Mendiktisaintek Dorong Kampus Berdampak Lewat Penguatan Riset dan Inovasi di UMM

Malang, Tugumalang.id – Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia, Brian Yuliarto, mendorong konsep Kampus Berdampak melalui penguatan riset dan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara pada Forum Penguatan Kampus Berdampak bagi Dosen, yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025). Forum ini menjadi ruang refleksi dan inspirasi bagi para dosen untuk memperkuat peran mereka sebagai penggerak riset, inovasi, dan kontribusi sosial yang berkelanjutan. Brian menekankan bahwa penguatan peran dosen sangat penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada perubahan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis karya inovasi dari dosen dan mahasiswa UMM sebagai bukti nyata semangat inovatif sivitas akademika. Beragam karya yang telah berhasil dihilirisasi, maupun yang masih dalam tahap pengembangan, kini terus dikembangkan melalui Direktorat Saintek UMM. Inisiatif ini menunjukkan komitmen UMM sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia industri. Atasi “Jurang Kematian Inovasi” Dalam paparannya, Brian menyoroti tantangan utama pendidikan tinggi, yakni lemahnya hubungan antara hasil riset perguruan tinggi dan kebutuhan industri. Menurutnya, banyak hasil penelitian yang hanya berhenti di jurnal ilmiah tanpa implementasi nyata di lapangan. Fenomena tersebut disebutnya sebagai “valley of death” atau jurang kematian inovasi — kondisi di mana ide dan penelitian berhenti di tengah jalan karena kurangnya kolaborasi antara kampus dan dunia usaha. “Indonesia punya begitu banyak penelitian potensial, tetapi terlalu sedikit yang benar-benar dimanfaatkan. Jika universitas tidak hadir di tengah industri, hasil riset hanya akan menjadi tumpukan laporan. Kampus harus turun tangan agar inovasi bisa hidup dan digunakan masyarakat,” tegas Brian. Ia menambahkan, permasalahan ini bukan hanya akibat minimnya jejaring dengan industri, tetapi juga karena belum terbentuknya ekosistem riset berkelanjutan. Banyak riset berhenti setelah pendanaan selesai, tanpa ada mekanisme lanjutan untuk mengembangkan produk, kebijakan, atau teknologi aplikatif. Perlu Dukungan Kelembagaan dan Kolaborasi Mendiktisaintek menekankan pentingnya dukungan kelembagaan yang kuat agar riset dosen dapat terhubung dengan mitra eksternal seperti pemerintah maupun sektor swasta. Universitas, kata dia, perlu memiliki unit khusus penghubung riset dengan industri, mencakup regulasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga pendanaan lanjutan. “Penelitian seharusnya tidak berhenti di ruang akademik, tapi menjadi solusi konkret atas persoalan bangsa,” ujarnya. Ia juga menilai bahwa peran dosen menjadi kunci utama dalam menghidupkan ekosistem riset dan inovasi tersebut. Brian memuji UMM yang dinilai memiliki potensi besar menjadi contoh universitas berdampak. “Kultur kolaboratif dan tradisi pengabdian di UMM bisa menjadi modal penting untuk membangun sistem inovasi berkelanjutan,” tambahnya. Jika dikelola dengan baik, lanjutnya, UMM dapat menjadi model kampus yang unggul secara akademik sekaligus produktif dalam menghasilkan inovasi berdampak bagi masyarakat dan industri. UMM Siap Wujudkan Kampus Berdampak Sementara itu, Wakil Mendiktisaintek, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menilai UMM telah membangun fondasi kuat sebagai universitas yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi. Menurutnya, penguatan peran dosen menjadi kunci menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. “Dosen harus berani keluar dari zona nyaman dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai alat perubahan sosial,” ujarnya. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk memperkuat komitmen sebagai kampus berdampak. “Konsep Kampus Berdampak bukan sekadar slogan, melainkan cita-cita bersama yang harus diwujudkan melalui kerja kolektif, pengabdian, dan inovasi berkelanjutan,” ungkapnya. Ia menambahkan, UMM telah mengambil langkah strategis dengan mendirikan Direktorat Saintek UMM sebagai wadah hilirisasi hasil riset dosen dan mahasiswa. “Kita ingin UMM dikenal bukan hanya karena kualitas akademiknya, tetapi karena kebermanfaatannya bagi masyarakat. Setiap dosen adalah agen perubahan. Mari perkuat kolaborasi lintas bidang dan kembangkan riset yang memiliki nilai aplikatif,” tutupnya.

