Prodi Kesejahteraan Sosial UMM Perkuat Kerja Sama Internasional

pwmu.co –Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat langkah internasionalisasinya. Setelah meraih akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) pada 2025 dan predikat Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak 2023, prodi ini semakin aktif menjalin kolaborasi global. Salah satu mitra strategisnya adalah Program Kerja Sosial Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia (FSSK UKM). Kerja sama yang telah terjalin sejak 2018 itu menghasilkan berbagai luaran sesuai dengan kesepakatan dalam Memorandum of Understanding (MoU). Capaian tersebut mencakup penelitian bersama dengan publikasi di jurnal bereputasi, teaching collaboration pada beberapa mata kuliah, guest lecture tematik, kegiatan praktikum mahasiswa yang menghasilkan sejumlah book chapter, hingga penyelenggaraan konferensi internasional. Selama periode pertama (2020–2025), kedua institusi menilai hasil kolaborasi sangat produktif dan memberikan manfaat besar bagi dosen maupun mahasiswa. Karena itu, UMM dan UKM sepakat melanjutkan kerja sama pada periode kedua, 2025–2030. Pertemuan koordinasi untuk kelanjutan kerja sama tersebut berlangsung di rooftop Rayz Hotel UMM, Senin (3/11/2025). Acara ini dihadiri langsung oleh Dekan FSSK UKM beserta tim, termasuk Ketua Program Kerja Sosial. Dari pihak UMM, hadir Wakil Rektor IV, Dekan FISIP, serta para ketua program studi di lingkungan FISIP. Ketua Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM, Hutri Agustino, menyampaikan bahwa kerja sama dengan UKM telah memberi banyak manfaat, baik bagi dosen maupun mahasiswa. Dalam dua tahun terakhir, UMM telah mengirim sepuluh mahasiswa untuk melaksanakan praktikum Pekerja Sosial Medis di Hospital Canselor Tuanku Muhriz (HCTM) UKM serta di NGO Adab Youth Garage (AYG) yang berfokus pada pelayanan sosial bagi anak dan remaja. Sebaliknya, dalam tiga tahun berturut-turut, Program Kerja Sosial UKM telah mengirim tujuh belas mahasiswa untuk menjalani Latihan Industri di beberapa lembaga mitra UMM, seperti UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN), UPT Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW), dan Muhammadiyah Children Center (MCC) Lawang, Kabupaten Malang. Pada periode kedua ini, bentuk kolaborasi akan diperluas melalui program visiting professor. Dosen dari Program Kerja Sosial UKM dijadwalkan mengajar secara langsung di Prodi Kesejahteraan Sosial UMM selama dua minggu, dan sebaliknya dosen UMM juga akan mengajar di UKM. Selain itu, akan dimulai program student mobility selama satu semester sebagai kelanjutan dari kegiatan student exchange yang sebelumnya telah berjalan sukses. Hutri Agustino berharap berbagai kegiatan kerja sama dan kolaborasi internasional tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu dan praktik pekerjaan sosial di kedua negara. “Kami ingin mahasiswa mendapatkan pengalaman lintas budaya yang memperkaya perspektif mereka dalam menghadapi tantangan kesejahteraan sosial global, khususnya di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya. (*)

Dosen FEB UMM: Dilema Purbaya, Menopang Industri Lokal atau Mematikan Thrifting?

