Penutupan Program Djazman English Scholarship Ukir Prestasi Peningkatan Bahasa

Program Djazman English Scholarship, hasil kerja sama antara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pusat Bahasa (LC) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), DPP IMM, dan Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute A. Malik Fadjar, telah sukses menyelesaikan misinya selama tiga bulan. Dengan 180 pertemuan, program ini berfokus pada pengembangan kemampuan berbahasa Inggris di kalangan mahasiswa, Senin (21/8/2023). Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT, menegaskan bahwa UMM berkomitmen penuh dalam memfasilitasi para pegiat riset dengan mendirikan laboratorium khusus untuk mengembangkan minat dalam bidang kebahasaan serta riset. Hal itu juga bertujuan untuk mempersiapkan cendikiawan-cendikiawan hebat untuk generasi emas kedepan. Salah satu bukti nyata yaitu output dari Program Djazman English Scholarship ini, bahwa para peserta tersebut sudah ada beberapa yang mengikuti program diluar negeri. “Prestasi dan semangat dari Program Djazman English Scholarship tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi semua generasi untuk berbicara bukan hanya dengan kata-kata, tapi juga tindakan nyata. UMM pasti memberikan wadah khusus untuk memfasilitasi para calon cendikiawan itu,” ungkapnya Dalam program tersebut, setidaknya terdapat 28 peserta, terdiri dari 15 peserta IELTS dan 13 peserta TOEFL, program ini menghadapi tantangan dengan diskualifikasi satu peserta IELTS dan penarikan diri satu peserta TOEFL karena sakit. Meski demikian, program ini tetap dijalani oleh 26 individu yang termasuk 14 peserta IELTS dan 12 peserta TOEFL. Hasil ini menunjukkan dedikasi dan komitmen yang luar biasa dari kader IMM tersebut. Sementara itu, Abdul Musawir Yahya, MH, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, menyoroti pentingnya program pelatihan bahasa ini untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Inggris. Dia menambahkan bahwa Kader IMM sudah saatnya untuk mengambil peran dalam menjadi juru bicara internasional dengan kemampuan bahasa asing yang berkualitas. “Melalui program ini, kami berharap dapat memberikan ide dan kreativitas dari berbagai sudut pandang. Lebih dari itu, program ini tidak hanya ditujukan bagi anggota IMM yang sudah ada dalam struktur organisasi, tetapi juga terbuka untuk individu luar yang memiliki potensi istimewa.” Terakhir, Abdul sapaan akrabnya berpesan bahwa gerakan mahasiswa kini perlu melakukan transformasi dengan mengedepankan riset sebagai landasan dalam mengambil langkah. Dan sudah tidak sepatutnya hanya mengandalkan asumsi spekulatif saja. “Riset yang ditanamkan dan dijalankan melalui program Djazman English Scholarship ini sangat unik dan tidak akan ditemukan dalam program-program lainnya. Dengan kehadiran program ini, kami ingin membangkitkan semangat positif di seluruh IMM di Indonesia, baik dari bidang bahasa hingga riset untuk mengambil langkah yang bijak dalam berbagai sektor,” tutupnya. (*/Mah)
Mahasiswa UMM Kembangkan Aplikasi Permudah Tuna Grahita untuk Belajar

Anak dengan keterbelakangan dan kemampuan mental yang berada di bawah rata-rata membutuhkan model pembelajaran yang berbeda dengan anak lainnya. Maka dari itu, Muhammad Haddad Richard, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan aplikasi untuk anak-anak tuna grahita. Saat ini, aplikasi itu masih dalam bentuk prototipe dan dikembangkan lebih lanjut. Haddad, sapaannya, menceritakan, dalam penulisan dan pembuatan aplikasi ini ia berkolaborasi dengan Imelda Azaliya Rahma mahisiswi prodi informatika UMM. Keduanya bahkan sukses menjadi finalis English Nasional Competition yang diadakan di Sumatera Utara. “Saat rampung nanti, aplikasi ini diharapkan dapat membantu anak tuna grahita dalam mempelajari bahasa Inggris yang interaktif bersama guru,” jelasnya. Adapun rancangan tersebut dilakukan melalui aplikasi CAGGAR (Card Game Augmented Reality), permainan kartu yang bisa menampilkan tiga dimensi sebagai media pembelajaran untuk memudahkan anak tuna grahita. Nantinya id card akan terhubung dan dapat mengeluarkan gambar atau tampilan 3 dimensi melalui telepon genggam. Saat ini, prototipe dari aplikasi tersebut bisa dilihat di Figma. Meski begitu, Haddad mengaku sempat mengalami kendala dalam menyelesaikannya. “Sempat kesulitan dalam pembuatan aplikasi dan ide ini. Apalagi masih sedikit penelitian yang bisa ditemui sebagai referensi,” ujarnya. Di akhir, mahasiswa anggota Forum Diskusi Ilmiah (FDI) UMM ini mengajak para mahasiswa untuk terus tak henti menghasilkan karya. Membagi waktu dengan baik antara kuliah, organisasi, perlombaan, magang dan kegiatan sehari-sehari lainnya. “Sebagai mahasiswa, kerjakanlah sesuatu yang bermanfaat, baik dan positif. Pilah dan pilih kegiatan agar bisa menjadi manusia yang bermanfaat,” pungkasnya. (Nov/Wil)
Dosen UMM : Apakah Safe Deposit Box Masih Dibutuhkan?

