Dosen UMM Jelaskan Pentingnya Matematika untuk Manusia

Matematika tidak hanya memiliki peran penting dalam dunia akademik dan profesional, tetapi juga di setiap aspek kehidupan. Pandangan ini memberikan pandangan baru. Meski dinilai sulit dan rumit, keberadaan matematika juga memberikan manfaat yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu ditegaskan Dosen Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang, Dwi Reni Susanti, M.Pd. Menurutnya, relevansi matematika tidak terbatas pada situasi formal, tetapi juga meluas ke berbagai aspek kehidupan yang mungkin tidak disadari. “Matematika memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan dalam mengembangkan kreativitas. Bahkan, dalam hal sepele seperti membuat secangkir kopi di pagi hari, terdapat takaran dan kombinasi yang harus dipertimbangkan secara matematis,” jelasnya. Pemahaman matematika secara dasar memiliki peran sentral dalam keterampilan memecahkan masalah sehari-hari. Kemampuan untuk berpikir kreatif, teliti, dan sistematis dalam mencari solusi. Misalnya saja teori Polya dalam matematika yang memberikan tahapan dalam memecahkan suatu masalah. Mulai dari pemahaman masalah, penyusunan rencana penyelesaian, pelaksanaan rencana, dan pengecekan kembali. Reni juga menyampaikan, salah satu ilmu dasar yang penting dipahami dalam matematika adalah aljabar. Yakni sebagai cabang matematika yang memanipulasi simbol-simbol matematika. Pemahaman aljabar memungkinkan individu untuk mengatasi masalah keuangan dengan merumuskan persamaan matematika yang relevan. “Dalam dunia bisnis, aljabar membantu merumuskan hubungan antara variabel seperti permintaan dan harga produk,” katanya mencontohkan. Matematika juga sangat krusial dalam dunia programming. Ilmu logika yang diterapkan dalam algoritma menjadi dasar dan pondasi untuk memahami bahasa pemrograman. Penguasaan matematika yang baik tentu membantu seseorang dalam memahami logika pemrograman, merancang algoritma yang efisien, dan memecahkan masalah dalam pengembangan perangkat lunak. “Dengan begitu, akan muncul aplikasi, perangkat lunak, dan inovasi teknologi yang baik pula,” tegasnya. Matematika juga diyakini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Sisi positifnya adalah memiliki kemampuan untuk menganalisis masalah dengan mendalam, mengidentifikasi pola-pola yang relevan, dan mengembangkan solusi yang logis dan terukur. “Dengan matematika, seseorang dapat mengambil keputusan yang lebih rasional. Mampu melihat berbagai sudut pandang dan mengevaluasi implikasi dari setiap langkah yang diambil,” tutup Reni. (Lai/Wil)
Tingkatkan Kualitas Guru, 385 Peserta PPG UMM Ikuti Kursus Pembina Pramuka

Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dan membangun sebuah negara. Hal itu ditegaskan Dr. Trisakti Handayani, M.M. dalam apel pembuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Lanjut (KML), 8 Agustus lalu. Ada lebih 385 peserta kursus dari berbagai daerah yang juga merupakan mahasiswa program profesi guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Trisakti yang juga Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM melanjutkan, guru memiliki peran penting untuk mencetak generasi masa depan yang unggul. Maka dari itu, kualitas guru harus diperhatikan dan senantiasa ditingkatkan. Sehingga anak-anak didik didampingi dan mampu meraih potensi terbaik yang dimiliki. “Saudara adalah calon guru-guru profesional yang diharapkan mampu melahirkan generasi yang apik dan cakap. Selain bekal keilmuan, saudara juga harus memiliki kepribadian yang tangguh dan pantang menyerah. Maka, kursus pembina pramuka ini menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan skill-skill terkait,” tambahnya. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat mendorong mahasiswa PPG menjadi pribadi yang tekun, rela berkorban, suka menolong sesama, dan teladan bagi orang lain. Semua itu akan bermuara pada meningkatnya kualitas pendidik dan berkontribusi pada upaya menjadikan Indonesia jaya. “Dalam program ini, saudara akan dibentuk agar bisa menghadapi tantangan global. Melalui KMD dan KML ini, upaya pembentukan karakter akan berhasil. Semoga saudara bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” tutur Trisakti. Selama tiga hari dua malam, para peserta tidak hanya diberi materi, namun juga diajari bagaimana menjadi pembina yang kompeten. Ada berbagai permainan dan agenda yang melatih mental mereka. Salah satu peserta, Nurul Himmatul menilai, serangkaian program yang diikuti sangat seru. Kemasan yang disajikan oleh PPG UMM juga menarik dan membuat mereka bersemnagat untuk turut serta. “Jujur saja, saya terakhir kali ikut kemah pramuka saat SMA. Hingga akhirnya bisa kembali berkemah bersama teman-teman. Bedanya, dulu kami dilatih sebagai peserta. Namun sekarang kami dilatih untuk menjadi pembina bagi anak-anak didik,” katanya. Nurul juga senang bisa saling bantu membangun puluhan tenda dan menghabiskan waktu bersama teman-teman peserta lain. Menurutnya, ada banyak pengalaman yang bisa diperoleh berkat diskusi dengan calon guru lainnya. Ditambah lagi dengan games serta tantangan yang diberikan oleh para pelatih pramuka, sehingga menambah wawasan mereka tentang pramuka. (Wil)
Cegah Diabetes, Mahasiswa UMM Kembangkan Snackbar Tinggi Glukomanan

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan, kasus diabetes anak pada 2023 meningkat 70 kali lipat sejak 2010. Lonjakan kasus tersebut merupakan alarm bagi semua pihak untuk mengatasi ancaman penyakit berbahaya ini. Terdapat dua kondisi diabetes yang dapat dialami oleh individu yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Adapun diabetes tipe 1 mayoritas dialami oleh mereka yang masih usia anak-anak. Melihat hal tersebut, tim mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan snack bar rendah gula sebagai alternatif makanan bagi penderita diabetes. Makanan ini juga sekaligus dapat mencegah diabetes meski dikonsumsi sehari-hari. Menariknya, snack bar tersebut berbahan dasar umbi porang yang menjadi salah satu komoditas yang banyak ditemui di Indonesia. Ketua tim, Maharani Dewi Wulan Suryaningsih menerangkan, Umbi porang (Amorphophallus oncophyllus) memiliki Indeks Glikemik yang rendah yaitu 16,9%. Selain itu memiliki kandungan glukomanan yang paling tinggi dibandingkan dengan jenis umbi lainnya, yakni mencapai 65%. Glukomanan pada umbi porang berperan dalam penurunan gula darah, menghambat penyerapan kolesterol dan glukosa serta mengurangi obesitas. Selain umbi porang, terdapat bahan lainnya seperti kulit bagian dalam buah manggis, yang ternyata memiliki manfaat untuk mempertahankan insulin pada tubuh. Apalagi mengingat peran utama insulin yaitu untuk membantu tubuh mengontrol kadar gula dalam darah sekaligus mengelola glukosa sebagai sumber energi melalui sel otot, lemak dan hati. “Masih sedikit masyarakat yang mengetahui kulit manggis memiliki efek hipoglikemik karena memiliki senyawa yang dapat digunakan sebagai anti diabetes. Yakni senyawa golongan xanthone yang dapat menstimulasi sekresi dan mempertahankan sejumlah sel insulin. Kulit manggis mengandung xanthone sebanyak 107,76 mg dan xanthone tidak ditemukan pada buah-buahan lain” tambah Rani. Dalam pengolahannya snackbar itu, umbi porang dan kulit manggis diolah terlebih dahulu menjadi tepung. Kemudian tepung umbi porang dan kulit manggis dicampur menjadi satu dalam perbandingan takaran tertentu, lalu diolah menjadi snackbar pada umumnya. Selain bertujuan untuk mencegah penyakit diabetes di masyarakat, tim mahasiswa UMM ini juga memiliki misi khusus. Yakni meningkatkan komoditas porang yang ada di Indonesia. Apalagi melaihat realita bahwa Indonesia menjadi pemasok porang urutan ke-5 di dunia. Terakhir, mereka berharap masyarakat bisa lebih memperhatikan kualitas serta kandungan makanan yang dikonsumsi. Masyarakat harus paham bahwa apa ayng dikonsumsi akan sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh. Begitupun dengan para pelaku industri yang harus memikirkan efek dari produk makanan yang dibuat. “Alangkah lebih bijak jika pelaku idnustri menciptakan makanan yang sehat, bukan hanya fokus pada junk food,” tegasnya mengakhiri. (Faq/Wil)