Pelarangan total impor pakaian bekas atau akrab di telinga sebagai thrifting, kembali memicu geger di jagat ekonomi Indonesia. Setelah disuarakan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, kebijakan ini sontak menjelma menjadi “bola panas” yang dilematis. Di satu sisi, pemerintah berambisi melindungi industri tekstil dalam negeri yang meredup. Di sisi lain, ribuan pedagang kecil dan jutaan konsumen bergantung pada perputaran ekonomi barang bekas ini. Lantas, apakah melarang total merupakan jurus pamungkas yang paling bijak? Terkait hal itu, M.S. Wahyudi, S.E., M.E., Ph.D., yang akrab disapa Yudi, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memberikan pandangan komprehensif yang mencerahkan. Ia sepakat dengan urgensi pemerintah untuk melindungi pabrik-pabrik lokal, namun ia secara gamblang tidak menyetujui pendekatan yang tergesa-gesa dan melarang tanpa solusi. Menurut Yudi, fokus utama kebijakan ini adalah mendorong daya saing industri tekstil dalam negeri, bukan semata-mata mengurangi defisit perdagangan. Menurutnya, isu ini menjadi perhatian karena Menkeu Purbaya ingin melindungi industru tekstil dalam negeri. Dampak lesunya industri tekstil ini berpotensi menimbulkan gelombang PHK di sektor yang banyak menyerap tenaga kerja. Namun, Yudi memberikan kritik tajam yaitu melarang saja tidak cukup. Konsumen memilih barang bekas impor karena alasan kualitas yang lebih bagus, harga yang lebih murah, dan bahkan faktor lebih fashionable. Maka menurutnya, industri tekstil dalam negeri harus harus memenuhi itu juga, tidak sekedar melarang. Apalagi saat ini industri lokal juga menghadapi gempuran barang baru murah dari luar negeri, seperti Tiongkok, menunjukkan bahwa masalahnya terlalu kompleks jika hanya menyalahkan thrifting saja. Yudi menekankan perlunya solusi yang bertahap dan berhati-hati agar tidak menimbulkan guncangan di tingkat ekonomi mikro. Banyak pelaku usaha kecil, mulai dari pedagang pasar hingga penjual online, menggantungkan hidup pada sektor ini thrifting. “Industri domestik harus dikuatkan dulu sebelum langsung melarang total,” kata dekan FEB itu. Untuk meredam gejolak ekonomi mikro, Yudi menawarkan solusi yang lebih komprehensif. Pertama adalah penguatan industri domestik, di mana pemerintah wajib memberikan insentif fiskal, seperti pemotongan pajak atau subsidi untuk pengembangan inovasi. Sekaligus menyingkap akar masalah yang menyebabkan UMKM tekstil domestik tidak mampu bersaing, bahkan dengan barang bekas. Kedua, dilakukan pembinaan pelaku usaha thrifting. Daripada dilarang total, pelaku usaha dapat dibina untuk beralih atau terlibat dalam usaha kreatif, seperti industri daur ulang tekstil atau upcycling. Terakhir, ia menyarankan adanya standarisasi impor bertahap, di mana larangan total dapat dimulai dengan menolak 100% barang impor bekas yang mengandung zat berbahaya atau tidak layak kesehatan, sehingga kebijakan lebih terukur dan solutif. Menurut Yudi, kebijakan thrifting bukan hanya tentang pakaian bekas, tetapi juga mencakup gaya hidup berkelanjutan (sustainability) yang dianut sebagian generasi muda. Agar berhasil, pemerintah harus menyiapkan infrastruktur industri dan alternatif pilihan, sehingga tidak terkesan membatasi pilihan konsumen. Generasi muda juga harus didorong untuk bangga terhadap produk domestik melalui kampanye yang gencar. (ali/wil)

