Student Day UMM Optimalkan Prestasi Mahasiswa

Sebanyak 7.609 mahasiswa baru dari seluruh fakultas di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan 17 mahasiswa asing ikut memeriahkan kegiatan Pembukaan Student Day yang diawali dengan Jalan Sehat, Sabtu (7/10). Rektor UMM Fauzan menjelaskan, Student Day bertujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa. Mahasiswa diharapkan bisa menjadi pencetus gagasan sekaligus problem solver melalui karya-karya kreatif yang dapat mengaharumkan nama bangsa. “Sebagai mahasiswa baru yang memiliki semangat baru, semua memiliki kewajiban untuk memberikan sumbangsih pemikiran kreatif untuk menyelesaikan persoalan di sekililing kita” tutur Fauzan pada Pembukaan Student Day,Sabtu (7/10) di Helipad UMM. Ketua pelaksana Student Day Universitaria Hudainah SPsi MSi menyatakan, Student Day periode ini berfokus pada peningkatan keikutsertaan mahasiswa pada ajang Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dan Penciptaan Bussiness Plan dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran dan Kreativitas Mahasiswa dalam Membangun Bangsa” kata Hudainah. Ia berharap, terjadi peningkatan prestasi mahasiswa dengan mengenali minat mahasiswa baru sejak dini agar dapat terus terasah dan dapat menjadi ajang penciptaan prestasi bagi mahasiswa maupun UMM. “Dua ajang nasional yaitu PKM dan Bussiness Plan sangat bergengsi bagi perguruan tinggi, sehingga UMM sejak lama selalu membekali mahasiswa pengetahuan tentang dua hal tersebut,” ungkapnya. Pada kesempatan ini kemahasiswaan UMM turut mengundang seluruh UKM untuk mempromosikan dalam bingkai UKM Fair yang berlangsung di Hellipad UMM. “UKM Fair ini adalah kesempatan yang baik bagi kami KOPMA UMM mengajak mahasiswa baru untuk berbisnis dan membuka bisnis secara mandiri,” tutur Santi Sugiarti, Ketua Umum Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UMM. (nis/han)
UMM Berencana Realisasikan Credit Transfer dengan Towson University AS
UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) berencana merealisasikan program credit transfer berkerjasama Towson University, Amerika Serikat (AS). Hal itu terungkap melalui kunjungan perwakilan Towson University, Anna Wise MBA, ke UMM awal pekan ini (2/10). Asisten Rektor Bidang Kerjasama Luar Negeri Soeparto memaparkan, program credit transfer dapat dilakukan melalui study exchange selama satu semester. Program ini akan dikhususkan untuk mahasiswa Program Pascasarjana. “Untuk tahap awal, kami akan fokus untuk merealisasikan credit transfer. Namun, mereka juga tertarik bekerjasama dalam beberapa program lainnya, seperti Summer Course, Learn and Teach, dan Darmasiswa,” jelas Soeparto. Sementara itu Anna Wise menuturkan, kunjungannya ke Indonesia bertujuan untuk memperluas mitra di wilayah Asia. “Kami ingin memperluas kerjasama kami ke wilayah Asia, terutama Indonesia. Di Jawa Timur, selain berkunjung ke UMM sebagai perwakilan Kota Malang kami berkunjung ke Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair),” jelasnya. Soeparto menambahkan, tujuan Universitas Towson sejalan dengan tujuan internasionalisasi UMM fase ketiga. Kegiatan internasionalisasi UMM fase ketiga tersebut akan berfokus untuk menjalin kerjasama di AS terutama dengan kampus-kampusnya. “UMM memang sudah mempunyai mitra kerjasama di AS, namun kerjasama tersebut hanya dengan beberapa lembaga pemerintah,” tambahnya. Sebelum adanya kunjungan ini, UMM sudah membangun kerjasama dengan AS, di antaranya dengan adanya American Corner di Perpustakaan Pusat UMM hasil kerjasama dengan Kedutaan Besar AS. Selain itu, ada pula Education USA. UMM juga bermitra dengan sejumlah institusi AS, seperti Peace Corps dan US Army. (iel/han)
FIKES Target Tingkatkan Riset untuk Jurnal Scopus
