Ekonomi Syariah UMM Bermitra dengan USM Malaysia, Siapkan Program Pertukaran

BEKERJASAMA dengan Universiti Sains Malaysia (USM), Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mennggelar kuliah tamu bertema “Islamic Economics and its Role in the Global Era: Prospect and Challenge” Kamis (26/10) di Theater UMM Dome. Selain kuliah tamu, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan memorandum of activity (MoA) antara Dekan FAI UMM Prof Dr Tobroni MSi dengan perwakilan dari USM Dr Mohd Shukri Hanapi. Diharapkan, ke depan akan berlanjut kerjasama dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) antara kedua pihak. Kontrak kerjasama bisa dalam bentuk lecturer exchange, student exchange, workshop, dan berbagai kegiatan lainnya. Pada kuliah tamu, Tobroni sebagai dekan sekaligus menjadi keynote speech ditemani dua pakar, yaitu dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM Dr Idah Zuhroh MM dan dosen senior USM Mohd Shukri Hanapi. Pada kesempatan ini Tobroni menyatakan, kuliah tamu ini sangat strategis dan mendukung visi misi Ekonomi Syariah UMM yang tidak hanya unggul dalam ilmu ekonomi Islam namun juga mempunyai visi keulamaan yang kuat dalam menerapkan nilai-nilai Islam. “Ke depan, mahasiswa Ekonomi Syariah UMM tidak hanya akan memiliki keilmuan terkait ilmu ekonomi syariah namun juga akan memiliki visi keulamaan yang kuat. Hal itulah yang akan menjadi pembeda mahasiswa Ekonomi Syariah UMM dengan universitas lain,” jelasnya. Dalam kegiatan yang dihadiri 400 lebih mahasiswa Ekonomi Syariah UMM ini, Mohd Shukri Hanapi mengatakan, dalam prakteknya, ekonomi syariah dalam masyarakat jangan sampai terpisah dengan nilai-nilai Islam, karena akan menyebabkan ekonomi syariah itu melenceng ke ranah ekonomi konvensional. “Tujuan hakiki ekonomi syariah adalah untuk mendapat ridlo Allah SWT, bukan untuk mengambil keuntungan,” tegas dosen yang juga anggota Centre of Islamic Development Management Studies USM. Di sisi lain, dalam realitanya, menurut Idah Zuhroh, terutama di Indonesia, ekonomi Islam belum diterapkan secara menyeluruh. Masih banyak percampuran antara sistem ekonomi konvensional dan sistem ekonomi syariah. “Di Indonesia saat ini, sistem ekonomi syariah  belum digunakan sebagai sistem ekonomi pengganti sistem ekonomi konvensional setelah adanya krisis moneter pada tahun 1998, namun hanya sebagai sistem ekonomi alternatif. Dan pemilihan sistem yang akan dipakai pun masih melihat sistem mana yang lebih menguntungkan bagi pihak-pihak terkait,” jelasnya. (iel/han)

