Mahasiswa UMM Pamerkan Ratusan Karya Inovasi Bisnis Berbasis Teknologi

Sebanyak 137 tenant berpartisipasi dalam pameran inovasi bisnis dan teknologi Young Tech Expo 2019 Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka merupakan mahasiswa semester 3 dan 5 yang memiliki inovasi yang diimplementasikan dalam bentuk inovasi produk, jasa, hingga yang baru berupa prototype. Digelar di Kantin Teknik UMM, Sabtu (21/12) pagi. Yang menarik misalnya aplikasi kesehatan bernama SIPINO, sebuah sistem translator informasi obat hanya dengan memindai gambar kemasan (scan packaging).  Aplikasi berbasis android buatan Oktario Aldila Fachri, Kharisma Muzaki ghufron, dan Rahmah Hutami Ramadhani ini dibuat untuk mendukung masyarakat melek literasi kesehatan, secara khusus mengetahui peruntukkan, efek dan komposisi obat. Dijelaskan Oktario, literasi kesehatan umumnya dikaitkan dengan kemampuan membaca dan memahami resep obat. Sementara hasil penelitian yang mereka temukan menyebut bahwa tingkat literasi kesehatan masyarakat di Indonesia masih rendah. Dengan tingkat literasi kesehatan yang rendah, masyarakat cenderung sembarangan mengkonsumsi obat-obatan tanpa tahu efek yang bakal ditimbulkan. “Untuk mendukung peningkatan literasi kesehatan dan produk-produk terkait obatan-obatan di Indonesia, dapat dilakukan dengan penyampaian informasi secara mudah dan cepat menggunakan menggunakan informasi yang sudah didapatkan melalui web resmi milik lembaga negara yaitu Badan Pengawas Obat dan Makanan. Aplikasi kami mempermudahnya.” ungkap Oktario saat diwawancarai di booth milik kelompoknya. Tak kalah canggih teknologi besutan Billy Aprilio, Yasril Imam dan Ulfah Nur Oktaviana yakni Integrated Forest Fire Management System atau sistem pinter yang memanfaatkan Artificial Intelligence yang digunakan untuk mendeteksi kebakaran hutan. “Cara kerja sistem ini adalah dengan memanfaatkan sensor LM35 dan sensor Flame menggunakan Artificial Intelligence sebagai pemroses data,” ungkap Billy. Inputan yang didapatkan dari sistem ini berupa temperatur suhu dan nyala api. “Ketika terjadi kebakaran, maka sensor akan mendeteksi secara otomatis. Selanjutnya, sistem akan memberikan perintah untuk memompa air untuk disemprotkan ke titik terjadinya kebakaran. Di mana air didapatkan dari pembuatan penampungan air embun dengan menggunakan teknologi pemanen embun menggunakan jaring atau Fog Harvesting. Pameran ini berangkat dari integrasi 4 mata kuliah yakni Kewirausahaan Berbasis Teknologi, Penulisan Ilmiah, Etika dan Profesi, dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Selain pameran, kegiatan juga diisi seminar dengan menghadirkan 2 pembicara, yakni Nur Putri Hidayah yang membawakan materi “How to Create a Labour Contract” dan Arini Rahmawati R. yang membawakan “How do People Work Remotely”. Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si menyatakan, pameran ini merupakan model pembelajaran di UMM. Bahwa belajar tidak harus di kelas, melainkan juga terjun langsung untuk menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. “Apa yang dilakukan hari ini, bagian dari menyiapkan sejak dini untuk memasuki persaingan di dunia usaha dan industry,” tegasnya saat hadiri pameran. (can)

Pesan Rektor UMM Untuk Entrepreneur Milenial: Mumpung Muda, Habiskan Masa Gagalmu

