Webometrics Rilis Raport UMM Kampus Terbaik se-Jatim

Kualitas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak diragukan lagi. Terbaru, Kampus Putih UMM sukses menduduki peringkat pertama perguruan tinggi swasta se-Jatim versi Webometric. UMM juga masuk lima besar PTS terbaik se-Indonesia dan 22 besar kampus negeri serta swasta se-nasional. Adapun data itu dikeluarkan oleh lembaga pemeringkatan internasonal, Webometric. Asisten Rektor Bidang Akreditasi Internasional dan Pemeringkatan UMM Drs. Suparto, M.Pd. bangga akan raihan tersebut. Ia menjelaskan, Webometric bukan sekadar angka namun mencerminkan kondisi dan kualitas masing-masing kampus. “Pemeringkatan ini tidak hanya melihat website. Datanya memang diambil dari web, tapi ada beragam aspek yang dinilai. Lagipula, situs kampus tidak akan bisa berbunyi jika tak ada kegiatan apik yang senantiasa diselenggarakan oleh kampus,” tambahnya. Secara nasional, ia mengatakan bahwa para periode ini peringkat UMM naik dibandingkan periode Januari 2023 lalu. Artinya, ada peningkatan kualitas yang sudah diupayakan oleh UMM. Ada tiga aspke penting yang dilihat, di antaranya Impact, transparancy, dan excellence. Impact memiliki porsi yang paling besar dalam penilaian, yakni mencapai 50 persen. Di sini, Webometric melihat sebarapa banyak traffic yang berlalu lalang di situs UMM. Kemudian transparancy lebih fokus pada seberapa banyak sitasi dosen yang diakses. Bidang ini memiliki porsi sebesar 10 persen. Terakhir yakni excellence yang melihat seberapa baik dan banyak kualitas jurnal-jurnal UMM. “Semua pemeringkatan, termasuk Webometric menampilkan wajah tiap kampus. Baik itu bagi UMM maupun perguruan tinggi lain. Menurut saya, kampus harus masuk dalam circle pemeringkatan agar publik tahu dan mengerti seberapa bagus kualitas dair perguruan terkait,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengapresiasi raihan UMM dalam pemeringkatan lembaga internasional Webometric. Menurutnya, seluruh rekognisi di level regional dan internasional sangatlah penting bagi perguruan tinggi. Apalagi ada banyak aspek yang dinilai dan diakui bagus. “Raihan ini juga menjadi sebuah kepercayaan masyarakat atas instititusi, dalam hal ini Kampus Putih,” tambahnya. Meski begitu, menurutnya rekognisi tidaklah cukup bagi perguruan tinggi. Hal lain yang perlu diupayakan adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemandirian dan skill mumpuni. “Maka perguruan tinggi tidak boleh lengah. Tidak hanya sekadar menyandarkan pada rekognisi semata, tapi juga harus senantiasa berupaya meningkatkan sumber daya manusia menuju bangsa Indonesia yang lebih maju. Maka UMM juga telah memiliki program khusus yang mampu melakukan tugas itu dan berkontribusi penuh. Program itu adalah Center of Excellence,” tegas Fauzan mengakhiri. (Wil)
Sering Potong Kuku Terlalu Dalam? Hati-Hati Ini Akan Terjadi

Nyeri di sekitar kuku serta bengkak kemerahan yang berujung infeksi merupakan gejala dari penyakit cantengan. Berkaitan dengan hal ini, dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Rahma Sabila Rindardi menjelaskan bahwa cantengan atau ingrowing nail merupakan pertumbuhan kuku yang masuk ke dalam kulit. Penyakit ini biasanya paling banyak dialami pada masa anak-anak dan orang tua. Pada masa anak-anak, biasa terjadi sebab jaringan di sekitar kukunya masih lunak. Sedangkan pada orang tua atau lansia, disebabkan oleh terbatasnya mobilitas dan penglihatan. Sehingga