Ormas Malaysia Kunjungi PSIF UMM, Tertarik Dinamika Kaum Muda Muhammadiyah

Sebanyak enam aktivis Lestari Hikmah, sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Malaysia, mengunjungi Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka mengaku sangat tertarik dengan dinamika dan perkembangan ormas Muhammadiyah di Indonesia. Ketua rombongan Lestari Hikmah, Rashidi mengatakan, di Malaysia Muhammadiyah sudah sangat dikenal. Bahkan, sudah ada sekolah Muhammadiyah di sana sejak tahun 1950an yang diinisiasi sejumlah tokoh, di antaranya Buya Hamka. Sekarang bahkan Muhammadiyah tengah mempersiapkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Malaysia. Karena itulah, Rashidi berharap kunjungannya ke UMM ini dapat menambah wawasan mereka tentang Muhammadiyah, terutama tentang kiprah pemikiran dan gerakan anak-anak muda Muhammadiyah. “Di Malaysia pergolakan pemikiran anak muda masih sangat lambat dan tak terdengar. Berbeda dengan Indonesia yang sangat dinamis dan progresif, di antaranya terlihat dari pemikiran anak-anak muda Muhammadiyah,” ungkapnya. Pengurus Majelis Tarjih Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Haeri Fadly mengatakan, ruang demokrasi Indonesia yang terbuka membuat anak-anak muda lebih dinamis di bidang pemikiran dan gerakan. Tak hanya itu, ruang demokrasi itu juga berpengaruh pada dinamika antara Muhammadiyah, ormas lain dan pemerintah. Misalnya, soal penentuan hari raya Idul Fitri, di Indonesia masyarakat bebas memilih hasil fatwa NU, Muhammadiyah maupun pemerintah lewat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tak ada keharusan mengikuti salah satu fatwa. Hal itu tentu cukup janggal bagi Malaysia di mana umat Islam di sana pasti sejalan dengan fatwa pemerintah. Sementara itu sekretaris PSIF UMM Subhan Setowara mengatakan, kuatnya dinamika anak muda Muhammadiyah sangat dipengaruhi oleh kelahiran Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) yang lahir pada 2003. Lahirnya JIMM kala itu dilatari mandeknya dinamika pemikiran di tubuh Muhammadiyah di tengah gencarnya gerakan amal usaha Muhammadiyah. “Semangat JIMM ingin menghidupkan kembali spirit KH Ahmad Dahlan, yang tidak hanya dikenal sebagai aktor penggerak (man of action), tapi juga aktor pemikir (man of thought),” papar Subhan.
Terpilih, Nanda Mahasiswa HI UMM jadi Protokoler VIP dan VVIP Asian Games 2018

Kebanggan yang muncul atas digelarnya Asian Games 2018 tidak hanya dirasakan para atlit yang berhasil memenangkan pertandingan diberbagai cabang olah raga. Kebanggan ini juga dirasakan Nanda Aulia Dini, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) UMM yang terpilih untuk membantu menyukseskan Asian Games 2018 pada Divisi Venue Protocol Attendence. Pada divisi ini, Nanda, demikian panggilan akrabnya bertugas untuk menyambut para tamu VIP dan VVIP yang hadir. Selain itu, Nanda juga harus memastikan kelengkapan bendera di lokasi indoor dan outdoor serta lagu kebangsaan untuk prosesi pengalungan medali. “Sampai sejauh ini, meskipun harus mempelajari banyak hal tetapi saya merasa senang bisa ikut andil dalam acara dengan skala internasional seperti ini. Apalagi selama jadi volunteer saya bisa mengenal lebih dekat para atlet yang berjuang demi negara dan juga orang – orang penting yang belum tentu bisa saya temui di luar sana,” ungkapnya, Kamis (30/8). Mulai awal bertugas sampai saat ini, Nanda mengaku sudah bisa bertemu banyak tokoh nasional dan internasional, termasuk berhadapan langsung dengan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Yusuf Kalla serta serta Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, peluang tersebut ia manfaatkan juga untuk mengenalkan kampus tercitanya UMM. “Karena memang saya ditugaskan di area VIP jadi saya bisa ngobrol langsung dengan beberapa tamu penting dari Indonesia dan negara lain. Jadi ketika mereka mulai ngajak ngobrol tanya kuliah dimana dan sebagainya, saya bisa sekalian ngenalin UMM,” tambahnya. Menguaraikan proses rekrutmen yang dijalani, Nanda mengaku untuk berhasil masuk menjadi