50 Inovasi Teknologi Dipamerkan di IEE UMM, Seberapa Canggih?

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak hentinya mmebuat karya-karya hebat. Kali ini, melalui Industrial Engineering Expo (IEE), Prodi Tekni Industri memamerkan karya-karya buatan mahasiswa 2020 dan 2021. Agenda yang dilaksanakan pada 18 Januari ini menarik banyak perhatian karena beragam inovasi teknologi yang dapat memudahkan kegiatan manusia. Amelia Khoidir, S.T., M.Sc selaku ketua pelaksana menyampaikan, pameran yang bertajuk Exploring Integrated System Design and Product Development ini merupakan agenda tahunan yang diadakan untuk mewadahi karya mahasiswa. Pada tahun ini, Teknik Industri menyelenggarakan dua pameran yaitu pengembangan produk bagi angkatan 2021 dan pameran perancangan sistem terpadu untuk angkatan 2020 yang baru dilaksanakan di tahun ini. “Tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan capaian mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan teknik industri mereka dengan proyek-proyek nyata. Jadi tidak hanya memahami teori, tapi para mahasiswa juga didorong untuk menggunakan teorinya menjadi sebuah produk atau inovasi alat,” tambahnya. Pada tahun ini, IEE memiliki penekanan pada inovasi mahasiswa yang berkaitan dengan Internet of Things (IoT) dan pengurangan limbah atau sampah. Sehingga, karya yang dipamerkan mahasiswa juga mengacu pada hal tersebut. Pameran ini menampilkan produk-produk unik seperti boneka yang dapat merespon pembicaraan, sarung tangan penerjemah bahasa isyarat, alat pendeteksi kebakaran hutan, dan lain sebagainya. Total, karya yang diperlihatkan di pameran ini berjumlah lebih dari 20 karya dari angkatan 2021 dan 30 karya dari angkatan 2020. Salah satu karya yang paling menarik perhatian yaitu Tech-Smart Gloves. Sarung tangan penerjemah bahasa isyarat besutan Yoga Adiwinata Prayitno dan rekan setimnya ini berhasil mencuri perhatian khalayak ramai. Pasalnya, ketika sarung tangan digerakkan membentuk bahasa isyarat, secara otomatis sarung tangan tersebut akan menerjemahkan bahasa isyarat dan mengubahnya menjadi audio. Sarung tangan ini dilengkapi dengan Arduino Flex Sensor yang dipasang di jari-jari sarung tangan. Sensor ini mampu mendeteksi perubahan pergerakan jari dan mengubahnya menjadi audio. Sehingga saat digunakan, sensor ini mampu menerjemahkan ke suara. “Saat digunakan oleh teman-teman tunarungu, sensor ini akan membaca gerakan bahasa isyarat dan menerjemahkannya menjadi audio. Sehingga teman-teman yang lain dapat mengetahui arti dari bahasa isyarat tersebut sekalipun tidak mengerti bahasa isyarat,” tambah Yoga. Tak hanya produk jadi, pameran ini juga memperlihatkan hasil kolaborasi antara mahasiswa dengan UMKM. Produk yang dihasilkan berupa ide dari permasalahan yang dihadapi oleh UMKM. Nantinya, jika usulan ide yang akan dibuat mendapatkan pendanaan dan persetujuan, maka ide tersebut dapat dikembangkan menjadi produk jadi. Ir. Shanty Kusuma Dewi ST., MT. IPM selaku Ketua Program Studi teknik Industri menambahkan bahwa dirinya sangat bersykur atas terselenggaranya pameran karya mahasiswa ini. Dirinya berpesan, semoga agar karya yang dibuat mahasiswa ini tak berhenti hanya untuk melunaskan tugas mata kuliah saja. “Namun juga bisa digunakan untuk perlombaan atau bahkan dipatenkan agar bermanfaat bagi banyak orang,” tandasnya. (*tri/wil)

