Sepuluh Langkah Ampuh Atasi Stroke ala Dosen FK UMM

Stroke merupakan penyakit yang menyebabkan kecacatan nomor satu di dunia dan menyebabkan menyebabkan ganguan fungsi otak. Jika dikategorikan, terdapat dua kelompok dari stroke, yaitu stroke penyumbatan dan stroke perdarahan. Stroke penyumbatan terjadi apabila pada pembuluh darah di otak kita tersumbat oleh penebalan dinding pembuluh darah akibat kerak lemak. Sementara stroke perdarahan jika terjadi pecahnya pembuluh darah otak. “Baik stroke penyumbatan maupun perdarahan ini sama-sama mengakibatkan otak tidak mendapatkan suplai makanan dan oksigen kemudian menyebabkan adanya gangguan fungsi,” jelas Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Annisa Nurul Arofah, Sp.S, M.Biomed. Gejala-gejala yang harus diwaspadai pada serangan stroke antara lain apabila pasien mengeluhkan gangguan keseimbangan secara mendadak atau gangguan penglihatan. Begitupun dengan wajah yang tidak simetris satu sisi, atau muncul kelemahan pada satu sisi tubuh. Hal tersebut merupakan tanda bahaya yang menyebabkan pasien harus segera ditangani. Annisa menegaskan, stroke dapat menyerang berbagai kalangan usia. Kebanyakan kasus terjadi berkat faktor-faktor yang mendukung seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, diabetes serta kolesterol yang tinggi. Perubahan pola hidup juga menyebabkan stroke ini dapat dialami oleh orang-orang yang berusia muda. Pada perempuan, terutama yang bisa mengalami stroke akibat alat kontrasepsi (KB) yang mengandung hormon dengan disertai faktor resiko lain, seperti adanya obesitas, peningkatan kolesterol, atau diabetes. Merokok juga merupakan salah satu dari faktor resiko terjadinya stroke. Ada dua jenis faktor resiko, yaitu resiko yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimodifikasi. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi antara lain ras, usia, dan jenis kelamin. Pertama, ras asia memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena serangan stroke dibandingkan dengan ras eropa. Kedua, semakin bertambahnya usia maka semakin tinggi pula resiko terjadinya stroke. Wanita usia subur memiliki hormon yang melindungi dari stroke. “Jadi ketika sudah menopause, resikonya lebih tinggi mengalami stroke. Ketiga, laki-laki lebih banyak mengalami stroke yang tipe perdarahan. Lalu untuk faktor yang bisa kita modifikasi atau bisa dijaga yaitu dengan mengatur pola hidup. Seperti menjaga diri agar tidak hipertensi, diabetes, kolesterol yang tinggi, obesitas, merokok, dan konsumsi minuman keras,” tegasnya. Ada sepuluh langkah yang diberikan Annisa untuk mencegah stroke. Pertama adalah mengontrol tekanan darah. Kedua ialah latihan jasmani dengan berolahraga ringan selama 30 menit setiap hari dan paling tidak dilakukan lima hari dalam satu minggu. Ketiga, diet sehat dan seimbang, yakni mengatur jenis makanan yang dikonsumsi seperti bahan rendah lemak, sayur, buah-buahan, serta porsi antara karbohidrat, lemak dan proteinnya seimbang. Keempat dan kelima adalah menurunkan kolesterol dan mengukur berat badan serta indeks pinggang dengan panggul. Keenam, menghindari rokok, baik itu menjadi perokok aktif maupun pasif. Ketujuh menghindari alkohol karena kandungannya meningkatkan produksi lemak yang memicudan berisi zat-zat pengganggu fungsi pembuluh darah. “Yang kedelapan dan kesembilan yakni mengenali denyut nadi serta mnejaga gula darah dalam tubuh. Terakhir, yakni penghasilan dan pengetahuan, yakni menyiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan menyerang stroke,” pungkasnya mengakhiri. (Dev/Wil)