volunteer ia harus melalui proses yang panjang sejak Desember 2017 lalu. “Awalnya ketika mendaftar, saya tidak menyangka kalau bisa lolos seleksi administrasi dan kemudian dipanggil ke Jakarta untuk interview,”kenangnya. Setelah dinyatakan lolos, Nanda masih harus mengikuti serangkaian training sebagai bekal ketika sudah berada di lapangan, mulai dari pengetahuan dasar mengenai organisasi terkait olahraga dan Asian Games, International Etiquette, Communication Skill dan berbagai pengetahuan terkait pariwisata di Indonesia. “Karena nanti yang saya dan teman – teman lainnya temui datang dari berbagai negara, mangkanya kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin sehingga bisa benar – benar membantu mereka sekaligus bisa mempromosikan wisata Indonesia,” terangnya. Seperti yang diketahui, negara – negara di Asia khususnya Indonesia saat ini tengah menggelar pesta olahraga dalam gelaran Asian Games ke 18 di Jakarta dan Palembang sejak 18 Agustus-2 September nanti. Demi suksesnya acara tersebut, panitia Asian Games mendapat bantuan dari 13.000 pemuda Indonesia terpilih yang menjadi volunteer baik di Jakarta maupun Palembang dan Nanda menjadi salah satunya. Di akhir Nanda berharap keikutsertaannya dalam acara ini dapat menambah dan meningkatkan pengalaman yang ia miliki sehingga dapat ia gunakan di masa depan. “Saya anggap ini sebagai kesempatan untuk upgrade experience dengan skala internasional,” pungkasnya.(vin/sil)
Yearis Karateka UMM, Ubah Hobi Jadi Prestasi

Karate menjadi salah satu olah raga yang diminati banyak anak muda, termasuk di Indonesia. Tak hanya sebatas melatih kebugaran, kompetisi di cabang olah raga ini juga selalu seru diikuti. Seni bela diri yang berasal dari Jepang tersebut beberapa waktu terakhir juga membawa nama harum Indonesia di perhelatan ASIAN Games 2018. Mengumpulkan emas sejak hari pertama, di hari ke-8 ASIAN Games Kontigen Indonesia berhasil kembali merebut Emas di cabang olah raga karate, Minggu (26/8). Medali emas ke-11 dari total 24 medali emas di Asian Games 2018 tersebut, disumbang oleh karateka Rifki Ardiansyah Arrosyid dari nomor kumite -60 kg putra. Menariknya, Rifki sendiri adalah remaja 21 tahun yang saat ini juga merupakan prajurit TNI AD berpangkat Sersan Dua (Serda) yang saat ini bertugas di Kodam V/Brawijaya. Meski seorang prajurit, Rifki terbukti tetap mampu menorehkan prestasi di bidang olah raga. Semangat Rifki juga hidup didiri Bidang Caprycornis Yearis S mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang rajin mengumpulkan prestasi di bidang olah raga karate. Yearis demikian panggilan akrabnya, telah memenangkan banyak kejuaraan karate hingga tingkat nasional. Di antaranya adalah Juara 1 Kumite Perorangan Putri +60 di Kejuaraan Karate Se Jawa Bali pada Institus Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) ITS Cup pada 21-22 April 2018 lalu. Selain itu, mahasiswa semester lima ini juga sudah mengikuti berbagai kejuaraan lain dan memenangkan banyak pertandingan nasional diantaranya Juara 3 Kumite Perorangan Putri +68 dan Juara 3 Kumite Beregu Putri di Kejuaraan Karate Se Jawa Timur pada Piala Rector Cup Universitas Negeri Jember, dan Kumite Perorangan Putri -68 di Kejuaraan Karate Se Jawa Bali Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Cup. “Karate adalah hobi saya sejak kecil dan terbawa hingga masa kuliah. Saya bersyukur bisa memenangkan beberapa kejuaraan dan juga bahagia karena bisa membawa nama baik kampus,”ujarnya, Rabu (29/8). Melalui berbagai kemenangan yang terus dikumpulkan Yearis mengaku ingin membuktikan bahwa meski melakoni berbagai profesi, termasuk masih berstatus sebagai mahasiswa, tak lantas ruang gerak remaja menjadi terbatas. Ia pun mengajak anak muda Indonesia untuk terus berkarya dalam berbagai bidang termasuk olah raga, untuk mengharumkan nama bangsa. Tidak hanya dalam bidang akademik. “Saya ingin menunjukan ke semua orang, termasuk sebagai mahasiswa UMM tak hanya bisa unjuk gigi di bidang akademik melainkan juga di pada prestasi lainnya,” pungkas Yearis.