Dukung Pembangunan Nasional, Anak Muda FPP UMM Ditatar Bela Negara

Sebanyak 370 mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merampungkan pelatihan Bela Negara, 21 Januari ini. Mereka sukses melewati berbagai rintangan fisik dan menyerap segala ilmu dari para ahlinya. Serangkain agenda yang disiapkan berhasil membentuk pribadi mereka menjadi pemuda tangguh dan pantang menyerah.Turut hadir berbagai pemateri seperti dari tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu, Polres Batu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Kota Batu hingga Pemadam Kebakaran (Damkar). Bahkan ada beberapa Mayor, Letkol, Lettu, dan Serda dari TNI Pusdikarhanud yang menhampaian materi untuk memperkuat mental para mahasiswa. Dalam upacara penutupan Bela Negara FPP 2024, Rektor UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang sudah berjuang melewati segala proses. Menurutnya, rasa nasionalisme yang tinggi harus dimiliki anak-anak muda, apalagi di era yang memberikan pengaruh globalisasi. “Sebagai geenrasi penerus bangsa, kalian harus berupaya menumbuhkan rasa cinta tanah air. Dengan begitu, kalian bisa membawa bangsa ke arah yang lebih baik di masa depan. Semoga kalian dapat menyakapi kemajuan teknologi untuk peradaban bangsa dan dapat terus membanggakan negara Indonesia dengan prestasi yang akan kalian raih,” tegas Syamsul. Ia juga mendorong mahasiswa untuk menjauhi narkoba dan pergaulan bebas agar masa depan mereka selalu gemilang. Mereka juga dimotivasi untuk menjadi pribadi yang peka serta responsif tanggap dalam menyelesaikan masalah. Menariknya, pada penutupan itu, mahasiswa juga menampilkan keterampilan baris-berbaris. Itu menjadi salah satu hasil dan bukti kedisiplinan yang suda mereka bangun. Harapannya, para mahasiswa bisa menjaga sikap disiplin tersbeut di suasana belajar dan menimba ilmu di Kampus Putih UMM. Hal serupa juga disampaikan Dekan FPP UMM Prof. Dr. Ir. Aris Winaya, M.M., M.Si. IPU. ASEAN Eng. Menurutnya, agenda Bela Negara ini melibatkan materi kebangsaan dan latihan fisik guna membangun mental pribadi yang tangguh. Ini juga menjadi tekad kuat UMM dalam mendukung pembangunan nasional dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. “Ini bukan hanya menjadi wujud kontribusi nyata dalam mencetak generasi penerus yang tangguh. Tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di kalangan mahasiswa, menjadikan mereka teladan dalam semangat cinta tanah air di lingkungan kampus,” pungkasnya mengakhiri. (*/wil)

Begini Cerita Seru Chacha, Mahasiswa Kelas Internasional UMM yang Timba Ilmu di Turki