Kapolri Ajak Mahasiswa Berkontribusi Jaga Keamanan, Wujudkan Stabilitas Kamtibmas

Malang.bhinnekanusantara – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak mahasiswa dan generasi muda mendukung kebijakan pemerintah. Jenderal Sigit juga mengajak mahasiswa turut menjaga keamanan bangsa dengan cara menjauhi judi online (judol) dan narkoba. Hal itu disampaikan Kapolri saat sambutan penutupan Tanwir ke-XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tahun 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Jumat (31/10/2025). Dia mengatakan Polri dan mahasiswa memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian bangsa, mewujudkan SDM unggul dan kompetitif serta pemberdayaan UMKM. “Tentunya kegiatan ini sangat baik karena merupakan bentuk dan wujud semangat kolaborasi antara pemuda, antara mahasiswa dengan pemerintah serta seluruh stakeholder ada untuk terus saling mendukung, bekerja sama untuk mendorong seluruh program-program pembangunan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi, mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” kata Jenderal Sigit. Dia juga mengajak mahasiswa turut berkontribusi menjaga keamanan dalam menghadapi tantangan bangsa, seperti perkembangan teknologi, judi online, dan peredaran narkoba guna mewujudkan stabilitas kamtibmas. Dia juga mengingatkan Indonesia harus mencetak SDM unggul. “Dan tentunya ini dibutuhkan kerja sama seluruh pihak dan elemen bangsa, sekali lagi saya ucapkan selamat seluruh rekan-rekan di IMM, teruslah menjadi SDM unggul, SDM yang betul-betul siap untuk menjadi aktor-aktor yang akan menjadi pemain utama di generasi emas tahun 2045,” ucapnya. Jenderal Sigit mengatakan sinergisitas antara Polri, mahasiswa dan seluruh elemen bangsa penting untuk membangun negeri mewujudkan visi bersama yakni Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.

Wabup Malang Dorong Kader IMM Jadi Penggerak Bangsa

MALANG, RadarBangsa.co.id — Penutupan Tanwir ke-XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tahun 2025 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10), menjadi ajang penting yang menegaskan peran strategis generasi muda dalam membangun bangsa. Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, hadir langsung dalam kegiatan yang juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat tinggi negara. Tampak hadir Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran RI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Dankorbrimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, Kadivpropam Polri Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Polri Irjen Sandi Nugroho, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, dan Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto. Dari kalangan akademisi, hadir Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik bersama jajaran dosen, Ketua DPP IMM Riyan Betra Delza, dan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin. Mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri”, Tanwir IMM kali ini menjadi forum nasional yang tidak hanya memantapkan konsolidasi organisasi, tetapi juga memperkuat komitmen kader muda Muhammadiyah untuk menjadi agen perubahan di tengah dinamika bangsa. Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menutup kegiatan secara simbolis dengan ketukan palu, mengajak seluruh mahasiswa Muhammadiyah untuk terus berkontribusi aktif mendukung program-program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai IMM memiliki peran penting dalam menjaga semangat kebangsaan di kalangan pemuda. “Mahasiswa memiliki energi dan potensi luar biasa untuk menjadi bagian dari solusi bangsa. Dengan kolaborasi dan semangat intelektual yang dimiliki IMM, saya yakin Indonesia akan semakin kuat,” ujar Jenderal Sigit dalam sambutannya. Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menilai kegiatan Tanwir IMM menjadi wadah inspiratif bagi lahirnya gagasan segar dari generasi muda yang peduli terhadap masa depan negeri. Menurutnya, semangat kebersamaan dan pencerahan yang diusung IMM selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Malang yang inklusif dan berbasis kolaborasi lintas sektor. “Pemerintah Kabupaten Malang siap menjadi mitra kolaborasi bagi IMM, khususnya dalam penguatan kapasitas pemuda desa. Kami meyakini, mahasiswa memiliki peran penting dalam mendorong inovasi sosial dan pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal,” ujar Lathifah. Ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan tidak bisa dihadapi oleh pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, untuk memperkuat kemandirian desa serta mendorong pemerataan pembangunan. “Kerja sama lintas elemen menjadi kunci dalam membangun negeri. IMM memiliki semangat dan kemampuan untuk menjadi penggerak perubahan dari akar rumput,” tambahnya. Wabup Lathifah juga menyoroti pentingnya karakter dan nilai kebangsaan di kalangan mahasiswa agar gerakan intelektual tidak hanya berhenti pada diskursus, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata. “Kita membutuhkan generasi muda yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial dan semangat pengabdian,” tandasnya. Penulis : Nul Editor : Zainul Arifin

