Metode Mentoring Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Inovasi Pembelajaran Speaking

MELALUI program mentoring dalam pembelajaran speaking, program studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) berupaya agar mahasiswa dapat saling mengajari dengan pendekatan yang santai, menyenangkan, namun dengan tetap mengenai sasaran. Pada program ini, mahasiswa semester empat ke atas diberi kesempatan mengajar speaking pada mahasiswa baru di semester genap selama sembilan pekan terhitung sejak 11 Maret 2017 hingga 6 Mei 2017. Menurut koordinator program mentoring, Teguh Hadi Saputro, program ini dapat meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa mahasiswa baru. “Semua materi disampaikan secara santai dan dengan suasana serta metode yang menyenangkan,” jelas dosen Prodi Bahasa Inggris UMM ini pada penutupan program mentoring, Sabtu (5/6). Beberapa materi yang disampaikan dalam mentoring program ini adalah kemampuan presentasi, kemampuan diskusi dan juga kemampuan debat. Dengan ketiga materi tersebut, diharapkan mahasiswa dapat semakin lancar dalam berbicara menggunakan bahasa inggris. Selain itu, dengan adanya mentoring program ini mahasiswa dapat lebih percaya diri ketika berbicara bahasa inggris dihadapan banyak orang. “Kami sudah melakukan pengawasan dan penilaian, dengan mentoring program ini mahasiswa sudah percaya diri untuk berbicara dalam kelas. Bahkan jika mengajukan pertanyaan ke dosen dalam kelas, mereka sudah percaya diri menggunakan bahasa Inggris,” ungkap Teguh saat ditemui di acara Penutupan mentoring program tersebut. Selain itu, tidak hanya masalah pembelajaran yang dibidik oleh program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Tapi juga pengenalan mentoring program pada seluruh mahasiswa UMM. Menurut Teguh dengan menggunakan gazebo sebagai tempat pembelajaran dan juga menggunakan identitas khusus, mentoring program ini akan dikenal oleh mahasiswa di UMM. (jal/han)

Bedah Disertasi PSIF Ungkap Fenomena Di Balik Kemajuan UMM

PUSAT Studi Islam dan Filsafat Universitas Muhammadiyah Malang (PSIF UMM) kembali mengadakan bedah disertasi. Kali ini, PSIF menghadirkan Dr Mursidi MM, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM yang menulis disertasi berjudul “Gaya Kepemimpinan Perguruan Tinggi Islam Swasta: Studi Fenomenologi di UMM”. Dalam disertasinya, Mursidi mengatakan, ia hendak mengungkap fenomena di balik kemajuan UMM. “Keberhasilan UMM adalah fenomena yang nampak, karena itu dengan pendekatan fenomenologi, saya hendak menggali apa yang ada di balik kesuksesan itu,” kata mantan Pembantu Rektor II UMM ini pada kegiatan yang berlangsung di Aula Masjid AR Fachruddin Lantai 2 UMM ini, Jumat (5/5). Dari pencariannya, Mursidi menemukan bahwa gaya kepemimpinan dua mantan Rektor UMM, yaitu Malik Fadjar (MF) dan Muhadjir Effendy (ME) merupakan faktor kunci yang merubah UMM dari pengikut pasar (market follower) menjadi pemimpin pasar (market leader). “Jika dulu mengikuti apa yang sedang ngetren di pasar pendidikan, saat ini UMM justru menjadi rujukan karena berbagai inovasi yang dilakukannya,” papar dosen FEB UMM ini. Berdasarkan temuannya, Mursidi menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan UMM ditandai dengan munculnya tiga corak, yaitu pertama, kepemimpinan berfilosofi profetik dan penggerak dengan implementasi manajerial berpola paguyuban, lurus dan dinamis. Kedua, kepemimpinan berfilosofi guru dan kuntul baris dengan implementasi pola jurnalis, militer dan sepakbola. Ketiga, lahirnya gaya kepemimpinan MF dan ME dipengaruhi oleh perjalanan hidupnya sejak dini di lingkungan keluarga dan sekolahnya. Terlebih, Mursidi meyakini bahwa kepemimpinan gaya aktivis merupakan irisan yang mempertemukan antara MF dan ME. Latar belakang keduanya sebagai aktivis mempengaruhi gaya mereka dalam menggerakkan organisasi. “Gaya aktivis ini dicirikan dengan adanya mimpi-mimpi besar yang dibangun melalui diskusi-diskusi, lalu diimplementasikan dengan gerakan-gerakan penuh semangat. Itulah yang membuat UMM bisa sebesar sekarang ini,” jelas Mursidi yang mengambil pendidikan doktornya di Universitas Brawijaya (UB) Malang ini. (can/han)

