KKN UMM Sosialisasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar

SEJUMLAH mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Kuliah kerja Nyata (KKN) 153 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan sosialisasi anti-bullying di sejumlah sekolah dasar (SD) yang ada di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Kegiatan dilaksakan secara bergiliran dimulai dari SDN  01 Ternyang hingga SDN 04 Ternyang, pada 5-8 Agustus 2017. “Tujuan kegiatan ini untuk mengurangi tindak kekerasan pada anak. Juga untuk menciptakan suasana kondusif di lingkungan sekolah. Apalagi, sekarang kan marak tindakan bullying di lingkungan sekolah,” tutur Anita Andromeda, mahasiswa Psikologi UMM selaku panitia acara. Anita berharap, dengan diadakannya sosialisasi ini sekolah dapat menjadi lingkungan yang nyaman sebagai salah satu tempat belajar anak. “Tanpa kita sadari bullying merupakan salah satu penghambat anak untuk belajar dan berkembang,” sambungnya. Dalam acara tersebut para siswa terlihat begitu antusias dengan materi yang diberikan secara komunikatif oleh pemateri dari KKN 153 UMM. Selain diberikan materi, para siswa juga sesekali diajak bermain game dan menonton film agar sosialisasi berjalan menarik. Kepala Sekolah SDN 01 Ternyang Endang Sumarsih mengaku sangat berterima kasih atas inisiasi KKN 153 UMM yang telah memberikan materi bullying pada para siswa di sekolahnya. “Ke depan, semoga tidak ada lagi tindakan bullying di desa Ternyang, termasuk di sekolah kami,” tuturnya. Di akhir acara, semua peserta dibagikan sertifikat yang bertuliskan ‘Saya Tidak Akan Melakukan Tindakan Bullying” pada seluruh peserta. Selain itu, agar acara lebih menarik, dilakukan cap tangan dengan cat warna-warni sebagai simbol anti-bullying pada siswa-siswi di sekolah. (ai/orp/han)

Nobar Gerhana Bulan via Astrofotografi Jadi Edukasi Bagi Masyarakat

MENYAKSIKAN gerhana bulan melalui astrofotografi bersama warga Malang menjadi tradisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hal ini disebut Kepala Badan Pemakmuran Masjid AR Fachruddin UMM Syamsurizal Yazid diharapkan dapat menjadi edukasi bagi masyarakat. “Proses pengamatan Bulan via Astrofotografi selalu digelar UMM pada kesempatan gerhana lainnya,” kata Syamsurizal. Termasuk, pada momen Gerhana Bulan Parsial yang terlihat di langit Malang Selasa (8/8) dini hari. Warga Malang khususnya masyarakat di sekitar UMM berkesampatan menyaksikan langsung fenomena alam ini di Masjid AR Fachruddin UMM selepas menggelar shalat gerhana bulan berjamaah atau Shalat Khusuf yang dimulai pukul 00.30 WIB dini hari. Diterangkan Ketua Program Studi Ahwal Syakhsiyah Fakultas Agama Islam (FAI) UMM Idaul Hasanah, astrofotografi merupakan jenis khusus fotografi yang digunakan untuk merekam gambar objek astronomi dan area luas dari langit malam hari. Dalam konteks gerhana, astrofotografi digunakan sabagai teknologi khusus untuk riset antariksa. Terkait peristiwa gerhana bulan sebagian ini, kata Idaul, hal itu terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan. “Peristiwa gerhana Bulan akan terjadi pada fase purnama dan bisa diprediksi,” jelasnya. Adapun fase gerhana sebagian ini berlangsung selama 1 jam 56,6 menit. Sementara awal kontak Gerhana pada pukul 00:22:55 WIB dan akhir kontak Gerhana pada pukul 02:18:10 WIB. “Selain di Indonesia, gerhana ini juga bisa dilihat di Samudera Pasifik serta di bagian Timur Asia dan Australia saat bulan terbenam.” Berdasarkan rilis website resmi Badan Meteorologi dan Geofisika, pada tahun 2017 diprediksi terjadi empat kali gerhana, antara lain, pertama Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 11 Februari 2017 yang dapat diamati dari Indonesia bagian Barat, Gerhana Matahari Cincin (GMC) 26 Februari 2017 yang tidak dapat diamati dari Indonesia, Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 7-8 Agustus 2017 yang terjadi malam tadi, dan Gerhana Matahari Total (GMT) 21 Agustus 2017 yang tidak dapat diamati di wilayah Indonesia. (can/han)

