Di Hadapan Mahasiswa UMM, Guru Besar IPB Kenalkan Tanaman Herbal Untuk Tingkatkan Kualitas ASI

SELAIN berdampak pada menurunnya luas lahan pertanian serta meningkatnya kebutuhan lapangan pekerjaan, membludaknya jumlah populasi masyarakat Indonesia juga berdampak pada perubahan perilaku dan gaya hidup. Termasuk, makin menurunnya asupan gizi masyarakat. Demikian disampaikan Guru Besar ahli tanaman herbal Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. drh. M. Rizal M. Damanik,M.Rep.Sc Ph.D di hadapan mahasiswa prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) UMM dalam gelaran kuliah tamu di Aula KH. Ahmad Dahlan UMM Inn, Senin (20/2). Kuliah tamu ini bertajuk “Optimalisasi Potensi Tanaman Lokal untuk Pangan Fungsional, Kesehatan dan Pelestariannya”. “Masyarakat Indonesia tidak lagi dihadapkan pada jenis penyakit infeksi. Masyarakat Indonesia sekarang dihadapkan pada penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, obesitas dan penyakit-penyakit degeneratif lainnya yang merupakan akibat dari kekurangan asupan gizi. Tidak peduli mereka yang berada di desa maupun kota, sama saja,” kata Rizal. Dari sekian daftar permasalahan tersebut, gejala kelaparan merupakan permasalahan yang paling sulit dihindari. Disebutkan Rizal, yang paling riskan adalah gejala kelaparan yang dialami oleh ibu hamil. “Kekurangan nutrisi pada ibu hamil akan bermuara pada penyakit kronik yang diderita ibu dan janin yang dikandungnya,” ungkap Rizal. Berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan World Breasfeeding Trends Initiative tahun 2012 tentang Cakupan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif, Indonesia berada pada peringkat terendah dari 51 negera yang disurvey. Data tersebut menunjukan bahwa masyarakat Indonesia kurang mengindahkan asupan ASI ekslusif bagi anaknya. “ASI ekslusif begitu penting untuk tumbuh kembang anak. Bahkan pemberian ASI eksklusif sudah diisyaratkan dalam Al-Quran surat Lukman ayat 14,” terang Rizal. Namun demikian, perubahan perilaku ibu menyusui juga harus diimbangi dengan asupan makanannya. Berdasarkan temuannya, Rizal memperkenalkan tanaman lokal yang dapat meningkatkan kuantitas serta kualitas ASI ibu menyusui, yakni tanaman Torbangun. Torbangun mengandung gizi cukup lengkap, di antaranya zat gizi mikro dan senyawa fungsional yang dapat meningkatkan kualitas ASI ibu menyusui. Penelitiannya terhadap tanaman herbal tersebut mendapat pengakuan pemerintah dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Kesehatan (PerMenKes) Nomor 6 tahun 2016. “Selain itu, penelitian terhadap tanaman yang dapat ditemukan di hampir seluruh pelosok Indonesia ini telah banyak mendapat pengakuan dunia,” ujarnya. Dari risetnya tersebut, kini Rizal mengembangkan produk berupa varian makanan yang dihasilkan dari tanaman Torbangun dalam rangka mengaplikasikan temuannya itu. Di antaranya cookiesTorbangun, Susu Torbangun, Risoles Torbangun dan beberapa varian makanan lainnya. (can/ich)
UMM Latih Civitas Akademika Identifikasi Dini Penyalahgunaan Narkoba

TINGGINYA angka pengguna narkoba di Indonesia menjadikan presiden menetapkan status gawat darurat. Hal itu didasari dengan makin tingginya tingkat pravelensi penggunaan narkoba di masyarakat. Sebut saja pada 2014 angkanya mencapai 4 juta pengguna dan pada tahun berikutnya, yakni 2015meningkat menjadi 5,2 juta pengguna. Tahun 2016 saja, sekitar 6 juta pengguna terdata di BNN. Data tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu, AKBP Heru Cahyo Wibowo dalam pelatihan identifikasi, pengenalan narkoba dan kriminal di Auditorium Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (20/2). Heru