Ini Tips Lancar Public Speaking ala Dosen Komunikasi UMM

Kemampuan dan seni berkomunikasi atau public speaking wajib dimiliki masyarakat modern saat ini. Tak hanya bagi mereka yang bergerak dalam bidang profesional dan public figure, kemampuan ini juga diperlukan bagi banyak orang. Hal ini disampaikan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rahmania Santoso M.Ikom. “Public speaking itu wajib dipelajari siapapun karena merupakan kemampuan dasar yang akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan. Karakteristik introvert dan ekstrovert tidak menjadi alasan untuk tidak mau berlatih public speaking,” ujarnya mengawali. Menurutnya, public speaking merupakan hal yang penting untuk dipelajari. Dalam menjalani pekerjaan profesional seperti guru, dokter, apoteker, manajer, pedagang hingga petani, kemampuan ini harus dimiliki. Sehingga komunikasi yang terjalin bisa lebih baik dan memperlancar pekerjaan. “Misalnya seorang dokter yang tidak bisa berkomunikasi dengan pasiennya atau seorang guru yang tidak bisa menjelaskan pelajaran dengan baik kepada muridnya. Bisa juga seorang pedagang yang tidak mampu menjelaskan barang dagangannya. Ini pasti dinilai kurang baik dan hasil pekerjaannya kurang maksimal,” jelasnya. Ada bebeapa hal penting dalam public speaking. Namun hal itu bisa diperoleh lewat jam terbang dan pengalaman. Sederet di antranya adalah persiapan materi, penguasaan panggung, gaya tubuh, pengenalan audiens, berlatih sebelum berbicara dan sikap pada saat menghadapi objek tertentu. “Salah satu tips yang unik dalam berlatih public speaking adalah dengan melakukan senam muka. Selain itu membiasakan berbicara sendiri di depan kaca sebelum tampil juga dapat membantu,” tambahnya. Di akhir, perempuan yang kerap MC ini menegaskan agar tidak perlu khawatir gagal dan salah saat bebeicara di depan publik, apalagi jika pada di tahap belajar. Yang terpenting adalah bagaimana cara mengatasi dan memperbaiki kesalahan yang sudah dilakukan. “Gagal, salah, gugup itu hal yang wajar. Justru dengan kita salah, kita jadi tahu kekurangan kita dan semakin mempersiapkan penampilan kita di panggung-panggung kedepannya,” tambahnya mengakhiri. (rin/wil)
Begini Pesan Direktur PT SIER kepada Ribuan Wisudawan UMM

Direktur PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) memberikan wejangan di hadapan wisudawan Universitas Muhamamadiyah Malang (UMM), 29 Februari lalu. Itu juga menjadi cara UMM untuk memberikan inspirasi kepada para lulusannya sebelum terjun langsung ke dunia kerja. “Saat ini, Indonesia masih menjadi negara berkembang. Banyak usaha yang dilakukan untuk bisa mewujudkan Indonesia emas 2045. Sementara itu, ekonomi di Indonesia masuk dalam kategori kedua terbesar di Asia Tenggara berkat banyak industri dan investor,” jelas Direktur PT SIER Silvester Budi Agung. Menurutnya, melahirkan strategi baru menjadi salah satu cara untuk bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045. Misalnya saja tentagn pengelolaan bisnis dan lainnya. Termasuk dengan menjadikan kawasan industri lebih hijau, modern, dan berintegritas. Budi menjelaskan bahwa energi baru terbarukan menjadli salah satu fokus penting. Apalagi melihat banyaknya sumber daya alam yang menipis. Maka, perlu adanya investasi di bdiang ini, baik dari aspek alat maupun sumber daya manusia (SDM). Maka dari itu, wisudawan Kampus Putih UMM harus bisa mengisi kebutuhan SDM-SDM tersebut. Sehingga misi Indonesia Emas 2045 bisa tercapai dengan baik. Apalagi mengingat UMM juga telah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang sudah berdiri sejak lama. Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Dr. Syamsudin, M.Ag. juga memberikan beberapa pesan. Menurutnya, saat ini Indonesia telah banyak membuka usaha namun tidak paham cara pengelolaannya, terlebih lagi usaha makanan. Dengan adanya program yang ada di UMM yaitu Center of Excellence (CoE), lulusan didorong untuk memiliki skill yang tepat di perusahana yang tepat pula. “Saya yakin dengan program tersebut akan membentuk mahasiswa yang siap bekerja.CoE ini juga bsia dikembangkan ke bidang-bidang lain, terutama yang unik dna menarik,” katanya. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menegaskan bahwa seorang sarjana memiliki tanggungjawab besar. Yakni mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di berbagai perkuliahan yang sudah dijalani. Apalagi mengingat UMM selalu melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlakul karimah. Hal itu tak lepas dari upaya Kampus Putih yang membekali berbagai skill dan kemampuan, termasuk program P2KK. “Berbagai program telah diberikan pada mahasiswa demi terciptanya generasi yang cemerlang dan berwawasan global. Proses wisuda ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan mahasiswa. Semoga saudara bisa memajukan dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya. (ri/wil)
PWM Jatim Luncurkan Aliansi Penulis Muhammadiyah di UMM

Agus Mulyadi, seorang penulis aktif menceritakan hal unik selama perjalanan karirnya di dunia kepenulisan. Hal ini ia sampaikan pada forum Temu Penulis Muhammadiyah Jawa Timur yang diadakan oleh Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim), 2 Maret lalu. Agenda itu juga sekaligus menjadi peluncuran Aliansi Penulis Muhammadiyah (APIMU) Jawa Timur. Kehadiran penulis kondang itu mempertajam dan memberikan banyak materi bermanfaat untuk apra penulis. Agus bercerita, sebelum aktif dan terkenal lewat karir kepenulisan, ia memiliki pekerjaan yang berbeda-beda. Mulai dari seorang penjaga warnet, editor foto, penulis buku, fotografer, hingga influencer saham syariah. Keaktifannya menulis di berbagai platform media sosial dimulai sejak tahun 2013. Menurutnya, menjadi penulis merupakan hal yang sangat membanggakan bagi dirinya. “Melalui tulisan, saya dapat membangun branding diri dan dikenal banyak orang dari situ,” ucapnya. Ia mengatakan, menulis dapat membantunya meruntutkan logika berpikir, membiasakan membangun argumen, serta meningkatkan kecakapan bahasa. Banyak hal yang dapat dijadikan sebuah tulisan. Menulis itu dapat digunakan sebagai media dakwah, kampanye, ataupun meyakinkan seseorang terhadap sesuatu. Seorang blogger yang memiliki nama akrab Agus tersebut menambahkan, menulis memerlukan imajinasi untuk menciptakan tulisan yang dapat menggambarkan suatu peristiwa. Berimajinasi membantu seorang penulis untuk meruntutkan suatu peristiwa yang terjadi. “Menulis itu senjata utamanya adalah imajinasi. Mampu menghubungkan konteks yang jauh menjadi konteks yang dekat. Yang terpenting adalah mengetahui bagaimana titik benang merahnya,” jelasnya. Tak hanya itu, melihat sebuah peristiwa dari berbagai sudut pandang juga harus dimiliki oleh seorang penulis dan konten kreator. Selalu ada perbedaan sudut pandang seorang ahli dalam melihat suatu hal. Contohnya, dalam sebuah pertandingan sepak bola, seorang ahli mengatakan bahwa ada kesalahan teknis pada saat bola masuk gawang. Namun bisa jadi berbeda ketika penyuka sepak bola menafsirkan sebuah peristiwa itu. Bagi pemula, konsep dasar dalam menulis dan membuat konten yaitu konsistensi. Konsistensi dalam membuat konten tulisan bertujuan untuk membuat branding diri sendiri di mata masyarakat. Selain itu, otentisitas atau ciri khas juga diperlukan agar pasar pembaca yang kita tuju tidak beralih ke konten tulisan lainnya. “Buatlah konten yang unik dan berbeda. Karena konten bagus adalah raja, namun konten unik adalah ratu,” sanggah Agus. Agar tulisan tulisan