Pakai Sepatu Pinjaman, Mahasiswa UMM Juara di Pomprov Jatim

Prestasi kembali ditorehkan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Jawa Timur II (Pomprov Jatim II) yang dilaksanakan akhir Juli lalu. Adalah Fikram Inai, mahasisiwa Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT) Hukum Keluarga Islam (HKI) yang berhasil menempati juara ketiga pada cabang olahraga lari 10.000 meter. Menariknya, meski menggunakan sepatu pinjaman, ia mampu menorehkan prestasi cemerlang. “Kebetulan sepatu saya belum sesuai untuk lari jarak jauh dan waktunya juga mepet. Sehingga injakannya terasa lebih menyakitkan. Jadi saya meminjam sepatu khusus lari jauh dari pelatih agar larinya bisa enak dan nyaman. Alhamdulillah pelatih di UMM sangat mendukung, begitupun dengan pihak kampus,” tegasnya. Mahasiswa angkatan 2019 ini bercerita, salah satu alasan dia bisa berhasil sejauh ini adalah peran penting dari UKM atletik yang ia ikuti di UMM sejak 2019. Ia banyak menghabiskan waktu di unit ini untuk berlatih bersama atelt-atlet lain. Baik itu jogging tiga kali seminggu, kekuatan kaki, kekuatan tangan, hingga latihan ketahanan. Rutinitas ini semakin meningkat menjelang perlombaan. Ketertarikannya akan dunia atletik sudah muncul sejak SMP. Namun ia mengaku, latihan yang sebenarnya baru ia rasakan saat di Kampus Putih UMM. Kompetisi di UMM seperti rector cup juga mendorongnya untuk bisa menampilkan yang terbaik. Meski sukses meraihi juara, Ikram juga merasakan berbagai kendala. Utamanya kesulitan yang muncul dari diri sendiri. Misalnya melawan rasa malas untuk berlatih. Pasalnya, rasa lelah saat latihan membuatnya cukup tersiksa. Otonya menjadi kaku, dan seringkali membuatnya sulit berjalan. “Kemenangan memang harus diperjuangkan kan? Beruntung, teman-teman satu UKM selalu menginspirasi dan menyemangati saya,” tegasnya. Menariknya, Ikram dengan senang hati membagikan tips agar dapat menikmati lari. Salah satunya yakni harus ada motivasi dari diri sendiri. Begitupun dengan menikmati langkah dan nafas yang keluar saat berlari. Ia bahkan menyarankan menghitung langkah dan bertasbih di setiap langkah yang diambil, sekalipun saat berkompetisi. Hal ini ia lakukan agar setiap langkahnya dapat diridhai oleh Allah SWT. “Lakukan apa saja yang kita suka selagi itu baik dan positif. Jangan takut dan minder untuk menjalani yang kita suka. Jadikan itu kelebihan diri sehingga dapat bermanfaat untuk kita dan orang lain,” pesannya. (Nov/Wil)
Doa bersama Ratusan Kyai, Muhadjir Hadiri Haul Akbar Kyai Ageng Basyariyah

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. hadiri Haul Akbar Leluhur dan Dzuriyah Kyai Ageng Basyariyah Sewulan, 5 Agustus 2023 lalu. Haul yang dilaksanakan di Ponpes Al Hidayah Kutorejo, Mojokerto itu juga menjadi wadah silaturahmi serta berdoa bersama untuk bangsa Indonesia agar aman dan tenteram.Acara haul itu diikuti lebih dari 157 kyai dan tokoh. Tidak banyak orang tahu bahwa Muhadjir merupakan keturunan Kyai Ageng Basyariyah atau Raden Bagus Harun. Nenek moyang yang sama dengan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Banyak pula tokoh-tokoh nasional dan pesantren yang dilahirkan, baik itu pada masa lampau maupun sekarang. Misalnya saja Mbah Sambu Lasem, Mbah Maimun Jubair