Mahasiswa Pascasarjana UMM Wajib Presentasi di Luar Negeri

KABAR baik datang dari Program Pasca Sarjana (PPs) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mahasiswa dari semua program studi yang diterima pada tahun akademik 2016/2017 bakal punya pengalaman mengisi seminar di luar negeri. Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur II PPs UMM Akhsanul In’am PhD, Kamis (4/5). Menariknya, biaya pengurusan untuk seluruh proses seminar akan ditanggung UMM. Selain itu, mereka yang akan berangkat keluar negeri bakal mendapat pendampingan penulisan makalah, keterampilan presentasi, dan keterampilan lainnya untuk menunjang presentasi. Secara administratif, terang In’am, mahasiswa hanya tinggal menyiapkan nomor passport dan biaya transportasi. “Semua mahasiswa baru untuk angkatan 2017 yang belum memiliki passport akan kita beri surat keterangan untuk memiliki passport. Harapannya, lulusan master sudah punya pengalaman membuat artikel dan mengadakan seminar di luar negeri. Sehingga ketika dia seminar di manapun tidak akan jadi masalah,” kata In’am. Keunggulan lain dari program ini, bagi artikel yang diterbitkan di indeks Scopus akan dibebaskan dari kewajiban sidang. Adapun perguruann tinggi tempat diselenggarakannya seminar akan menyasar sejumlah perguruan tinggi di wilayah ASEAN yang telah melakukan kerjasama dengan UMM. Ke depan, pihaknya bakal memperluas cakupan kerjasama perguruan tinggi. (can/han)

