Minat Perikanan Anak Muda Rendah, Dosen UMM Beri Solusinya

Sebagai negara maritim, sektor perikanan di Indonesia sangatlah potensial. Sayangnya, di era disrupsi ini minat anak muda terhadap industri perikanan masih rendah. Menurut dosen Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rindya Fery Indrawan, S.Pi., MP., fenomena ini dapat berdampak serius bagi kehidupan dan kelangsungan pangan masyarakat lokal. “Sebenarnya, potensi perikanan itu sangat tinggi. Mengingat Indonesia memiliki beragam jenis perikanan, mulai dari air tawar, pesisir pantai, hingga laut Indonesia. Namun jika tidak dimanfaatkan secara optimal, sektor ini sangat mungkin akan diambil alih oleh generasi muda luar negeri. Hal itu dapat mengakibatkan melambungnya harga ikan di pasaran,” papar Indra. Di sisi lain, kandungan gizi dari ikan seperti protein dan omega 3 sangat esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, menjauhi sektor perikanan dapat mengakibatkan naiknya angka stunting di tanah air. Karenanya, Indra menekankan pentingnya mengubah stigma generasi muda mengenai kurang menariknya sektor perikanan. Hal ini dapat diatasi dengan mengenalkan teknologi pendukung. Apalagi, saat ini sudah ada beragam start-up di sektor perikanan yang kian berkembang. “Seperti halnya di UMM yang telah mengembangkan inovasi seperti auto feeder, aplikasi marketplace, alat penghitung telur ikan dan berbagai teknologi lainnya. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi generasi muda untuk terlibat aktif,” sebutnya. Lebih lanjut, Indra juga menyoroti perlunya memberikan beasiswa kepada siswa sekolah dan mahasiswa di bidang perikanan. Serta, kerjasama antara Kementerian Koperasi dan UKM, sekolah, dan perguruan tinggi perlu ditingkatkan melalui program inkubasi bisnis usaha perikanan untuk alumni sekolah dan sarjana di bidang perikanan. Pemerintah juga harus memberikan dukungan konkret kepada generasi muda. Seperti halnya peminjaman modal usaha dengan bunga rendah, peminjaman lahan yang belum produktif serta akses pemanfaatan sektor perikanan dari hulu ke hilir. “Anak muda harus melek pangan karena ketahanan pangan Indonesia ke depan ada di tangan anak muda saat ini. Kalo mau cerdas makan ikan, kalo mau bahagia pelihara ikan, kalau ingin kaya jualan ikan,” pungkasnya. (*lai/wil)
Ratusan Pemuda Tampilkan Karawitan, Cara PGSD UMM Lestarikan Kebudayaan

Ratusan mahasiswa terlihat menggunakan kostum adat dan tradisional di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pemandangan itu merupakan bagian dari acara Seni dan Karawitan garapan Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), 18 Januari lalu. Acara bertajuk Pagelaran Sandya Widangga menarik banyak perhatian dan menampilan puluhan kesenian. Terkait pegaleran itu, Delora Jantung Amelia, M.Pd. selaku salah satu dosen menjelaskan, tuuan utamanya adalah untuk membangkitkan kreativitas para mahasiswa. Ada beberapa luaran yang diinginkan yakni melatih mahasiswa agar kreatif dalam mengeksplor kearifan lokal daerahnya masing-masing. “Kami memilih tema kearifan lokal sebagai cara agar mereka berpikir dan mencari tahu adat istiadat masing-masing. Sekaligus mengenalkan kekhasan dari berbagai daerah,” tambahnya. Pagelaran tahunan hasil kolaborasi dosen mata kuliah Kajian Seni dan Kajian Karawitan ini menampilkan seni rupa kriya, kreativitas batik, tari kreasi, dan aransemen karawitan. Adapula kreativitas batik yang bercorak kearifan lokal. Bedanya, corak batik yang ditampilkan tidak hanya bersumber dari batik pakem saja, namun harus menampilkan corak setiap daerah. Contohnya seperti NTB yang memiliki Uma Lengge yaitu bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal dan lumbung. Mahasiswa akan menampilkan corak tersebut dan dituangkan ke dalam batik mereka. Uniknya lagi, pagelaran ini menampilkan hasil