Sebanyak 49 stand pameran memeriahkan agenda Lapak Millenial kerja sama antara Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Panitia Milad 55 Tahun UMM Kamis pagi (20/12). Beragam wirausaha makanan hingga souvenir menghiasi parkiran Gedung Kuliah Bersama (GKB) I. Hadir membuka acara, Rektor UMM Dr. Fauzan, M. Pd mengaku senang melihat semangat berwirausaha para peserta pameran yang diikuti oleh mahasiswa, alumni dan umum. Menurut Fauzan, ada sebuah keunikan ketika memutuskan terjun ke dunia wirausaha. “Kalau di angan-angan hanya untung, kalau dipraktekkan ternyata akan menemukan rugi. Itulah bisnis,” terangnya. “Saya pernah ke Minnesota, Amerika Serikat. Di sana saya menemui ada bazar barang bekas. Setelah saya lihat, nyatanya isinya mahasiswa semua. Mulai dari barang yang dijual hingga yang bertransaksi, semuanya dari mahasiswa dan untuk mahasiswa,” katanya. Jadi, lanjutnya, bukan tetang barang bekasnya, namun inisiasi wirausaha yang sangat bagus yang dimulai sejak masa kuliah. Bagi Fauzan, inisiasi dan inovasi dari mahasiswa harus terus digelorakan. Pun juga harus selalu di kolaborasikan dengan banyak pihak. Ide-ide bisnis harus terus dikembangkan. Namun jangan lupa untuk dieksekusi sebagai wujud praktik. “Tidak ada, belajar itu selalu benar. Mumpung masih mahasiswa, silahkan masa salahnya dihabiskan. Esok saatnya memetik keberhasilan,” dorongnya. Selagi mahasiswa, Fauzan juga mendorong para mahasiswa yang minat di dunia wirausaha untuk tekun belajar terkait psikologi pasar. Menurutnya, pasar itu sangat misterius. Tidak bisa benar-benar ditebak. Untuk benar-benar menguasainya, perlu mengenal baik calon pembeli dan tentu strategi sesama wirausahawan. Ditegaskan Fauzan, wirausaha yang digagas milenial bukan semata-mata tentang barangnya saja yang milenial. Bisa juga inovasi penawaran dan cara bertransaksinya. Pun juga, mengutamakan kolaborasi akan membawa banyak manfaat. “Mari lanjutkan terus, belajarlah terus dan jadilah manusia yang bermanfaat,” ajaknya. (mir/can)

70 Personil Satpam UMM Ikuti Diklat Gada Pratama

Seusai upacara pembukaan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Satuan pengamanan (Satpam) Gada Pratama, 70 personil Satpam dari berbagai unit yang berafiliasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan gerakan sujud guna merenungi, mensyukuri atas apa yang telah dikerjakan sebagai satuan keamanan serta bentuk cinta tanah air. “Selama 12 hari mereka akan dibekali dengan berbagai keterampilan, dari beladiri, borgol, tongkat, nanti fisiknya juga, etika profesional, dan berbagai bidang menyeluruh terkait dengan keterampilan maupun dengan wawasan seputar perusahaan maupun perguruan tinggi,” ungkap Bripka Kukuh Ardiansyah dari Ps. Kanit Binkamsa Sat Binmas Polres Malang. Pelatihan dan pendidikan Gada Pratama merupakan pelatihan dasar wajib bagi Satpam, berdasarkan PERKAP nomor 24 tahun 2007 tentang sistem manajemen pengamanan. “Jadi ini merupakan pelatihan dasar wajib dan untuk di UMM ini, karena di lingkup kampus yang kesehariannya berhadapan dengan mahasiswa maupun dosen. Pelatihannya kita lebih kedepankan terkait dengan pelayanannya,” lanjutnya, Selasa (10/12). Adapun menurut Suprapto selaku pendamping dari Patriatama Surya Indonesia menjelaskan bahwa tujuan diklat ini untuk membentuk mental serta membentuk attitude selain dari legalitas.  Selain itu, tujuannya untuk menghadapi MEA kedepan tentu Satuan Pengamanan harus memiliki skill dan legalitas agar nanti tidak menjadi penonton di negara sendiri. “Saya ingin mengingatkan saja bahwa tugas saudara-saudara berat, karena orang lain yang melihat pertama kali dan bertemu dengan saudara. Di situlah kesempatan saudara untuk menjadi Front Office yang ramah, terdepan, dan mengedepankan kemanusiaan. Jadi, bukan karena kekuasaan, bukan tentang kekuatan, tapi lebih kepada pri kemanusiaan. Saya harap saudara terus menjaga kekompakan karena dengan kekompakan kita akan bekerja dengan baik,” ungkap Dr. H. Fauzan. M.Pd. (riz/can)