Prodi Kesejahteraan Sosial UMM Perkuat Kerjasama Internasional

Malang-harianjatim.com. Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM menjalinan kerjasama dengan Program Kerja Sosial Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia (FSSK UKM). Itu sebagai bentuk akselerasi untuk meningkatkan kualitas dalam berbagai program internasionalisasi. “Rapat koordinasi untuk kelanjutan kerjasama internasional antara UMM dan UKM dilakukan di di rooftop Rayz Hotel UMM, Senin, 3 November 2025,” kata Hutri Agustino selaku Kaprodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM pada media ini sebagaimana keterangan tertulis. Kerjasama itu kali ini merupakan periode ke dua sejak tahun 2020-2025. Karena dianggap baik dari pihak UMM maupun UKM merasa bahwa luaran dan aktivitas yang telah dijalankan selama lima tahun pertama sangat produktif dan memberikan manfaat bagi kedua pihak, sehingga kedua universitas yang telah memiliki reputasi internasional tersebut bersepakat untuk melanjutkan jalinan kerjasama pada periode kedua tahun 2025-2030. Salah satu jalinan kerjasama internasional yang dilaksanakan adalah dengan Program Kerja Sosial Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia (FSSK UKM). Kerjasama yang telah dirintis sejak tahun 2018 lalu, telah menghasilkan berbagai luaran sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam dokumen MoU. Mulai dari kerjasama dalam penelitian yang telah menghasilkan luaran berupa publikasi artikel dalam jurnal bereputasi, teaching collaboration dalam beberapa mata kuliah, guest lecture tematik, kerjasama dalam pelaksanaan praktikum mahasiswa yang telah menghasilkan beberapa book chapter serta kerjasama dalam penyelenggaraan international conference. Sebagai program studi yang telah mendapatkan akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) pada tahun 2025 dan raihan Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) sejak tahun 2023 lalu, maka Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM terus melakukan akselerasi untuk meningkatkan kualitas dalam berbagai program internasionalisasi. Hutri Agustino mengaku pola kerjasama yang telah dilakukan selama ini telah memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi dosen termasuk juga bagi mahasiswa. Ia mencontohkan dalam dua tahun terakhir, prodi telah mengirimkan sebanyak sepuluh mahasiswa untuk melaksanakan praktikum Pekerja Sosial Medis di Hospital Canselor Tuanku Muhriz (HCTM) UKM serta di NGO Adab Youth Garage (AYG) dalam praktik pelayanan sosial kepada anak dan remaja. Sedangkan dari pihak Program Kerja Sosial UKM dalam tiga tahun berturut-turut telah mengirimkan sebanyak tujuh belas pelajarnya untuk melaksanakan Latihan Industri di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN), UPT Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) serta di Muhammadiyah Children Center (MCC) Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Dalam implementasi kerjasama pada periode kedua ini, terdapat pengembangan dalam aktivitas pengajaran yakni dengan program visiting professor. “Dari pihak Program Kerja Sosial UKM akan mendelegasikan dosen untuk mengajar di Prodi Kesejahteraan Sosial UMM secara offline selama dua minggu, demikian juga sebaliknya,” jelas dia. Pada periode kedua ini kata Hutri Agustino pihaknya akan dimulai program student mobility selama satu semester sebagai kelanjutan dari kegiatan student exchange yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya. Harapannya berbagai kegiatan kerjasama dan kolaborasi internasional ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan dan praktik pekerjaan sosial di kedua negara. “Serta memperkaya pengalaman lintas budaya bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan kesejahteraan sosial global, khususnya di kawasan Asia Tenggara,” tegasnya.

