UMM Dukung Pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah

DUKUNGAN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terhadap persyarikatan Muhammadiyah ditunjukkan melalui berbagai bentuk. Salah satunya, UMM mewadahi digelarnya Workshop Pembentukan Korps Muballigh Muhammadiyah dan Pelaksanaan Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ) Tingkat Cabang, Sabtu hingga Senin (18-20/3) di Hotel UMM Inn. Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Drs. Jamaluddin Ahmad, Psi mengungkapkan, kegiatan ini adalah tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar beberapa waktu lalu. Ada empat keputusan yang diambil saat rakornas, salah satunya yakni kesepakatan untuk menghidupkan GJDJ. “Pembentukan cabang dan ranting Muhammadiyah di berbagai kota tak lepas dari kehadiran muballigh. Oleh karenanya, pembentukan Korps Muballigh ini akan memperkuat semangat untuk membentuk, menghidupkan, dan menggerakkan ranting dan cabang di berbagai daerah di Indonesia,” terangnya. Dukungan UMM tak sebatas menyediakan wadah kegiatan Muhammadiyah. Disampaikan Jamaluddin, UMM juga berkontribusi pada agenda LPCR yang akan meluncurkan program beasiswa pelatihan berbagai keterampilan untuk pemuda pada Mei mendatang. Rektor UMM yang juga sekaligus wakil ketua LPCR menyatakan, gerakan ideologi jadi magnet tersendiri bagi masyarakat untuk melibatkan diri menjadi bagian dari Muhammadiyah. Terlebih, di era 2000-an, tanpa ideologi, Muhammadiyah tak cukup kuat untuk jadi senjata untuk pengembangan organisasi. Kegiatan ini diikuti oleh 92 peserta yang terdiri dari perwakilan 26 wilayah LPCR dan PP Aisyiyah. Selain pembentukan Korps Muballigh, LPCR juga akan melatih pembentukan model pengelolaan Korps Muballigh, GDGJ, dan program pemetaan. (ich/han)
UMM Gembleng Pustakawan Melek Literasi Informasi
MENYIKAPI perubahan fungsi perpustakaan di era digital native serta mempersiapkan diri memberi pelayanan terbaik pada pemustaka, perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Training of Trainer (ToT) bertema “Membangun Budaya Akademik Literasi Informasi dan Literasi Digital”, Kamis-Sabtu (16-18/3) di Hotel UMM Inn. Dunia yang kini berada pada era digital native menjadikan informasi begitu mudah diakses. Namun, sebaliknya survei membuktikan bahwa tingkat literasi informasi mahasiswa di Indonesia tergolong rendah. Demikian disampaikan Kepala Bagian Kerjasama Perpustakaan Universitas Pelita Harapan Dhama Gustiar, salah satu pemateri. Pada bahasan literasi informasi, perpustakaan menempati posisi strategis, baik dari sisi fisik sebagai fasilitas maupun pustakawan sebagai sumber penting pemustaka. Namun, dikatakan Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M. Si., memasuki tahun 80-an, masyarakat dunia berada pada fase ketiga, yakni fase informasi setelah melalui fase agrikultur dan industri. Ini adalah era di mana arus informasi beredar sangat cepat. Permasalahannya, perkembangan teknologi dan cepatnya arus informasi mengakibatkan masyarakat, utamanya kaum muda ingin segalanya serba cepat. “Dalam dunia akademik, hal ini bisa berimbas pada hilangnya semangat mahasiswa untuk membuat karya tulis yang orisinil. Bukan rahasia kalau mahasiswa membuat karya tulis dengan copy-paste. Padahal praktik seperti ini adalah praktik ‘terkutuk’ di bidang akademik,” urai Syamsul. Dhama menambahkan, di Indonesia, pustakawan umumnya mengantongi ijazah S1 Perpustakaan. Hal ini terbilang aneh menurutnya. Pasalnya, di berbagai negara, ilmu kepustakaan malah diraih pada program magister. Sementara, ijazah sarjana adalah ilmu tertentu selain kepustakaan. “Kalau S1 ilmu yang lain, S2 baru ilmu perpustakaan, maka pustakawan akan