melanjutkan, siapapun dapat masuk dalam jeratan narkoba. Oleh karenanya Heru menekankan, sebagai penyelenggara pendidikan kampus dituntut untuk memahami jenis, ciri-ciri pengguna dan ciri-ciri pengedar narkoba. “Karena narkoba tidak hanya menjerat mahasiswa. Dosen, sampai guru besar juga terjerat kasus narkoba,”kata Herudi hadapanseluruhWakil Dekan III fakultas se-UMM. Lebih jauh Heru menerangkan cara mengindentifikasi jenis-jenis narkoba. “Narkoba itu banyak jenisnya. Bisa dalam bentuk daun ganja yang dikeringkan, heroin yang ditumbuk, morfin yang dibuat di industri rumahan bahkan rokok elektrik juga bisa menjadi salah satu alat penghisap narkoba,”jelas Herudalam acara yang diinisiasi Biro Kemahasiswaan UMM itu. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Satuan Reskoba Polres Kota Malang, AKP Imam Mustaji menambahkan, setidaknya ada dua hal yang dapat mengidentifikasi pemakai narkoba. Pertama, tanda paling umum yang terjadi pemakai tidak bisa fokus ketika menerima materi perkuliahan. Kedua, tidak bisa menatap mata lawan bicara ketika berkomunikasi secara langsung. “Apabila ditemukan mahasiswa yang seperti itu, maka menjadi tanggungjawab seluruh civitas akademika untukmenindak dan melaporkan kepada kami,” tegas Imam. Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan, Drs. Abdullah Masmuh, M. Si menjelaskan, acara tersebut diadakan untuk mengantisipasi mahasiswa yang menyalahgunakan narkoba. Menurut Masmuh, setiap elemen kampusperlu mengetahui sehingga tidak terjadi penyalahgunaan narkoba di kemudian hari. Selama ini, dijelaskan Abdullah, UMM telahbekerjasama dengan ketua RT dan RW sekitar kampus untuk melakukan penindakan bagi mahasiswa UMM yang menyalahgunakan narkoba. Dalam jangka panjang, pengawasan dilakukan oleh wakil dekan IIIsetiap fakultas, UKM, dan juga masyarakat sekitar kampus. (jal/can)
UMM Gazebo Forum Bangun Mahasiswa Sadar Literasi

Kesadaran mahasiswa akan literasi hingga saat ini dinilai sangat kurang. Hal ini menjadikan mahasiswa tidak produktif bahkan asal menelan sebuah informasi tanpa mengetahui validitas sumbernya. Hal tersebut menjadi perhatian khusus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Gelaran cangkrukan multidisipliner UMM Gazebo Forum Sabtu (18/2) mengangkat tema “Bangun Literasi, Bangun Aksi Penuh Kreasi”, Sabtu (18/2) di gazebo perpustakaan pusat UMM. Tiga narasumber dihadirkan dalam diskusi ini. Adalah dosen penggerak literasi, Pradana Boy ZTF, Ph D dan dua mahasiswa aktivis literasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ade Chandra Sutrisna dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) M. Syahrir Mustofa. Pradana Boy menyatakan bahwa membaca, menulis dan berdiskusi merupakan tiga hal yang berkesinambungan. Menurutnya, ada tiga permasalahan yang akan muncul ketika seseorang membaca buku. Pertama, adalah kebiasaan. Jika seseorang belum terbiasa membaca, maka ia harus membiasakan diri terlebih dulu. Kedua, bisa jadi seseorang tidak memahami apa yang dibacanya saat ini. Namun, seiring berjalannya waktu, pemahaman itu akan datang. Terakhir, Boy berpesan agar apa yang dibaca mengendap tanpa jadi karya. “Jangan sampai yang dibaca tidak tersalurkan dan mengendap,” tegasnya. Senada dengan Boy, Ade Chandra menilai mahasiswa tak cukup dengan membaca saja. Lebih dari itu, mahasiswa harus menulis dan berpraktik. “Muara dari membaca dan muara dari kegiatan literasi adalah praktik nyata dari hasil bacaannya,” paparnya. Ketua Bidang Media dan Komunikasi IMM cabang Malang itu juga memberikan tips untuk gemar menulis dan membaca. “Sebaiknya menempatkan