Berkat kemajuan teknologi, berbagai aktivitas manusia menjadi lebih mudah. Tak terkecuali dalam dunia finansial. Namun bukan berarti hal tersebut tanpa cela. Tak jarang, banyak kasus kehilangan yang terjadi akibat penipuan, kelengahan dan keteledoran atau bahkan akses ilegal oleh para penjahat cyber crime. Maka, apakah manusia masih membutuhkan alat-alat konvensional seperti safe deposit box? Aviani Widyastuti, SE., AK., CA., M.SA. selaku dosen Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan, di tengah fenomena tersebut langkah-langkah konvensional seperti memiliki safe deposit box ternyata tetap relevan. Baik itu sebagai upaya untuk mengamankan kekayaan dalam bentuk uang tunai, maupun beragam investasi lainnya seperti logam mulia dan surat-surat berharga. “Selain uang, safe deposit box berperan sebagai benteng pertahanan akan kehilangan atau kerusakan dokumen-dokumen penting seperti akta-akta hukum, surat berharga, kontrak finansial dan barang berharga lainnya,” jelasnya. Tidak hanya itu, sebagai seorang dosen Akuntansi, Avi juga mengemukakan sejumlah alasan lain yang menjadikan kepemilikan SDB di rumah sebagai keputusan yang cerdas. Ia menyebutkan safe deposit box sebagai sarana perlindungan dari risiko fisik, termasuk kemungkinan terjadinya bencana yang dapat merusak harta berharga, misalnya saja kebakaran. “Safe deposite box juga berperan sebagai keamanan dari ancaman pencurian, karena memiliki lapisan tambahan perlindungan yang sulit diakses oleh orang lain. Tempat penyimpanan dan kunci box hanya diketahui oleh si pemilik. Sehingga jika dilihat dari sisi keamanan, tentu sangat bergantung pada cara menyimpannya,” tambahnya. Meskipun Aviani mendukung pentingnya safe deposit box di rumah, ia juga memberikan saran untuk memilihnya dengan bijak. “Pastikan safe deposit box yang dipilih memiliki standar keamanan yang tinggi. Karena sejatinya, safe deposit box di rumah memberikan lapisan keamanan tambahan yang dapat melindungi aset dan informasi penting kita dari berbagai ancaman, baik di dunia maya maupun dunia nyata,” tandasnya. “Namun, tentu saja kita tetap bisa menggunakan alternatif yang diebrikan oleh teknologi. Akses yang mudah dan transaksi dengan sentuhan jari tentu menjadi kelebihan tersendiri dari Fintech. Tapi, implikasi keamanannya juga tidak boleh diabaikan,” tegasnya mengakhiri. (Lai/Wil)
Tiga Mahasiswa UMM Lulus tanpa Skripsi berkat Menangi Penghargaan Film Internasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa mencetak generasi unggul dan berprestasi. Terbaru, film pendek garapan tiga mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi UMM berjudul “Tidak Mati, Aku Tetap Menjadi Milikku Selalu”meraih penghargaan Honorable Mention dalam ajang Student World Impact Film Festival (SWIFF) 2023, Amerika Serikat. Adapun festival film yang diikuti 120 negara itu berlangsung secara daring bulan lalu. Menariknya, ketiganya juga sukses menyelesaikan studi dan lulus tanpa skripsi. Chu Livia Christine Wijaya, salah satu mahasiswa mengatakan, film ini juga masuk seleksi di Lift-Off Filmmaker Sessions by Lift-Off Global Network 2023. Menariknya, film yang diterjemahkan dalam bahasa inggris menjadi “ Not Dead, I Remain Mine Always,” itu membuat Chuli dan dua rekannya yaitu Muhammad Ammar Nashshar Yusuf sebagai director of photography dan Kiki Rahma Ardiansyah sebagai sutradara lulus dari jurusan Ilmu Komunikasi UMM lewat jalur non-skripsi dan prestasi. “Senang dan bersyukur pastinya. Lewat penghargaan ini film kami dihargai dan diakui oleh dunia. Ini juga sebagai pembuktian bahwa anak UMM memang bisa berprestasi di taraf internasional. Pihak UMM juga sangat mengapresiasi capaian ini dengan memberikan kelulusan lewat jalur