UMM Peroleh Penghargaan Ikon Prestasi Indonesia dari Presiden Jokowi

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperoleh gelar prestisius, kali ini dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Fauzan selaku Rektor mewakili UMM menerima Apresiasi Ikon Prestasi Indonesia bersama 71 ikon prestasi lain dari seluruh Indonesia dalam perhelatan Festival Prestasi Indonesia di Jakarta Hilton Convention Center (JHCC), Senin (21/8). Festival Prestasi Indonesia merupakan pameran, pagelaran seni, sekaligus ajang penghargaan bagi berbagai kalangan yang dipandang dapat menjadi teladan dan sumber inspirasi masyarakat Indonesia. Festival ini digelar oleh Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). UMM dipilih lantaran tim robot kampus ini memenangi Kontes Robot Internasional di Trinity College, Connecticut Amerika Serikat, 1-2 April 2017 lalu. “Raihan ini akan menjadi salah satu pemicu terhadap tradisi mutu yang dikembangkan oleh UMM. Tradisi ini tidak hanya dilakukan dosen, melainkan juga mahasiswa. Bagi kami, tiada hari tanpa prestasi, dan tiada prestasi yang tidak dihargai,” ungkap Fauzan usai menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo. Penghargaan diberikan oleh Sony Suharsono, Deputi 3 UKP-PIP yang dalam hal ini mewakili Presiden. Dalam kontes tersebut, tim robot UMM ini berhasil mengalahkan finalis dari Kanada, Tiongkok, Israel, Portugal, Uni Emirat Arab, dan tuan rumah Amerika Serikat. Dari kemenangan tim robot di kancah internasional inilah apresiasi ikon prestasi diberikan pada UMM. Dari empat kategori yang ditetapkan panitia, yaitu Saintis dan Innovator, Olahraga, Seni-Budaya, dan Pegiat Sosial, UMM masuk ke dalam kategori Saintis dan Inovator. Ada dua hal yang menjadi keunggulan robot-robot UMM dalam laga bertajuk Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) itu, yakni kecepatan dan ketepatan. Robot itu dilengkapi dengan sepuluh sensor, yaitu delapan sensor ultrasonic dan dua sensor inframerah sebagai sensor jarak. Sensor-sensor tersebut digunakan agar mudah mendeteksi posisi lilin dan dapat menjangkau lilin dengan cepat dan tepat.  Robot yang juga dibekali dengan sensor flame UVTRON R9454 untuk mendeteksi api lilin dan mampu menangkap cahaya ultraviolet dengan jangkauan spectrum 185 nanometer (nm) sampai 260 nm di mana jangkauan itu hanya dimiliki oleh gas api. Fauzan optimis bahwa UMM dapat terus mendorong dan memfasilitasi pengembangan serta perancangan yang lebih matang dari robot karya Imam Fatoni, Ikhlal Aldhi Wijaya, dan Salis Muchtar Fadhilah itu. Robot-robot itu akan ditampilkan dalam gelaran festival riset yang diselenggarakan di UMM pada akhir tahun ini. Festival ini adalah sebagai langkah konkret agar hasil riset dan karya mahasiswa UMM dikenal oleh kalangan industri dan pengusaha. (can/han)