tari dan karawitan yang mereka aransemen secara mandiri. Mereka bebas berkreasi atas irama maupun gerakan tari yang akan dibawakannya. Delora menjelaskan, hal ini untuk melatih skill kreativitas dan keberanian yang mana akan dibutuhkan bagi tenaga pendidik. Khususnya bagi mereka tenaga pendidik sekolah dasar. Maka dari itu, mahasiswa PGSD dituntut agar dapat melakukan berbagai hal untuk melatih tingkat kepedulian dan mengeksplor kekayaan budaya nusantara. Kedepannya, Delora berharap agar pagelaran Seni Budaya dan Karawitan ini tak hanya ditujukan bagi mahasiswa saja. Tapi manfaatnya juga dapat dirasakan bagi warga luar UMM. “Nantinya kami juga ingin mengundang para pegiat seni yang ada di luar UMM agar turut berkolaborasi,” tegasnya. Sementara itu, salah satu mahasiswa yang tampil Norma Laksmi mengaku senang dan tertantang dengan adanya pagelaran ini. Ia dan tim berhasi menampilkan karawitan hasil latihan selama dua bulan lamanya. Meski merasa grogi, tapi ia puas dengan penampilan yang dilakukan. “Ini tentu menjadi cara yang bagus untuk melestarikan serta mengenalkan budaya. Apalagi anak-anak muda zaman sekarang banyak yang tidak peduli dengan kebudayaan Indonesia. Semoga ini menjadi inspirasi pihka lain untuk melakukan hal serupa,” tegas mahasiswa asal Tulungagung itu. (*tri/wil)
Program Jelajah Nusantara Antarkan Mahasiswa UMM ini Jadi Duta Putri Jawa Timur

Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa prodi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah Amelia Salsaba Anatasya yang berhasil meraih predikat sebagai Putri Nusantara Jawa Timur tahun 2023. Dalam ajang itu, ia membawakan Inovasi media pembelajaran online melalui website dengan menampilkan indahnya wisata alam pelosok untuk masyarakat, khususnya anak remaja. Program kerja yang ia bawakan bernama Jelajah Nusantara. Bella, sapaan akrabnya mengatakan, saat ini anak remaja menggunakan gadget dengan waktu yang lama namun hanya digunakan untuk bermain game atau media sosial saja. Hal ini menggerakkan hatinya untuk mengubah kebiasaan mereka dengan penggunaan gadget yang lebih bermanfaat. Menyajikan sebuah artikel yang dikombinasikan dengan gambar serta bahasa yang menarik adaah solusi yang ia tawarkan. Dengan begitu, literasi anak remaja bisa meningkat. Tidak hanya itu, Bella juga menyajikan cuplikan hasil keindahan alam ke dalam artikel, Tiktok, dan Instagram. “Anak remaja menjadi target utama karena gawai yang hampir tidak pernah lepas dari genggamannya. Mereka juga penerus bangsa yang bertanggung jawab menjaga bumi,” ujarnya. Lebih lanjut, Bella telah menyajikan enam tempat wisata alam yang indah ke dalam artikel dan media sosialnya. Di antaranya, Coban Nirwana berlokasi di Malang, Kedung Cinet di Jombang, Ranu Manduro di Mojokerto, Candi Rimbi di Jombang, Kebun Raya Purwodadi di Pasuruan, dan Pemandian Air Panas Padusan di Pacet. “Aku sangat berdemangat untuk mengimplementasikannya secara langsung melalui program yang aku buat di Putri Nusantara Jawa Timur. Pengetahuan mengenai kekayaan alam yang kita miliki penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada remaja,” katanya. Menurutnya, juri tertarik dengan inovasi yang ia bawakan karena mampu memperkenalkan wisata pelosok bagi masyarakat. Sekaligus menjadi media pembelajaran bagi generasi muda sehingga menumbuhkan rasa cinta tanah air. Bella juga mengatakan bahwa saat sesu penilaian juri, pertanyaan yang diberikan dapat ia jelaskan dengan jelas karena berhubungan dengan materi di kelas perkuliahannya. “Inovasi yang aku tawarkan dapat memikat hati juri karena skill public speaking yang aku punya. Kunci utama saat penjurian adalah kepercayaan diri dan penyampaian program kerja dengan menarik dan jelas. Skill itu aku dapatkan melalui organisasi yang aku ikuti di UMM dan aktif menjadi volunteer di berbagai