Hadir di Play Store, Aplikasi Majas Melenggang ke PIMNAS
Mengimbangi fenomena akrabnya anak zaman sekarang dengan gadget atau android dibanding buku, Aplikasi 1001 Majas karya mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (PBSI UMM) hadir dan makin menyempurnakan diri. Berbekal kelengkapan Surat Pencatatan Ciptaan yang dikeluarkan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan nomor 000110913, kehadiran aplikasi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan berhasil melenggang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 31 Tahun 2018. Dini Anggita Sumantri penggagas aplikasi tersebut mengaku, berbagai hal telah dipersiapkan dengan matang untuk menyambut PIMNAS yang akan dilaksakan di Universitas Negeri Yogyakarta tanggal 28 Agustus – 2 September 2018 tersebut. “Aplikasi ini sudah dapat diakses secara umum melalui Play Store. Untuk kesipan berkas termasuk soal pencatatan hak kekayaan intelektual, klipping pemberitaan yang dimuat berbagai media dan materi presentasi juga sudah siap,”ujarnya Selasa, (28/8). Muncul dengan disain warna yang cerah dan lagu ceria, aplikasi 1001 Majas sangat mudah diakses. Dilengkapi komik-komik singkat untuk menjelaskan berbagai macam majas hingga ragam bahasa Indonesia baku, aplikasi ini ramah pengguna utamanya bagi anak-anak. “Tujuannya memang untuk mempermudah anak SD hingga SMA dalam penyusunan karya sastra, membelajarkan etika berbahasa dan ragam bahasa baku. Semua ada di aplikasi ini,” tambah Dini. Sebelumnya, Dini Anggita Sumantri dan Wulan Ria Anggraini menciptakan aplikasi majas berbasis android. Untuk mewujudkan inovasi tersebut, Dini dan Wulan mengajak seorang mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik UMM bernama Shodiq Imam Purnomo ke dalam tim untuk mematangkan konsep. Menyadari ketiganya belum begitu mahir membuat dan menyempurnakan isi dalam aplikasi, mereka pun berinisiatif mencari bantuan. Untuk pembuatan aplikasi, ketiganya menggandeng mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Farih Nazihullah sedangkan konsep isi aplikasi maupun komik mereka dibantu oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Faisal Hidayat. Berkat kolaborasi apik ini, aplikasi yang direncanakan akhirnya berhasil terwujud dengan memuat tiga menu utama yaitu materi, permainan, dan komik. Tiga menu tersebut sengaja dikemas ke dalam satu aplikasi guna membuat pengguna betah belajar majas. Khusus dalam menu permainan terdapat tiga pilihan yaitu Sang Jagoan, Teka-Teki Silang, dan Jodoh Kata. Sedangkan dalam menu komik disediakan jenis lain yang tak kalah menarik. “Di komik majasnya di masukkan ke dalam cerita,” pungkas Dini, mahasiswa asal Sangatta Kalimantan Timur tersebut. (sil)
Mahasiswa UMM Jadi Delegasi Kongres Fisioterapi Internasional

Kabar membanggakan datang dari Program Studi (Prodi) Fisioterapi Fakultas Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Empat mahasiswa beserta seorang dosen Prodi Fisioterapi Fikes UMM mewakili Indonesia dalam The 9th Asia Physical Therapy Student Association Congress 2018 atau Kongres Asosiasi Mahasiswa Fisioterapi Internasional ke-9 yang digelar di University of Batangas, Batangas, Filipina pada (17-20/8). Tahun ini Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia/ Indonesia Physiotherapy Student Association (IMFI/IPSA) mendelegasikan 9 orang. 