UMM Hadirkan Pakar Australia Perkuat Kualitas Ajar Bahasa Inggris

KOMITMEN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam upaya terus menerus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengajaran bahasa Inggris makin dipertajam. Hal tersebut ditandai dengan diselenggarakannya Seminar on English Language Teaching yang menghadirkan pakar dari University of South Australia, Dr Ngoc Ba Doan (6/7). Selain Ngoc Ba Doan melalui materi English Language Teaching and Learning in Mobile World: Challenges and Possibilities, seminar ini juga menghadirkan dua pakar lainnya, di antaranya Teachers Code-Switching in Indonesian Tertiary Bilingual Classroom oleh Hilda Cahyani, Ph.D. dari Politeknik Negeri Malang (Polinema), Effective EFL Teaching: A Note on Succes and Failure Stories oleh Dr. Estu Widodo. Seminar ini merupakan salah satu bentuk implementasi kerjasama antara UMM dengan UNISA. Kegiatan yang berlangsung di di Ruang Sidang Senat UMM ini diikuti sejumlah dosen dari program studi Bahasa Inggris dan lembaga pengembangan bahasa Language Center UMM. Sementara Asisten Rektor Bagian Kerjasama Luar Negeri, Drs. Suparto, M.Pd. menjelaskan, gelaran seminar ini melanjutkan tradisi kerjasama UMM yang sudah ada sebelumnya. Suparto juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan luasnya peluang kerjasama yang dilakukan UMM. “Kami juga membuka usulan kerjasama, khususnya dengan UNISA. Masih banyak kesempatan dan peluang untuk menjalin kerjasama dengan Australia. Meskipun Australia secara geografis dekat dengan Indonesia, malahan kita lebih banyak kerjasama dengan Eropa,” pungkasnya. (can/han)
Pramuka Masuk Kurikulum, PPG UMM Gelar Kursus Mahir Dasar

SEBANYAK 77 mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) dan mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) siap mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) pembina pramuka di bumi perkemahan Sumber Waras, Lawang, Kabupaten Malang, Selasa hingga Sabtu (4-8/7). Sebelum berangkat ke bumi perkemahan, alumni program Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (SM-3T) ini lebih dulu mengikuti pembukaan di ruang sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ketua pelaksana kegiatan, Oki Dika Gura menyatakan KMD dan KML ini adalah program kerja PPG UMM bekerja sama dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Malang. Sejak tahun 2013, kegiatan pramuka masuk dalam kurikulum pembelajaran di semua level pendidikan. Untuk itu, kata Oki, alangkah lebih baik bila tiap guru bisa membina pramuka. “Di KMD akan mendapatkan materi, baik di dalam ruangan maupun lapang. Sebagai calon pendidik, akan lebih baik bila memiliki ijazah KMD dan bisa membina pramuka, karena pramuka sudah masuk di kurikulum,” ujarnya. Sementara itu, dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM, Dr Poncojari Wahyono, MKes mengatakan PPG di UMM sudah berjalan selama dua tahun. Amanah dari Kemenristek Dikti ini tak sembarangan. Pasalnya, tidak semua kampus bisa menyelenggarakan PPG. Di Jawa Timur, UMM menjadi satu-satunya kampus swasta penyelenggara PPG. Untuk menyelenggarakan PPG, UMM mesti mengikuti seleksi berdasarkan akreditasi dan AIPT fakultas, kegiatan FKIP, serta kinerja dan kompetensi dosen. Selain PPG, UMM juga mengemban amanah untuk menyelenggarakan PLPG sejak 8 tahun lalu. “Banyak FKIP di kampus lain yang tidak berkesempatan menyelenggarakan program ini. Evaluasi dari penyelenggaraan program ini juga dilakukan tiap tahun oleh Kemenristek DIkti. Jadi, UMM harus mengembangkan kualitas dengan harapan kedua program ini akan terus terselenggara di FKIP UMM,” pungkasnya. (ich/han)
Malik Fadjar: Silaturrahim Hadirkan Optimisme dan Kejernihan Pikiran