diri sendiri di lingkungan yang ‘memaksa’ untuk menulis dan membaca. Jika lingkungan sudah mendukung, maka kebiasaan itu akan terbentuk dengan sendirinya,” pesannya. Syahrir menambahkan, kegiatan membaca dan menulis merupakan satu kesatuan yang tak terpisah. Menurutnya, buku catatan dan alat tulis menjadi piranti penting untuk dibawa kemanapun. “Ide menulis bisa muncul kapan saja dan dimana saja, jadi kedua benda itu akan memudahkan kita,” terangnya. Tak hanya itu, lanjut Syahrir, mempublikasikan hasil tulisan juga dapat memotivasi diri untuk terus membaca dan menulis. “Agar tetap konsisten menulis, barengi dengan publikasi. Maka, semangat untuk membaca dan menulis terus bergelora. Apalagi kalau sudah dimuat,” tukasnya. Wakil Rektor I UMM Prof Syamsul Arifin menilai diskusi literasi ini sebagai hal krusial. “Saat ini kita menghadapi realitas paradoksial. Sumber informasi melimpah. Paradoksnya, mahasiswa jadi tidak kreatif karena memicu plagiarism. Diskusi ini penting untuk menyadarkan mahasiswa agar menulis sesuatu yang bisa dipertanggungjawabkan,” urai Syamsul dalam sambutannya. (jal/ich)
UMM Siap Lombakan Mobil Hemat Energi dalam Ajang Internasional

TIMSinghasari SuperMileage Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru saja meluncurkan mobil hemat energi bernama Barqun Speed, Jumat (17/2). Mobil garapan kolaborasi mahasiswa teknik elektro dan teknik mesin Fakultas Teknik (FT) UMM ini dibuat untuk diadu dalam ajang Shell Eco Marathon Asia yang diselenggarakan di Changi-Singapura 15-19 Maret 2017 mendatang. UMM akan diwakili oleh 6 orang mahasiswa. Mereka adalah Abdul Qowi selaku manajer tim,serta anggota timYudho Terial Panji, Intan Maharani, Ali Mahfud, Fikri Akbar dan Afriansyah.Mereka akan berhadapan denganlebih dari 100 timdari Asia dan 34 timdari Indonesia. “Barqun Speedmerupakan mobil listrik prototype yang di desain secara aerodinamis, bergaya, memiliki bodi yang ringan dan juga sistem transmisi yang sangat sistematis,” ungkap Iis Siti Asiyah, Ph.D. saat diminta menjelaskan keunggulan mobil garapan mahasiswa bimbingannya itu. “Berdasarkan hasil percobaan sejauh ini, listrik yang digunakan 320 meter/kWh dan akan terus diperbaiki,” terangIis. Selain itu, lanjut Iis, semua bahan yang digunakan merupakan yang sangat ringan. Diantaranya adalah aluminium dengan bodi yang terbuat dari kaca serat (fiberglass).“Dari segi sistem transmisi juga sudah diperhitungkan sedetail mungkin,” jelas dosen program studi (prodi) Tehnik Mesin, Fakultas Tehnik (FT) UMM. Butuh persiapan yang cukup lamauntuk tim ini mempersiapkan segalanya. Tahapan yang dilalui di antaranyamulai dari tahap pendaftaran dan seleksi administrasi via online, sampai akhirnya dinyatakan lolos untuk bertanding ke Singapura. “Kurang lebih 4 bulan kami mempersiapkan semuanya dari nol sampai tercipta mobil listrik hemat energi ini,” imbuhIis. Sementara itu, Manager timAbdul Qowi menyatakan dirinya dan tim optimis akan bisa masuk 3 besar di kelas listrik proto. Sebelumnya pada 2014, UMM meraih juara 4 dalam ajang mobil nasional yang di gelar di Kenjeran, Surabaya. “Dengan semua persiapan yang sudah dilakukan, kami optimis bisa masuk hingga 3 besar pada kelas listrik proto,” harap Qowi.(jal/can)
Puska2PB UMM Sebar 300 Relawan dalam Hitung Cepat Pilkada Kota Batu