Mendes Yandri Ajak IMM Bekerja Sama Membangun Desa

MALANG, katakini – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk bekerja sama dan berkolaborasi dalam membangun desa. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, bahwa kita ini bukan Superman, tapi super tim. Oleh karena itu, ia menilai IMM sebagai tim yang layak untuk diajak berkolaborasi membangun desa. “Saya datang ke sini bukan untuk ceramah, tapi untuk mengajak kerja sama IMM untuk sama-sama berkolaborasi membangun desa. Saya menganggap IMM adalah tim yang layak saya ajak untuk bersama-sama membangun desa,” ujar Yandri saat memberikan kuliah kebangsaan dalam penutupan Tanwir ke-33 IMM di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025). Dalam forum yang dihadiri oleh ribuan kader IMM dari seluruh Indonesia tersebut, Mendes Yandri juga mengatakan bahwa keterlibatan pemuda di desa menjadi hal yang penting dalam keberhasilan pembangunan. Apalagi, dengan diletakkannya desa di dalam Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, menjadikan desa bukan lagi sebagai objek pembangunan, tapi subjek pembangunan. Untuk menyukseskan Asta Cita ke-6 tersebut, Kemendes PDT kemudian membuat 12 aksi prioritas Bangun Desa Bangun Indonesia. Diharapkan, dengan kolaborasi dari berbagai pihak maka 12 aksi tersebut dapat menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, Kementerian Desa dan PDT punya program badan usaha milik desa (BUM Desa), kemudian juga ada desa ekspor, desa wisata dan lain sebagainya. Selain itu, program utama pemerintah, yaitu koperasi desa merah putih dan makan bergizi gratis juga berbasis di desa. Dengan banyaknya program dan terbukanya peluang yang ada di desa, Mendes Yandri kemudian mengajak para pemuda atau mahasiswa yang sudah selesai belajar untuk kembali membangun desanya masing-masing. “Saya mengajak, mari kita ciptakan lapangan kerja di Republik ini yang berangkat dari desa. Boleh kita tinggal di desa, tapi pendapatan mengalahkan orang-orang kota,” ujar mantan Wakil Ketua MPR RI ini. Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendes PDT dengan Universitas Muhammadiyah Malang tentang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat desa dan daerah tertinggal.