menjadi subject specialist, karena tak hanya ahli dalam pengelolaan perpustakaan, melainkan juga memiliki keahlian bidang ilmu tertentu. Sehingga, misalnya ada orang yang menanyakan tentang referensi biologi, pustakawan akan memiliki keahlian di bidang tersebut,” bebernya. Kegiatan ini diikuti oleh 40 pustakawan dari Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Timur, Muhammadiyah dan Aisyiyah. Tak hanya mempelajari masalah literasi informasi di antara berbagai jenis literasi lainnya, mereka juga digembleng mengenai analisa kebutuhan informasi, penelusuran sumber informasi, hingga penanggulangan plagiarisme. (ich/han)
Mahasiswa Akuntansi UMM Dilatih Kecakapan Ekspor Impor
BESARNYA peran ekspor impor bagi ekonomi Indonesia menginspirasi program studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan short course tentang ekspor impor bagi mahasiswa, Kamis (16/3) di Auditorium UMM. Kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan studi lapang pada Senin (20/3) mendatang. Dekan FEB UMM, Dr Idah Zuhroh MM menyatakan, besarnya pengaruh ekspor impor dalam perekonomian harus lebih disadari mahasiswa. Pada 2016 lalu, sebuah majalah bisnis dan finansial asal Amerika Serikat, Forbes Magazine merilis data, pengusaha Indonesia mampu menguasai aset perekonomian internasional hingga mencapai 10 Triliun Rupiah. Menurut Idah, besarnya nominal tersebut menjadikan perekonomian Indonesia meningkat tajam. “Sejatinya sejak dini perlu dipupuk menjadi wirausahawan, jadi mindset-nya sudah dibenahi dari kecil,” jelas Idah dalam sambutannya pada acara yang diselenggarakan oleh Laboratorium Akuntasi tersebut. Semakin banyak wirausahawan maka akselerasi ekonomi Indonesia juga akan semakin tinggi. Saat ini, lanjut Idah, memang sudah banyak wirausahawan muda yang berasal dari mahasiswa. Namun, belum banyak yang dapat menembus pasar internasional. Jika wirausahwan internasional sudah cukup banyak dimiliki maka perekonomian Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara maju. “Kondisi perekonomian yang stabil bukan lagi menjadi mimpi saja nantinya,” imbuh Idah. Saat ini, Jawa Timur (Jatim) sedang mengalami surplus perekonomian. Jika dilihat dalam neraca perdagangan, maka Jatim lebih unggul dari provinsi lainnya dalam perdangangan antar pulau. Namun, hal tersebut masih bekum seimbang dengan kondisi Indonesia. Idah menyebutkan, hingga saat ini jumlah pelaku eksportir di Indonesia hanya 1000 orang. “Masih membutuhkan banyak orang yang berbisnis dalam skala internasional,” ungkapnya. Di kesempatan yang sama, hadir juga Kepala Departement Pemasaran dan Pelayanan PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo), Wara Dijatmika menyatakan, pelabuhan menjadi salah satu tempat untuk masuk dan keluarnya barang dari dan ke Indonesia. Pelabuhan itu sendiri memiliki beberapa pelayanan jasa seperti jasa pandu, jasa tunda kapal, jasa tambat, jasa pelayanan air dan jasa bongkar-muat. “Kesemuanya saling berkaitan antara satu dengan yang lain karena akan membantu kapal dalam memasukkan dan mengeluarkan barang ke Indonesia,” jelasnya. (jal/han)
Peringati Hari Pekerjaan Sosial Dunia, Prodi Kesos UMM Gelar Aksi