MELALUI Pusat Studi Kewilayahan, Kependudukan dan Penanggulangan Bencana (Puska2PB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali terlibat dalam penghitungan cepat (Quick Count) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk Walikota Kota Batu 2017, Rabu (15/2). Sebanyak 300 relawan dikerahkan untuk memantau jalannya penghitungan suara di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dengan penyebaranrelawanyang hampir merata,kata Yana,hitung cepat kali ini diusahakan dapat dilakukan sebaik mungkin. “Margin eror hanya 5 persen saja. Masyarakat umum juga bisa terus memantau langsung perkembangan perolehan suara mulai jam 13.05 WIB melalui laman umm.ac.id atau pilkada-batu.umm.ac.id,” jelasKetua Pelaksana hitung cepat, Yana Syafriyana Hijri, M. Ip, Rabu (15/2). Terdapat420 TPS yang tersebar di 3 Kecamatan di Kota Batu, yaitu Kecataman Batu, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo. “Kami menjadikan 300 TPS sebagai sampelyang dianggap bisa mewakili dari keseluruhan TPS yang ada. Itu sama dengan 71,43 persen dari keseluruhan TPS,” terang Yana. Berbeda dengan penyelenggaraan Quick Count sebelumnya, sistem pelaporan Quick Count Pilkada kali ini memanfaatkan perangkat lunak berbasis web (Web Base). Perangkat garapan Lembaga Informasi dan Komunikasi (Infokom) UMM ini membekali tiap relawan dengan aplikasi yang diunduhnya melalui ponsel pintar berbasis Android. Dengan demikian data perolehan relawan di masing-masing TPS selanjutnya dikirim langsung ke server. “Hasil perhitungan suara melalui Quick Count mulai dapat dipantau sejak pukul 13.05 dan hasil final penghitungan suara bisa dilihat pukul 16.00 WIB. Semua hasil yang muncul bisa dikatakan mendekati hasil sebenarnya,” imbuh Yana. Yana melanjutkan,keterlibatan UMM dalam hitung cepat merupakan salah satu cara untuk memberikan pembelajaran kepada mahasiswa. “Semua relawan berasal dari mahasiswa dan ini merupakan bentuk pembelajaran yang nyata kepada mahasiswanya tentang berdemokrasi yang benar,” jelas Yana. (jal/can)
UMM Buat Aplikasi Quick Count Berbasis Web untuk PILKADA Kota Batu

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang melalui Pusat Studi Kewilayahan, Kependudukan, dan Penanggulangan Bencana (Puska2PB-UMM) menyelenggarakan Quick Count atau perhitungan cepat perolehan suara dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Batu, Rabu (15/2). Untuk memastikan data dari relawan yang disebar ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) terjamin keabsahannya, UMM membuat perangkat lunak aplikasi khusus Quick Count berbasis web (Web Base). Perangkat garapan Lembaga Informasi dan Komunikasi (Infokom) UMM ini setidaknya mengerahkan 10 tenaga ahli yang selama masa perhitungan siap siaga mengamati setiap data yang masuk ke server. “Data ini diperoleh dari relawan yang mengamati langsung di lapangan,” kata Kepala Lembaga Infokom Ir. Suyatno, M.Si saat ditemui Rabu (15/2). Sistem kerjanya, diterangkan Suyatno, masing-masing relawan dibekali ID User untuk aplikasi yang diunduhnya lewat ponsel pintar berbasis Android. “Jadi relawan tidak harus menunggu selesai perhitungan. Setiap saat perolehan suara bisa diinputkan ke aplikasi tersebut.” terangnya. Dari 420 TPS, sebanyak 71.43 persen atau 300 TPS yang dijadikan sampel pemungutan suara. Dari jumlah TPS yang jadi sampel Quick Count tersebut, sebanyak 107.144 orang pemilih yang datanya masuk ke server. “Tingkat partisipasi dari sampel yang kami data juga akan terekam,” ungkapnya. Data yang masuk nantinya akan disajikan dalam 3 format tampilan, yakni diagram batang, diagram pie serta tabel. Masyarakat juga bisa turut memantau langsung setiap perkembangan perolehan suara melalui laman umm.ac.id atau pilkada-batu.umm.ac.id. “Masyarakat sendiri yang memilih tampilan perolehan suara berdasarkan 3 format tampilan tadi,” imbuh Suyatno. “Pada Pilkada sebelumnya juga kami sudah diminta membuatkan aplikasi serupa, hanya saja metodenya masih klasik, yakni masih menggunakan media bantu berupa pesan singkat atau SMS. Selain biayanya mahal, tidak bisa update setiap saat,” jelas Suyatno. Namun demikian, dari seluruh perolehan data tersebut baru berupa prediksi dan masih bersifat sementara. Selain itu, perolehan tersebut bukan merupakan hasil resmi dari KPU (Komisi Pemilihan Umum, Red.) Kota Batu. (can)
