Puluhan Mahasiswa Asing Siap Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia di UMM

Puluhan mahasiswa asing yang berasal 13 negara di antaranya Jepang, Korea, Mesir, dan Hungaria resmi menjadi mahasiswa lembaga Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka dikukuhkan saat Opening Ceremony Mahasiswa BIPA UMM yang digelar Ruang Sidang Senat, Senin (9/9) pagi. Prof. Dr. Syamsul Arifin menyebut, UMM memiliki visi Internasional. Di antara indikatornya adalah UMM memiliki beberapa siswa dari luar negeri, dan memiliki hubungan baik dengan beberapa universitas luar negeri, dengan tujuan meningkatkan collaborative research dengan profesor-profesor luar negeri. “Saya berharap dengan adanya program beasiswa ini, bisa mengembangkan visi Internasional UMM,” lanjut Syamsul. Mahasiswa asing ini akan menempuh pendidikan selama satu tahun. Sepuluh bulan belajar bahasa, dan dua bulan melakukan Village Home Stay. Mereka akan tinggal bersama orang tua asuh. Selain itu pada kesempatan ini pula, para tim pengajar turut memperkenalkan diri dengan menggunakan beberapa pakaian adat yang dimiliki Indonesia. Seperti pakaian adat Jawa, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Lampung dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan keberagaman suku dan juga budaya Indonesia. Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, setelah satu tahun mahasiswa asing ini belajar bahasa dan budaya Indonesia, mereka umumnya sudah bekerja sebagai penerjemah. Bahkan sudah bekerja di beberapa perusahaan negaranya yang mempunyai hubungan dengan Indonesia. Seperti perusahaan Indonesia yang ada di negaranya. Dr. Arif Budi Wurianto, Kepala BIPA juga menyampaikan bahwa pihaknya juga tetap menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan para alumni BIPA. “Hal ini dilakukan karena kita juga akan melakukan kerjasama dengan universitas asal negara alumni-alumni BIPA UMM,” ungkapnya saat sambutan. (*)

Begini Kiat Menjadi Perawat yang Mendunia

Ahli keperawatan dari Universitas Negeri Jember, Ns. Tantut Susanto, M.Kep., Sp. Kep. Kom., PhD. menyebut, agar bisa menjadi perawat muda dan mendunia, mahasiswa harus mengenali talent dan passion. Ketika keduanya telah ditemukan, mereka perlu motivasi dan penyusunan goal atau tujuan apa saja yang ingin mereka raih. Selanjutnya, mereka juga harus melakukan aksi yang dibarengi dengan pembelajaran sepanjang hidup. Demikian disampaikan Guest Lecture di San Carlos University Filipina ini dalam gelaran kuliah tamu Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES-UMM) dengan tema “Perawat Muda, Mendunia”, Sabtu (7/9). Jika seseorang dapat menemukan talent dan passionnya, maka orang tersebut pasti akan memiliki nilai atau value yang berbeda dibandingkan dengan yang lain. Tantut juga menambahkan perlunya maintenance long life learner, di mana mahasiswa generasi Z, harus berkarya dan aktif untuk memajukan keperawatan. Tantut juga menyampaikan mengenai bagaimana perjalanan hidup dan karir sebagai seorang akademisi di bidang keperawatan. Tantut sendiri menyelesaikan jenjang pendidikan sebagai perawat diawali dari program diploma III Keperawatan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada tahun 1998. Setahun setelah mendapatkan pengalaman bekerja, Ia melanjutkan pendidikan kembali di Program Studi Sarjana dan Ners Keperawatan di Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Pada tahun 2005, Ia kemudian memulai karir nya sebagai akademisi di Universitas Negeri Jember. Program Magister Keperawatan dan Spesialis Keperawatan Komunitas telah Ia selesaikan dari Universitas Indonesia pada tahun 2011. Di tahun 2014, Tantut juga  mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri di jenjang Doktoral, yakni di Kanazawa University, Jepang. (*/can)