Senyum Bahlil Diteriaki “Hoaks”saat Bahas E10 di UMM, Jawab dengan Data

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Suasana aula Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendadak memanas ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia diteriaki “hoaks” oleh sejumlah mahasiswa. Momen itu terjadi saat Bahlil membahas program bahan bakar minyak (BBM) campur etanol atau E10 dalam sambutannya pada pembukaan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rabu (29/10/2025). Pidato yang semula berjalan lancar itu berubah riuh ketika Bahlil menyinggung rencana pemerintah mendorong penggunaan etanol sebagai energi bersih. Beberapa mahasiswa terdengar memprotes pernyataan tersebut dan meneriakkan kata “hoaks” dari barisan belakang. Menanggapi teriakan itu, Bahlil tidak menunjukkan amarah. Ia justru tersenyum dan menanggapi dengan tenang. Dengan nada tegas, mantan Menteri Investasi itu menjelaskan bahwa etanol merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang dihasilkan dari bahan alami seperti tebu, jagung, dan singkong. “Etanol ini energi bersih yang bisa membantu menurunkan emisi karbon. Jangan percaya dengan isu-isu yang bilang etanol bisa merusak mesin kendaraan,” ujar Bahlil, yang disambut sorakan campur antara tawa dan tepuk tangan mahasiswa. Bahlil menegaskan bahwa narasi yang menyebut campuran etanol dapat merusak mesin merupakan informasi keliru yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak ingin program kemandirian energi nasional berjalan. “Yang mengatakan hoaks ini adalah orang-orang yang tidak ingin kuota impornya dipangkas untuk menuju kedaulatan negara,” katanya, disambut riuh audiens. Menteri asal Maluku itu kemudian menambahkan, program E10 merupakan langkah konkret pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah sekaligus mendorong ekonomi berbasis sumber daya lokal. Menurutnya, dengan mengembangkan bioetanol dari hasil pertanian, Indonesia bisa membuka lapangan kerja baru bagi petani serta menekan defisit neraca perdagangan energi. “Pemerintah tidak asal bicara. Uji coba etanol sebagai campuran BBM sudah dilakukan di sejumlah negara dan terbukti aman untuk mesin kendaraan. Kita hanya perlu menyiapkan pasokan bahan baku yang cukup,” tutur Bahlil. Meski sempat diwarnai interupsi, Bahlil tetap melanjutkan pidatonya dengan gaya khas yang santai dan komunikatif. Ia bahkan sempat menantang mahasiswa untuk turun langsung ke lapangan agar melihat data dan bukti ilmiah terkait keberhasilan program serupa di negara lain. “Mahasiswa harus berpikir dengan data, bukan emosi. Kalau kalian punya data yang berbeda, mari kita diskusikan. Tapi jangan asal teriak ‘hoaks’,” ucapnya, yang langsung mengundang tawa di tengah suasana tegang. Program E10 yang disebut Bahlil merupakan kebijakan pemerintah untuk mencampur 10 persen etanol ke dalam bensin.

Mahasiswa UMM Bikin Structura, Platform Khusus Jual-Beli Bahan Bangunan

Jnews.KabupatenMalang – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berlomba menciptakan inovasi yang berdampak untuk masyarakat serta mendorong digitalisasi pada dunia e-commerce. Structura “Bangun Bersama Kami” adalah platform yang menjadi market place khusus bahan material konstruksi. Ide pembuatan marketplace khusus untuk bahan material konstruksi ini terbilang sangat unik karena muncul secara tidak sengaja. Diramu agar dapat meningkatkan penjualan bahan material dan Structura ini dapat diakses di www.structuraofficial.id dan Instagram @structura_id. Bisnis ini bahkan berhasil lolos dalma Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI tahun 2025. Afta Gita Muhammad, sebagai ketua tim Structura, mengatakan melalui platform ini pihaknya ingin menonjolkan UI/UX dengan tampilan yang lebih sederhana. Desain logo dan website juga disesuaikan dengan representasi toko bangunan. Adapun platform yang mulai dikembangkan sejak bulan Juli ini bukan sekadar marketplace biasa, melainkan sebagai representasi rumah untuk kenyamanan bersama. “Ide awal structura ini karena kebetulan salah satu anggota kami mempunyai usaha toko bangunan dan sudah memiliki banyak cabang di Malang dan Pasuruan. Dari situlah kami mempunyai ide untuk digitalisasi toko bahan bangunan,” katanya. Structura “Bangun Bersama Kami” adalah platform yang menjadi market place khusus bahan material konstruksi, inovasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (03/11/25) Lebih lanjut, Afta dan tim Structura dibimbing langsungoleh Immanuel Mu’ammal S.E., M.M. yang memberikan banyak masukan. Adapun Tim Structura mengalokasikan dana sekitar 8 juta lebih untuk pengembangan website dan sukses meraih omset 10-12 juta lebih perbulan. Apalagi melihat toko yang dituju juga sudah mempunyai langganan. Selain itu merek ajuga menjadi supplier untuk toko bangunan kecil. Afta mengatakan, branding dari Structura dan yang membuat berbeda dari kompetitor lain adalah pendekatan desain yang benar-benar disesuaikan dengan zaman. Kehadiran Structura di pasar digital menunjukkan peluang baru dalam segmen e-commerce niche. Desain-deisan ala Gen Z ini juga memiliki peran penting, apalagi saat ini Gen Z juga sudah mulai mandiri secara finansial. Mereka juga memiliki ketertarikan pada pembenahan rumah atau proyek-proyek kreatif. Platform ini menjawab kebutuhan akan sebuah marketplace yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sesuai dengan nilai estetika dan kemudahan akses yang diharapkan oleh generasi digital native. Mengakhiri kalimatnya, Afta berpesan Lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali. Selain itu ia berharap semua lini dimasyarakat dapat berkembang bersama, termasuk secara ekonomi. Upaya mereka ini juga bisa jadi salah satu contoh bagaimana pemuda bisa membangun daerah. Ia juga berharap proses digitalisasi juga bisa berkembang dengan lebih bagus lagi, baik itu di sektor swasta maupun sektor pemerintahan. (*/ARM)