Nazaruddin Malik: Umat Islam Tonggak Utama Penggerak Bangsa

DERETAN empat puluh lima bendera merah-putih yang mengapit bendera Muhammadiyah dan Aisyiah di balik Heliped Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), disebut Wakil Rektor II Dr. Nazarudin Malik, M.Si semata sebagai simbolisme peran strategis umat Islam dalam dinamika kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, simbol tersebut juga menunjukan filosofi mendalam bahwa umat Islam sesungguhnya adalah tonggak utama penggerak bangsa ini. “Sebagai tonggak utama penggerak bangsa ini, umat Islam tidak perlu dicurigai apalagi diragukan kesetiaanya kepada NKRI. Islamophobia adalah sesuatu yang mustahil terjadi di Indonesia,” tegas Nazarudin dalam kesempatan menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia di Heliped UMM, Kamis (17/8). Tahun 1918, imbuhnya, berdirinya salah satu organisasi otonom kepanduan Muhammadiyah, Hizbul Wathan, adalah momentum penting dari lahirnya dasar gerakan perjuangan Islam, khususnya Muhammadiyah untuk membela bangsa ini. Dilanjutkan Nazarudin, Muhammadiyah juga berperan penting setelah proklamasi tahun 1945 dinyatakan. Adalah Prof. Dr. Mr. Raden Kasman Singodimedjo, tokoh Muhammadiyah yang mengusahakan diberlakukannya Jakarta Charter atau Piagam Jakarta yang merupakan “Gentlemen’s Agreement” dari bangsa ini terkait rumusan Pembukaan UUD 1945 ketika itu. Hal tersebut semakin menegaskan bahwa Islam adalah bagian penting penegak proklamasi dan kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan dalam perkembangan perjalanan sejarah, ketika mayoritas umat Islam secara ekonomi dan sosial mengalami proses marjinalisasi, umat Islam tidak pernah menuntut lebih. Tetapi selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara, tanpa meminta lebih. “Itulah etos dan jiwa perjuangan bangsa Indonesia, khususnya umat Islam di dalam menegakan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” ungkapnya. Oleh karenanya, tandas Nazarudin, nilai-nilai dasar dan ruh perjuangan yang diejawantahkan dalam praktik memberi lebih banyak, serta tidak pernah meminta lebih, adalah bagian penting dan harus terus dikedepankan di dalam mengkonsilidasi UMM menuju universitas yang lebih berkemajuan serta lebih menjunjung tinggi peradaban pendidikan. Sebagai penutup orasinya, Nazarudin menerangkan bahwa berbagai kegiatan yang diselenggarakan di UMM pada peringatan HUT ke-72 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, hendaknya dijadikan momentum mensyukuri nikmat atas kemerdekaan yang telah diraih. Ia berharap, bangsa Indonesia dapat terus melaju menjadi bangsa yang modern, yang beradab dan menjunjung tinggi keadilan serta kemanusiaan. Menariknya, dalam kesempatan peringatan HUT RI di UMM tahun ini dihadiri 12 calon diplomat dari lima benua melalui program the 12th Promotion to Indonesian Language and Culture for Foreign Diplomats, yakni program Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia yang mendaulat unit Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM sebagai lembaga penyedia jasa pengajaran bahasa dan budaya Indonesia. (can)

Diplomat Asing Ikut Upacara Bendera di UMM

DUA belas diplomat asing dari lima benua mengikuti upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia di Heliped Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (17/8). Keikutsertaan ke-12 calon diplomat tersebut lantaran tengah belajar bahasa dan budaya Indonesia melalui program the 12th Promotion to Indonesian Language and Culture for Foreign Diplomats Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia yang memercayakan unit Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM dalam penyelenggaraannya. Salah seorang diplomat asal Jepang, Shunya Asano menyatakan kegembiraannya usai mengikuti upacara bendera. Diplomat muda berusia 23 tahun ini mengaku upacara bendera di Indonesia menarik. Hal tersebut lantaran terdapat iringan lagu-lagu nasional yang dinyanyikan. “Bagus, ada lagu-lagu nasionalnya, Merah Putih-nya bagus. Ramai sekali, senang,” ujarnya dalam bahasa Indonesia beraksen Jepang yang kental. Diceritakan Shunya, upacara peringatan hari kemerdekaan di Indonesia berbeda dengan di Jepang. Di Jepang, ada banyak pejabat pemerintah yang hadir. Diplomat yang akan bekerja di Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia di Jakarta ini mengaku suasana di Malang lebih menyenangkan ketimbang di Ibukota. “Di sini lebih tenang, suasana alamnya menyenangkan, dan udaranya dingin,” kesannya. Setelah tiga minggu lamanya berada di Malang, Shunya dan sebelas diplomat lainnya telah mempelajari bahasa Indonesia untuk aktivitas sehari-hari. Mereka juga belajar kosakata yang berkaitan dengan pekerjaannya sebagai diplomat. Tak hanya materi di dalam kelas, mereka juga belajar tentang budaya di luar kelas seperti menari dan memainkan alat musik gamelan. Selain mengikuti upacara, para diplomat ini juga turut memeriahkan berbagai jenis lomba yang diadakan. Shunya menambahkan bahwa dirinya dan Natthakith Thaphanya, diplomat asal Laos, sempat mengikuti lomba mengayuh sepeda air di danau depan Gedung Kuliah Bersama I UMM, Rabu(16/8). Meski tak mendapat gelar juara apapun, semangat keduanya tetap tampak saat mengayuh sepeda air sekuat tenaga. “Aduh, berat sekali, tapi senang, senang sekali,” ujar Natthakith dengan muka merah dan berkeringat usai mengayuh. (ich/can)

