Galakkan Program UMM PASTI, LSP Adakan Kerjasama Dengan BNSP

Untuk memberikan penguatan gerak langkah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mendorong program UMM Pasti, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Selasa (17/4) sore mengadakan penandatanganan kesepahaman bersama dan kuliah tamu dengan pemateri  Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Ir Sumarna F Abdurahman, M.Sc. Berlangsung di Theater Dome UMM, acara tersebut dihadiri oleh kepala biro, kepala program studi, pejabat struktural kampus dan mahasiswa. “Kami punya program UMM Pasti. Pertama, kepastian bahwa alumni kampus ini bisa lulus 3,5 maksimal 4 tahun. Pasti yang Kedua, UMM menjamin mahasiswa yang lulus pasti bekerja,” ujar Rektor UMM Drs. H. Fauzan, M.Pd Salah satu upaya untuk menindaklanjuti hal tersebut adalah dengan diadakannya program Sertifikasi kompetensi yang dicanangkan UMM melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Rektor UMM menyebutkan bahwa, hadirnya LSP di UMM adalah untuk memberikan fasilitas dalam rangka penguatan gerak langkah UMM untuk mengantarkan  mahasiswa agar mahasiswa yang lulus dari UMM pasti bekerja. “Dan penandatanganan kesepahaman ini adalah salah satu jalan untuk mewujudkan hal itu,” ungkapnya. Kepala BNSP, Ir Sumarna F Abdurahman, M.Sc mengatakan, Sertifikasi kompetensi sendiri pada dasarnya adalah program inti yang dilakukan oleh  BNSP. Sertifikasi ini merupakan proses pemberian sebagai pengakuan penguasaan yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standart kompetensi nasional Indonesia. BNSP di dalam proses melakukan uji ini memberikan lisensi kepada beberapa jenis LSP  dengan mengacu pada ISO/IEC 17024:2012 (2003). LSP UMM sendiri termasuk kepada kategori LSP 1 yakni, LSP yang diselenggarakan oleh perusahaan/organisasi maupun instansi pendidikan. Dengan adanya sertifikasi tersebut nantinya seseorang akan mendapatkan pengakuan kompetensinya yang dapat digunakan untuk meningkatkan jenjang karir, baik dalam ranah nasional maupun Internasional. “Saya Sangat optimis UMM kedepannya akan dapat berjalan sesuai dengan filsafat Sang Surya, yakni memberikan penerangan ditengah kegelapan, khususnya dibidang ketenagakerjaan,” tegas Ir. Sumarna. (Humas UMM)