MELALUI kegiatan seminar dan konferensi internasional yang berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (3-5/10), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berupaya meningkatkan kerjasama internasional. Pada kegiatan yang berlangsung di Hotel Swiss Bell Inn Malang ini, hadir para pembicara dari Taiwan, Polandia, dan Belanda. Wakil Dekan I FIKES UMM Siti Rofida SFarm Apt berharap, dengan diadakannya acara ini, selain meningkatkan kemitraan internasional, juga untuk meningkatkna jumlah penelitian yang dilakukan dosen FIKES untuk jurnal internasional terindeks Scopus. Dosen Department of Nursing National Cheng Kung University (NCKU) Taiwan Su-Ying Fang menyampaikan apresiasinya terhadap acara ini. Su-Ying berharap, ini menjadi awal yang baik bagi FIKES UMM untuk membangun kerjasama di tingkat internasional. (nis/han)
Tiga Produk UMM Raih Medali di Pameran Internasional

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) kembali berjaya di panggung internasional, kali ini karena kiprah di bidang inovasi dan penemuan. UMM melalui Sentra Hak Kekayaan Intelektual (Sentra HKI) sukses meraih empat award pada gelaran Invention, Innovation & Design Exposition (IIDEX) 2017 di Malaysia, yaitu masing-masing satu gold award, silver award dan bronze award pada kategori inventor dan satu silver award kategori elevator pitch. IIDEX merupakan pameran dan kompetisi Internasional tahunan yang diadakan oleh University Teknologi Mara (UiTM), Malaysia. Tahun ini IIDEX mengambil tema “Innovate to Inspire”, yang dimaksudkan untuk mewujudkan penelitian dan inovasi yang selaras dengan rencana strategis pendidikan tinggi nasional dalam menggaet industri komersialisasi. Targetnya, menurut dosen Teknik Informatika UMM Lailatul Husniah MT yang menjadi salah satu delegasi,selain meningkatkan budaya inovasi antara peserta didik dan peneliti, juga untuk membangun kolaborasi akademi dan industri sebagai komersialisasi inovasi dan invensi. IIDEX 2017 digelar pada 25-29 September dan diikuti lebih dari 700 peserta yang terdiri dari tiga kategori, yaitu junior invertor (SD dan SMP), young inventor (SMA) dan inventor (staf dan dosen). Menariknya, semula delegasi UMM tidak menargetkan untuk meraih medali pada event tersebut. “Sebenarnya target kemarin bukan award ini, target kami adalah potensi pasar untuk industri dan komersialisasinya, mengingat acara ini mempertemukan inventor-inventor dengan pihak industry,” ujar dosen Teknik Informatika UMM Lailatul Husniah MT yang menjadi salah satu dari tiga delegasi Sentra HKIUMM. Pada event tersebut, produk game android “Professor Lenmo” sebagai alat ukur modalitas belajar anak ciptaan Lailatul Husniah meraih dua penghargaan, yaitu bronze award kategori inventor dan silver award untuk special award, yaitu kategori elevator pitch. Selain Lailatul Husniah, yang menjadi delegasi UMM yaitu dosen Teknik Informatika Galih Wasis Wicaksono MSc dengan inovasi program komputer “Sistem Monitoring LPG 3 kg dan Sistem Transaksi Berbasis Mobile” yang berfungsi memantau distribusi LPG 3 Kg berbasis website dan data transaksi melalui mobile apps yang meraih gold award kategori inventor. Selain itu, ada juga dosen Akuntansi UMM Dr Ihyaul Ulum M.Si AK CA yang memperoleh penghargaan silver award lantaran karyanya, Intellectual Capital. Menurut Lailatul Husniah, penghargaan itu didapat karena berbagai aspek, di antaranya dari sisi kebaruan, manfaat, dan komersialisasi. Selain itu juga dilihat penghargaan yang sebelumnya diraih hingga publikasi ilmiahnya. “Misalnya kalau pernah dipublikasikan di jurnal bergengsi akan lebih bagus lagi nilainya, apalagi pernah didaftarkan HKInya,” paparnya. (git/han)
Dekan Baru UMM Diminta Tampil di Shaf Depan