Sayang sekali jika fasilitas yang diberikan Kampus Putih tidak dimanfaatkan dengan baik. Apalagi, berkesempatan untuk merasakan pendidikan di luar negeri merupakan salah satu cita-cita yang banyak diinginkan para mahasiswa. Hal itu juga menjadi motivasi Chandrika Kirani Bakari mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah malang (UMM). Ia berkesempatan untuk merasakan pendidikan di Turki, tepatnya di Kadir Has University, Istanbul, sejak Oktober tahun lalu hingga Februari 2024 ini. Chacha, sapaan akrabnya, merupakan mahasiswa yang tergabung dalam kelas psikologi international Kampus Putih. Hal itu membuatnya bisa terbang dan belajar di luar negeri.yang membawanya hingga belajar di luar negeri. “Jujur, ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Apalagi melalui program yang disediakan UMM ini, cara pandangku melihat dunia berubah. Ini juga menjadi kesempatan yang bagus batku untuk mengenalkan budaya dan berinteraksi dengan berbagai macam orang,” jelasnya. Adapun Kelas Psikologi Internasional UMM memang memiliki program International Kredit Transfer (ICT) yang hanya dapat diikuti oleh mahasiswa prodi tersebut. Melalui program itu, mahasiswa dapat merasakan pendidikan di kampus ternama luar negeri selama satu. Meski begitu, mahasiswa yang akan berangkat harus memenuhi persyaratan khusus seperti tes TOEFL, Duolingo, ataupun TAEP. Adapun Chacha menggunakan hasil tes TAEP-nya yang didapatkan saat awal menjadi mahasiswa. Tes jenis ini merupakan tes yang dikembangkan langsung oleh Language Center Testing Services (LCTS) Language Center (LC) UMM. Bahkan sudah mulai merambah dan diterima oleh banyak instansi. Selama di Turki, Chacha merasakan beberapa perbedaan kultur di masyarakat. Mulai gaya berbicara, gaya bersosial, maupun kulturnya. Salah satu contohnya adalah saat di kampus, dosen dan mahasiswa seperti tidak ada jarak. Para dosen lebih suka ketika mahasiswanya ikut berdiskusi mengenai pembelajaran dengannya secara personal. Tak jarang, mahasiswa juga banyak yang berdiskusi mengenai materi melalui email. Hal unik lainnya yang ia temukan adalah banyak mahasiswa yang memilih bolos dan memilih untuk belajar secara mandiri. Mahasiswa tersebut biasanya akan melakukan diskusi dengan dosennya melalui email sehingga penyampaian materi dapat lebih intens. Tak hanya itu, para dosen juga lebih suka jika disebut dengan namanya secara langsung tanpa menyebutkan gelar yang mereka miliki. Hal ini dilakukan para dosen agar tidak ada jarak antar dosen dan mahasiswa, sehingga mereka lebih nyaman untuk belajar maupun mengeluarkan pendapatnya. “Sebenarnya di Indonesia khususnya UMM sudah menerapkan hal ini, namun karena perbedaan kultur, akhirnya hal seperti ini tidak terealisasi. Apalagi akan terdengar tidak sopan jika tidak menggunakan panggilan pak atau bu,” tambahnya. Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, saat belajar di Turki ia juga mempelajari banyak hal seperti cara bersosial, mengunjungi tempat-tempat baru, hingga belajar mengenai kultur mereka. Ia juga mengunjungi Cappadocia yang memiliki pemandangan indah. Ia berharap semoga semakin banyak mahasiswa UMM yang memiliki kesempatan untuk mengunjungi berbagai negara dan belajar di sana. Tidak hanya terbatas di Turki saja. Apalagi kerjasam internasional UMM juga luas. Tiap semester puluhan mahasiswa dan dosen mengikuti program pertukaran di berbagai negara, baik di Eropa, Asia, Amerika, bahkan Afrika. (tri/wil)