Mendes PDT: Desa bukan lagi objek, tapi subjek pembangunan

Malang (ANTARA) – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa saat ini desa bukan lagi sebagai objek pembangunan, akan tetapi subjek pembangunan. “Dengan diletakkannya desa di dalam Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, menjadikan desa bukan lagi sebagai objek, tapi subjek pembangunan,” katanya saat memberikan kuliah kebangsaan dalam penutupan Tanwir Ke-33 IMM di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Malang, Jawa Timur, Jumat. Untuk menyukseskan Asta Cita ke-6 tersebut, Kemendes PDT membuat 12 aksi prioritas Bangun Desa Bangun Indonesia. Dia mengharapkan dengan kolaborasi berbagai pihak, 12 aksi tersebut dapat menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, Kementerian Desa PDT mempunyai program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), juga ada desa ekspor, desa wisata, dan lain sebagainya. Selain itu, program utama pemerintah, yaitu Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG) juga berbasis di desa. Yandri menjelaskan capaian positif BUMDes yang mencatatkan pendapatan bersih hingga Rp28 miliar per tahun serta kemajuan desa ekspor di berbagai daerah, seperti Blitar dan Banyumas. Pemerintah, katanya, mendorong munculnya desa tematik, seperti desa ikan nila, desa ayam petelur, hingga desa jagung dan timun. Dengan banyak program dan terbuka peluang ada di desa, ia mengajak para pemuda atau mahasiswa yang sudah selesai belajar untuk kembali membangun desa masing-masing. “Saya mengajak, mari kita ciptakan lapangan kerja di Republik ini, yang berangkat dari desa. Boleh kita tinggal di desa, tapi pendapatan mengalahkan orang-orang kota,” ujar mantan Wakil Ketua MPR RI ini. Pada kesempatan itu, ia mengajak Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bekerja sama dan menjadi bagian dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. “Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa kita ini bukan Superman, tapi super tim. Oleh karena itu, saya nilai IMM sebagai tim yang layak untuk diajak berkolaborasi dan bekerja sama untuk membangun desa,” kata dia. Ia mengaku bahwa kehadirannya ke Tanwir IMM bukan untuk ceramah, tetapi mengajak kerja sama IMM untuk membangun desa. “IMM adalah tim yang layak saya ajak untuk bersama-sama membangun desa,” ujarnya. Dalam forum yang dihadiri oleh ribuan kader IMM berasal dari seluruh Indonesia tersebut, ia mengatakan bahwa keterlibatan pemuda di desa menjadi hal penting dalam keberhasilan pembangunan. Ia juga menyoroti tantangan urbanisasi ekstrem, seperti di Jepang dan Korea Selatan, di mana sebagian besar warga meninggalkan desa untuk tinggal di kota. Fenomena ini, berpotensi menimbulkan krisis sosial dan ekonomi. Rektor UMM Nazaruddin Malik menekankan pentingnya melahirkan insan paripurna, manusia seutuhnya yang tidak hanya unggul dalam transfer ilmu, tetapi juga spiritualitas, keagamaan, dan kebangsaan. “UMM sebagai amal usaha Muhammadiyah akan terus mendukung kegiatan seperti Tanwir ini,” ujarnya. Di sela agenda penutupan Tanwir XXXIII IMM, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemendes PDT dengan Universitas Muhammadiyah Malang dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat desa dan daerah tertinggal.

Kapolri Hadiri Penutupan Tanwir IMM di UMM, Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Ketahanan Bangsa

MALANG//JurnalPolisi.co.id – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menghadiri penutupan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tahun 2025 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025). Acara yang mengangkat tema “Energi Kolektif untuk Negeri” itu dihadiri ribuan kader IMM dan mahasiswa dari berbagai daerah. Dalam kegiatan tersebut, Kapolri menyampaikan pentingnya peran pemuda dan mahasiswa dalam memperkuat kemandirian bangsa, khususnya di bidang ketahanan pangan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Ia juga menekankan bahwa IMM dan generasi muda harus menjadi bagian dari solusi di tengah tantangan global yang dinamis. Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo P.S., mengatakan kehadiran Kapolri di tengah kader IMM menunjukkan komitmen Polri dalam mempererat hubungan dengan kalangan akademisi dan organisasi kepemudaan. “Kehadiran Bapak Kapolri di UMM menjadi bentuk dukungan nyata kepada mahasiswa untuk terus berkontribusi positif bagi bangsa. IMM merupakan salah satu organisasi yang melahirkan banyak pemimpin muda yang peduli dengan kemajuan Indonesia,” ujar AKBP Danang, Jumat (31/10). Danang menambahkan, kolaborasi antara kepolisian dan mahasiswa menjadi penting dalam menjaga semangat kebangsaan sekaligus menciptakan lingkungan yang kondusif di dunia kampus. “Mahasiswa adalah agen perubahan. Sinergi dengan Polri diharapkan bisa memperkuat nilai-nilai toleransi, kedisiplinan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tuturnya. Penutupan Tanwir IMM ke-33 ini juga menjadi momentum penguatan kerja sama antara pemerintah, Polri, dan organisasi kepemudaan dalam membangun energi kolektif untuk negeri. “Kami dari Polres Malang siap mendukung langkah positif para mahasiswa dan generasi muda. Semangat kolaborasi ini harus terus dijaga agar menjadi kekuatan besar dalam membangun bangsa,” pungkas Danang. (Jms)