KETUA Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Malik Fadjar MSc dalam tausiahnya pada gelaran Halal bi Halal UMM, Senin (3/7) menegaskan, kita semua wajib bersyukur atas nikmat kesempatan melalui Ramadhan. Syukur ini perlu terus-menerus dijadikan kekuatan untuk memandang masa depan, berpikir optimis dan jernih dalam menjalani kehidupan. “Usia boleh menua, tapi pikiran dan pandangan harus tetap segar dalam memandang masa depan,” ujarnya. Bersyukur, lanjut Malik, harus selalu ditingkatkan agar bisa memainkan peranan ketaqwaan, keimanan, dan kemanusiaan. Terlebih, bulan Syawal diibaratkan Malik sebagai bulan menjalin silaturrahim. Melalui silaturrahim, kata Malik, rezeki akan banyak mengalir dalam kehidupan. “UMM harus terus didukung rasa syukur oleh segenap penghuninya, pandangan yang jernih, persahabatan yang ikhlas, dan semangat memberi makna yang besar untuk generasi penerus. Generasi penerus dapat dimaknai sebagai anak didik di lingkungan kampus, atau anak-anak kita dalam keluarga,” urai Malik. Merujuk pada perintah berpuasa pada Quran Surat Al-Baqarah ayat 183, Malik menegaskan tujuan berpuasa ialah menjadikan manusia sebagai makhluk yang bertaqwa. Taqwa, menurut Malik adalah nilai mulia yang bersarang di hati. Setelah sebulan berpuasa, manusia mestinya mempunyai satu kekuatan yang dalam ilmu jiwa dikenal dengan istilah inner beauty. Dalam Islam, inner beauty dikenal sebagai hanif. “Taqwa itu hanif, menebar kebajikan memihak kebenaran, dan selalu ingin berbuat yang terbaik. Misalnya dalam menyambut mahasiswa baru, layani dengan kekuatan hati yang peduli dan munculkan inner beauty yang kita miliki,” kata Malik. Sementara itu, Rektor UMM Fauzan menyatakan dalam Islam, setelah iman ialah kemanusiaan. Oleh karenanya, UMM tak lelah mengembangkan nilai keimanan dan kemanusiaan. “Qori’ yang membaca ayat suci Al-Quran dalam pembukaan tadi ialah petugas kebersihan di UMM. Ini salah satu cara UMM mengembangkan nilai kemanusiaan,” ungkap Fauzan. Hidup di tengah dinamika masyarakat berbangsa dan bernegara, UMM terus bahu –membahu memberikan yang terbaik. Akhirnya, halal bihalal menjadi momen untuk menjernihkan kembali lahir dan batin antarkeluarga besar UMM dan menjadikan hari esok sebagai harapan bagi generasi baru. Halal bihalal keluarga besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) digelar setelah libur hari raya Idul Fitri, di UMM Dome. Kegiatan ini dihadiri seluruh jajaran rektorat, dekanat, dosen, dan karyawan beserta keluarganya. Selain untuk silaturrahim, halal bihalal ini juga menjadi momen meningkatkan syukur dan siap memulai kembali aktivitas di kampus putih. (ich/can)
Melalui Buber Lintas Agama, UMM Kembangkan Harmoni Kemajemukan

BEKERJA sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Perhimpunan Indonesia Tionghoa, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan silaturrahim dan buka bersama (18/6) di Sengkaling Convention Hall. Wakil Rektor II UMM, Dr Nazaruddin Malik menyatakan, silaturrahim ini digagas untuk memperkuat posisi Muhammadiyah dalam menjaga kemajemukan bangsa melalui UMM sebagai salah satu amal usahanya. Kemajemukan ini salah satunya tampak dari mahasiswa UMM yang berasal dari beragam latar belakang suku, agama, dan ras. “Kemajemukan ini bisa menjadi potensi dan instrumen untuk mendestruksi perkembangan bangsa,” ujar Nazar. Senada dengan Nazar, ketua umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Malang, Drs H A Taufik Kusuma menyatakan silaturrahim ini menjadi momen penting untuk membangun kebersamaan yang lebih kokoh. Tak hanya itu, silaturrahim ini penting untuk meneguhkan kembali kerukunan umat beragama di tengah maraknya isu nasional terkait toleransi beragama. “Prinsip dari Muhammadiyah untuk Bangsa terwujud di sini, karena kampus berlabel Islam tapi tetap menerima dari berbagai agama, suku, dan budaya,” imbuh Taufik. Dihadiri perwakilan keenam agama di Indonesia, suasana tampak akrab dan hangat. Orang-orang Tionghoa Muslim mewarnai kehangatan suasana ramah-tamah selepas melaksanakan Salat Maghrib berjamaah. Di akhir, Widodo dari perkumpulan kesukuan Tionghoa menyatakan, UMM tak hanya menerapkan kemajemukan dalam ranah normatif. Lebih dari itu, UMM telah bergerak nyata di dalam keberagaman itu. “Muhammadiyah menjadi lokomotif untuk menjadi alat memajukan masyarakat,” pungkasnya. (ich/han)