Mahasiswa Teknik Elektro Runner Up Kontes Programming Nasional

SEJUMLAH mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih juara dua pada kompetisi nasional Programmable Logic Controller (PLC) yang diadakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Novermber (ITS) Surabaya bekerjasama dengan Siemens Indonesia pada 9-11 Oktober lalu. Kompetisi diikuti 18 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia. Pada kompetisi ini, UMM mengirimkan dua tim, salah satunya meraih runner up sementara tim lainnya menembus semifinal. Tim yang meraih runner up yaitu tim Dome UMM yang digawangi Ari Deviantro dan Een Hutama Putra di Kategori PLC Human Machine Interface (HMI). Sementara yang masuk semifinal yaitu tim Sciencethink UMM yang terdiri dari M. Fatikhun Nizam dan Farid Amirullah di kategori PLC Advance. Kompetisi ini berlangsung melalui tiga tahap penyisihan, yaitu penyisihan tahap regional, tahap semifinal dan tahap final. Untuk bisa berkompetisi secara maksimal, persiapan empat mahasiswa prodi Teknik Elektro didampingi oleh Ilham Pakaya selaku dosen pembimbing. Persiapan dilakukan selama dua minggu dengan rutin berkonsultasi. Uniknya, dalam meningkatkan kemampuannya, keempat mahasiswa semester tujuh itu juga belajar melalui youtube. “Melihat youtube itu untuk menambah kemampuan karena beda produk yang kami punya jadi butuh menyamakan konfigurasi,” ujar Ari, salah peserta kontes PLC. Diakui Ari, dengan belajar melalui youtube cukup membantunya memahami produk Siemens. Sejalan dengan itu, Ilham Pakaya selaku dosen pembimbing dalam kompetisi mengaku bahwa mempersiapkan mental tidak kalah penting dalam sebuah kompetisi. “Niat memberikan yang terbaik untuk UMM dan jurusan Elektro yang selalu saya sampaikan kepada anak-anak untuk memotivasi mereka. Kalau masalah skill saya yakin mereka adalah mahasiswa terpilih,” ungkap Ilham yang juga dosen prodi Teknik Elektro ini. Dosen yang pernah mengantarkan mahasiswa menjadi pemenang PLC pada 2015 ini berharap dapat semakin memajukan prodi Teknik Elektro dan melambungkan nama UMM di ajang-ajang lainnya. (nim/han)

Sophia Mega Sabila, Dari Hobi Ngopi dan Nulis Hingga Juara PR Nasional

BERKARYA dan berprestasi telah menjadi urat nadi Sophia Mega Sabila, mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Belum lama ini, Mega baru saja menyabet juara 1 lomba Marketing Public Relations di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada 14 Oktober 2017. Raihan ini sekaligus melengkapi prestasi sebelumnya, ketika menjadi juara 2 pada Lomba Public Relations (PR) di Pekan Komunikasi 2017 Universitas Indonesia (UI) pada April 2017. Tak hanya prestasi di kompetisi, Mega juga sangat produktif menulis di media online hingga ngevlog di Youtobe. Untuk menjadi juara di lomba PR nasional, bagi Mega sungguh tidak mudah. Butuh banyak persiapan dalam hal mental, fisik dan tentunya materi yang akan dilombakan. Selain itu, ia harus bekerja dengan tim yang berbeda-beda di setiap perlombaan, yang tentunya menuntut agar cepat beradaptasi dan bekerja dengan orang baru. Pada gelaran lomba di UI ia satu tim dengan Febiana Anggi dan Arif Angga Yudha, namun saat menjuarai lomba di UMN ia satu tim dengan Ahmad Haris Kurniawan dan Ade Jamal. Sama seperti Mega, mereka semua merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM. “Salah satu yang jadi tantangan adalah saya selalu bekerja dengan tim yang berbeda di setiap lombanya. Namun saya tetap menikmatinya karena saya suka bertemu dan bekerja dengan teman baru,” ungkap gadis yang hobinya membaca, menulis dan ngopi ini. Saat ini Mega pun tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba PR di Universitas Negeri Surabaya (UNS) pada akhir Oktober ini. Dalam hal menulis, sejumlah tulisan Mega dapat dilihat di ngalam.co, foody.id, IKI MALANG, kapankamunikah.com, dan di websitenya sendiri sophiamega.com. Ia juga membuat review buku di channel Youtube-nya yaitu Sophia Mega. Selain itu, pada November ini ia berencana meluncurkan bukunya yang berjudul kapankamunikah.com. “Saya menulis tentang banyak hal, tapi kebanyakan tentang buku dan kopi. Untuk kopi saya lebih banyak menulisnya di website dan untuk review buku saya membuatnya dalam bentuk audio visual di channel Youtube saya,” terangnya. Mega mengaku punya kiat-kiat sukses untuk menggapai cita-cita. Pertama kita harus menyukai dulu cita-cita tersebut, kedua kita harus mau belajar lebih dalam lagi tentang apa yang ingin kita capai dan yang terakhir jangan putus asa saat gagal. “Yang terpenting adalah jangan putus asa, karena untuk sukses atau menang itu butuh proses. Jadi semisal belum bisa menang di lomba pertama jangan putus asa, dan pastikan akan lebih baik di lomba selanjutnya,” terangnya. (iel/han)