non-skripsi,” ungkap Chuli, sapaan akrabnya. Lebih lanjut, Chuli menjelaskan sinopsis film tersebut yang menceritakan tentang perempuan muda bernama Sukma (14 tahun) yang dijodohkan oleh orang tuanya dengan orang kaya dari kota. Seminggu sebelum hari pernikahannya, Sukma mencari cara agar terhindar dari pernikahan yang tidak diinginkan tersebut. Di mana pilihannya antara seperti menunggu waktu kematiannya tiba atau mencoba lari dari kematiannya itu sendiri. “Sebagai seorang anak perempuan yang memiliki kesempatan untuk bersekolah dan berpendidikan tinggi, menurut saya film ini memiliki pesan kuat dalam kasus pernikahan dini di Indonesia. Bagi sebagian pemikiran orang, pernikahan dini mungkin akan menyelesaikan masalah, apalagi dalam aspek ekonomi. Tapi hal tersebut justru memiliki dampak negatif terhadap anak yang dipaksa melakukan pernikahan dini. Baik dari segi fisik hingga mental,” jelasnya. Chuli juga menyampaikan proses produksi film ini dilakukan selama empat hari yang lokasinya mengambil latar tempat di Kota Malang, Kota Batu, Pujon Kidul dan pantai Malang Selatan. Tapi persiapan dari mulai penulisan naskah sampai final draft, reading dan pencarian talent yang ada pada pra-produksi dibutuhkan waktu sebulan. Ditambah pasca produksi sekitar 4-5 bulan lamanya. “Saya dan dua rekan saya, sebelumnya juga sering memproduksi film bersama teman-teman lainnya yang tergabung dalam “Meraki Visual.” Alhamdulillah, film-film yang kami buat sebelumnya juga mendapatkan banyak penghargaan. Misalnya film Bumi yang berhasil meraih Best Director, Actor dan Views dalam ajang Indodax Short Film Festival, film Persembahan Untuk Jiwa yang berhasil meraih juara tiga dalam lomba Movie Production Club (MPC) Film Festival 2021, film Rekah yang berhasil meraih juara satu dalam lomba Yamaha Film Festival 2021 dan film Samparan berhasil masuk 15 besar Indodax Short Film Festival 2022,” terang Chuli. Ia berharap, film “Tidak Mati, Aku Tetap Menjadi Milikku Selalu” ini bisa memberikan pesan baik untuk para penonton. Ia juga berharap film tersebut bisa mendapatkan penghargaan lainnya. “Pesan untuk teman-teman yang masih ragu untuk berkarya yaitu coba saja dulu, coba saja dulu, mulai aja dulu, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada nasib karya yang kita buat,” pungkasnya. (Zak/Wil)
Ramai Polusi Udara Jakarta, Begini Kata Pakar UMM

Akhir-akhir ini, kualitas udara di Jakarta menjadi perhatian publik. Hal tersebut disebabkan oleh rendahnya kelayakan udara untuk dihirup masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Kepala Pusat Studi Lingkungan Dan Kependudukan (PSLK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Sukarsono, M.Si. ikut angkat bicara. Pada prinsipnya, banyak kandungan yang dapat mencemari kualitas udara, di antaranya logam berat, karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), ozon (O3), senyawa organik volatil (VOC), dan sulfur dioksida (SO2). Ia menjelaskan bahwa salah satu sumber penyumbang polusi udara adalah dari asap kendaraan bermotor yang salah satunya menghasilkan gas karbon monoksida. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Nasional (BPS) Provinsi DKI Jakarta terbaru, jumlah kendaraan bermotor di DKI Jakarta berada di angka lebih dari 26 juta kendaraan. Meliputi mobil penumpang, bus, truk, serta sepeda motor. “Dengan jumlah kendaraan bermotor yang sebegitu banyak di ibu kota Jakarta, sudah jelas itu menjadi salah satu penyumbang polusi udara,” ujarnya. Pria yang pernah bekerja sebagai auditor pembuangan limbah industri di Jakarta tersebut menambahkan, pabrik-pabrik yang dalam proses produksinya menghasilkan gas dari cerobong-cerobong asap juga berpotensi menyumbang polutan. Ditambah dengan