BEM UMM Dorong Mahasiswa Berwirausaha Sejak Usia Muda

MENJADI pengusaha dengan omzet puluhan juta tak harus menunggu usia senja. Asalkan berjiwa kreatif, jadi pengusaha muda bukan mimpi belaka. Virus kreatif dalam berwirausaha inilah yang disebarkan founder Aye & Co, Audrio Susanto dan CEO Etha.us, Eduardus Adityo pada seminar “Saatnya Ubah Inspirasi Jadi Kreasi” oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (3/5) di Auditorium UMM. Pada kesempatan ini, mahasiswa yang hadir dibekali ilmu memulai wirausaha dan bertahan di tengah banyaknya pesaing. Audrio mengungkapkan, di era serba digital dewasa ini, promoting and sharing melalui media sosial menjadi hal yang mutlak dilakukan pengusaha. “Promoting and sharing zaman sekarang jauh lebih mudah. Maksimalkan gadget yang kita punya. Promosi lewat media sosial, website, dan majalah,” terang pengusaha muda berkacamata ini. Selain promosi melalui media sosial, cara ampuh untuk mengenalkan produk dan merek adalah dengan mengikuti berbagai even. Audrio juga membagi tips bertahan di tengah banyaknya pesaing. “Jangan pernah puas, terbukalah pada kritik, cari masalah dan susun problem solving, hargai kerja dan kreasi orang lain, jangan plagiat,” tutur Audrio. Sementara itu, Eduardus yang telah dikenal dengan bisnis clothing bermerek Elhaus ini lebih menekankan pentingnya relasi dan wawasan yang luas dalam berwirausaha. “Pendidikan tinggi atau rendah memang bukan faktor utama penentu kesuksesan pengusaha. Tapi, dengan pendidikan, kalian akan memiliki wawasan yang luas. Selain itu, jalin relasi dengan banyak orang, ini akan memudahkan proses kalian merintis usaha,” ujar Eduardus membagi pengalaman. Presiden BEM UMM, Faiz Mirwan Hamid mengungkapkan, seminar ini merupakan rangkaian puncak dari program kerja BEM. Selain seminar nasional, kegiatan bertajuk Education Fair ini diawali dengan pengabdian masyarakat yang diikuti oleh 20 mahasiswa dari 10 fakultas. Pengabdian dilakukan dengan menjalankan beberapa kegiatan pendampingan di desa Ngantang, kabupaten Malang, seperti penyuluhan pola hidup sehat, budidaya pertanian dan peternakan, serta edukasi ke sekolah-sekolah. Rangkaian kedua yang seminar kewirausahaan yang berkolaborasi dengan Nescafe ini. Lantas, sebagai bentuk aplikasi, rangkaian ketiga sekaligus puncak yakni panggung Malam Budaya yang akan digelar pada Senin hingga Selasa (15-16/5) mendatang. Gelaran ini akan menampilkan kesenian khas daerah yang juga dilengkapi dengan bazar. Di sini, peserta seminar kewirausahaan bisa mengaplikasikan ilmunya dengan menjual ide mempraktikkan ide bisnisnya pada stan-stan yang tersedia. Ide-ide bisnis terbaik akan mendapatkan kucuran dana untuk mengembangkan usahanya senilai 50 juta. “Harapannya, peserta seminar mampu meningkatkan kreativitas dan membuat konsep bisnis inovatif mengingat lapangan pekerjaan yang sangat sulit. Mahasiswa harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya dan orang lain,” ujar Faiz yang merupakan mahasiswa prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial 2013 ini. (ich/han)

BSN Gandeng UMM Dongkrak Daya Saing Produk Unggulan Daerah

MINIMNYA peranan perguruan tinggi di dunia usaha khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendorong Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggiatkan pendampingan dalam meningkatkan daya saing produk unggulan daerah melalui standardisasi. Kepala Pusat Kerjasama Badan Standardisasi Nasional (BSN) R. Iskandar Novianto menyampaikan dalam Seminar Nasional di Auditorium UMM, Rabu (4/5), tujuan peningkatan daya saing produk unggulan yakni meningkatkan jaminan mutu, efisiensi produksi, daya saing nasional, persaingan usaha yang sehat dan transparan dalam perdagangan, kepastian usaha, dan kemampuan pelaku usaha, serta kemampuan inovasi teknologi. Pada agenda implementasi kerjasama antara DPPM dan BSN ini, Iskandar menambahkan, tujuan lain yakni meningkatkan perlindungan kepada konsumen, pelaku usaha, tenaga kerja, dan masyarakat lainnya, serta negara, baik dari aspek keselamatan, keamanan, kesehatan, maupun pelestarian fungsi lingkungan hidup. “Tak kalah penting, pelaku usaha mendapatkan kepastian, kelancaran, dan efisiensi transaksi perdagangan barang atau jasa di dalam negeri dan luar negeri,” terang Iskandar. Di sisi lain, Wakil Direktur II DPPM UMM, Dr Masduki mengungkapkan, selama ini UMKM bisa besar karena mengandalkan kemampuan sendiri tanpa campur tangan pemerintah, apalagi perguruan tinggi. “Sebenarnya banyak program dari pemerintah, yakni program penelitian dan pengabdian masyarakat dari Menristekdikti. Salah satunya adalah bagimana perguruan tinggi membina kerjasama dengan dunia usaha khususnya UMKM,” kata Masduki. Upaya untuk terlibat dalam peningkatan daya saing produk unggulan daerah sudah dilakukan UMM. Salah satunya melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diikuti mahasiswa semester 6. Namun demikian dinilai Masduki, program KKN tidak cukup maksimal dalam mengupayakan peningkatan mutu produk daerah. “Kerjasama antara UMM dan DPPM dinilai strategis agar perguruan tinggi dapat ambil bagian mendorong peningkatan daya saing produk unggulan daerah,” tukas Masduki. (can/han)