Malik Fadjar: Jadilah Generasi yang Bermakna bagi Zaman

KETUA Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr HA Malik Fadjar MA mengajak generasi yang saat ini bekerja dan berkiprah di UMM menjadi generasi yang bermakna. Malik menyebut, saat ini UMM dikelola oleh generasi ketiga dan generasi keempat. “Saya berharap generasi ini mengukuhkan makna bagi zamannya,” kata Malik pada pengajian umum yang berlangsung di Auditorium UMM, Sabtu (21/10). Mengutip sejahrawan Amerika Henry Adams, Malik mengatakan, kokohnya sebuah bangsa sangat tergantung pendidikan. Baginya, guru, demikian pula dosen, memiliki pengaruh luar biasa bagi masa depan bangsa dan peradaban. “Hal ini sejalan dengan pandangan UNESCO, yaitu recovery begins with teacher. Mau perbaiki bangsa, mau perbaiki pendidikan, maka perbaiki tenaga pendidiknya,” kata Malik yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia ini. Untuk menjadi generasi yang kuat, maka harus ada vitaminnya, ada gizinya. “Kata Ali bin Abi Thalib, persiapkan anak-anakmu untuk suatu zaman yang bukan zamanmu. Kekuatan kampus ini berada di tangan Anda. Bergantung pada komitmen dan integritas Anda,” papar Malik. Sementara itu Rektor UMM Fauzan menganalogikan tugas di kampus ini ibarat tugas Rasul, yaitu membawa dari alam yang gelap menuju alam yang terang. “Itulah pencerahan yang kita lakukan,” kata Rektor. Untuk itu, ia berharap agar sivitas akademika UMM meningkatkan performa akademik dan individunya, agar menjadi institusi yang mencerahkan. “Banyak yang menaruh kepercayaan pada kita,” pungkas Rektor. (han)

Tingkatkan Kerjasama Luar Negeri, UMM Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Internasional

Upaya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk meraih rekognisi internasional tidak main-main. Selain dalam hal prestasi, jalinan kerjasama luar negeri juga terus ditingkatkan. Kali ini, bekerjasama dengan University of Sains Malaysia, Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar 3rd Asean Conference on Psycology, Conseling and Humanities (AC PCH) di Aula Tehnik UMM, Sabtu (21/10). Dihadiri oleh para praktisi, akademisi, peneliti dan mahasiswa bidang psikologi dari berbagai daerah di Indonesia dan negara tetangga, rangkaian acara yang berlangsung selama dua hari tersebut tidak hanya diisi dengan seminar. Para peserta juga  berkesempatan untuk melakukan presentasi dan menyampaikan hasil research nya. Ketua pelaksana acara tersebut Zainul Anwar M.Psi menyampaikan, melaui berbagai program-program internasional pihaknya berharap UMM dapat menjadi rujukan penelitian. Baik bagi pihak internal maupun eksternal. “Nantinya kami juga akan melakukan publikasi riset-riset ini sehingga endingnya kami harap UMM bisa menjadi rujukan orang-orang dalam mencari penelitian”, ujarnya. Lebih lanjut Zainal menyampaikan, pihaknya akan terus memperbanyak kerjasama antara UMM dengan berbagai institusi luar negeri. Hal ini penting mengingat mahasiswa harus mulai beradaptasi dengan dunia internasional dan UMM bisa mendunia sesuai dengan visi misi nya. “Mahasiswa perlu dikenalkan dengan dunia luar, jadi kegiatan ini sangat bermanfaat”, tandasnya. Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai pembicara adalah M. Salis Yuniardi M.Psi dosen prodi Psikologi UMM. Salis menyampaikan hasil penelitiannya mengenai temuan depresi dengan pendekatan kognitif. Selain itu, hadir pula Dr. Aini dari University of Sains Malaysia yang juga berbagi pengalamannya dalam dunia Psikologi. Azka Maulana mahasiswa Magister Psikologi UMM yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan antusiasmenya mengikuti kegiatan ini. “Saya sangat tertarik mengikuti kegiatan ini karena bisa bertemu dan menjalin relasi dengan Malaysia, Arab, Filipina dan peserta lain dari luar UMM,” tutup Azka. (nim/sil)