KH. Ahfas Faishol Baidlowi Lasem, hingga Gus Baha, dan lainnya. Pada kesempatan itu, Muhadjir juga duduk bersama para kyai dari berbagai pesantren, termasuk kyai-kyai dari Nahdhatul Ulama (NU). Misalnya saja KH. Agus Sabuth Pranoto Projo, Gus Hadi, hingga Gus Indra dari Al-Mukarromah Madiun dan lainnya. Mereka mengobrol dan mengikuti rangkaian haul dengan khidmat. Dalam sambutannya, Muhadjir bercerita bahwa sejak kecil ia sering diajak ayahnya untuk mengenal garis keluarga. Termasuk dengan cara berziarah ke berbagai makam di bulan Syuro dan juga idul fitri. Salah satu makam yang tidak pernah dilupakan adalah makam Ki Ageng Basyariyah di Sewulan. Menurutnya, acara Haul ini menjadi upaya untuk saling merekatkan matarantai dzuriyah dan persaudaraan. Tujuannya adalah semata-mata untuk menegakkan Islam dan mengingatkan bahwa nenek moyang sebelumnya merupakan pahlawan. Maka ia mengajak para tamu dan trah untuk saling bahu membahu membangun negara kesaturan republik Indonesia (NKRI). “Garis keturunan kita merupakan para mujahid dan pejuang bangsa serta cikal bakal berkembangnya Islam di Indonesia. Maka dari itu, kita juga harus mendoakan mereka agar diterima di sisi terbaik Allah SWT,” kata Muhadjir sebelum mengajak para tamu untuk berselawat bersama. Di sisi lain, Pengasuh Ponpes Al-Hidayah KH.R. Mashadi Prawiranegara bersyukur bisa mengumpulkan banyak dzuriyah dan keluarga. Menurutnya, bersilaturahmi dan bertemu bersama keluarga menjadi hal yang sulit dilakukan di era modern. Maka, ia bersyukur bisa mengumpulkan para keturunan dari Kyai Ageng Basyariyah. “Ada Gus Sabuth, ada beberapa yang berada di militer, ada juga yang di pemerintahan. Salah satunya Pak Menteri Muhadjir yang memang terkenal sederhananya,” katanya menjelaskan. Gus Hadi berharap haul ini bisa menjadi agenda rutin. Tidak hanya untuk ajang silaturahmi, tapi juga menjadi acara untuk mendoakan kebaikan NKRI. Menjaga kesatuan serta berdoa bersama untuk ketenteraman serta kedamaian Indonesia. Adapun doa bersama dipimpin langsung oleh KH. Agus Sabuth Pranoto Projo. Gus Sabuth, begitu ia kerap disapa, berdoa bersama para undangan agar rakyat Indonesia selalu aman dan makmur. Mampu menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur. (Wil)
Begini Kerennya Kampung Inklusi Garapan Mahasiswa UMM

Melalui tim Ilmu Komunikasi Octop, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali sukses meresmikan “Kampung Inklusi”. Kampung yang terletak di Dusun Bambang, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar ini diresmikan pada 3 Agustus lalu. Menariknya, Tim Octop tidak sendiri, namun menggaet Yayasan Bhakti Kinasih Mandiri atau Rumah Kinasih untuk menegaskan tonggak penting dalam gerakan inklusif di bidang kewirausahaan. Dalam prosesnya, Rumah Kinasih menjadi gerakan inklusif di bidang kewirausahaan yang menggandeng teman-teman penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Menciptakan produk unik dari Batik Ciprat, seperti sling bag, dompet, dan gantungan kunci. Hal inilah yang memantik Tim Octop untuk meresmikan ‘Kampung Inklusi’. Adapun Tim Octop adalah kelompok mahasiswa praktikum tiga dari jurusan Ilmu Komunikasi peminatan Public Relation di UMM. Terkait peresmian tersebut, Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Sukardi, mengapresiasi program yang dilaksanakan. Menurutnya, kampung itu dapat memberikan pengetahuan serta perlindungan bagi individu yang rendan serta penyandang disabilitas. “Pengembangan skill juga menjadi poin penting dari kampung inklusi ini. Semoga bisa terus dijalankan dan dikembangkan lebih luas lagi,” tegasnya. Sementara itu, Nafisa Aura, Ketua Pelaksana melihat peran penting ‘Kampung Inklusi’ dalam mengubah stigma lingkungan sekitar menjadi lebih kompetitif dan lebih baik. Ia berharap, kampung garapan timnya dapat