Hasil Magang di Jepang, Mahasiswa UMM Ajari Cara Tanam Stroberi yang Manis

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mengirimkan banyak mahasiswanya untuk magang kerja ke berbagai negara, termasuk Jepang. Salah satu mahasiswa yang sudah merasakannya adalah Mehiyar Ramadhan, mahasiswa Jurusan Agribisnis. Ia bahkan berbagi pengalamannya selama tiga tiga bulan di Negeri Sakura. Di sana, ia diajari cara mengelola greenhouse yang baik agar tanaman di dalamnya dapat tumbuh sehat dan menghasilkan produk berkualitas. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah menanam buah stroberi. “Tanaman yang ada di greenhouse tetap harus diberikan pestisida untuk mencegah hama tanaman. Kami juga diajarkan tips rahasi menanam stroberi yanpa haris membeli bibit baru. Bahkan dijamin buahnya terus tumbuh manis seperti direndam air gula,” katanya. Pemuda asli Pontianak itu menjelaskan, tanaman stroberi yang bisa terus tumbuh itu berkat rana (tunas) dari tanaman sebelumnya yang dipindahkan ke dalam polybag kecil. Di dalamnya, berisikan tanah  yang dicampur pupuk kandang dan kimia. Selain itu juga pupuk mineral yang berasal dari gilingan tulang ikan, cangkang telur, dan juga cangkang kerang laut yang ditabur di atas tanah. Menurut mehiyar, tanaman buah stroberi perlu dirawat seperti manusia. Misalnya saja perawatannya yang eksklusif sehingga tanamannya bisa merasa nyaman. Setelah berbuah, Mehiyar kini juga tahu cara pengelompokan stroberi berdasarkan kualitas. “Disana kualitas produk itu bisa dilihat dari packaging. Apalagi di Jepang, grade produk termasuk stroberi menjadi aspek penting untuk menaikkan harga jual,” ujarnya. Anak terakhir dari tiga tiga bersaudara itu juga merasa magang di Jepang memberikan banyak manfaat. Meski jauh dari keluarga, ia mendapatkan banyak skill dan ilmu baru yang mungkin tidak bisa ia dapatkan di Indonesia. “Alhamdulillah saya dinilai memberikan kesna positif dan kemungkinan besar akan dipanggil kembali untuk bekerja di negeri sakura setelah lulus,” pungkasnya. Adapun program magang Jepang UMM ini bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk memudahkan penempatan [ara mahasiswa. Khususnya dalam pertanian. Selama tiga bulan, mahasiswa magang akan mendapatkan kesempatan terjun langsung di perkebunan atau sawah. (Ri/Wil)

Pakar Pendidikan UMM Sebut Sistem Zonasi Sekolah Miliki Tujuan Bagus

Pada 2017, muncul kebijakan sistem zonasi untuk proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di berbagai tingkat sekolah. Kebijakan tersebut juga mengubah persyaratan penerimaan calon peserta didik sekolah negeri. Lantas apakah zonasi membawa perubahan positif dalam ruang lingkup pendidikan? Mengenai hal itu, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah malang (UMM) Prof. H. Akhsanul In’am, Ph.D. memberikan penjelasannya. Menurutnya, sistem zonasi memiliki tujuan yang bagus. Yakni agar anak-anak dapat melakukan pembelajaran tanpa adanya unsur pilah-pilah berdasarkan kepintaran yang mereka miliki. Selain itu juga berefek pada pemerataan kualitas guru tanpa melihat popularitas sekolah. Lebih lanjut, ia menegaskan beberapa hal yang harus diperhatikan dari sistem zonasi. Salah satunya yakni para pengajar harus mampu memberikan kuliatas pengajaran yang sama pada setiap sekolah, sehingga para siswa tidak merasakan perbedaan. Menurutnya, setiap sekolah akan memiliki input siswa yang bervariatif. Hal itu akan membuat pengalaman pendidik tidak jauh berbeda. “Mereka harus mengajar dan mendidik siswa yang berbeda beda tingkat kecerdasannya. Para pengajar juga harus mampu memaksimalkan potensi siswa dan mendorong mereka di level terbaik. Hal yang perlu kita pahami adalah, sistem zonasi memiliki dampak positif dan negatif. Maka perlu adanya pengembangan dan perbaikan. Saya rasa, pada dasarnya setiap sekolah memiliki tingkat kualitas pendidikan tak jauh berbeda. Tergantung dari kualitas pengajaran dan pendidikan yang diberikan oleh guru di setiap sekolah terkait,” tambahnya. Meski begitu, sistem zonasi ini tidak luput dari tantangan. Salah satunya tekait jarak sekolah bagi calon siswa. Misalnya saja saat siswa ingin bersekolah di sekolah A meski berbeda zonasi karena lebih dekat dengan rumah. Namun karena kebijakan itu, mereka tidak bisa melakukannya dan malah masuk di sekolah yang jauh dari rumah karena dianggap masih di satu zonasi. Beruntung, masalah ini sudah mendapatkan solusi dengan mengurangi persentasi penerimaan dari sistem zonasi. Yakni paling sedikit 70 persen untuk sekolah dasar (SD), 50 persen untuk sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Sehingga peluang calon siswa untuk bersaing di jalur reguler membesar karena kuotanya bertambah. Kecurangan juga harus mendapat perhatian khusus. Menurut In’am, penitipan calon siswa ke para petinggi yang dilakukan sejumlah oknum harus ditiadakan. Sehingga persaingan sehat antar siswa dalam upaya masuk ke sekolah bisa tumbuh. “Semua sistem yang sudah dibangun ini akan sia-sia jika di dalamnya masih terdapat kecurangan-kecurangan yang merugikan sebelah pihak. Mari ajarkan nilai moral yang sesungguhnya kepada para penerus bangsa,” tegasnya. (Fat/Wil)