untuk merawat dan memotong kuku terasa lebih susah. “Jika melihat data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sekitar 25% yang datang ke dokter itu mengalami cantengan,” jelas wanita yang akrab disapa Bela tersebut. Bela memberikan beberapa tips untuk mencegah terjadinya cantengan. Pertama, jangan terlalu pendek dalam memotong kuku. Memotong kuku dengan cara yang salah, seperti terlalu pendek atau sampai menembus ke pinggiran kuku dapat meningkatkan risiko terjadinya cantengan. Kedua, gunting kuku yang digunakan untuk memotong harus tajam. Jika tidak tajam, biasanya kita akan cenderung menarik kuku yang hampir terpotong itu. Hal tersebut dapat membuat luka atau mikrolesi di sekitar jaringan kuku. Ketiga, cobalah menggunakan alas kaki yang nyaman dan tidak terlalu sempit. Karena penggunaan alas kaki yang terlalu sempit dapat menekan kuku kaki sehingga kuku dapat tumbuh ke dalam kulit. Faktor lain yang bisa menyebabkan cantengan ialah adanya trauma kecil pada kaki. “Trauma kaki biasanya terjadi akibat penggunaan sepatu atau alas kaki yang tidak tepat. Selain itu juga karena berlari atau melakukan aktivitas yang terlalu berat,” ujarnya. Bela juga sempat memberikan kiat tatkala sudah terlanjur mengalami cantengan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi hal risikonya. Pertama, minum obat anti nyeri yang bisa dibeli di apotek terdekat. Jika telah terjadi infeksi di daerah kuku, luka cantengan dapat diolesi salep antibiotik. Selain itu, merendam kaki di air hangat juga dapat meredakan nyeri. Jika terjadi infeksi hingga keluar nanah, sangat disarankan untuk segera ke dokter umum dan dilakukan ekstrasi kuku. Perlu diperhatikan, luka cantengan yang tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan komplikasi. “Komplikasinya bisa meluas dan menyebabkan infeksi yang parah pada jaringan kulit sekitarnya,” pungkasnya mengakhiri. (Dev/Wil)
Menarik, Mahasiswa Teknik Elektro UMM Ciptakan Alat Pemberi Pakan Ayam Otomatis

Melihat masih banyaknya peternak ayam petelur yang menggunakan cara manual dalam pemberian pakan ayam, Tiga mahasiswa program studi teknik elektro UMM ciptakan inovasi. Yakni alat pemberi pakan ayam otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Mereka adalah Saifulla Amin, Rizky pratama, dan Dhiemas Ristiant Syahputro. Alat tersebut merupakan hasil dari tugas akhir yang diekuevalensi menjadi skripsi. Saiful, sapaan akrabnya, mengatakan, pemberian pakan ayam secara manual dirasa tidak efisien karena pemeliharaan ayam petelur sering mengalami kendala. Baik dalam manajemen atau pengelolaan pemberian pakan. Hal tersebut pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas telur yang dihasilkan. “Sistem pemberi pakan ayam otomatis sebenarnya sudah banyak, tetapi masih jarang yang menggunakan Internet of Things (IoT). Penggunaan IoT disini dapat memudahkan peternak untuk mengatur jadwal pemberian pakan ayam secara otomatis dari jarak jauh. Bisa menggunakan aplikasi mobile atau web,” jelas Saiful. Lebih lanjut, alat ini juga menggunakan Human Machine Interface (HMI) yang disertai dengan LCD. Sehingga peternak juga dapat mengatur timer secara langsung. Selama pembuatan alat, tidak terlalu banyak kendala yang dihadapi. Hanya pada proses pengkodingan serta desain pada liquid crystal display (LCD). “Alat ini cukup mudah untuk di operasikan. Setelah alat dihidupkan, kita bisa langsung mengatur timer penjadwalan pakan ayam melalui