INDONESIA merupakan salah satu negara yang masih belum familiar dengan istilah pekerja sosial. Hal tersebut berimbas pada praktek pekerjaan sosial yang tidak profesional di Indonesia. Merespon hal tersebut, program studi Kesejahteraan Sosial (Kesos), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan aksi dalam rangka peringatan Hari Pekerjaan Sosial Dunia yang jatuh pada 15 Maret. Ketua prodi Kesos UMM, Dr. Oman Sukmana M. Si menjelaskan, pekerja sosial di Indonesia masih sering disamakan dengan relawan sosial atau Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang belum mendapatkan pendidikan formal perihal kesejahteraan sosial. Hal tersebut menyebabkan banyak permasalahan sosial yang seharusnya ditangani oleh professional malah ditangani relawan. “Jika terus seperti itu, maka yang terjadi adalah lambatnya penanganan dalam permasalahan-permasalahan sosial di masyarakat,” jelas Oman di sela-sela kegiatan aksi di UMM (15/3). Sebenarnya ada beberapa hal yang perlu dilewati untuk menjadi pekerja sosial, lanjut Oman. Di antaranya adalah pekerja sosial harus mendapatkan pendidikan formal, mengikuti organisasi keprofesian, mempelajari kode etik serta memiliki ijin dan praktek. “Semua hal itu saat ini sedang dirumuskan oleh komisi VIII DPR RI tentang praktek pekerja sosial,” jelasnya. Dengan mendukungnya pemerintah terhadap UU pekerja sosial di Indonesia, maka tanggungjawab negara dalam menjamin ketersediaan pelayanan kesejahteraan sosial bagi warga negaranya akan terjalankan dengan baik. Menurut Oman, komitmen negara dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dimulai dengan melibatkan tenaga kerja yang professional. Pekerja sosial yang professional ini merupakan pilar terdepan dalam mengimplementasikan kesejahteraan di Indonesia. Hingga saat ini, di Indonesia pendidikan formal tentang kesejahteraan sosial sudah mulai menggeliat. Setidaknya ada 33 Perguruan Tinggi (PT), 4 PT untuk program magister dan ada 3 PT yang menyelenggarakan program doktoral yang menyelenggarakan pendidikan formal untuk jenjang Strata 1 (S1), imbuh Oman. Dalam aksi tersebut juga diadakan penandatanganan spanduk oleh seluruh mahasiswa prodi Kesos. Tujuannya sebagai salah satu bentuk dukungan kepada Komisi VIII DPR RI dalam menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang praktek pekerjaan sosial di masyarakat. “Jika RUU itu sudah disahkan, maka pekerja sosial akan mendapatkan haknya sesuai dengan aturan UU,” ungkap Oman. (jal/han)
Hadirkan Lula Kamal, RS UMM Edukasi Masyarakat Tentang Kanker Serviks

KANKER merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian. Departemen Kesehatan (Depkes) merilis data, pada 2012 sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Pada tahun yang sama, sebanyak 26 wanita di Indonesia meninggal setiap harinya karena kanker serviks. Artinya, dalam satu jam ada satu orang wanita yang meninggal karena kanker serviks. Hal itulah yang melatarbelakangi perlunya edukasi tentang deteksi dini dan pencegahan kanker serviks. “Kanker serviks ini merupakan penyakit yang mematikan dan sangat rentan menyerang wanita muda. Semakin muda umur wanitanya, maka semakin cepat penyebaran virus kanker ini,” jelas Ferdian Firdaus, ketua pelaksana Seminar dan Talkshow Deteksi Dini dan Pencegahan Ca Serviks oleh Rumah Sakit UMM yang berlangsung akhir pekan lalu (4/3). Menghadirkan aktris sekaligus dokter kenamaan Indonesia dr. Lula Kamal, M.Sc sebagai pembicara utama, RS UMM ingin menekankan bahwa wanita seharusnya mawas diri dan lebih lebih memperhatikan kesehatannya terutama pada bagian kewanitaan. Lula Kamal menjelaskan kesadaran diri setiap wanita sangat diperlukan untuk mau memeriksa diri ketika ada tanda-tanda yang mengarah ke kanker serviks. dr. Lula Kamal, M. Sc juga menjelaskan, cara mendeteksi dini untuk mengetahui apakah terjangkit kanker serviks adalah dengan melakukan pap smear. Human Papiloma Virus (HPV) adalah virus yang menyebabkan kanker serviks pada wanita. “Jika yang bersangkutang tidak bisa menggunakan pap smear, maka yang perlu dilakukan yaitu diberikan vaksin HPV untuk penanganan pertama,” jelas Lula Kamal saat menyampaikan materi. Selain memeriksa kesehatannya, sambung Lula, setiap