tidak sedikit sehingga mereka yang memiliki ekonomi rendah tidak da[at memenuhi kesehatan tubuhnya,” katanya menambahkan. Sejauh ini, menurut Herlina belum ada penelitian yang membahas ekstrak zerumbone pada lempuyang dengan xylitol ampas tebu. Beberapa di antaranya hanya membahas mengenai anti hyperglycemia dengan ekstrak jahe yang hanya mengurangi kadar gula darah yang tinggi pada tubuh. Hingga saat ini, PKM-RE ini sudah masuk ke tahap pengesktrakan tumbuhan lempuyang wangi dan fermentasi xylitol. Ia mengaku, timnya cukup kesusahan mencari daftar referensi yang bagus dalam melakukan metode pembuatannya. “Iya, permen jeli ini masih dalam tahap pengembangan dan penelitian. Tapi saya yakin, dalam waktu dekat produknya sudah bisa diproduksi dan dicoba,” katanya optimis. Terakhir, Ia dna tim berharap, inovasi permen jeli ini bisa merubah perspektif masyarakat tentang permen yang biasanya dinilai tinggi gula. Selain itu juga menekan angka anak-anak yang potensial terkena penyakit diabetes di masa muda bahkan saat tua nanti. (Ri/Wil)
Dosen Ekonomi UMM Jelaskan Efek Naiknya Tarif Potongan Ojol

Tahun 2023, industri ojek online (Ojol) dihadapkan pada tantangan besar. Yakni peningkatan tarif potongan yang diberlakukan oleh platform penyedia layanan. Banyak pengemudi Ojol yang kemudian memutuskan untuk berhenti. Situasi ini mencuatkan keprihatinan serius terkait kesejahteraan pengemudi dan stabilitas industri ojol. Fenomena ini juga menarik perhatian dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Chalimatuz Sa’diyah, S.E., M.M. Ia menyampaikan bahwa peningkatan tarif potongan dalam industri ojol dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari permintaan, penawaran biaya operasional, hingga keuntungan perusahaan. Sebagai contoh, jika permintaan layanan ojol meningkat, perusahaan juga perlu menyesuaikan tarif potongan agar tetap menghasilkan keuntungan yang layak. Begitu juga sebaliknya. Naiknya tarif potongan menunculkan ketidakseimbangan. Pengemudi merasa terjebak dan memiliki ketergantungan ekonomi yang tinggi pada platform. Sehingga, mereka merasa kurang memiliki kontrol terhadap tarif yang ditetapkan. Kondisi ini juga memperparah ketimpangan pendapatan dan kesenjangan sosial di masyarakat. “Pengemudi ojol biasanya berada pada tingkat pendidikan atau keterampilan yang cukup rendah. Mereka rentan mengalami kesulitan akhirnya mencari pekerjan tambahan,” ujar dosen yang akrab disapa Chaca tersebut. Penurunan jumlah pengemudi Ojol juga berdampak pada mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi regional. Para pengemudi Ojol memainkan peran penting dalam memfasilitasi mobilitas individu yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif kebijakan yang dapat menjaga keberlanjutan industri Ojol dan memastikan kesejahteraan para pengemudi. “Dalam mengatur tarif potongan, pemerintah perlu mengaturnya dengan mempertimbangkan keadilan bagi para pengemudi dan menciptakan lingkungan kerja yang berkelanjutan, sekaligus memastikan akses yang adil terhadap hak-hak pekerja,” katanya. Chacha menegaskan, menghadapi tantangan semacam ini memerlukan upaya evaluasi terhadap kebijakan yang sudah berjalan. Tujuan utamanya adalah mencapai kesetaraan, kesejahteraan, dan keberlanjutan industri ojek online. “Dengan demikian, akan tercipta lingkungan yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. Termasuk pengemudi ojek daring, platform penyedia layanan, dan masyarakat pengguna,” pungkasnya. (Lai/Wil)