kegiatan,” ungkapnya. Selanjutnya, keberhasilannya menjadi Putri Nusantara Jawa Timur mbuat tekadnya semakin kiat. Ia akan melanjutkan karirnya sebagai putri di Duta Pemuda Pendidikan Indonesia. Ia mengatakan bahwa ingin membawa sebuah inovasi yang dapat membantu mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Kampus UMM sangat mendukung dan mengapresiasi setiap jenjang karir saya, mulai dari materi, biaya, dan fasilitas yang membantu saya untuk selalu berkembang. Dengan begitu saya semakin semangat dan percaya diri untuk membangun karir saya dengan belajar mengambil ilmu sebanyak-banyaknya di UMM,” pungkasnya. (*ri/wil)
Baru Berdiri di 2013, Ekos Sukses Raih Unggul berkat Beragam Program Internasional

Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Muhammadiah Malang (UMM). Adalah Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah (Ekos) yang sukses meraih arekditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA), 19 Januari ini. Pencapaian ini menjadi sangat istimewa, sebab prodi ini baru berdiri di 2013. Ketua Prodi Ekos Dr. Rahmad Hakim, M.MA. menjelaskan, banyak aspek yang dipesiapkan dan ditingkatkan sebelum penilaian akreditas. Salah satu yang utama adalah mengenjot upaya internasionalisasi tridharma perguruan tinggi. Misalnya pada aspek pendidikan, mereka mengadakan international visiting leturer series, international review curriculum, maupun magang internasional yang dilakukan oleh mahasiswa. Selain itu, upaya internasionalisasi juga dilakukan dalam bidang penelitian berupa publikasi dalam jurnal internasional bereputasi hingga invited speaker pada agenda internasional summer course. Bahkan juga turut berpatisipasi aktif pada kegiatan internasional conference, salah satunya adalah raihan best paper di Jepang. Tak kalah penting, kegiatan pengabdian internasional di Malaysia dan Taiwan juga dilakukan oleh dosen Ekos guna menggapai predikat akreditasi unggul ini. “Alhamdullillah, berkat kontribusi aktif sivitas akademika Ekos UMM, raihan akrediasi Unggul ini tidak hanya menjadi angan-angan saja. Namun benar-benar sudah menjadi kenyataan yang membanggakan,” tambahnya. Menurut Rahmad, raihan akreditasi unggul ini menggenapi raihan prodi ekonomi syariah sebelumnya pada tahun 2020. Yaitu raihan akreditasi Sinta-2 oleh Kemendikbud RI untuk publikasi ilmiah Jurnal Falah yang mereka kelola. “Pencapaian ini ibarat double winner dalam liga sepakbola. Kami ibarat bisa mendapatkan dua juara dalma waktu yang realtif singkat”, ujar penggemar klub Arsenal ini. Tentunya raihan ini tak lepas partisipasi dan dukungan semua pihak, baik pimpinan universitas, lembaga-lembaga terkait tingkat universitas, pimpinan fakultas dan terkhusus peran aktif tim taskforce akreditasi Ekos. Meski begitu, Rahmad jajaran berharap raihan ini bisa memacu prestasi-prestasi lain Ekos. Tidak merasa puas dengan hal yang sudah diraih, tapi juga mencanangkan rencana dan capaian yang harus diraih di bidang lain. Rahman menegaskan bahwa ini juga menajdi salah satu usaha untuk menyongsong narasi besar Indonesia Emas tahun 2024. (*wil)
Andai Aku Menteri Pendidikan jadi Tema Lomba Video Pendek RBC UMM

Untuk mendorong kreativitas dan aspirasi siswa dalma dunia pendidikan, Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute Abdul Malik Fadjar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan lomba video pendek. Agenda yang mengangkat tema “Andai Aku Menjadi Menteri Pendidikan ini dilaksanakans selama tiga bulan dan pemenangnya diumumkan pada pertengahan Januari ini. Turut hadir Hari Obbie, pemilik akun Youtube Kamujugabisa sebagai juri. Koodinator panitia, Manda Danastri menjelaskan, kompetisi video pendek itu berhasil menarik lebih dari 30 peserta dari SMA dan SMK di seluruh Indonesia. Para peserta diberikan kesempatan untuk menuangkan ide, gagasan, dan