enak dibaca, penulis dapat memberikan sajak humor pada paragraf pertama dan kedua. Sajak humor berfungsi untuk menarik perhatian pembaca untuk lebih melihat isi konten dari tulisan kita. Selain itu, penulis juga dapat menambahkan diksi variatif guna mendukung konten agar unik dibaca. Tentunya isi konten yang baik itu harus mengandung tiga hal. Pertama informasi berupa pengetahuan baru, relevansi atau punya kesamaan dengan pembaca, menghadirkan emosi bagi masyarakat, dan memberikan solusi dari sebuah permasalahan yang terjadi. Tak hanya itu, penulis juga harus memiliki berbagai sudut pandang dalam melihat suatu peristiwa dalam membuat konten tulisan. Untuk itu, penulis, khususnya penulis muda untuk terus mau mencoba dan menikmati proses itu. Karena tulisan yang menarik tidak datang dalam waktu sekejap, tapi juga memerlukan latihan dan jam terbang. Apalagi, jika ingin membuat konten tulisan yang dapat menarik perhatian di media sosial perlu mengetahui karakteristik media sosial tersebut. “Karena, media sosial mempunyai karakteristik yang unik. Terkadang netizen tak suka melulu hal yang bagus dan menarik saja, namun juga memerlukan hiburan,” tambahnya mengakhiri. (tri/wil)
MPID PWM Jatim Luncurkan APIMU, Undang Okky Madasari untuk Pertajam Ilmu

Dalam menulis, pikiran kritis dan pembahasan menarik adalah hal penting. Itu ditegaskan langsung oleh penulis kondang Okky Madasari di acara Temu Penulis Muhammadiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 2 Maret lalu. Adapun kegiatan itu dilaksanakan oleh Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Temu penulis tersebut juga sekaligus menjadi momen peluncuran Aliansi Penulis Muhammadiyah (APIMU). “Kritis di sini maksudnya adalah mampu membedah keseluruhan data, fakta, kejadian, dan segala informasi dari topik yang akan dibahas. Dengan begitu, tulisan yang disusun bisa lebih berbobot dan tidak hanya membahas di kulitnya saja. Kritis juga menjadi langkah pertama dalam menulis teks yang bagus,” tegasnya. Penulis terkemuka itu menjelaskan bahwa pikiran kritis menjadi alat untuk mencari persoalan yang ingin dibahas. Hal itu akan membuka pandangan dan perspektif akan suatu kajian. Melihat persoalan tidak hanya dibutuhkan dalam menulis essay, tapi juga dalam tulisan fiksi. Ia bahkan menjelaskan terkait segmen tulisan yang sering ia buat, yakni tulisan fiksi dan essay. Keduanya selalu berlandaskan analisis Okky dalam melihat persoalan. Menurutny, semua persoalan bisa menjadi sebuah tulisan yang bagus. Meski begitu, fiksi dan essay memiliki perbedaan. Essay opini harus memperhatikan data, sementara fiksi harus berani mendobrak sekat-sekat imajinasi. Okky mengatakan, kritis juga membentuk penulis untuk lebih bertanggungjawab dengan tulisan yang dihasilkan. Inah yang membedakan antara penulis yang memang paham ilmu kepenulisan dan pengguna media sosial yang asal membuat cuitan. Menurutnya, tulisan juga bisa menjadi dua mata pisau yang berbeda, yakni dpaat menjadi alat kritik atau bisa juga sebagai cara memberi pujian. “Bedakan antara kritis dan kritik. Kalau kritik itu memberikan komentar atas kebijakan, pandangan, atau apapun itu. Lawan kata kritik itu adalah pujiann. Nah, tulisan itu juga bisa menjadi alat pujian atau branding. Tapi kembali lagi, data yang dilampirkan juga harus berdasarkan dengan fakta yang ada,” tambahnya. Terakhir, dia berpesan kepada seluruh peserta untuk tidak perlu minder dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh. Latar pendidikan yang berbeda dapat menjadi senjata dan pandangan berbeda dalam melihat suatu perkara yang diangkat. Turut hadir Sekretaris PWM Jawa Timur Prof. Dr. Biyanto, M.Ag. yang meluncurkan APIMU pada kesempatan itu. Menurutnya, Muhammadiyah memang harus memiliki banyak penulis. Maka, hadirnya aliansi ini diharapkan mampu mencetak penulis-penulis andal yang memberikan perspektif dalam berbagai permasalahan. “Menulis itu memerlukan 3M. M yang pertama adalah menulis, kemudian yang kedua adalah menulis lagi. Terakhir, M yang ketiga yakni menulis lagi. Menulis itu terus berlanjut dan tiada akhir. Semoga APIMU mampu berkiprah dengan apik dengan beragam cara dan upaya,” tegasnya mengakhiri. (faq/wil)