Rektor Ingin Media Perkuat Fungsi Edukatif

REKTOR UMM Fauzan menegaskan bahwa peran media begitu strategis di tengah masyarakat sebagai aktor yang memiliki fungsi edukasi. Hal itu disampaikan Fauzan dalam Silaturahim dan Buka Bersama Jajaran Pers se-Malang Raya di Sengkaling Convention Hall UMM (16/6). Dalam perkembangannya, kata Fauzan, media terbagi menjadi dua kelompok, yakni media yang berorientasi konstruktif, juga media yang berorientasi destruktif. “Sebagai fungsi edukasi, yakni media harus membangun, membina dan memperbaiki. Bukan sebaliknya, memberi efek negatif kepada seseorang, baik kelompok, lembaga maupun lapisan sosial lainnya,” ungkap Fauzan. Lebih lanjut Fauzan menyatakan bahwa dirinya terbuka atas kritik dan saran yang dilayangkan kepadanya maupun kepada UMM. Hal itu, kata Fauzan, dalam rangka agar tetap terjaganya kesinambungan kerjasama antara UMM dan pihak media. Dengan cara demikian, imbuh Fauzan, akan mampu membangun sesuatu yang lebih bermakna. “Kita harus saling bersinergi. Sinergi untuk mengembangkan informasi-informasi yang lebih konstruktif. Alhamdulillah, selama ini kita tidak pernah salah paham, karena memang sudah saling pengertian. Semoga silaturahim kita pada hari ini akan bisa memperkuat jalinan saling pengertian itu,” tandasnya. Hadir memberi tausiyah, Direktur Agropolitan TV Nurbani Yusuf. Menurutnya, selain guru, jurnalis juga memiliki fungsi edukasi. “Di tangan kita ada tanggungjawab besar. Kita yang akan membentuk dan membangun opini masyarakat,” kata Nurbani yang juga merupakan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batu ini. Dengan menukil surat Fussilat ayat 34, Nurbani lantas mempertegas pernyataannya. “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia,” kutipnya. “Tesisnya, ketika kita mendapat perlakuan jahat, antitesisnya kita disuruh memberikan kebaikan berlipat. Bukan kejahatan dibalas kejahatan, tetapi kejahatan dibalas kebaikan,” tukasnya. (can/han)
Aktivis Mahasiswa UMM Diminta Jadi Insan Spiritual

RATUSAN aktivis mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Senat Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), maupun Lembaga Semi Otonom (LSO) di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti Kajian Ramadhan 1438H di hall dome UMM, Kamis (15/6). Kepala biro kemahasiswaan, Drs Abdullah Masmuh MSi dalam sambutannya menyatakan, ada tiga tujuan diadakannya kajian untuk para aktivis. Kajian ini sebagai pengejawantahan agar aktivis memiliki nilai spiritual dan tangguh dalam menjalankan amanahnya sebagai pemimpin mahasiswa. Kedua, kajian ini menjadi momentum meningkatkan kesadaran beragama, keimanan, dan ketaqwaan. Ketiga, memperkaya tradisi kajian Al-Quran dan khazanah keilmuan klasik dan kontemporer. Hadir sebagai pemateri tentang “Al-Quran sebagai Landasan Etik Pengembangan Sains menuju Tafsir Kontekstual”, Dr M Nurhakim MAg menyatakan Al-Quran harus menjadi sumber inspirasi aktivis dalam menjalankan roda kepemimpinan dan kegiatan kemahasiswaan. “Aktivis yang menjadi pemimpin di kalangan mahasiswa harus menjadikan Al-Quran sebagai pedoman. Karena Al-Quran hadir sebagai petunjuk dan nasehat bagi manusia,” ujar asisten koordinator bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) ini. Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh kepala Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF), Pradana Boy ZTF, Ph D bertema “Muhammadiyah sebagai Doktrin dan Tantangan Masa Depan”. Boy menuturkan, tidak semua mahasiswa berideologi Muhammadiyah. Namun, pengajaran nilai-nilai Muhammadiyah di kampus putih menjadi hal yang mutlak di mata Boy. “Mahasiswa yang sadar lalu berMuhammadiyah melalui AIK itu adalah bonus. Tapi, kalau mahasiswa UMM tidak memiliki wawasan tentang keMuhammadiyahan dan organisasi-organisasi teknis Muhammadiyah, ini bencana,” terang Boy. Dalam paparannya, Boy menegaskan, Muhammadiyah sebagai gerakan purifikasi seringkali dihubungkan sangat dekat dengan radikalisme. Namun, ada dimensi yang menjaga Muhammadiyah tetap pada garisnya, yakni rasionalisasi. “Sekuat apapun arus radikalisme, jika masih berMuhammadiyah, maka mahasiswa tak akan terseret arus menjadi radikal, karena memegang erat rasionalisasi. Oleh karenanya, baik Boy maupun Nurhakim menekankan, dewasa ini banyak orang memegang keyakinan pada identitas atau organisasi melebihi keyakinan akan Islam. Sebagai aktivis yang berbeda organisasi dan latar belakang pemikiran, perbedaan fiqih dan keyakinan mestinya tak lantas menciptakan keretakan antarmahasiswa. Wawasan akan latar belakang mengapa tiap manusia berbeda menjadi wawasan yang harus dimiliki aktivis. Pasalnya, dengan memahami alasan perbedaan tiap individu, maka perbedaan akan menjadi hal yang disepakati bersama dan dihargai. “Mahasiswa aktivis itu berilmu. Orang yang berilmu mesti membuat orang berhati lembut. Kalau berilmu tapi belum memiliki hati lembut, berarti belum berilmu yang sesungguhnya,” pungkas Boy berpesan. (ich/han)
UMM Gelar Apresiasi Ramadhan Karya Anak Bangsa

RATUSAN siswa setingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) se-Kota Malang, Jawa Timur, unjuk kebolehan di perhelatan Apresiasi Karya Anak Bangsa di selasar Masjid AR Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (15/6). Mereka menampilkan apresiasi di bidang seni gambar, bicara, serta agama “Event ini selain dimaksudkan untuk menyemarakan bulan Ramadhan 1438 Hijriyah, juga untuk mengedukasi peserta tentang pentingnya hidup yang harmoni di tengah Kebhinekaan anak bangsa,” terang koordinator kegiatan, Jamroji MComm saat diwawancarai di sela acara. Maka, imbuh dosen program studi Ilmu Komunikasi ini, tema-tema tiap lomba diarahkan untuk bisa memberi pesan-pesan hidup yang harmoni, hidup yang rukun antar sesama makhluk Allah. Gelaran yang merupakan bagian dari rangkaian acara Gema Ramadhan 1438 Hijriyah UMM ini terbagi menjadi 6 tangkai lomba. Di antaranya Lomba Mewarna untuk sekolah TK dan SD kelas III, sementara Lomba Kaligrafi, Lomba Puisi Islami, Lomba Pemilihan Dai Cilik (Pildacil), Lomba Mendongeng, serta Lomba Tartil diperuntukan bagi siswa tingkat SD. Setiap jenis lomba diambil 3 juara dengan ganjaran tropi dan uang pembinaan. Khusus pada tangkai lomba mendongeng, panitia memberikan kebebasan tiap peserta untuk mengeksplor potensinya. Seperti yang dilakukan peserta dari SD Plus Qurrota A’yun Kota Malang, Mariella Nafisah yang menggunakan media boneka guna mendukung penampilan mendongengnya. Tak pelak, penampilan Mariella mengundang tepuk tangan meriah dari para penonton dan peserta lain. Senada dengan Jamroji, melalui tema “Merajut Harmoni dalam Prestasi Anak Negeri”, ketua pelaksana Gema Ramadhan 1438 Hijriyah Ahmad Fatoni Lc MAg berharap gelaran ini dapat menanamkan karakter peserta menjadi generasi yang soleh dan solehah. (can/han)
Berbagi di Desaku Menanti, UMM Rancang Pembinaan Berkelanjutan