Mahasiswa UMM Ciptakan Platform Structura, Belanja Bahan Bangunan Kini Semakin Praktis

KLIKMU.CO – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat sekaligus mendorong digitalisasi di dunia e-commerce. Lewat karya bertajuk Structura “Bangun Bersama Kami”, mereka menghadirkan marketplace khusus bahan material konstruksi yang dapat diakses melalui situs www.structuraofficial.id dan Instagram @structura_id. Ide pembuatan marketplace ini muncul secara tidak sengaja, namun berhasil diramu menjadi solusi untuk meningkatkan penjualan bahan bangunan secara digital. Inovasi tersebut bahkan berhasil lolos dalam ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI Tahun 2025. Ketua tim Structura, Afta Gita Muhammad, menjelaskan bahwa platform ini menonjolkan desain UI/UX yang sederhana dengan tampilan yang menyerupai toko bangunan. Menurutnya, Structura bukan sekadar marketplace, melainkan representasi “rumah digital” yang memberikan kenyamanan bagi pengguna. “Ide awal Structura ini muncul karena salah satu anggota kami memiliki usaha toko bangunan yang sudah memiliki beberapa cabang di Malang dan Pasuruan. Dari situlah kami berpikir untuk melakukan digitalisasi toko bahan bangunan,” ujar Afta. Dalam pengembangannya, tim Structura dibimbing oleh Immanuel Mu’ammal SE MM yang banyak memberikan masukan terkait strategi bisnis dan pengembangan produk. Tim ini mengalokasikan dana sekitar Rp8 juta untuk pembuatan website dan berhasil meraih omzet sekitar Rp10–12 juta per bulan. Selain melayani pembelian langsung, Structura juga menjadi supplier bagi toko-toko bangunan kecil di sekitar Malang dan Pasuruan. Afta menambahkan, keunggulan Structura dibanding kompetitor lain terletak pada desain branding yang kekinian dan relevan dengan gaya hidup generasi muda. Pendekatan visual yang menyesuaikan karakter Gen Z menjadi daya tarik tersendiri, apalagi generasi ini kini mulai mandiri secara finansial dan memiliki minat besar terhadap renovasi rumah serta proyek kreatif. “Kehadiran Structura di pasar digital membuka peluang baru di segmen e-commerce niche. Kami ingin menunjukkan bahwa marketplace juga bisa tampil menarik, mudah digunakan, dan sesuai kebutuhan generasi digital native,” jelasnya. Menutup pernyataannya, Afta berpesan bahwa keberanian untuk mencoba adalah langkah awal menuju kemajuan. “Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali. Kami berharap upaya ini bisa menjadi contoh bagi anak muda untuk ikut membangun daerah dan mendorong digitalisasi di berbagai sektor, baik swasta maupun pemerintahan,” tuturnya. (Wildan/AS)