Mau Investasi Emas di 2024? Ini Tips Dosen UMM

Dalam merencanakan keuangan, banyak orang mencari pilihan yang aman dan menguntungkan. Salah satu alternatif yang sering dipertimbangkan adalah tabungan dan investasi emas. Namun, seperti halnya semua jenis investasi, terdapat kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan dengan cermat bagi masayarakat yang ingin berinvestasi pada emas. Menurut Venus Kusumawardana, S.E., MM., dosen di Program Studi D3 Perbankan UMM, sebelum memutuskan untuk menabung atau berinvestasi emas, disarankan agar individu memahami dengan seksama tentang keuntungan dan kerugiannya. “Tabungan dan investasi emas dapat menjadi pilihan yang baik untuk melindungi nilai aset dan diversifikasi portofolio. Namun, penting untuk memahami bahwa tidak ada investasi yang bebas risiko. Keputusan untuk berinvestasi dalam emas harus selaras dengan tujuan keuangan dan toleransi risiko masing-masing individu, “jelasnya. Lebih lanjut, dosen yang akrab disapa Venus ini mengatakan, emas telah terbukti sebagai bentuk lindung nilai yang efektif terhadap inflasi dan ketidakstabilan mata uang. Tak hanya itu, dalam dunia keuangan yang terkadang mengalami ketidakstabilan, diversifikasi portofolio menjadi esensial. Menambahkan emas ke dalam campuran investasi dapat membantu mengurangi risiko terhadap perubahan besar dalam nilai aset lainnya. Diversifikasi portofolio sendiri adalah cara untuk menyebar risiko dengan memiliki berbagai jenis investasi dalam portofolio. Dengan memiliki berbagai jenis aset, seperti saham, obligasi, dan mungkin emas, seseorang dapat mengurangi dampak negatif dari kinerja buruk satu jenis investasi terhadap seluruh portofolio. “Investasi dalam emas sering dipandang sebagai pilihan jangka panjang yang stabil. Kenaikan nilai emas seiring waktu dapat menjadi strategi yang baik untuk tujuan investasi jangka panjang seperti pensiun atau kekayaan masa depan. Di sisi lain, emas juga sering dicari sebagai tempat berlindung saat terjadi krisis ekonomi atau ketidakpastian global. Selama periode ketidakstabilan ekonomi, harga emas dapat meningkat karena investor mencari keamanan,” ujar venus menambahkan. Meski demikian, salah satu kelemahan investasi emas jika dibandingkan dengan saham atau obligasi yang dapat menghasilkan pendapatan pasif seperti dividen, emas tidak menghasilkan penghasilan reguler. Keuntungan diperoleh ketika nilai aset tersebut meningkat, namun perubahan tersebut mungkin tidak konsisten atau dapat bervariasi dari waktu ke waktu. Artinya, nilai aset dapat naik dan turun. Keuntungan bisa diperoleh ketika nilai aset tersebut meningkat, bahkan jika kondisinya tidak selalu stabil atau dapat berubah-ubah. “Sekalipun dipandang sebagai lindung nilai, harga emas tidak selalu stabil. Faktor global seperti perubahan kebijakan moneter dan kondisi geopolitik dapat memberikan dampak signifikan pada nilai emas. Bagi mereka yang menyimpan emas fisik, biaya penyimpanan dan keamanan dapat menjadi beban. Selain itu, investasi dalam instrumen emas seperti Exchange-Traded Funds (ETF) dapat melibatkan biaya perdagangan dan manajemen,” tambahnya. Terakhir, Venus memberikan tips bagi individu yang baru pertama kali ingin berinvestasi dalam emas. Pertama, tentukan dengan jelas tujuan investasi, baik itu untuk jangka pendek, menengah, atau panjang. Jika tujuan jangka panjang, perlu dipertimbangkan apakah untuk investasi atau apresiasi harga. Kedua, gunakan uang yang tidak dipakai dalam waktu dekat, yakni uang dingin setelah kebutuhan sehari-hari terpenuhi. Ketiga, lakukan investasi secara berkala jika dana terbatas. “Selanjutnya adalah melihat perkembangan ekonomi dan harga emas, apakah perekonomian sedang krisis atau sedang baik-baik saja. Jika akan krisis maka investasi akan lebih menjanjikan kenaikannya. Berikutnya yaitu untuk memastikan tempat penyimpanannya harus aman terkhusus untuk pemula. Untuk pembeliannya pun disarankan di toko emas yang terpercaya dan ada sertifikat atau kwitansi atau bukti kepemilikannya,” pungkasnya. (rev/wil)

Dosen UMM: Hati-Hati, Merusak Uang dengan Sengaja Bisa Masuk Penjara

Dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap menemukan uang yang rusak karena sobek atau penuh dengan coretan. Meski mungkin dilakukan sebatas untuk berekspresi, tindakan dengan sengaja merusak uang ternyata dapat dijatuhi hukuman yang serius. Aktivitas ini juga mencederai integritas sistem moneter, menimbulkan efek sosial dan ekonomi, juga menimbulkan kerugian yang signifikan bagi masyarakat. “Dampak sosialnya antara lain meningkatkan angka kriminalitas dan kejahatan, menurunkan tingkat moralitas masyarakat, memperlambat pengentasan angka kemiskinan, serta membatasi akses pendidikan dan pelayanan bagi masyarakat miskin,” ujar Shinta Ayu Purnamawati, S.H., M.H. selaku dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiya Malang (UMM). Lebih lanjut, Shinta panggilan akrabnya, menegaskan, pemerintah telah melarang tindakan merusak uang yang dimuat dalam Undang-undang Nomor7 Tahun 2011 Pasal 25 ayat (1). Tujuannya adalah untuk melindungi integritas nilai tukar mata uang dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem moneter. “Setiap orang yang dengan sengaja merusak, memotong, menghancurkan, dan atau mengubah rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan rupiah sebagai simbol negara sebagaimana dimaksud, dikenai pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak 1 milliar rupiah,” tuturnya menambahkan. Selain itu, Bank Indonesia juga memiliki peraturan terkait perlindungan mata uang yang melarang tindakan merusak uang. Pelanggaran terhadap peraturan ini juga dapat mengakibatkan sanksi administratif dan perdata. Oleh karena itu, Shinta mengajak masyarakat untuk menjaga uang dengan baik. Merusak uang dengan sengaja, dapat merusak pondasi yang mendasari sistem ekonomi. Menurutnya, perlu adanya upaya pendidikan menyeluruh pada masyarakat. Ini sebagai cara preventif menjaga agar uang fisik tidak dirusak dengan sengaja. Sekalipun itu hanya sebagai candaan atau hiburan semata. “Hukuman terhadap mereka yang merusak uang dianggap efektif dan adil karena dapat memberikan efek jera. Selain itu tentu dapat memperbaiki perilaku masyarakat dalam menggunakan uang sebagai alat transaksi yang sah,” pungkasnya mengakhiri. (bal/wil)