Magister Pendidikan Matematika Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

PAKAR Pendidikan Matematika dari Universitas Sultan Idris Malaysia Dr. Mohd Faizal Nizal Lee Abdullah menghimbau, seorang guru perlu melihat hasil studi international tentang kecenderungan atau perkembangan matematika dan sains atau Trend in International Mathematics and Science Studies (TIMSS), juga penilaian tingkat dunia untuk menguji performa akademis anak-anak sekolah atau Program for International Student Assessment (PISSA) yang menunjukkan kekuatan dan kelemahan dalam pengajaran dan pembelajaran matematika secara nasional dan internasional. “Di Malaysia, hasil penelitian itu telah menumbuhkan banyak minat terhadap kualitas pengajaran matematika (MQI), bahwa kuantitas pengetahuan guru perlu ditingkatkan untuk mengajar matematika secara efektif dan peran pengetahuan ini amat penting dalam pengembangan guru matematika berkualitas,” terangnya dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika oleh Program Magister Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Aula Ahmad Dahlan UMM Inn, Sabtu (5/8). Faizal membawakan materi “Developing Quality Teachers of Mathematics: The Role of Mathematical Knowledge of Teaching”. Dalam materi tersebut lebih jauh Faizal menerangkan, dengan memperhatikan hal tersebut, seorang pendidik harus berusaha mengembangkan strategi untuk menilai hasil usaha mereka dalam mengembangkan guru matematika berkualitas. Dalam konteks yang lebih umum, menurutnya pengajaran yang baik mengharuskan guru untuk menciptakan dan menggunakan, memperluas dan menolak, mengkontruksi dan merekonstruksi teori belajar dan pengajaran. Teori-teori itu disusun dengan hati-hati dari pelajaran yang didapat berdasarkan pengalaman bertahun-tahun dan pengamatan yang cermat. “Guru yang telah membuat teori eksplisitnya dan merasakannya dengan pengalamannya berada di ruang kelas, adanya kritik kolega, dan pengetahuan dari penelitian saat ini, membuat pilihan pedagogis yang efektif yang menghasilkan pengajaran berkualitas,” paparnya. Di sisi lain, pakar Pendidikan Matematika dari UMM Dr. Moh. Mahfudz Efendi dalam materinya memaparkan perihal perlunya reposisi pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Menurutnya, SMK merupakan sekolah yang unik dan berbeda dengan SMA. Oleh karena itu, pembelajaran matematika di SMK harus berbeda dengan SMA. “Bahkan materi ajar matematika antara program keahlian yang satu dengan lainnya juga harus berbeda, karena memang kebutuhannya yang berbeda,” ujarnya. Berdasarkan temuan penelitiiannya, pengembangan kurikulum matematika di SMK menganut azaz supply driven, tidak terintegrasi dengan tujuan program keahliannya sehingga cenderung overload dan overlapmateri ajar. “Dampaknya adalah pengembangan bahan ajar tidak fokus pada materi yang penting dan dibutuhkan, pembelajaran menjadi tidak kontekstual, tidak menarik, dan kurang bermakna. Sehingga pemahaman siswa terhadap matematika dan program keahliannya menjadi kurang optimal,” ungkapnya. Matematika, imbuh Mahfudz, bukan sekedar alat untuk menyelesaikan masalah, tetapi harus berfungsi sebagai alat bantu visual belajar, pembentukan pola pikir yang nyata, dan menumbuhkan sikap positif bagi siswa SMK agar mampu dan mudah beradaptasi. Sifat dan kemampuan beradaptasi ini harus dimiliki oleh siswa SMK agar mereka kritis, kreatif, dan mampu mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan jaman dan dunia kerja. (can/han)

Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Raih Akreditasi A

PROGRAM studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru saja meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pengumuman ini muncul pada laman BAN-PT sejak 28 Juli lalu menyusul serangkaian penilaian yang dilakukan pada 20 Mei 2017. Penilaian ini terangkum dalam tujuh standar yang ditetapkan oleh BAN-PT mencakup visi, misi, tujuan, dan strategi pencapaian prodi yang dipaparkan dalam standar satu; kepemimpinan dan sistem pengelolaan pada standar dua; mahasiswa dan lulusan pada standar tiga; SDM dan perekrutan tenaga pengajar pada standar empat; kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik pada standar lima; pembiayaan, sarana-prasarana pada standar enam; dan standar tujuh menyangkut Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ketua prodi PBSI Drs Tuti Kusniarti MSi mengatakan, visi dan misi ini merujuk pada visi misi universitas. Sementara, standar tiga dikatakan Tuti sebagai poin sangat penting lantaran menyangkut mahasiswa dan lulusan. Keseimbangan jumlah mahasiswa yang masuk dengan mahasiswa yang lulus disebutnya harus seimbang. Prestasi mahasiswa baik akademik maupun non-akademik serta sumbangsih lulusan pada prodi menjadi bagian dari penilaian pada poin ini. Saat ini, jumlah mahasiswa aktif PBSI terhitung mulai angkatan 2013 hingga 2016 sebanyak 583 mahasiswa dengan jumlah tenaga pengajar 21 orang. Tak hanya soal linearitas keilmuan, tenaga pengajar juga dinilai berdasarkan karya-karya ilmiahnya. Raihan akreditasi A juga didukung bertambahnya jumlah dosen bergelar doktor di PBSI. “Tahun 2012 jumlah doktor di PBSI hanya dua orang, saat itu kita meraih akreditasi B. Alhamdulillah sekarang ada delapan doktor,” kata Tuti. Tahun ajaran baru ini, prodi PBSI juga mulai mengimplementasikan kebijakan baru pemerintah tentang Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) selain KKNI dan KBK yang sudah lebih dulu diaplikasikan pada mahasiswa. Sistem pembelajaran yang dikembangkan tak hanya dilakukan di dalam kelas, melainkan juga e-learning dan praktikum. Untuk mendukung pelaksanaan praktikum yang sesuai dengan dunia kerja, PBSI menempatkan laboratoriumnya di beberapa lingkungan kerja, misalnya laboratorium jurnalistik yang berada di lingkungan kantor Malang Post dan laboratorium penyiaran yang berada di lingkungan Radio Republik Indonesia. Di akhir, Tuti berharap pencapaian ini akan terus mengalami peningkatan. “Raihan akreditasi A ini diharapkan bisa bertahan dengan peningkatan tentunya,” pungkasnya. (ich/han)

UMM Manfaatkan Produk Riset Bagi Peternak dan Nelayan

PETERNAK, petani dan nelayan adalah profesi yang menjadi sandaran hidup bagi banyak masyarakat kelas bawah. Agar profesi tersebut lebih produktif dan menjanjikan untuk jangka panjang, kalangan akademik dapat berperan strategis melalui produk riset yang bermanfaat meningkatkan mutu dan profit. Ikhtiar itulah yang di antaranya dilakukan dosen peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Sujono MKes melalui produk penelitian susu kambing fermentasi. Riset ini telah melalui tahap uji pra klinis pada mencit atau tikus kecil. Uji klinis selanjutnya dilakukan pada manusia yang menderita hiperkolesterolemia, hiperuresemia, dan diabetes mellitus selama tiga minggu sebanyak 250cc per hari. Hasilnya, susu kambing fermentasi ini mampu menurunkan kolesterol, asam urat dan glukosa. Sukses penelitian ini mendorong Sujono memproduksi susu kambing secara massal sejak setahun terakhir. Selain bermanfaat sebagai penawar bagi penderita hiperkolesterolemia, hiperuresemia, dan diabetes mellitus, produksi susu kambing ini juga berimbas positif pada peternak kambing perah. Sujono menggandeng peternak kambing perah binaan di wilayah Batu, Dampit, dan Tirtoyudo, kabupaten Malang. Tak hanya itu, Sujono juga mengajarkan proses budidaya pada para peternak sehingga produksi susu meningkat menjadi kualitas susu terbaik. Di bidang serupa, Dr Ir Ahmad Wahyudi MKes juga menciptakan produk riset pakan ternak konsentrat yang telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual. Pakan ternak konsentrat ini bermula dari kerisauan para peternak yang sulit mendapatkan pakan hijau di musim kemarau. Padahal, hewan ternak harus tetap produktif setiap hari. Sementara itu dosen Sosiologi UMM Dr Vina Salviana Darvina Soedarwo MSi mencoba memberdayakan masyarakat di wilayah pelabuhan pantai Lekok, kabupaten Pasuruan. Vina memberdayakan istri-istri nelayan pada dua Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) pantai Lekok dengan menanamkan mindset wirausaha. Dimulai 2016, penelitian yang didanai Ristekdikti tersebut dilakukan dengan memberikan pelatihan pengolahan ikan, yakni membuat nugget, bakso, kaki naga, maupun kerupuk berbahan baku ikan. Hasilnya positif, hingga sekarang masyarakat yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan ini produktif membuat olahan ikan selain terasi dan ikan asin. (ich/han)