Dari Tanwir IMM UMM, Mendes PDTT dan Kapolri Kompak Dorong Pemuda Bangun Desa

Kabupaten Malang, blok-a.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT) Yandri Susanto menantang kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk turun langsung membangun desa. Tantangan itu disampaikan bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai menghadiri penutupan Tanwir XXXIII IMM di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025). Yandri menyebutkan, banyak program Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat desa. Di antaranya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan rantai pemasok makanan hingga Koperasi Desa Merah Putih. “Kami sekarang menantang mahasiswa Muhammadiyah melakukannya. Kami punya program Desa Ekspor, yang selama ini sudah dimulai. Banyak pelakunya dari anak muda. Ada juga Desa Wisata, Desa Bebas Narkoba. Kami mengajak mahasiswa IMM bersama-sama kembali ke desa,” ujar Yandri. Ia menegaskan, sudah saatnya pemuda mau tinggal dan berkarya di desa. Menurutnya, dengan pemberdayaan masyarakat yang optimal, potensi pendapatan di desa tidak kalah dengan yang ada di perkotaan. “Jadi ayo sama-sama membangun desa. Kami berkolaborasi dengan banyak pihak. Kemendes PDTT sudah MoU dengan Pak Rektor UMM, dengan Pak Kapolri, termasuk dengan mahasiswa,” tambahnya. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan tercipta peluang baru untuk memacu pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. “Kita menyukseskan Asta Cita Bapak Presiden yang ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” jelasnya. Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan nasional. “Mahasiswa harus berkolaborasi untuk mendorong program pembangunan. Saling mendukung untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi, Indonesia yang lebih baik, dan tentunya dibutuhkan kerja sama seluruh pihak, seluruh elemen bangsa,” ujarnya. (yog/bob)

Rektor UMM Tegaskan Pentingnya Sinergi dalam Penutupan Tanwir XXXIII IMM

MAKLUMAT — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah penutupan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), yang digelar di Dome UMM, Jumat (31/10/2025). Dalam kesempatan itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menegaskan komitmen kampus dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik. Namun juga matang secara iman, moral, dan sosial. Menurut Nazaruddin, UMM berupaya membentuk insan paripurna sebagaimana cita-cita Muhammadiyah. Ia menilai, pendidikan tinggi tidak cukup berhenti pada penguasaan pengetahuan dan sains semata. “Yang kami bentuk bukan hanya kemampuan kognitif, tetapi juga religiusitas dan semangat kebangsaan,” ujarnya. Nazaruddin menambahkan, lulusan UMM diharapkan menjadi manusia seutuhnya yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kepekaan sosial. Ia menyebut, kerja sama antarorganisasi otonom dan amal usaha Muhammadiyah menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan di kampus. “IMM adalah ortom Muhammadiyah, sedangkan UMM adalah AUM. Jadi di Muhammadiyah itu, kita saling mendukung satu sama lain,” katanya. Ia juga menyinggung tradisi panjang IMM dalam menghadirkan tokoh-tokoh penting untuk mengisi kuliah umum bagi mahasiswa. Menurutnya, kegiatan semacam ini sudah berlangsung selama lebih dari dua dekade dan menjadi ruang belajar bagi kader Muhammadiyah di seluruh penjuru Indonesia. “Itulah mengapa bapak-bapak kita yang menjadi tokoh nasional selalu kita hadirkan secara berkala,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Pelaksana Tanwir, Muh. Idhil, menyampaikan kesiapan IMM dalam melanjutkan agenda-agenda nasional dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia menilai, organisasi ini memiliki potensi besar karena tersebar luas di seluruh Indonesia. Baca Juga  Muhammadiyah soal Tambang untuk Ormas Keagamaan, Itu Wewenang Pemerintah “IMM adalah salah satu organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, dengan 35 DPD setingkat provinsi, ratusan cabang, dan ribuan komisariat di berbagai perguruan tinggi,” ujarnya. Idhil menegaskan semangat yang dibawa dalam Tanwir kali ini akan menjadi energi baru bagi gerakan mahasiswa Muhammadiyah. “Kami siap, sebagaimana tema hari ini, Energi Kolektif untuk Membangun Negeri,” katanya.​

Tanwir IMM Resmi Ditutup: Kapolri Ingatkan Bonus Demografi, Menteri Desa Tekankan Pembangunan dari Akar