Malik Fadjar: Jadilah Generasi yang Bermakna bagi Zaman

KETUA Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr HA Malik Fadjar MA mengajak generasi yang saat ini bekerja dan berkiprah di UMM menjadi generasi yang bermakna.<br /> Malik menyebut, saat ini UMM dikelola oleh generasi ketiga dan generasi keempat. “Saya berharap generasi ini mengukuhkan makna bagi zamannya,” kata Malik pada pengajian umum yang berlangsung di Auditorium UMM, Sabtu (21/10).<br /> Mengutip sejahrawan Amerika Henry Adams, Malik mengatakan, kokohnya sebuah bangsa sangat tergantung pendidikan. Baginya, guru, demikian pula dosen, memiliki pengaruh luar biasa bagi masa depan bangsa dan peradaban.<br /> “Hal ini sejalan dengan pandangan UNESCO, yaitu recovery begins with teacher. Mau perbaiki bangsa, mau perbaiki pendidikan, maka perbaiki tenaga pendidiknya,” kata Malik yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia ini.<br /> Untuk menjadi generasi yang kuat, maka harus ada vitaminnya, ada gizinya. “Kata Ali bin Abi Thalib, persiapkan anak-anakmu untuk suatu zaman yang bukan zamanmu. Kekuatan kampus ini berada di tangan Anda. Bergantung pada komitmen dan integritas Anda,” papar Malik.<br /> Sementara itu Rektor UMM Fauzan menganalogikan tugas di kampus ini ibarat tugas Rasul, yaitu membawa dari alam yang gelap menuju alam yang terang. “Itulah pencerahan yang kita lakukan,” kata Rektor.<br /> Untuk itu, ia berharap agar sivitas akademika UMM meningkatkan performa akademik dan individunya, agar menjadi institusi yang mencerahkan. “Banyak yang menaruh kepercayaan pada kita,” pungkas Rektor. (han)

Refleksi 17 Tahun LK, Mahasiswa Vietnam Ikut Mainkan Angklung

REFLEKSI perjalanan 17 tahun Lembaga Kebudayaan (LK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlangsung semarak. Di antara yang menarik perhatian, yaitu tampilnya sejumlah mahasiswa asing memainkan alat musik tradisional Indonesia. Salah satunya, Le Thi Nhu Lai, mahasiswa asal Vietnam yang mengaku sangat senang memainkan alat musik angklung. Menurutnya, Ia tak mengalami kendala ketika berlatih angklung, karena menikmati setiap prosesnya. “Perasaannya senang sekali dan bangga tampil di depan.Saya hafal lagu Tanah Air karena sudah tahu lagu ini sejak sebelum ke Indonesia,” ungkapnya di sela-sela kegiatan Malam Ekspresi Seni dan Budaya (Maksidaya), Rabu (18/10) di Heliped UMM yang digelar LK khusus memperingati miladnya yang ke-17 itu. Selain permainan angklung, beberapa penampilan lain yang dipentaskan yaitu tari daerah Bedhayan, dan nyanyian lagu Tanah Air oleh mahasiswa asing UMM, serta tarian Thailand. Selain itu, ada pula pameran foto dari komunitas pecinta fotografi UMM, Jurnalistic Fotografi Club (JUFOC). Asisten Rektor Bidang Akademik, Dr Budi Suprarto MSi mengungkapkan kekagumannya pada konsistensi LK UMM dalam melestarikan budaya. “Kami berharap acara seperti ini tidak hanya jadi tontonan namun keberadaannya bisa menguatkan brand agar lebih dikenal sebagai kampus yang tidak pernah tidur dari produktivitas dan kreativitas,” ujarnya menutup sambutan.