mobile atau web maupun secara langsung. Saat waktu yang telah diatur tiba, katub penampung pakan ayam akan terbuka secara otomatis,”pungkas Saiful. Pemuda asal Sumenep itu menambahkan, alat ini memungkinkan untuk mengontrol penjadwalan pakan ayam yang berisikan kurang lebih 2.000 ayam petelur dalam satu kandang. Dalam satu kandang, dapat dipasangkan motor yang akan mengisi pakan kedalam feeder. Kemudoan feeder akan berjalan untuk memberi pakan kepada ayam secara merata. Alat pakan ayam otomatis berbasis IoT ini juga memiliki harga yang terjangkau yang bisa menguntungkan peternak ayam dibandingkan menggunakan karyawan. “Saat ini masih dalam bentu prototipe, namun sudah bisa dijalankan sesuai ekspektasi. Kenggulan dari alat ini sementara ada pada sistem IoT. Oleh karena itu, kami berharap adik tingkat kami bisa mengembangkannya. Seperti misanya menambahkan sensor suhu,” tutur Saiful. Terakhir Saiful juga berharap, alat pemberian pakan otomatis ini dapat dikembangkan dan dikomersilkan sehingga bisa benar-benar membantu mengurangi kerja peternak ayam. Pun dengan meningkatkan produktivitas ayam dengan memaksimalkan bobot ayam dan meminimalisir tingkat stres ayam. (Zak/Wil)
Meski UTBK UMM Ketat, Orang Tua Disajikan Wahana Menarik

Peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Fakultas Kedokteran dan Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelombang kedua mengalami peningkatan jumlah peserta yang signifikan. Total peserta UTBK gelombang kedua tahun ini mencapai 1.000 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ujian yang dilaksanakan pada 27-29 Juli 2023 itu dilengkapi dengan berbagai fasilitas keamanan dan wahana menarik bagi para orangtua. Kepala UPT Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM Nurudin mengatakan, total ruangan yang di siapkan sebanyak 22 ruangan. Pihak panitia juga masih menggunakan alat metal detector untuk mengantisipasi kecurangan-kecurangan ataupun joki. Selain itu, pihak panitia juga dibantu oleh kepolisian setempat untuk memperketat keamanan. Pada pelaksanaan UTBK ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Misalnya seperti berpakaian rapi dan sopan, membawa kartu identitas dan kartu peserta (E-Card). “Meski begitu, ada perubahan tampilan pada komputer saat mengerjakan ujian. User interface komputer dibuat lebih nyaman dan mudah untuk dipahami, sehingga tidak membingungkan peserta selama pelaksanaan ujian,” ungkapnya. Dosen Ilmu Komunikasi itu berharap, UTBK gelombang dua ini bisa berjalan lancar dan mampu menghasilkan calon mahasiswa baru yang potensial. Kemudian UMM akan membekalinya sehingga mampu menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Menariknya, UTBK UMM selalu mempunyai cara unik agar orang tua wali tidak bosan menunggu anaknya ujian. Para orang tua dapat mengendarai mobil golf untuk berkeliling kampus ataupun sekadar mengayuh bebek-bebekan. Para mahasiswa yang terlibat sebagai panitia juga turut menghibur dengan memberikan tebak-tebakan dan kuis berhadiah. “Senang sekali bisa diajak naik bebek-bebekan ini. Saya kira tadi ini berbayar, ternyata gratis. Mobil golf yang disediakan juga sangat membantu orang tua seperti kami agar tidak terlalu jauh berjalan mengantar anak-anaknya ke tempat ujian,” ungkap Balsuni Alwi, salah satu wali mahasiswa. Di sisi lain, peserta UTBK Farmasi UMM Ninis Niva Mudalilla yakin ia bisa lolos seleksi UTBK ini. Menurutnya, Kampus Putih tidak kalah dengan universitas lainnya baik dari infrastruktrur dan fasilitas. Perempuan asal Jombang itu berharap bisa mendapatkan hasil yang terbaik karena sudah menyiapkan ujian sejak lama. Apalagi ada ekdua orangtuanya yang selalu mendoakan. “Alhamdulillah sebagian besar soalnya bisa saya jawab dengan baik. Kalau secara persentase, saya yakin seratus persen bisa lolos,” pungkas Ninis. (Zak/Wil)