FPP UMM Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Kaji Ruminansia dan Strategi Tanaman

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah guru besarnya. Kali ini datang dari Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) dengan mengukuhkan dua guru besar baru pada 2 Maret 2024. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Ahmad Wahyudi, M.Kes. IPU dan Prof. Dr. Ir. Aniek Iriany, M.P. yang masing-masing mengkaji hal menarik di dunia pertanian maupun peternakan. Misalnya Wahyudi yang membahas strategi meningkatkan kesehatan dan mencegah stunting ruminansia muda. Menurutnya, pemerintah Indonesia seharusnya tidak hanya mempunyai program meningkatkan jumlah kelahiran ruminansia muda. Tapi juga harus memiliki strategi tentang cara merawat anak-anak ruminansia yang telah lahir. Dengan begitu, jumlah yang mati tidak lebih besar daripada jumlah bakalan yang diimpor. “Jika jumlah ruminansia yang mati dan angka stunting dapat diturunkan secara nasional, maka kebijakan import bakalan sapi dan daging tidak diperlukan lagi. Kebijakan swasembada bakalan sapi juga sebaiknya ditata ulang untuk masa depan,” katanya. Ia menjelaskan, pemeliharaan ruminasia yang sembrono di masa awal pertumbuhan hingga fase poligastric dapat berakibat fatal. Yakni menyebabkan kematian dan stunting. Berdasarkan data 2015, kematian pedet sapi perah ada di angka 20%, sementara sapi Bali yang dipelihara secara komunal bersama induknya mencapai 55,56%. Dan menjadi 72,73 persen di 2017. Menurutnya, pemeliharaan ruminansia muda yang sehat sangat penting karena akan berdampak signifikan pada pertumbuhan dan kinerja produksi daging pada kehidupan dewasa. Lingkungan hidup ruminansia muda yang berubah dari rahim dalam kondisi steril ke kondisi alam luar yang sarat dengan kontaminasi “makhluk halus pathogen” dan perubahan nutrisi akan sangat mempengrauhi. Termasuk dalma hal pencernaan dan penyerapan pakan. Oleh karena itu perawatan ruminansia muda pra sapih yang memadai haruslah menjadi perhatian serius agar tidak mati dan stunting. Di sisi lain, Aniek menjelaskan mengenai strategi adaptasi tanaman terhadap perubahan iklim untuk pertanian berkelanjutan. Tiga poin pokok dalam strategi ini yakni penggunaan lahan dan sistem manajemen, perbaikan tanaman melalui pemuliaan tanaman, serta efisiensi permintaan dan konsumsi pangan. Selain itu, kelangkaan air karena perubahan iklim kini juga menjadi sebuah tantangan. Maka modifikasi iklim mikro tanaman dilakukan dengan menjaga kelembaban dan suhu tanah, mencegah erosi tanah dan leaching unsur hara karena run-off dipermukaan tanah serta mengurangi evaporasi air tanah. “Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan pemulsaan menggunakan bahan organik seperti jerami dan potongan rumput maupun maupun plastik. Mulsa membantu konservasi air dengan menimimalkan penguapan di permukaan tanah,” jelasnya. Adapun pemulsaan menggunaan berbagai jenis bahan, berpotensi menjaga kelembapan tanah, mengurangi kehilangan penguapan, dan menekan populasi gulma. Penggunaan mulsa yang berbeda memberikan juga dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas berbagai tanaman. (wil)
Tim Metaverse UMM Inisiasi Rancang Teknologi Kesehatan Hewan