KLIKMU.CO – Penutupan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) diwarnai pesan inspiratif dari dua tokoh nasional, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) RI, Yandri Susanto. Keduanya menegaskan pentingnya kolaborasi antara generasi muda dan pemerintah dalam membangun kemandirian bangsa, terutama di sektor desa dan ketahanan nasional. Agenda ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025). Dalam paparannya, Listyo Sigit menyoroti dinamika geopolitik global yang tengah bergejolak. Ia menyebut lebih dari 110 konflik bersenjata di berbagai negara, termasuk perang Rusia–Ukraina dan Israel–Palestina, berdampak besar terhadap stabilitas ekonomi, pangan, dan energi dunia. Meski begitu, ia menilai Indonesia masih berada dalam kondisi yang cukup baik. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga. Ia menegaskan pentingnya kemandirian pangan dan energi sebagai kunci menghadapi krisis global. Polri, lanjutnya, turut berperan aktif melalui program penanaman jagung di lahan satu juta hektare. “Polri sangat terbuka bagi IMM untuk ikut bekerja sama dalam program tersebut,” ujarnya. Selain itu, Kapolri mengingatkan pentingnya memanfaatkan bonus demografi secara produktif agar tidak berubah menjadi bencana demografi. Ia memaparkan berbagai langkah pemerintah seperti pembangunan sekolah rakyat, peningkatan kesejahteraan guru, program magang vokasi, hingga dukungan terhadap UMKM sebagai bagian dari strategi mencetak SDM unggul. Listyo juga menyoroti penyalahgunaan teknologi digital seperti misinformasi, disinformasi, dan deepfake yang dapat merusak kehidupan sosial. “Kita memasuki era citizen journalism. Siapapun bisa berkomentar dan menjadi sumber informasi. Maka, saring dulu sebelum sharing,” tegasnya. Isu sosial seperti judi online dan penyalahgunaan narkoba turut menjadi perhatian. Data Polri menunjukkan, pengguna judi daring tertinggi berasal dari kelompok berpendapatan rendah, bahkan melibatkan anak di bawah umur. Hingga kini, Polri telah memusnahkan 288 ton narkoba berbagai jenis yang berpotensi memengaruhi lebih dari 629 juta jiwa. Menutup pesannya, Listyo menegaskan dukungan Polri terhadap IMM sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban dan menjadi kekuatan moral bangsa. “IMM punya peran penting sebagai suara moral dan intelektual yang menyeimbangkan kebijakan pemerintah,” ujarnya. Sementara itu, Menteri Yandri Susanto hadir dengan semangat kolaboratif. Ia mengajak IMM menjadi bagian dari gerakan pembangunan desa berkelanjutan. “Saya datang bukan untuk berceramah, tapi membangun kemitraan konkret. Kita bukan superman, tapi superteam,” ujarnya menukil pesan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Ia menyoroti tantangan urbanisasi ekstrem di Jepang dan Korea Selatan, di mana penduduk desa berpindah ke kota sehingga memicu krisis sosial dan ekonomi. “Desa kini menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Karena itu pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan menjadi fokus utama pemerintah,” jelasnya. Yandri juga memaparkan capaian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berhasil mencatatkan pendapatan bersih hingga Rp28 miliar per tahun, serta kemajuan desa ekspor di berbagai daerah seperti Blitar dan Banyumas. Pemerintah, lanjutnya, kini mendorong lahirnya desa tematik seperti desa ikan nila, desa ayam petelur, hingga desa jagung dan timun. Ia menambahkan, pihaknya telah bekerja sama dengan Polri melalui program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) dengan melibatkan 20 satgas anti-narkoba di tiap desa. “Hari ini saya siap menandatangani MoU dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Semoga kerja sama ini membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya. Penandatanganan MoU antara Kemendesa PDTT dan UMM menjadi langkah nyata sinergi antara akademisi, pemerintah, dan generasi muda untuk membangun Indonesia dari akar peradaban: desa. Sebagai tuan rumah, Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik menegaskan pentingnya melahirkan insan paripurna—manusia unggul secara intelektual, spiritual, dan kebangsaan. “UMM sebagai amal usaha Muhammadiyah akan terus mendukung kegiatan seperti Tanwir ini,” ujarnya. Penutupan Tanwir XXXIII IMM menjadi momentum penting kolaborasi antara pemerintah dan mahasiswa Muhammadiyah. Melalui kehadiran Kapolri dan Menteri Desa, semangat membangun bangsa dari desa hingga kota mendapat makna baru: perubahan sosial tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi melalui kerja sama, kepemimpinan moral, dan komitmen kolektif. (Wildan/AS)