Muktamar HW di UMM Kukuhkan Jenderal Sudirman Jadi Bapak Pandu

Pribadi Jenderal Soedirman yang merupakan Bapak Kepanduan Hizbul Wathan (HW) harus diteladani dan menjadi inspirasi bagi semua pandu. Hal itu ditegaskan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. dalam pembukaan Muktamar HW yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 27 Juli lalu. Turut hadir Sekretaris PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dan lebih dari 7.000 penggembira dan 3100 peserta kemah akbar yang memeriahkan agenda itu. Pada Muktamar itu pula, Panglima Besar Jenderal Soedirman juga dikukuhkan menjadi bapak kepanduan HW oleh Abdul Mu’ti. Sebelum terjun ke dunia militer, Soedirman aktif berorganisasi kepemudaan HW. Berkat pendidikan yang diperoleh dari Muhammadiyah, ia memiliki pribadi yang tegak membela kepentingan tanah air. Lebih lanjut, Haedar menegaskan, Muktamar harus menjadi proses yang menghasilkan program dan keputusan penting demi kemajuan organisasi dan bangsa. Bukan hanya menjadi kegiatan rutinitas dan formalitas semata. Harus ada kebaruan yang diberikan sehingga HW tidak berjalan stagnan. “Jadikan Muktamar sebagai agenda strategis menyusun kepemimpinan yang lebih baik. Terdiri dari mereka yang berpengalaman dan anak-anak muda yang memiliki ide-ide segar. HW merupakan gerakan yang inklusif lintas usia dan kelompok. Maka harus memiliki kepemimpinan yang dinamis dan progresif,” tegasnya. Haedar juga mendorong HW untuk mampu membawa misi Islam berkemajuan sehingga HW bisa berjalan seirama dengan Muhammadiyah. Utamanya dalam menampilkan Islam berkemajuan dalam berbagai aspek kehidupan dan mampi memberikan solusi untuk berbagai permasalahan bangsa. Meningat kebangsaan senantiasa melekat di dalma nama Hizbul Wathan. Hal serupa juga ditegaskan Ketua Umum gerakan Kepanduan HW Rmd. Endra Widyarsono. Menurutnya, kolorasi dan kerjasama menjadi kunci untuk memberi kontribusi. Pandu HW yang sudah terlatih, tangguh, suka menolong, dan penyayang semua makhluk diyakini bisa memasuki era kehidupan baru dengan baik. “Sekecil apapun manfaat yang disebarkan, pandu HW harus dan akan selalu bisa berbagi dan berkontribusi. Berbekal pelatihan yang sudah diberikan, mereka akan mampu menjadi manusia yang siap dan sanggup melewati berbagai tantangan di era kehidupan baru,” tegas Endra. Sebagai tuan rumah, UMM juga bangga dan mendukung penuh acara kali ini. Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menegaskan, Muktamar HW harus menghasilkan hal-hal yang bermanfaat, bukan hanya bagi kalangan Muhammadiyah, tapi juga masyarakat secara luas. “Komitmen untuk terus berinovasi dan memberikan solusi bagi bangsa sudah seharusnya tertanam pada diri pandu HW sebagaimana makna nama Hizbul Wathan yakni pembela tanah air,” pungkasnya. Pada Muktamar HW itu pula, banyak penampilan yang membuat penggembira berdecak kagum. Salah satunya tari pembuka yang disuguhkan oleh ratusan pandu HW. Kemudian adapula marching band UMM yang turut unjuk gigi menghibur para tamu yang ada. Adapula 2500 Alquran serta 4000 porsi bakso yang sudah disiapkan oleh Lazismu untuk peserta dan penggembira Muktamar HW. (Zak/Wil)