harapan mereka terhadap peran seorang Menteri Pendidikan yang ideal. “Kompetisi ini juga menjadi wadah bagi sisa-siswi Indonesia untuk menyuarakan aspirasi terkait dunia pendidikan di Indonesia,” tegasnya. Manda juga mengatakan bahwa ia dan tim sangat bangga dengan semangat dan dedikasi teman-teman SMA dan SMK. Apalagi mereka mampu menyampaikan pesan-pesan positif terkait pendidikan. Menurutnya, ini menjadi salah satu cara anak muda berkotribusi memberikan perubahan yang baik dan inovasi yang mumpuni. Lomba video RBC UMM ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pelajar untuk terus berpikir kreatif dan proaktif dalam menyuarakan ide-ide mereka. Dengan demikian, mereka turut berperan dalam membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Addapun pemenang utama Lomba Video Pendek ini berhasil diraih oleh Diva, siswi dari SMA Negeri 1 Polewali, dengan judul video kreatif ‘Generasi yang Berkualitas Butuh Pendidikan yang Berkualitas’. Dalam videonya, Diva mengangkat isu penting tentang kualitas pendidikan yang dibutuhkan oleh generasi masa depan. Keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh seberapa bagus pendidikan yang ada di negara tersebut. Sementara itu, posisi runner-up ditempati oleh Rayyan, siswa dari MBS Al-Amin Bojonegoro. Ia membuat video yang menginspirasi berjudul ‘Membingkai Pendidikan Indonesia Lebih Baik Lagi’. Rayyan berhasil menarik perhatian juri dengan visinya tentang upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Selain kedua pemenang tersebut, terdapat juga tiga pemenang hiburan yaitu kategori favorit, kategori cinematic most Vviews, dan kategori terunik. Acara penutupan Lomba Video Pendek itu juga diselenggarakan dengan penuh semangat di RBC Institute Abdul Malik Fadjar dengan talkshow Bersama Hariobbie. Pemenang-pemenang diumumkan dan diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan ketajaman pandangan mereka terhadap dunia pendidikan. (*wil)
Begini Penjelasan UMM tentang Matematika di Kurikulum Merdeka

Beberapa waktu lalu viral sebuah video yang memperlihatkan seorang ayah tengah kesulitan mengajarkan matematika dengan konsep kurikulum merdeka kepada anaknya. Benarkah kemampuanmatematika anak saat ini menurun? Melihat fenomena ini, Reni Dwi Susanti, M.Pd. Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjelaskan tentang konsep merdeka yang digunakan pada kurikulum di Indonesia saat ini. Dalam kurikulum matematika yang merdeka, siswa diberikan kebebasan untuk menemukan pola, merumuskan hipotesis, dan menyusun strategi penyelesaian masalah mereka sendiri. Dalam kurikulum merdeka, siswa menjadi subjek utama dalam pembelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pendamping dalam proses belajar siswa. “Mereka diajarkan untuk berpikir kreatif dan logis serta melihat matematika sebagai sebuah proses eksplorasi dan eksperimen. Bukan hanya sebagai kumpulan rumus yang harus dihafalkan,” jelas Reni. Tujuan pendekatan ini ialah untuk menghasilkan siswa dengan pemahaman matematika yang kuat dan mampu menerapkannya dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, siswa dapat menjadi individu yang mandiri serta kritis, baik dalam memecahkan masalah matematika maupun non-matematika. Karena perubahan ini, beberapa siswa mungkin kesulitan dalam beradaptasi dengan metode pembelajaran yang berbeda dari sebelumnya. Sementara guru juga mungkin memiliki kendala dalam merancang dan melaksanakan kurikulum merdeka dengan baik. “Kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas dan berpengalaman juga menjadi masalah, sehingga dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap matematika,” ucapnya. Orang tua pun mungkin merasa bingung, sebab mereka tidak tahu bagaimana mendukung anak-anaknya dalam belajar menggunakan metode baru ini. Seperti yang kita ketahui, tidak