Lulusan D3 Perbankan UMM Siap Jadi Mentor Investor Tingkat ASEAN

Meningkatnya iklim investasi di Indonesia membuat Indonesia banyak dipercaya oleh beberapa negara lain untuk mulai membangun usaha baru. Hal tersebut menjadikan pemerintah melalui lembaga penjamin keamanan dalam penyelenggaran jasa keuangan harus bekerja cerdas dan taktis. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga yang dibentuk untuk menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap seluruh kegiatan di dalam  sektor jasa keuangan baik sektor perbankan maupun non-perbankan, terus bergerilya untuk mengedukasi masyarakat. Salah satunya adalah dengan edukasi literasi keuangan  dan inklusi keuangan. Sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendidikan Diploma III (D3) Keuangan dan Perbankan, kali ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terpililih sebagai partner kerjasama dalam mensosialisasikan hal tersebut. Ketua Jurusan D3 Keuangan dan Perbankan Syamsul Hadi menyatakan bahwa penyebaran literasi dan inklusi keuangan ini adalah tugas bersama. Hal ini penting dilakukan, khususnya untuk membangun kepercayaan masyarakat pada penyedia jasa keuangan. “Seminar ini menjadi titik mulai para akedimisi untuk bersama menyebarkan  literasi dan inklusi keuangan guna meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap penyedia jasa keuangan,” tandasnya pada Seminar Keuangan dalam Upaya Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di UMM, Selasa (17/4). Menegaskan Syamsul, Kepala OJK Malang Widodo menyampaikan bahwa keterlibatan institusi pendidikan dalam proses edukasi literasi keuangan  dan inklusi keuangan penting adanya. “OJK menggandeng kampus sebagai salah satu lembaga pendidikan yang juga ikut bertanggungjawab tentang hal ini,” tandasnya. Dalam agenda ini, turut diundang beberapa pegiat Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitar Malang Raya dan Kota Batu yang sebelumnya telah mendapatkan edukasi dasar tentang perencanaan keuangan dalam permodalan UKM oleh mahasiswa UMM D3 Keuangan dan Perbankan FEB UMM. Salah satu pelaku UKM yang memproduksi Shuttlecock Ani Setyanti mengaku, sangat diuntungan dengan kehadiran para mahasiswa tersebut ke tempat usahanya. “Kemarin ada mahasiswa dari D3 Keuangan dan Perbankan datang ke tempat usaha saya dan ngasih gambaran tentang gimana cara mengolah keuangan,” jelas pengusaha asal Lawang ini senang. Sementara itu, sebagai tempat dilahirkannya akademisi bidang Keuangan dan Perbankan, FEB UMM tengah bersiap menjadi penyelenggara pendidikan bidang Ekonomi dan Bisnis tingkat ASEAN. Dekan FEB Idah Zuhroh mengutarakan kesiapan FEB UMM untuk segera meningkatkan kualitas dan kapabilitas sumber daya manusia yang lahir dari fakultas ini. “Sudah saatnya FEB UMM bersiap melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menjadi lembaga pendidikan berstandar ASEAN,” urai Idah. Sementara itu, menurut Kepala Laboratorium D3 Keuangan dan Perbankan Eris Tri Kurniawati acara ini menjadi langkah taktis dalam mengedukasi mahasiswa untuk memulai berbisnis melalui investasi. “Kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi kami untuk mulai mengedukasi mahasiswa menjadi seorang investor,” ungkap Esti. Kegiatan yang akan berlangsung sejak Selasa hingga Rabu (17-18/04)  ini menghadirkan beberapa lembaga jasa keuangan di bawah naungan OJK diantaranya Bank Muamalat Malang, Indonesia Stock Exchange (IDX) Surabaya, Prudentail Life Assurance Malang, Pegadaian Malang, serta BPJS Malang. Lembaga-lembaga tersebut akan menandatangani nota kerjasama dengan FEB UMM sebagai langkah awal jalinan kerjasama. (nis/sil)

PUSAM UMM Ajak Tilik Lebih dalam “Kehidupan Syariah” di Aceh

Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme Universitas Muhammadiyah Malang (PUSAM UMM) dan The Asia Foundation menggelar acara Peluncuran Buku dan Diskusi bertajuk Syari’ah dan HAM: Belajar dari Pengalaman Aceh bertempat di RSS UM, Senin (16/4). Dalam hal ini, PUSAM UMM mendatangkan 4 pembicara sekaligus, yaitu Budhy Munawar-Rachman dari The Asia Foundation, Ruhaini Dzuhayatin Ketua Komisi HAM Organisasi Kerjasama Islam 2012-2014,  M. Alkaf yang merupakan dosen IAIN Cot Kala-Langsa Aceh, dan Noviandy Dosen IAIN Cot Kala-Langsa Aceh yang juga merupakan salah satu penulis buku Perempuan dan Hak Asasi Manusia. Sebagai pembicara pertama, M. Alkaf yang merupakan dosen IAIN Cot Kala-Langsa Aceh,  memaparkan sejarah tentang munculnya syari’at Islam di Aceh. Menurutnya, di tahun-tahun awal 45 setelah proklamasi kemerdekaan, saat Indonesia masih menjadi republik muda, Bung Karno yang dalam perjalanannya ke seluruh wilayah Indonesia termasuk Aceh, meminta bantuan kepada seorang ulama besar Aceh yaitu Daud Beureuh. Kepadanya Presiden pertama RI tersebut meminta agar Aceh turut serta membantu mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. “Setuju dengan hal tersebut, Daud Beureuh mengajukan syarat bahwa setelah perang selesai Aceh harus bisa menerapkan syari’at islam,”urai Alkaf. Membahas hal yang lebih lebar, dosen IAIN Cot Kala-Langsa Aceh yang juga salah satu penulis buku Perempuan dan Hak Asasi Manusia “Narasi Agama dalam Imajinasi Negara Bangsa di Aceh” Noviandy menjelaskan tentang kerekatan budaya dan agama di Aceh. Noviandy menguraikan, agama dalam masyarakat Aceh berada dalam kehidupan budayanya. Karena itu, langkah kehidupan masyarakat Aceh ditentukan oleh syari’at. “Dan budaya tersebut adalah bagian dari syari’ah itu sendiri,”pungkasnya.(war/sil)

Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Kedokteran, TBMM Nurul Qolbi Gelar Seminar Sirkumsisi

Sirkumsisi atau yang biasa dikenal dengan istilah khitan merupakan salah satu kompetensi yang harus bisa dilakukan oleh dokter dan perawat, termasuk melakukan diagnosis serta penatalaksanaan untuk bedah minor tersebut. Sirkumsisi sendiri wajib dilakukan oleh kaum pria, khususnya bagi mereka yang memeluk agama samawi. Terlepas dari ajaran agama, sirkumsisi juga memiliki banyak manfaat dari segi medis diantaranya yakni mengurangi resiko kanker penis dan dapat mengurangi resiko infeksi saluran kemih. Pria yang sudah melakukan proses sirkumsisi akan lebih mudah membersihkan area intimnya karena tidak adanya kulup yang menutupi, sehingga kebersihannya lebih terjaga. Mengingat pentingnya sirkumsisi, Lembaga Semi Otonom (LSO) Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Nurul Qolbi Fakultas Kedokteran UMM menggelar seminar dan workshop (semwork) Sirkumsisi 2018 bertajuk The ACT of Circumcision, Active comprehensive integrative. Berlokasi di Aula GKB 4 kegiatan ini dilaksanalan pada Minggu(15/4). Peserta seminar tidak hanya terdiri dari kalangan mahasiswa, namun juga tenaga medis yakni dokter, perawat dan masyarakat umum yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Hadir sebagai pemateri dalam acara ini yakni dr. Thontowi Djauhari NS,Mkes, dr. Moch. Aleq Sander, M.Kes, Sp.B, FINACS, dan Ns. Faqih Ruhyanudin, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB, dengan moderator dr. Aulia Syafitri Damayanti. Muhammad Faiz Hermawan, ketua pelaksana dari Semwork ini mengatakan bahwa dalam kegiatan ini peserta tidak hanya mendapatkan materi seputar sirkumsisi dan teknik-tekniknya, namun juga melihat secara langsung seperti apa proses sirkumsisi yang benar yang akan dipraktikkan oleh tenaga ahlinya. “Harapannya melalui semwork ini kita bisa sama-sama bisa mengetahui tentang teknik-teknik sirkumsisi yang terbaru, dan mengetahui bagaimana proses sirkumsisi yang benar. Nantinya, sepuluh orang peserta akan dibagi dalam satu kelompok dan akan mempraktekkan secara langsung dengan menggunakan mannequin dengan didampingi tenaga ahli,” ujar faiz dr. Thontowi Djauhari NS,Mkes, selaku Pembina TBMM Nurul Qolbi FK UMM yang juga hadir sebagai pemateri menuturkan bahwa apapun teknik yang dipilih dalam melakukan sirkumsisi pada prinsipnya yang harus diperhatikan adalah terkait hal kebersihan sebab jika tidak, maka akan muncul kasus-kasus yang dapat membahayakan pasien kedepannya. dr. Thontowi menjelaskan, selain teknik konvensional beberapa teknik yang bisa digunakan dalam praktek sirkumsisi adalah teknik laser atau flash cutter, klamp, dan bipolar tech. “Apapun teknik sirkumsisi yang dipakai tidak ada jaminan bahwa pasien tidak akan mengalami rasa sakit, karena pada dasarnya semua luka butuh proses pemulihan,” tandasnya. Selain itu, dr Thontowi juga berpesan bahwa sebagai tenaga medis salah satu faktor pendukung yang juga harus diperhatikan dalam melakukan sirkumsisi adalah faktor psikologi dan psikososial. “Edukasi pada keluarga pasien sangat penting untuk membantu proses pemulihan dan supaya pasien tidak mengalami trauma pasca dilakukannya sirkumsisi tersebut,”pungkasnya. (Humas UMM)