Ajak Anak-anak Diet Sampah Plastik Pakai Totebag

Banyak cara untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Salah satunya dengan mengkampanyekan penggunaan totebag atau kantung berbahan kain yang dapat digunakan berkali-kali. Kampanye yang dilakukan mahasiswa prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) patut dicontoh. Dengan tema “Revitalisasi Gerakan Berliterasi, Bersosial, dan Berbudaya” sekelompok mahasiswa yang tengah menjalankan praktikum melakukan kampanye anti kantong plastik melalui penggunaan kantung berbahan kain atau totebag. Sejak 5 hingga 6 September 2019 kemarin, anak-anak menjadi target kampanye peduli lingkungan ini. Berbeda dengan totebag pada umumnya, mahasiswa bersama Komunitas “Kampung Sinau” memberikan sentuhan seni pada desain, gambar juga tulisan. Sementara, untuk gambarnya, mahasiswa menggunakan teknik cukil. Tulisannya menggunakan tiga bahasa yaitu bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Teknik cukil dipilih karena mudah saat pengaplikasiannya ke media totebag yang bakal dilukis dan ditulis. Tidak hanya itu, teknik cukil juga dipilih lantaran mempermudah anak-anak dalam membuatnya. Karena sasaran kegiatan ini melibatkan secara langsung anak-anak didik Kampung Sinau, Kelurahan Cemorokandang, Malang. “Kegiatan ini merupakan sebuah gerakan kepedulian kami terhadap bahaya sampah plastik. Sekaligus mengajak masyarakat terutama anak-anak untuk menyebarkan semangat mengurangi kantong plastik” ujar Wenty selaku wakil ketua di Perpustakaan Kampung Sinau, usai melakukan kegiatan ini. (*/can)

Ada Kotak dan HIVI! di Hello Maba 2019

Ada tradisi baru di tiap penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Setidaknya untuk tiga tahun terakhir.  Usai penutupan Pesmaba tahun 2019 ini, UMM kembali memberi kejutan spektakuler dengan menghadirkan dua band asal ibu kota, Kotak dan HIVI!. Pada penutupan Pesmaba tahun 2017, misalnya. Dihadirkan Fathin Sidqia Lubis, juara ajang pencarian bakat X Factor Indonesia musim pertama. Ia hadir di Hall Dome UMM menghibur 7000 mahasiswa baru. Seisi Hall Dome UMM ikut bernyanyi saat Fathin membawakan cover lagu Bruno Mars yang berjudul “Grenade”. Tak kalah mengejutkan, pada penyelenggaraan Pesmaba 2018, pedangdut yang tengah naik daun saat itu, Via Vallen, sukses ‘menggoyang’ lapangan Helipad UMM dengan lagu-lagu yang tentu penonton hapal. Tak lupa, Meraih Bintang, judul lagu pamungkas yang merupakan official theme song Asian Games juga dibawakan. Tahun ini, di luar rangkaian Pesmaba UMM, para mahasiswa baru (maba) dan civitas akademika UMM juga dimanjakan melalui event khusus bertajuk Hello Maba 2019. Spesial untuk menghibur maba dan civitas akademika UMM, band Kotak dan HIVI! dapat hadir dalam formasi lengkap membawakan lagu-lagu andalannya. Hadir personil band Kotak, antara lain adalah Chua (bass), Cella (gitar), dan Tantri (vocal). Sementara, HIVI!, beranggotakan Neida Aleida (vokal), Ilham Aditama (vokal), Febrian Nindyo (vokal/gitar) dan Ezra Mandira (vokal/gitar). Masing-masing band berbeda genre (pop dan rock) ini perform dengan sangat maksimal. Dalam momen menggembirakan itu juga, personil kedua band mendapat gelar kehormatan dengan dinobatkan sebagai anggota keluarga kehormatan Kampus Putih, UMM. Hal itu ditandai dengan disematkannya jas kebanggan almamater UMM, merah maroon, kepada seluruh personil band Kotak dan HIVI!. Saat ditemui sebelum naik panggung, Chua Kotak mengaku punya kenangan khusus terhadap Muhammadiyah. Kehadiran Swasti Sabdastantri, nama lengkap Chua, di UMM mengingatkannya pada kenangan dan bagaimana Muhammadiyah mendidik para siswanya dengan semangat mencerdaskan anak bangsa. Ia sempat mengenyam pendidikan di SMA Muhammadiyah di Surabaya. “Meskipun cuma satu setengah tahun, tapi memang ajaran di sekolah itu open minded, teknologinya bagus, dan kita juga memang dituntut untuk beripikiran internasional. Jadi apa yang kita dapat itu bisa dipakai untuk ke depan,” ungkapnya. (can)