Kopertis Wilayah VII Jawa Timur Dorong UMM Jadi Konsultan Akreditasi

BAIKNYA mutu pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadikan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII Jawa Timur mempercayakan UMM menjadi konsultan akreditasi bagi universitas swasta lainnya. Hal tersebut disampaikan Koordinator Kopertis Wilayah VII, Prof. Dr. Suprato, DEA dalam penutupan workshop penilaian kinerja dosen UMM, Sabtu(11/2). Dalam pidato penutupannya, Suprapto menyatakan masih banyak Perguruan Tingggi Swasta (PTS) yang belum terakreditasi A. berangkat dari permasalahan tersebut, Kopertis melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan akreditasi PTS di Jawa Timur, salah satunya dengan diadakannya Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi PTS yang belum mendapat akreditasi A. “UMM juga bisa melakukan bimtek untuk PTS yang belum mendapatkan predikat nilai A. Kan UMM sudah A,jadi diharapkan bisa menjadi konsultan akreditasi bagi PTS lainnya yang belum mendapatkan predikat tersebut,” papar Suprapto dihadapan 50 asesor UMM yang juga peserta workshop. UMM sebagai PTS terakreditasi A sejak 2013 lalu, Kopertis wilayah VII Jawa Timur telahmempercayakan perbaikan mutu pendidikan tanpaperluadanyapengawasan yang ketat. “Mutu pendidikan di UMM sudah baik, maka dari itu untuk peningkatakan mutu kedepannya bisa dilakukan secara mandiri,” jelasnya. Tidak hanya menjadi konsultan terkait peningkatan mutu akreditasi, UMM juga dapat menjadi pembicara di PTS yang masih berakreditasi B atau C. “Bisa nanti menjadi narasumber untuk peningkatan akreditasi di PTS lainnya di Wilayah Jawa Timur,” lanjutnya. Diantara penilaian akreditasi yakni jumlah penelitian yang telah dilakukan PTS. Di tahun 2016 lalu, sebanyak 1406 penelitian yang ditelurkan PTS se-Jawa TImur. Angka tersebut terus mengalami peningkatan pada paruh awal 2017 ini. Tercatat hingga Februari 2017, sebanyak 1739 penelitian yang dilakukan PTS sudah masuk data Kopertis Wilayah VII. “Dari sekian banyak penelitian, saya lihat penyumbang terbesarnya adalah UMM,” jelasnya. Peningkatan secara kuantitatif tersebut, lanjut Suprapto,menuntut PTS di Jawa Timur untuk terus berbenah. “Kualitas yang sudah baik harus dibarengi dengan kualitas dosen dan fasilitas dari setiap PTS. Dalam rangka mengefesienkan sistem akreditasi jurusan dan evaluasi dosenseluruh PTS untuk mengembangkan sistem Informasi dan Tekhnologi,” tandasnya. (jal/can)
UMM Siap Terapkan E-Learning dan Presensi Online

MENJELANG perkuliahan semester genap yang akan dimulai pada 13 Februari mendatang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) semakin mematangkan sistem akademik. Hal ini dilakukan dengan diadakannya pelatihan E-Learning (Google Classroom) dan Presensi Online bagi Dosen Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Agama Islam (FAI) selama dua hari, Kamis-Jumat (9-10/2). Pelatihan ini menyongsong akan diberlakukannya sistem presensi dan pembelajaran dalam jaringan (daring) di UMM. FH dan FAI menjadi dua fakultas yang dikenai proyek percontohan sebelum program ini diaplikasikan di semua fakultas. Dari semua perguruan tinggi di Malang, UMM menjadi kampus pertama yang akan menerapkan teknologi ini. Kepala Lembaga Informasi