menginspirasi banyak orang. Bahkan juga bisamenjadi destinasi wisata baru dan unik. Keberadaan ‘Kampung Inklusi’ mengindikasikan langkah setara, mengatasi eksklusivitas yang masih ada. Akses yang terbatas bagi orang dengan disabilitas terhadap transportasi umum, jalan, dan fasilitas kantor menjadi perhatian utama. Dengan inklusi ini, semua orang memiliki peluang yang setara dan mendapatkan layanan yang adil. Acara peresmian ini juga diramaikan oleh suasana keakraban dan keceriaan. Musik merdu dan Tari Gandrung yang dipersembahkan oleh siswa SMAN 1 Kesamben, menghadirkan suasana interaksi dan berbagi cerita yang khas. Bahkan menyediakan penerjemah bahasa isyarat sehingga semua peserta bisa merasakan kebahagiaan yang ada. “Kampung inklusi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dan memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mengatasi masalah kerentanan sosial,” kata Edy Cahyono selaku Founder Kampung Inklusi Rumah Kinasih. Langkah progresif yang diambil oleh Tim Octop dan Rumah Kinasih merupakan contoh nyata semangat dan kreativitas dalam mewujudkan dunia yang inspiratif. ‘Kampung Inklusi’ tidak hanya menciptakan keajaiban, tetapi juga membuka peluang bagi masa depan yang lebih cerah dan inklusif bagi semua individu. (Wil)
Temuan Mahasiswa UMM : 73 dari 153 UMKM Malang Belum Tersertifikasi Halal

Sebanyak 73 dari 153 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) industri pangan di Kota Malang belum memiliki sertifikasi halal. Hal ini menjadi temuan Tim Riset Humaniora Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-RSH) dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah Sinta Krismaya, Ikhdazahrotuni Saaul Mufidah, Wangi Mawar Taqwani dan Yoga Adiwinata Prayitno, mahasiswa UMM yang berhasil menemukan data tersebut melalui PKM-RSH berjudul Halal Awareness: Analisis Kesiapan UMKM Industri Pangan di kota Malang dalam Mengadopsi Halal Certification. Salah satu anggota tim Ikhdazahrotunni Saaul Mufidah menyampaikan, ada banyak tantangan yang menghambat UMKM mendapatkan sertifikasi halal. Termasuk di dalamnya yakni mengenai keuangan. “Faktor kendala yang signifikan meliputi keterbatasan sumber daya, kurangnya pemahaman tentang prosedur dan manfaat dari sertifikasi halal, serta biaya yang terkait dengan proses sertifikasi,” ujar mahasiswi dari prodi akuntansi tersebut. Dari hasil riset, Ikhda dan tim juga menyoroti pentingnya edukasi dan pemahaman tentang sertifikasi halal. Bukan hanya dari perspektif konsumen, tapi juga dari sudut pandang produsen. Maka, perlu adanya bekal dan arahan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pemahaman yang cukup. “Halal tak hanya berhubungan dengan bahan dan proses produksi saja. Tetapi juga mencakup seluruh aspek produk, termasuk nama produk,” tegasnya. Menurut mereka, jika ditelisik, sertifikasi halal nyatanya dapat meningkatkan minat pembeli dan pangsa pasar. Berangkat dari temuan itulah, tim yang dibimbing oleh Fahmi Dwi Mawardi, S.E., MSA. ini berharap pemerintah bisa lebih berperan aktif. Utamanya dalam aspek sosialisasi akan pentingnya sertifikasi halal. “Semoga temuan kami ini menjadi sumbangsih nyata bagi UMKM industri pangan di Kota Malang. Sehingga mereka bisa lebih siap dan kompeten dalam mengadopsi sertifikasi halal. Dengan demikian, masyarakat juga dapat lebih percaya dan menikmati produk halal dari kota wisata yang semakin berkembang,” pungkasnya. (Lai/Wil)
Lagi, Tiga Prodi UMM Kini Terakreditasi Internasinal