MOMEN Ramadhan menjadi ajang tepat untuk saling berbagi kepada sesama. Seperti yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) lewat kegiatan bakti sosial berupa pelayanan sosial, kesehatan dan rohani di kampung Desaku Menanti Kampung Kesetikawanan Sosial “Margo Mulyo” Desa Baran Tlogowaru Kedung Kandang Kota Malang atau lebih dikenal dengan ‘Kampung Wisata 1000 Topeng’, Senin (12/6). Desaku Menanti merupakan program kampung binaan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). Kegiatan yang dilakukan di antaranya pengobatan gratis untuk seluruh warga, permainan berbasis edukasi atau Edugame untuk anak-anak yang dibawakan oleh tim Relawan Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Fakultas Ilmu Sosial dan llmu Politik (FISIP) UMM dan Indonesia Safe House (INSAFH), serta penyuluhan pola asuh anak serta konsultasi psikologi oleh Unit Pelaksana Tugas (UPT) Bimbingan Konseling (BK) UMM yang dipandu Nia Paramita, M.Si. “Setelah kegiatan ini kita berharap ada upaya yang lebih kongkrit dan lebih nyata dan berlanjut terkait peningkatan kapasitas dari warga sekitar baik bagi orang tua dan anak-anak, baik di bidang sosial, ekonomi maupun pendidikan, juga spiritual,” terang coordinator Bakti Sosial, Zaenal Abidin. Sebagai bentuk tindaklanjut pembinaan yang berkelanjutan, UMM juga akan menyelenggarakan kegiatan serupa di waktu mendatang. Agar upaya pemberdayaan desa tersebut dapat maksimal, Imbuh Zaenal, kerjasama ini nantinya bakal ditindaklanjuti oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) khusus serta praktikum II IKS. “Kerjasama juga bisa dilakukan oleh fakultas lainnya yang relevan. Upaya ini dilakukan agar Kampung Topeng atau Desaku Menanti ini tidak menjadi masalah sosial baru. Kehadiran UMM di Desaku Menanti ini diharapkan menjadi solusi bagi penyendang masalah kesejahteraan sosial, khususnya bagi gelandangan, pengemis, pengamen serta pemulung,” tandas Zaenal yang merupakan dosen IKS UMM ini. Sementara, Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Dinas Sosial Kota Malang Desa Desaku Menanti Metawati Ikawardani menerangkan, Kota Malang sebagai salah satu wilayah yang mendapat mandat menjalankan program pilot project Desaku Menanti Kemensos RI pendirian rumah bagi 35 kepala keluarga dengan 159 Jiwa masyarakat binaan Dinas Sosial Kota Malang. “Kami tidak ingin mereka kembali ke kegiatan awal mereka lagi. Kita kuatkan ekonomi mereka, kita kuatkan kesejahteraan mereka menuju ke arah yang lebih baik, berkualitas dan bermartabat,” kata Metawati. Diakuinya, pembinaan bagi mantan gelandangan dan pengemis atau ex- gepeng ini akan optimal, jika menggandeng pihak lain. UMM sebagai lembaga pendidikan, menurutnya, dapat membantu dari segala sisi. Mulai dari penyediaan sarana-prasarana, kebutuhan sehari-hari, dan juga peralatan-peralatan untuk bekerja. “Untuk penguatan ekonomi ini, bisa juga dilakukan pendampingan untuk diadakan pendampingan keterampilan berwirausaha dan kegiatan pendampingan lainnya. Sehingga kita harap dalam satu keluarga mereka memiliki kemauan dan kemampuan untuk merubah diri mereka sendiri,” tuturnya. Ditemui di tempat berbeda, Rektor UMM Fauzan menyatakan, UMM akan mengambil bagian dalam melakukan pembinaan kepada desa ini secara komprehensif. “Harapan kami dengan ikut andilnya UMM dalam pembinaan ini,dapat timbul kemandirian masyarakatnya. Semoga, kurang dari jangka waktu 5 tahun berjalannya program tersebut, masyarakatnya sudah dapat berdiri di atas kaki sendiri,” ungkapnya. (can/han)
Perkuat Kerjasama UMM-Australia, #AussieBanget Corner Bakal Hadir di UMM

DALAM rangka memperkuat kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Keduataan Besar Australia untuk Indonesia memastikan bakal mendirikan pusat studi Australia di UMM. Rencana tersebut disampaikan langsung staf Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Grace Maria dalam lawatannya ke UMM (7/6). Ditargetkan pendirian #AussieBanget Corner rampung bulan Juli tahun ini. Seluruh civitas akademika UMM nantinya dapat menemukan pilihan buku dan bahan tentang Australia seperti informasi belajar dan beasiswa. Selain di UMM, pendirian #AussieBanget corner juga dibangun di sejumlah perguruan tinggi di Bali, Makassar, Medan, Surabaya dan Yogyakarta. “#AussieBanget Corner ini akan memberi