Jadi Pembicara di MUI, Pakar UMM Jelaskan Pentingnya Sertifikasi Halal

Tak ada waktu tanpa berbagi ilmu menjadi bahan bakar sivitas akademika Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mengabdi bagi negeri. Salah satunya yang dilakukan pakar sekaligus asesor halal UMM Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P. Ia didapuk menjadi pembicara utama dalam acara bertajuk ‘Sosialisasi dan Akselerasi Sertifikasi Halal untuk Hotel dan Rumah Makan’ yang dilaksanakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batu, akhir Oktober lalu. Elfi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa esensi dari sertifikasi halal melampaui sekadar pemenuhan aspek legal dan syariat. Mutu tertinggi produk halal justru terletak pada aspek intrinsik yang tidak terlihat, yaitu niat dan kejujuran dari produsen. Menurutnya, produk halal tidak hanya harus terbebas dari bahan haram, tetapi juga harus thayyib atau baik. Maksudnya adalah mencakup gizi holistik, di mana proses pengolahan yang diiringi dengan niat baik akan menghasilkan produk yang membawa keberkahan dan bahkan menjadi makanan penyembuh. Elfi juga menjawab sederet keraguan yang dirasakan oleh pengusaha terkait penting tidaknya sertifikasi halal. Salah satunya pertanyaan mengapa harus mengurus sertifikasi halal, bukan sertifikasi haram. “Di Indonesia sudah ada undang-undang sejak tahun 90-an yang mewajibkan produsen mencantumkan label jika menggunakan babi. Tapi kira-kira dipatuhi tidak? Hanya kurang dari satu persen. Karena itulah masyarakat muslim bingung dan galau,” jelasnya. Menurutnya, sertifikasi halal hadir memberingan ketenangan. Menariknya, kepercayaan ini bahkan meluas ke konsumen non-muslim yang menganggap label halal sebagai jaminan mutu, kebersihan, dan kualitas tertinggi. Ia juga terus mendorong para pelaku usaha untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal, sesuai dengan anjuran Rasulullah untuk memanfaatkan sumber daya terdekat. Langkah ini dinilai tidak hanya lebih efisien secara biaya, tetapi juga dapat memperkuat kemandirian pangan nasional. Sebagai praktisi yang produk olahan mawarnya pernah meraih penghargaan halal dunia di Malaysia, Elfi mengajak para pengusaha untuk menciptakan keunikan dan nilai tambah pada produk mereka. Misalnya memanfaatkan bahan-bahan yang ada di Batu. Termasuk bunga mawar yang berhasil ia olah jadi antioksidan. Ada juga bubuk bayam merah yang bisa digunakan sebagai suplemen zat besi atau juga kulit buah naga sebagai pewarna alami. (*/wil)

Menteri ESDM Bahlil Turunkan Tim Khusus Selidiki Kasus BBM Bermasalah di Jatim, Minta Waktu