1 orang advisor yang juga merupakan dosen Prodi Fisioterapi Fikes UMM, 4 orang mahasiswa Prodi Fisioterapi dari UMM, 2 orang mahasiswa dari Universitas Udayana Bali, 1 orang mahasiswa dri Universitas Dhyana Pura Bali dan 1 orang mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mahasiswa dari UMM sendiri yakni Achmad Mabrur, Bayu Lazuardi W., Efanisa Eka Yulia, Nazla Syifa Sabila merupakan mahasiswa Prodi Fisioterapi angkatan 2016 yang tergabung dalam keanggotaan IMFI. Serta, seorang advisor (penasihat) Asia Physical Therapy Student Association (APTSA) yang juga merupakan dosen prodi Fisioterapi Fakultas Kesehatan (FIKES) Ali Multazam, S.Ft., Physio., M.Sc. “Sampai saat ini, tercatat ada 11 negara yang menjadi anggota dri APTSA diantaranya Hongkong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand,” terang Ali Multazam Selasa (28/8) Selain itu, APTSA juga sudah melakukan kerjasama dengan negara-negara di wilayah Eropa, Afrika, Australia, dan Amerika. Setiap tahunnya diadakan juga student exchange atau program pertukaran pelajar ke negara-negara tersebut. Di Filipinina, kesembilan delegasi ini mengikuti beragam kegiatan. Salah satunya, setiap delegasi negara mempresentasikan perkembangan fisioterapi di negara masing-masing, termasuk proses dan sistem akademik, asuransi yang tersedia, proses legalitas dan aturan-aturan yang mengatur fisioterapi di setiap negara, serta penanganan-penanganan fisioterapi yang sedang tren atau berkembang di setiap negara. Selain disibukkan dengan rangkaian kegiatan kongres, pada salah satu acara yakni cultural night, setiap negara mempresentasikan budayanya masing-masing. Indonesia sendiri menampilkan tarian Bali Puspanjali kemudian dilanjut dengan menyayikan lagu Indonesia Pusaka dan dilanjutkan dengan menari Maumere. “Para peserta dari negara lain sangat senang dengan penampilan Indonesia, bahkan mereka langsung ikut menari bersama,” pungkas Ali. (Humas UMM)
Akhir Tahun Ini, UMM Segera Miliki Akademi Sepak Bola

Tak hanya dalam bidang akademik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga unggul dalam menyediakan berbagai sarana olah raga berkualitas. Terbukti, setelah resmi menjadi pusat latihan tim kebanggaan Malang, Arema FC, pesona stadion UMM terus menjadi incaran berbagai pihak. Haris Tofli pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMM FC mengaku, bahwa stadion UMM sudah dipinang oleh banyak akademi sepak bola di Malang Raya. “Stadion UMM ini sudah banyak yang ingin meminang, hal tersebut dikarenakan stadion ini cukup luas dan memang sangat cocok untuk latihan,” terangnya saat pelepasan Tim U-12 SSB UMM yang akan bertanding di Balikpapan, Minggu (26/8). Saat ini, setelah berfokus pada revitalisasi Sekolah Sepak Bola (SSB) UMM sendiri mulai menggarap perubahan status Sekolah Sepak Bola menjadi Akademi Sepak Bola. Dijelaskan oleh Hari, perubahan status tersebut menjadi salah satu upaya bagi UMM untuk memaksimalkan bakat para pemain sepak bola yang tergabung pada SSB maupun UMM FC agar tampil semakin prima. “Prestasi-prestasi yang ditorehkan oleh SSB UMM sudah melampaui target awal dan cukup menggairahkan untuk kampus, sehingga kita harus segera merubah sekolah ini menjadi akademi,” jelas Haris. Akademi sepak bola sendiri memiliki perbedaan dengan sekolah sepak bola. Akademi merupakan lembaga pedidikan formal yang menyelanggarakan pendidikan olahraga. Dilihat dari sisi pembelajaran, akademi juga memiliki desain tersendiri. Selain itu, dalam proses pembentukan akademi juga harus dipenuhi fasilitas-fasilitas penunjang dalam proses pembelajaran. Melihat berbagai hal tersebut, Haris mengaku bahwa UMM lebih dari siap untuk membentuk sebuah akademi sepak bola. Pihak universitas juga mendukung penuh tentang rencana ini. “UMM ini lebih dari untuk membentuk sebuah akademi, kita punya kolam renang, gym center, lapangan stadion yang dilirik banyak akademi,” papar Haris. Menanggapi rencana perubahan status tersebut, pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang Eko Budi Hartoyo menympaikan bahwa dirinya optimis jika Akademi UMM akan melahirkan banyak bibit-bibit unggul untuk dunia sepak bola Indonesia. “Saya sangat mendukung penuh keterlibatan UMM dalam melahirkan bibit-bibit pemain sepak bola potensial,” tutur Eko. Rencananya akhir tahun ini Akademi UMM akan diresmikan. Percepetan tersebut diharapan dapat memperlebar jalan bagi UMM melahirkan para pemain sepak bola nasional. (nis/sil)