Kupas Pengelolaan Air Minum Berbasis Komunitas, Kaprodi Sosiologi UMM Raih Gelar Doktor di Jepang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga pendidiknya, salah satunya dengan memberikan dukungan penuh kepada dosen-dosen untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Seperti baru-baru ini, Rachmad K.Dwi Susilo,M.A., P.hD., dosen sekaligus Ketua Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM berhasil menyelesaikan program doktornya di salah satu universitas paling prestisius di Jepang, Hosei University. Rachmad beserta 13 doktor lainnya dari Hosei University diwisuda pada tanggal 24 Maret 2018 di Nippon Budokan Hall, Tokyo, Jepang. Berawal dari perkenalannya dengan dua professor asal Jepang, Aoki Takenobu, P.hD dan Prof.Ikeda Kanji ketika sedang mengambil magister di Yogyakarta pada tahun 2008, Rachmad kemudian mendapatkan rekomendasi dari keduanya untuk melanjutkan studi di Jepang melalui Ronpaku program dari Japan Society for the Promotion of Science (JSPS). Ronpaku program adalah salah program beasiswa yang ditawarkan Jepang kepada mahasiswa asing untuk menyelesaikan disertasi di salah satu universitas di Jepang yang sudah ditunjuk oleh JPSS. “Saya kuliah S3 sejak tahun 2014 dan lulus tahun 2018,”ujarnya. Di Hosei University, Rachmad  mengambil jurusan Social Governace di Fakultas Public Policy and Social Governance. Ia mengambil disertasi tentang “Sociological Study on Grassroots Conservation Movement After Reformation Era” dan melakukan field research atau riset lapangan di desa Bumiaji, Batu tentang pengelolaan air minum berbasis komunitas. Bersama-sama dengan masyarakat, Rachmad merangkul semua golongan untuk menjadi stake holders (pemangku kepentingan) di daerahnya. Menurut Rachmad, selama ini pemerintahan lebih condong ke arah Government Center. Padahal seharusnya setiap elemen masyarakat dilibatkan baik dalam mengambilan keputusan kebijakan publik maupun dalam menjaga keasrian lingkungan. “Kita harus memperlambat degradasi lingkungan di sekitar  dan berkontribusi penuh terhadap penyelamatan lingkungan. Karena sejatinya sosiologi adalah untuk masyarakat,”tambahnya. Kedepannya, untuk menindaklanjuti hasil disertasinya Rachmad ingin membangun sebuah kekuatan lingkungan berbasiskan amar ma’ruf nahi munkar. Menurutnya, baik buruk lingkungan tergantung seberapa jauh kita melakukan amar ma’ruf. Amar Ma’ruf yang dimaksud adalah penghijauan, penanaman pohon, buang sampah pada tempatnya, daur ulang, dan mengurangi penggunaan zat-zat yang dapat merusak lapisan ozon.  “Amar ma’ruf saja tidak cukup karena banyak sekali orang yang mengeksploitasi lingkungan. Untuk itu, kita perlu nahi munkar yaitu mencegah agar kebijakan-kebijakan yang dibuat pro lingkungan,”tambahnya.  (Humas UMM)

Menang Lomba Debat MPR, UMM Jadi Tuan Rumah Debat MK RI

Menjadi sebuah kebanggaan bagi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) atas kepercayaan yang diberikan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Debat Konstitusi Nasional RI. Kegiatan yang diselenggarakan di empat ruangan di GKB IV UMM lantai 8 tersebut dilaksanakan selama 3 hari mulai (10-12/4). “Kepercayaan ini sebenarnya tidak mudah diraih karena kebiasaannya pada beberapa tahun yang lalu penyelenggara acara debat ini biasanya dari PTN (Perguruan Tinggi Negeri.red). Alhamdulillah saat ini UMM mendapat kepercayaan untuk menjadi penyelenggara acara debat MK,” ungkap Dr. Haris Thofly, S.H,. M. Hum. selaku ketua panitia debat konstitusi MK. Wujud dari kepercayaan itu menururt Haris, salah satunya muncul karena beberapa waktu yang lalu diajang yang sama besarnya yakni Debat MPR RI se-Jawa Timur, UMM menjadi satu-satunya PTS yang mengikuti lomba debat se-Jawa Timur dan meraih juara 1. “Sesungguhnya acara ini adalah untuk memberi ruang perbedaan pendapat bagi mahasiswa tentang konstitusi yang ada ini dengan cara-cara konsumtif, maksudnya melalui perdebatan yang sedemikian rupa dan regulasinya,”tambah Haris. Pada ajang debat konstitusi ini, ada sekitar 160 universitas yang mendaftar. Sedangkan yang lolos dari seleksi tersebut sekitar berjumlah 24 universitas, baik dari PTS maupun PTN dengan total peserta seluruhnya sejumlah 96 orang. Dalam lomba debat ini diambil pemenang Juara 1,2 dan 3 lalu bagi tim yang lolos sampai delapan besar akan mengikuti debat tingkat seri nasional di Jawa Barat dan akan melawan beberapa tim yang lolos delapan besar di Jawa Barat dan Jawa Tengah ditengah. “Selain sukses dalam penyelenggaraan acara, sukses juga bagi tim UMM dapat meraih prestasi dan dapat mengikuti ajang delapan besar di Jawa barat nantinya,” ujar Haris Thofly. Salah seorang peserta delegasi dari Universitas Surabaya (Ubaya) bernama Michelle mengungkapkan dirinya sering mengikuti kompetisi debat kali ini. Ia yang datang bersama anggota tim lain yakni Safira dan Hudson mengaku lomba ini terlihat seperti kompetisi akbar. “Sehingga delegasi dari tiap-tiap universitas juga bagus-bagus semua dan baru penyisihan aja persaingan itu sudah terjadi sangat ketat sekali,” pungkas Michelle. (nas/sil)