UMM Genjot Percepatan Peningkatan Guru Besar

Direktur Karir dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kemenristekdikti, Prof. Dr. Benyamin Maftuh, M.Pd., menghadiri acara silaturahmi dengan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Selasa (17/12). Kegiatan yang diikuti 140 dosen tetap berkualifikasi doktor/Ph.D ini sebagai strategi peningkatan jabatan akademik dosen menuju guru besar/profesor. Dalam sambutannya, Prof. Syamsul Arifin mendorong agar dosen dapat meningkatkan kualitasnya. Salah satunya dengan memenuhi syarat berupa publikasi, baik artikel maupun penelitian yang merupakan syarat dalam pengajuan guru besar. Menurutnya, di UMM sendiri selalu mengapresiasi segala kegiatan yang dilakukan oleh dosen, terutama dalam hal publikasi. Lebih lanjut, Syamsul berharap dengan adanya kegiatan ini dosen dapat terus menapaki jenjang karir yang semakin meningkat. Dengan meningkatnya karir dosen, sehingga peninngkatan kualitas akademik secara umum terpenuhi. “Guru besar itu bukan hanya untuk kepentingan kita, akan tetapi guru besar itu untuk kepentingan lembaga, untuk meningkatkan performa lembaga,” sebut Syamsul. Sementara itu, Benyamin menyebutkan terdapat beberapa skema yang perlu dilalui oleh lektor kepala menuju profesor, diantaranya, telah memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan, memiliki karya ilmiah yang dipublikasisan dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi sebagai penulis pertama, sertifikasi dosen, serta memiliki kinerja, integritas, etika dan tata krama dan tanggungjawab. “Jika dosen ingin melakukan kenaikan jabatan akademik atau loncat jabatan ke profesor dapat dipenuhi dengan persyaratan menulis empat tulisan di jurnal internasional bereputasi sebagai penulis pertama dan memenuhi persyaratan lain untuk menduduki jabatan tersebut,” sebut Benyamin. Dalam paparannya, Benyamin mengatakan hanya terdapat 2,4% saja dari sekitar 280 ribuan jumlah dosen di Indonesia yang sudah menjadi guru besar. Itu artinya, jabatan fungsional guru besar di Indonesia sangat elite. Oleh karena itu, kata Benyamin, Kemenristekdikti akan terus bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk memotivasi para dosen agar terdorong hingga menempuh jenjang profesor. (can/bel)

Prodi Bahasa Inggris UMM Gelar Pameran Inovatif Media Pembelajaran

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar English Learning Media Expo 2019 di lantai 3,5 Gedung Kuliah Bersama I, Rabu (18/12). Pameran media pembelajaran ini merupakan rangkaian akhir dari mata kuliah Sumber dan Media Belajar semester 3 dengan dosen pengampu Laela Hikmah Nurbatra, MA., M. EdLead dan Rahmawati Khadijah Maro, S.Pd, M.P.Ed. Dengan mengusung tema, “When Media Meets Creatiyity” Laela memaparkan, event ini digelar sebagai wadah mahasiswa dalam berkreativitas dan memberi ruang pada pembuat media yang menaruh perhatian dalam IT. Tetapi tidak menuntut kemungkinan, lanjut Laela, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa yang minat pada media pembelajaran lainnya, seperti boardgames dan pop up book. “Ini sebagai jembatan kepada mahasiswa yang memiliki digital skill yang bagus, dan juga memiliki kreativitas serta inovasi agar menjadikan media pembelajaran lebih menarik dan lebih bisa diterima oleh generasi milenial,” sambung Laela. Sebanyak 54 kelompok memamerkan media pembalajaran yang sesuai dengan target pembelajar yang diinginkan. Setiap kelompok diberikan kebebasan untuk menentukan alat serta materi apa yang akan disajikan dalam media pembelajaran tersebut berdasarkan silabus yang digunakan target pembelajar. “Yang terpenting, selain harus menarik juga harus dapat menunjang proses belajar mengajar di kelas nantinya. Gunanya untuk membantu mahasiswa atau pembelajar tingkat sd, smp, sma, bahkan universitas dalam belajar bahasa inggris,” sebut Laela. Variasi media pembelajarannya sangat banyak, mulai dari bentuk kerajinan, boneka, software aplikasi komputer juga gawai, video animasi, hologram hingga Augmented Reality. Yang menarik misalnya, media pembelajaran yang dibuat Ajeng, Hamdan dan Ardiansyah yang membuat media pembelajaran Hologram. Media ini dapat melihat sekaligus  mendengar gambar visual secara 3 dimensi. Objek gambar bergerak yang umumnya terlihat dua dimensi, melalui inovasi ini terlihat seperti sungguhan. “Diharapkan, media pembejaran digital ini mampu membuat anak-anak antusias mengikuti pembelajaran,” kata Ajeng. Sementara itu, Rahmawati mengapresiasi hasil karya mahasiswa sangat kreatif dalam mengaplikasikan materi Bahasa Inggris dan penggunaan teknologi. Sehingga media pembelajaran yang dipamerkan sangat beragam dan melebihi ekspektasinya. “Harapan ke depannya, Expo ini dapat dihadiri oleh guru pengajar di Kota Malang. Sehingga beliau dapat menambah referensi dalam penggunanaan media pembelajaran yang nantinya akan digunakan dalam pengajaran di kelas. Karena ini berdasarkan –pre-learning objective, mahasiswa eksplore kesulitan-kesulitan dalam pembelajaran di kelas,” pungkas Rahmawati. (can/bel)