Menteri Diktisaintek di UMM: Riset dan Inovasi Harus Hidup di Masyarakat

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya sebagai Kampus Berdampak. Upaya itu salah satunya diwujudkan melalui Forum Penguatan Kampus Berdampak bagi Dosen, yang digelar di Basement Dome UMM, Jumat (31/10/2025). Forum ini menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Diktisaintek) RI, Prof. Dr. Brian Yuliarto, M.Eng., Ph.D. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi dan inspirasi bagi para dosen untuk memperkuat peran mereka dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Riset Harus Keluar dari Jurnal Dalam pemaparannya, Prof. Brian menyoroti salah satu persoalan mendasar dunia pendidikan tinggi: lemahnya hubungan antara hasil riset kampus dan kebutuhan industri. “Banyak penelitian yang berakhir di jurnal ilmiah tanpa pernah sampai ke tahap implementasi,” ujarnya. Fenomena itu ia sebut sebagai valley of death—jurang kematian inovasi—yakni ketika ide dan hasil riset berhenti di tengah jalan karena tidak adanya kolaborasi kuat antara kampus dan dunia usaha. Menurutnya, hal ini bukan semata karena jejaring industri yang lemah, tetapi juga belum terbentuknya ekosistem riset yang berkelanjutan. “Riset sering berhenti setelah pendanaan selesai, tanpa mekanisme pengembangan produk atau teknologi yang bisa diterapkan,” tambahnya. Ia menegaskan, universitas harus hadir di tengah masyarakat dan industri agar hasil penelitian tidak berhenti di tumpukan laporan. “Kalau universitas tidak turun tangan, riset hanya akan jadi karya akademik tanpa manfaat sosial. Inovasi harus hidup dan digunakan masyarakat,” tegasnya. UMM Punya Modal Besar Prof. Brian mengapresiasi langkah UMM yang telah mengembangkan Direktorat Saintek UMM sebagai wadah hilirisasi hasil riset dosen dan mahasiswa. Berbagai karya inovatif yang telah dihasilkan, baik yang sudah dihilirisasi maupun masih dalam pengembangan, menjadi bukti nyata UMM sebagai kampus yang berdampak. “UMM punya modal besar untuk menjadi contoh universitas yang mampu memecah kebuntuan antara riset dan industri. Kultur kolaboratif dan tradisi pengabdian yang kuat adalah kekuatan besar,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya dukungan kelembagaan yang sistematis agar hasil riset dosen dapat terhubung dengan pihak eksternal, baik pemerintah maupun swasta. “Universitas perlu memiliki unit yang menjembatani hasil penelitian dengan mitra pengguna, termasuk urusan regulasi, hak kekayaan intelektual, dan pendanaan lanjutan,” jelasnya. Wamendikti: Dosen Harus Jadi Agen Perubahan Sementara itu, Wakil Menteri Diktisaintek, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menyampaikan bahwa UMM telah membangun landasan kuat untuk menjadi universitas yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berdampak sosial. “Dosen memiliki peran penting menciptakan budaya ilmiah yang progresif dan mendorong mahasiswa berpikir kritis serta produktif. Untuk itu, dosen harus berani keluar dari zona nyaman dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai alat perubahan sosial,” pesannya. Rektor UMM: Setiap Dosen adalah Agen Perubahan Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk memperkuat komitmen sebagai kampus berdampak. “Konsep Kampus Berdampak bukan sekadar slogan, tetapi cita-cita yang harus diwujudkan melalui kerja kolektif, pengabdian, dan inovasi berkelanjutan,” ujarnya. Ia menegaskan, dosen harus menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat. “Kita ingin UMM dikenal bukan hanya karena kualitas akademiknya, tapi karena kebermanfaatannya bagi masyarakat. Setiap dosen adalah agen perubahan,” tegasnya. Nazaruddin mengajak seluruh dosen untuk memperluas kolaborasi lintas bidang serta memperkuat riset yang memiliki nilai aplikatif. “Jika setiap riset mampu memberi manfaat nyata, maka UMM akan menjadi model kampus yang unggul dan produktif dalam melahirkan inovasi yang hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya. (*)