Dosen Kesehatan UMM: Perbanyak Minum Air Putih Saat Keracunan Makanan

Makanan  menjadi sumber untuk manusia mendapatkan nutrisi yang akan diolah menjadi energi. Salah memilih makanan, bisa menyebabkan keracunan bagi seseorang bahkan kematian jika tidak segera ditangani. Dosen Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Indah Dwi Pratiwi, S.Kep., Ns., M.Ng. mengatakan, penting untuk berhati-hati saat memilih makanan. Ini karena keracunan makanan bisa disebabkan oleh hal-hal kecil yang tidak disadari. “Pemicu bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti makanan yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, parasit, makanan yang sudah kadaluasa, proses pembuatan yang kurang higienis, dan proses pengolahan makanan yang kurang memperhatikan kebersihan, ” ungkap Indah. Orang dewasa dengan daya tahan tubuh atau imunitas yang baik akan lebih kuat menghadapi zat asing ini. Hal ini berbeda dengan tiga golongan lainnya, yakni bayi, lansia (65 tahun ke atas) dan orang dengan kondisi imunitasnya rendah. Keracunan makanan dapat menyebabkan efek negatif dan fatal bagi mereka. Indah memaparkan, gejala saat seseorang keracunan makanan secara umum adalah pusing, lemas, mual, muntah, dan diare. Jika mengalami hal ini, penanganan awal yang dapat dilakukan adalah memastikan semua makanan yang terpapar bakteri tersebut keluar dari tubuh. “Tubuh secara otomatis mempunyai mekanisme untuk mengeluarkan zat yang tidak seharusnya ada di dalam tubuh. Proses pengeluaran inilah harus disupport dengan minum air yang banyak, istirahat yang cukup. Saat gejalanya sudah mulai reda, sebaiknya tidak makan makanan yang mengandung iritatif. Sebaiknya mengkonsumsi makanan sejenis roti atau crackers terlebih dahulu,” paparnya. Untuk pasien yang tidak bisa mentoleransi rasa mual, maka salah satu terapi  pharmacology  adalah pemberian obat anti mual supaya memberikan rasa nyaman. Namun kembali lagi bahwa mual dan muntah adalah proses pengeluaran bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Maka hal itu adalah umum terjadi. Di akhir Indah menekankan, dari banyaknya kasus kematian karena keracunan makanan itu bukan disebabkan oleh bakterinya, melainkan dehidrasi yang tidak tertolong karena tidak adanya pergantian cairan pada tubuh terutama pada ketiga golongan di atas. “Maka dari itu memastikan untuk hidrasi tubuh saat mengalami keracunan makanan adalah aspek penanganan yang paling penting, ” pungkasnya. (dit/wil)