Dibina UMM, Akbid Muhammadiyah Madiun Lakukan Regenerasi

AKADEMI Kebidanan (Akbid) Muhammadiyah Madiun baru saja melakukan regenerasi. Direktur sebelumnya, Faqih Ruhyanudin, M.Kep. Sp.Kep.KMB yang menjabat selama 2013-2017 digantikan oleh Edy Purwanto, MNg yang akan memimpin untuk periode 2017-2019. Akbid Muhammadiyah Madiun merupakan kampus binaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), karena itu, selepas mengemban amanah di akademi tersebut, Faqih Ruhyanudin saat ini dipercaya sebagai dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM untuk periode 2017-2021. Sementara itu, sang direktur baru, Edy Purwanto, juga memiliki profil yang menarik. Edy merupakan lulusan School of Nursing, Flinders University, Australia. Diharapkan, Edy dapat meneruskan capaian direktur sebelumnya dan siap untuk berakselerasi membawa Akbid Muhammadiyah Madiun lebih baik lagi. Pelantikan direktur baru Akbid dilakukan Rabu, 18 Oktober 2017 bertempat di Aula Lantai 2 Gedung Kuliah Akbid, disaksikan oleh Majelis Dikti Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Badan Pembina Harian, direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Muhammadiyah Madiun, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Madiun, dan seluruh civitas akademika. Sejak dua tahun lalu. Akbid Muhammadiyah Madiun memang telah menjadi salah satu amal usaha Muhammadiyah yang menjadi binaan UMM. Rektor UMM Fauzan selama dua tahun ini menugaskan SDM terbaik Fakultas Ilmu Kesehatan UMM untuk mengabdi menjadi direktur pada AUM tersebut. Mulai dari Faqih pada 2013-2017yang dilanjutkan dengan Edy untuk periode 2017-2021. Faqih menyampaikan, Akbid Muhammadiyah merupakan aset milik muhammadiyah yang harus terus dijaga, dirawat dan ditumbuhkan menjadi lebih baik. Sementara itu, ketua BPH Sugianto berharap pergantian direktur dan pelantikan ini makin menguatkan akademik, kualitas SDM, dan manajemen keuangan di kampus ini. Sedangkan perwakilan Majelis Dikti PP Muhamamdiyah Dr. Muhammad Samsudin, M.Pd mengatakan Perguruan Tinggi Muhammadiyah semoga menjadi perguruan tinggi yang besar di tengah kebijakan Kemenristek yang sedang meningkatkan mutu perguruan tinggi di Indonesia. (*/han)

Energi Alternatif UMM Jadi Kawasan Edukasi Favorit Para Siswa

KEBERADAAN energi alternatif yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah  Malang (UMM) menjadi daya tarik sekaligus sumber belajar tematik bagi beberapa lembaga pendidikan. Salah satunya Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Kwadungan Lor, Ngawi. Melalui kegiatan Studi Pengalaman Siswa (SPS), mereka berkunjung ke UMM, Selasa (17/10) agar mendapatkan pengalaman belajar teknologi. Kunjungan diikuti sebanyak 53 siswa mengangkat tema “Pengenalan Energi Altermatif dan Lingkungan Hidup”. Kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi  (Puspa-IPTEK) menjadi dua area favorit yang dikunjungi siswa selama di UMM. Menurut guru pendamping kegiatan SPS, Eko Budi Santoso, UMM merupakan tempat yang sangat istimewa untuk belajar tentang energi alternatif terbarukan. “Sejak saya tahu keberadaan PLTMH di UMM saya ingin mengajak siswa saya untuk berkunjung ke sini karena di sekolah juga sudah pernah belajar tentang energi alternatif tetapi belum bisa menunjukkan wujud nyatanya kepada siswa,” ungkapnya. Melalui kunjungan ini, siswa mendapatkan penjelasan dan informasi-informasi menarik tentang PLTMH dan Puspa-IPTEK. Antusiasme siswa nampak dari keterlibatan mereka saat meluncurkan roket air yang merupakan produk dari Puspa-IPTEK. (nis/han)