PSLK dan Prodi Biologi UMM Ungkap Perspektif Multidisipliner Ilmu Biologi

ILMU biologi tidak melulu membahas tentang tanaman dan tumbuhan saja. Biologi dapat ditinjau dan memiliki keterkaitan dengan disiplin ilmu lainnya jika dilihat lebih luas. Dosen Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Abdulkadir Rahardjanto MPd mencontohkan, jika membahas tanaman, ranahnya bisa diperluas karena memiliki keterhubungan dengan matematika, teknik dan ilmu lainnya. “Mahasiswa dan dosen bahkan guru perlu mengetahui keterhubungan antara biologi dan disiplin ilmu lainnya ini,” jelas Abdulkadir pada seminar nasional biologi perspektifnya multidisipliner yang diadakan atas kerjasama antara Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) UMM dengan Prodi Pendidikan Biologi UMM (29/4). Seminar nasional ini merupakan seminar ketiga bagi prodi Pendidikan Biologi ini. Konsistensi prodi Pendidikan Biologi mengadakan seminar merupakan salah satu cara dalam meneguhkan ranah akademik. Dengan meneguhkan ranah akademik, maka secara tidak langsung prodi Pendidikan Biologi berusaha memunculkan literasi di displin ilmu ini. Dengan mengangkat tema “Pendidikan Biologi 2017, Peran dan Pembelajarannya dalam Mewujudkan Masyarakat Berliterasi”, prodi Pendidikan biologi ingin menyampaikan bahwa dengan literasi dapat membuka pikiran lebih luas. “Literasi mengajarkan bahwa pengetahuan tidak hanya sebatas pikir saja, tapi pengetahuan juga meliputi langkah-langkah konkrit lainnya yang berhubungan,” ujarnya. Dr. Ninik Kristiani, MM selaku Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Direktorat Pembinaan SMA Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menyatakan dalam sambutannya bahwa literasi itu tidak hanya membaca saja. Lebih luas lagi, literasi juga berarti menulis, literasi juga mendengarkan dan literasi juga melakukan. “Kesemuanya bagian dari kegiatan berliterasi,” jelasnya dihadapan 400 peserta seminar dari seluruh Indonesia. Selain Dr. Ninik Kristiani, MM, hadir juga sebagai pembicara kunci Prof. Dr. Nuryani Rustaman, M. Pd selaku pakar literasi sains dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Agr. Moh. Amin, M. Si, Dr. Poncojari Wahyuni, M. Kes sebagai pakar sains biologi FKIP UMM dan Dr. Yuni Pantiwati, MM. M. Pd sebagai pakar assement literasi FKIP UMM. (jal/han)

Perguruan Tinggi Dapat Berperan Berantas Korupsi

PERGURUAN tinggi sebagai tempat persemaian intelektual dapat mengambil peran penting dalam penegakan keadilan dan kebenaran, khususnya dalam membatasi ruang gerak Ruang gerak pelaku korupsi, oligarki, dan pelanggar HAM. Menurut Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI Dr Artidjo Alkostar, alangkah malangnya republik ini, jika penegak hukum dan masyarakat, baik itu perguruang tinggi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan (Ormas), maupun pers kalah pintar dari koruptor dan pelanggar HAM. “Banyak hal bisa dilakukan untuk menegakkan keadilan, baik itu regulasi, advokasi, litigasi maupun adjudikasi,” terang Artidjo pada Seminar Optimalisasi Peran Hakim dalam Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi yang diadakan oleh Lembaga Semi Otonom (LSO) Judicial Watch Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Ruang Sidang UMM Kampus I (29/4). Dalam konteks ini, lanjutnya, Perguruan Tinggi dapat memainkan peran pengabdian masyarakat melalui litigasi, baik bidang HAM, pembelaan kepemilikan rakyat kecil, pembelaan penyalahgunaan kewenangan atau kekuasaa politik, dan sejenisnya. Litigasi, Artidjo menjelaskan, merupakan upaya dan proses legal untuk memperoleh hak-hak yang telah ditentukan dalam perangkat perundang-undangan melalui proses peradilan, demi jaminan tentang hak asasi yang telah ditentukan perangkat perundang-undangan serta demi tata hubungan sosial yang lebih adil. Bagi Artidjo, senjata insan pecinta keadilan dan antikorupsi, termasuk perguruan tinggi, yaitu kebenaran moral dan konsistensi dan persistensi sikap menentang segala bentuk ketidakadilan. Pelanggar HAM dan koruptor politik dan potensial koruptor sangat takut dengan cahaya kebenaran transparansi, kecaman publik dan sanksi hukum yang tegas. (dis/han)