Pamerkan Konsep CoE Asisten Advokat, Dosen UMM Raih Paper Internasional Terbaik

Isdian Anggraeny, S.H., M.Kn, selaku kepala laboratorium Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih 1st Best Paper and Presenter di International Conference and National Annual Meeting Law Laboratory Association of Indonesia. Agenda itu dilaksanakan pada Desember lalu di Samarinda, Kalimantan Timur. Raihan itu tak lepas dari pembahasannya terkait konsep pembelajaran Center of Excellence (CoE) Hukum yang bersentuhan langsung dengan advokat. Isdian menceritakan, pembuatan paper ini merupakan salah satu rangkaian dari International Conference. Selama kurang lebih satu bulan ia diberikan waktu untuk menuliskan gagasan dan ide dan dibawakan secara luring di puncak acara. Dalam paper itu, ia menjelaskan terkait program CoE Hukum UMM yang menggunakan model integrated work based learning. Salah satunya terkait konsep menyelesaikan permasalahan sengketa melalui program CoE Kelas Asisten Advokat. CoE juga mampu memberikan gambaran pengalaman nyata kepada mahasiswa. “Di sana, saya menekankan bahwa dalam CoE Asisten Advokat UMM bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa di dunia kerja. Dengan begitu, ketika lulus mereka bisa menjadi generasi unggul dan siap bersaing,” ungkapnya. Isdian mengatakan, banyak peserta dan pengelola laboratorium yang tertarik dengan CoE. Beragam pertanyaan juga ia dapatkan saat memberikan presentasi. “Mereka sangat kagum dengan inisiatif UMM untuk membuat program CoE, di mana kampus lain hanya melaksanakan magang dan biasanya berbeda dengan fokus penelitian mahasiswa,” ujarnya. Salah satu alasan ia mengambil kajian CoE adalah karena belum banyak kampus yang melakukan hal yang sama. Ia berharap, CoE bisa menjadi inspirasi bagi kampus lain untuk memiliki program yang mirip. Sehingga bisa sama-sama melahirkan sumber daya manusia bidang hukum yang mumpuni. Dalam konferensi tersebut, hadir berbagai pembicara internasional dan nasional dari beragam perguruan tinggi. Mereka saling berdiskusi dan memberikan terobosan untum bisa memajukan dunia hukum. “Dari kegiatan International Conference ini, saya mendapatkan banyak pengetahuan baru untuk mengembangkan konsep pembelajaran dalam mempersiapkan mahasiswa. Ini merupakan bukti pentingnya membuka mata selebar mungkin dan haus ilmu untuk terus belajar. Sekalipun kami sudah menjadi seorang pendidik,” pungkanya. (ri/wil)

Pajak Hiburan Naik 40-75%, Begini Penjelasan Dosen UMM

Tarif pajak hiburan yang menjadi ketentuan khusus sebagai objek Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dalam Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD) mendapat protes. Terutama dari pelaku industri hingga para influencer di media sosial. Sebab, kenaikan pajak 40% – 75% ini dianggap memberatkan dan merugikan pelaku usaha, khususnya industri hiburan. Hal ini menarik perhatian dosen Perpajakan program studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang, Agustin Dwi Haryanti, SE.,MM.,Ak.,CA,.CSRS.,CSRA. Aturan baru ini dirasa memberatkan karena terdapat batas minimum dan maksimumnya. Ia menjelaskan bahwa pajak hiburan ini adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah. Sehingga, pungutan pajak setiap daerahnya tidak akan sama karena kebijakan tiap daerah berbeda. Pun, tidak semua industri hiburan terkena pajak hiburan sebesar itu. “Pajak minimal 40%, maksimal 75% ini hanya untuk hiburan tertentu seperti diskotik, karaoke, spa, kelab malam, dan bar. Hal ini mempertimbangkan jenis hiburan tersebut yang hanya dinikmati oleh kalangan tertentu,” ucap Agustin, sapaan akrabnya. Sedangkan pergelaran seni, tontonan film, pameran, pertunjukkan sirkus, pacuan kuda, perlombaan kendaraan bermotor, kontes kecantikan, kontes binaraga, permainan ketangkasan, olahraga permainan, rekreasi wahana, panti pijat dan refleksi, dikenakan pajak hiburan paling tinggi sebesar 10%. Seperti yang kita ketahui, pajak hiburan yang dikenai pajak minimal 40%, maksimal 75% ini memiliki pandangan yang negatif di masyarakat. Maka dari itu, selain untuk meningkatkan pendapatan daerah, salah satu tujuan dari naiknya pajak hiburan ini adalah agar tingkat keminatan untuk menjadi konsumen yang loyal pada tempat hiburan yang berkonotasi negatif tersebut menurun. Sehingga dengan adanya peraturan ini, beberapa konsumen mungkin akan berpikir 2x untuk mendatangi tempat tersebut dan memakai jasanya. “Kita ambil contoh Thailand yang memiliki pajak hiburan sebesar 5%. Karena pajak hiburannya rendah, jadi banyak tempat hiburan-hiburan semacam itu. Jika Indonesia melakukan hal yang sama, tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang sama seperti di Thailand,” jelasnya. Terlepas dari hal itu, Agustin yakin jika pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jendral Pajak (DJP), mengelola pajaknya dengan baik, maka Warga Negara Indonesia (WNI) yang masuk kategori Wajib Pajak (WP) akan loyal dan tidak masalah untuk membayar pajak. Permasalahannya sekarang adalah kepercayaan Wajib Pajak dan seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki hak atas pemerataan dari pungutan pajak tersebut. Agustin berharap, pemerintah bisa mengkaji lebih dalam dan menyeluruh, apakah hasil pungutan pajak tersebut sudah benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kemudian jika ingin menaikkan tarif, harus ada imbalan yang diterima oleh WP utamanya. Sebab, tujuan pajak adalah untuk memakmurkan seluruh masyarakat Indonesia. Agustin berharap pajak ini tidak menguntungkan pihak tertentu dan tidak merugikan pihak tertentu. (*dev/wil)