semua sekolah memberikan fasilitas lengkap dan tidak semua orang tua memiliki kemampuan lebih dalam memberikan fasilitas pendidikan untuk anaknya. Misalnya dalam hal teknologi. Maka, agar konsep ini berjalan dengan baik dan efektif, Reni berharap guru dapat merubah mindset untuk menjadi lebih inovatif dalam pendekatan pembelajaran. Guru atau pengelola pendidikan juga diharapkan dapat merancang dan melaksanakan sistem evaluasi yang memadai untuk mengukur pencapaian siswa sesuai dengan kurikulum. “Kurikulum merdeka ini kan lebih menekankan pada penilaian berbasis keterampilan dan proyek. Jadi ini mungkin akan menjadi tantangan bagi para guru atau pengelola pendidikan,” pungkasnya. (*dev/wil)
Kolaborasi FPP UMM-Desa Sanankerto Dirikan Fish Edupark Boonpring

Menggaet Desa Sanankerto, Turen, Kabupaten Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) inisiasi wisata edukatif. Adapun kali ini Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) yang mengambil peran mendirikan wisata eduaktif khusus ikan endemik bernama Fish Edupark Boonpring. Ini juga menjadi cara MM Koordinator pelaksana, Ganjar Adhywirawan Sutarjo, M.P. menjelaskan, Desa Sanankerto dengan tempat wisata Boonpring memang memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan wisata edukasi. Selain karena sudah ada wisata Boonpring, beberapa jenis ikan yang dikenalkan juga hidup dis ekitar desa tersebut. “Melalui program ini, kita ingin Desa Sanankerto menjadi bank genetik ikan endemik Jawa Timur,” tambahnya. Agar mencapai kesuksesan yang maksimal, program pengabdian ini juga berkolaborasi dengan dinas kelautan dan perikanan hingga kelompok pembudidaya ikan tirta mas. Bahkan juga melibatkan mahasiswa yang aktif terlibat melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dan Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, seperti menjadikan Desa Sanankerto pusat pelestarian dan konservasi ikan endemik Jawa Timur. Selain itu juga meningkatkan jumlah pengunjung dan pendapatan masyarakat, serta memberikan peluang pengembangan budidaya ikan endemik bagi masyarakat pembudidaya ikan. “Kami berupaya agar program ini tidak hanya berdampak dalam aspek pendidikan, tetapi juga pada bidang sosial serta peningkatan ekonomi masyarakat setempat,” tambah Ganjar. Adapun ikan endemik yang menjadi fokus kegiatan ini meliputi ikan wader pari, ikan wader cakul, ikan sengkaring, ikan bader bang, ikan tawes, dan lainnya. Pelaksanaan program tersebut sudah berlangsung sejak 1 Agustus hingga 20 Februari 2024 nanti. Diawali dengan mekanisme pelatihan yang bertujuan untuk memperkuat pengetahuan tentang pengelolaan ikan endemik sebagai tujuan eduwisata dan pelestarian. Selanjutnya, dilakukan pendampingan secara periodik yang melibatkan Ganjar dan tim yang terdiri dari 15 mahasiswa PPK Ormawa dan 5 mahasiswa PMM mitra dosen. “Hingga saat ini, sudah ada peningkatan pengunjung yang mulanya di angka 30-40% kini telah meningkat sebesar 60-70%. Kedepannya kami percaya bahwa melalui sinergisitas antara pendidikan, pelestarian, dan partisipasi masyarakat, Desa Sanankerto akan menjadi destinasi yang menginspirasi dalam menjaga kelestarian ikan endemik. Memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tegasnya. (rev/wil)
PPG UMM Kukuhkan 2.050 Guru yang Miliki Skill Abad 21