kondisi cuaca pada musim kemarau dengan intensitas curah hujan rendah. Hal itu membuat polusi yang ada di udara tetap terkumpul dan bertahan di udara. “Jakarta kan kota yang padat, kendaraan dan industri juga ada banyak disana. Tentu saja, pencemaran udara akan terlihat jeas. Apalagi kalau intensitas hujan rendah, polutan-polutan di udara akan semakin terlihat karena akan tetap bertahan di langit,” tambahnya Dalam menyikap hal tersebut, perlu adanya riset yang lebih mendalam terkait dengan kandungan apa yang menjadi dominasi dalam pencemaran udara. Meski begitu, ia juga memberikan beberapa solusi. Salha satunya dengan melakukan peningkatan standarisasi pembuangan emisi gas buang bagi kendaraan bermotor serta pabrik-pabrik. “Mencari penyebab kejadian seperti ini, jangan hanya mengandalkan pikiran spekulatif saja. Semua harus berdasarkan riset. Mereka yang bicara juga harus dari para ahli sehingga bisa segera mengetahui penyebab utamanya dan bagaimana standarisasi emisi gas buang yang harus lebih diperhatikan,” tegasnya Di sampng itu, Llangkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat dalam ikut berperan mengurangi polusi udara yaitu dengan mengoptimalkan moda transportasi umum. Bisa juga dengan memilih opsi jalan kaki atau bersepeda. Tidak hanya berkontribusi menekna angka polusi, tapi juga bisa menyehatkan kesehatan tubuh. Dia juga berpesan kepada pemerintah untuk berkomitmen penuh dalam memperhatikan kualitas udara yang ada. Bukan hanya di Jakarta yang kini jadi sorotan, tapi juga daerah-daerah lainnya. Misanya saja dengan menyediakan fasilitas yang nyaman bagi pejalan kaki serta peningkatan kualitas moda transportasi umum agar masyarakat lebih nyaman. (Faq/Wil)
Peringatan HUT RI, UMM Beri Penghargaan Petugas Kebersihan dan Bantu PKL Sekitar

Dalam rangka apresiasi pahlawan kebersihan di lingkungan kampus putih, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan penghargaan kepada puluhan pahlawan tenaga kebersihan. Meliputi dari petugas sapu, tukang kebun, hingga petugas tempat pembuangan sampah kampus. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Rektor UMM pada perayaan upacara bendera Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 78 di Helipad UMM, 17 Agustus lalu. Ada juga sederet lomba yang diikuti oleh peserta dengan mengenakan pakaian adat. Ernawati, salah satu penerima penghargaan mengaku sangat senang dan bahagia dengan penghargaan yang diberikan oleh UMM. Meski hanya seorang petugas kebersihan, kampus putih UMM tetap mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang sangat berarti. “Saya sudah 7 tahun menjadi bagian dari UMM. Walau mungkin pekerjaan saya ini dianggap remeh oleh sebagian besar orang, tapi UMM mampu mengangkat dan menghargai penuh profesi yang saya jalani sehari-hari. Ini juga menjadi dorongan semangat kamu untuk tetap berkontribusi,” ungkapnya dengan bahagia. Lebih lanjut, Erna sapaan akrabnya, berpendapat bahwa penghargaan yang diberikan oleh UMM tersebut sangat mewakili makna dari perayaan HUT RI-78 kali ini. UMM mampu memanifestasikan nilai-nilai Pancasila. “Dalam Pancasila itu ada poin kesejahteraan. Maka UMM sudah melaksanakannya dengan baik,” tambahnya. Hal menarik lain dari perayaan HUT RI Ke-78 di UMM yakni mengundang belasan pelaku pedagang kaki lima dan memborong dagangannya. Kampus Putih menyediakan ratusan porsi sarapan gratis untuk peserta upacara. Makanan yang disajikan bervariatif mulai dari pecel, bakso, soto ayam, hingga rawon. Hal tersebut juga menjadi salah satu kontribusi UMM dalam meningkatkan pedagang kaki lima sekitar. Sri Kusmawati salah satu pelaku UMKM yang diundang mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. Wanita yang biasa berjualan di kantin Teknik UMM itu juga mengaku, tidak kali ini saja UMM mengundangnya untuk menyediakan makanan. “Saya sangat terbantu, jadi ada tetap ada pemasukan meskipun sekarang mahasiswa UMM sedang libur,” jelasnya. Terakhir, ia berharap pada ulang tahun yang ke-78 ini, bangsa Indonesia bisa lebih maju dan mampu mewakili hati nurani dari masyarakat. Dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. ia juga berharap agar angka korupsi bisa tekan demi kebaikan bangsa. (Faq/Wil)