Jangan terjebak dalam pekerjaan yang berdasarkan ceklis, tapi bekerja dengan ikhlas tanpa ada paksaan. Teruslah belajar untuk memahami mahasiswa serta jadi tenaga pendidik yang mengayomi dengan baik. Hal tersebut ditegaskan oleh Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan M.Pd dalam kegiatan koordinasi persiapan perkuliahan tahun akademik 2023-2024 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 2 Agustus 2023 yang dihadiri oleh para dosen, jajaran dekan dan wakil rektor. Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penyerahan sertifikat akreditasi internasional FIBAA ke tiga program studi, yakni Ilmu Komunikasi, Manajemen dan Psikologi. Menariknya, pada koordinasi itupula UMM meluncurkan Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) 2.0 sebagai rapor kinerja para dosen. Lebih lanjut, Fauzan mengatakan, modal utama sebuah organisasi baik organisasi sosial maupun bisnis adalah memiliki budaya kerja atau organisasi yang sehat. Begitupun dalam mengembangkan pendidikan yang memerlukan budaya kerja yang baik dan saling memartabatkan satu dengan yang lain. “Alhamdulillah, saya lihat di UMM telah terjalin budaya kerja yang baik dengan komunikasi yang humanis. Hal tersebut juga dibuktikan dengan raihan prestasi akreditasi internasional dari berbagai prodi yang kita miliki,” ungkap Fauzan. Oleh karena itu, kolegalitas di masing-masing unit harus ditingkatkan. Sehingga jalan menuju perguruan tinggi yang memiliki mutu dan prestasi gemilang akan semakin mudah. Ia juga berpesan pada lektor atau tenaga pendidik untuk memiliki perasaan tidak tenang jika tidak membuat atau melahirkan sebuah inovasi. “Center of Excellence (CoE) yang kita miliki itu sebenarnya suatu pemantik dari inovasi dan gagasan baru lainnya. Program ini dibentuk agar mahasiswa memiliki kehidupan kuliah dengan ikatan kerja. Sehingga mereka tidak hanya memiliki bekal akademik tapi juga softskill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja,” jelas Fauzan. Menurutunya, CoE merupakan program yang futuristik. Bahkan telah mendapatkan banyak perhatian dari banyak pihak. Baik itu di tingkat nasional hingga internasional, termasuk dari UNESCO. Apalagi program seperti ini tidak ditemui di perguruan tinggi lain. Terakhir, Fauzan juga menegaskan bahwa saat ini, UMM tengah mengimplementasikan 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG’s) dengan tri catur dharma perguruan tinggi. Hal ini dilakukan sebagai komitmen kepedulian UMM. Bukan hanya di bidang pendidikan saja, tapi juga turut berkontribusi pada masyarakat dunia. (Zak/Wil)
Dosen UMM: Ini Plus Minus Ikut Asuransi

Asuransi masih belum menjadi prioritas masayarakat, khususnya para generasi muda. Padahal, asuransi merupakan sarana proteksi finansial untuk mengatasi risiko dan kerugian dalam hidup. Terlebih lagi, di zaman yang penuh ketidakpastian seperti sekarang, perlindungan asuransi semakin relevan. Permasalahan ini menarik perhatian Widhiyo Sudiyono, ST., M.A.B, selaku Dosen Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia menyoroti bahwa asuransi bukan hanya sekadar produk keuangan biasa. Lebih dari itu, keberadaannya menjadi salah satu investasi yang cerdas dan strategis untuk melindungi generasi muda dari risiko finansial. “Dalam era yang penuh dengan perubahan sosial dan ekonomi, asuransi memberikan jalan keamanan yang dapat menangkap kita saat terjatuh,” ungkapnya. Asuransi menjadi bentuk persiapan finansial di masa depan, terutama bagi generasi muda yang sering menganggap kesehatan sebagai sesuatu yang tetap. Ia pun menyarankan agar asuransi bisa dimulai sejak dini, sehingga premi yang dikenakan lebih terjangkau. “Asuransi kesehatan membantu mengatasi biaya rumah sakit dan obat-obatan. Untuk asuransi jiwa, dana asuransi akan cair saat kita meninggal dunia. Asuransi jiwa memberikan dukungan finansial bagi keluarga yang ditinggalkan. Sehingga fungsi pada perlindungan finansial yang dihasilkan oleh asuransi jiwa, juga tidak dapat dianggap remeh,” tambahnya. Banyak orang mempertimbangkan keikutsertaan pada asuransi saat usianya sudah memasuki 40-an atau setelah berkeluarga dan memiliki