Sebanyak 2.050 lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan dan 688 lulusan PPG Pra Jabatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses dikukuhkan. 23 Januari lalu. Mereka berasal dari 27 provinsi di Indonesia dan memiliki latar belakang budaya dan agama yang berbeda pula. Turut hadir memberikan motivasi Ferry Maulana Putra, S.Pd, M.Pd selaku Koordinator Pokja PPG Pra Jabatan Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbudristek. Dalam orasinya, Ferry menilai bahwa saat ini Indonesia membutuhkan guru dengan kompetensi yang baik agar bisa mewujudkan indonesia emas 2045. Salah satunya dengan memenuhi kualifikasi akademik, yakni merupakan guru lulusan S1 atau D4 baik dari kependidikan maupun non kependidikan. Kemudian juga mempunyai sertifikasi pendidik agar tercatat resmi dalam data pemerintahan. “Saya percaya bahwa lulusan yang ada di depan saya ini telah memenuhi semua persyaratan sebagai guru profesional. Apalagi karena memang telah mendapatkan pembelajaran di kelas maupun program kampus,” katanya. Saat ini, pemerintah mengusahakan untuk menyediakan sertifikasi bagi lulusan PPG dalam jabatan untuk memenuhi kesejahteraan guru, utamanya bagi mereka yang akan memasuki usia pensiun. Selain itu, Kemdikbud juga memiliki strategi utama yang bisa diterapkan untuk memajukan berbagai sekolah. Program ini disebut dengan Sekolah Penggerak Profil Pelajar Pancasila. “Hal ini sangat sesuai dengan visi pendidikan di Indonesia yakni mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar pancasila yang beriman. Program ini sudak melalui hasil asesmen dan akan bersentuhan langsung dengan teknologi sebagai langkah meningkatkan wawasan berkebhinnekaan global,” ujarnya. Ferry juga menyampaikan, pembelajaran reflektif menjadi ruh dalam penyelenggaraan PPG pra jabatan. Di dalamnya meliputi penguasaan kompetensi guru yang berorientasi utama kepada individu dan pembelajaran peserta didik yang mengamalkan nilai Pancasila. Tidak hanya itu, ia juga mengatakan, komitmen sebagai guru diperlukan agar tercipta pembelajaran sepanjang hayat dan mempunyai dasar-dasar kepemimpinan. Sementara itu, Dekan FKIP UMM Dr. Trisakti Handayani, MM.mengatakan, lulusan yang dikukuhkan ini telah bertransformasi menjadi guru profesional dengan segudang kompetensi ilmu pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman. “Dengan bekal yang telah dimiliki para lulusan, maka dapat dipastikan mereka akan mampu mengintegrasikan pembelajaran abad 21. Pendidikan ini meliputi critical thinking, creative thinking, collaboration, dan Communication,” tambahnya. Menurutnya, setiap alumni PPG UMM telah disiapkan untuk menjadi guru yang mempunyai jiwa profesionalitas, semangat, dan komitmen yang tinggi. Begitupun dengan etos kerja serta integritas yang tinggi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas menyongsong Indonesia emas. (ri/wil)
Dosen UMM Sebut FOMO Punya Manfaat

Berada di era yang dipenuhi informasi dan aktivitas beragam, fenomena ‘Fear of Missing Out’ (FOMO) telah menjadi bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan masyarakat. Kecemasan akan takutnya ketinggalan tren tertentu, kian menjadi keresahan baru. Hal ini memantik Abdus Salam, S.Sos., M.Si., selaku dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menyoroti aspek FOMO dalam dinamika sosial. Sebagai seorang pakar Sosiologi, ia menilai bahwa manusia sebagai makhluk sosial memiliki keinginan untuk diakui oleh orang lain. “Jika melihat dari perspektif sosiologi, ini termasuk dalam teori achievement mendorong seseorang berkompetisi meningkatkan kualitas diri,” terang Salam. Ia menekankan bahwa FOMO dapat berperan aktif dalam mendorong individu untuk terlibat lebih aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, juga memotivasi seseorang untuk mengikuti perkembangan terkini dalam berbagai bidang. Sehingga, menciptakan iklim yang terus berinovasi dan mengembangkan minat baru. Sebagai contoh nyata, ia mencatat salah satu sisi positif dari FOMO adalah tren penjualan di Tiktok. “Ini adalah momentum berjualan yang dapat menunjang perekonomian, masyarakat dapat berkreasi dengan bebas melalui tren ini. Ini menjadi fakta sosial yang tidak bisa dihindari,” paparnya. Selain itu, Salam menyoroti bahwa FOMO dapat mengubah paradigma sosial. Hal ini dikarenakan FOMO menjadikan masyarakat lebih