UMM Fasilitasi UMKM Binaan Standardisasi Produk

MENINDAKLANJUTI kerjasama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN), Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM menyelenggarakan workshop standardisasi produk di Ruang Sidang Program Studi Manajemen GKB II, Selasa (15/7). Workshop dihadiri 30 pelaku industri pangan binaan UMM. Hadir sebagai pemateri  Kepala Sub. Bidang Sistem dan Evaluasi Diklat Standarisasi Kristanti Andriani. Ia memaparkan tentang proses sertifikasi SNI. Selain itu, peserta juga dikenalkan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang disampaikan oleh trainer BSN, Novia Priyani. Melalui kegiatan ini, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) binaan UMM bidang pangan memperoleh pelatihan terkait proses produksi, pemilihan bahan baku, sistem produksi, pemilihan lokasi produksi. Sehingga diharapkan UKM binaan tersebut dapat menghasilkan produk dengan mutu yang baik, aman, tidak mengandung bahan-bahan berbahaya dan memenuhi SNI. “Workshop tersebut diharapkan dapat memperkuat grass road UKM binaan agar mereka berdaya sehingga UMM dapat memberikan sumbangsih untuk masyarakat sekitar”, ungkap Kepala Publikasi dan Jurnal Ilmiah DPPM, Novin Farid di sela acara. Tidak hanya pelatihan untuk UKM binaan, ada pula kegiatan  Training of Trainers (ToT) tentang Pendidikan Standarisasi dan Pengenalan SNI ISO 9001: 2015, kepada para dosen UMM. (nim/can)

Kiat Sukses Berwirausaha Ala dr. Ruslan Jaelani, Pendiri Bengkel Rinjani UMM

BAGI dokter Ruslan Jaelani, dunia wirausaha bukan cuma berorientasi mencari untung, tapi juga dapat memberi manfaat bagi orang lain. Ruslan yang merupakan pendiri Bengkel Rinjani Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Istrinya Bety Mahmud sampai saat ini telah sukses mendirikan 12 perusahaan di bidang jasa, di antaranya stasiun pengisian bensin, koperasi, bengkel mobil, serta jasa perbankan. Tak pernah terlintas sedikitpun dibenak Ruslan untuk menjadi pengusaha sukses, selain melakoni profesinya sebagai seorang dokter spesialis paru-paru.  Dari istrinyalah Ruslan belajar kegigihan berwirausaha. Dimulai dari usaha apotek kecil-kecilan yang dirintis istrinya, mereka berhasil mendirikan berbagai cabang usaha di Malang, Jawa Timur. Diakuinya, menjalankan usaha di bidang jasa membawa berkah tersendiri bagi pasangan asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat Ini. Ruslan membeberkan kiat suksesnya kepada 20 peserta Rinjani Skill Development Center angkatan X periode 2017/2018, Selasa (15/8). Sedikitnya ada tiga hal yang mesti dijadikan pegangan bagi calon pengusaha sukses. “Dari istri sayalah ketiga prinsip ini saya pelajari dan amat penting dijalankan oleh anda yang hendak memulai usaha, yakni bekerja keras dan pantang mundur menghadapi kesulitan, kejujuran, serta memberi pelayanan yang terbaik kepada pelanggan,” ujar pria berusia 85 tahun ini. Ditambahkan Ruslan, kejujuran adalah piranti terpenting majunya sebuah usaha. “Kalau saudara pintar melayani saja, tapi tidak dilandasi kejujuran, percayalah usaha anda tidak akan berkembang bahkan bisa jadi mundur,” ungkapnya. Terakhir, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Dengan memberikan pelayanan yang terbaik, usaha yang tengah dijalankan akan berdampak baik dengan akan terus dipercaya pelanggannya. Keputusan mewakafkan Bengkel Rinjani kepada UMM dinilainya sebagai keputusan tepat. Ia ingin salah satu usaha yang didirikannya ini dapat bernilai ibadah. Selain itu, lewat tangan dingin serta pengelolaan yang profesional oleh UMM dapat memajukan pengelolaan Rinjani Skill Development Center yang digagasnya. (can)