Mengadopsi teknologi mutakhir, tim metaverse Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Perusahaan Satwa Sehat Indonesia menginisiasi teknologi metaverse dalam dunia hewan. Kegiatan tersebut berlangusng sejak bulan Agustus 2023 lalu hingga saat ini. Uniknya, gagasan tersebut muncul di tengah perbincangan santai yang terjadi antara tim program studi teknik informatika dengan pihak perusahaan. Didih Rizki Chandranegara S.Kom., M.Kom. selaku dosen yang turut serta dalam pengabdian ini mengatakan, keterlibatan prodi Informatika dalam proyek ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi metaverse yang saat ini telah merambah berbagai sektor. Namun, dalam bidang kesehatan hewan, aplikasi metaverse belum pernah dikembangkan sebelumnya. Lebih lanjut, Didih mengungkapkan, keputusan untuk mengajukan kegiatan ini sebagai bagian dari pengabdian berbasis Center of Excellence (CoE) yang menandai komitmen mereka untuk memberikan kontribusi berkelanjutan dalam perkembangan teknologi terapan. Adapun platform ini memungkinkan adanya simulasi operasi hewan secara virtual. Para calon dokter hewan dapat memperoleh pengalaman praktis yang mendekati situasi asli tanpa perlu mengorbankan hewan asli. Selain itu, aplikasi ini juga diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang komprehensif mengenai struktur anatomi hewan bagi berbagai kalangan, tidak hanya profesional kesehatan hewan. “Jadi para calon dokter dna tenaga kesehatan sektor kedokteran hewan bisa mendapatkan pengalaman yang bagus dan menarik,” jelasnya. Adapun Pengabdian ini turut melibatkan tim metaverse yang terdiri dari pimpinan prodi, beberapa dosen, mahasiswa tingkat akhir, dan alumni informatika UMM. Keterlibatan tim metaverse dari prodi Informatika tidak hanya sekedar memperkenalkan teknologi terbaru, tetapi juga sebagai wujud nyata dari kolaborasi lintas disiplin ilmu. Para pemangku kepentingan, baik dari akademisi maupun praktisi di industri kesehatan hewan, secara aktif terlibat dalam setiap tahapan pengembangan aplikasi ini. Langkah-langkah implementasi yang diambil meliputi serangkaian pertemuan untuk menyusun strategi kolaborasi dengan pihak klinik hewan, memetakan data, merancang aplikasi dengan mempertimbangkan kebutuhan dan keterbatasan yang ada, hingga uji coba dan peluncuran resmi aplikasi. Proses ini melibatkan diskusi mendalam antara tim pengembang dan pengguna potensial untuk memastikan bahwa aplikasi metaverse yang dihasilkan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan. “Metaverse di bidang kedokteran hewan ini masih terus dikembangkan untuk bisa mencapai potensi terbaiknya. Upaya ini tidak hanya merupakan sebuah proyek teknologi semata. Namun, bisa menjadi sebuah langkah progresif dalam memanfaatkan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan pendidikan di bidang kesehatan hewan,” tutupnya. (Rev/Wil)
Bedah Buku Tak Kenal Maka Taaruf di UMM: Mengkaji Perbedaan Sastra antar Zaman

Bedah buku salah satu karya menarik dari Mim Yudiarto dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 28 Februari 2024 lalu. Buku berjudul ‘Tak Kenal Maka Taaruf’ itu menarik banyak perhatian peserta yang turut hadir. Saat mulai bicara, Mim mengungkap rasa kagum karena giat goes to campus bukunya di UMM menjadi acara yang paling meriah di antara yang lain. “Saya sudah berkunjung ke ISI yogya, ISI Solo, IPB, dan lainnya. Alhamdulillah ini yang paling meriah dan ramai. Apalagi dengan konsep yang menarik seperti ini,” ungkapnya. Pada kesempatan itu, Mim sedikit membahas latar belakang penyusunan karya tersebut. Novel itu merupakan novel yang nantinya diproyeksikan menjadi sebuah film. Bermula dari tantangan untuk menciptakan sebuah novel yang bergenre sulit. Yakni cerita yang di dalamnya memuat nuansa religi, romansa, komedi, dan memiliki nilai edukasi. “Saya