Keren, Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Pendeteksi Kualitas Udara

Seperti yang kita ketahui, udara menjadi elemen yang sangat vital bagi makhluk hidup. Kualitas udara yang baik, pasti akan sangat berpengaruh kepada kehidupan makhluk hidup yang sehat. Begitu sebaliknya, kualitas udara yang buruk, juga akan berpengaruh kepada kesehatan kita semua. Maka dari itu, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan alat pengukur kualitas udara. Menariknya, alat ini mampu memberikan notifikasi ke komputer dan ponsel lewat aplikasi serta email tentang kualitas udara secara realtime. Bahkan mampu mengukur kadar oksigen, karbondioksida, karbon monoksida, ammonium, suhu, serta kelembapan udara secara realtime. Taris Fakhran Hawarai, koordinator tim UMM itu mengungkapkan, alat pengukur kualitas udara ini menggunakan pemrograman fuzzy logic sebagai pemberi keputusan. Dengan begitu, alat bisa memberikan keputusan apakah udara tersebut baik atau tidak. Adapun mereka menggunakan indikiator standar internasional. “Setidaknya terdapat 27 aturan fuzzy yang nantinya akan memproses sensor mq135. Dari situ kita bisa mendeteksi kadar dari karbon monoksida, karbon dioksida, dan ammonium yang terdapat di lokasi. Dilanjutkan dengan memberikan keputusan terkait indeks kualitas udara yang ada, mulai dari taraf baik, sedang, hingga buruk. Kemudian alat tersebut juga memberikan notifikasi pada aplikasi Blink yang ada pada ponsel serta komputer dan juga memberikan pesan via email,” jelasnya. Menariknya, alat itu sudah diuji di berbagai lokasi di Kota Malang, termasuk daerah Sigura-gura. Taris menegeaskan bahwa keakuratan dari alat ciptaannya berada di kisaran 90% dengan membandingkan alat tersebut dengan alat-alat pendeteksi udara yang ada. Sekaligus membandingkan data realtime suhu dan kelembapan udara dari BMKG. “Sejauh ini, tingkat kesalahannya kurang dari 10%. Sementara jika dibandingkan dengan data kelembapan serta suhu di BMKG, hanya memiliki selisih 5% saja,” tambahnya. Lebih lanjut, alat tersebut hanya membutuhkan daya rendah dalam pengoperasiannya. Yakni menggunakan 5 volt atau menggunakan baterai litium untuk menghidupkanya. Biaya produksinya juga cukup terjangkau di kisaran Rp500 ribu rupiah.  Nantinya, alat ini akan mereka kembangkan dengan membuat website khusus yang dapat diakses bebas oleh masyarakat umum. Titik penempatan alat juga akan ditambah untuk memperluas jangkauan. (Faq/Wil)