SURYAMALANG.COM, MALANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah telah menurunkan tim khusus untuk menyelidiki dugaan kasus BBM bermasalah yang menyebabkan sejumlah kendaraan rusak usai mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina di beberapa wilayah Jawa Timur. Kejadian ini terjadi di sejumlah daerah, yakni di Malang, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan sejumlah daerah lainnya di Jatim. Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai menghadiri Pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). “Begitu saya mendarat, saya langsung panggil Dirut Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan Lemigas untuk menerima laporan langsung,” “Sekarang tim saya masih berada di daerah sini, nanti saya akan rapat dengan mereka di bandara,” kata Bahlil. Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam apabila ditemukan kesalahan dari pihak Pertamina. Ia memastikan sanksi tegas akan diberikan bila terbukti ada pelanggaran dalam distribusi atau kualitas BBM. “Kalau ditemukan ada pelanggaran yang dilakukan oleh Pertamina, maka pemerintah akan memberikan sanksi tegas,” “Tapi semuanya masih dalam proses. Kita harus cek dulu kebenarannya tentang kualitas minyaknya,” ujarnya. Bahlil menyebut, hasil uji laboratorium Lemigas terkait kualitas BBM yang diduga bermasalah di Jawa Timur akan keluar dalam 1–2 hari ke depan. Ia meminta masyarakat bersabar dan tidak berspekulasi sebelum hasil tersebut diumumkan resmi. “Saya belum bisa menyimpulkan benar atau tidaknya. Kita tunggu hasil kajian dari tim,” “Paling lama saya butuh waktu 1–2 hari, besok saya akan langsung memimpin rapat di Jakarta,” tegasnya. Adapun tim investigasi yang diturunkan terdiri dari perwakilan Ditjen Migas, Lemigas, BPH Migas, dan Pertamina Patra Niaga. Mereka akan memeriksa rantai distribusi BBM, mulai dari sumber hingga ke SPBU, untuk mencari tahu di mana letak persoalan sebenarnya. Sementara itu, ketika ditanya soal skema ganti rugi bagi masyarakat yang kendaraannya terdampak, Bahlil mengatakan hal itu baru bisa dibahas setelah hasil penyelidikan keluar. “Nanti kami akan melakukan pertemuan dengan Pertamina baru akan kami cek,” “Kalau memang benar rusak, nanti saya minta kepada Pertamina untuk membenahi semuanya,” tandasnya.

Kapolri Ajak Mahasiswa UMM Sinergi Hadapi Tantangan Global

Malang, Detikjatim – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya kerja kolektif seluruh elemen bangsa dalam menghadapi tantangan global dan menjaga stabilitas nasional. Mahasiswa juga diajak mendukung program pemerintah. Hal ini disampaikan Kapolri dalam sambutan penutupan Tanwir ke- XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tahun 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025). Kapolri menegaskan, perlunya kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik global yang tengah bergejolak. Ia menyoroti lebih dari 110 konflik bersenjata di dunia, termasuk perang Rusia-Ukraina, konflik Israel-Palestina-Iran, serta perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. “Kondisi geopolitik saat ini tidak baik-baik saja. Konflik global ini berdampak pada ekonomi, pangan, dan energi. Dampaknya bisa menimbulkan masalah sosial yang harus kita hadapi bersama,” ujar Kapolri Listyo Sigit. Meski menghadapi ketidakpastian global, Kapolri menyebut kondisi ekonomi Indonesia masih relatif stabil. Pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 3,3 persen di 2024 dan diproyeksikan tetap kuat pada 2025, berkat kerja sama lintas sektor yang solid. Ia menekankan bahwa pemerintah berupaya memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air sebagai pondasi kemandirian nasional. Presiden Prabowo, kata Kapolri, telah menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama menghadapi krisis global. Polri sendiri turut mendukung program swasembada pangan melalui penanaman jagung di lahan Polri seluas lebih dari 1 juta hektare di mana saat ini telah terealisasi sekitar 566 ribu hektare. Program ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor bahan pokok dan memperkuat ketahanan pangan nasional. “Kami membuka kesempatan bagi masyarakat dan organisasi untuk berkolaborasi. Ini kerja kolektif, bukan kerja Superman,” tegasnya. Kapolri juga menyinggung pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncak pada tahun 2030-2035. Momentum ini, menurutnya, hanya terjadi sekali dan harus dikelola dengan baik agar tidak berubah menjadi bencana demografi. Untuk itu, pemerintah tengah meluncurkan berbagai program strategis, seperti makan bergizi gratis, pembangunan sekolah rakyat dan ekosistem sekolah unggulan termasuk program magang dan vokasi dengan kuota hingga 100 ribu peserta. Program tersebut bertujuan menyiapkan generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun global. Selain isu ekonomi, Kapolri menyoroti tantangan serius di bidang sosial, terutama penyalahgunaan teknologi digital dan narkoba. Berdasarkan data global, misinformasi dan disinformasi kini menjadi salah satu ancaman terbesar bagi stabilitas sosial. Ia mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial. “Saring sebelum sharing. Dunia digital bisa membawa kemajuan, tapi juga bisa merusak sendi kehidupan berbangsa,” ujarnya. Kapolri juga menegaskan komitmen Polri dalam memerangi peredaran narkoba yang disebutnya sebagai ancaman nyata terhadap masa depan bangsa. Dalam satu tahun terakhir, Polri telah menggagalkan peredaran 214,88 ton narkotika berbagai jenis yang jika lolos ke pasaran berpotensi dikonsumsi oleh lebih dari 600 juta jiwa. Di akhir sambutannya, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta terus menyuarakan aspirasi dengan cara yang konstruktif. “Kebebasan berekspresi adalah hak yang dijamin konstitusi. Tapi kita juga harus menjaga hak orang lain dan menghindari provokasi. Kita butuh persatuan untuk menjaga Indonesia,” tutup Kapolri.