terbuka terhadap keberagaman dan perkembangan budaya. Dalam suatu kegiatan atau acara tertentu, masyarakat cenderung untuk berpartisipasi dalam aktivitas bersama, menciptakan jejaring sosial yang lebih kuat. FOMO juga berperan dalam memotivasi individu untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek sosial dan amal. “Ketika seseorang merasa terdorong untuk tidak ketinggalan terhadap upaya kemanusiaan atau proyek-proyek sosial, ini dapat menciptakan gelombang positif solidaritas dan kontribusi masyarakat. Bahkan fenomena ini juga dapat meniakkan popularitas seseorang. Contohnya pendakwah di Madura yang tiba-tiba viral karena aksi dakwahnya yang dilakukan di sosial media,” sebutnya. Meskipun demikian, Salam juga memberi peringatan terkait dampak negatif yang ditimbulkan dari FOMO dalam masyarakat. Fenomena ini tak lepas kaitannya dengan perkembangan teknologi, termasuk gawai. Hal ini tentu akan merenggangkan hubungan antar sesama dan menimbulkan kesenjangan sosial. “Saat ini citra dan fakta susah dibedakan, mengingat semua kegiatan dengan gampangnya diposting di media sosial. FOMO itu tidak dapat dihindari, tetapi tetap harus diimbangi dengan pola interaksi sosial seperti aktif berkontribusi dan berpartisipasi pada kegiatan di lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (lai/wil)
Viral Keracunan Makanan, Dosen UMM Sebut KLIK jadi Kunci

Beberapa waktu lalu, viral di media sosial seorang ibu di Pekanbaru melabrak petugas minimarket yang menjual produk yang ternyata sudah kadaluarsa sejak Desember 2023. Sang ibu emosi lantaran karena hal tersebut anaknya jatuh sakit. Berkaca dari kejaidan tersebut, apt. Elva Asmiati, S.Farm., M.Clin.Pharm. dosen Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan bahwa penting untuk memperhatikan expired date makanan. Karena saat makanan melebihi tanggal kadaluarsa, produsen tidak menjamin kelayakan dari produk tersebut. Pada konteks penjualan di toko manapun semua pihak berperan penting. Penjual harus selalu melakukan cross check semua produknya. Pembeli juga harus memiliki ketelitian saat memilih produk yang akan dibeli, karena bisa jadi pihak penjual kurang teliti melakukan pengecekan tanggal kadaluarsa. Jika semua pihak saling teliti, maka tidak akan terjadi hal seperti kasus tersebut. “Perlu diketahui bahwa keterangan yang dilansir dari BPOM Indonesia, jenis pengawet yang aman dan diperbolehkan untuk digunakan pada makanan salah satunya adalah senyawa Asam Benzoat (C₇H₆O₂,). Senyawa ini banyak digunakan pada industri makanan di Indonesia, serta penggunaan bahan pengawet juga berkaitan dengan penentuan tanggal tanggal kadaluarsa di setiap produsen produk makanan,” terangnya. Lebih lanjut Elva menyampaikan, penentuan expired date pada industri ada dua cara. Yang pertama sifatnya ongoing atau pengecekan secara berkala, sementara yang kedua dipercepat yaitu dengan cara menjadikan produk cepat mengalami degradasi. “Dari situ produsen bisa memperkirakan produk bisa bertahan berapa tahun mendatang,” tambah Elva. Saat seseorang secara tidak sengaja mengkonsumsi makanan yang sudah melampaui tanggal kadaluarsa, dampaknya dapat mengganggu sistem pencernaan. Ini karena ada bakteri yang berkembang pada produk tersebut. Gejala yang umumnya muncul antara lain adalah mual, muntah, diare, dan pusing. Bisa juga menyebabkan kematian jika sampai mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan. Di akhir, Elva mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang slogan BPOM “Cek KLIK” yang merupakan singkatan dari Cek Kemasan, Label, Izin Edar, Kadaluarsa. Baik itu untuk obat maupun olahan pangan yang akan dikonsumsi. “Jika setiap konsumen mengikuti slogan di atas maka kejadian seperti keracunan makanan karena produk expired tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya. (dit/wil)