Dosen UMM 11 Tahun Kaji Terorisme, Sebut Ekonomi jadi Salah Satu Alasan Utama

Tak mudah bagi para mantan teroris untuk kembali ke masyarakat. Ada beberapa tantangan yang kerap jadi kendala.  Dari sisi sosial, sebagian masyarakat masih memiliki rasa curiga terhadap para mantan teroris. Bahkan beberapa mantan teroris memilih untuk pindah dan tidak pulang ke kampung halaman. Hal itu ditegaskan Gonda Yumitro, SIP. MA. Ph.D. selaku dosen Program Studi Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Menurutnya, sikap masyarakat memasang jarak dengan mantan teroris ini membuka peluang bagi mereka untuk kembali ke kelompok radikalnya. Apalagi sebagian dari mantan teroris ini awalnya terlibat dengan kelompok radikalisme akibat pergaulan. “Kedua, dari sisi ekonomi. Rata-rata para mantan teroris ini mengalami masalah secara ekonomi. Faktornya macam-macam, termasuk karena pendidikan yang kurang,” ujarnya. Adapun ia memang tengah meneiti terkait model comprehesive collaboration deradikalisasi mantan teroris di Jawa Timur. Utamanya melalui pendekatan sosial ekonomi. Gonda pernah mendengar dari salah satu mantan teroris bahwa ia hanya sempat menempuh sekolah beberapa tahun sebelum masuk penjara. Lalu ketika keluar dari penjara, mereka menyadari bahwasannya terbatas secara ekonomi dan skill. Padahal kehidupan mereka harus tetap berjalan. “Hal itu membuka peluang jaringan teroris aktif untuknya mengajaknya kembali dengan iming-iming bantuan ekonomi,” sambungnya. Di Malang sendiri jejaring teroris menurut Gonda cukup kuat. Bahkan Malang menjadi lokasi yang sangat strategis. Alasannya, Malang dikenal sebagi kota Pendidikan dan para teroris ingin berburu kader. Kedua, Malang dikenal sebagai kota wisata. Kondisi ini memungkinkan para teroris leluasa untuk bergerak dan berkoordinasi karena kontrol sosial masyarakatnya lebih rendah. “Semisal mereka ingin menyewa villa untuk berkoordinasi pun orang akan mengira bahwa mereka hanya ingin berwisata,” katanya. Gonda pun menegaskan bahwa dalam program deradikalisasi atau penetralan pemikiran-pemikian bagi individu yang sudah terpapar radikalisme, dibutuhkan kerjasama semua elemen. Bukan hanya pemerintah dan masyarakat,  pendekatan sosial dan ekonomi pun harus diterapkan. “Para mantan teroris ini jangan dilepas begitu saja, sebab mereka paham ideologi teroris serta mengetahui jejaringnya. Secara sosial, harus ada perubahan model dalam memperlakukan mereka, termasuk secara ekonomi. Orang kalau sudah bermasalah dengan ekonomi, maka yang lainnya jadi ikut bermasalah juga. Karena sebagain orang yang membunuh, merampok dan lainnya itu disebabkan oleh faktor ekonomi,” katanya. Urusan teroris tidak sesederhana yang dikira. Banyak masyarakat menganggap mereka sebagai orang yang kasar, suka membunuh dan menghalalkan segala cara dikehidupan nyata. Namun faktanya tidak seperti itu. Mereka melalui proses yang panjang untuk menjadi teroris. Banyak faktor, seperti keluarga, pendidikan, ekonomi, pergaulan, dan faktor lain yang mendasari. “Saya kerap mengundang mantan teroris ke kelas untuk berbagai cerita. Tujuannya agar mahasiswa bisa lebih antisipasi, bahwa ternyata mereka yang menjadi teroris itu awalnya bukan karena kemauan sendiri,” jelas Gonda yang sudah 11 tahun mengkaji terorisme. (Dev/Wil)

Selesaikan Magang, Ketua Peradi Malang Yakin Alumni CoE Asisten Advokat UMM Mumpuni