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) baru saja melantik para dekan baru sepuluh fakultas yang ada di kampus ini. Pelantikan dilakukan oleh Rektor UMM Fauzan di Auditorium UMM, Senin (2/10), disaksikan para pimpinan, dosen dan karyawan di lingkungan UMM, serta tamu undangan. Fauzan dalam amanat pelantikan berharap, para dekan baru ini bisa langsung tancap gas untuk bekerja dan berinovasi bagi kemajuan UMM. “Ibarat shalat jumat, kita harus berada di shaf depan. Dengan begitu, insya Allah amanah ini akan lebih bermakna,” paparnya. Rektor juga menegaskan, amanah di UMM harus diapresiasi sebagai media perjuangan, sesuai dengan cita-cita pendiri kampus ini. “Di UMM ini, jika tidak diabdikan sebagai perjuangan, nanti bakal kisinan, akan menyesal. Karena perjuangan itulah inti dari kampus ini,” ujarnya. Lebih dari itu, ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof Dr Malik Fadjar MSc mengaku bangga karena UMM telah tampil sangat baik dalam percaturan perguruan tinggi di Indonesia. Bagi Malik, hal itu tak terpisahkan dari spirit pergerakan kampus ini. “Karena semangatnya pergerakan, maka orang-orang UMM adalah mereka yang selalu berpikir positif dan berorientasi masa depan. Kita harus pandai memelihara cita-cita dan harapan besar. Itulah spirit Indonesia, itulah spirit kampus ini,” kata anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI ini seusai pelantikan. Sepuluh dekan yang baru dilantik ini akan memimpin pada periode 2017-2022. Para dekan tersebut yaitu: dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Prof Dr Tobroni MSi, dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Dr Rinikso Kartono MSi, dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Dr Ir David Hermawan MP IPM. Selanjutnya dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dr Poncojari Wahyono MKes, dekan Fakultas Hukum (FH) Dr Tongat SH MHum, dekan Fakultas Teknik (FT) Dr Ahmad Mubin MT, dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Dr Idah Zuhroh MM. Sementara itu dekan Fakultas Psikologi Muhammadi Salis Yuniardi MPSi PhD, dekan Fakultas Kedokteran (FK) Dr dr Meddy Setiawan SpPD dan dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Faqih Ruhyanudin MKep SpKepMB. (nim/han)
Mahasiswa UMM Dikenalkan Sistem dan Praktik Akuntansi Syariah

SEBAGAI negara berpopulasi Muslim terbesar di dunia, sistem perekonomian berbasis syariah mendapatkan peluang cukup besar untuk diberlakukan di negara ini. Apalagi, ekonomi syariah tidak memberatkan salah satu pihak jika terjadi kerugian, berbeda dengan sistem konvensional yang membebankan pihak nasabah. Hal tersebut disampaikan Kepala Laboratorium Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dra Sri Wahyuni Latifah MM Ak CA pada Short Course Akuntansi Syariah yang pada Kamis-Jumat (28-29/9). Pelatihan ini ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir Jurusan Akuntansi UMM, menfhadirkan perwakilan tiga lembaga praktisi bisnis berbasis syariah, yaitu Pegadaian Syariah Malang, Bank Muamalat Malang dan Dewan Standar Akuntansi Syariah. Sri Wahyuni menyatakan, selain untuk memebekali mahasiswa tingkat akhir menulis skripsi, kegiatan ini juga bertujuan memberi gambaran sistem akuntansi syariah di Indonesia. “Tujuan pertama yaitu pembekalan dan prasyarat mahasiswa semester akhir tentang penulisan skripsi. Yang kedua untuk memberikan contoh praktis seperti apa akuntansi syariah di Indonesia langsung dari pakarnya,” jelasnya. Anggota Dewan Standar Akuntansi Syariah Wiroso SE MBA menyebutkan, pembedaan sistem konvensional dan syariah hanya terletak pada prosesnya, di mana prosesnya tidak memberatkan pihak mana pun. “Sistem syariah itu bukan hasil akhir yang berbeda dengan konvensional namun prosesnya,” jelasnya. Namun dalam realitanya, bank-bank berbasis syariah memang masih kalah pamor dengan bank konvensional di Indonesia. “Di Indonesia perkembangan bisnis syariah sangat lambat, hal ini dikarenakan bank syariah tersebut tidak mengimplementasikan sistem syariah secara murni. Contohnya, masih banyak bank syariah yang berada di bawah bank konvensional,” kata Wiroso. Salah satu peserta short course, Indra Maya Nastiti, mengaku antusias dengan adanya kegiatan ini. “Di kegiatan ini saya dapat mengerti bagaimana struktur dan penerapan akuntansi syariah di Indonesia secara detail langsung dari para praktisinya. Selain itu saya berharap bisa menerapkannya setelah nantiblulus dan bekerja di lembaga ekonomi berbasis syariah,” pungkas mahasiswi Jurusan Akuntansi UMM angkatan 2014 itu. (iel/han)