BAZNAS Diseminasikan Hasil Penelitian di UMM

Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (Puskas Baznas) menggelar Seminar Nasional Zakatnomics dan Public Expose 2019, Kamis (19/12). Seminar bekerjasama dengan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI-UMM) ini mendiseminasi setidaknya lima dari tujuh belas produk penelitian yang dihasilkan sepanjang tahun 2019. Seminar nasional ini mengangkat tema “Penguatan Pilar-Pilar Riset Zakat Menyongsong Renstra BAZNAS 2020”. “Dalam rangka meningkatkan implementasi pendistribusian dan pendayagunaan zakat, BAZNAS memandang sangat penting program-program tersebut bisa berdasarkan riset-riset dan kajian. Karena kita ingin sekali program-program yang kita implementasikan di lapangan bisa terus-menerus kita kembangkan berdasarkan hal-hal yang kita temukan di lapangan,” terang Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D, selaku Kepala Puskas BAZNAS dalam sambutannya. Untuk mewujudkannya, BAZNAS sejak tahun 2017 sudah mengembangkannya melalui lembaga program Pusat Kajian Strategis BAZNAS. Selama kurun waktu dua tahun belakangan ini, sudah banyak kajian-kajian yang dihasilkan yang segera diimplementasikan dalam setiap program yang dimiliki, serta diaplikasikan ke cabang BAZNAS seluruh Indonesia. Hasil-hasil penelitian tersebut di diseminasi dengan menghadirkan para dosen UMM sebagai panelis di tiap sesi. Agenda seminar sehari ini, dilanjutkan Hasbi, juga sekaligus ikhtiar dalam pengarusutamaan konsep ekonomi Zakatnomics, yang didefinisikan sebagai kesadaran untuk membangun tatanan ekonomi baru untuk mencapai kebahagiaan, keseimbangan kehidupan dan kemuliaan hakiki manusia yang didasari dari semangat produktifitas, semangat berekonomi sedekah (secara halal) serta semangat mengejawantahkan zakat, infak sedekah dan wakaf dalam praktik kehidupan. BAZNAS telah meletakkan ajaran suci zakat sebagai inspirasi peradaban dalam bidang ekonomi. BAZNAS mengajak para ekonom agar menempatkan zakat menjadi sebuah sistem yang holistik.  “Dana zakat dan intermediasinya adalah social finance, tapi ajaran ekonomi zakat sebagaimana dalam surat at-Taubah ayat 60, mengandung sekurang-kurangnya 4 pilar perjuangan yaitu tauhid, produktivitas, muamalah yang halal, dan implementasi ekonomi berbagai,” terang Hasbi. Pilar pertama Zakatnomicss adalah Tauhid yang berarti bahwa Tuhan dari Aktivitas ekonomi adalah uang. Apa yang dikejar dan dicari dari aktivitas ekonomi adalah keimanan yang kuat terhadap Allah Maha Pemberi Rizki. “Ketaatan