Ribuan Baju Adat hingga Hadirkan PKL, Begini Meriahnya Upacara 17-an UMM

Ribuan orang mengenakan baju adat terlihat memenuhi heliped Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 17 Agustus lalu. Bukan tapa alasan, para dosen dan karyawan Kampus Putih memang tengah mengikuti upacara peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-78. Ada yang memamerkan baju adat dari Malang, Minang, Aceh hingga Papua. Terkait hal itu, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan, peringatan kemerdekaan ini memang memiliki nilai filosofis tersendiri. Pakaian adat nusantara menggambarkan bahwa kemerdekaan memang garus diupayakan bersama. Jika dulu, para pejuang bersama-sama mengusir penjajah, maka kini masyarakat harus sama-sama membangun generasi dan peradaban. “Dalam konteks perguruan tinggi, peringatan ini harus menjadi spirit kita untuk mengusir kebodohan, pengangguran, dan berbagai hal yang mengganggu keutuhan bangsa serta negara,” tegasnya. Di samping itu, Fauzan juga mengatakan bahwa pakaian adat yang berbeda-beda menggambarkan akan pentingnya persatuan. Meski berbeda-beda namun tetap satu, Indonesia. Sesuai dengan sembiyan Bhinneka Tunggal Ika. Pada kesempatan itu, Kampus Putih juga memberikan penghargaan khusus bagi para pejuang kebersihan yang sudah berjuang, yakni para petugas kebersihan UMM. Hal serupa disampaikan koordinator peringatan Kemerdekaan Indonesia di UMM, Setiya Yunus Saputra, M.Pd. Para peserta upacara memang diminta untuk mengenakan atribut adat yang menarik. Bahkan mereka sangat antusias untuk berlomba-lomba menampilkan baju adat paling unik. Misalnya saja fakultas kedokteran yang seluruhnya menggunakan pakaian adat papua. Beberapa unit bisnis Kampus Putih juga melakukan yang serupa. Selain ribuan pakaian adat, hal menarik yang disajikan peringatan tersebut adalah belasan macam makanan daerah. Sederet pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kampus diundang dan diborong dagangannya untuk para peserta upacara. Ada yang menyajikan pecel, soto, rawon, bakso, dan lain sebagainya. Para peserta bisa langsung mengambil ribuan prosi makanan usai mengikuti upacara dan saling berfoto bersama. “Ini juga menjadi bentuk perhatian kami untuk memberdeayakan PKL yang ada di sekitar kampus. Bersama-sama merayakan kemerdekaan dengan riang dan meriah,” pungkasnya. (Wil)
Upaya Capai SDGs dan Jaga Lingkungan, Begini Kiat Dosen UMM Olah Limbah

Pertumbuhan industri yang pesat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sayangnya, ibarat pisau bermata dua, fenomena tersebut tidak hanya memiliki sisi positif, melainkan juga potensi bahaya bagi bumi dan manusia. Dr. Ahmad Mubin, M.T. dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan bahwa pada dasarnya, kehidupan masyarakat tidak pernah bisa lepas dari pengaruh industri. Pengolahan limbah juga akan berdampak pada kualitas air yang menjadi salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). “Kita tidak pernah bisa lepas dari industri. Semua yang kita gunakan sehari-hari lahir dari lingkup industri. Contohnya baju kita, tanaman di halaman rumah kita, semuanya hasil produk industri,” ujar pria yang akrab disapa Mubin tersebut. Ia melanjutkan, ketergantungan manusia pada dunia