UniSZA Malaysia Kunjungi FISIP UMM, Rencanakan Riset Bersama

DALAM Rangka memperkuat kerjasama di bidang penelitian, Fakulti Undang-Undang dan Hubungan Antarbangsa (FUHA) Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia berkunjung ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (3/5). Lawatan tersebut merupakan kunjungan balasan dari UMM ke UniSZA pada September 2015 silam. Dosen senior FUHA UniSZA Dr Suyatno mengatakan, selain sebagai ajang memperkuat hubungan antar perguruan tinggi, lawatannya beserta 14 mahasiswa dari program studi Hubungan Antarbangsa ini untuk melakukan kolaborasi penelitian. “Diharapkan lewat kunjungan ini dapat dijadikan pemicu untuk melakukan kolaborasi penelitian, tidak hanya yang dilakukan mahasiswa tapi juga di level dosen. Semoga kunjungan ini dapat menambah pengalaman dan pengetahuan kami,” kata Suyatno. Selain itu, kehadiran universitas yang terletak di Kuala Nerus Terengganu Darul Iman ini juga sekaligus mengundang UMM untuk berpartisipasi dalam konferensi international mahasiswa dan dosen pada Oktober 2017 mendatang. Sementara, President of International Relations Student Society (IRiSS) Amirul Ashyraaf bin Zulkifli yang turut datang menyatakan kegembiraannya dapat berkunjung di kampus ini. Selain nyaman, kata Amirul, UMM memiliki bentang kampus yang indah. Hal itu disampaikan Amirul pasca diajak berkeliling Kampus III UMM. Di sisi lain, Dekan FISIP UMM Dr Asep Nurjaman menyambut baik kunjungan tersebut. Asep lantas berharap, kedatangan rombongan ini ke UMM dapat menginspirasi UniSZA untuk semakin mengembangkan perguruan tingginya. “Universitas kami dibangun dengan semangat profesionalisme yang mengandung humanisme,” tandas Asep. (can/han)