awalnya ditantang oleh mas Fajar Bustomi, seorang sutradara dari film dilan. Banyak sekali syarat yang diminta, utamanya terkait target pasarnya. Yaitu kalangan mahasiswa pra-nikah. Saya diberi waktu satu bulan untuk menyelesaikan project itu. Saya tertantang dan akhirnya selesai hanya dalam waktu delapan hari saja,” ceritanya. Pria asal Banyuwangi itu juga memberikan beberapa tips kepada penulis muda dan pemula dalam menulis sebuah buku. Ia menekankan, karya sastra itu tidak bisa langsung dinilai bagus atau tidaknya. Jangka waktu pengerjaan juga tidak dapat ditentukan dengan deadline tertentu, terlebih sastra adalah karya mengolah rasa dan imajinasi. “Penulis muda atau pemula itu kebanyakan berpikir tentang bagus tidaknya karya yang dibuat. Padahal sejatinya, karya sastra yang bagus adalah karya yang tuntas. Jangka waktu pengerjaan juga berbeda-beda tiap buku. Saya punya buku yang rampung dalma waktu yang cukup lama, yakni dua tahun,” kata Mim. Sementara itu, Prof. Dr. Setya Yuwana, M.A. selaku pembedah buku mengungkapkan, setiap masa pasti ada sastrawan yang menjadi sosok idola. Seperti dahulu di tahun 1976-1980 yang mana merupakan era dari Ashadi Siregar dengan karya Cintaku di Kampus Biru, Kugapai Cintamu, Ali Topan Anak Jalanan dan lainnya. Tentu zaman dahulu juga punya gaya penulisan dan bahasa yang memang relevan pada era itu. Saat ini pun juga demikian, bentuk karya sastra juga mengalami perkembangan gaya tata bahasa dan minatnya yang berbeda. “Sekarang ini eranya gen Z, ya tentu sudah berbeda dengan zaman dulu. Banyak inovasi dan nilai-nilai yang relevan dalam sebuah karya masa kini,” ungkapnya. Hal serupa juga disampaikan Guru Besar Bidang Bahasa dan Sastra Indonesia UMM Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si. yang juga turut membedah buku. Menurutnya, terdapat keunikan dalam karya sastra saat ini. Yakni adanya pembelokan diksi pepatah yang saat ini dapat diartikan menjadi hal yang baru. Menurutnya, itu juga bukan menjadi suatu masalah apabila diksi tersebut membangun. “Pepatah itu dibelokkan. Misalnya dari ‘tak kenal maka tak sayang’ menjadi ‘tak kenal maka taaruf’. Bisa juga menghasilkan tafsir yang berbeda. Misalnya ‘masih belum kenal, ya kenalan’. Ini menjadi segmen yang membedakan cara pandang generasi lama era 80-90an dengan era gen Z saat ini,” tuturnya mengakhiri. (Faq/Wil)
Ini Sosok Ike, Wisudawan Berprestasi UMM yang Lulus tanpa Skripsi

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melaksanakan wisuda ke-112, Februari ini. Pada wisuda tersebut, lahir wisudawan yang memiliki segudang prestasi. Ia adalah Ike Trisdayanti, wisudawati Program Studi (Prodi) Akuakultur yang berhasil menyabet gelar wisudawan berprestasi. Tak dapat dipungkiri, semasa kuliah Ike berhasil berbagai penghargaan dan kejuaraan. Salah satunya medali emas kategori poster dan perunggu pada kategori presentasi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2023 lalu. “Pada Pimnas 2023 lalu, dua judul saya lolos ke Pimnas dan menghasilkan medali. Kemenangan itu juga membuat saya bisa lulus tanpa skripsi dan akhirnya bisa wisuda dengan baik,” jelas wisudawan jurusan Akuakultur itu. Kedua PKM tersebut membahas aspek yang sama yakni mengenai pencegahan penyakit udang dengan bacteriofage. Yakni mencegah penyakit AHPND Acute Hepatopancreatic Necrosis Deasea. Penyakit tersebut menyerang udang, menyebabkan organ pencernaan seperti usus tengah, hepatopankreas, dan lambung berwarna pucat dan kosong. Adapun wisudawan asal Blitar tersebut lahir di keluarga sederhana. Ayahnya membuka warung kopi kecil-kecilan di kampung halaman. Sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga. Meski begitu, ia memiliki tekad kuat untuk meraih sarjana dan berprestasi. Ia