wanita hendaknya memperhatikan pola makan dan gaya hidup. Menurut Lula, kebersihan makanan dan pilihan juga sangat perlu diperhatikan. “Kalau bisa makan yang sehat-sehat saja, tidak merokok dan tidak minum alkohol,” tukasnya. Ketua panitia Firdaus menambahkan, acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam mengantisipasi datangnya kanker serviks. “Berhubung kanker serviks itu adalah kanker ganas yang besar peranannya dalam kematian wanita di Indonesia, maka kami mengundang seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya tenaga kesehatan saja,” ungkap Firdaus. Tidak hanya sebatas edukasi melalui pertemuan formal saja, RS UMM juga memberikan fasilitas berupa pemeriksaan pap smearsecara gratis. Pemeriksaan pap smear gratis ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan RS UMM untuk mendeteksi dini agar dapat ditangani dan tidak sampai jatuh korban lagi. “Sebelumnya mulai Agustus-September 2016 lalu, kami menyediakan pemeriksaan pap smear gratis,” jelas Firdaus lebih lanjut. (jal/han)
Melalui Indonesia Berdialog 2017, BEM FEB Soroti Ekonomi Indonesia

MELALUI gelaran Indonesia Berdialog 2017 yang berlangsung Selasa (14/3) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) UMM dan Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) berupaya memberikan tawaran strategis bagi pembangunan Indonesia ke depan. Dihadiri 143 delegasi lembaga intra dari 143 Perguruan Tinggi Swasta maupun Negeri seluruh Indonesia, kegiatan yang berlangsung di Theater UMM Dome ini mengangkat tema ‘Meneropong Strategi Pembangunan Ekonomi Indonesia Berkelanjutan’. Rektor UMM Fauzan yang hadir pada kegiatan ini mengakui, salah satu sektor yang paling disorot dalam pembangunan Indonesia saat ini yakni sektor ekonomi. Dilanjutkan Fauzan, perkembangan pembangunan Indonesia senantiasa berorientasi pada penyeimbangan serta penguatan kualitas dan kuantitasnya. “Hal yang sampai saat ini masih menghantui masyarakat Indonesia adalah hadirnya bonus demografi yang diperkirakan terjadi di tahun 2020 mendatang. Karena memang secara sistemik kita masih sporadis mengelola SDM Indonesia yang notabene angkatan kerjanya masih didominasi lulusan SD maupun SMP,” kata Fauzan. Kehadiran pemuda-pemuda yang saat ini masih duduk di bangku kuliah, saran Fauzan, hendaknya dapat dimanfaatkan dengan cara memaksimalkan dengan menempa diri guna memaksimalkan spesifikasi keahlian tertentu. “Saat ini saudara berdialog, mudah-mudahan lima atau beberapa tahun yang akan datang saudara bukan lagi berdialog, tapi sudah melakukan sesuatu,” tegas Fauzan yang sekaligus membuka acara yang berlangsung selama tiga hari ini, yaitu pada 14-16 Maret 2017. Hadir sebagai panelis dalam kuliah tamu yang digelar pasca pembukaan, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Jumaidi, M.MT., Wakil Ketua DPR RI komisi IX Dr. Saleh Partaonan Daulay, M.Ag, M.Hum., M.A., serta Karoops Polda Jawa Timur, Kombes Pol Drs. Herry Sitompul, M.H. Di sisi lain, perhelatan tersebut sekaligus melantik Badan Pimpinan ISMEI periode 13 tahun 2015-2018. (can/han)
UMM Terima Bantuan Mobil Pintar dari Bank Jatim

MOBIL modifikasi berkonsep perpustakaan atau yang di-branding dengan nama “Mobil Pintar” menjadi pertanda meningkatnya kerjasama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Bank Jatim. Mobil ini diberikan Bank Jatim secara simbolis pada Rektor UMM Fauzan, Senin (13/3) di depan gedung Rektorat UMM. Ketua Cabang Bank Jatim Malang Suci Issumiyati menjelaskan, pemberian satu buah mobil bertipe OB Van itu merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim lewat program ‘Bank Jatim Peduli’. UMM sebagai mitra yang telah lama bekerjasama dengan Bank Jatim