Bengkel Rinjani UMM Didik Calon Mekanik Handal

SEBANYAK dua puluh orang alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) digodok menjadi ahli mekanik handal oleh Bengkel Rinjani Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selama sepuluh bulan ke depan, ke-20 orang ini akan dibekali berbagai keterampilan dalam bidang mekanika khususnya dibidang perbengkelan. Peserta yang terdiri dari Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Selatan, dan Provinsi Jawa Timur ini tengah mengikuti kegiatan Rinjani Skill Development Center. Ditemuai saat pembukaan program, Selasa (15/8), Koordinator Instruktur Ipong Rusdianto, ST menerangkan, ke-20 orang ini telah melalui proses penjaringan yang dilakukan sebelumnya. Selain itu, program pelatihan ini dikhususnya bagi para yatim, maupun yatim piatu. Selama masa pendidikan, mereka akan difasilitasi dengan asrama, kebutuhan akomodasi, serta kesempatan magang selama 2 bulan di Bengkel Rinjani UMM. Sebagai bukti telah mengikuti pendidikan ini, mereka akan diserahi sertifikat berupa ijazah sebagai bukti telah menguasai sejumlah keahlian di bidang mekanika. Selain mendapat pelatihan seputar mekanika dan kewirausahaan, mereka juga dibekali pengetahuan keagamaan, kepribadian, dan karakter. “Diharapkan selepas mengikuti diklat ini, mereka menjadi orang-orang yang mumpuni di bidang otomotif dan agama. Sehingga ketika kelak membuka usaha, mereka menjadi pengusaha yang tidak hanya handal, namun juga taqwa dan tangguh, ” ungkap Kepala Bengkel Rinjani UMM, M. Bisri Mustofa saat ditemui di sela acara. Dalam kesempatan yang sama, pendiri Bengkel Rinjani UMM sekaligus penggagas Rinjani Skill Development Center  dr. Ruslan Jaelani berpesan, sebagai calon pengusaha setidaknya ada sejumlah prinsip yang harus dipegang teguh. Prinsip itu yakni bekerja keras dan pantang mundur menghadapi kesulitan, kejujuran, serta memberi pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. (can)