Kesiapan UMM Menuju World Class University

Kesiapan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam menerapkan 9 kriteria standart baru dalam penyelenggaraan akreditasi sesuai Peraturan Badan Akreditasi Nasional (PERBAN) Perguruan Tinggi,diwujudkan melalui Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI) pada Kamis (5/9) di ConventionHall Sengkaling UMM. Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari ini diikuti oleh 70 calon auditor dari PPS dan PS di lingkungan UMM dan calon auditor dari 15 Perguruan Tinggi mitra se Jawa Timur. Sebelumnya, Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) UMMtelah memiliki panduan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) tahun 2015. Dengan diterapkan sistem akreditasi baru, UMM melalui BPMItelah merombak SPMI tahun 2019 dengan memperhatikan indikator kinerja yang terdapat dalam PerBAN-PT, SN-DIkti, dan standart akreditasi internasional. Selain itu menambahkan menambahkan metode AMI dengan menerapkan managemen risiko. Rektor UMMFauzanmemberikan pengarahan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya menyamakan persepsi tentang audit.“Adanya kepastian dalam suatu proses itu menjadi penting karena akan menjamin quality continues improvement menuju World Class University,” papar Rektor UMM. Harapan Fauzan, para auditor ke depan bisa terus menerus menjadi penggerak dalam perbaikan di Program Studi masing-masing dan unit kerja di lingkungan UMM, sehingga komitmen UMM dalam penjaminan mutu menjadi tanggung jawab bersama. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Kepala BPMI menyampaikan proses pelatihan akan dilanjutkan dengan ujian bagi calon auditor sehingga yang lulus akan mendapat sertifikat sebagai auditor AMI. “Oleh karena itu, akan dilakukan pre test, praktek audit ke 10 PS di lingkungan UMM yang disiapkan menjadi sampel pada hari ketiga dan terakhir dilakukan post test,”papar Muslimin. Hadir sebagai pemateri adalah Tim Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM), Dr. Munawar Kholil, dan Sulisyadi, M.Ag., serta asesor BAN-PT Dr. Ainur Rofieq. Materi yang disampaikan meliputi  SPMI-AMI, Kelembagaan dan Dokumen AMI, Metode dan Teknik AMI, serta Studi Kasus/Analisis Temuan. (can)

Haru Mendikbud Menutup Pesmaba UMM 2019

“Hati saya sangat terharu menyaksikan Anda semua,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. saat membuka kuliah umum dalam gelaran Penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dilanjutkan Muhadjir yang juga merupakan Wakil Ketua Badan Pembina Harian UMM ini bahwa UMM tetap perkasa seperti sebelum-sebelumnya. “Saya datang ke sini untuk menyaksikan tujuh ribu lebih mahasiswa baru yang menatap masa depannya dengan optimis dan percaya diri,” sebut Muhadjir, Kamis (5/9). Muhadjir juga ingin melihat, mahasiswa UMM yang akan mewarisi tradisi punya karakter yang kuat, kerja keras, menatap masa depan dengan penuh optimis, dan itulah kalian semua,” kata Muhadjir, disambut riuh tepuk tangan mahasiswa baru Kampus Putih UMM yang memenuhi ruangan Hall Dome UMM. “Jangan lagi mendua. Inilah pilihan Anda yang sudah tepat. UMM adalah pilihan Anda yang paling tepat. Maka mulai sekarang, di dalam darah Anda mengalir darah UMM. Di dalam detak jantung Anda, ada detak jantung UMM. Di dalam hidup Anda, sekarang adalah ada kehidupan UMM,” ungkapnya dengan semangat. Menteri Muhadjir lantas spontan menggubah lirik lagu Sempurna, Andra and the Backbond, dengan mengganti diksi ‘kau’ dengan ‘UMM’. Sambil diiringi musik dadakan, Menteri Muhadjir lantas bersenandung, “UMM lah hidupku, lengkapi diriku. UMM, kau begitu sempurna,” nyanyiannya itu mengundang riuh tepuk tangan. Dengan berakhirnya kuliah umum oleh Mendikbud RI Muhadjir, berakhir pula seluruh rangkaian Pesmaba UMM 2019 yang diikuti 7611 mahasiswa baru. Baik rangkaian acara di tingkat universitas hingga program studi. Gelaran ini mengukuhkan Fakultas Kedokteran (FK) sebagai juara umum penyelenggara Pesmaba terbaik. (*can)