Luncurkan Aplikasi Kekinian, Muhammadiyah Siapkan Digitalisasi Sumberdaya Kader

Seiring dengan perkembangan jaman, isu, dan tantangan global, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang memiliki jumlah kader dalam skala besar siap melahirkan kader-kader penerus bangsa. Melalui agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke II yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Majelis Pendidikan Kader (MPK) Muhammadiyah mengusung tema Penguatan Kaderisasi Menuju Transformasi Sumberdaya Kader. Tema tersebut dirancang sebagai bentuk respons Muhammadiyah terhadap dinamisme perubahan tatanan sosial yang dapat merubah sistem pengkaderan Muhammadiyah itu sendiri. Ketua MPK Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ari Anshori menyatakan bahwa kader Muhammadiyah harus disiapkan untuk menghadapi Revolusi Industri yang saat ini secara masif turut merubah kebutuhan kualitas sumber daya manusia. “Pengkaderan Muhammadiyah tidak hanya sekedar sebagai jalan dakwah Muhammadiyah, namun juga harus sebagai lahan peningkatan kualitas sumber daya kader itu sendiri,” tegasnya. Sebagai salah satu langkah mempermudah proses kaderisasi Muhammadiyah, hari ini Jumat (13/04) MPK resmi meluncurkan aplikasi berbasis digital Sistem Pengkaderan Muhammadiyah (SPM). Aplikasi yang dikembangkan oleh Sekolah Tinggi Manajemen Informatika (STMIK) Muhammadiyah Jakarta ini merupakan upaya untuk meningkatkan sistem transformasi pengkaderan Muhammadiyah saat ini. Menurut Faiz Rafdhi, aplikasi ini dirancang sebagai pembuka jalan bagi kader-kader Muhammadiyah atau non-kader Muhammadiyah yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut tentang sistem kaderisasi di Muhammadiyah. “Aplikasi ini dibuat untuk membuka jalan bagi siapapun yang ingin mengenal Muhammadiyah,” jelas Ketua Bidang Jaringan MPK PP Muhammadiyah tersebut. Kegiatan Rakernas II MPK PP Muhammadiyah ini akan berlangsung selama tiga hari, yakni Jumat hingga Minggu (13-15/4).  Rakernas tersebut juga dijadwalkan akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Muhadjir Effendy pada agenda stadium general dengan tema Strategi Pengembangan Sumberdaya Manusia. (nis/sil)