Diplomat Asing Belajar Budaya Indonesia di UMM

HINGGA sebulan ke depan, sebanyak 12 diplomat asing dari 12 negara akan belajar bahasa dan budaya Indonesia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka berasal dari Afrika Selatan, Fiji, Iran, Jepang, Kamboja, Kazakhstan, Kolumbia, Laos, Papua Nugini, Spanyol, Sri Lanka, dan Zimbabwe. UMM dipercaya melatih diplomat asing setelah melalui serangkaian seleksi yang dilakukan oleh Badan Diklat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. Istimewanya, ini pertama kalinya Kemenlu bekerjasama dengan perguruan tinggi. Kesempatan ini diraih lantaran UMM memiliki beberapa keunggulan, di antaranya ketersediaan fasilitas pendukung, tenaga pengajar berkualitas, serta kurikulum dan silabus yang terstandar. Ke-12 diplomat asing itu telah mengikuti pembukaan promosi budaya dan bahasa Indonesia oleh unit Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM yang berlangsung Selasa (1/8) malam, sementara pengenalan budaya Indonesia dilakukan mulai 2 hingga 31 Agustus 2017. Dikatakan kepala BIPA UMM Dr Arif Budi Wurianto MSi, selain belajar bahasa, peserta juga akan diajarkan tentang karawitan, menari, membatik, dan pariwisata. Beberapa tempat pariwisata di Malang, Batu, dan Probolinggo yang memungkinkan menjadi promosi yang bagus dengan negara mereka akan menjadi lokasi tujuan pembelajaran. Mereka juga akan ikut upacara peringatan kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang. “Mereka nantinya akan bertugas menjadi diplomat Indonesia atau minimal mempopulerkan budaya dan pariwisata di negara masing-masing. Ini yang menjadi pembeda dengan program Darmasiswa RI,” jelas Arif. Rektor UMM dalam sambutannya mengatakan pembelajaran ini menjadi instrumen yang penting untuk diplomasi. Hal ini lantaran seorang diplomat mesti memiliki kemampuan diplomasi komunikasi dan pengalaman terkait kebudayaan di negara tempat tugasnya. Pada pembukaan kegiatan, selain menjadi media perkenalan dengan tim BIPA sebagai pengajar, peserta juga disuguhi makanan khas Indonesia diiringi alunan lagu-lagu Jawa. Beberapa peserta bahkan menyumbangkan lagu, seperti Jabulisile Creasantia Msibi yang menyanyikan lagu dari Afrika Selatan. Pelaksanaan program ini juga memberdayakan mahasiswa dari berbagai jurusan untuk menjadi buddies atau teman pendamping. Tiap buddy akan membantu peserta baik dalam pembelajaran maupun keperluan sehari-hari. (ich/han)