Pesan Rektor UMM Usai Gelaran Pesmaba 2019

Sejak tanggal 2 hingga 5 September 2019, 7611 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mengikuti rangkaian kegiatan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba). Dengan begitu, pada Kamis (5/9), mereka secara resmi menjadi bagian dari Generasi Jas Merah Kampus Putih, UMM. Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan, pasca ikut rangkaian Pesmaba ini, giliran masing-masing pribadi mahasiswa sendiri untuk menyiapkan diri menjadi mahasiswa sesungguhnya. Yakni dengan bermimpi menjadi orang yang sukses saat menjadi mahasiswa, terlebih juga sukses setelah menjadi mahasiswa. “Mudah-mudahan saudara-saudara para mahasiswa angkatan 2019 ini, akan dapat melanjutkan tradisi prestasi yang diraih civitas akademika UMM. Telah banyak prestasi yang diukir oleh mahasiswa UMM ini. Dalam setiap tahun, tidak kurang dari enam ratus jenis prestasi,” ungkap Fauzan di Hall Dome UMM, Kamis (5/9). Saudara yang hadir pada hari ini, yang baru saja mengikuti kegiatan Pesmaba 2019 ini, di antaranya adalah diperkenalkan dan dipersiapkan agar saudara mampu mengikuti jejak langkah senior-senior saudara. “Tentu harapan saya adalah saudara harus melebihi raihan-raihan prestasi senior-senior saudara,” ujar Fauzan. Di berbagai kesempatan Rektor Fauzan juga kerap berpesan, masa kuliah tiga tahun setengah hingga empat tahun tidaklah lama. Pada masa itulah sebenarnya kesempatan besar bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri menjadi orang besar, serta untuk menjadi orang yang bermanfaat di masa yang akan datang. “Sekali lagi kami berharap, saudara belajarlah dengan serius. Bermimpilah besar dan buanglah jauh-jauh rasa mengeluh, dan buanglah jauh-jauh alasan-alasan yang tidak produktif. Karena itu janganlah melangkah mundur. Mental buruk itu tidak boleh hidup di dalam benak, di dalam hati dan jiwa mahasiswa UMM,” katanya. UMM ingin mengantarkan mahasiswnya menjadi orang sukses. Oleh karena itu, ia para mahasiswa setelah ini mengikuti organisasi-organisasi yang telah disiapkan oleh kampus UMM. “Baik organisasi intra dan unit kegiatan mahasiswa lainnya, silahkan diikuti. Baik di tingkat universitas, sampai jurusan,” terangnya. Berbagai organisasi mahasiswa yang berjumlah kurang lebih 120 unit itu sebetulnya merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi mahasiswa UMM secara khusus. “Agar saudara-saudara bisa menjadi pemimpin. Tidak hanya dari satu pintu, tetapi dari berbagai pintu. Hingga akhirnya menjadi pemimpin sesunguhnya,” ungkapnya. “Tatap masa depan dan siapkan diri saudara untuk menjadi orang sukses ketika menjadi mahasiswa, apalagi sukses setelah menjadi mahasiswa. Student today, Leaders Tomorrow!” tandas Rektor Fauzan di hadapan 7611 mahasiswa UMM yang terdiri dari 93 orang mahasiswa asing yang berasal dari 24 negara. (*can)