anak. Padahal, memulai asuransi di usia tersebut dianggap terlambat karena premi yang tinggi. “Ada juga yang ditolak oleh perusahaan asuransi karena masalah kesehatan. Apalagi di usia-usia itu memang sudah banyak masalah kesehatan yang dialami,” tandasnya. Untuk sebagian orang yang masih ragu dalam hal kehalal-an asuransi, Widhiyo menyampaikan bahwa ada pilihan asuransi syariah. Dengan begitu, mereka bisa menekan risiko dan dapat menghindari riba, taruhan, dan ketidakpastian. “Konsep asuransi ini adalah risk-sharing. Seperti halnya usaha tolong menolong dan saling melindungi dari risiko tertentu yang dikelola dengan prinsip syariah,” tuturnya. Di akhir, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM ini mengajak masyarakat untuk melihat asuransi bukan sekadar beban finansial. Sebaliknya, asuransi adalah mitra setia yang memberikan dukungan finansial dan ketenangan pikiran di saat-saat genting. “Generasi muda perlu menyadari pentingnya asuransi sebagai alat proteksi bagi masa depan, terutama bagi mereka yang sedang berada pada awal karir atau masa studi,” pungkasnya mengakhiri. (Lai/Wil)
Inovatif, Mahasiswa UMM Bikin Sabun Tangan dari Ekstrak Daun Jambu Air

Menurut data badan statistik pertanian hortikultura (SPH) 2023, Kota Malang menjadi urutan ke-11 daerah yang menghasilkan jambu air terbanyak. Sayangnya, sampai saat ini hanya biahnya saja yang dimanfaatkan. Padahal ada potensi lain yang bisa dikembangkan dan dijadikan produk bernilai. Melihat hal tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan Paper Soap Antiseptic dari Ekstrak Daun Jambu Air. Sabun ini dinilai praktis untuk dibawa kemana-mana dan tidak khawatir tumpah saat diletakkan di dalam tas. Inovasi ini juga mempertimbangkan kebiasaan masyarakat yang masih mengesampingkan pentingnya mencuci tangan. Padahal tangan adalah perantara yang vital dan berpotensi besar memasukkan bakteri dan virus ke dalam tubuh. Ketua tim, Aisyiah Apriliano menerangkan, dalam daun jambu terdapat senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, alkaloid, triterpenoid, fenolik, dan tanin. Salah satu senyawa yang memiliki manfaat sebagai pembersih atau antiseptik yaitu senyawa saponin. Selain itu, pada konsentrasi 20% daun jambu air dapat membunuh bakteri staphylococcus aureus dikarenakan adanya enzim lisozim. Lisozim sendiri ialah enzim hidrolisis yang berfungsi sebagai antimikroba. Mahasiswi jurusan farmasi itu menambahkan bahwa sabun yang dikembangkan memiliki segudang manfaat bagi kulit. Tidak hanya membersihkan tangan, tapi juga dapat melembabkan dna mencerahkan kulit. “Produk ini tidak hanya menggunakan ekstrak daun jambu air saja, namun juga terdapat minyak zaitun yang menjadi bahan campuran sekaligus menambah manfaat yang diberikan,” ungkapnya. Menariknya, sabun ini cukup tipis dan bisa dikatakan sebagai paper soap. Selain itu juga tidak memberikan dampak buruk pada lingkungan, mengingat bahan-bahan yang digunakan berasal dari alam. “Pembuatan sabun tentu tak lepas dari bahan texapon yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS). Bahan ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Maka dari itu, pada pembuatan sabun ini, kami hanya menggunakan konsentrasi kadar rendah sehingga tidak banyak berdampak buruk. Sekaligus untuk memaksimalkan manfaat dari kandungan ekstrak daun jambu air tersebut,” jelasnya. Terakhir, mereka berharap besar pada para pelaku industri dan inovator lain untuk lebih melirik produk berbahan dasar alami sebagai bahan utama. Dengan begitu, angka penggunaan senyawa berbahaya dapat dikurangi dan tidak berdampak buruk pada bumi. “Indonesia kita ini memiliki potensi alam yang sangat melimpah. Sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Perlu adanya gerakan masif untuk memanfaatkannya dalam jangka panjang,” tutupnya. (Faq/Wil)