Mahasiswa UMM Diminta Mencontoh Riset Energi Terbarukan Eropa

KEDATANGAN founder Energy Academy Indonesia Dr Syarif Riyadi dan Desti Alkano PhD di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (28/9), memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa Fakultas Teknik di kampus ini. Terlebih, UMM dikenal sebagai kampus sadar energi terbarukan, salah satunya melalui inisiasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Menurut Syarif Riyadi, Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan dan berinovasi dengan energi terbarukan. “Di negara Uni Eropa seperti Jerman dan Belanda permintaan untuk penggunaan transportasi berteknologi energi terbarukan sudah mulai berkembang secara konsisten,” kata Riyadi yang memiliki pengalaman sepuluh tahun riset di bidang material science di Belanda. Saat ini, lanjut Riyadi, Belanda mentargetkan pada 2025 untuk tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak. “Sayangnya, saat ini Indonesia masih harus puas dengan hanya menjadi distributor produk energi terbarukan dari negara Eropa” paparnya saat kuliah tamu “Materials Technology and Renewable Energy Development”. Untuk itu, kata Riyadi, Indonesia membutuhkan perusahaan yang bertumpu pada penelitian dan pengembangan (litbang) yang memanfaatkan energi terbarukan secara tepat guna. Bagi Riyadi, dengan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia sangat mungkin untuk menciptakan energi terbarukan. Riyadi berharap, pada 2040 Indonesia dapat mengejar ketertinggalan penciptaan dan pemanfaatan energi terbarukan. Sehingga, Indonesia dapat menjadi pengekspor energi terbarukan bagi negara-negara yang membutuhkan dan minim sumber daya penciptaan energi terbarukan. Salah satunya, Riyadi menambahkan, saat ini Indonesia sudah saatnya untuk mendukung riset produksi electrical-vehicle sebagai aktualisasi persiapan Indonesia menghadapi degradasi bahan bakar yang saat ini digunakan. Sementara itu, Desti Alkano menyatakan, berdasarkan hasil penelitiannya, 20 tahun lagi perusahaan penyedia layanan listrik di Indonesia akan mengalami kebangkrutan jika tidak mengubah bentuk pelayanan menjadi smart-grids innovation, salah satu energi terbarukan yang telah ia kembangkan di Belgia. (nis/han)
UMM Dorong PTM di Jawa Timur Tingkatkan Akreditasi

KEBERHASILAN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meningkatkan mutu akademik tak hanya dibuktikan dengan raihan akreditasi institusi, namun juga pada tingkat program studi (prodi). Saat ini, sebanyak 25 prodi di UMM telah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hal tersebut disampaikan Rektor UMM Fauzan pada pembukaan Kuliah Tamu “Kebijakan Akreditasi Program Studi dan Institusi” pada Rabu (27/9) di Ruang Sidang Senat UMM. Bagi Fauzan, akreditasi merupakan kewajiban mendasar bagi sebuah perguruan tinggi untuk dapat memenuhi kualifikasi standar nasional. “UMM terus berbenah untuk meningkatkan kualitas dan mutu seluruh program studi di UMM. Kami berharap perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) lain yang ada di Jawa Timur juga dapat meningkatkan mutu dan akreditasinya,” tambah Fauzan. Selain dihadiri pimpinan universitas dan prodi di lingkungan UMM, kegiatan ini juga diikuti perwakilan kampus lainnya, khususnya PTM, di antaranya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Unversitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan beberapa sekolah tinggi Muhammadiyah. Dewan Eksekutif Akreditasi BAN-PT Prof Dr Ir SM Widyastuti MSc pada kesempatan ini menyampaikan, PTM juga memiliki peran besar untuk peningkatan kualitas perguruan tinggi di Indonesia. “Apalagi, jumlah PTM mencapai kurang lebih 134 perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” paparnya. Widyastuti juga mengatakan, saat ini pengajuan dan perpanjangan akreditasi prodi dapat memanfaatkan program online yang disediakan oleh BAN-PT. Sistem Akreditas Perguruan Tinggi Online (SAPTO) bertujuan untuk mempercepat penyelesaian administasi pengajuan dan atau perpanjangan akreditasi program studi. (nis/han)