Kata Siapa Gim Berpengaruh Buruk? Ini Manfaatnya Menurut Dosen Teknik UMM

Hadirnya gadget di era teknologi saat ini tidak selalu membawa dampak buruk bagi anak-anak. Justru dengan adanya gadget, orang tua dapat memperkenalkan dunia IT kepada anak sejak dini. Namun penggunaannya harus tepat dan benar. Sayangnya di Indonesia, dukungan untuk memperkenalkan teknologi ke anak-anak belum begitu baik. Padahal di luar negeri, sudah banyak website yang mendukung pengenalan IT kepada anak. “Kalau di luar negeri khususnya Amerika, anak anak usia 3-4 tahun sudah dikenalkan melalui kurikulum.. Ada salah satu website code.org. yang mengenalkan mereka tentang bagaimana memanfaatkan teknologi dan mendorong anak berpikir secara komputasi. Website tersebut menyediakan game-game sebagai cara berpikir. Jadi anak-anak akan diminta untuk menstimulasikan,” ujar Dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ir. Galih Wasis Wicaksono, S.Kom, M.CS. Galih juga menjelaskan, di dalam website itu, tersedia banyak tantangan dan skenarion. Hal itu mendorong anak-anak berpikir secara logis dalam menyelesaikan masalah. Mereka juga didorong unutk berjalan dan melangkah secara efektif sekaligus meningkatkan daya kritisnya. “Anak-anak zaman sekarang sudah bisa memilih dan memilah apa yang mereka sukai. Jadi saat mereka menyukai sesuatu, maka mereka akan antusias. Maka dari itu, sekarang sudah ada berbagai media pembelajaran yang bisa disesuaikan dengan minat mereka. Saat ini gim bukan hanya permainan yang menghibur namun juga melatih penalaran,” tambahnya. Menurutnya, gim merupakan salah satu jenis IT yang perlu dikuasai sejak dini. Namun, perlu adanya pengawasan dari orang tua agar tetap berjalan dengan baik dan sesuai porsi. Mereka juga harus diingatkan tentang hal-hal negatif yang mungkin mereka temui. Orang tua tidak perlu menutup rapat-rapat tapi memberikan pemahaman yang baik. “Generasi sekarang dan masa depan itu berbeda dengan generasi saat kita kecil dulu. Mereka akan lebih maju dan sangat cepat berkembang. Apalagi diabrengi dengan kemajuan teknologi seperti Chat GPT, AI, dan lainnya. Jadi kemampuan komputasi menajdi salah satu hal penting untuk menciptakan inovasi di masa depan,” kata galih mengakhiri. (Nel/Wil)
Beri Kontribusi Nyata, SDGs Center UMM Diakui Bappenas RI

Berkat berbagai kontribusi nyata yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sustainable Development Goals (SDGs) Center UMM kini telah diakui oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI. Hal itu tak lepas dari sederet manfaat sudah diberikan kepada masyarakat, seperti misalnya di bidang pangan dan energi. Menariknya, UMM menjadi perguruan tinggi swasta pertama di Jawa Timur yang mendapatkan rekognisi tersebut. Bahkan sampai saat ini, hanya ada 40 kampus dari 4000-an perguruan tinggi di Indonesia yang mendapat rekognisi tersebut. Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa selama ini UMM melalui program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) memang telah banyak menebar inovasi. Para profesor telah bekerja sama dengan sederet daerah, utamanya untuk berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mencapai target SDGs. Dengan Pemkab Bondowoso misalnya, Tim UMM yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, MP. telah berhasil mendampingi kelompok tani padi tradisional yang kini beralih ke pertanian organik. Sudah ada lebih dari 164 hektar sawah yang telah bersertifikat pertanian organik di sana. Di samping itu, Kampus Putih juga sudah mengimplementasikan pembangkit listrik tenaga mikro hidro. Tidak hanya di wilayah kampus, tapi juga di berbagai lokasi. Dua di antaranya berada di Wisata Sumber Maron Malang dan Boon Pring. Upaya ini juga terus dilebarkan ke kota atau kabupaten lain. Saat ini, Kampus Putih juga tengah mengembangkan dua sektor bersama Jember, yakni mandiri pangan melalui program budidaya pertanian organik dan mandiri energi yang berupa pembangunan PLTMH. Sementara itu, Prof. Dr. Ignasius D.A. Sutapa, M.Sc., Vice Chairman of UNESCO IHP IX WG on Ecohydrology and Water Quality, menilai bahwa pengakuan ini bukan hal yang mengejutkan. Mengingat Kampus Putih UMM memang memiliki kapasitas dan kompetensi untuk berkontribusi membantu dunia mengatasi masalah SDGs. Apalagi track record yang dimiliki Kampus Putih sudah sangat mumpuni dan memiliki banyak best practice. Lebih lanjut, Ignas menjelaskan, tiap negara memang didorong untuk berkontribusi dalam ranah SDGs dan perguruan tinggi memiliki peran yang strategis. Berdasarkan catatan Bappenas, kontribusi kampus dapat mencapai angka yang signifikan, yakni 46,7% apabila bekerjasama dengan pemerintah dan industri. Menurutnya, tanpa keterlibatan perguruan tinggi, butuh waktu lama poin-poin SDGs bisa dicapai. Kampus yang memang memiliki tugas untuk meneliti, mengedukasi, dan mengabdi punya bagian penting. Utamanya dalam mengakselerasi dan meningkatkan efektivitas upaya menjalankan solusi SDGs. Apalagi tiga tahun belakangan, progresnya melambat berkat munculnya pandemi Covid 19. “Kampus-Kampus, termasuk UMM, akan menjalankan porsi strategis untuk berperan aktif menjalankan program SDGs. Mereka akan menjadi referensi dan diharapkan memberikan pandangan dan referensi terkait masalah SDGs,” tegas Ignas mengakhiri. (wil)
Taekwondo UMM Borong Medali di Pomprov Jatim

Kontingen Taekwondo Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) borong medali di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Jawa Timur II (Pomprov Jatim II). Kompetisi yang dilaksanakan pada 17-22 Juli itu dilaksanakan di Jember, Jawa Timur. Kali ini, tim UMM sukses bawa pulang lima medali dari lima kelas pertandingan taekwondo. Official tim Taekwondo UMM, Gavra Dharmmesta Yusuf menyampaikan, banyak persiapan yang dilakukan sebelum mengikuti kejuaraan Pomprov Jatim II. Dimula dengan menambah porsi latihan menjadi enam kali seminggu. Selain itu juga melakukan sparing dengan tim-tim dari universitas lain, sehingga mental dan teknik bisa berkembang. “Jam terbang adalah alasan lain kenapa kami sering melakukan sparing. Mental atlet akna tumbuh dan mampu bertarung dengan maksimal di gelanggang,” katanya. Gavra, begitu ia kerap disapa, merasa bersyukur Kampus Putih UMM mendukung penuh tim yang berangkat ke Jember. Bukan hanya saat kompetisi, bahkan juga awal hingga akhir. Mereka didukung penuh terkait akomodosi serta menyiapkan tim fisioterapi yang siap sedia memberi bantuan. Biak itu saat latihan, bertanding, hingga nanti kembali ke kampus. “kontribusi kampus juga sangat besar, terutama terkait tim fisioterapi yang melakukan pengecekan kesehatan para atlet dari awal, saat bertanding, hingga akhir pertandingan. Jika ada cedera di lapangan, tim fisioterapi dari UMM dengan sigap turun dan menangani,” ujarnya. Tentu, dalam