Pelantikan fungsionaris lembaga Intra Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pelantikan dan pembekalan mahasiswa fungsionaris lembaga intra periode 2018/2019. Pelantikan diselenggarakan di Rusunawa UMM Jum’at (24/8). Pembekalan mahasiswa fungsionaris dihadiri oleh perwakilan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU, Senat Mahasiswa (Semu) dan Unit Unit Kegiatan Mahasiswa periode 2017–2018. Dalam pembekalan mahasiswa fungsionaris lembaga intra, Rektor UMM memberi sambutan sekaligus materi mengenai “Student Today, Leader Tomorrow” kepada peserta yang hadir. Ia berharap setelah pelantikan ini para fungsionaris dapat menjalankan kegiatan-kegiatan organisasi serta mengimplementasikan program-program yang dapat dijadikan sebagai ajang edukasi. “Saudara telah bersumpah jabatan sebagai fungsionaris. Saudara memasuki fase sebagai pemimpin yang punya tanggungjawab moral yang lebih. Oleh karena itu, kami berharap kepada seluruh fungsionaris, jalankan tugas dengan penuh tanggungjawab dan amanaht”tuturnya. Dalam materinya, ia mengajak kepada kepengurusan saat ini untuk menunjukkan prestasi dan menjadi penggerak lahirnya iklim akademik. Tidak hanya itu, ia memberikan motivasi untuk menjadi pemimpin yang terintegrasi serta disiplin. Mendapatkan amanah besar, Ketua BEM UMM Ainur Rifqi Almahdani Rahmat berharap agar kepengurusan yang baru ini dapat berjalan dengan baik serta BEM UMM dapat menjalankan amanah sebagai kordinator BEM Malang-Raya dan sekertaris jendral untuk BEM Muhammadiyah se-Indonesia. “Alhamdulillah di hari ini diamanati dan siap untuk mengemban amanah selama satu periode ke depan. Harapan saya, kami pengurus dapat bekerjasama dengan baik ditataran internal maupun eksternal,”tuturnya. Ia menambahkan pada periode saat ini akan mengusung jargon Sinergi Karya Bakti serta menggunakan jargon UMM berkemajuan sebagai visi ke depannya. Melalui semangat ini Rifqi berharap lembaga intra dapat bersinergi dengan melalui peningkatan karya serta berbakti bagi umat, bangsa dan negara.(bel/sil)
Meluncur ke Balikpapan, SSB UMM Siap Rebut Piala Menpora

Terus menggaungkan semangat “Dari Muhammadiyah untuk Bangsa”, kini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali ikut meramaikan jagat persepakbolaan di Malang. Melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) yang dimiliki, sebelas siswa binaan sekolah ini siap bertanding pada Piala Menpora dalam Rangka Hari Olahraga Nasional di Balikpapan Kalimantan Timur pada (28-31/8) nanti. Berdiri tahun 2012, SSB UMM sempat mengalami mati suri. Sejak pulih kembali pada awal Juli tahun ini, SSB UMM terus mengejar target untuk bisa ikut dan merebut prestasi pada beberapa kejuaraan. Di antaranya adalah keberhasilan kelompok pemain usia U-12, yang setelah mengalahkan Kota Blitar akan segera melenggang ke tingkat nasional. Selain itu, pada waktu yang bersamaan kelompok pemain usia U-15 juga berhasil meraih Piala Soeratin Kota Malang dan segera mewakili Kota Malang di tingkat Provinsi. “Persiapan kurang dari tiga bulan, tapi kita bisa buktikan bahwa benar SSB UMM memiliki pemain-pemain handal dan potensial,” tandas pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMM FC, Haris Tofli. Semangat dan gairah berprestasi di SSB UMM mulai menggeliat saat Haris resmi menjadi pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMM FC. Pria yang juga dosen Program Studi