industri ini menyebabkan tingginya jumlah limbah yang diproduksi. Apalagi, banyak industri yang didirikan di dekat pemukiman warga. Padahal, idealnya pabrik dibangun di kawasan khusus industri. Hal tersebut akan memberikan manfaat yang besar bagi industri maupun masyarakat, termasuk dalam hal pengelolaan limbahnya. “Hadirnya kawasan industri itu sangat bermanfaat, karena disana dapat dibangun sistem penyaluran air limbah yang langsung terintegrasi sehingga dapat langsung diolah,” tambahnya. Adanya sistem penyaluran limbah cair yang terintegrasi dinilai efektif meningkatkan efisiensi waktu pengelolaan limbah. Begitupun juga untuk meminimalisir pencemaran lingkungan. Termasuk air di sekitar pemukiman industri. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan SDGs yakni air bersih dan sanitasi layak. Dengan begitu, masyarakat di sekitarnya akan aman dalam menggunakan air. “Dalam mengolah limbah cair, industri perlu memiliki standarisasi yakni minimal mencapai level 4, yakni air yang aman digunakan untuk pengairan pertanian. Dengan demikian, limbah cair yang dibuang tidak akan mencemari,” tambah Mubin. Selain sistem saluran air, dosen teknik industri itu juga menyampaikan, industri juga perlu memiliki sistem informasi yang baik terkait limbah yang dihasilkan. “Terkadang, pelaku industri malas untuk memikirkan pengolahan limbahnya. Padahal ada banyak limbah dari satu sektor industri yang sebenarnya dibutuhkan oleh sektor lainnya sebagai bahan baku. Contohnya saja kulit udang yang merupakan limbah dari industri makanan dan minuman, namun menjadi berkah bagi industri obat-obatan. Ini dapat dimanfaatkan untuk produksi berbagai macam obat,” ujar pria asli Gresik itu. Tak lupa ia berpesan, para stakeholder harus turut serta peduli dan memikirkan hal ini. Tidak hanya terbatas pada para pemangku kebijakan seperti pemerintahan. Namun tiap perusahaan juga harus paham dan mengerti tentang ini. Mereka adalah pihak yang bisa menentukan baik atau buruknya pengaruh industri terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. “Kesadaran adalah motor penggerak utama. Apabila setiap individunya sadar, maka sinergisitas tersebut bukan hal mustahil untuk direalisasikan,” pungkasnya. (Hil/Sil/Wil)
Begini Cerita Asyik Mahasiswa UMM Belajar Seni di Liverpool

Kuliah keluar negeri merupakan impian bagi banyak mahasiswa di Indonesia. Tidak hanya memuaskan secara akademik saja, tetapi juga memupuk pertumbuhan jati diri. Seperti yang disampaikan oleh Fasya Tiara Meilenia, Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil terbang Liverpool melalui program IISMA. Ia juga berbagi pengalaman menariknya selama satu semester belajar di University Of Liverpool dalam UMM Talks, 11 Agustus lalu. Faye bercerita, tidaklah mudah untuk bisa mendapatkan Beasiswa IISMA ke Kota Liverpool. Apalagi Inggris merupakan negara kedua paling banyak diminati oleh mahasiswa seluruh dunia untuk exchange. Semua berawal dari semangat Faye dengan program luar negeri. Dimulai dengan ikut Virtual Singapore Polytechnic (VSP) di akhir tahun 2021. Ternyata, pengalamannya sukses menjadi kandidat terpilih untuk mengikuti student exchange IISMA. Menariknya, di Liverpool, ia tidak mengambil studi yang berhubungan dengan jurusannya. Ia malah mengambil Kriminologi dan Musik, sehingga ia lebih banyak belajar tentang dua hal itu. Meski begitu, ia beruntung dibekali skill public speaking dan diskusi mumpuni dari UMM. Jadi, ia tidak kaget saat mengikuti pembelajaran di Inggris yang banyak berdiskusi dan aktif. Anak sulung itu mengaku terkendala dalam aspek komunikasi dengan masyarakat sekitar. Meski bahasa Inggrisnya cukup mumpuni, namun aksen dan campuran bahasa lokal membuatnya sempat kikuk. “Bahasa