Tradisi 5C yang Wajib Diamalkan Mahasiswa UMM

Menteri Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia (Mendikbud RI) didapuk mengisi kuliah tamu dalam gelaran penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam paparannya, Muhadjir menaruh harap agar mahasiswa UMM dapat menjadi pemimpin di masa depan. Pasca itu, Muhadjir lantas menyampaikan tradisi UMM yang terangkum dalam ‘5C’.  Pertama, yaitu critical thinking atau kemampuan berpikir kritis. Kedua, yakni communication skill atau kemampuan berkomunikasi. “Supaya bisa terampil berkomunikasi dengan baik, maka anda harus rajin baca,” kata dia. Tidak melulu membaca aplikasi penyampai pesan WhatsApp saja, bahkan harus dikurangi. “Apalagi sekarang banyak hoax. Maka harus diimbangi dengan membaca buku, literature. Baik itu melalui buku-buku yang tercetak, maupun buku-buku yang ada di dunia maya atau virtual books,” pesan Rektor UMM periode 2000-2016 ini. Yang kedua untuk memiliki keterampilan communication skill, mahasiswa UMM harus pintar bicara. “Karena itu kalau di dalam kelas, sebaiknya guru sedikit bicara, justru mahasiswanya yang harus banyak bicara. Ada dialog, ada debat, ada diskusi, agar membikin anak-anak memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik,” ujarnya. Yang ketiga, mahasiswa harus rajin menulis. Mulai dari yang ringan-ringan sampai yang berat-berat. Menurut Muhadjir, karena dengan tiga modal inilah, seseorang akan bisa memiliki keterampilan berkomunikasi. “Kalau anda baca saja tanpa bicara, orang tidak tahu apakah sebetulnya Anda pintar atau tidak,” lanjutnya. Jangan dilupakan, untuk mendukung communication skill juga dibutuhkan penguasaan bahasa asing. Muhadjir menekankan, paling satu bahasa asing. Apakah bahasa Inggris atau Mandarin. Karena masa depan dunia, nantinya akan didominasi oleh Asia. Dan yang menjadi leading sektornya adalah China. Dunia, sambung Muhadjir, akan bergeser dari dominasi Eropa ke Asia. Dari Atlantik, akan bergeser ke Pasifik. “Dan Indonesia adalah merupakan negara yang akan bangkit di tahun 2045. Dan yang membangkitkan siapa? Tak lain adalah kalian semua. Kalian di 2045 ada di usia produktif,” terang Menteri Muhadjir. Tradisi yang ketiga yakni collaboration atau bekerjasama. Dilanjutkannya bahwa berkompetisi penting, tetapi dunia sekarang menuntut adanya kerjasama satu sama lain. “Bahkan sekarang orang bisa menjadi kaya raya karena mampu menghimpun kerjasama tanpa perlu modal tanpa perlu alat. Contohnya Gojek,” contohnya. Bos Gojek, tidak memiliki satupun sepeda motor. Tapi penyedia aplikasi berbasis jasa ini bisa merangkul  pemilik sepeda motor untuk berbisnis bersama. Dan bos Gojeklah yang paling kaya, dialah yang paling untung. Ini adalah contoh anak muda berhasil. “Saya ingin nanti banyak lahir anak muda yang seperti ini,” sebutnya. Tradisi keempat, yakni creativity atau kreatifitas. Hal ini ditunjukkan sepanjang waktu dengan cara membuat terobosan dan menemukan sesuatu yang baru.”Di Muhammadiyah, tradisi kreatif sudah dimulai sejak KH Ahmad Dahlan, yakni dengan membuat sistem pendidikan modern pada zamannya,” kata Muhadjir. Tradisi yang kelima atau terakhir yakni confidance atau percaya diri. Selain berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi, kolaborasi atau kerjasama, dan kreativitas mahasiswa UMM juga wajib kepercayaan diri tinggi. Tuntutan percaya diri ini untuk bisa bertahan dan menjadi pemenang di era 4.0 yang penuh kompetisi. (*can)