Berbagai firma hukum merasa terbantu dengan adanya program Center of Excellence (CoE) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hal itu ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Malang Iwan Kuswardi, S.H. dalam Lokakarya dan Evaluasi Magang CoE Sekolah Asisten Advokat, 15 Juli lalu. “Para mahasiswa yang dikirim ke puluhan firma hukum di Malang sangat antusias dan cekatan. Dari situ, saya yakin saatmenyelesaikan magang kerja, mereka sudah memiliki bekal yang cukup untuk bersaing nantinya di dunia kerja,” tegasnya. Lebih lanjut, Iwan juga mengapresiasi para peserta CoE yang turut menyelesaikan banyak kasus yang diberikan saat proses magang. Adapun mereka dikirim ke lebih dari 20 kantor hukum di Malang, beberapa kantor hukum di Surabaya, dan juga di Jakarta. Menurut Iwan, CoE Sekolah Asisten Advokat perlu dipertahankan, utamanya dalam menjamin masa depan para mahasiswa hukum. Hal itu tak lepas dari materi yang tidak hanya terdiri dari buku saja, tapi mereka langsung diterjunkan ke berbagai kasus. Bahkan juga diajak ke pengadilan saat menghadapi perkara. “Ada beberapa hal yang memang perlu dievaluasi agar CoE ini bisa dikembangkan dan dijalankan dengan lebih baik lagi. Namun, saya kira hanya ada sedikit saja karena para peserta dan mahasiswa sangat aktif bertanya dan mengimplementasikan teori yang didapat,” katanya menambahkan. Di sisi lain, Dekan Fakultas Hukum UMM Prof. Dr. Tongat, S.H. M.Hum. mengatakan bahwa ia ingin melihat hasil nyata dari mahasiswa yang telah menyelesaikan kelas CoE. Ia tidak ingin program tersebut disia-siakan oleh peserta. Apalagi sebanyak maksimal 40 SKS mata kuliah akan diekuivalensi lewat CoE ini. “Magang CoE ini adalah perantara yang bagus. Utamanya agar mahasiswa dapat melatih dan mempersiapkan diri untuk bekerja dan melanjutkan menjadi seorang advoat. Apalagi UMM juga memiliki Program Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang telah bekerja sama dengan Peradi,” ungkapnya. (Ri/Wil)

UMM Gandeng Perusahaan Singapura untuk Kembangan SDGs

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bergerak cepat mengembangkan berbagai potensi daerah dan menebar manfaat ke sesama. Terbaru, UMM menggandeng T.S.D Consulting LLP dari Singapura. Keduanya menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada 17 Juli lalu dan merumuskan berbagai program serta terobosan. Founder TSD, Aldrin Tee menjelaskan bahwa pihaknya memiliki misi untuk menyelesaikan berbagai masalah dunia. Termasuk di dalamnya poin-poin sustainable development goals (SDG’s). Namun tidak hanya terbatas pada SDG’s, ia memiliki tiga poin utama lain yakni lingkungan, sosial, dan pemerintahan. “Kami sudah membangun berbagai kerjasama dengan banyak negara. Misalnya saja dengan Filipina, Brazil, India, Taiwan, dan lainnya. Total ada belasan negara dan lebih dari 50 partner di belahan dunia,” jelasnya. Aldrin, begitu ia kerap disapa, menegaskan, dalam kerjasama ini para pihak bisa saling bertukar ilmu dan pengalaman. Salig bekerjasama untuk memberikan dampak positif bagi dunia. Jadi, kolaborasi anatr elemen seperti universitas, pemerintah, dan bahkan juga bisnis komersial akan bisa memberikan dampak besar. Salah satu yang Aldrin sebut adalah komunitas pelindung pohon bakau yang ada di Tuban. Bekerjasama dengan sekolah dan juga sosok Ali Manshur yang sudah berupaya menjadi mangrove dari 30 tahun lalu, mereka membangun komunitas. Rencananya, tidak hanya menumbuhkan komunitas tersebut di Tuban, tapi juga akna dikembangkan di berbagai wilayah. Ia juga menilai bahwa kerjasama dengan UMM menjadi langkah apik. Ada banyak sektor yang bisa dikembangkan. Utamanya dalam upaya menghasilkan program spin off, yakni berbentuk produk dan jasa. “Kebanyakan riset hanya disimpan di perpustakaan dan tidak memberikan dampak signifikan. Maka, kita akan menggaet perusahaan untuk menciptakan produk maupun jasa yang benar-benar nyata. Apalagi dengan adanya Center of Excellence (CoE),” katanya. Di sisi lain, kepala CoE UMM, Prof. Dr. Ir. Damat, MP. IPM. mengatakan bahwa ruang lingkup kerjasama tersebut sangat luas. Salah satu yang bisa dikolaborasikan adalah berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian dari UMM. Misalnya saja pengembangan pembangkit listrik tenaga mikro hidro. Selain itu juga aspek agrikultur yang meiputi produktivitas lahan, penggunaan pestisida berlebihan dan seret lainnya. “Tentu ada diskusi lebih lanjut agar bisa merumuskan ide-ide konkret dan bisa langsung diimplementasikan,” pungkasnya mengakhiri. (Wil)