dan Komunikasi (Infokom) UMM, Ir Suyatno, MSi mengatakan, e-learning dan presensi daring ini akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem akademik, serta mengurangi penggunaan kertas yang berlebihan. l “Dulu UMM sudah mengaktifkan e-learning, lalu terhenti karena ada beberapa kendala. Kini, teknologi sudah semakin maju, sehingga penting untuk mengaktifkan dan mengembangkan e-learning kembali. Ini akan memudahkan dosen dan mahasiswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran sehari-hari,” ujar Suyatno. Nantinya, presensi tak lagi dilakukan dengan dosen yang memanggil nama mahasiswa atau mahasiswa yang membubuhkan tanda-tangan. Presensi cukup dilakukan dengan memindai Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) menggunakan mesin pemindai kode bar (barcode scanner) yang akan terhubung dengan aplikasi pada Chromebook, sejenis komputer jinjing (laptop) khusus untuk pembelajaran. Menariknya, kehadiran dan durasi pembelajaran yang dilakukan dosen dan mahasiswa akan tercatat secara otomatis melalui chromebook.Mahasiswa tercatat ketika mahasiswa memindai KTM-nya. Sementara durasi pembelajaran dosen terekam sejak log in hingga log out pada akun email UMM yang dimiliki tiap dosen. “Ini adalah program yang revolusioner. Semua akan tercatat akurat dan tak perlu bekerja secara manual. Data akan otomatis tersimpan dan monitoring dari pimpinan ke dosen atau dosen ke mahasiswa akan lebih cepat,” imbuh Suyatno. Di samping urusan presensi, program ini juga memanfaatkan teknologi dari google classroom, yakni membuat ‘kelas’ daring. Dosen bisa memberikan tugas pada mahasiswa melalui aplikasi tersebut dan mahasiswa juga bisa langsung mengunggah tugasnya, Mahasiswa yang mengumpulkan tugas akan langsung tampak begitu pula yang belum. Dosen juga saat itu bisa memberikan komentar pada tugas yang dikumpulkan mahasiswa, serta memberinya nilai. “Untuk itu, tiap kelas akan diberi fasilitas penunjang Chromebook yang akan dialokasian dan dikelola oleh bagian tata usaha. Setiap akan memulai kelas, mahasiswa bisa mengambil Chromebook. Begitu juga setelahnya, Chromebook akan dikembalikan lagi ke bagian tata usaha,” imbuh Suyatno. (ich/han)
Raker FIKES UMM Genjot Penguatan KPT dan Publikasi Internasional

MERESPON program rektor dalam rangka penguatan lembaga dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diimplementasikan dalam penyelenggaraan Rapat Kerja (Raker) yang kemudian diterjemahkan dalam sebuah tema besar, “Sinergisitas Civitas Akademika Universitas dan Aktualisasi Mahasiswa Menjawab Perkembangan Teknologi Kesehatan secara Global” di Convention Hall Sengkaling UMM, Rabu (9/2). Dekan FIKES, Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep. Sp. Kom saat ditemui di sela cara menerangkan, dari tema yang diusung tersebut, setidaknya memuat sejumlah bahasan. Antara lain, penguatan Kurikulum berbasis Kurikulum Perguruan Tinggi (KPT). “Diharapkan dalam 2 hari pelaksanaan Raker ini akan menghasilkan di masing-masing program studi kurikulum yang berbasis KPT. Jadi di situ ada capaian pembelajaran, dan ada mata kuliah yang mendukung capaian pembelajarannya itu, ” jelasnya. Selain itu, dilanjutkan Yoyok, ekspansi kerjasama FIKES, khususnya ke luar negeri jadi perhatian rapat kerja tahunan ini. “Kita ingin agar masing-masing program studi ini bisa mendesain ekspansi kerjasama luar negerinya. Selama tahun 2017 ini mana yang mungkin untuk dilakukan. Selama ini kan sudah ada beberapa dosen FIKES yang sudah di luar negeri. Seperti di Taiwan, Thailand juga ada yang baru pulang dari Polandia,” ungkapnya. Salah satunya bentuk realisasi