Bela Negara FPP UMM Lahirkan Generasi Kuat Fisik dan Mental

Bela negara menjadi sarana untuk mendidik generasi bangsa yang kuat, tidak hanya dari segi fisik, tapi juga mental dan kecerdasan. Hal itu ditegaskan Komandan Arhanud Brigjen TNI R. Edi Setiawan, S.H. di rangkaian bela negara Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Agenda yang diikuti ratusan mahasiswa baru FPP Kampus Putih itu dilaksanakan pada 16 Januari di Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud) TNI Angakatan Darat (AD) Junrejo, Kota Batu. Lebih lanjut, Edi mengatakan bahwa pihaknya tersanjung karena bisa menjadi bagian dari proses pembentukan dan pendidikan mahasiswa. Selama kurang lebih satu minggu ke depan, para peserta akan dilatih kedisiplinan, nilai kebangsaan, kekompakan, pencegahan narkotika dan lain sebagainya. Diharapkan, para mahasiswa baru bisa mendapatkan wawasan tentang kebangsaan, semangat kebangsaan, dan rasa cinta kepada negara. Menurutnya, pendidikan seperti ini sangat diperlukan untuk mengimbangi perkembangan zaman yang semakin bebas. Generasi muda harus mampu menghadapi dan tidak mudah terpengaruh hal yang menyimpang. “Jangan sampai perubahan zaman malah melunturkan jiwa setiap anak muda. Maka dari itu, apresiasi sebesar-besarnya kepada pihak UMM khususnya FPP yang telah memberikan wadah bagi mahasiswanya untuk dididik di sini,” tambahnya. Di sisi lain, Dekan FPP UMMDr. Ir. Aris Winaya, M.M., M.Si. menyampaikan, bela negara adalah program wajib tahunan bagi mahasiswa baru yang dan sudah terselenggara lima tahun berturut-turut. Tujuannya untuk melatih mahasiswa agar memiliki mental, fisik, dan spiritual yang kuat. Sehingga saat mereka terjun ke lapang untuk membantu petani ataupun sebagai produsen bahan pangan bisa berjalan dengan baik dan memiliki dedikasi tinggi. Pelatihan ini juga ditujukan untuk mencegah hal-hal yang menyimpang seperti perilaku perundungan, konsumsi narkotika, kekerasan seksual, dan lain sebagainya. “Lingkaran kejahatan seperti ini harus diminimalisir sedini mungkin, maka dari itu kami menyelenggarakan pelatihan bagi mahasiswa baru,” tambahnya. Tak hanya itu, pelatihan bela negara ini juga bisa dikonversi ke dalam dua mata kuliah yang berbeda yaitu pancasila dan pendidikan agama. Sehingga, manfaat yang diterima mahasiswa tak hanya sekedar melatih fisik dan mental namun juga akan berpengaruh kepada nilai mata kuliah tersebut. Hal serupa disampaikan Rektor UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. yang mengapresiasi. Menurutnya, kolabroasi FPP UMM dan Pusdik Arhanud memberikan beragam manfaat. Nantinya, pihak rektorat juga akan meninjau pelatihan ini dan akan menjadi role model bagi fakultas lain untuk menyelenggarakan pelatiha serupa. “Semoga para mahasiswa bisa menjalankan dna menerapkan berbagai hal yang didapat di pelatihan bela negara. Bahkan nanti ketika bekerja dan berkarya di masyarakat,” tegasnya mengakhiri. (*tri/wil)