UMM Siap Implementasikan KPT Berbasis KKNI di Tahun Ajaran Baru

MENYAMBUT mahasiswa baru tahun ajaran 2017/2018, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah melakukan sejumlah persiapan, baik persiapan akademik maupun sarana penunjang. Terlebih, tahun ajaran 2017/2018 merupakan momentum awal implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Hal ini dikatakan Wakil Rektor I bidang akademik, Prof Dr Syamsul Arifin MSi. saat ditemui di sela memantau jalannya tes tulis Penerimaan Mahasiswa Baru 2017 Jalur Reguler Gelombang III, Senin (14/8). “Menariknya, KPT ini memberikan penguatan kompetensi mahasiswa sehingga jauh lebih siap menghadapi dunia kerja. Di kurikulum kami benar-benar menyiapkan sajian matakuliah yang punya jangkauan dan orientasi ke masa depan,” ujar Syamsul. Aspek  kewirausahaan juga menjadi poin penting yang disajikan pada KPT KKNI. Ditambahkan Syamsul, kewirausahaan tidak selalu berkaitan dengan dagang. “Enterpreneurship sebetulnya lebih kepada penanaman mindset agar mahasiswa kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan. Kalau toh nanti akan mengarah ke dagang, maka FEB dan FPP akan jadi pilot project-nya,” pungkas Syamsul. Pada tes gelombang III ini, sebanyak 2.172 calon mahasiswa baru (camaba) mengikuti tes. Ribuan camaba yang mengikuti tes ini dikelompokan menurut peminatan bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Agama. Peserta peminatan IPA mengikuti tes tulis di GKB I, peminatan IPS di GKB II, dan peminatan Agama di auditorium UMM. Jika ditotal dari gelombang I hingga III, terhitung pendaftar UMM sebanyak 28.047 camaba. Dari jumlah ini, sebanyak 16.088 camaba tercatat mengikuti tes tulis. Sementara dari jumlah tersebut UMM hanya akan menerima 7.500 mahasiswa baru. Jumlah tersebut sudah termasuk camaba yang mendaftar beasiswa bidikmisi, yatim/ yatim piatu,  maupun Program Pendidikan Ulama’ Tarjih (PPUT). Memasuki tes gelombang III, terkecuali program studi Pendidikan Dokter, UMM masih tetap membuka pendaftaran pada semua prodi di sembilan fakultas lain. Meski demikian, pengawalan ketat tetap dilakukan guna menjaga kelancaran tes tulis. Hasil pengumuman gelombang III dapat diakses melalui laman pmb.umm.ac.id pada 18 Agustus 2017 mendatang. Sementara, herregistrasi akan dilakukan pada 21 hingga 25 Agustus 2017. (ich/can)

Gelombang II, UMM Serap 3362 Mahasiswa Baru

PIMPINAN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar pertemuan dengan orang tua/wali mahasiswa baru pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Reguler gelombang II Tahun 2017, Ahad (13/8). Pertemuan ini dalam rangka silaturahmi dan dialog pimpinan UMM dengan para orang tua mahasiswa baru yang berhasil lolos tes seleksi. Pada periode ini, total peserta tes sebanyak 7.393 dari jumlah pendaftar online sebanyak 11.833, UMM hanya meloloskan 3327 orang saja. Jumlah tersebut sudah termasuk mahasiswa yang berasal dari luar negeri yang terdaftar sebagai mahasiswa reguler di UMM. Sementara mahasiswa dalam negeri sendiri berasal dari hampir 35 wilayah di Indonesia. “Jika sebelumnya Kalimantan Timur sebagai wilayah penyuplai mahasiswa terbanyak setelah Jawa Timur, tahun ini Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati posisi tersebut,” terang Rektor UMM Fauzan. Dalam pertemuan tersebut, hadir seluruh pejabat struktural UMM, mulai dari Rektor, jajaran Wakil Rektor (Warek) I, II dan III, serta jajaran dekanat tiap fakultas hingga kepala biro yang ada di UMM. Menjadi bagian dari keluarga kampus berjargon “Jas Merah, Kampus Putih” menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua Biancha Syafira Bere, peserta asal Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Adalah Akrimulul Karim, Ibu yang mengantarkan anaknya hingga bisa berkuliah di Malang, Jawa Timur. Anaknya Biancha masuk dalam daftar yang diterima sebagai  mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik UMM. Diakui Akrimulul, UMM merupakan perguruan tinggi yang amat dikenal di NTT khususnya Alor. Selain karena UMM yang ternyata merupakan bekas almamater tempat suaminya berkuliah tahun 1989 silam, Ia percaya dengan reputasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang amat baik dapat mengantarkan anaknya menuju tangga kesuksesan di masa depan. Biancha merupakan alumni Madrasah Aliyah Negeri Kalabahe Kabupaten Alor, NTT. “Selain karena universitas ini sudah dikenal luas di Indonesia, setelah saya tinjau langsung ke Kampus UMM, suasanya juga nyaman toh untuk anak saya belajar di sini,” tandasnya. (can)