setiap persiapan menuju pertandingan pasti ada saja kendala yang dialami. Salah satunya yaitu rencana latihan yang bertabrakan dengan jadwal ujian akhir semester. Meski begitu, mereka berlatih malam hari bahkan berlatih sendiri di luar jam latihan. “Alhamdulillah teman-teman disiplin berlatih mandiri di kosan atau kontrakan. Kadang beraltih pukulan, tendangan, dan lainnya,” katanya. Terakhir, dia sempat berpesan kepada seluruh anak muda, khususnya mahasiswa UMM untuk tidak malu menunjukkan bakatnya. Ketika memiliki ketertarikan terhadap sesuatu, mereka harus bisa mengembangkannya hingga bisa berprestasi. Apalagi UMM selalu memberikan dukungan penuh untuk pengembangan bakat. Terbukti saat tim taekwondo berlaga. “Untuk mahasiswa dengan bakat non-akademik, jangan pernah ragu. Selalu ada jalan dan langkah untuk berprestasi,” katanya. Kabag Minat Bakat UMM Frendy Aru Fantiro, M.Pd menerangkan, Hasil itu juga membuat bangga UMM. Selama ini, mahasiswa memang didorong untuk menemukan passionnya kemudian diarahkan ke puluhan unit kegiatan mahasiswa yang UMM sediakan. Dengan begitu, mereka bisa mengembangkan diri dan berkompetisi bersama mahasiswa lain. “Potensi-potensi itu diasah dan akhirnya menghasilkan skill dan keterampilan yang maksimal. Sehingga mahasiswa akhirnya bisa berprestasi, baik di bdiang akademik maupun non-akademik. UMM juga akan memberikan reward atas capaian tersebut karena UMM selalu memegang teguh prinsip tiada prestasi yang tidak dihargai,” pungkas Frendi. (faq/wil)
Kolaborasi RBC UMM Pethuk Puthuk Tingkatkan Literasi dan Budaya

Dalam rangka meningkatkan literasi, Rumah Baca Cerdas (RBC) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkunjung ke Desa Jabung, Malang pada 22 Juli lalu. Mengendarai Mobil Bakti Terhadap Bangsa (Terbang), mereka memberikan bacaan terbaik, menyediakan permainan edukasi hingga english fun kepada siswa- siswi. Kedatangan mereka juga menjadi bagian dari kolaborasi bersama di acara Pethuk Putuk Kembara Republik Gubuk. Kegiatan dolan kali ini diikuti oleh lebih dari seratus siswa MI Sunan Kalijaga, Dusun Bando, Kecamatan Jabung. Ada empat agenda utama yang diberikan yakni workshop aeromodelling, workshop topeng bubur kertas, ukir mini figur, dan aktivitas literasi. Sederet kegiatan ini dipilih sebagai upaya meningkatkan kreativitas, pemahaman, dan pengetahuan kebudayaan Indonesia. “Kami ingin menarik perhatian anak-anak dan membaut mereka perhatian dengan budaya serta minat baca. Maka dari itu, kami juga menyediakan banyak buku,” kata tim RBC UMM, Dessy Kusuma Dewi. Sederet jenis buku sudah disiapkan. Mulai dari buku cerita, dongeng, kisah-kisah, bahkan juga oengetahuan menarik tentang alam semesta dan planet-planet. Mereka juga diajak berdiskusi tentang apa yang sudah dibaca sehingga membuat mereka menyukai kegiatan membaca. Menurut Dessy, sapaannya, dengan meresapi cerita dan karakter bacaan karya sastra atau fiksi, anak-anak bisa membuka pintu imajinasi dan kreativitas. Di samping itu juga dapat menghadirkan pengalaman yang mendalam dan melihat dunia dari perspektif berbeda. Di lain sisi, kolaborasi tersebut sangat diapresiasi oleh Humas acara Pethuk Putuk Kembara Republik Gubuk, Ganif. Ia menjelaskan bahwa sebenarnya acara yang mereka selenggarakan tidak hanya diepruntukkan untuk anak-anak, tapi juga para warga dan masyarakat Dusun Bondo. “Program untuk anak-anak kami sengaja menggandeng RBC UMM karena memang mereka sudah berpengalaman dalam memberikan literasi pada siswa-siswi. Sementara warga bisa mengikuti agenda-agenda lain yang sudah kami siapkan,” katanya. Ganif berharap. Warga bsia menadapatkan kebaikan dan manfaat dari acara yang sudah diselenggarakan. Misalnya saja dengan mengelola limbah sampah kertas dan kayu menjadi barang baru serta layak pakai. Bahkan bisa menjadi produk yang bernilai. (Wil)