Di UMM, Dubes Unesco Bedah Buku Filsafat Pendidikan Tinggi

Filsafat sangat penting untuk orang-orang yang menyusun kebijakan pada pendidikan tinggi di Indonesia. Hal itu ditegaskan Dubes Indonesia untuk UNESCO Prof. Dr. Ismunandar dalam bedah buku berjudul “Filsafat Sains dalam Konteks Interpretasi Filosofis untuk Pendidikan Tinggi Indonesia” yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Press. Kegiatan yang dihadiri sederet pegiat filsafat dan dosen itu dilaksanakan pada 17 Juli lalu. Ismunandar, sapaannya, mengatakan, perlu lebih banyak lagi buku-buku filsafat yang membahas mengenai pendidikan tinggi di Indonesia.  Dengan begitu, akan ada banyak perkembangan yang bisa dilakukan. Apalagi filsafat sains sangat penting untuk berpikir lebih dalam. “Yang menarik di buku ini yaitu bahasan mengenai filsafat sains dan juga agama. Di mana dua aspek tersebut merupakan dua hal yang seringkali menjadi perdebatan. Namun pengarang, Prof. Hadi Nur, Ph.D. berhasil menjelaskan bagaimana agama dan filsafat bisa saling menguatkan. Ada 32 topik menarik yang bisa dibaca dan didalami,” ungkapnya. Di sisi lain, Assoc. Prof. Ajang Budiman yang juga menjadi pembedah, kagum dengan buku karya Hadi. Ia mengaku belum pernah menemukan buku filsafat yang membumi dan relevan dengan konteks pendidikan di Indonesia. Menurutnya, karya ini dapat menghapus stigma di masyarkat yang mengatakan bahwa filsafat itu ilmu yang sulit. “Buku ini menggunakn pendekatan interpretasi filosofis yang merupakan metode praktis untuk memberikan penjelasan atau analisis terhadap fenomena atau konsep secara komprehensif. Hal tersebut menciptakan pendekatan mengajar lebih efektif dan menarik bagi mahasiswa,” papar Ajang. Ajang juga menyampaikan keunggulan dan karakteristik lain dari buku ini. Yaitu pandangan tentang sains yang holistik. Topik-topik bahasan juga dapat dikatakan setara, sehingga pembaca dapat masuk dari mana saja.  Buku terkait juga mampu membuat pembaca untuk bersikap kritis. Sementara itu, Prof. Hadi sebagai penulis mengatakan, buku ini merupakan buah dari pikiran-pikirannya selama ini yang hanya dituliskan dalam blog pribadi. Selain itu juga merupakan bentuk ekspresi diri dari pengalaman mengajar sebagai dosen ilmu filsafat. Pembahasan dari buku ini juga dikaitkan dengan empat domain ilmu yaitu mengenai Metode ilmiah Ilmu Sosiologi, Ilmu Komunikasi serta Sains dan Agama. “Buku ini juga membahas mengenai permasalahan akademik, permasalahan ilmu  pengetahuan dan kehidupan sehari-hari dengan filsafat sains.Tujuan adanya buku ini yaitu supaya kita lebih sadar dan bijak dalam memandang kehidupan,” ungkap Hadi. Lebih lanjut, Hadi menjelaskan filsafat dan kebijaksanaan itu harus berjalan beriringan. Filsafat digunakan untuk mencari pemahaman mendalam tentang hidup, sedangkan kebijaksanaan untuk menerapkan pemahaman tersebut dalam setiap langkah kehidupan. Keduanya merupakan labirin kehidupan dalam kehidupan manusia. (Zak/Wil)