ingin membuktikan bahwa berangkat dari warung kopi, ia bisa menciptakan prestasi dan mampu mengharumkan nama Kampus Putih. Menurut Ike, berkuliah di UMM membuka banyak pintu. Ia bisa dengan mudah menyalurkan potensinya. Misalnya saja berorganisasi di berbaga wadah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), himpunan jurusan, dan lainnya. Saat mahasiswa, ia menjabat sebagai sekretaris umum himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) Akuakultur. Ia juga aktif melakukan penelitian dan membantu dosen dengan menjadi asisten laboratorium di beberapa mata kuliah serta bioteknologi. Wisudawan yang memiliki IPK 3,98 ini bercerita bahwa perjalanan kuliahnya tak begitu mudah. Banyak yang harus ia kejar dan korbankan pada waktu itu. Ia harus membagi waktu penelitian, asisten laboratorium serta berorganisasi. Ia mengatakan bahwa menentukan prioritas adalah hal yang utama. “Jadi, saat aktif kuliah, saya sampai bisa pulang malam demi melakukan penelitian. Semoga berbagai pengalaman dan ilmu dari UMM membuka banyak pintu bagi saya untuk berkembang. Terimakasih UMM sudah membantu saya meraih mimpi dan cita-cita,” tambah mengakhiri. (Tri/Wil)
Direktur Makin Group Beri Inspirasi di Wisuda UMM

Saat ini, akses belajar sudah sangatlah mudah, terlebih lagi dengan adanya teknologi informasi digital yang masif. Itu menjadi penekanan Agus Kurniawan, Direktur PT. Matahari Kahuripan Indonesia (Makin Grup) kepada seluruh wisudawan ke-112 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 27 Februari 2024 lalu. “Kalian mau belajar secara otodidak sekalipun juga sangat mudah. Tidak perlu repot-repot seperti zaman saya dulu yang harus jalan kaki ke perpustakaan dan cari referensi,” terangnya. Pria yang juga merupakan alumnus UMM angkatan tahun 1987 Jurusan Pendidikan Biologi itu juga sempat membagikan kisahnya semasa di bangku kuliah. Semasa kuliah, ia pernah menjadi ketua himpunan mahasiswa jurusan yang mengantarkannya pada mimpi untuk menjadi seorang dosen. Namun, mengingat prestasi akademiknya yang pas-pasan, ia akhirnya sadar diri dan berambisi menjadi seorang guru. Agus bercerita, saat masih di semester akhir perkuliahan, ia sudah mulai berkarir menjadi seorang guru SMP-SMA. Kemudian saat lulus, ia bahkan tiga kali gagak tes CPNS. Hingga akhirnya ia memasukkan lamaran kerja di lebih dari 200 perusahaan. “Saya akhirnya mencoba peruntungan di berbagai perusahaan dan instansi. Alhamdulillah setelah saya diterima sebagai supervisor marketing di sebuah perusahaan distribusi di Jawa Timur dan tidak lama saya dipindah ke bidang personalia,” ungkapnya. Berawal dari pengalaman di bidang personalia itu, ia menjalani perjalanan panjangnya. Mulai dari berkarya menjadi HRD di industri sepatu di Gresik dan manager recruitmen training perusahaan kertas di Surabaya. Karirnya terus melejit menjadi konsultan trainer di Singapura, Pakuwon Group, dan saat ini menjadi direktur di Makin Group. “Memang sangat melenceng dari jurusan kuliah saya yakni pendidikan biologi. Namun poin pentingnya adalah spirit untuk terus belajar tidak pernah terputus. Apalagi saya memang banyaka bbelajar secara otodidak di bidang personalia. Jadi, kalian para wisudawan, jangan merasa puas meski sudah lulus dari bangku kuliah. Belajar itu sepanjang hayat karena kehidupan sangatlah dinamis,” katanya. Di sisi lain, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. menyampaikan, dunia kini memasuki era digitalisasi yang pesat, termasuk berkembangnya AI. Hal ini bisa menjadi keuntungan sekaligus ancaman. Namun, dia optimis bahwa wisudawan UMM mampu mengambil kesempatan bagus dari adanya kemajuan teknologi. Oleh karena itu, Muhadjir berpesan kepada seluruh wisudawan untuk tetap mengedepankan literasi digital yang kuat. Terlebih saat ini Indonesia akan menyambut bonus demografi pada tahun 2045 nanti. Pada tahun tersebut, para wisudawan memasuki usia produktif dan dipastikan akan menempati posisi strategis di perusahaan, pemerintahan, dan persyarikatan Muhammadiyah. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. menilai bahwa wisudawan UMM sudah dibekali dengan bekal yang memenuhi. Mereka tidak akan kalah dari kecanggihan kecerdasan dan mampu menggunakannya untuk kemajuan. Ia optimis, wisudawan UMM tidak hanya mencari kerja tapi juga berpotensi untuk menciptakan pekerjaan. Sehingga mereka tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tapi juga untuk masyarakat. (Faq/Wil)
Salah Satu Member JKT48 Jadi Wisudawan UMM

Ada wisudawati yang menarik di wisuda periode pertama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Februari ini. Ia adalah Putri Cahyani Anggraini, Mahasiswa prodi Hukum UMM, wisudawan yang memiliki talenta bidang seni dan berkarir di dunia entertainment melalui JKT 48. Meski begitu, ia juga tetap fokus menjalankan bidang akademiknya dengan apik. Caca, sapaan akrabnya, mengatakan, ia sangat cinta dengan dunia seni sedari kecil karena melihat hobi ibunya yakni menari. Sampai pada akhirnya, ia mulai mengikuti berbagai ajang kompetisi menari dan juga bidang seni lainnya seperti menyanyi. Tidak sampai disitu saja, Caca juga memberanikan dirinya untuk mendaftar di JKT 48 pada tahun 2018 dan berhasil lolos hingga menjadi anggota JKT 48 di posisi singer. “Bermula dari masuknya menjadi personil di JKT 48, aku memberanikan diri untuk bisa tampil percaya diri. Dan dari situ juga aku mempunyai ciri khas perkenalan (Jikoshoukai) yaitu meskipun aku penakut dan pemalu tetapi aku tidak pernah lelah untuk mencoba,” katanya. Caca terus mengasah kemampuannya dengan terus belajar dan beberapa kali ikut dalam program TV nasional. Ia juga bercerita, selama menjadi mahasiswa prodi Hukum di UMM, beberapa kali ia ingin menyerah dan menekuni hobinya di bidang seni saja. Namun ia percaya bahwa ia pasti bisa menyelesaikan sampai akhir dan membuktikan diri kalau ia berhasil menjadi sarjana hukum. Selama menjadi mahasiswa di UMM, Caca juga mengikuti program Center of Excellence (CoE). Ia mengatakan bahwa selama menjalani CoE, ia mendapatkan kesempatan untuk bisa magang di dua kantor advokat. Ada banyak tantangan yang ia dapatkan dan itu membuatnya semakin bersemangat untuk terus mencari tahu tentang ilmu hukum. “Sebenarnya, masuk di program CoE dan magang di kantor Advokat merupakan salah satu keisengan saya. Namun ternyata malah jatuh cinta dengan program ini karena saya benar-benar mendapatkan pengalaman nyata di bidang hukum. Saya diajak untuk benar-benar mendalami kasus dan mengimplementasikan berbagai ilmu hukum. Baik perdata maupun pidana,” jelasnya. Wisudawati asli Sidoarjo itu juga mengatakan kalau magang di kantor advokat sangat bermanfaat. dan belum banyak mengetahui hukum Advokat sama seperti dirinya saat masuk menjadi personil JKT 48 yang masih menjadi singer muda dan perlu banyak belajar. Belajar dengan cara mencari modul dan jurnal serta tidak malu bertanya ia lakukan demi memuaskan keingintahuannya yang tinggi. Selama berkuliah di UMM, ia banyak terbantu dengan fasilitas yang tersedia. Dengan begitu, Caca bisa berkembang dan terus mengasah skill-nya. Termasuk dengan menjadi bagian dari Digital Team UMM Campus. Ia sering berkolaborasi untuk membuat konten yang unik dna menarik mengenai UMM. “Apalagi saya dan anggota lain tidak hanya bikin konten. Tapi juga diajari tentang grafik perkontenan media sosial. Menurut saya, anak muda memang harus kreatif dan memanfaatkan peluang yang ada dengan maksimal. Semua pasti berawal dari hal kecil,” pungkasnya. (Ri/Wil)