kesempatan pertama untuk mencicipi Australia bagi para mahasiswa sekaligus menjadi titik utama bagi para alumnus Australia,” kata Grace. Selain rencana pendirian #AussieBanget Corner, Asisten Rektor Bidang Kerjasama, Drs. Suparto, M.Pd menyatakan, UMM juga tengah berupaya membentuk forum alumni Australia. UMM saat ini memiliki 32 orang dosen lulusan Australia. Rencana tersebut, menurut Suparto, dimaksudkan untuk pengembangan dan pemberdayaan alumni Australia. “Sebab, selama ini belum ada organisasi alumni Australia di Indonesia. Kalau alumni Amerika itu sudah ada organisasinya. Dari keduataan juga ada supporting untuk kegiatan berupa penelitian, pengabdian masyarakat, pemberdayaan organisasi serta networking,” tandas Suparto. Keberdaan #AussieBanget Corner itu sekaligus melengkapi American Corner, Saudi Arabian Corner, Thailand Corner serta China Corner yang sebelumnya telah berdiri di UMM. (can/han)
BIPA UMM Dipercaya Kemenlu RI Didik Calon Diplomat Asing

SETELAH melalui proses seleksi dan visitasi, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia memercayakan unit Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai lembaga penyedia jasa pengajaran bahasa dan budaya Indonesia bagi 12 calon diplomat dari lima benua melalui program the 12th Promotion to Indonesian Language and Culture for Foreign Diplomats. Pemilihan UMM sebagai penerima mandat dinilai kepala BIPA UMM Dr Arif Budi Wurianto MSi objektif. Hal tersebut lantaran ketersediaan sarana dan prasarana yang baik, juga kacakapan UMM dalam mengelola jejaring yang membuat UMM seringkali dipercaya menjadi tuan rumah dalam sejumlah event internasional. Terakhir, bulan lalu (8-11/5), UMM dipercaya mengelola International Gathering mahasiwa program Darmasiswa RI yang diikuti 540 mahasiswa asing dari 78 negara. Kegiatan yang merupakan program dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemenlu RI ini direncanakan berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus. Selama rentang waktu tersebut, para calon diplomat akan belajar bahasa Indonesia tingkat dasar dan budaya Indonesia. Adapun program budaya meliputi outing class yakni pengenalan alam dan budaya di Jawa Timur pada umumnya dan Malang pada khususnya. “Mereka akan belajar topeng Malangan, membatik, juga karawitan yang akan didukung oleh Lembaga Kebudayaan UMM. Saya kira ini tantangan berat bagi kita, karena hanya dalam satu bulan kita mengajarkan bahasa dan budaya Indonesia kepada mereka,” terang Arif saat diwawancarai Selasa (6/6). Semenatara, visitasi yang dilakukan Pusdiklat Kemenlu RI pada 19 Mei lalu untuk mengkonfirmasi program yang ditawarkan. Selain itu secara objektif tim Kemenlu melakukan kunjungan ke fasilitas-fasilitas yang tersedia di UMM, yakni fasilitas pembelajaran, fasilitas sumber daya manusia, faktor pendukung yaitu dukungan dari universitas serta fasilitas-fasilitas yang memungkinkan mereka bisa belajar sesuai dengan standardisasi yang ditetapkan oleh Kementrian Luar Negeri. “Sebelumnya kegiatan ini terus difokuskan di Jakarta dan Jogja. Untuk pertama kalinya, setelah dua belas tahun, kegiatan diselenggarakan di Jawa Timur khususnya UMM,” terang Arif. Program ini memiliki nilai tambah bagi UMM, imbuh Arif, terutama pada akreditasi atau akuntabilitas masyarakat khususnya pemerintah. Capaian tersebut sekaligus melengkapi daftar program kerjasama BIPA dengan kementrian lain, di antaranya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan lewat program Darmasiswa, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia melalui Kerjasama Negara Berkembang (KNB), dan terakhir dari Kemenlu melalui program tersebut. “Dipilihnya UMM untuk menyelenggarakan tersebut sudah memberikan rapot yang baik bagi UMM sekaligus tantangan kita untuk memberikan pelayanan yang profesional dan terbaik bagi mereka,” tandasnya. (can/han)