rumusan tersebut yakni bakal diselenggarakannya Health Sciense International Conference pada 4 Oktober 2017 mendatang. Konferensi tersebut mempunyai daya ungkit karena prosiding yang bakal dibuat nantinya bakal terindex internasional dari Thomson Reuters dan Direktori Open Access Jurnal (DOAJ). Selain itu, FIKES juga bekerjama dengan penerbitan Antlantis Publisher. “Para pemateri yang bakal dihadirkan nantinya merupakan relasi dosen-dosen yang telah kuliah di luar negeri sebelumnya,” jelas Yoyok. Terakhir, Rapat Kerja ini juga guna meningkatkan aktualiasi mahasiswa dalam bingkai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). “Beberapa tahun lalu mahasiswa FIKES sudah ada yang masuk PIMNAS, kami juga ingin meningkatkan itu. Ke depan kalau perlu diterbitkan SK Dekan terkait wajibnya mahasiswa FIKES membuat PKM,” terangnya. Rektor UMM, Fauzan dalam sambutannya berpesan, meski sebagai fakultas termuda, jangan sampai FIKES tidak memiliki arah gerak yang jelas. Sebaliknya, FIKES harus mampu menginisiasi manejemen mutakhir dengan prinsip simpel dan produktif. Fauzan juga menekankan bagi dosen FIKES untuk segera menyelesaikan studi dalam rangka mengejar ketertinggalannya. Selain itu, mendorong dosen FIKES untuk harus punya jabatan fungsional. Gelaran tersebut sekaligus merilis prosiding hasil penelitian 28 dosen FIKES dengan judul “Kontribusi Penelitian Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat”. (can/han)
PWM dan UMM Bermitra Dorong Internasionalisasi Sekolah Muhammadiyah

BERMITRA dengan Lembaga Kerjasama (LK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, UMM menghadirkan Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat (AS) Christine Getzler Vaughan dan perwakilan Huaqiao University di Tiongkok, Henoch Pradana pada kegiatan Workshop Kerjasama Internasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Jawa Timur, Kamis (9/2) di Auditorium UMM. Pada kesempatan ini, mereka memaparkan peluang kerjasama AS dan Tiongkok untuk sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM). Kegiatan dihadiri sejumlah PTM serta Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah (SMAM), Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah (SMKM), dan Sekolah Dasar Muhammadiyah (SDM) dipandang sudah berkelas internasional. Asisten Rektor UMM Bidang Kerjasama Luar Negeri Soeparto menjelaskan, forum ini bisa menjadi kesempatan bagi seluruh sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur. “Saat ini UMM memiliki 23 dosen asing internship dari 29 negara. Secara insidental, sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur dapat mengundang dosen asing tersebut untuk menjadi narasumber seminar di sekolah masing-masing,” jelas Soeparto dalam sambutannya. Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Nadjib Hamid menyatakan, workshop kerjasama internasional diselenggarakan untuk memfasilitasi amal usaha Muhammadiyah dan memperluas kerjasama dengan dunia internasional. “Workshop ini harus menghasilkan aksi nyata dan memberikan dampak lebih bagi masyarakat,” jelas Nadjib. “Pada jangka panjang, semua sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur dapat melakukan kerjasama internasional. Sedangkan dalam jangka pendek, sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur dapat membangun suasana internasional di internal sekolah masing-masing,” paparnya. Menurut Nadjib, semua sekolah Muhammadiyah harus bersinergi agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Harapan ke depannya, lanjut Nadjib, sekolah Muhammadiyah dapat saling bersinergi dan membangun gerakan pendidikan yang bergairah. (jal/han)