Mahasiswi Polandia Tuturkan Pentingnya Travelling Bagi Emosi

TIGA mahasiswi Polandia yang berpengalaman keliling dunia berkesempatan berkunjung ke Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk membagi kisah mereka. Tiga mahasiswi tersebut yaitu Anna Wolska dan Judyta Staniczek dari Jagiellonian University dan Agnieszka Szygula dari University of Gdańsk. Menariknya, salah satu dari mahasiswi tersebut, yaitu Judyta, memiliki keterbatasan fisik. Selama keliling dunia, ia menggunakan kursi rodanya, termasuk ketika mencapai puncak Borobudur. Kisah tiga mahasiswi itu disampaikan pada kegiatan Public Lecture Emotional and Applied Psychology yang diadakan oleh International Relations Office (IRO) UMM, Selasa (26/9) di Auditorium UMM. Menurut Judyta, travelling dapat mempengaruhi psikologi seseorang. “Bagi saya, travelling dapat meningkatkan emosi positif dan membuat kita lebih berekspresi,” ujar Judyta pada kegiatan yang dihadiri mahasiwa sarjana dan pascasarjana Psikologi ini. Staf IRO UMM Arofiatus Sa’diyahmengatakan, kehadiran tiga mahasiwa Polandia itu, selain agar mahasiswa UMM lebih cakap dalam berbahasa Inggris, juga agar mahasiswa memiliki wawasan yang luas di bidang studinya. “Tujuannya adalah untuk menginspirasi dan memberikan pengetahuan bahwa dunia tidak hanya di Indonesia, serta untuk melatih mahasiswa mengutarakan pendapat atau pertanyaan dengan bahasa Inggris, mengingat tiga pembicara ini dari Polandia,” ujarnya. (nim/han)
Mahasiswa Politeknik Singapura Belajar Bisnis di UMM

SELAMA tiga pekan, yaitu mulai 25 September hingga 14 Oktober 2017, sebanyak 31 mahasiswa Business School of Singapore Polytechnic (SP) akan melakukan workhop dan riset bisnis di Malang dan Surabaya, Jawa Timur, didampingi 12 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Workshop, analisis data, dan presentasi bisnis dilakukan di UMM bekerjasama dengan FEB dan International Relations Office (IRO), memuat materi tentang kondisi ekonomi dan model pemasaran bisnis di Indonesia. Sementara riset pasar dilakukan dengan menggunakan responden warga Surabaya, dan output riset akan menjadi rekomendasi restoran seafood di Surabaya. Rangkaian kegiatan ini dikemas dalam program Tri-City. Salah seorang peserta program dari Singapura, Ruqoyah Binte Mazlan, mengaku sangat bersemangat mengikuti program ini karena dapat mengetahui dinamika dan perkembangan bisnis di negara lain. “Senang dengan adanya program Tri-City ini karena membuka wawasan dan kesempatan untuk membina persahabatan dengan orang-orang di luar Singapura,” ungkapnya di sela-sela seremoni pembukaan di Aula FEB UMM, Senin (25/9). Selain di Indonesia, 31 mahasiswa Singapura itu juga akan belajar ekonomi dan bisnis di Vietnam dan Thailand. Menariknya, menurut Asisten Rektor UMM Bidang Kerjasama Luar Negeri, Suparto, UMM menjadi satu-satunya universitas di Indonesia yang menjadi tujuan mahasiswa Politeknik Singapura untuk belajar bisnis dalam skema program Tri-City ini. Kordinator Program Tri-City UMM, Wiyono, mengungkapkan harapannya agar mahasiswa UMM khususnya FEB memiliki wawasan luas dan mencontoh hal-hal positif dari mahasiswa Singapura. “Kami berharap melalui program Tri-City mahasiswa dapat berpikir dan berperilaku secara global sehingga UMM terus mengembangan diri sebagai kampus yang go international,” kata Wiyono. (nim/han)