Para Wakil Dekan Baru Diminta Tancap Gas, Berinovasi bagi UMM

SETELAH sebelumnya melantik para dekan dari sepuluh fakultas di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kali ini, Selasa (17/10) bertempat di Auditorium UMM, Rektor UMM Fauzan kembali melantik para wakil dekan I, II dan III yang akan menjabat untuk periode 2017-2021. Fauzan mengaku bersyukur lantaran mayoritas para wakil dekan telah bergelar doktor. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas kerja dan dapat menciptakan reformasi pada tingkat fakultas. “Bapak dan Ibu diharapkan dapat menciptakan inovasi yang strategis untuk meningkatkan kualitas masing-masing fakultas. Sudah harus langsung tancap gas, tidak perlu bulan madu, langsung kerja nyata,” tutur Rektor pada pidato pelantikan. Sementara itu Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof Dr Malik Fajdar menegaskan, proses perkembangan UMM sangat luar biasa karena kampus ini dapat berproses dengan cepat. Diharapkan, para jajaran dekanat yang baru terlantik dapat bekerja lebih cerdas untuk kemajuan UMM. “Dalam mengemban amanat sebagai jajaran dekanat, hal yang terpenting adalah peningkatan kualitas pada teaching college para dosen. Hal tersebut mengingat UMM tidak lagi dipandang sebagai perguruan tinggi swasta tingkat daerah, tapi juga dipandang secara nasional dan internasional,” tutur anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini. Ditambahkan Malik, kita semua sebagai civitas akademika dituntut untuk terus membuat inovasi sebagai bagian dari reformasi wajah pendidikan perguruan tinggi. Para wakil dekan yang dilantik yaitu, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Wakil Dekan I Dr Sudiran MHum, Wakil Dekan II Drs Marhan Taufik MSi, dan Wakil Dekan III Dr Rahmad Widodo MSi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Wakil Dekan I Dyah Estu Kurniawati SSos MSi, Wakil Dekan II Dr Tutik Sulistyowati MSi dan Wakil Dekan III Zen Amirudin SSos MMedKom. Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Wakil Dekan I Dr Ir Aris Winaya MM MSi, Wakil Dekan II Dr Ir Warkoyo MP dan Wakil Dekan III Ir Henik Sukarini MP PhD. Fakultas Agama Islam (FAI), Wakil Dekan I Drs Agus Purwadi MSi, Wakil Dekan II Drs Muhammad Sarif MAg dan Wakil Dekan III Drs M Nurul Humaidi MAg. Selanjutnya Fakultas Teknik (FT) Wakil Dekan I Dr Ir Samin MT, Wakil Dekan II Dr Lailis Syafa’ah MT, dan Wakil Dekan III Dr Nur Subekti ST MT. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Wakil Dekan I Dr Widayat MM, Wakil Dekan II Dr Dra Eny Suprapti MM, dan Wakil Dekan III Zainal Arifin SE MSi. Fakultas Hukum (FH) Wakil Dekan I Catur Wido Haruni SH MSi MHum, Wakil Dekan II Dr Haris SH MHum, dam Wakil Dekan III Said Noor Prasetyo SH MH. Sementara itu, Fakultas Psikologi (FPsi), Wakil Dekan I Ni’matuzahroh SPsi MSi, Wakil Dekan II Dr Rr Siti Suminarti Fasikha MSi, dan Wakil Dekan III Zainul Anwar SPsi MPsi. Fakultas Kedokteran (FK), Wakil Dekan I dr Mochammad Ma’roef SPOG, Wakil Dekan II dr Sri Adila Nurainiwati SPKK, dan Wakil Dekan III dr Indra Setiawan SPTHT. Fakultas Ilmu Kesehatan  (FIKES), Wakil Dekan I Siti Rofida SSi Apt MFarm, Wakil Dekan II Ahmad Shobrun Jamil SSi MP, dan Wakil Dekan III Sunardi SKep Ns MKep. (Humas UMM)