dipercaya untuk mengelola dana CSR tersebut. “Pemberian mobil ini merupakan bentuk tanggungjawab serta dedikasi kami mencerdaskan masyarakat,” kata Suci. Pemberian tersebut akan ditindaklanjuti melalui program kolaborasi antara Direktorat Penelitan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) UMM dan Perpustakaan Pusat UMM. Ditemui pada kesempatan yang sama, Rektor UMM menyampaikan apresiasinya kepada Bank Jatim yang turut mendukung gerakan literasi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Timur. Selain itu, Fauzan menyampaikan rasa terimakasihnya pada Bank Jatim yang telah turut mendukung misi UMM yakni ‘Dari Muhammadiyah untuk Bangsa’. Terkait tawaran pendirian Bank Jatim Corner di UMM, Susi menanggapinya dengan positif. Ia memastikan pendirian pusat studi perbankan di UMM ini bakal terealisasi dalam waktu dekat. (can/han)
Kemendikbud Ajak Mahasiswa UMM Giatkan Literasi Lewat Film Animasi

FILM merupakan salah satu media untuk mengedukasi masyarakat, sehingga film tidak hanya dituntut untuk menghibur saja, namun juga harus sarat nilai pendidikan. Hal tersebut disampaikan staf khusus bidang komunikasi publik Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nasrullah dalam gelaran diskusi, pameran dan pemutaran film animasi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (11/3). Acara yang digelar di Theater UMM Dome selama dua hari (11-12/3) ini mengangkat tema “Merayakan Keberagaman Indonesia”. Di hadapan para peserta yang terdiri dari mahasiswa UMM dan sejumlah pegiat film Indonesia, Nasrullah mengajak untuk menumbuhkan literasi sejak dini melalui film animasi. “Film animasi dapat menjadi salah satu media untuk menumbuhkan literasi sejak dini,” jelasnya dalam acara yang digelar Pusat Pengembangan (Pusbang) Film Kemendikbud ini. Bagi Nasrullah, bagian yang paling penting dari film animasi adalah penanaman karakternya. Penanaman karakter dalam film animasi adalah cara yang efektif dalam menyampaikan nilai pendidikan. Nasrullah mencontohkan, dalam film Upin dan Ipin, melalui karakter setiap lakonnya, film itu mengajarkan bahwa sesama saudara harus kompak, sesama teman suka menolong dan bahkan ada lakon yang menggambarkan sifat wirausahawan. “Anak yang melihat film animasi tersebut secara tidak langsung akan mempraktekkan apa yang dilihatnya. Bahkan sekarang metode pengajaran membaca Al-Quran pun melalui film animasi,” imbuhnya. Nasrullah menambahkan, Indonesia memiliki banyak tenaga trampil yang bekerja sebagai teknisi. Namun, sangat kekurangan tenaga ahli yang bekerja sebagai konseptor dan memikirkan nilai apa yang akan disampaikan film animasi tersebut. “Ini merupakan kritik bagi pegiat film animasi bahwa dibutuhkan juga penulis naskah yang mampu menyisipkan nilai-nilai edukatif tersebut,” ungkap Nasrullah. Senada dengan Nasrullah, Rektor UMM Fauzan menyampaikan, pekerjaan membuat film merupakan pekerjaan yang sangat strategis. Pembuat film tidak hanya mengincar sisi materi saja tapi juga sisi edukatif. Butuh perencanaan yang sangat matang dalam membuat satu film. “UMM juga memiliki satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang fokus ke film yaitu Kine Club. Dan dengan adanya ini diharapkan bisa menjadi penyemangat baru dalam bidang perfilman,” jelas Fauzan. Pada acara yang merupakan rangkaian perayaan Hari Film Nasional itu juga diputar film animasi karya siswa SMK Raden Umar Said Kudus yang berjudul ‘Pasoa dan Sang Pemberani’. (jal/han)
UKM Setia Hati UMM Gelar Kejuaraan yang Diikuti 210 Atlit se Jawa-Bali