Ditjen Pajak Ajak Mahasiswa UMM Sadar Pajak

BERDASARKAN data penerimaan negara lima tahun terakhir, penerimaan dari perpajakan merupakan bagian terbesar pemasukan negara Indonesia. Dengan demikan, pajak sangat penting bagi kelangsungan kehidupan bernegara. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Umum Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Khusus Nadia Riasari Wisatayanti di hadapan Mahasiswa Progam Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (11/8). “Dari perspektif ekonomi, sebagaimana telah kita maklumi bahwa pajak dipahami sebagai beralihnya sumber daya dari sektor privat kepada sektor publik. Pemahaman ini memberikan gambaran bahwa adanya pajak menyebabkan dua situasi menjadi berubah,” terangnya di Basement Dome UMM yang bertajuk “Pajak Bertutur” ini. Pertama, lanjut Nadia, berkurangnya kemampuan individu dalam menguasai sumber daya untuk kepentingan penguasaan barang dan Jasa. Kedua, bertambahnya kemampuan keuangan negara dalam penyediaan barang dan jasa publik yang merupakan kebutuhan masyarakat. “Dengan demikian, pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan,” ungkapnya. Selama masyarakat belum sadar pajak, kata Nadia, maka seberapa pun keras usaha yang dikerahkan untuk mengumpulkan pajak maka akan sia-sia saja. Oleh karenanya perlu perubahan perilaku masyarakat dalam membayar pajak. “Mahasiswa merupakan calon wajib pajak potensial, bahkan sudah cukup banyak mahasiswa yang sudah memenuhi syarat subyektif dan obyektif untuk menjadi wajib pajak. Inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan tinggi diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang cinta tanah air dan mewujudkan bela negara dengan turut serta memenuhi kewajiban perpajakannya,” tandasnya. Di sisi lain, program seminar “Pajak Bertutur” yang serentak diselenggarakan di sejumlah daerah di Indonesia ini bertujuan agar kesadaran perpajakan warga negara nantinya akan meningkat dengan didahuluinya meningkatnya pemahaman perpajakan sejak dini bagi para pelajar (SD, SMP dan SMA) dan mahasiswa. (can/han)

Lagi, UMM FM Juarai Lomba Siaran Nasional

SETELAH sukses menjuarai lomba siaran pada April lalu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), UMM FM kembali menyabet juara pertama pada Festival Broadcasting yang diadakan oleh UKM Radio Universitas Negeri Semarang pertengahan Juli lalu. Adalah Aan Marendah dan Nata Rinaldi, dua mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi angkatan 2015 yang berhasil mengalahkan 40 pasangan peserta se-Indonesia. Dikatakan Aan, kekompakan dan wawasan seputar lagu menjadi keunggulan mereka hingga meraih juara. “Kekompakan, ketenangan saat siaran, keluasan wawasan seputar lagu dan materi, serta humor yang tak terlalu banyak menjadi keunggulan kami,” ujar Aan. Dibandingkan lomba sejenis sebelumnya, tantangan kali ini dirasakan Aan dan Nata lebih berat. Lantaran, kemampuan lawan sudah tak diragukan. Terlebih, peserta tak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tapi juga penyiar radio swasta. “Tantangan terberat kami adalah penyiar radio kampus UGM, karena dari segi vokal dan waktu juga tepat,” imbuh Aan. Lomba siaran terdiri dari tiga babak. Babak penyisihan pertama dan kedua, mereka diminta membawakan program selama tiga menit, meliputi opening, content, dan closing. Sementara babak semifinal, mereka membawakan program bertema traveling dan tips menyembuhkan patah hati selama empat menit. Tak hanya lomba siaran, kegiatan bertema “You are the Future of an Extraordinary Entertainer” ini juga mengadakan workshop dan seminar public speaking mengundang praktisi professional, di antaranya presenter TVRI Semarang dan penyiar radio di Semarang. (ich/han)