Hardiknas di UMM Refleksikan Semangat Ki Hajar Dewantoro

MENGANGKAT semangat Ki Hajar Dewantoro, inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Syamsul Arifin MSi menekankan pentingnya pendidikan karakter. “Pendidikan tidak hanya sebatas kognitif saja, namun harus mencapai pendidikan hati dan membentuk karakter mahasiswa. Itulah yang diterapkan Ki Hajar Dewantoro,” pesan Wakil Rektor I UMM itu. Bertempat di heliped UMM, Selasa (2/5), Syamsul mengajak seluruh mahasiswa, karyawan dan dosen untuk merefleksikan makna hari pendidikan yang telah dibangun oleh Ki Hajar Dewantoro itu. Setiap civitas akademika diharapkan dapat mengambil pelajaran tentang pendidikan karakter yang telah diajarkan oleh bapak pendidikan tersebut. Dalam amanatnya, Syamsul juga menyatakan hingga saat ini UMM terus berkomitmen pada penguatan pendidikan nilai. “Adagium ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani masih menjadi patokan bagi dosen untuk memberikan pengajaran pada mahasiswa,” terangnya. Menurut Syamsul, ungkapan tersebut menuntut dosen untuk menjadi role model dan menerapkan kurikulum yang hidup dalam setiap pengajarannya. “Menjadi dosen bukan pilihan yang main-main, karenanya dosen bertanggungjawab atas terbentuk karakter pada mahasiswa,” katanya. Selain dosen, menurut Syamsul, karyawan juga memiliki andil dalam mewujudkan pembentukan karakter yang sedang dijalankan UMM. Karyawan yang berada di setiap unit kerja juga berpengaruh dalam membentuk karakter mahasiswa melalui pelayanan-pelayanan yang diberikan. Dalam momen upacara Hardiknas ini, UMM juga memberikan apresiasi pada mahasiswa berprestasi, dosen berprestasi, ketua program studi berprestasi dan juga karyawan berprestasi. Prof Dr Ishomuddin MSi dari program studi Sosiologi keluar sebagai dosen berprestasi dan Arlinda Silva Prameswari mahasiswa Fakultas Kedokteran dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi sekaligus menjadi juara 1 mawapres tingkat Kopertis VII Jawa Timur. Sedangkan untuk ketua program studi (kaprodi) terbaik diraih oleh Dr. Ir. Asmah Hidayati, M. S yang menjabat sebagai kaprodi Peternakan. Pada tingkatan karyawan berprestasi diraih oleh karyawan Pusat Layanan Psikologi (PLP) UMM, Ifatul Masbahah, S. psi.  Apresiasi lainnya diberikan UMM kepada 48 dosen dan 22 karyawan yang telah mengabdikan dirinya untuk UMM selama 25 tahun atau lebih. (jal/han)

Rector Cup Ditutup, FISIP Kembali Juara Umum

PERHELATAN tahunan di bidang olah raga, seni dan penalaran bertajuk ‘Rector Cup 2017’ Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlangsung sukses. Secara resmi, Rektor UMM Fauzan menutup ajang bergengsi antar fakultas di Hall UMM Dome pada Jum’at (28/4). Panitia secara resmi mengumumkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebagai juara umum. Disusul oleh Fakultas Teknik (FT) sebagai juara dua, dan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) sebagai juara ketiga. Tak hanya itu saja, panitia juga memberikan apresiasi pada UKM sebagai penyelenggara kegiatan itu. UKM Bola Basket UMM keluar sebagai penyelenggara terbaik pertama, di susul oleh Indonesia Karate-Do (Inkado) UMM dan ketiga dimenangkan oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) UMM. Ketua pelaksana Rector Cup UMM 2017, Drs Wiyono MM menyatakan, banyak hal yg telah tercapai secara jangka pendek selama dua bulan pertandingan antar fakultas ini. Mahasiswa secara keseluruhan, entah itu yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai pelaksana ataupun mahasiswa yang menjadi delegasi dari setiap fakultas mendapatkan banyak pelajaran seperti mengatur keuangan dan kekompakan. ”Segala hal yang terjadi selama pertandingan ini berlangsung semata dibuat untuk memberikan pengalaman dan pelajaran dalam rangka peningkatan skill mahasiswa,” jelas Wiyono. Tema yang diusung, lanjut Wiyono, dapat diwujudkan oleh seluruh mahasiswa yang mengikuti perlombaan tahun ini. Semua peserta telah digembleng dan bersaing secara positif dalam perlombaan ini.  Dengan memberikan tempat yang seluas luasnya untuk berekspresi bagi mahasiswa, universitas dapat menjaring bakat dan minat yang terpendam dalam diri mahasiswa. ”Dalam jangka pendek, tindak lanjut dari rektor cup ini adalah dengan mengikutsertakan pemenang-pemenang dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (Pomda) di tingkat Jawa Timur,” tagasnya. Pada kesempatan yang sama, Fauzan dalam sambutan penutupannya menyatakan, tidak hanya rektor cup ajang beraktualisasi diri. Namun, UMM masih banyak menyediakan tempat dan ruang untuk beraktualisasi diri. ”Yang kalah bukan berarti kalah, karena sejatinya setiap orang adalah pemenang. Perlombaan ini hanya pemantik untuk memunculkan bakat-bakat yang masih belum tergali,” ujarnya. (jal/han)