UMM Berdayakan Masyarakat Lokal Melalui Kampung Wisata

SALAH satu cara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberdayakan masyarakan lokal yaitu dengan mendorong para pakarnya menghadirkan konsep kampung wisata di wilayah pinggiran. Desa wisata organik Lombok Kulon di Bondowoso, ekowisata konservasi penyu dan Hutan Mangrove di Pacitan, serta desa wisata petik jambu di Camplong Madura adalah di antaranya. Berkunjung ke Desa Lombok Kulon, Kabupaten Bondowoso, wisatawan akan disuguhi sumber daya alam bebas pestisida. Suasana natural lebih terasa dengan memetik buah-buahan, sayur-sayuran, memanen ikan, lalu memasaknya sesuai selera. Itulah desa wisata organik Lombok Kulon, salah satu dari kampung wisata yang didampingi pakar UMM. Keberadaan desa organik ini tak luput dari campur tangan Prof Dr Ir Indah Prihartini MS, pakar pertanian dan peternakan organik dari UMM, yang mendampingi pengembangan desa ini melalui program pengabdian masyarakat yang didanai Direktorat Pendidikan Tinggi (Hi-Link Dikti). Selama tiga tahun, yaitu 2013-2015, Indah membantu melakukan pengembangan klaster padi organik sebagai upaya peningkatan kemandirian pangan berkelanjutan di Bondowoso. Selain itu, Indah juga membantu para petani mengupayakan pertanian organik yang sebelumnya sempat mengalami kegagalan. Saat ini, dengan populernya desa wisata Lombok Kulon, perekonomian masyarakat lokal terangkat karena kian banyak bidang yang dapat digarap, di antaranya input produksi, termasuk produk beras organik yang setiap jamnya mencapai empat ton dan sudah diproyeksikan untuk ekspor. Masyarakat juga memanfaatkan aliran irigasi untuk wisata tubing, wisata edukasi organik, berjualan makanan dan oleh-oleh organik, serta menyewakan rumah untuk homestay bagi wisatawan yang menginap. Kesadaran masyarakat untuk bertani organik pun kian meningkat. Tak kurang dari 25 hektar lahan pertanian di Lombok Kulon telah menghasilkan hasil pertanian organik. Selain Lombok Kulon, UMM juga memberdayakan masyarakat melalui ekowisata, yakni konservasi penyu dan hutan mangrove di Kabupaten Pacitan atas inisiasi dosen Biologi UMM Wahyu Prihanta. Kehadiran ekowisata ini cukup ampuh menggeliatkan perekonomian masyarakat setempat. Di antaranya pendirian warung-warung serta pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan ekowisata. Tak hanya integrasi konservasi Penyu dan Mangrove saja, untuk menyedot lebih banyak wisatawan, di tepi pantai juga disiapkan kolam renang dan di atasnya terpasang flying fox terpanjang di Indonesia yang mencapai 450 meter. Ada pula dosen Agroteknologi UMM Ir Henik Sukorini PhD yang turun tangan menjadi ketua program pengembangan jambu air khas Camplong di Sampang, Madura. Lewat tangan dingin Henik, area tersebut disulap menjadi desa wisata petik jambu. Konsepnya bercermin dari desa wisata petik jeruk dan apel khas Malang. (can/han)

UMM Berangkatkan 22 Calon Jamaah Haji

MEMASUKI musim haji 1438 Hijriyah, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan memberangkatkan 22 orang calon jamaah haji. Rombongan yang terdiri dari dosen dan karyawan tersebut telah memenuhi sejumlah syarat, salah satunya telah mengabdi dan berdedikasi setidaknya 25 tahun di UMM. Salah seorang karyawan yang diberangkatkan, Imam Syafi’i mengungkapkan syukur dan kebahagiannya. Pengabdiannya selama 25 tahun diganjar dengan penghargaan diberangkatkannya ia ke Tanah Suci. Kesehariannya, Imam diperbantukan sebagai tenaga ekspedisi surat dan membantu teknis administrasi di Biro Administrasi Umum (BAU). “Saya sangat berterimakasih kepada UMM yang telah membiayai saya dan karyawan lainnya. Mulai dari biaya haji, manasik, imigrasi, kesehatan dan lainnya. Terimakasih sebesar-besarnya untuk UMM,” ungkapnya saat diwawancarai usai gelaran pelepasan calon jamaah haji UMM, Selasa (1/8). Wakil Rektor II Dr Nazarudin Malik MM menerangkan, tiap tahunnya UMM memiliki tradisi memberangkatkan sejumlah karyawan, dosen beserta keluarganya untuk naik haji. “Sebagai institusi yang berada di bawah persyarikatan Muhammadiyah, maka ibadah haji ini menjadi tradisi tersendiri bagi segenap warga UMM,” ungkapnya. Diterangkan Kepala BAU sekaligus penanggungjawab acara, Ir Sunarto MT, dalam laporannya, seluruh biaya pemberangkatan karyawan sepenuhnya ditanggung universitas. Sedangkan untuk dosen, lanjut Sunarto, diberi bantuan untuk meringankan ongkos pemberangkatan hajinya. Hadir pula memberi arahan Sekretaris Badan Pelaksana Harian (BPH) UMM Wakidi. Ia mengingatkan tempat-tempat di mana doa mudah dikabulkan, di antaranya pintu multazam, pintu yamani dan hajar aswad. “Berdoalah untuk diri sendiri, untuk keluarga dan untuk keluarga besar kampus ini,” tuturnya. (can/han)