Menteri Diktisaintek Dorong Inivasi dan Riset UMM Hidup di Tengah Masyarakat

Malangpariwara.com – Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Diktisaintek) RI Prof. Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya riset kampus untuk hidup memberi berdampak di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan dalam Forum Penguatan Kampus Berdampak bagi Dosen di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025). Forum bersama Menteri ini menjadi tempat refleksi bagi dosen untuk memperkuat peran mereka sebagai penggerak riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat. Kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan simbolis karya inovasi dosen dan mahasiswa, yang sebagian telah dihilirisasi melalui Direktorat Saintek UMM. Brian mengatakan, banyak riset perguruan tinggi berhenti di publikasi jurnal tanpa berlanjut ke tahap implementasi. Ia menyebut kondisi ini sebagai valley of death atau jurang kematian inovasi. “Kita punya begitu banyak penelitian yang potensial, tapi terlalu sedikit yang benar-benar dimanfaatkan. Kalau universitas tidak hadir di tengah industri, maka hasil riset hanya akan berhenti sebagai tumpukan laporan. Perguruan tinggi harus turun tangan agar inovasi bisa hidup dan digunakan masyarakat,” ujarnya. Perguruan tinggi perlu membangun ekosistem riset yang berkelanjutan dengan dukungan kelembagaan, regulasi, dan pendanaan. UMM, kata Brian, memiliki potensi kuat untuk menjadi model universitas berbasis inovasi berkelanjutan karena tradisi kolaboratif dan pengabdian yang telah terbentuk. “UMM memiliki potensi besar untuk menjadi contoh universitas yang mampu memecah kebuntuan ini. Karena kultur kolaboratif dan tradisi pengabdian yang kuat di UMM bisa menjadi modal penting untuk membangun sistem inovasi yang berkelanjutan. Jika dikelola dengan baik, UMM dapat menjadi model kampus yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga produktif dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan industri,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Diktisaintek Prof. Fauzan, juga menegaskan pentingnya dosen keluar dari zona nyaman dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai alat perubahan sosial. Mantan rektor UMM itu, menilai kampusnya telah memiliki fondasi kuat untuk menjadi kampus yang berdampak sosial, bukan hanya akademik. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik menutup kegiatan dengan ajakan agar seluruh dosen memperluas kolaborasi lintas bidang dan mengembangkan riset aplikatif. “Kita ingin UMM dikenal bukan hanya karena kualitas akademiknya, tapi karena kebermanfaatannya bagi masyarakat. Setiap dosen adalah agen perubahan. Untuk itu, mari kita memperluas kolaborasi lintas bidang dan memperkuat riset yang memiliki nilai aplikatif,” tegasnya.( Djoko W)