70 Atlet Terbaik UMM Siap Perebutkan Juara di Pomprov Jatim

Universitas Muhammadiya Malang (UMM) optimis jadi raih juara berbagai cabang pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Jawa Timur II (Pomprov) Jawa Timur yang diselenggarakan di Jember pada 15-22 Juli. Maka dari itu, Kampus Putih mengirimkan puluhan atlet terbaiknya, mulai dari cabang olahraga fisik hingga E-sport Melepas para atlet, Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, M.T. menjelaskan, para mahasiswa yang menjadi wakil Kampus Putih harus menampilkan yang terbaik. Selain itu juga mampu membentuk mental juara serta merasakan atmosfer pertandingan di tingkat yang lebih tinggi. Menurutnya, terkadang instansi pendidikan sering lupa bahwa sejatinya bakat-bakat anak muda itu tidak hanya di bidang akademik saja. Ada sebagian pemuda yang memang memiliki potensi di bidang non akademik. Hal ini pula yang menjadi perhatian khusus UMM untuk tetap berkomitmen dalam memberikan wadah terbaik bagi anak-anak muda. “Ini merupakan panggung teman-teman untuk unjuk skill dalam tingkat provinsi. Nantinya kita juga harus berusaha keras agar bisa melanjtukan kiprah di tingkat nasional hingga internasional. Kami selalu sadar bahwa bakat-bakat saudara sekalian ini harus dipupuk dan diberikan wadah yang bagus” jelasnya. Terakhir, ia berharap delegasi atlet UMM bisa menampilkan performa terbaiknya. Selama tampil dengan maksimal, prestasi dan juara akan selalu mengikuti. “Jangan malu dan ragu untuk menampilkan bakat dan potensi saudara. Apalagi Pomprov adalah kompetisi yang menarik dan kompetitig,” tegasnya. Adapun UMM mengirimkan lebih dari 70 atlet yang terdiri dari cabang olahraga futsal, karate, hingga cabang E-sport. Salah satu atlet yang berangkat, Jihan Prashanti dari cabang karate menyampaikan, banyak persiapan ketat yang sudah ia lakukan. Ia bahkan harus menambah porsi latihan setiap malam dalma satu minggu penuh. “Saya sudah mempersiapkan banyak hal dengan matang. Saya sudah siap untuk bertanding dan memperebutkan juara. Mental, fisik, dan strategi sudah saya siapkan dari jauh-jauh hari,” katanya. Ia berpesan pada atlet-atlet UMM lain untuk tetap konsisten dalma berlatih dan selalu memberikan usaha yang maksimal. “Proses itu tidak mudah dan harus ada konsistensi. Untuk menggapai prestasi tentu ada sebuah pengorbanan. Maka dari itu, tetap teguh dan berjuang untuk mengharumkan nama UMM di level manapun, dalam hal ini adalah Pomprov Jatim 2023,” pungkasnya. (Faq/Wil)

Alat Pengukur Udara hingga Smart Garden, Ini Berbagai Inovasi Karya Mahasiswa Elektro UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa mewadahi dan mendorong mahasiswanya untuk mengembangkan ide dan inovasi. Salah satunya yang dilakukan oleh Prodi Teknik Elektro UMM dengan melangsungkan Capstone Design Expo yang menyajikan puluhan inovasi teknologi karya mahasiswa. Agenda yang dilaknsakan pada 15 Juli lalu ini menarik banyak animo sivitas akademika lain dan memberikan inspirasi baru. Salah satu inovasi yang menarik adalah alat pengukur kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT). Alat garapan Taris dan tim itu mampu mengukur kualitas udara secara realtime. Alat ini sudah diuji coba di beberapa daerah Malang, salah satunya Sigura-gura. Selain itu, ada juga pakan ayam otomatis yang bisa digunakan dari jarak jauh menggunakan telepon genggam atau website. Bahkan alat ini juga bisa memberikan pakan ayam sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Ada juga belasan penemuan lain seperti smart garden dan lainnya. Terkait expo tersebut, Ketua Prodi Teknik Elektro UMM Khusnul Hidayat, M.T. mengatakan, desain proyek membantu para mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Inovasi yang dibuat bisa dilanjutkan dan dituangkan dalam bentuk skripsi, sehingga para mahasiswa tidak mengerjakan dua hal yang berbeda dan menyulitkan. “Pengembangan inovasi teknologi ini sekaligus membuat saudara-saudara bisa langsung belajar bagaimana mendesain sebuah proyek engineering. Selain itu juga mendorong program kelulusan tepat waktu (KTW),” tambahnya. Hidayat menambahkan bahwa salah satu faktor terbesar yang membuat mahasiswa elektro lulus tepat waktu adalah Center of Excellence (CoE). Menurutnya, CoE memberikan banyak manfaat, mulai dari peningkatan skill yang signifikan dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan industri, hingga mempercepat proses tugas akhir para mahasiswa. Apalagi mahasiswa juga dituntut untuk magang kerja di berbagia mitra. Bukan hanya satu bulan, namun empat hingga enam bulan. Sehingga mereka bisa benar-benar mendapatkan pengalaman dan ilmu yang mendalam terkait bidangnya. Hal itu akan berakibat pada kualitas dan kemudahan dalam bersaing di dunia kerja nanti. “Capstone design expo juga menjadi cara teknik elektro UMM untuk memenuhi syarat akreditasi. Baik itu yang berada dilevel nasional atau bahkan internasional seperti Indonesia Accreditation Board for Engineering Education (IABEE),” pungkasnya. (Wil)