kepada Allah sebagai Tuhan dari perilaku ekonomi ini menjadi landasan pokok ekonomi Zakat,” ungkap Hasbi di hadapan civitas akademika Kampus Putih dan ratusan peserta yang berasal dari undangan yang hadir. Pilar kedua Zakatnomics adalah produktivitas, di sini zakat berfungsi memberdayakan, mengajari dan mendorong masyarakat untuk hidup sebagai insan yang produktif. Menurut Hasbi, produktivitas bukan diukur dari seberapa besar hasil yang didapat dan membandingkannya dengan upaya yang dilakukan. Konsep produktivitas adalah semangat memproduksi gagasan kerja dan hal-hal positif dari seorang manusia untuk dapat mempersembahkan karya peradaban. Pilar ketiga Zakatnomics adalah ekonomi syariah. Pilar ekonomi dan syariah ini adalah pengaplikasian ekonomi secara halal dan toyib. “Kitab muamalah harusnya menginspirasi bahwa dalam berkehidupan ini tidak boleh riba, ghoror, mencuri, mengurangi timbangan, adil membayar upah selagi keringatnya belum kering, dan lain sebagainya. Hal demikian, sebagaimana diajarkan oleh Rosulullah dan Sahabat serta orang-orang shaleh,” katanya. Pilar terakhir atau keempat Zakatnomics adalah mengaplikasikan zakat, infak sedekah dan wakaf. Karena peradaban dermawan ini harus dipraktikan. “Dimana, orang kaya para muzakki mengeluarkan dana zakatnya. Amil mengelolanya, mustahik kaum dhuafa berdaya dan asnaf lainnya bangkit dan kuat dengan dana zakat yang diterimanya. Keempat pilar perjuangan ini harusnya bisa melandasi seluruh jiwa ekonomi, inilah konsep Zakatnomic,” tutur Hazbi. Selain diseminasi hasil riset 2019, diharapkan syiar zakat melalui hasil riset Puskas BAZNAS selama tahun 2019 ini dapat dirasakan manfaatnya oleh berbagai lapisan masyarakat secara luas, kegiatan ini menjadi ajang penajaman konsep Zakatnomics dan menghasilkan resolusi penting pengembangan riset zakat dalam rangka mendukung pencapaian target-target Renstra BAZNAS tahun 2020 bersama para peneliti, praktisi, akademisi zakat, media dan masyarakat umum. Rektor UMM Dr. Fauzan, MPd. saat didapuk membuka acara mengungkapkan bahwa dunia zakat adalah dunia pragmatis yang didasari oleh suatu keyakinan teologinya tinggi. Sehingga, trust atau kepercayaan atas dijalankannya manajemen perzakatan juga musti tinggi. “Maka, selain dibutuhkan pengelolaan atau manajemen zakat yang baik, dibutuhkan juga orang-orang yang punya komitmen untuk mampu mengelola zakat agar terkelola maksimal,” ungapnya. (can)

Prodi Kesos UMM Tuan Rumah Seleksi Satuan Bakti Pekerja Sosial Regional Jawa Timur

Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) dipercaya sebagai tuan rumah dalam Penerimaan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) yang dinaungi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemsos RI). Seleksi yang akan diberlakukan serentak dan diikuti 70 kabupaten atau kota ini salah satunya akan fokus pada upaya penegakkan Undang-Undang no. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. “Dalam beberapa pasal disebutkan perlu adanya laporan sosial yang dibuat oleh pekerja sosial, sehingga perlu dipastikan bahwa di setiap kabupaten atau kota sudah terdapat pekerjaan sosial,” ungkap Drs. Mk. Agung M.Si selaku Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pekerja Sosial Profesional, Kemensos. Beberapa wilayah dengan alokasi yang sangat minim di wilayah Jawa Timur sendiri seperti di Kabupaten Malang, Pasuruan dan Sidoarjo. Bagi calon Peksos yang berminat, kualifikasi yang dibutuhkan yakni pendidikan S1 Kesejahteraan Sosial dan Pekerja Sosial. Ditambahkan oleh Agung, bahwa peserta yang melamar di kota Batu saja sudah sebanyak 28 orang dengan minimal diterima hanya tiga orang. Serangkaian tes yang akan dilakukan meliputi tes tulis dan wawancara yang diselenggarakan di Kantor Jurusan Kesejahteraan Sosial, serta diawasi langsung oleh Dr. Oman Sukmana, M.Si. selaku ketua Asosiasi Pendidikan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial Indonesia (ASPEKSI) sekaligus kepala program studi Kesejahteraan Sosial UMM. “Di kabupaten Malang sendiri memang masih belum ada pekerja sosial. Dilihat dari rasio kompleksitas persoalan angka kasus yang terlapor di kabupaten dan kota, sangat disayangkan bahwa kabupaten Malang sendiri masih tinggi laporan kasus peradilan pidana anak tanpa ditemani pekerja sosial,” jelas Oman saat ditemui di ruangannya, Selasa (17/12). Tujuan daripada diselenggarakannya Sakti Peksos sendiri karena Kemensos melalui Bidang Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak mencari peserta untuk direkrut secara khusus menangani pelayanan terkait anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus, disabilitas, dan anak yang berhadapan dengan hukum. Dalam praktiknya nanti akan bekerjasama dengan Dinas Sosial. “Dengan diselenggarakannya seleksi Bakti Peksos oleh Prodi Kesos UMM ini menunjukkan bahwa kami mampu mempersiapkan para calon pekerja sosial di instansi pemerintahan terkait, seperti Departemen Sosial, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, juga Kementerian Kesehatan,” tandas Oman. (yas/can)

Milad ke-55, UMM Bikin Lomba Business Plan bagi Enterpreneur Muda

Sebanyak 20 konsep bisnis enterpreneur muda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipresentasikan di hadapan juri, Senin (16/12). Mereka adalah para finalis lomba Business Plan pada Milad ke 55 UMM. Ajang ini dalam rangka menciptakan usaha kreatif  di Era Milenial. Berlangsung di Ruang Sidang Senat (RSS) UMM. Para entrepreneur muda UMM ini merupakan mahasiswa UMM angkatan 2016-2018. Di antaranya, Smagri (Smart Agriculture), Getrungan , Coffe Payross , Taman Milenial, Lapak Arsi, Kue Parca, InformaTeam, Ex Store, Marigold Organik Mask, Tuki store, Portable Drug Container, Pengasa Creative, My Plant, Wuluh Toner, Scheppend Creative, Cyborg, JASON (Jasa Service Komputer Online), Studio Jamu 19, Fun Futsal, dan TUINGKA. Salah satu inovasi bisnis yang dipresentasikan yakni Smart Agriculture besutan Iqlima Chairunnisa, Faiq Azmi Nurfaizi, dan Muhammad Zein Ihza F. “Bisnis ini hendak menghadirkan platform yang unggul dan berkualitas dalam membangun ekonomi dari sektor Agriculture yang ada di Indonesia. Karena melihat permasalahan-permasalahan yang ada di sektoral itu, para produsen maupun konsumen, dan sini para petanilah yang akan menjadi mitra kami,” ujar Iqlima. Mengusung Moto Fresh, Healthy dan Chief, SMAGRI menjamin kualitas produknya agar tetap segar dan memberikan benefit kesehatan terhadap konsumen. Serta menjaga harga pemasaran yang seringkali tidak stabil untuk memotong rantai distribusi yang biasanya dimainkan oleh pasar. “Karena kita ingin memotong rantai distribusi. Karena ada tiga rantai distribusi dimulai dari tipe satu dari produsen (petani) menjual ke pengepul (tengkulak) dari sana dijual ke pedagang besar baru ke konsumen. Pada tipe kedua sama alurnya, tetapi dari pedagang besar ke pedagang kecil baru ke konsumen, sedangkan pada tipe ketiga yakni dari petani langsung ke konsumen,” lanjutnya. Adapun penyaji Business Plan yang kedua adalah Kue PARCA (Pare Peca’), yakni gabungan dari kue bolu Peca’ (kue tradisional suku Bugis) dengan Pare. “Kenapa kami menggabungkan dua bahan ini, karena di tempat asalnya kue peca’ ini booming sekali. Sedangkan pare ini, kita tahu memiliki banyak sekali manfaat namun kurang disukai. Karena itulah saya ingin menggabungkan dua bahan ini,” jelas Ilil Rahmawati Bersama Akbar Satya W. “Melihat semakin dinamisnya perkembangan zaman, tentu ada begitu banyak pula permasalahan baru yang harus diselesaikan. Saya rasa kegiatan seperti Business Plan ini, sangat menarik apabila dipersiapkan secara matang. Namun kita harus mempertimbangkan lagi agar mampu diterapkan di masyarakat luas,” tandas Faizal Alfa Founder dari Sayap Grak selaku juri Bersama Bunga Annisa Lenanta Founder Inibuna (Fashion Hijab). (riz/can)