yang dipakai adalah campuran dari Inggris british dan bahasa asli penduduk Liverpool. Jadi cukup susah memahaminya, namun hal itu saya jadikan sebagai tantangan untuk berkembang,” tegasnya. Pilihannya untuk ke Liverpool bukan tanpa alasan. Ia yang menyukai film tentu ingin mengunjungi berbagai latar tempat yang biasa digunakan untuk film-film internasional. Misalnya saja Castile yang ada di kota Wales, museum yang ada di kota Chester dan beberapa tempat berbau seni serta barang bersejarah negara Inggris. “Kebetulan banyak tempat di Liverpool yang memang memiliki suasana pas untuk membaca. Jadi saya aktif mengunjungi berbagai lokasi mumpun ada kesempatan,” tegasnya. Menurutnya, belajar keluar negeri membuatnya menemukan sisi lain dari dirinya. Ia bisa lebih bisa terbuka dengan orang lain dan menerima pendapat berbeda. Ia juga paham bahwa dia bukan pemegang satu-satunya kebenaran. “Jangan pernah malas untuk mencari informasi dan juga belajar hal baru. Kesempatan emas hanya bisa datang bagi kita yang menjemput bukan datang secara tiba-tiba,”pungkasnya. (Ri/Wil)
800 Juta Orang Berpotensi Alami Nyeri Pinggang di 2050, Begini Kata Dosen Fisioterapi UMM

Sebuah studi baru dari jurnal The Lancet Rheumatology menerangkan bahwa 800 juta orang berpotensi mengalami sakit punggung bagian bawah atau nyeri pinggang pada 2050. Melihat fenomena tersebut, Rakhmad Rosadi, PT., Ph.D. selaku Dosen dan Praktisi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkat bicara. Menurutnya, saat fenomena sakit punggung bagian bawah sudah banyak terjadi di kalangan muda dan berdampak pada masa tua nanti. Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM itu juga menyampaikan beberapa faktor yang menyebabkan hal ini. Mulai dari penerapan gaya hidup yang kurang sehat, posisi mengangkat beban yang salah, hingga posisi duduk yang terlalu lama. “Sebenarnya ada banyak faktornya. Apalagi bagi mereka yang pekerjaannya banyak duduk di kursi dan meja. Biasanya dialami oleh pekerja kantoran yang bekerja selama tujuh hingga delapan jam sehari. Kemudian juga cara mengangkat beban berat dengan posisi yang salah seperti membungkuk. Hal ini diperparah dengan minimnya olahraga yang dilakukan oleh masyarakat,” jelasnya. Jika nyeri punggung yang dialami tidak segera ditangani, besar kemungkinan akan berdampak pada penurunan produkvifitas seseorang. Banyak orang yang menyepelekan nyeri punggung. Padahal akan berdampak signifikan dalam hidupnya. Melakukan hal sederhana yang biasanya mudah, kini akan kesusahan dan kerepotan. Muaranya tentu pada penurunan produktivitas. Rakhmad juga memberikan sederet tips untuk terhindar dari nyeri punggung bagian bawah dan mengurangi rasa sakitnya. Pertama, yakni menerapkan pola hidup yang sehat, termasuk rtyin berolahraga serta melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki tiap hari. “Iya, nyeri punggung bagian bawah itu bisa dicegah dan diatasi. Bisa memulai dengan hal sederhana seperti stretching ringan pasca 30 menit duduk. Lebih bagus lagi jika disempatkan berolahraga 150 menit perminggu. Kalau dibagi semingggu lima kali, jadi sekitar 30 menit tiap hari,” jelasnya. Terakhir, ia sangat menyarankan agar seluruh masyarakat lebih memperhatikan posisi duduk. Meski terlihat remeh, tapi nyatanya bisa berdampak negatif bagi kesehatan. Begitupun dengan posisi tubuh saat mengangkat beban. Membungkuk dapat meningkatkan risiko nyeri punggung. Posisi terbaik untuk mengangkat beban berat adalah dengan jongkok. “Kita ammbil contoh saat kita mengangkat beban galon air yang penuh. Beratnya paling tidak 18-20 kilogram. Sebaiknya gunakan posisi jongkok saat mengangkat. Jangan biasakan mengambil posisi membungkuk karena itu berbahaya,” ujarnya. (Faq/Wil)