Hukum Fakultas Hukum UMM tersebut melihat bahwa SSB UMM telah memiliki banyak bibit-bibit unggul dan potensial dalam permainan, sehingga sangat disayangkan apabila tidak ada kelanjutan pembinaan. “SSB UMM ini sudah punya banyak pemain-pemain dengan potensi yang luar biasa, sehingga eman jika tidak dilakukan pembinaan secara lanjutan dan khusus,” papar Haris pada pelepasan Tim U-12 SSB UMM di Stadion UMM, Minggu (26/8). Pada kesempatan tersebut hadir juga Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang Eko Budi Hartoyo yang turut memantik semangat pada Tim U-12 dan berpesan tetap sportif dalam pertandingan. “Junjung tinggi sportivitas sebagai bentuk pendidikan karakter adik-adik semua, kalah atau menang yang terpenting prestasi harus diraih dengan kejujuran,” tanda Eko. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Sidik Sunaryo bepesan kepada Tim U 12 agar bermain dengan maksimal untuk bisa menjadi pahlawan pada bidang keahlian masing-masing. “Bertandinglah sebaik-baiknya, maksimalkan potensi kalian, kalian semua punya potensi untuk menjadi pahlawan pada bidang keahlian kalian masing-masing,” ujar Sidik. (nis/sil )
Menteri PUPR Ajak Wisudawan UMM Tingkatkan Pembangunan Infrastruktur Menuju Indonesia Maju

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar perhelatan Wisuda ke-89 Periode III tahun 2018 pada Sabtu (25/8). Sebanyak 2.153 wisudawan yang terdiri dari lulusan Diploma III; Sarjana Strata I; Sarjana Strata II; Doktor Strata III dan Program Profesi diwisuda pada periode ini. Hadir pada wisuda kali ini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basuki Hadimuljono memberikan orasi ilmiah mengenai pembangunan infrastruktur untuk Indonesia maju. Dalam paparannya, Basuki menyampaikan bahwa pemerintah sedang bekerja keras untuk membangun Indonesia Maju. Banyak program infrastruktur pemerintah yang dibangun untuk memperkokoh pondasi bagi lompatan kemajuan. Infrastruktur yang dibangun pun tidak hanya untuk pembangunan ekonomi saja, tetapi juga demi pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan. Sejalan dengan hal tersebut, Basuki mengajak kepada para wisudawan untuk melanjutkan dan meningkatkan capaian menuju Indonesia Maju yang semakin kokoh saat ini. “Saya yakin, dengan bermodalkan pondasi kemajuan yang diletakkan dalam beberapa tahun terakhir ini, Indonesia akan melakukan lompatan kemajuan. Lompatan tersebut terletak pada daya juang, kreativitas dan dedikasi dari generasi muda seperti wisudawan dan wisudawati yang hadir,” tuturnya. Selain itu, Basuki juga menyampaikan bukan hanya membawa Indonesia yang maju, para generasi muda bangsa juga harus turut serta membangun dunia Islam yang maju. “Sebagai negara muslim terbesar di dunia, mari tunjukkan bahwa kita bisa berbuat banyak dan mampu menjadi rujukan kemajuan bagi negara-negara muslim. Kita layak menjadi pemimpin negara-negara Muslim dan saya yakin kita bisa,” ujar Basuki. Berbagi motivasi dihadapan para wisudawan, pria penuh prestasi di bidang infrastruktur tersebut juga menyampaikan beberapa corporate culture insan pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang dapat menjadi inspirasi para wisudawan. Diantaranya adalah insan harus memiliki akhlakul karimah, menanamkan jiwa profesionalisme, menambah bekal ilmu dan pengetahuan serta memiliki jiwa seni untuk menumbuhkan keberanian. Dengan ini, lulusan UMM dapat memiliki kepedulian pada lingkungan sekitar. “37 tahun lalu saya diwisuda seperti Saudara. Jadi 30 tahun lagi Saudara harus berada disini (podium.red) untuk menggantikan saya, Bapak Malik Fadjar atau Mendikbud Muhadjir Effendy. Masa depan Indonesia di pundak Saudara-saudara. Inilah saatnya Saudara bersimpuh kepada Ibu Pertiwi, berjanjilah untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia tercinta,”serunya. Usai menyampaikan paparannya, Basuki bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy, Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UMM Malik Fadjar dan Kepala Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Bisma Staniarto meninjau lokasi rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Mahasiswa (Rusunawa) di Rumah Sakit (RS) UMM ditemani oleh Djoni Djunaedi selaku Direktur Rumah Sakit UMM. Pembangunan rusunawa yang tengah berlangsung hingga Desember mendatang mendapat sambutan yang baik dari semua pihak. Dalam sambutannya pada peletakkan batu pertama di lokasi pembangunan Basuki menyampaikan bahwa kualitas pendidikan harus diiringi dengan pembangunan berkelanjutan. Dan UMM menjadi pihak yang telah turut serta mewujudkan hal tersebut. “Ini prestasi bersama yang harus kita dukung, semua prasarana pendidikan untuk mencapai mutu yang baik termasuk yang akan dibangun ini,” tambahnya. Rusunawa ke 3 UMM yang akan dibangun saat ini adalah rusunawa Tipe 24 yang memiliki empat lantai dengan kapasitas 196 mahasiswa. Pembangunan rusunawa ini akan rampung pada awal Desember tahun ini yang artinya lebih cepat tiga minggu dari perencanaan yang ditetapkan. Sementara itu Rektor UMM Fauzan menyampaikan bahwa para wisudawan periode ini telah diasah baik dari sisi skill dan soft skill. Hal ini hendaknya dapat menjadikan mereka mampu memainkan peran dimasyarakat dan berkompetisi dengan yang lain. “Jadikan ini sebagai bekal awal untuk berkompetisi di tengah-tengah persaingan global,”tegasnya. (Humas UMM)
UMM dan Ristekdikti Kawal Akreditasi Jurnal Ilmiah PT

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( RISTEKDIKTI ) menerbitkan peraturan baru No. 9 Tahun 2018 mengenai Akreditasi Jurnal Ilmiah dan Kebijakan dalam Pengolahan Jurnal. Bersama dengan Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sosialisasi dan penyerahan akreditasi jurnal untuk wilayah Jawa Timur dilaksanakan pada Jumat (23/8) di Aula Teknik UMM. Acara tersebut dihadiri oleh 76 penulis Jurnal dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta di 11 kota yang berada di Jawa Timur. ”Jurnal adalah sebuah karya dari dosen sebagai seorang pendidik sekaligus ilmuwan. Sebagai seorang ilmuwan kita mempunyai tugas untuk mengembangkan ilmu pengatahuan. Cara mengembangkan ilmu tersebut adalah melalui riset yang hasilnya nanti harus juga dipublikasikan,” ungkap Wakil Rektor 1 UMM. Dr. Lukman selaku Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah DIKTI menyampaikan sosialisasi ini membahas bagaimana DIKTI siap membantu semua dosen dalam menghasilkan jurnal ilmiah yang baik dan terakreditasi di nasional ataupun internasional. “Kami telah menyiapkan gratis biaya, panduan tulisan, dan bantuan server untuk perguruan tinggi yang belum memiliki server sekalipun, agar karya ilmiah di Indonesia terus meningkat dan semakin baik,” ujar Dr. Lukman untuk memotivasi para dosen yang hadir. Tidak hanya sosialisasi aturan baru tentang jurnal ilmiah, dalam acara ini juga ada 76 Jurnal yang telah dikategorikan kedalam peringkat dua hingga peringkat 6 yang akan diberikan pernghargaan berupa akreditasi. Akreditasi ini diharapkan menjadi tolak ukur para dosen untuk mampu menghasilkan jurnal yang kualitasnya lebih baik untuk memperbaharui peringkat akreditasi mereka. Acara sosialisasi dan akreditasi jurnal ilmiah seperti ini sangat penting diadakan. Selain untuk memperkenalkan aturan baru yang diterbitkan oleh DIKTI, acara ini juga mampu membantu para dosen untuk mengerti bagaimana pengolaan jurnal ilmiah yang baik dan benar agar para dosen tersebut terus berkembang lebih baik dalam bidang ilmu pengetahuan.(fen/sil)