FISIP UMM Gelar Seminar Nasional Bahas Prospek Sosial-Politik Jokowi Jilid II

Kontestasi pemilihan pemimpin tertinggi NKRI telah usai. Jokowi jilid II adalah pilihan yang telah dilantik sebagai tampuk kepemimpinan negara berikutnya. Sejumlah isu pluralisme, politik identitas, hadirnya keterlibatan milenial dalam era sekarang, menjadi sebuah fenomena menarik untuk dikaji. Hadirnya identitas sebagai simbol yang melekat pada individu ataupun kelompok nampaknya dijadikan sebagai salah satu strategi politik kampanye yang tujuannya adalah meraih suara. Hal ini tidak menjadi masalah apabila tidak menimbulkan keresahan sosial masyarakat. Namun strategi politik identitas dalam kontestasi elektoral yang berkembang cenderung berkembang ke arah destruktif yaitu keretakan relasi sosial masyarakat. Sesungguhnya dalam pesta demokrasi seharusnya kontestasi dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih modem. Mengingat Indonesia adalah negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia adalah negara multikultur, Indonesia menjadi salah satu sorotan dalam percaturan politik dunia. Problematika di atas adalah secuil persoalan yang muncul dari kompetisi  pemilu  tahun  2019, meskipun dalam ranah elitis sendiri sudah memberikan contoh dan gambaran terkait pentingnya menjaga kerukunan dan perdamaian. Salah satunya kolaborasi yang terjadi dalam Kabinet Indonesia Maju. Akan tetapi persoalan tersebut faktanya di tataran  sosial  masyarakat masih menyisakan gemuruh perseteruan akibat dari faksi-faksi dukungan terhadap salah satu pasangan calon presiden saat itu. Berdasarkan dinamika persoalan di atas, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Malang akan mengadakan Seminar Nasional untuk umum dengan mengusung tema “Prospek Pembangunan Sosial Politik Indonesia Di Era Jokowi Jilid II”. “Kegiatan ini merupakan salah satu wujud sikap peduli sekaligus kontribusi kampus terhadap dinamika sosial politik di tanah air, terutama terkait dengan pembangunan sosial politik  pasca kontestasi elektoral di Indonesia,” ujar Dr. Rinikso Kartono, M.Si, Dekan FISIP UMM. Seminar Nasional ini akan dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pakar di bidangnya  diantaranya adalah (1) Peneliti Senior CSIS Prof.J.Kristiadi, (2) Budayawan M.Sobary, (3) Pakar Sosiologi FISIP UMM Dr.Vina Salviana DS, M.Si, (4) Pakar Gerakan Kesejahteraan Sosial FISIP UMM Dr.Oman Sukmana, M.Si, (5) Pakar Implantasi Budaya Nusantara FISIP UMM, Dr. Wahyudi, M.Si, (6) Pakar Komunikasi Tradisional FISIP UMM Muslimin Machmud, Ph.D, (7) Pakar Komunikasi Politik FISIP UMM Budi Suprapto, Ph.D, dan (8) Pakar Manajemen Organisasi Pelayanan Sosial FISIP UMM Dr. Fauzik Lendriyono. Seminar ini juga akan menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P sebagai Keynote Speaker. Seminar nasional akan diadakan pada Rabu, 18 Desember 2019 pukul 08.00 di Basement Dome UMM dengan target peserta 500 orang dari berbagai elemen masyarakat. (wnd/can)