Kalahkan Ubaya, UMM Rebut Juara 1 Debat Konstitusi Nasional MK RI

Keluar sebagai Juara 1 Nasional, Tim Debat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengaku telah mempersiapkan diri secara matang. Tidak hanya itu, salah satu anggota tim debat Ratu Julhijah menyampaikan bahwa timnya juga sangat optimis akan menduduki peringkat pertama sebagai bonus usaha yang telah dilakukan Tim Debat UMM. “Semua yang sudah kita lalui ini adalah bonus atas perjalanan dan usaha semua yang terlibat dalam proses kami,” tegas Pembicara Kedua Tim Debat UMM tersebut. Ditutupnya rangkaian acara Kompetisi Debat Konstitusi yang dibuka pada Selasa (10/4) mempertemukan  tuan rumah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Surabaya (Ubaya) pada babak Grand Final. Setelah unggul mutlak saat menghadapi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Tim UMM melenggang dengan percaya diri maju ke babak penentuan akhir. Pada babak ini dihadirkan tiga belas ahli hukum untuk menilai adu argumen antara UMM dan Ubaya dari berbagai universitas bergengsi di Indonesia diantaranya UMM, Universitas Andalas (Unand), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Tarumanegara (Untar). Maju sebagai tim Kontra, Tim UMM menyampaikam argumen dengan penampilan yang meyakinkan, tegas dan lugas. Mereka membawa misi bahwa penyelesaian persoalan anormal yang melibatkan warga negara dapat diselesaikan dengan norma-norma sosial yang ada di tengah masyarakat, tanpa harus dengan tergesa-gesa membuat pidana hukum bagi pelaku. “Pidana hukum merupakan tindakan akhir dan tegas untuk menyelesaikan suatu persoalan yang belum bisa diselesaikan dengan norma-norma yang berlaku di tengah masyarakat itu sendiri,” jelas Holly Muridi Zham-Zham selaku Pembicara Pertama dari Tim UMM. Menanggapi pernyataan tersebut, Tim Ubaya menyatakan keberpihakannya pada tema Grand Final Debat Konstitusi, yakni Pidana Bagi Pelaku Kejahatan Seksual di Luar Nikah. Pembicara Pertama Tim Ubaya menyampaikan bahwa  hukum pidana merupakan hukum istimewa yang dapat mengangkat Hak Asasi Manusia (HAM). “Keberadaan hukum pidana dapat mengangkat HAM yang merupakan tujuan utama keberadaan hukum tersebut,” jelasnya. Kesiapan Tim UMM untuk menjadi juara telah dipertegas oleh Sholahuddin Al-Fatih selaku pembina tim debat UMM. Ia menyatakan bahwa ia tidak lagi meragukan kemampuan anak didiknya. Ia  meyakini hal tersebut setelah tim debat UMM sukses merebut jajaran juara pada kompetisi debat MPR yang dilaksanakan di Surabaya. “Saya secara pribadi sangat-sangat optimis anak-anak saya akan mendapatkan jajaran juara pada kompetisi ini,” tegas Sholahuddin. Sementara itu, keluar sebagai Juara 2 adalah Ubaya dan Juara 3 adalah Unhas. Diumumkannya juara-juara ini menutup seluruh rangkaian acara tahunan yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia (RI) dan sekaligus menjadi prestasi gemilang bagi UMM sebagai tuan rumah acara ini. (nis/sil)

UMM Press Ajak Dosen Intip Besarnya Peluang Pasar Buku Ajar

Buku ajar menjadi salah satu karya dunia pendidikan yang memberikan pengaruh besar terhadap kualitas keilmuan mahasiswa. Sayangnya, di Indonesia masih banyak problem yang membuat jumlah buku ajar masih minim. Beberapa diantaranya adalah banyaknya buku ajar yang ditulis alakadarnya seperti makalah, resume dan justru hanya berisi hasil riset  yang masih diolah dengan format yang konvesional. “Selain itu, penulisannya seringkali hanya sebatas memenuhi kebutuhan akademik semata,”ujar Direktur Intrans Publishing Luthfi J. Kurniawan pada gelaran Pengayaan Penulisan Buku Ajar/Teks yang digelar oleh Universitas Muhammadihah Malang (UMM) Press dan Direktorat Penelitian  dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM di RSS UMM, (Rabu 12/4). Hal ini sangat disayangkan, karena menurut Luthfi buku ajar di Indonesia sebetulnya memiliki pasar yang lumayan. Hanya karena beberapa hal yang kurang dimaksimalkan, buku ajar kerap gagal keluar sebagai best seller.  “Perspektif penerbitan kampus dan di luar kampus sangat berbeda. Kalau di kampus biasanya tidak berfikir soal bisnis atau cash flow. Secara konten ok, tapi berkaitan dengan pasar tidak. Untuk marketing memang dibutuhkan perlakuan-perlakuan yang cukup serius,”tambahnya. Tidak hanya soal marketing, disain dan pemaparan isi bukuajar/teks juga perlu menjadi perhatian para dosen penulis buku ajar. Hal tersebut penting, mengingat keseimbangan antara wajah/judul, lead/pendahuluan, isi dan kesimpulan atau penutup juga turut menentukan menariknya buku bagi pembaca. “Ini harus seimbang, misalnya dengan perbandingan wajah, pendahuluan sekitar 10 persen,  isi yang diibaratkan sebagai tubuh 80 persen, dan kesimpulan atau penutup 10 persen juga,”ujar Staf Ahli Penerbitan UMM Yunan Syaifullah. Pada kesempatan tersebut Yunan juga menyampaikan bahwa pembiayaan yang disediakan berbagai pihak, mulai internal hingga eksternal sangat banyak, Sampoerna Foundation misalnya. Hanya saja, persoalan yang masih kerap muncul menghadang para penulis buku ajar adalah penyajian proposal pengajuan buku yang menarik. “Hanya persoalannya adalah ketika kita mengajukan pendanaan luar kampus kuncinya yang pertama adalah proposal dan ini yang dinilai utamanya dalah cover. Akan baik, jika ada klinik  khusus untuk para penulis dalam visualisasi cover,” tandasnya. Di akhir Yunan menyampiakan, bebrapa hal lain yang harus menjadi perhatian adalah dalam buku ajar adalah judul yang menarik, kata pengantar atau prolog dimana penulis menggunakan synopsis singkat dengan isi maksimal enam halaman, daftar isi buku lengkap, bahasan isi (dialog) dilengkapi pengantar isi bahasan, isi bahasan utama serta evaluasi bahasan. Hal lain yang juga perlu disertakan adalah indeks, daftar pustaka lengkap dan daftar riwayat penulis. “Jangan lupa cek autoplagiasi juga, ini sekarang dapat dilakukan penulis sendiri dengan bukti print out statistiknya yang diajukan bersama hardcopry naskah sebanyak dua ekslempar,”pungkasnya. (sil)