Fikes UMM Bikin Moon Charity untuk Disabilitas

Mengusung tema Moon Generation, yaitu Morality, Open Minded, Optimis, dan Nasionalis, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ingin mengangkat isu-isu nasional yang sedang berkembang. Tidak hanya dari dalam kampus, pemateri juga didatangkan dari instansi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan edukasi dan pencegahan narkoba, juga TNI untuk penerapan kehidupan bernegara yang baik di lingkup kampus dan masyarakat. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fikes UMM M. Dodik Prastiyo menjelaskan bahwa dalam Pesmaba kali ini juga diadakan Moon Charity dengan mendatangkan narasumber dari Adi Gunawan Institut. “Ada penyerahan donasi sebagai bentuk aksi sosial yang dilakukan maba Fikes,” ujarnya di sela penyelenggaraan Pesmaba Fikes yang diikuti kurang lebih 700 mahasiswa baru (maba). Sebagai informasi, Adi Gunawan Institut merupakan lembaga yang menaungi difabel, khususnya tunanetra. Tujuan diadakannya charity adalah untuk menanamkan rasa syukur kepada para maba dan juga bisa diterapkan di kehidupan masyarakat. “Utamanya (lebih peduli) dengan disabilitas,” imbuh Dodik di hari ketiga, Rabu (4/9), penyelenggaraan Pesmaba. Lebih jauh, penyelenggaraan kegiatan Pesmaba Fikes UMM digelar untuk mencetak generasi penerus bangsa yang bermoral, memiliki wawasan luas dan tertanam jiwa optimisme keapda maba dengan selalu mengutamakan rasa nasionalisme yang tinggi. (can)

Pesmaba UMM Dimanfaatkan untuk Kampanye Hijau

Momen Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) rupanya dimanfaatkan untuk kampanye hijau. Dari tingkat universitas hingga tingkat program studi, didorong untuk kampanye mengurangi penggunaan sampah plastik dan lainnya. Di akun resmi UMM @ummcampus, digelar kompetisi Photo Contest melalui tanda pagar #DietSampahPlastik dan #DimulaidariKamu. Kompetisi dimulai, Senin (1/9) hingga ditutup Jumat (5/9). Para mahasiswa baru diminta menggugah foto saat berbuat kebaikan untuk lingkungan di feed Instagram. Foto diambil di lingkungan UMM saat kegiatan pesamaba. Di samping itu, foto juga harus disertai captions menarik dan tanda pagar #DietSampahPlastik, #DimulaidariKamu, dan #PesamabaUMM2019. Akan diambil pemenang favorit dari likes terbanyak. Di FISIP misalnya, dengan memberikan tumbler, seluruh panitia mengajak mahasiswa baru untuk mengurangi pemakaian botol plastik sekali pakai dan juga mengajak untuk lebih bijak dalam menggunakan plastik. Selain itu panitia juga menyediakan kantong sampah di beberapa titik area sekitar lokasi. Kampanye ini sebagai ajang peduli lingkungan dan menumbuhkan rasa sadar terhadap pengggunaan plastik. Tak hanya sebatas aksi penggunaan tumbler dan buang sampah di tempatnya. Pada agenda pembukaan, aksi kolosal formasi flashmob mahasiswa baru juga dilakukan tanpa menggunakan kertas atau biasa disebut papermob. Gradasi warna yang tampak, berasal dari atribut yang melekat di tubuh. Misalnya jas almamater, pakaian putih, serta topi. Konfigurasi flashmob ini menghasilkan sejumlah formasi indah nan apik. Beberapa formasi itu antara lain logo Muktamar Muhammadiyah ke-48, logo HUT Ke-74 RI dengan tema; SDM Unggul Indonesia Maju, dan formasi dari sketsa Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 UMM. Secara khusus, flashmob ini dipersembahkan untuk menyambut perhelatan akbar 5 tahunan Muktamar Muhammadiyah ke-48. Muktamar dihelat di tanggal 1 hingga 5 Juli 2020 yang dipusatkan di UMS Surakarta. (can)