Pascasarjana UMM Perkuat International Benchmarking

PROGRAM Pascasarjana (PPs) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berkembang. Saat ini, PPs telah memiliki 11 program magister dan tiga program doktor. Selain peningkatkan kuantitas, aspek kualitas akademik juga menjadi perhatian, utamanya melalui perluasan jejaring dan international benchmarking. Program magister PPs UMM terdiri dari Magister Pendidikan Agama Islam, Magister Sosiologi, Magister Manajemen, Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, Magister Pendidikan Matematika, Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Magister Agribisnis, Magister Hukum, Magister Psikologi Sains, dan Magister Psikologi Profesi. Sementara program doktor terdiri dari, Doktor Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Doktor Pendidikan Agama Islam, dan Doktor Ilmu Pertanian. Mata kuliah yang ditempuh mahasiswa Magister antara 42-48 SKS dengan masa studi 4-8 semester, sedangkan Program Doktor 46-52 SKS dengan masa studi 6-10 semester. Untuk gelombang kedua, pendaftaran mahasiswa baru PPs dibuka mulai 22 Juli hingga 5 Agustus 2017, “Kecuali Magister Psikologi Sains dan Magister Psikologi Profesi yang sudah ditutup di gelombang ini karena telah memenuhi kuota di gelombang pertama,” kata Wakil Direktur III PPs UMM Dr Wahyudi. Terkait syarat pendaftaran, lanjut Wahyudi, dapat dilihat di laman online PMB UMM. Khusus mahasiswa internasional, PPs UMM menyaratkan calon mahasiswa memperoleh ijin dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti dan mengurus visa atau kartu tinggal di Indonesia yang dapat dilakukan dengan bantuan Biro Kerjasama Luar Negeri UMM. Untuk pengembangan mutu akademik, benchmarking dengan  berbagai kampus di luar negeri juga terus dilakukan PPs UMM. “Saat ini setiap program studi di Pascasarjana UMM sudah memiliki kampus partner benchmarking di luar negeri yang menjadi standar untuk mengukur mutu akademik,” jelas Wahyudi. (*)

PUSAM UMM Didik Aktivis HAM dan Perdamaian Internasional

SEBANYAK 30 peneliti muda hak asasi manusia yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia tengah disiapkan oleh Pusat Studi Agama dan Multikuluralisme (PUSAM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menjadi aktivis hak asasi manusia (HAM) dan perdamaian internasional. Bekerjasama dengan Oslo Coalition-Norwegian Center for Human Rights, the University of Oslo, Norwegia dan International Center for Law and Religion Studies, Brigham Young University, USA para peneliti itu mengikuti Master-Level Course (MLC) on Sharia and Human Rights yang diadakan pada 24 hingga 28 Juli 2017. MLC merupakan tahap pertama dari dari program studi jangka pendek setingkat master ini. Selanjutnya, selepas acara hingga September 2017, mereka diminta melakukan riset tentang berbagai isu-isu HAM terkini yang berkembang di masyarakat. Selanjutnya pada akhir September, para peneliti bertemu kembali untuk mempresentasikan penelitian mereka di hadapan para pakar HAM nasional dan internasional. Para pakar HAM internasional yang terlibat dalam program ini di antaranya Prof Tore Lindholm dan Lena Larsen PhD (Oslo Coalition, Norwegia), Prof Brett Scharffs (Bringham Young University, USA), Prof Heiner Bielefeldt (PBB) Prof Jeroen Tempermen (Erasmus University Rotterdam, Belanda), dan Prof Mun’im Sirry (University of Notre Dame, USA). Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi menjelaskan, MLC merupakan program yang fokus pada isu-isu kekinian seputar HAM dan syariah. Mulai dilaksanakan sejak 2011, hingga saat ini program MLC telah memasuki angkatan ketujuh. Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini di antaranya membuka kesadaran pada para pegiat HAM terhadap berbagai problem HAM di Indonesia dan internasional, khususnya yang memiliki keterkaitan dengan syariah atau hukum Islam Bagi Prof Heiner Bielefeldt, pelanggaran HAM bisa terjadi di mana saja, dan melalui modus apa saja. Bisa lewat birokrasi, sekolah, tempat kerja, dengan melibatkan isu agama, kekerasan, dan terorisme. “Dalam konteks masyarakat Indonesia yang religius, tantangannya tentu lebih beragam, karena isunya bisa meluas pada pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan,” kata Heiner yang juga merupakan guru besar HAM di University of Erlangen, Jerman. Para peserta yang mengikuti acara ini merupakan hasil seleksi dari ratusan pendaftar se-Indonesia. Mereka terdiri dari aktivis mahasiswa, dosen, peneliti, dan pegiat HAM yang berasal dari Aceh, Yogyakarta, Banjarmasin, Jakarta, Riau, dan sejumlah kota di Jawa Timur. Salah satu peserta terbaik nantinya akan diberangkatkan ke Norwegia untuk kuliah singkat HAM di University of Oslo. (can/han)