Jadi Panelis, Rektor UMM Pertanyakan Jurus Paslon Cagub-Cawagub Jatim Agar Usia Produktif Lebih Berkualitas

Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) sudah semakin dekat. Serangkaian ritual untuk menuju pesta demokrasi di Jawa Timur (Jatim) menjadi lebih ramai lagi. Salah satunya dengan diadakannya Debat Pemilihan Pilgub Jatim oleh KPU Jatim yang digelar perdana di Dyandra Convention Hall Surabaya, Selasa (11/4). Mengusung Tema Kesejahteraan Rakyat, Rektor UMM,  Fauzan terpilih menjadi satu dari empat panelis dalam debat tersebut. Sebagai panelis,  Fauzan berkesempatan untuk memberikan pertanyaan kepada kedua pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dan Palon nomor urut 2 Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Pada kesempatan tersebut, Fauzan menanyakan bagaimana cara masing-masing Paslon untuk memaksimalkan peran para penerus bangsa, khususnya anak muda dalam berkontribusi bagi Indonesia. “Penekanannya adalah bagaimana mereka dapat menyiapkan generasi usia produktif ini menjadi andalan di era bonus demografi ini,”ungkap Fauzan. Kedua Paslon terlihat sangat antusias dalam menjawab pertanyaan tersebut, bahkan perdebatan yang sangat seru berlangsung diatas panggung. Cagub Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pihaknya akan fokus pada milenial jobsenter. “Jika kami diberi amanah untuk memimpin Jatim,  kami akan fokus pada milenial jobsenter. Sektor wisata akan menjadi andalan kami, SMK Pariwisata, IT dan Perhotelan akan diperkuat. Pada sektor tersebut akan kita berikan beasiswa,”katanya. Sementara itu, dari Paslon nomor urut 2, Cagub-Cawagub Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno juga mengaku bahwa telah menyiapkan program khusus bagi generasi milenial. “Kita punya program Masmetal atau Masyarakat Melek Digital untun anak-anak muda yang kreatif dan terbuka. Kita akan juga support internet untuk anak muda di Jatim,”kata Syaifullah Yusuf atau hyang akrab dipanggil Gus Ipul tersebut. Menurut Fauzan, jawaban kedua paslon memang belum bisa memberi gambaran secara utuh, tapi ia yakin keduanya memiliki program nyata untuk generasi milenial. Hanya karena keterbatasan waktu, jawaban yang disampaikan dirasa belum menyeluruh. Fauzan pun berharap, apa yang disampaikan kedua Paslon dapat memberikan gambaran bagi masyarakat menilai cagub-cawagubnya. “Kami berharap Pilgub Jatim menjadi contoh serta rujukan. Debat kali ini sangat konstruktif. Masyarakat Jatim yang akan menilai. Jawaban-jawaban yang diberikan oleh dua Paslon itu bukan untuk panelis, melainkan untuk masyarakat luas,”pungkasnya. (rin/sil)