Tahun Politik 2024, Dosen UMM Sebut Pemilih Muda dan Peran Media jadi Penentu

Suara anak muda yang terdiri dari generasi Z dan milenial memiliki andil yang besar dalam menentukan hasil Pemilu 2024. Berdasarkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU), proporsi pemilih yang berusia 17-39 tahun berkisar 55 sampai 60 persen. Hal itu menarik perhatian dosen jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Achmad Apriyanto Romadhan, S.IP., M.Si. Menurutnya, kontribusi anak muda sangat signifikan dalam menentukan arah dan masa depan Indonesia. Maka, mereka perlu menjaga diri agar mampu menggunakan hak pilihnya dengan bijak. “Memang perlu menjaga diri dari paparan-paparan yang kurang baik. Coba kita lihat, di era ini sudah banyak anak muda yang terjebak dalam marketing politik yang dilakukan oleh politisi, termasuk di dalamnya pencitraan di depan publik,” jelasnya. Yanto, sapaan akrabnya, juga menjelaskan terkait hal politik. Masyarakat tidak bisa mengusung atau mencalonkan kandidat karena hal itu merupakan ranah dari paratai politik sebagai pengusung. Maka dari itu, masyarakat harus cermat menentukan calo yang dipilih, khususnya yang memiliki track record baik dalam karirnya. “Karena secara konstitusional masyarakat tidak bisa mencalonkan, maka masyarakat memiliki tugas untuk menginvestigasi secara lebih lanjut nama-nama calon yang telah disodorkan. Harus jeli memilih calon yang punya riwayat baik dan siap menjadi representasi kepentingan publik,” tambahnya. Lebih lanjut, ia juga membahas mengenaik kampanye politik yang saat ini dibenturkan dengan pesatnya perkembangan media informasi teknologi. Salah satu efeknya adalah semakin kaburnya informasi realitas calon. Citra baik yang berusaha ditampilkan tidak selalu sama dengan apa yang sebenarnya terjadi. Hal inilah yang menimbulkan bias informasi di kalangan masyarakat, terkhusus anak muda yang tidak terpisah dari dunia digital. “Di lain sisi, banyak anak muda yang juga turut terjun dalam kontestasi politik sebagai bakal calon. Ini sah-sah saja karena tidak menyalahi aturan secara konstitusional. Anak muda memang diharapkan mampu menawarkan ide dan gagasan baru. Berfokus pada kebutuhan publik, serta mampu memberikan kontribusi riil yang dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya. Yanto menambahkan bahwa perpolitikan hari ini mengalami dua dilema besar. Di satu sisi, banyak bakal calon yang pragmatis dan tidak mewakili kepentingan publik. Sementara itu di lain sisi, para pemilih juga kurang mendapatkan edukasi dalam menggunakan hak suaranya dengan baik. Terlihat dari salah satu fenomena yakni “suara” yang mudah dibeli atau politik transaksional. “Dalam menghadapi dua dilema tersebut, perlu adanya dukungan media massa yang menjadi pilar keempat dalam demokrasi. Media massa harus memiliki independensi yang tinggi untuk melakukan investigasi mendalam terhadap track record bakal calon. Anak muda juga diharapkan dapat mengisi ruang-ruang tersebut demi menegakkan demokrasi yang adil,” pungkasnya mengakhiri. (lib/wil)