SEBANYAK 210 atlit persaudaraan setia hati terate se-Jawa Bali bertanding dalam kejuaraan White Campus Cup III di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin-Rabu (6-8/3). Kompetisi ini merupakan kelanjutan dari kejuaraan sebelumnya yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persaudaraan Setia Hati Terate UMM. Bertempat di UMM Dome, kejuaraan kali ini dibagi dalam kategori Pra-Remaja umur 10-12 tahun dan Remaja Usia 13-17 tahun. Untuk kategori tanding kelas yang diperebutkan putra dan putri mulai kelas A hingga kelas G. Tidak hanya kelas tanding, pada kejuaraan White Campus Cup III ini juga digelar kelas seni tunggal, ganda dan regu. Menurut ketua panitia Dresta Ari Arkan, kegiatan ini merupakan agenda UKM Setia Hati UMM untuk memberikan wadah bagi bibit atlit guna menambah jam terbang. Sebelumnya, kata Destra, kejuaraan White Campus Cup I pesertanya hanya se-Malang Raya, sedangkan White Campus Cup II pesertanya se-Jawa Timur. “Karena itu kami bangga pada pencapaian kali ini karene untuk kejuaraan White Campus Cup III ini jangkauannya lebih luas, yakni se-Jawa Bali,” tutur Dresta. (*/han)
Delapan Universitas UK Ajak Mahasiswa UMM Kuliah di Inggris

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya meningkatkan rekognisi internasional di kampus putih. Salah satunya melalui pameran pendidikan internasional. Bekerjasama dengan UMM, delapan universitas yang berkedudukan di United Kingdom (UK) menggelar pameran pendidikan untuk program magister dan doktoral di Auditorium UMM, Senin (6/3). Sembilan universitas tersebut yakni University of Bradford, University of Westminster, University of Wales, University of East London (UEL), University College Dublin, Cardiff University, Durham University, Harper Adams, dan Swansea University. Tidak hanya delapan universitas itu, hadir juga perwakilan Erasmus+ untuk memberikan informasi terkait beasiswa dari Uni Eropa itu. Dibuka pukul 12.30 WIB, ratusan pengunjung tampak antusias mendatangi tiap-tiap stan universitas. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari jenis program studi, jumlah kredit semester, lama belajar, jenis beasiswa, biaya tinggal dan kebutuhan hidup sehari-hari, hingga pekerjaan paruh waktu yang bisa dilakoni sembari kuliah. Menariknya, tak hanya pameran pendidikan, kegiatan ini juga dilengkap dengan simulasi International English Language Testing System (IELTS). Salah satu kampus peserta pameran, yakni UEL juga menggelar seminar bertajuk Living as A Muslim in UK. Pengunjung memadati tempat seminar digelar untuk menjawab rasa keingintahuan tentang kehidupan Muslim di negara Britania Raya tersebut. Abdul Kareem Kelvin Jones selaku pemateri dari UEL menyatakan, penduduk Muslim mencapai 1/20 penduduk di UK. Islam juga menjadi agama terbesar kedua di UK. 40 persen dari penduduk ini tinggal di London. “Oleh karena itu, mahasiswa atau penduduk Muslim sangat aman tinggal di UK,” ujar Kelvin. Mahasiswa, lanjut Kelvin, dapat bergabung di Asosiasi Pelajar Indonesia Muslim di UK atau mengikuti forum-forum diskusi mahasiswa Islam. Tak hanya itu, mahasiswa juga bebas berpakaian tertutup atau syar’i seperti keyakinan yang dianutnya. Sementara itu, Asisten Rektor bidang Kerjasama Luar Negeri Soeparto menyatakan, kedatangan kampus dari Inggris ini juga membahas rencana kerjasama dengan UMM. Hasilnya, pada Juli mendatang, kampus-kampus di Inggris dan UMM akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman di UMM. Di antara kerjasama itu, akan ada incoming program berupa summer cost dan program internship di UMM dari fresh graduate program magisteruniversitas di UK. “Peminat pendidikan pascasarjana Inggris di Indonesia terbilang rendah. Untuk itu, melalui pameran pendidikan ini kami berharap mahasiswa UMM mendapatkan pencerahan untuk melanjutkan studi di Inggris,” kata Soeparto. (ich/jal)