UMM Gandeng Kafe KKN Tumbuhkan Jiwa Entrepreneur Mahasiswa

Banyak cara yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mendorong mahasiswanya menjadi entrepreneur handal. Salah satunya dengan melibatkan mahasiswanya untuk terjun langsung dalam kegiatan bisnis sungguhan. Hal ini diwujudkan dalam kerjasama antara UMM dan Kafe Kreasi Kopi Nusantara (KKN) yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta 1, Kota Malang. Café berkonsep milenial ini dilaunching Senin (16/12) sore. Saat launching, UMM menghadirkan selebgram Nadia Al Qadri (mahasiswi UMM) Hari Obbie dan Yudistira (alumni UMM, konten kreator Youtuber), yang berbagi tips dan motivasi sukses kepada para mahasiswa UMM. “Konsepnya, UMM dan Cafe KKN mengajak para mahasiswa dan anak muda berani berentrepreneur, juga sosial bisnis atau sosial entrepreneur. Sebagaimana misi UMM yaitu dari Muhammadiyah untuk bangsa,” seru Wakil Rektor II UMM, Dr. Nazaruddin Malik M.Si. Dengan kerjasama itu , kopi KKN menjadi laboratorium dan outlet tempat mengolah dan produksi aneka minuman kopi. Dimana mahasiswa berbakat dari kalangan tidak mampu, dapat belajar kewirausahaan. Nantinya, mahasiswa tersebut akan mendapatkan penghasilan dan beasiswa untuk kuliah. “Mahasiswa berbakat yang tidak mampu ekonomi tadi bisa belajar berwirausaha di sini. Bisa jadi barista, dan lainnya. Lalu hasil penjualan KKN itu kita sisihkan untuk supporting bisnis  mengembangkan usaha-usaha kreatif mahasiswa, termasuk beasiswa kepada mahasiswa tidak mampu yang memiliki bakat-bakat tertentu,” beber Nazar. Sementara itu, owner Cafe KKN, Frederick, mengatakan, salah satu alasan memilih UMM dalam kerjasama, lantaran suka dengan konsep dan program enterpreneur dan entreprise UMM. “Awalnya kami akan mengajak semua mahasiswa dari semua perguruan tinggi. Namun tawaran UMM cukup menarik. Selain berbisnis, kita juga ingin menciptakan suatu sistem dimana mahasiswa dan anak-anak muda sekarang itu bisa membuat bisnis tapi tidak asal-asalan. Kita arahkan ke jalur yang benar,” cerita Frederick. Menurutnya, usaha kafe bukanlah sekedar bisnis kuliner biasa. Perlu interaksi antara pelaku bisnis dan konsumen. Salah satunya menangkap ide-ide mahasiswa atas apa dan bagaimana keinginan milenial sebagai target pasar. “Tak sekedar jadi konsumen, namun mahasiswa berpeluang menjadi mitra. Dengan memberikan kesempatan dan wadah untuk membantu para mahasiswa berentrepreneurship yang benar,” beber Frederick. Menurutnya, jika sesama mahasiswa berinteraksi dan memiliki visi yang sama, tak akan canggung saling bertukar ide dan saling support. Bahkan bisa diterapkan di KKN agar semakin berkreasi dan maju. “Polanya, nanti mereka yang mengatur bagaimana manajemen kopi KKN ke depan. Kami hanya memantau dan mengarahkan. Selain itu, nanti kita datangkan orang-orang yang udah cukup sukses untuk sharing. Baik itu untuk manajemen, maupun konsumen seperti acara ini dil uar kopi,” terang pria yang mengaku kelahiran Malang ini. Di balik itu, pria yang sudah malang melintang di dunia industri kopi sejak 2006 ini, akan mengedukasi bagaimana dan apa itu kopi dan segala pernak-perniknya. Mengubah dan menciptakan konsep bahwa nongkrong itu tidak selalu harus mahal tapi juga menghargai. Dan enak itu tidak harus mahal. Seperti harga kopi yang disuguhkan di kopi KKN, mulai Rp 10 ribu hingga Rp 18 ribu, plus suguhan literasi. “Dalam perkembangannya sekolah tentang ilmu kopi itu mahal, seperti sekolah barista, sekolah rosting itu kan mahal. Kita ingin membuka sharing knowledge dan kerjasama dengan beberapa rekan barista dan rosteri bersertifikasi. Setidaknya anggapannya nanti berubah, ternyata menjadi barista dan rosteri itu tidak mahal,” tandas supplier beragam jenis kopi dari Sumatera hingga Papua ini. (riz/can)