Dosen UMM Beri Tips Hindari Sengatan Listrik saat Banjir

Sebagian besar wilayah Indonesia tengah menghadapi musim penghujan. Saat curah hujan tinggi, beberapa daerah bahkan terendam banjir.  Pada kondisi ini beberapa hal berbahaya turut mengancam. Salah satunya adalah sengatan listrik yang tak jarang menyebabkan korban jiwa. Ir. Diding Suhardi, MT.,IPM., ASEAN Eng dosen Program Studi Teknologi Elektronika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan, kondisi banjir memang menimbulkan resiko tersengat arus listrik. Maka dari itu, masyarakat perlu melakukan beberapa langkah guna melindungi keselamatan jiwa sekitarnya. “Pertama, saat banjir masyarakat dianjurkan untuk mematikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) di kWh meter agar terhindar dari bahaya sengatan aliran listrik. Kedua, cabut seluruh peralatan listrik yang masih terhubung dan naikkan semua peralatan elektronik ke tempat yang lebih aman,” kata Diding. Selain itu, menurut Diding yang tak kalah penting adalah memastikan aliran listrik telah dimatikan oleh PLN.  Masyarakat harus berinisiatif untuk segera menghubungi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hal ini penting untuk menghindari jatuhnya korban. “Apabila terjadi banjir dan listrik belum dipadamkan oleh PLN, segera laporkan melalui call center atau hubungi kantor PLN terdekat,” tambahnya. Ketiga, segera amankan peralatan elektronik yang masih bisa ditolong untuk dipindahkan ke tempat yang tinggi atau tempat yang sekiranya tidak terjangkau oleh banjir. Namun, jika sudah terlanjur mengenai air banjir maka tunggulah sampai banjir benar-benar surut. Diding mengatakan, sebelum peralatan elektronik digunakan kembali, masyarakat bisa menjemurnya terlebih dahulu. Lalu pastikan semua alat elektronik dan instalasi listrik dalam keadaan kering untuk kemudian digunakan kembali. “Penormalan listrik oleh PLN biasanya akan dilakukan apabila instalasi PLN maupun warga sudah dapat dipastikan dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik kembali,” jelasnya. Selain hal-hal di atas, saat membangun rumah juga penting mengantisipasi kondisi banjir dari sungai atau saluran air terdekat dari rumah tersebut. Sebaiknya membangun rumah yang lebih tinggi dari jalan dan saluran air sekitar. Memasang instalasi listrik rumah juga hendaknya dengan ketinggian standar. Minimal harus setinggi 120 cm dari permukaan lantai di rumah. Terakhir, gunakan komponen listrik yang sesuai dengan Standar PT PLN (SPLN). Masyarakat  juga diharapkan mempunyai peralatan pemutus dan penyambung daya listrik yang sesuai standar SPLN juga memasang Earth-Leakage Circuit Breaker (ELCB) pada induk jaringan (dekat MCB) agar tidak terjadi hubung singkat ke manusia. “Saya harap masyarakat bisa lebih aware dengan memasang ELCB. Karena hingga saat ini, masih banyak rumah tinggal yang tidak dilengkapi dengan ELCB yang menyebabkan masih banyaknya korban manusia tersengat listrik,” pungkasnya. (*dev/wil)